35820427 karya-tulis-ilmiah

Click here to load reader

  • date post

    25-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    562
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of 35820427 karya-tulis-ilmiah

  • 1. KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN FAKTOR PREDISPOSISI DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA >6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2010Karya Tulis Ilmiah Ini Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Ahli Madya Kebidanan (A.M.Keb)Disusun Oleh : NUR KHAYATI NIM:P17424307230PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN PURWOKERTO JURUSAN KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG TAHUN 2010

2. KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN FAKTOR PREDISPOSISI DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA >6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2010Karya Tulis Ilmiah Ini Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Ahli Madya Kebidanan (A.Md.Keb)Disusun Oleh : NUR KHAYATI NIM: P17424307230PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN PURWOKERTO JURUSAN KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG TAHUN 2010i 3. HALAMAN PERSETUJUANKarya Tulis Ilmiah ini dengan judul Hubungan Faktor Predisposisi Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi usia >6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden Kabupaten Banyumas Tahun 2010 telah disetujui Sebagai Karya Tulis Ilmiah dan dinyatakan memenuhi syarat untuk diseminarkan.Purwokerto, 9 Juli 2010 Pembimbing UtamaPembimbing PendampingM. Choiroel Anwar, SKM. M.KesSuparmin, SKM, M.KesNIP. 19601129 198207 1 001NIP. 19670527 198803 1 002ii 4. HALAMAN PENGESAHANProposal Karya Tulis Ilmiah dengan judul Hubungan Faktor Predisposisi Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia >6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden Kabupaten Banyumas Tahun 2010 telah dipertahankan di depan penguji pada tanggal 4 Januari 2010 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima.Purwokerto, 4 Februari 2010 Penguji IPenguji IIM. Choiroel Anwar, SKM. M.Kes NIP. 19601129 198207 1 001Mengetahui : Ketua Program Studi DIII Kebidanan Purwokerto Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Depkes SemarangSuparmi. S.Pd, S.SiT NIP. 19640323 198603 2 004iii 5. PRODI DII KEBIDANAN PURWOKERTO POLTEKKES KEMENKES SEMARANG HUBUNGAN FAKTOR PREDISPOSISI DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA >6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2010 Xiv, 5 bab, 51 halaman, 15 tabel, 6 lampiran NUR KHAYATI ABSTRAK ASI eksklusif didefinisikan sebagai perilaku dimana hanya memberikan ASI saja kepada bayi sampai umur 6 bulan tanpa makanan dan ataupun minuman lain kecuali sirup obat. Berdasarkan data awal yang dilaksanakan pada tanggal 20 November 2009 di wilayah kerja Puskesmas II Baturaden, didapatkan bahwa dari 10 orang ibu yang diwawancarai terdapat 3 orang mengetahui tentang ASI Eksklusif dan 7 orang tidak mengetahui tentang ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif, manfaat ASI eksklusif, komposisi ASI. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden pada bulan Maret 2010 dengan menggunakan metode penelitian jenis analitik. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode random sampling, dengan teknik pengambilan sampelnya cluster sampling adalah suatu cara pengambilan sampel bila objek yang diteliti atau sumber data sangat luas atau besar. Artinya sampel yang digunakan adalah 48 ibu menyusui yang memiliki bayi usia lebih dari 6 bulan yang memenuhi criteria inklusi dan eksklusi, alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian faktor predisposisi yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif menunjukkan tidak ada hubungan antara umur ibu, pendidikan, pekerjaan, penghasilan keluarga dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif. Sehingga diharapkan bagi tenaga kesehatan dan ibu menyusui untuk meningkatkan pengetahuan Ibu tentang pemberian ASI eksklusif yang baik. Kata kunci : pengetahuan ibu,umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, pemberian ASI Daftar Pustaka : 18 (2004-2009)iv 6. KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul Hubungan Faktor Predisposisi Dengan Pengetahuan ibu Tentang Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia >6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden Kabupaten Banyumas Tahun 2010 Penelitian ini, penulis mendapatkan banyak bantuan dari berbagai pihak, baik moril maupun materil, dengan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1.Bapak Sugiyanto, S.Pd, M.App, Sc, selaku direktur Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan Semarang.2.Ibu Bahiyatun, S.Pd, S.SiT, selaku Ketua Jurusan Kebidanan Purwokerto3.Ibu Suparmi, S.Pd, S.SiT, selaku Ketua Program Studi Diploma III Jurusan Kebidanan Purwokerto4.Bapak M. Choiroel Anwar, SKM, M.Kes, selaku Pembimbing I yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing , mengarahkan dan memberikan dorongan.5.Bapak Suparmin, SKM, M.Kes, selaku Pembimbing II yang telah membimbing dan memberikan masukan serta semangat.6.Bapak, ibu dan kakakku atas doa, kasih sayang, dukungan dan semangat yang telah diberikan selama ini.7.Sahabat-sahabat tercinta yang tidak dapat penulis sebutkan satu per Satu.v 7. 8.Teman-teman seperjuangan angkatan 2007 DIII Kebidanan Purwokerto Poltekkes Depkes Semarang, terimakasih atas kerjasama dan bantuannya.9.Seluruh staf dalam lingkungan civitas akademika Politeknik Kesehatan Depkes Semarang Khususnya Program Studi DIII Kebidanan Purwokerto dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-per satu. