BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah...

of 60 /60
21 BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit Sinai 1. Macam-macam Istilah Bukit Sinai Menurut catatan sejarah nama Sinai diambil dari nama Tuhan masyarakat Mesir Kuno, yaitu Sin yang berarti Tuhan Bulan. Selain itu Sinai juga mempunyai banyak julukan seperti Land of Turquoise, Land of Enchantment (Tanah Pesona), dan Bridge to Asia. Untuk nama yang terkahir ini, Sinai disebut demikian karena letaknya yang merupakan persimpangan antara Asia dan Afrika. Dalam al-Quran, Sinai disebutkan dengan nama Thur Saina> atau Thur Sini>n (Marzuq, 2015:172). Menurut pendapat lain bukit Sinai disebut juga dengan Jabal Musa (gunung Musa), karena di puncak gunung itulah nabi Musa a.s. menerima wahyu dan berdialok langsung dengan Tuhannya, sebagaimana yang dikisahkan dalam Al Qur’an. Dalam agama Nasrani peristiwa luar biasa tersebut terkenal dengan isitilah Ten Commandments atau Decalogue”. ( Baddal, 2013: diakses 20 Agustus 2015) Seperti yang dipaparkan oleh Jauhar Ridloni Marzuq tentang definisi Sinai, menurut al-Qamus al-Islam, kata Thursina>' adalah gunung yang tandus atau gersang. Namun, menurut mufassir Qatadah dan Al Kalibi, Thu>r Sini>n (Sinai) adalah bukit yang berpepohonan dan berbuah-buahan. Dan diantara dua pendapat tersebut, pendapat

Transcript of BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah...

Page 1: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

21

BAB II

PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Bukit Sinai

1. Macam-macam Istilah Bukit Sinai

Menurut catatan sejarah nama Sinai diambil dari nama Tuhan

masyarakat Mesir Kuno, yaitu Sin yang berarti Tuhan Bulan. Selain itu

Sinai juga mempunyai banyak julukan seperti Land of Turquoise, Land

of Enchantment (Tanah Pesona), dan Bridge to Asia. Untuk nama yang

terkahir ini, Sinai disebut demikian karena letaknya yang merupakan

persimpangan antara Asia dan Afrika. Dalam al-Quran, Sinai

disebutkan dengan nama Thur Saina> atau Thur Sini>n

(Marzuq, 2015:172). Menurut pendapat lain bukit Sinai disebut juga

dengan Jabal Musa (gunung Musa), karena di puncak gunung itulah

nabi Musa a.s. menerima wahyu dan berdialok langsung dengan

Tuhannya, sebagaimana yang dikisahkan dalam Al Qur’an. Dalam

agama Nasrani peristiwa luar biasa tersebut terkenal dengan isitilah

“Ten Commandments atau Decalogue”. ( Baddal, 2013: diakses 20

Agustus 2015)

Seperti yang dipaparkan oleh Jauhar Ridloni Marzuq tentang

definisi Sinai, menurut al-Qamus al-Islam, kata Thursina>' adalah

gunung yang tandus atau gersang. Namun, menurut mufassir Qatadah

dan Al Kalibi, Thu>r Sini>n (Sinai) adalah bukit yang berpepohonan dan

berbuah-buahan. Dan diantara dua pendapat tersebut, pendapat

Page 2: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

22

terakhirlah yang banyak disepakati para ulama sehingga Thursina>

memang dikenal sebagai tempat kaya akan aneka ragam vegetasi

(Zainudin, 2008: diakses 03 Juni 2015).

2. Batas-batas Wilayah Bukit Sinai

Gambar.01 Peta Sinai (www.googlemap.com)

Gambar diatas adalah peta kawasan Sinai yang diambil dari google

map online. Secara geografis bukit Sinai berada di wilayah Sinai, salah

satu provinsi Mesir yang terletak di Semananjung Sinai. Semananjung

Sinai terdiri dari dua provinsi yaitu provinsi Sinai Selatan dan provinsi

Sinai Utara. Semenanjung Sinai mempunyai luas sebesar 60.000 km².

Gunung Sinai terletak di sebelah selatan semenanjung tersebut (Sinai

Selatan). Semenanjung Sinai dalam bahasa Arab disebut syibhu

jazi<rotu si<na’ adalah sebuah semenanjung berbentuk segi tiga yang

Page 3: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

23

terletak di Asia Barat namun menjadi bagian dari Mesir di Afrika

(Nugraha, 2009:88).

