Apa itu Imunisasi

Click here to load reader

  • date post

    25-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.718
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Apa itu Imunisasi

Apa itu Imunisasi ? http://bestifyna04.multiply.com/journal/item/30Imunisasi adalah suatu usaha untuk memberikan kekebalan kepada bayi dan anak terhadap penyakit tertentu. Tujuan pemberian imunisasi --> (hanya preventif) 1. Mencegah penyakit infeksi tertentu 2. Apabila terjadi penyakit tidak akan terlalu parah dan dapat mencegah terjadinya gejala yang dapat menimbulkan kecacatan / kematian. KAPAN pemberian Imunisasi ? Semua anak yang berumur 0 12 bulan harus mendapat imunisasi. y Umur 0 1 Bln : BCG, Polio, Hepatitis B1 y Umur 2 Bln : DPT 1, Polio 2, Hepatitis B2 y Umur 3 Bln : DPT 2, dan Polio 3 y Umur 4 Bln : DPT3 dan Polio 4 y Umur 9 Bln : Campak, Hepatitis B3 Macam-macam Vaksin 1. Vaksin BCG Imunisasi BCG tujuannya untuk memberikan kekebalan aktif kepada bayi dan balita terhadap penyakit TBC Paru Paru. 2. Vaksin DPT ( Dipteri, Pertusis,Tetanus ) Imunisasi DPT tujuannya untuk memberikan kekebalan aktif yang bersamaan terhadap penyakit Dipteri, Pertusis dan Tetanus. 3. Vaksin Polio Imunisasi Polio tujuannya untuk memberikan kekebalan kepada bayi dan balita terhadap penyakit poliomielitis atau kelumpuhan. 4. Vaksin Hepatitis B Imunisasi Hepatits B tujuannya untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit Hepatitis B atau penyakit kuning. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian Imunisasi pada bayi/balita. 1. Imunisasi diberikan pada bayi/balita yang sehat. 2. Pada bayi/balita yang sakit tidak boleh diberikan seperti : a. Sakit keras b.Dalam masa tunas/ perkembangansuatu penyakit. c. Kekurangan/penurunan daya tahan tubuh Proses terjadinya reaksi pada tubuh bayi/anak setelah Imunisasi yaitu terjadinya reaksi lokal, biasanya terlihat pada tempat penyuntikan misalnya terjadi pembengkakan yang kadangkadang disertai demam, agak sakit. Terhadap reaksi ini ibu tidak perlu panik sebab panas akan sembuh dan itu berarti kekebalan sudah dimiliki oleh bayi /balita . Tempat memperoleh Imunisasi 1. Posyandu Terdekat. 2. Puskesmas Keliling

Puskesmas Pembantu (Pustu) Puskesmas Kecamatan 5. Rumah Sakit.3. 4. Tag: perawat, kesehatan, keperawatan, anak Sebelumnya: Selamat Buat Bunda Dekan Baru Selanjutnya : CEGAH OSTEOPOROSIS

Ada 5 macam imunisasi yang wajib untuk bayi kita, yaitu BCG, Polio, DPT, Hepatitis B dan Campak. Selebihnya adalah imunisasi tambahan yang diberikan sesuai dengan saran dokter. Berikut keterangan tentang imunisasi serta jadwal pemberiannya :y