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunanpenelitian ini. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat untuk pembaca khususnya dan masyarakat pada umumnya.Purwokerto, 29 Februari 2010 PenulisNur Khayativi 8. DAFTAR ISIHalaman judul/sampul....................................................................................i Halaman sampul dalam..........................................................................................ii Halaman Persetujuan..............................................................................................iii Halaman Pengesahan.........iv Kata Pengantaran...............v Daftar Isivi DaftarTabelxi Daftar Gambar...xii Daftar Lampiranxii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah.1 B. Perumusan Masalah5 C. Tujuan Penelitian5 D. Manfaat Penelitian.6 E. Keaslian Penelitian.....7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori9 B. Kerangka Teori..26 BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Konsep..27 B. Variabel Penelitian28 vii 9. C. Definisi Operasional...28 D. Hipotesis Penelitian....30 E.Ruang Lingkup Penelitian..30F.Jenis dan Rancangan Penelitian.31G. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling.32 H. Instrument Penelitian.35 I.Uji validitasi dan Reabilitasi...35J.Metode Pengumpulan Data...37K. Metode Pengolahan dan Analisa Data..37 L.Etika Penelitian..40M. Jadwal Penelitian41 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRANviii 10. DAFTAR GAMBARGambar 2.1. Tahap perubahan perilaku menurut Notoatmodjo (2007)...27 Gambar 2.2 Kerangka Teori Hubungan Faktor Predisposisi Dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Baturaden II Kabupaten Banyumas Tahun 2010...29 Gambar 3.1. Kerangka Konsep Hubungan Faktor Predisposisi Dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Baturaden II Kabupaten Banyumas Tahun 2010............................30ix 11. DAFTAR LAMPIRANLampiran 1. Permohonan menjadi responden Lampiran 2. Persetujuan menjadi responden Lampiran 3. Kuesioner penelitian Lampiran 4. Jadwal penelitian Lampiran 5. Hasil uji reabilitas dan validitas Lampiran 6. Hasil uji chi squarex 12. DAFTAR TABEL1. Tabel 1.Distribusi frekuensi responden menurut umur 2. Tabel 2.Distribusi frekuensi responden menurut tingkat pendidikan 3. Tabel 3.Distribusi frekuensi responden menurut pengetahuan 4. Tabel 4.Distribusi frekuensi responden status pekerjaan 5. Tabel 5. Distribusi frekuensi responden penghasilan 6. Tabel 6.Distribusi frekuensi responden menurut perilaku pemberian ASI di puskesmas Baturaden I Kabupaten Banyumas tahun 2010 7. Tabel 7. Hubungan faktor predisposisi dengan pengetahuan tentnag pemberian ASI ekslusif pada bayi usia > 6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden Kabupaten Banyumas Tahun 2010xi 13. 1BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan alamiah yang ideal untuk bayi, terutama pada bulan-bulan pertama. (Soejoningsih,2004) Berdasarkan hasil survei demografi Indonesia bahwa angka kematian ibu (AKI) di Indonesia adalah 370 per 100.000 kelahiran hidup atau setiap 1 jam terdapat 2 orang ibu meninggal dunia akibat persalinan dan salah satu penyebab kematian bagi ibu adalah perdarahan. Data dari BPS Tahun 2006 total angka kematian bagi ibu di Indonesia mengalami penurunan yaitu menjadi 253 per 100.000 kelahiran hidup, namun angka ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Negara ASEAN lainnya. Demikian angka kematian bayi (AKB) khususnya angka kematian bayi baru lahir (Neonatal), masih berada pada kisaran 200 per 1000 kelahiran hidup. Angka kematian bayi (AKB) yang tinggi di Indonesia 80%. Berdasarkan survai yang dilakukan oleh Hellen Keller (2002) di Indonesia, diketahui bahwa rata-rata bayi Indonesia hanya mendaptkan ASI selama 1,7 bulan. Padahal, Kajian WHO yang dituangkan dalam Kepmen Kes No. 450 Tahun 2004 menganjurkan agar bayi diberi ASI. Turunya angka ini terkait pengaruh sosial budaya di masyarakat, yang menganjurkan supaya bayi diberi makanan tambahan sebelum berusia 6 bulan. (Prasetyono,2009)1 14. 2Penelitian terhadap 900 ibu disekitar Jabotabek diperoleh fakta bahwa yang mendapatkan ASI eksklusif selama 4 bulan hanya sekitar 5%, padahal 98% ibu-ibu tersebut tidak pernah mendapatkan informasi khusus tentang ASI. Sedangkan 70,4% ibu tidak pernah mendengar informasi tentang ASI eksklusif. (Roesli,2005) Alasan ibu untuk tidak menyusui sangat bervariasi. Namun, yang paling sering dikemukakan sebagai berikut : ASI tidak cukup, ibu bekerja dengan cuti hamil tiga bulan, takut ditinggal suami, tidak diberi ASI tetap berhasil Jadi Orang, bayi akan tumbuh menjadi anak yang tidak mendiri dan manja, susu formula lebih praktis, takut badan menjadi gemuk. (Roesli,2005) Alasan utama Ibu tidak memberikan ASI secara eksklusif yaitu faktor umur, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan lain-lain. Rendahnya keinginan dan pemahaman ibu tentang pentingnya ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kelahiran hidup kelahiran bayinya, hal ini dikarenakan kurangnya informasi dan pengetahuan yang dimiliki oleh para ibu mengenai segala nilai plus nutrisi dan manfaat yang terkandung dalam ASI. (Prasetyono,2009) Tingkat pengetahuan masyarakat tentang kesehatan akan mempengaruhi perilaku masyarakat dibidang kesehatan. Tidak hanya perilaku saja, masih ada faktor-faktor lain. Pengetahuan juga akan turut menentukan baik buruknya kondisi lingkungan dan pelayanan kesehatan di suatu masyarakat. Masyarakat dengan tingkat pengetahuan memadai, lebih mudah dibawa dalam perilaku sehat, lebih mampu menciptakan kondisi lingkungan sehat, serta mempu menjangkau pelayanan kesehatan. Pengetahuan seseorang diperoleh melalui berbagai 15. 