Semananjung Sinai merupakan batas dari dua benua besar yaitu

benua Asia dan benua Afrika. Daerah ini berbatasan langsung dengan

Laut Tengah di sebelah utara, Terusan Suez di sebelah barat, Israel di

sebelah timur, dan Laut Merah di sebelah selatan. Sebagian besar

wilayah ini berupa gurun pasir yang tandus dan bukit bebatuan.

Dataran tingginya adalah bukit Catherine (2627 m) dan bukit Musa

(2285 m). Bukit Sinai merupakan daerah tertinggi di Mesir (Nugraha,

2009:88).

Gambar.02 Hamparan Bukit Sinai (Gambar di ambil oleh: M. Khafidz, 15 juni 2011)

Secara umum, dataran Sinai terbagi menjadi tiga bagian, bagian

utara terdiri atas pasir berkerikil, dataran rendah dan perbukitan.

Bagian tengah terdiri atas dataran tinggi dan gunug-gunung batu yang

Page 4: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

24

tidak terlalu besar. Bagian selatan merupakan puncak-puncak yang

menjulang dan cadas (Marzuq, 2015:172).

3. Keindahan Alam Bukit Sinai

Sebagian besar wilayah Sinai dikelilingi oleh lautan, kecuali bagian

timur yang berbatasan dengan Palestina. Perpaduan garis pantai antara

dataran yang menjorok ke terusan Suez di bagian utara dan

pegunungan cadas yang gagah membentang ke Teluk Aqabah.

Ditambah wadi-wadi dengan oasisnya yang membelah pegunungan,

semakin menambah keindahan kawasan bersejarah ini (Marzuq,

2015:173).

Selain keindahan tersebut, Sinai juga memiliki kekayaan tambang

yang cukup besar, sehingga selalu menjadi rebutan para penguasa di

sekitar kawasan tersebut. Keistimewaan lain dari Sinai adalah

statusnya sebagai celah yang paling terkenal di dunia, dari rangkaian

pegunungan yang membentang dari Turki sampai pada celah di

lembah Kenya. Sinai juga memiliki nilai sejarah yang sangat agung

karena di datran ini pernah berlangsung beberapa peristiwa religius,

seperti eksodus Nabi Musa ketika lari dari kejaran Raja Fir’aun

(173-174).

Beragam kelebihan tersebut yang menjadikan Sinai selalu menarik

untuk dikunjungi. Bagi para agamawan, semenanjung Sinai

merupakan situs yang sangat berharga karena berbagai warisan

budaya dan tempat bersejarah yang disucikan berada disana.

Page 5: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

25

B. Konstruksi Sejarah Bukit Sinai

Konstruksi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

memiliki arti susunan suatu bangunan (2008), dalam hal ini konstruksi

yang dimaksud adalah susunan suatu bangunan sejarah yang berupa

peristiwa mengenai sejarah bukit Sinai. Peristiwa tersebut adalah peristiwa

yang dianggap penting dan berpengaruh dalam membangun sejarah bukit

Sinai. Peristiwa yang berkaitan dengan sejarah bukit Sinai adalah kisah

perjalanan nabi Musa as menuju bukit Sinai.

Konstruksi sejarah bukit Sinai disini adalah berupa latarbelakang

sejarah bukit Sinai terkait dengan kisah nabi Musa as, dan peninggalan-

peningalan bangunan di kawasan bukit Sinai yang dianggap sakral serta

memiliki nilai sejarah yang penting bagi agama samawi khusunya bagi

umat Islam.

Peradaban merupakan bagian dari kebudayaan. Hubungan

kebudayan dan peradaban dikemukakan oleh Oswald Speengler yang

dikutip Samuel P. Huntington, bahwa kebudayaan adalah untuk menunjuk

upaya-upaya manusia yang masih terus berlanjut, sedangkan peradaban

untuk menunjukan titik akhir dari kegiatan manusia (Supriyadi, 2008:19).

Pernyataan di atas menunjukan bahwa bukit Sinai yang merupakan

kebudayaan yang dilihat dari perspektif sejarah. Bukit Sinai merupakan

peninggalan dari sebuah peradaban, dimana peradaban tersebut berada

pada masa Mesir kuno yaitu zaman kekuasaan Fir’aun. Kebudayan

terdapat dalam sejarah bukit Sinai karena sampai sekarang peninggalan

bersejarah tersebut masih aktif digunakan oleh masyarakat, dan

Page 6: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

26

berpengaruh dengan beberapa aspek sosial terhadap masyarakat, salah

satunya sebagai tempat wisata religi oleh umat beragama khususnya

agama-agama samawi.

1. Latarbelakang Sejarah Bukit Sinai Terkait dengan Kisah Nabi

Musa as.