y

y

y

y

y

y

y

y

BCG atau Bacillus Cellmete Guerin, yaitu vaksinasi yang diberikan pada bayi saat usia 0-2 bulan, fungsi dari vaksin ini adalah untuk menghindari penyakit TBC alias Tuberkolosis. POLIO adalah sejenis penyakit yang disebabkan oleh virus poliovirus dari genus enterovirus, dan menyebabkan terjadinya kelumpuhan. Cara mencegah penyakit ini adalah sering cuci tangan bila selesai beraktivitas dan juga sebelum makan. Pada bayi imunisasi polio diberikan saat lahir, usia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan. DPT atau Dipteri Pentusis Tetanus, adalah sejenis penyakit yang bersumber dari bakteri bernama Corynebacterium Diphterie, yang hidup dalam selaput lendir hidung pada saluran pernapasan,dan membentuk membran putih sehingga menyumbat pernapasan. Pemberian vaksin untuk menghindari DPT ini pada bayi saat usia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan. HEPATITIS B, vaksinasi hepatitis B ditujukan untuk menghindari penyakit radang hati akut atau kerusakan pada hati, dan juga kanker hati. Vaksin ini diberikan pada bayi saat usia baru lahir, 1 bulan, dan 6 bulan. CAMPAK, adalah sejenis penyakit yang disebabkan oleh virus yang biasanya hidup pada saluran pernapasan, dan berkembang biak pada selaput lendir tenggorokan. Penyakit ini sangat menular, biasanya lewat udara. Pemberian vaksin ini saat bayi berusia 9 bulan. Hib B atau Haemophilus influenza tipe B, vaksin ini berfungsi untuk mencegah penyakit meningitis, pneumonia (radang paru) dan epiglotitis (radang tulang rawan tenggorokan). Vaksin ini diberikan pada saat bayi berusia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan. IPD atau Invasive Pneumococal Disease, yaitu sejenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumonia, penularannya lewat bersin, percikan ludah atau udara. Bakteri ini menyerang saluran pernapasan dan otak. Pemberian vaksin ini disesuaikan dengan umur bayi anda. Usia dibawah 12 bulan diberikan 4 dosis (2, 4 & 6 bulan) dan booster 12-15 bulan, usia 7-11 bulan diberikan 3 dosis (2 dosis pertama dengan interval 4 minggu, dan dosis ke 3 saat usia 12 bulan), usia 12 23 bulan diberikan 2 dosis dengan interval 2 bulan, terakhir usia 2 tahun diberikan 1 dosis saja. MMR atau mumps, morbili, rubella, sejenis penyakit yang disebabkan oleh virus, yang mengakibatkan penyakit gondongan. Pemberian vaksin ini umumnya diberikan di atas 12 bulan. VARISELA, adalah imunisasi yang ditujukan untuk mencegah penyakit cacar air yang disebabkan oleh virus varisela. Pemberian vaksin ini pada bayi berusia diatas 1 tahun.

(Dari berbagai Sumber) http://bayivegetarian.com/?p=52

LABORATORIUM KLINIK: PEMERIKSAAN DARAH (BLOOD ANALYSIS)Dr; Suparyanto, M.Kes PENGAMBILAN SPESIMEN y y Alat: pipet, spuit, lancet, tourniquet, kapas alkohol 70% Wadah: tertutup, bersih, kering, berlabel

Cara pengambilan: y y y Dewasa: ujung jari tengah, manis Anak: tumit, ibu jari kaki bag pinggir Darah vena: vena cubiti

Antikoagulan: y y EDTA (Ethylene Diamine Tetra Acetate) Larutan Oxalat 0,2 ml/ml darah 1 mg/ml

PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN METODE SAHLI y y y Alat: 1. 2. 3. 4. 5. Gelas berwarna sbg standart Tabung hemometer Pengaduk dari gelas Pipet Sahli, pipet Pasteur Kertas saring Prinsip: Hb asam hematin (oleh HCl) warna as hematin dibandingkan dengan standart Tujuan: menetapkan kadar Hb dlm darah Reagen: lar HCl 0,1N, aquadest

Cara pemeriksaan: y y y y y Tab hemometer diisi lar HCl 0,1N sampai tanda 2 Hisap darah kapiler dng pipet Sahli smpi tanda 20 l Hapus kelebihan darah dng kertas tisu Masukan darah kedalam tabung hemometer Bilas darah dengan larutan HCl didlm tabung

Cara pemeriksaan: y y Tunggu 5 menit pembentukan as. Hematin Tambah aquadest sampai warna sama dengan standart

baca dalam gr/dl

Nilai Normal:

y y

Laki-laki: 14 18 gr/dl Wanita : 12 16 gr/dl

PEMERIKSAAN HITUNG LEUK OSIT y y y 1. 2. 3. 4. 5. Prinsip: darah diencerkan dan dicat dengan larutan Turk dalam volume tertentu Tujuan: menghitung jumlah lekosit dalam darah Alat yg digunakan: Pipet leukosit Kamar hitung (Improved Neubauer) Mikroskop Counter tally Reagen: Larutan Turk lalu dihitung jumlah leukosit