3pendidikan baik formal maupun informal. Pengetahuan juga didapatkan dari pengalaman selama hidup seseorang. (Notoatmodjo,2003) Berdasarkan studi pendahuluan yang penulis lakukan di tempat yang akan dilakukan penelitian. Diperoleh data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas pada periode bulan januari sampai bulan desember tahun 2009 cakupan ASI eksklusif masih sangat rendah, sedangkan cakupan ASI eksklusif di wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden adalah 316 orang ibu menyusui. (Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, 2009) Dari hasil wawancara yang dilakukan pada tanggal 20 November 2009 di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden pada 10 ibu-ibu yang mempunyai bayi usia 6 bulan sampai 12 bulan di desa wilayah kerja Puskesmas II Baturaden. Dari 10 ibu yang diwawancara tentang pemberian ASI Eksklusif 7 ibu menjawab tidak memberikan ASI secara eksklusif dan hanya 3 ibu yang memberikan ASI Eksklusif, beberapa alasannya umur ibu masih muda dan belum berpengalaman, ibu bekerja, pengetahuan ibu dan faktor lainnya. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden masih sangat rendah dan dipengaruhi oleh berbagai faktor sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Hubungan Faktor Predisposisi dengan Tingkat Pengetahuan Tentang Pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia lebih dari 6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden Tahun 2010. Karena umur, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, penghasilan.masih cukup rendah dan akan lebih mempengaruhi ibu dalam pemberian ASI Eksklusif pada bayinya. Sedangkan kebiasan sangat sukar untuk 16. 4diteliti dan terlalu luas. Faktor pendukung (kader, orangtua, penyuluhan, tenaga kesehatan tidak diteliti karena bidan desa sudah berada di setiap desa ada satu bidan desa minimal dan memiliki kader dan biasanya penyuluhan sudah sering dilakukan oleh bidan saat di Pusyandu-posyandu setempat). B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, permasalahan pokok penelitian ini dapat dirumuskan dalam pertanyaan : adakah hubungan faktor predisposisi dengan pengetahuan Ibu tentang pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden Kabupaten Banyumas Tahun 2010. C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Mengetahui hubungan faktor predisposisi dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden Kabupaten Banyumas Tahun 2010. 2. Tujuan Khusus a. Mengetahui gambaran umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan pengetahuan Ibu tentang pemberian ASI Eksklusif bagi bayi b. Mengetahui hubungan antara umur dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI Eksklusif bagi bayi c. Mengetahui hubungan antara pendidikan ibu dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI Eksklusif bagi bayi. d. Mengetahui hubungan antara pekerjaan ibu dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI Eksklusif bagi bayi. 17. 5e. Mengetahui hubungan antara penghasilan keluarga dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI Eksklusif. D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1. Bagi masyarakat Untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat mengenai hubungan faktor predisposisi dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI Eksklusif. 2. Bagi instasi tempat penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bidan atau tenaga kesehatan dalam memberikan penjelasan tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif untuk bayi 3. Bagi pemerintah Penelitianinidapatdijadikanpertimbangandalampengambilankebijaksanaan yang baru tentang hubungan faktor predisposisi dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi. 4. Bagi pengembangan IPTEK dan Almamater Sebagai sumber refrensi dan bahan bacaan di perpustakaan di instansi pendidikan, terutama tentang hubungan faktor predisposisi dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi. 5. Bagi peneliti Untuk menambah wawasan dan pengetahuan peneliti tentang hubungan faktor predisposisi dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI 18. 6eksklusif pada bayi. Dan sebagai penerapan ilmu yang telah didapatkan di pendidikan. E. Keaslian Penelitian Tabel 2.3 Keaslian Penelitian Yang Telah Pernah Ada Sebelumya N oNamaJudulTujuanPopulasi dan SampleJenis PenelitianVariable PenelitianHasil1 12 Hasrimayana (2009)3 Hubungan antara sikap ibu dengan pemberian ASI ekslusif di wilayah kerja puskesmas kedawung IISragen4 Mengetahui hubungan antar sikap ibu dengan pemberian ASI ekslusif Di wilayah kerja puskesmas kedawung IIsragen5 Semua ibu menyusui6 Analitik7 Variabel bebasnya adalah sikap ibu sedangkan variabel terikatnya adalah pemberian ASI ekslusif8 Terdapat hubungan antara sikap ibu dengan pemberian ASI Ekslusif di wilayah kerja puskesmas kedawung II Sragen2.Mulyaningsih (2000)Hubungan antara tingkat pendidikan dengan motivasi memberikan ASI ekslusif pada ibu melahirkan di RSUD Dr.Moewardi SurakartaMengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan motivasi memberikann ASI ekslusif pada ibu melahirkanSemua ibu yang melahirkanStudi deskritif dan anlisisVariabel bebasnya adalah tingkat pendidikan, motivasi sedangkan variabel terikatnya pemberian asi eksklusifAda hubungan antara tingkat pendidikan dengan motivasi memberikan asi eksklusif pada ibu melahirkan3.Nur khayati (2010)Hubungan faktor predisposisi dengan pengetahuan pemberian ASI EksklusifMengetahui hubungan antara faktor predisposisi dengan pengetahuan pemberian ASI eksklusifSemua ibu menyusui yang memiliki bayi usia lebih dari 6 bulan.Studi analitikVariabel bebasnya adalah umur, tingkat pendidikan pekerjaan, penghasilanTidak Ada hubungan antara umur , pendidikan, pekerjaan, penghasilan 19. 