Latar belakang bukit Sinai diperoleh dari dogma al-Quran yang

menyebutkan tentang perjalanan nabi Musa as dari lahir, menghadapi

Fir’aun hingga akhirnya sampe ke bukit Sinai untuk menerima wahyu

dari Allah SWT berupa perintah dan larangan sebagai pedoman hidup

bagi kaumnya. Para agamawan juga beranggapan bahwa kisah tentang

nabi Musa as yang menyelamatkan kaumnya dari penindasan Fir’aun

serta membawanya ke jalan Allah tersebut yang menjadikan bukit

Sinai menjadi salah satu tempat yang disucikan. Statement dari al-

Quran yang mengisahkan nabi Musa bermunajat di bukit Sinai di

ceritakan dalam al-Quran surat al-A’ra>f ayat 142-145. Kisah nabi

Musa itulah yang menjadi latarbelakang sejarah bukit Sinai, sehingga

bukit Sinai mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi dan

menjadikannya sebagai peninggalan peradaban yang disucikan.

a. Kelahiran Nabi Musa as.

Musa as dinisbatkan kepada generasi nabi yang dilahirkan

dari keturunan Ya’qub bin Ishaq bin Ibarhim. Setelah yusuf

mendatangkan ayahnya yakni Ya’qub dan para saudaranya ke

mesir, mereka bermukim di sana (Mesir) sampai beranak pinak dan

Page 7: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

27

berkembang pesat. Ya’qub memiliki beberapa putra diantaranya

adalah Rubail, Auraubin, Syam’un, Lawi, Yahudza, Yasakir,

Zabulun, Bunyamin, Dan, Naftali, Jad, Asyir, dan ditambah dengan

Yusuf yang berada di Mesir (Sya’ban, 2015:11-12).

Pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa silsilah

keturunan nabi Musa as yaiitu Musa bin Imran bin Fahis bin 'Azir

bin Lawi bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim bin Azara bin Nahur

bin Suruj bin Ra'u bin Falij bin 'Abir bin Syalih bin Arfahsad bin

Syam bin Nuh. Ibunda Musa memiliki nama Yukabad, pendapat

lain mengatakan namanya adalah Yuhanaz Bilzal. Musa dilahirkan

pada masa kekuasaan Fir’aun. Fir’aun adalah seorang raja dari

Mesir yang menjalankan kekuasannya dengan sewenang-

sewenang. Pada masa itu, Fir’aun memerintahkan pasukannya

untuk membunuh semua bayi laki-laki yang baru lahir dari Bani

Israel dan membiarkan hidup jika bayi yang dilahirkan adalah

seorang bayi perempuan. Perintah itu datang setelah Fir’aun

mendengar ramalan dari seorang peramal bahwa akan lahir seorang

anak laki-laki dari Bani Israel yang kelak akan melenyapkan sang

raja tersebut (Maula, 2015:212).

Tiga bulan setelah kelahiran Musa, Allah mengilhamkan

kepada ibunda Musa untuk membuat kotak kayu sebagai tempat

menyimpan nabi Musa di dalamnya, kemudian kotak kayu tersebut

dihanyutkan di sungai Nil. Kotak kayu itu terhanyut hingga masuk

ke istana Fir’aun dan ditemukan oleh Asiah istri dari Fir’aun.

Page 8: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

28

Asiah meminta kepada Fir’aun agar diperbolehkan merawat bayi

tersebut. Fir’aun mengizinkan Asiah untuk merawat Musa. Asiah

mencari seorang ibu yang dapat memberikan Musa air susu, dan

dari sekian banyak wanita yang mencoba memberikan asi kepada

Musa, akan tetapi Musa menolaknya dan tidak mau meminum asi

yang diberikan kecuali asi yang diberikan oleh Yukabad yang

merupakan ibunda Musa. (Maula, 2015:213-125).

Pada masa kekuasaan Firaun kelahiran bayi laki-laki adalah

sesuatu hal yang dilarang, namun seperti yang dipaparkan diatas,

nabi Musa mendapat mukjizat dari Allah dari ancaman Fir’aun.

Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu

unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai

di Mesir. Hal tersebut dikarenakan kisah kelahiran nabi Musa yang

mendapatkan mukjizat dari Allah merupakan awal dari perjalanan

nabi Musa ke bukit Sinai.

b. Musa ke Negeri Madyan

Latarbelakang sejarah bukit Sinai yang kedua adalah

tentang kisah nabi Musa as yang mengasingkan diri ke negeri

Madyan dikarenakan Musa merasa ketakukan setelah membunuh

salah satu pengikut Fir’aun. Allah memberikan rahmat kepada nabi

Musa berupa tempat tinggal dan Istri yang merupakan putri dari

syekh Syu’aib.