Cara pemeriksaan: y y y y y y y Hisap darah EDTA dng pipet lekosit sampai tanda 0,5 Hapus kelebihan darah dng kertas tisu Hisap lar. Turk sampai tanda 11 Kocok darah dan larutan 2 3 menit Buang lar 3 4 tetes masukan kedalam kamar hitung Hitung leukosit dengan mikroscop lap 1,3,7,9 hasil x 50 Nilai Normal: 5.000 10.000 / mm3

PEMERIKSAAN HITUNG ERITROSIT y y y 1. 2. 3. 4. y Prinsip: darah diencerkan dan dicat dengan larutan Hayem dalam volume tertentu Tujuan: menghitung jumlah eritrosit dalam darah Alat yg digunakan: Pipet eritrosit Kamar hitung (Improved Neubauer) Mikroskop Counter tally Reagen: Larutan Hayem lalu dihitung jumlah eritrosit

Cara pemeriksaan: y y y y y y Hisap darah EDTA dng pipet eritrosit sampai tanda 0,5 Hapus kelebihan darah dng kertas tisu Hisap lar. Hayem sampai tanda 101 Kocok darah dan larutan 2 3 menit Buang lar 3 4 tetes masukan kedalam kamar hitung Hitung leukosit dengan mikroscop lap A, B, C, D dan E

hasil x 10.000

Nilai Normal: y y Pria : 4,5 5,5 juta/ mm3 Wanita : 4 5 juta/ mm3

PEMERIKSAAN HITUNG TROMBOSIT y y y 1. 2. 3. 4. y Prinsip: darah diencerkan dan dicat dengan larutan Rees Echer trombosit dalam volume tertentu Tujuan: menghitung jumlah trombosit dalam darah Alat yg digunakan: Pipet eritrosit Kamar hitung (Improved Neubauer) Mikroskop Counter tally Reagen: Larutan Rees Ecker lalu dihitung jumlah

Cara pemeriksaan: y y y y y y y Hisap darah EDTA dng pipet lekosit sampai tanda 0,5 Hapus kelebihan darah dng kertas tisu Hisap lar. Rees Echer sampai tanda 101 Kocok darah dan larutan 2 3 menit Buang lar 3 4 tetes masukan kedalam kamar hitung Hitung trombosit dengan mikroscop lap 1,3,7,9 hasil x 500 Nilai Normal: 150.000 400.000 / mm3

PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH (LED) y y y 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Prinsip (Cara Westergren) darah EDTA didiamkan dlm waktu tertentu, maka sel sel darah akan mengendap Tujuan: Untuk mengetahui kecepatan eritrosit mengendap dalam waktu tertentu Alat yang digunakan: Tabung Westergren Rak Westergren Penghisap Pencatat waktu Pipet berskala Spuit 5cc Botol kecil

y

Reagen: Natrium sitrat 3,8%

Cara Pemeriksaan: y Sediakan botol yang telah diberi 0,4cc Na Sitrat 3,8%

y y y y y

Hisap darah vena 1,6cc dan masukan kedalam botol yg telah diisi Na sitrat 3,8% Campur baik-baik Hisap campuran tsb kedlm tab Westergren sampai tanda 0 Biarkan pipet tegak lurus dalam rak Westergren Baca tingginya plasma selama 1 dan 2 jam

Nilai Normal y y Laki-laki : 0 10 mm/jam Wanita : 0 20 mm/jam

PEMERIKSAAN HITUNG JENIS LEUKOSIT y y y 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Prinsip: terdapat perbedaan daya serap terhadap zat asam Tujuan: menghitung jumlah tiap-tiap jenis leukosit dalam darah Alat yang digunakan: Mikroskop Obyek glass Lancet steril Pencatat waktu Rak pengecatan Rak pengering Minyak imersi Kaca penggeser Pinsil kaca

Reagen: y y Larutan Wright Larutan buffer pH 6,4

Cara Pemeriksaan y y y y y Buat hapusan darah tepi Cat hapusan dengan lar. Wright 2 menit Tetesi dengan lar buffer sama banyak selama 5 menit Siram dengan aquadest Keringkan dan baca dengan mikroskop

Harga Normal: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Eosinofil : 1 3 % Basofil : 0 1 % Batang : 2 6 % Segmen : 50 70 % Limfosit : 20 40 % Monosit : 2 8 %

PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH ABO y