7BAB II TINJAUAN PUSTAKAA. TINJAUAN TEORI 1. Pengertian pengetahuan Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setalah orang melakukan Pengindraan terhadap suatu objek tertentu. pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. (Notoatmojo,2007) Penilaian pengetahuan dapat dilihat dari setiap item pertanyaan yang akan diberikan peneliti kepada responden. Menurut Arikunto (2002), kategori pengetahuan dapat ditentukan dengan kriteria : (a) Baik: jika pertanyaan dijawab dengan benar 76-100 %(b) Cukup: jika pertanyaan dijawab dengan benar 56-75 %(c) Kurang: jika pertanyaan dijawab dengan benar < 56 %Ibu yang berpengetahuan rendah maka akan mempengaruhinya dalam berperilaku sehat maka ibu yang pengetahuannya rendah akan membuat ibu untuk memberikan ASI pada bayinya walaupun ibu tidak tahu manfaat yang terkandung dalam ASI tersebut, sedangkan ibu yang pengetahuannya tinggi maka akan membuat ibu tersebut untuk memberikan asi pada bayinya karena ibu merasa gizi bayinya tidak cukup bila hanya diberikan ASI saja tanpa makanan tambahan apapun.7 20. 82. Air Susu Ibu (ASI) a. Pengertian ASI Menurut Depkes (2006) ASI adalah makanan yang terbaik dan alamiah untuk bayi. ASI adalah cairan hidup yangmengandung zat kekebalan yang akan melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, virus, parasit, dan jamur. ASI merupakan sumber energy gizi yang sangat ideal dengan komposisi simbang dan disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan bayi (Roesli,2007). ASI eksklusif adalah sebagai konsumsi dan asupan makanan bagi bayi, asupan makanan tersebut adalah Air Susu Ibu tanpa suplemen jenis apapun baik itu air juice, makanan dalam bentuk apapun kecuali untuk vitamin, mineral, dan pengobatan. Selain definisi diatas ASI eksklusif juga didefinisikan sebagai perilaku dimana hanya memberikan ASI saja kepada bayi sampai umur 6 bulan tanpa makanan dan ataupun minuman lain kecuali sirup obat. (Baskoro,2008) b. Manfaat Air Susu Ibu (ASI) Bagi bayi enam manfaat terpenting dari menyusui yaitu : a) Memperoleh nutrisi terbaik ASI mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan oleh bayi. Tidak adasatupunsusuformulayangdapatmenggantikannya.(Suryoprajogo, 2009) ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan bayi. ASI adalah makanan bayi yang paling sempurna, baik kualitas maupun 21. 9kuantitasnya. Dengan tatalaksana menyusui yang benar, ASI sebagai makanan tunggal akan cukup memenuhi kebutuhan tumbuh bayi normal sampai usia 6 bulan. Setelah usia 6 bulan, bayi harus mulai diberi makanan padat, tetapi ASI dapat diteruskan sampai usia 2tahun atau lebih. (Roesli,2000) b) Daya tahan tubuh lebih baik Bayi yang baru lahir secara alamiah mendapat immunoglobulin (zat kekebalan) dari ibunya melalui ari-ari. Namun, kadar zat ini akan cepat sekali menurun segera setelah bayi lahir. Badan bayi sendiri baru membuat zat kekebalan cukup banyak sehingga mencapai kadar protektif pada waktu berusia sekitar 9 sampai 12 bulan. Pada saat kadar zat kekebalan bawaan menurun. Sedangkan yang dibentuk oleh badan bayi belum mencukupi maka akan terjadi kesenjangan zat kekebalan pada bayi. Kesenjangan akan hilang atau berkurang apabila bayi diberi ASI, karena ASI adalah cairan hidup yang mengandung zat kekebalan yang akan melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, bakteri, virus, parasit, dan jamur. (Roesli,2000) c) ASI meningkatkan kecerdasan Interaksi ibu dan bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan sisitem saraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. (Suryoprajogo, 2009) 22. 10d) Pemberian ASI meningkatkan jalinan kasih sayang. Bayi yang sering dalam dekapan ibu karena menyusu akan merasakan kasih sayang ibunya. Bayi juga akan merasakan aman dan tentram, terutama karena masih dapat mendengar detak jantung ibunya yang ia telah kenal sejak dalam kandungan. Perasaan terlindungi dan membentuk kepribadian yang percaya diri dan dasar spiritual yang baik. (Roesli,2000) c. Keuntungan ASI bagi ibu a) ASI mengurangi perdarahan setelah melahirkan Apabila bayi disusui segera setelah dilahirkan maka kemungkinan terjadinya perdarahan setelah melahirkan akan berkurang, karena pada ibu hamil terjadi peningkatan kadar oksitosin yang berguna untuk kontraksi atau penutupan pembuluh darah, sehingga perdarahan akan lebih cepat berhenti. Hal ini akan menurunkan angka kematian ibu yang melahirkan. b) ASI mengurangi terjadinya anemia Mengurangi kemungkinan terjadinya kekurangan darah atau anemia karena kekurangan zat besi. Menyusui mengurangi perdarahan. c) ASI menjarangkan kehamilan Menyusui merupakan cara kontrasepsi yang aman, murah, dan cukup berhasil. Selama ibu member ASI dan belum haid, 98% tidak akan hamil pada 6 bulan pertama setelah melahirkan dan 96 % tidak akan hamil sampai bayi berusia 12 bulan. 23. 11d) ASI dapat mengecilkan rahim Kadar oksitosin ibi hamil yang meningkat akan sangat membentu rahim kembali ke ukuran sebelum hamil. Proses pengecilan ini akan lebih cepat dibandingkan pada ibu yang tidak menyusui. e) ASI mengurangi kemungkinan menderita kanker Pada ibu yang memberikan ASI umumnya kemungkinan menderita kanker payudara. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menyusui akan mengurangi kemungkinan terjadinya kanker payudara. Pada umumnya bila semua wanita dapat melanjutkan menyusui sampai bayi berumur 2 tahun atau lebih, diduga angka kejadian kanker payudara akan berkurang sampai sekitar 25%. f) ASI lebih ekonomis Dengan memberian ASI berarti menghemat pengeluaran untuk susu formula. Selain itu, pemberian ASI juga menghemat pengeluaran untuk berobat bayi. g) ASI tidak merepotkan dan menghemat waktu ASI dapat segera diberikan pada bayi tanpa harus menyiapkan. Pemberian susu botol akan lebih merepotkan terutama pada malam hari. h) ASI praktis ASI mudah dibawa kemana-mana sehingga saat berpergian tidak perlu membawa berbagai alat untuk minum susu formula. ASI dapat 24. 12diberikan dimana saja dan kapan saja dalam keadaan siap dimakan atau diminum. Serta dalam suhu yang selalu tepat. i) ASI memberikan kepuasan bagi ibu Ibu yang berhasil memberikan ASI akan merasakan kepuasan, kebanggaaan, dan kebahagiaan yang mendalam (Roesli,2007) Menurut Utami Roesli (2007), ASI bersifat khas untuk bayi karena susunan kimianya, mempunyai nilai biologis tertentu dan mempunyai subtansi yang spesifik pengeluaran ASI dapat dibedakan atas : 1) Kolostrum a) Berwarna kuning, jernih dengan protein berkadar tinggi. b) Mengandung : immunoglobulin, laktoferin, vitamin (A, E, K, dan D), lemak dan laktosa. c) Pengekuaran kolostrum berlangsung sekitar, dua atau tiga hari dan diikuti ASI yang mulai berwarna putih. 2) ASI Transisi ASI antara mulai berwarna putih bening dengan susunan yang disesuaikan kebutuhan bayi dan kemampuan mencena usus bayi. 3) ASI Matur Pengeluaran ASI penuh sesuai dengan perkembangan usus bayi, sehingga dapat menerima susunan ASI sempurna. 25. 133. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Asi Eksklusif a. Umur Abu Ahmadi (2001), juga mengemukakan bahwa memeng daya ingat seseorang itu salah satunya dipengaruhi oleh umur. Dari uraian ini maka dapat kita simpulkan bahwa bertambahnya umur seseorang dapat berpengaruh pada pertambahan pengetahuan yang diperolehnya, akan tetapi pada umur-umur tertentu atau menjelang usia lanjut kemampuan penerimaan atau mengingat pengetahuan akan berkurang orang yang lebih muda mempunyai daya ingat yang lebih kuat dan kreaktivitas tinggi dalammencaridanmengenalsesuatuyangbelumdiketahuidibandingkan dengan orang yang lebih tua. Disamping itu kemampuan untuk menyerap pengetahuan baru lebih mudah dilakukan pada umur yang lebih muda karena otak berfungsi maksimal pada umur muda (Nursalam dan Pariani, 2001). Menurut manuaba (1998) usia reproduksi dibagi menjadi dua reproduksi sehat umur 20-35 tahun dan reproduksi tidak sehat umur 35 tahun. Ibu yang mampu menerima dan mengerti informasi yang diberikan dengan baik cenderung akan memberikan persepsi dan bersikap positif sesuai dengan pemehamannya. (Notoatmodjo, 2002) b. Pendidikan Pendidikan adalah proses pertumbuhan sikap atau tata laku seseorang atau sekelompok dalam usaha mendewasakan manusia upaya pengajaran 26. 14dan penelitian, proses, cara, pembuatan, dan mendidik (Kamus Besar Indonesia, 2002). Menurut Yulizar (2004) di pedesaan banyak wanita ya g tidak mementingkan pendidikan karemna mereka berpendapat seseorang wanita dilahirkan untuk mengurus suami, anak, keluarga serta rumah, sehingga pengetahuan mereka tentang pemberian ASI eksklusif sulit diperoleh. Sedangkan di perkotaan kebanyaakan berpendidikan tinggi, sehingga pengetahuan tentang pemberian ASI Eksklusif lebih mudah diperoleh. Bersdasarkan indikator kesejahteraan rakyat (2007), pendidikan terdiri atas pendidikan formal, jenjang pendidikan formal terdiri atas : 1) SD 2) SMP 3) SMA 4) Perguruan tinggi ASI eksklusif merupakan investasi terbesar bagi bayi, menyusui itu kodrat perempuan. Banyak orang menduga bahwa menyusui itu proses alamiah, tidak perlu dipelajari. Tuhan memang memberikan perangkat kepada perempuan untuk menyusui. Pada tubuh perempuan dewasa terdapat payudara yang diperlukan untuk memproduksi dan memberikan ASI, meskipun demikian untuk bisa berhasil menyusui secara optimal para ibu tetap memerlukan informasi dan pendidikan yang cukup. (Baskoro, 2009) 27. 15c. Pekerjaan Pekerjaan adalah suatu apa yang dilakukan (diperbuat, dikerjakan dan sebagainya), tugas kewajiban, hasil bekerja, skala penilaian adalah skala nominal yaitu suatu himpunan yang terdiri dari anggota yang mempunyai kesamaan tiap anggotanya dan memiliki perbedaan dari anggotanya himpunan yang lain (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002) Makin banyak ibu-ibu yang bekerja dan berpendidikan tinggi, sehingga pengetahuan tentang pemberian ASI Eksklusif lebih mudah di peroleh. (Yulizar, 2004) Pekerjaan adalah suatu apa yang dilakukan, diperbuat, dikerjakan, tugas, kewajiban, hasil kerja, perbuatan, pekerjaan dapat digolongkan menjadi : 1) Ibu Rumah Tangga 2) Buruh (Petani) 3) Pedagang (wiswasta) 4) PNS Ibu yang tidak bekerja atau dikatakan sebagai ibu rumah tangga cenderung lebih sering menyusui, dibandingkan ibu yang bekerja (buruh, pedagang, PNS,dll) lebih jarang menyusui atau sama sekali tidak bersedia untuk menyusui karena kesibukkan ibu tersebut. Bekerja bukan alasan untuk menghentikan pemberian ASI eksklusif. Pengetahuan yang benar tentang menyusui, dan dukungan lingkungan kerja seseorang ibu yang bekerja dapat tetap memberikan ASI secara eksklusif (Roesli, 2007) 28. 