Saat mulai dewasa Musa melihat keganjalan dan keburukan

yang terjadi di dalam masyarakat. Kalangan Bani israel merupakan

Page 9: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

29

kalangan lemah dan tertindas. Musa melihat dua laki-laki sedang

berkelahi. Dua orang laki-laki tersebut merupakan orang Bani

Israel (Ibrani) dan pengikut Fir’aun yang kuat. Orang Ibrani

tersebut meminta bantuan Musa untuk menolongnya. Kemudin

Musa pun membantu dan menolongnya dengan memukul pengikut

Fir’aun. Musa terkejut melihat laki-laki tersebut mati hanya dengan

satu pukulan. Kabar tersebut terdengar oleh pengikut Fir’aun

lainnya. Beberapa pengikut Fir’aun berencana membunuh Musa

guna membalas dendam atas saudaranya yang mati di tangan Musa

(Maula, 2015:216-217).

Mendengar rencana pengikut Fir’aun yang akan

membunuhnya, Musa berjalan menuju negeri Madyan dengan rasa

khawatir. Musa berlari menghindari kejaran dari para pengikut

Fir’aun. Di tengah perjalanan Musa menolong dua orang gadis

untuk mengambil air dari kerumunan para penggembala. Gadis

tersebut menceritakan peristiwa yang dialaminya keada ayahnya

yang telah lanjut usia. Ayah gadis tersebut bernama Syu’aib.

Menurut al-Hasan al-Bashri dan Malik ibn Anas meriwayatkan

bahwa Syu’aib yang dimaksud adalah nabi Syu’aib, sedangkan

yang lainnya meriwayatkan bahwa syekh tersebut hanyalah

seorang lelaki yang bernama Syu’aib (2015:219).

Syu’aib menyuruh salah seorang putrinya untuk pergi

menemui Musa dan mengundangnya ke rumah. Dengan rasa malu

dan segan gadis itu menemui musa dan berkata, “sesungguhnya

Page 10: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

30

bapakku memanggilmu agar ia memberi balasan terhadap

(kebaikan) mu memberi minum (ternak) kami”. Seperti yang

tertulis dalam al-Quran Surat al-Qashas ayat 25,

Faja>'athu ichda>huma> tamsyi> ‘ala istichya >'in qa>lat inna abi> yad’u>ka liyajziyaka ajra ma> saqaita lana> falamma> ja>'ahu wa qassha ‘alaihil-qashasha qa>la la> takhaf najauta minal-qaumi'zh-zha>limi>n (25)

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata, "Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami”. Ketika Musa mendatangi ayahnya dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata, "Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”. (al-Qashas ayat 25)

Musa memenuhi ajakannya dan berjalan mengikuti gadis itu

kerumah Syu’aib yang menyambutnya dengan ramah. Musa

menceritakan keadaan dirinya dan membuka rahasia pelariannya

dari Mesir. Setelah sekian lama Musa tinggal bersama Syu’aib,

Musa mendapatkan tawaran untuk menikahi salah satu putri

Syu’aib. Sebagai syarat mas kawin Musa diminta bekerja

menggembalakan ternak-ternak milik nabi Syu’aib selama 8 tahun.

Musa menyaggupi syarat tersebut, bahkan Musa menggenapkan

sampai dengan 10 tahun (Maula, 2015:219-222).

Page 11: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

31

Sekian lama meninggalkan tanah air (Mesir) telah

menimbulkan kerinduan Musa untuk pulang melihat perubahan dan

perkembangan yang terjadi di negerinya. Musa meminta ijin

kepada nabi Syu’aib untuk pulang ke tanah kelahirannya, dan Nabi

Syu’aib mengizinkannya. Musa dan istrinya berjalan ke arah

selatan hingga pada suatu malam mereka tiba di bukit Sinai. Tiba-

tiba Musa kehilangan arah jalan pulang. Tidak lama kemudian

perlindungan Allah datang dengan memberikan mukjizat pada

tongkatnya. Ia dibekali mukjizat tersebut untuk menghadapi para

pengikut Fir’aun (Maula, 2015:222-225).

Perjalanan Musa meninggalkan mesir ke negeri Madyan

menjadi salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun

sejarah bukit Sinai karena pada perjalanan tersebut Musa mendapat

mukjizat dari Allah sebuah tongkat yang sakti, yang mana mukjizat

tersebut diturunkan di bukit Sinai.

c. Musa dan Harun menghadapi Fir’aun

Latarbelakang sejarah bukit Sinai di Mesir yang ketiga

adalah kisah nabi Musa as yang menghadapi Fir’aun. Nabi Musa as

dibantu oleh saudaranya yang bernama Harun as sebagai juru

bicaranya untuk menghadapi Fir’aun.

Allah menyeru Musa untuk segera menghadap Fir’aun,

akan tetapi Musa memiliki keraguan dalam hatinya yang

dikarenakan ia telah membunuh salah satu dari pengikut Fir’aun,

dan dia merasa takut jika pengikut Fir’aun itu membunuhnya. Akal

Page 12: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

32

dan hatinya dipenuhi harapan besar untuk membimbing dan

menyeru menusia ke jalan kebenaran. Namun, nabi Musa merasa

tidak punya kemampuan untuk menyampaikan dalil dan hujjah

tentang cara yang benar dan meyakinkan. Musa tidak dapat

mengungkapkan apa yang dipikirkannya ke dalam kata-kata yang

runut, jelas, dan dipahami orang-orang. Musa memiliki kesulitan

untuk berbicara. Allah pun menentramkan hati Musa dan

dijadikannya Harun sebagai pendukung dakwahnya, dan orang

yang memuliakan risalahnya. Kemudian Allah mengilhamkan

kepada Harun yang saat itu berada di Mesir untuk menemui Musa

di lereng Sinai sebelah kanan (Maula, 2015: 226-228).

Musa dan Harun beserta keluarganya berangkat ke Mesir.

Setibanya di Mesir keduanya langsung menemui Fir’aun dan

menyampaikan seruan menuju jalan kebenaran. Namun Fir’aun

menentang seruan tersebut. Fir’aun masih menganggap dirinya

sebagai Tuhan, dan tidak ada yang lebih kuat dibanding dengan

dirinya. Segala upaya dilakukan Musa dan Harun, dari bertanding

dengan para penyihir utusan Fir’aun. Musa mengalahkan para

penyihir tersebut sehingga membuat para penyihir beriman kepada

Musa (2015: 230-241).

Amarah dan kebencian Fir’aun tak tertahankan dan kembali

berkata, “Kita harus membunuh anak laki-laki mereka dan

membiarkan anak-anak perempuan mereka”. Mulailah Fir’aun dan

para pengikutnya menjalankan kezaliman dan penindasan. Mereka

Page 13: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

33

menangkap, menyiksa, dan siapa saja yang dianggap

membahayakan kekuasaan. Semua orang yang menyatakan

beriman dan mengikuti Musa mereka buru dan mereka siksa. Para

pengikut Musa meminta perlindungan kepada Musa

(Maula, 2015:241-242).

Kisah dari pemaparan di atas menjadi salah satu unsur

konstruksi sejarah bukit Sinai, karena pada bagian ini telah muncul

nabi Harun yang merupakan saudara dan sekaligus teman dakwah

nabi Musa. Kemunculan nabi Harun as akan berpengaruh kepada

konstruksi sejarah bukit Sinai karena nabi harun ditugaskan untuk

mengawasi Bani Isarel dalam perjalanan ke bukit Sinai selagai nabi

Musa bermunajat kepada Allah di atas puncak bukit sinai. Selain

itu, makam nabi Harun as juga menjadi peninggalan bersejarah

yang terdapat di bukit Sinai.

d. Musa dan Bani Israil keluar dari Mesir

Latarbelakang sejarah bukit Sinai selanjutnya didasari dari

kisah nabi Musa as yang membawa kaumnya yaitu Bani Israel

keluar dari Mesir guna menghindari penindasan yang dilakukan

oleh Fir’aun terhadap kaumnya.

Bani israel hidup menderita di bawah tekanan Fir’aun dan

para pengikutnya. Kehadiran Musa untuk menyelematkan dan

membebaskan mereka dari belenggu penindasan. Bani Israel

mendatangi Musa agar memohonkan rahmat dan hidayah Allah

untuk mereka. Nabi Musa bersama kaumnya dari Bani Israil,

Page 14: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

34

sedang dalam perjalanan keluar dari negeri Mesir, menuju ke

negeri harapan Kan’an (Palestina). Karena dikejar oleh pasukan

Fir’aun Mesir (Baddal, 2013: diakses 20 Agustus 2015).

Bani Israel berjalan dengan cepat karena takut tertangkap

oleh Fir'aun dan bala tenteranya yang mengejar mereka dari

belakang . Pada waktu fajar di tepi lautan merah setelah selama

semalam suntuk dapat melewati padang pasir yang luas. Rasa

cemas dan takut makin mencekam hati para pengikut Nabi Musa

dan Bani Isra'il ketika melihat laut terbentang di depan mereka

sedang dari belakang mereka dikejar oleh Fir'aun dan bala

tenteranya yang akan berusaha mengembalikan mereka ke Mesir.