16d. Penghasilan Pendapatan menurut para ahli antara lain Mulyanto Sumardi dan Hans evers (1982), pendapatan atau penghasilan adalah seluruh penerimaan baik berupa uang maupun barang baik dari pihak lain maupun dari hasil sendiri. Sedangkan yang dimaksud pendapatan keluarga dalam pene,litian ini adalah pendapatan atau penghasilan yang berupa unag dan barang yang diperoleh orang tua dan anggota keluarga lainnya yang bersumber dari kerja pokok dan kerja sampingan. sehingga penghasilan atau pendapatan dapat digolongkan menjadi 2 golongan yaitu penghasilan tinggi, rendah. Sehubungan dengan tingkat penghasilan. (Direktorat Pengupahan dan JaminanSosialKetenagakerjaanDepartemenTenagaKerjadanTransmigrasi berdasarkan UMR daerah Banyumas) mengelompokkan sebagai berikut : 1) Tingkat penghasilan rendah : < Rp. 670.000,00 2) Tingkat penghasilan tinggi: Rp.670.000,00Secara ekonomi, ASI jauh lebih murah dan bahkan gratis karena semua ibu yang melahirkan otomatis mampu memproduksi ASI tanpa harus membeli. Hal ini tentu saja akan menghemat pengeluaran keluarga sehingga bisa mempergunakannya untuk hal lain yang lebih penting, biaya kesehatan misalnya. Bahkan, dengan menyusui ASI berarti kita turut melindungi lingkungan karena tidak ada sampah yang terbuang, berbeda dengan menyusui menggunakan botol yang otomatis menghasilkan sampah sisaan 29. 17berupa botol plastik, dot karet, dan perlengkapan lain yang tidak bisa didaur ulang. (Suryoprajogo, 2009) B. KERANGKA TEORIFaktor predisposisi 1. Umur 2. Pendidikan 3. Pekerjaan 4. penghasilanFaktor pendukung 1. Kebiasaan 2. Ketersediaan saran pelayananPengetahuan ibu tentang pemberian ASI ekskluisfFaktor pendorong 1. Kader 2. Orang tua 3. Penyuluhan 4. Tenaga kesehatanGambar 2.2Kerangka Teori Hubungan Faktor Predisposisi Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi usia >6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden Tahun 2010 (Menurut Lawrence Green dalam Notoatmodjo yang telah dimodivikasi, 2002) 30. 18BAB III METODE PENELITIANA. Kerangka Konsep Variabel BebasVariabel TerikatUmurPendidikan Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian ASI Eksklusif PekerjaanPenghasilanGambar 3.1.Kerangka Konsep Hubungan Faktor Predisposisi Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usi >6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden Kabupaten Banyumas Tahun 201018 31. 19B. Variabel Penelitian Dalam karya tulis ilmiah ini , peneliti menggunakan 2 variabel yaitu : 1. Variabel terikat (dependent variabel) Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengetahuan Ibu tentang pemberian ASI eksklusif 2. Variabel bebas (independent variabel) Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan. C. Definisi Operasional Definisi operasional adalah mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik yang diamati, memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau fenomena. Definisi operasional ditentukan berdasarkan parameter yang dijadikan ukuran dalam penelitian. Sedangkan cara pengukuran merupakan cara dimana variabel dapat diukur dan ditentukan karakteristiknya. (Hidayat,2009) 32. 20Tabel 3.2. Definisi Operasional No 1.2.3.4.5.6.VariabelDefinisiCara Kategri pengukuran Umur kelompok umur Kuesioner 1. 35 tahun memiliki bayi usianya lebih dari 6 bulan Pendidikan Merupakan jenjang Kuesioner 1. SD sekolah formal 2. SMP yang pernah 3. SMA ditempuh oleh 4. PT orang tua terutama ibu dan berijazah. Pengetahuan Merupakan tingkat Kuesioner 1. Baik kepahaman (>76%) responden dalam 2. Sedang(76menangkap sesuatu 80%) persoalan atau 3. Rendah pembicaraan Xhitung yaitu 0,006 sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan ibu tidak ada hubunganya dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif. c.Hubungan antara pekerjaan dengan pengetahuan pemberian ASI eksklusif Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan , untuk mengetahui hubungan antara pekerjaan ibu dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI Eksklusif dapat dilihat dala Tabel beikut ini :72, 9 16, 7 16, 7 10 0,0 53. 41Tabel 4.8 Analisis Bivariat Hubungan Antara Pekerjaan Dengan Pengetahuan Tentang Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden Kabupaten Banyumas Tahun2010 No PengetahuanPekerjaanTotalBuruh Petani Swasta PNSIRT1Kurang157145352Cukup2030053Baik502118Total22767648Berdasarka tabel 4.8 menunjukkan bahwa responden yang pengetahuan kurang tentang pemberian ASI adalah 35 orang yang berkerja sebagai buruh, petani, swasta, PNS dan tidak bekerja yaitu IRT. Sedangkan yang pengetahuan cukup tentang pemberian ASI eksklusif adalah 5 orang yaitu ibu yang bekerja sebagai buruh dan swasta. Dan ibu yang pengetahuannya baik terdapat pada ibu yang bekerja sebagai buruh dan swasta dan ibu rumah tangga yaitu 8 orang. Berdasarkan hasil Xtabel>Xhitung yaitu 0,014sehingga dapat disimpulkan tidak adahubungan antara pekerjaan ibu dengan pengetahuan tentang pemberian ASI eksklusif. d. Hubungan antara penghasilan dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas II Baturaden pada responden yang telah ditentukan sebelumya denga mengelompokkan penghasilan kuarga menjadi 2 kelompok yaitu 54. 42penghasilan cukup (Rp.670.000,00), untuk mengetahui hubungan antara penghasilan keluarga dengan pengetahuan tentang pemberian ASI Eksklusif. Tabel 4.9 Analisis Bivariat Hubungan Antara Penghasilan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden Kabupaten Banyumas Tahun2010. NoPengetahuanPenghasilanTotal670.000%Jumlah%1Kurang2654,2918,83572,92Cukup24,236,3510,43Baik612,524,2816,7jumlah3470,81429,248100,0Berdasarkan hasil tabel 4.9 menunjukkan bahwa responden yang pengetahuan kurang tentang pemberian ASI eksklusif yang penghasilan Rp.670.000,00 dan yang pengetahuan baik tentang pemberian ASI Eksklusif terbanyak pada ibu yang penghasilannya Xhitung yaitu 0.277 sehingga dapat disimpulkan bahwa penghasilan keluarga tidak ada hubungan dengan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayinya. 55. 43B. PEMBAHASAN Dari hasil penelitian 48 responden menunjukkan bahwa pengetahuan responden di wilayah kerja Puskesmas II Baturaden tentang ASI Eksklusif adalah kurang sebanyak35 orang (72,9%). Jadi mayoritas pengetahuanresponden tentang ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas II Baturaden masih kurang. Seorang yang mempunyai sumber informasi lebih banyak akan mempunyai pengetahuan yang lebih luas. (Soekanto,2003) 1. Umur Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas II Baturaden tentang ASI Eksklusif yang memiliki pengetahuan baik, banyak terdapat pada ibu yang usianya lebih dari 20-35 tahun. Sedangkan pengetahuan cukup banyak terdapat pada ibu menyusui yang berumur 20-35 tahun dan 6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2010PETUNJUK UMUM 1. Bacalah setiap pertanyaan dengan baik dan teliti, pilih salah satu jawaban yang tersedia pada lembar pertanyaan dengan melingkari jawaban yang anda anggap benar. 2. Anda dimohon menjawab pertanyaan ini dengan jujur, apa adanya, sesuai dengan yang anda ketahui tanpa bertanya pada orang lain. 3. Jawaban yang anda berikan sangat kami hargai dan kerahasiaan anda akan kami jaga sebaik-baiknya. 4. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.SELAMAT MENGERJAKAN 67. IDENTITAS RESPONDEN Nama:Alamat:Umur:Pendidikan:aDasar (SD,SLTP,sederajat)bMenengah (SLTA,sederajat)cTinggi (D3,S1,S2,S3)Pekerjaan:aBekerja (buruh,petani,wiraswasta,PNS dan lain-lain)bTidak bekerja(Ibu rumah tangga)Penghasilan keluarga : a< Rp.670.000,00bRp.670.000,00 68. KUESIONER PENELITIAN Pengetahuan Tentang ASI : Pada bagian ini ibu diminta untuk memberikan tanda silang (X) pada salah satu jawaban (a,b, atau c) yang ibu anggap paling tepat. 1.Pengertian ASI adalah a ASI adalah makan yang paling baik untuk bayi b ASI adalah makanan yang murah untuk bayi c Benar semua2.Kolustrum menurut ibu adalah a Susu yang berwarna kuning dan memberikan kekebalan yang keluar pertama kali b ASI yang kotor dan harus dibuang c Salah semua3.Apa yang ibu berikan pada bayinya segera setelah bayinya lahir adalah a ASI b Susu botol c Salah semua4.Manfaat ASI bagi bayi adalah a. Membuat bayi menjadi manja b. Agar bayi tidak menangis c. Memberikan kekebalan dan nutrisi 69. 5.Manfaat ASI bagi ibu adalah,KECUALI a Resiko terkena penyakit kanker rahim dan payudara pada ibu yang menyusui lebih rendah dibandingkan ibu yang tidak menyusui b Membuat ibu tanpak gemuk c Menjalin kasih sayang antara ibu dengan bayinya6.Manfaat ASI bagi keluarga adalah a bKeluarga merasa tidak ada bebanc 7.Menghemat biayaMembuat keluarga santai tidak membeli susu botolManfaat ASI bagi Negara adalah,KECUALI a bBayi sehat membuat Negara lebih sehatc 8.Menghemat devisa NegaraNegara tidak ikut memikirkan gizi bayiApa saja komposisi yang terkandung dalam ASI adalah a Karbohidrat,lemak,protein,mineral,vitamin b Gula,tepung,santan c Salah semua9.Sejak kapan persiapan ibu dalam menyusui adalah a Sejak hamil,sejak bersalin,sejak menyusui selanjutnya b Sejak sebelum nikah, sejak masih gadis c Benar semua10. Apa yang mempengaruhi dalam produksi ASI a. Mengkonsumsi susu khusus ibu menyusui 70. b. Banyak makan-makan yang bergizi c. Benar semua 11. Apa yang menghambat produksi ASI adalah a Ibu stress b Ibu tidak makan-makana bergizi c Benar semua 12. Kapan waktu memberikan ASI untuk bayinya adalah a Setiap kali bayi menangis b Setiap 2 jam sekali c Salah semua 13. Posisi seperti apa saja yang bisa ibu gunakan saat menyusui adalah a Miring b Terlentang c Salah semua 14. Setelah menyusui bayi sebaiknya aBayi ditidurkan secara terlentangbBayi diberi aircBayi disendawakan15. Payudara yang sering digunakan setiap menyusui adalah a Payudara kanan b Payudara kiri c Bergantian antara payudara kanan dan kiri 71. 16. Setelah bayi membuka mulut, dengan cepatnya payudara dimasukkan bayi,caranya : a Hanya putting susu yang masuk kedalam mulut b Seluruh daerah hitam seputar putting susu yang masuk ke dalam mulut bayi. c Hanya setengah areola yang masuk kedalam mulut bayi 17. Kesulitan apa saja yang menghambat pemberian ASI bagi bayi adalah a bayi lahir premature,bayi memilki penyakit kuning b bayi mempunyai lidah kaku c benar semua 18. Kesulitan apa saja yang dialami ibu yang menghambat pemberian ASI adalah a. putting susu rata atau masuk kedalam b. ibu terserang penyakit c. benar semua 19. Apakah pengertian dari manajemen laktasi aupaya-upaya yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan menyusuibupaya-upaya yang dilakukan untuk mendapatkan ASIcSalah semua20. Sejak kapan ibu mulai menyiapkan laktasinya adalah a Masa hamil b Masa bersalin c Benar semua 72. PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF 21. Apakah ibu memberikan makanan lain selain ASI sebelum bayi berumur lebih dari 6 bulan adalah a Ya , diberikan makanan makanan lain selain ASI b Tidak, diberikan makanan tambahan lain selain ASI c Salah semua 73. Lampiran 1 Crosstabs Cas e Proces s ing Sum m ary Cases Mis sing N Percent 2 4,0%Valid N 48 4896,0%24896,0%48 48PENGETAHUAN * UMUR PENGETAHUAN * PENDIDIKAN PENGETAHUAN * PEKERJAAN PENGETAHUAN * PENGHASILAN PENGETAHUAN * PEMBERIANASIPercent 96,0%Total N 50Percent 100,0%4,0%50100,0%24,0%50100,0%96,0%24,0%50100,0%96,0%24,0%50100,0%PENGETAHUAN * UMUR Cross tab35TH 17 13,1 48,6% 94,4% 35,4% 0 1,9 ,0% ,0% ,0% 1 3,0 12,5% 5,6% 2,1% 18 18,0 37,5% 100,0% 37,5%Total 35 35,0 100,0% 72,9% 72,9% 5 5,0 100,0% 10,4% 10,4% 8 8,0 100,0% 16,7% 16,7% 48 48,0 100,0% 100,0% 100,0% 74. Sym m e tric Measure s Asy mp. a Std. Error ,104 ,111Value -,244 -,320 48Interval by Interval Pearson's R Ordinal by Ordinal Spearman Correlation N of Valid CasesbApprox. T -1,709 -2,288Approx. Sig. ,094 c ,027 ca. Not ass uming the null hypothes is. b. Using the as ymptotic standard error ass uming the null hypothes is . c. Based on normal approximation.PENGETAHUAN * PENDIDIKAN Cross tabPENGETAHUANKURANGCUKUPBAIKTotalPENDIDIKAN