Mereka tidak meragukan lagi bahwa bila mereka tertangkap, maka

hukuman matilah yang akan mereka terima dari Fir'aun yang zalim

itu.

Musa memukul laut tersebut dengan tongkatnya, maka

dengan izin Allah terbelah laut itu, tiap-tiap belahan merupakan

seperti gunung yang besar. Di antara kedua belahan air laut itu

terbentang dasar laut yang sudah mengering yang segera di bawah

pimpinan Nabi Musa dilewatilah oleh kaum Bani Isra'il menuju ke

tepi timurnya. Setelah mereka sudah berada di bagian tepi timur

dalam keadaan selamat terlihatlah oleh mereka Fir'aun dan bala

tenteranya menyusuri jalan yang sudah terbuka di antara dua belah

gunung air itu. Kembali rasa cemas dan takut mengganggu hati

mereka seraya memandang kepada Nabi Musa seolah-olah

Page 15: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

35

bertanya apa yang hendak dia lakukan selanjutnya. Nabi Musa

telah diilhamkan oleh Allah agar tenang menanti Fir'aun dan bala

tentaranya turun semua ke dasar laut. Karena takdir Allah telah

mendahului bahwa mereka akan menjadi bala tentera yang

tenggelam (Baddal, 2013: diakses 20 Agustus 2015).

Fir’aun berbohong kepada para pengikutnya dan mengaku

bahwa lautan terbelah itu karena kuasanya untuk menangkap

rombongan dari nabi Musa. Para pengikut Fir’aun percaya dengan

ucapannya, kemudian kembali mengejar Musa dan kaumnya.

Ketika pengikut Musa sampai ke tepi daratan, tiba-tiba laut yang

terbelah tersebut kembali menutup. Fir’aun dan pasukannya

tenggelam di dalam samudera (Maula, 2015:251).

Bani Isra'il yang merupakan pengikut Nabi Musa masih

meragukan kematian Fir'aun. Mereka masih terpengaruh dengan

kenyataan yang ditanamkan oleh Fir'aun semasa ia berkuasa

sebagai raja bahwa dia adalah manusia luar biasa lain daripada

yang lain dan bahwa dia akan hidup kekal sebagai tuhan dan tidak

akan mati. Khayalan yang masih melekat pada fikiran mereka

menjadikan mereka tidak mau percaya bahwa dengan

tenggelamnya, Fir'aun sudah mati. Mereka menyatakan kepada

Musa bahwa Fir'aun mungkin masih hidup namun di alam lain.

Nabi Musa berusaha menyakinkan kaumnya bahwa apa yang

terfikir oleh mereka tentang Fir'aun adalah suatu khayalan belaka

dan bahwa Fir'aun sebagai orang biasa telah mati tenggelam akibat

Page 16: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

36

pembalasan Allah atas perbuatannya, menentang kekuasaan Allah

mendustakan Nabi Musa dan menindaskan serta memperhambakan

Bani Isra'il. Dan setelah melihat dengan mata kepala sendiri,

tubuh-tubuh Firaun dan orang-orangnya terapung-apung di

permukaan air, hilanglah segala tahayul mereka tentang Fir'aun dan

kesaktiannya (Baddal, 2013: diakses 20 Agustus 2015).

Menurut catatan sejarah, mayat Fir'aun yang terdampar di

pantai diketemukan oleh orang-orang Mesir, lalu diawet hingga

utuh sampai sekarang, sebagai mana dapat dilihat di museum

Mesir.

Kisah perjalanan nabi Musa dan Harun beserta kaumnya

keluar dari mesir merupakan unsur dari latarbelakang sejarah bukit

Sinai, karena keluarnya Musa beserta kaumnya dari mesir

merupakan bagian perjalanan mereka menuju ke bukit Sinai.

e. Musa bermunajat di Bukit Sinai

Latarbelakang sejarah yang terahir inilah yang merupakan

inti dari latarbelakang sejarah bukit Sinai di Mesir terkait dengan

kisah nabi Musa as. Pada bagian ini terdapat kisah nabi Musa yang

menjalankan perintah Allah untuk mendaki Bukit Sinai guna

mendapatkan wahyu yang berupa perintah serta larangan sebagai

pedoman hidup bagi kaumnya.

Selamat dari kejaran fir’aun dan tentaranya, Musa dan

pengikutnya tinggal di sebuah tempat. Mereka mulai membangun

komunitas dengan segala perangkat dan sistem yang

Page 17: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

37

dibutuhkannya. Mereka membutuhkan pedoman untuk

menciptakan tatanan masyarakat yang teratur, untuk nabi Musa

meminta kepada Tuhannya sebuah kitab untuk dijadikan sebagai

petunjuk dan landasan hukum (Maula, 2015:254).

Allah memerintahkan Musa untuk bersuci dan berpuasa

selama tiga puluh hari. Musa diperintahkan pergi ke Bukit Sinai

setelah selesai menjalankan puasanya, untuk menerima perintah-

Nya yang terdapat dalam sebuah kitab yang berisi perintah dan

larangan bagi kaumnya. Musa memilih tujuh puluh laki-laki dari

kaumnya. Kemudian mereka berangkat ke Bukit Sinai

(2015:254).

Musa berjalan lebih dulu daripada kaumnya, demi

menjalankan perintah Allah, Musa meningglakan kaumnya. Harun

ditugaskan untuk mengurus, mengatur dan menjaga keadaan

kamunya sampai Musa kembali membawa syariat dan pedoman

dari Tuhannya. Musa berjalan seorang diri mendaki Bukit Sinai.

Musa meminta Tuhannya untuk menampakkan wujudnya agar

ketetapan dan hukum Allah menjadi hujjah yang pasti bagi

kaumnya. Kaumnya sendiri pernah memintanya agar

memperlihatkan Allah dengan jelas kepada mereka. Allah berkata

kepada musa bahwa dia bisa melihat-Nya jika bukit tersebut tetap

berda di tempatnya seperti semula, akan tetapi nabi Musa pingsan

karena ketakutan setelah melihat bukit tersebut hancur ditelan bumi

(2015:255).

Page 18: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

38

Nabi Musa berbicara langsung dengan Tuhannya untuk

membawa risalah yang diberikan oleh Tuhannya, akan tetapi

pengelihatan nabi Musa tidak mampu melihat wujud Allah. Seperti

yang tertulis dalam al-Quran surat al-A’raf ayat 144 ,

Qa>la ya> Mu>sa inni>s-'shthafaituka ‘ala'n-nasi birisa>la>ti> wa bikala>mi fakhud ma> ataituka wa ku'm-mina'sy-sya>kiri>n (144)

Allah berfirman, “ Hai Musa, sesungguhnya Aku telah memilihmu diantara manusia lainnya untuk membawa risalah-Ku dan berbicara langsung dengan-Ku. Maka berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan jadilah diantara orang-orang yang bersyukur (QS. al-A’raf ayat 144).

Susunan dari kisah-kisah nabi Musa as diatas merupakan

konstruksi yang membangun sejarah bukit Sinai di Mesir. Bukit

atau Gunung Tursina merupakan salah satu tempat yang

berpengaruh bagi para agamawan atau orang-orang muslim yang

ingin bernapak tilas menelusuri jejak nabi Musa as. Nabi Musa

bermunajat kepada Allah untuk menunjukkan bukti kenabian

kepada kaumnya di bukit Sinai. Bukit Sinai menjadi saksi bisu saat

Musa menerima mukjizat kenabian Musa yang diberikan dalam

wujud tongkat yang bisa berubah menjadi ular . Bukit Tursina juga

yang menjadi saksi bahwa Nabi Musa pernah berbicara langsung

kepada Allah. Di tempat ini pula kita akan temui dua jenis buah

Page 19: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

39

yang dijadikan sumpah oleh Allah , buah tin dan buah zaitun.

Seperti yang dijelaskan di dalam al-Quran surat at-Tin ayat 1 dan 2.

Wat-'ti>ni wazzaitu>n (1) wa thu>ri si>ni>n (2)

Demi (buah) tin dan (buah) zaitun,(1) dan demi bukit Sinai (2).

Ayat tersebut juga yang menjadikan bukit Sinai sebagai

tempat yang amat penting bagi umat Islam pada khususnya, karena

nama dari bukit Sinai terdapat di dalam al-Quran yang merupakan

kitab suci dari umat Islam.

2. Peninggalan Bersejarah di Bukit Sinai

Peninggalan bersejarah yang berada di kawasan bukit Sinai juga

merupakan sebuah konstruksi sejarah bukit Sinai serta sebagai saksi

bahwa kawasan bukit Sinai mempunyai nilai histotis yang tinggi.

Terdapat beberapa peninggalan bersejarah di bukit Sinai yang

menambah kawasan di sekitar Sinai menjadi lebih menarik untuk

dijelajahi, karena pada masing-masing peninggalan tersebut

mempunyai nilai sejarah tersendiri yang penting untuk diketahui bagi

para penganut agama samawi.

Page 20: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

40

a. Puncak Bukit Sinai

Puncak bukit Sinai mempunyai sejarah penting bagi umat

islam dan yahudi. Menurut Islam, di atas puncak bukit Sinai inilah

nabi Musa bermunajat kepada Allah SWT selama 40 hari

sebagaimana disebutkan dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 51.