MENENGAH 16 12,4 45,7% 94,1% 33,3% 0 1,8 ,0% ,0% ,0% 1 2,8 12,5% 5,9% 2,1% 17 17,0 35,4% 100,0% 35,4%DASAR 11 16,8 31,4% 47,8% 22,9% 5 2,4 100,0% 21,7% 10,4% 7 3,8 87,5% 30,4% 14,6% 23 23,0 47,9% 100,0% 47,9%Count Ex pected Count % w ithin PENGETAHUAN % w ithin PENDIDIKAN % of Total Count Ex pected Count % w ithin PENGETAHUAN % w ithin PENDIDIKAN % of Total Count Ex pected Count % w ithin PENGETAHUAN % w ithin PENDIDIKAN % of Total Count Ex pected Count % w ithin PENGETAHUAN % w ithin PENDIDIKAN % of TotalTINGGI 8 5,8 22,9% 100,0% 16,7% 0 ,8 ,0% ,0% ,0% 0 1,3 ,0% ,0% ,0% 8 8,0 16,7% 100,0% 16,7%Chi-Square Te s tsPearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Ass ociation N of Valid CasesValue 14,409 a 17,647 9,9354 4Asy mp. Sig. (2-s ided) ,006 ,0011,002df48a. 6 cells (66,7%) hav e ex pec ted count less than 5. The minimum ex pec ted count is ,83. Sym m e tric Measure sInterval by Interval Pearson's R Ordinal by Ordinal Spearman Correlation N of Valid CasesValue -,460 -,512 48Asy mp. a Std. Error ,083 ,090a. Not ass uming the null hypothes is. b. Using the as ymptotic standard error ass uming the null hypothes is . c. Based on normal approximation.bApprox. T -3,511 -4,043Approx. Sig. ,001 c ,000 cTotal 35 35,0 100,0% 72,9% 72,9% 5 5,0 100,0% 10,4% 10,4% 8 8,0 100,0% 16,7% 16,7% 48 48,0 100,0% 100,0% 100,0% 75. PENGETAHUAN * PEKERJAAN Cross tabPENGETAHUANKURANGCUKUPBAIKTotalBURUH 15 16,0 42,9% 68,2% 31,3% 2 2,3 40,0% 9,1% 4,2% 5 3,7 62,5% 22,7% 10,4% 22 22,0 45,8% 100,0% 45,8%Count Ex pected Count % w ithin PENGETAHUAN % w ithin PEKERJAAN % of Total Count Ex pected Count % w ithin PENGETAHUAN % w ithin PEKERJAAN % of Total Count Ex pected Count % w ithin PENGETAHUAN % w ithin PEKERJAAN % of Total Count Ex pected Count % w ithin PENGETAHUAN % w ithin PEKERJAAN % of TotalPETANI 7 5,1 20,0% 100,0% 14,6% 0 ,7 ,0% ,0% ,0% 0 1,2 ,0% ,0% ,0% 7 7,0 14,6% 100,0% 14,6%PEKERJAAN WIRASWASTA 1 4,4 2,9% 16,7% 2,1% 3 ,6 60,0% 50,0% 6,3% 2 1,0 25,0% 33,3% 4,2% 6 6,0 12,5% 100,0% 12,5%PNS 7 5,1 20,0% 100,0% 14,6% 0 ,7 ,0% ,0% ,0% 0 1,2 ,0% ,0% ,0% 7 7,0 14,6% 100,0% 14,6%IRT 5 4,4 14,3% 83,3% 10,4% 0 ,6 ,0% ,0% ,0% 1 1,0 12,5% 16,7% 2,1% 6 6,0 12,5% 100,0% 12,5%Chi-Square Te s tsPearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Ass ociation N of Valid Cases8 8Asy mp. Sig. (2-s ided) ,014 ,0111Value 19,132 a 19,955,446df,581 48a. 12 c ells (80,0%) have expected c ount less than 5. The minimum ex pec ted count is ,63. Sym m e tric Measure sInterval by Interval Pearson's R Ordinal by Ordinal Spearman Correlation N of Valid CasesValue -,111 -,115 48Asy mp. a Std. Error ,139 ,141a. Not ass uming the null hypothes is. b. Using the as ymptotic standard error ass uming the null hypothes is . c. Based on normal approximation.bApprox. T -,759 -,787Approx. Sig. ,452 c ,435 cTotal 35 35,0 100,0% 72,9% 72,9% 5 5,0 100,0% 10,4% 10,4% 8 8,0 100,0% 16,7% 16,7% 48 48,0 100,0% 100,0% 100,0% 76. PENGETAHUAN * PENGHASILAN Cross tabPENGETA HUA NKURA NGCUKUPBAIKTotalCount Ex pected Count % w ithin PENGETA HUA N % w ithin PENGHA SILA N % of Total Count Ex pected Count % w ithin PENGETA HUA N % w ithin PENGHA SILA N % of Total Count Ex pected Count % w ithin PENGETA HUA N % w ithin PENGHA SILA N % of Total Count Ex pected Count % w ithin PENGETA HUA N % w ithin PENGHA SILA N % of TotalPENGHA SILA N 670.000 26 9 24,8 10,2 74,3% 25,7% 76,5% 64,3% 54,2% 18,8% 2 3 3,5 1,5 40,0% 60,0% 5,9% 21,4% 4,2% 6,3% 6 2 5,7 2,3 75,0% 25,0% 17,6% 14,3% 12,5% 4,2% 34 14 34,0 14,0 70,8% 29,2% 100,0% 100,0% 70,8% 29,2%Total 35 35,0 100,0% 72,9% 72,9% 5 5,0 100,0% 10,4% 10,4% 8 8,0 100,0% 16,7% 16,7% 48 48,0 100,0% 100,0% 100,0%Chi-Square Te s tsPearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Ass ociation N of Valid CasesValue 2,570a 2,318 ,1302 2Asy mp. Sig. (2-s ided) ,277 ,3141,718df48a. 3 cells (50,0%) hav e ex pec ted count less than 5. The minimum ex pec ted count is 1,46. Sym m e tric Measure sInterval by Interval Pearson's R Ordinal by Ordinal Spearman Correlation N of Valid CasesValue ,053 ,093 48Asy mp. a Std. Error ,142 ,147a. Not ass uming the null hypothes is. b. Using the as ymptotic standard error ass uming the null hypothes is . c. Based on normal approximation.bApprox. T ,358 ,637Approx. Sig. ,722 c ,528 c 77. PENGETAHUAN * PEMBERIANASI Cross tabPENGETA HUA NKURA NGCUKUPBAIKTotalPEMBERIANA SI TIDA K EKSKLUSIF EKSKLUSIF 23 12 21,9 13,1 65,7% 34,3% 76,7% 66,7% 47,9% 25,0% 3 2 3,1 1,9 60,0% 40,0% 10,0% 11,1% 6,3% 4,2% 4 4 5,0 3,0 50,0% 50,0% 13,3% 22,2% 8,3% 8,3% 30 18 30,0 18,0 62,5% 37,5% 100,0% 100,0% 62,5% 37,5%Count Ex pected Count % w ithin PENGETA HUA N % w ithin PEMBERIA NA SI % of Total Count Ex pected Count % w ithin PENGETA HUA N % w ithin PEMBERIA NA SI % of Total Count Ex pected Count % w ithin PENGETA HUA N % w ithin PEMBERIA NA SI % of Total Count Ex pected Count % w ithin PENGETA HUA N % w ithin PEMBERIA NA SI % of TotalTotal 35 35,0 100,0% 72,9% 72,9% 5 5,0 100,0% 10,4% 10,4% 8 8,0 100,0% 16,7% 16,7% 48 48,0 100,0% 100,0% 100,0%Chi-Square Te s tsPearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Ass ociation N of Valid CasesValue ,701 a ,686 ,6782 2Asy mp. Sig. (2-s ided) ,704 ,7101,410df48a. 3 cells (50,0%) hav e ex pec ted count less than 5. The minimum ex pec ted count is 1,88. Sym m e tric Measure sInterval by Interval Pearson's R Ordinal by Ordinal Spearman Correlation N of Valid CasesValue ,120 ,116 48Asy mp. a Std. Error ,148 ,147a. Not ass uming the null hypothes is. b. Using the as ymptotic standard error ass uming the null hypothes is . c. Based on normal approximation.bApprox. T ,821 ,790Approx. Sig. ,416 c ,434 c