Ketika sedang bermunajat di atas puncak bukit Sinai, nabi Musa

menerima wahyu dari Allah secara langsung, yakni berupa kitab

Taurat sebagai pedoman baginya dan bagi kaumnya. Menurut

kepercayaan yahudi, di bukit inilah Musa menerima The Ten

Commandements (Sepuluh Firman Tuhan). (Nugraha, 2009:87).

Bukit Sinai disebut juga dengan jabal Musa. Start dalam

pendakian ke puncak bukit tersebut dimulai dari lembah jabal

musa. Start untuk mendaki puncak tersebut baru akan dibuka pada

pukul 00.30 dini hari, dimaksudkan agar pendaki bisa sampai di

puncak Jabal Musa sebelum matahari terbit sehingga para pendaki

dapat menikmati keindahan sunrise dari atas puncak bukit tersebut

(Marzuq, 2015:181).

Gambar. 03 Sunrise di puncak gunung Sinai (gambar

diambil oleh Dien, 17 Juli 2008)

Page 21: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

41

Puncak bukit Sinai tersebut menjadi tempat yang paling

digemari oleh para wisatawan, karena latarbelakang historisnya. Di

atas puncak bukit tersebut terdapat tempat peribadatan tiga umat

agama samawi. Terdapat pula pedagang asongan yang berada di

atas puncak bukit Sinai untuk pengganjal perut bagi para pendaki

yang tidak membawa bekal makanan.

Banyak para pendaki yang tidak sanggup menakluklan

puncak bukit Sinai tersebut karena medannya yang sulit untuk

dilalui. Pendakian menuju puncak bukit Sinai melewati bebatuan

yang terjal dan licin. Pendakian puncak tersebut dapat diabantu

dengan mengendarai unta, tapi hanya sampai batas jalan yang

disediakan untuk jalur unta, selebihnya para pendaki mendaki

puncak tersebut dengan berjalan kaki.

b. Patung Samiri

Patung samiri merupakan salah satu peninggalan bersejarah

yang terdapat di kawasan bukit Sinai. Patung samiri adalah sebuah

patung yang berbentuk lembu atau sapi.

Gambar.04 Patung Anak Sapi Samiri (gambar diambil oleh:

Wawan B, 07 Maret 2015)

Page 22: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

42

Patung yang menyerupai lembu tersebut di klaim oleh

penduduk sekitar Sinai sebagai berhala hasil ciptaan orang yang

bernama Samiri yang digunakan untuk menyesatkan Bani Israel.

Pendapat lain tentang patung samiri yang ada di bukit Sinai bahwa

gambaran patung lembu tersebut merupakan pancaran daripada

patung emas yang dibuat oleh Samiri. Lalu pancaran tersebut

terkena ke bukit dan membentuk ukiran seekor lembu. Ukiran ini

dapat dilihat dengan jelas kira-kira 20 meter dari tempat tersebut.

Ada pendapat lain yang menyatakan ia bukan hasil pancaran dari

patung emas tersebut tapi hanya kesan luluhawa yang membentuk

seperti lembu (BKMIP, 2008: diakses 31 Agustus 2015).

1) Latarbelakang terbentuknya Patung Samiri

Kisah yang menyebutkan tentang Samiri terdapat dalam al-

Quran surat Tha>ha> ayat 85 sampai 98. Kemudian al-A’ra>f ayat

138, 149, 151, 154, 155 dan surat al-Baqarah ayat 55, 56, 63

dan 64.

Kejadian mengenai kisah tentang patung Samiri bermula

saat nabi Musa terlambat pulang dari bermunajat kepada Allah

di atas bukit Sinai, Bani Israel mulai meragukan kenabian dan

agama yang dibawa oleh nabi Musa karena terlalu lama

menunggu nabi Musa turun dari puncak bukit Sinai. Bani Israel

meminta nabi Harun untuk membuatkan sesembahan, hal ini

terdapat dalam al-Quran surat al-A’raf ayat 148,

Page 23: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

43

Wa jawazna> bibani> isra>'i>lal-bachra fa'atau ‘ala> qaumin ya’kufu>na ‘ala> ashna>mil-lahum qa>lu> ya>mu>sa>-j’al-lana< ila>han kama> lahum a>lihatun qa>la innakum qaumun tajhalu>na

Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu. Maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: "Hai Musa. buatlah untuk Kami sebuah Tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa Tuhan (berhala)". Musa menjawab: "Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)" (138).

Berdasarkan ayat di atas, munculah ambisi samiri untuk

mengajak bani Isarel menyembah patung anak sapi. Salah

seorang dari Bani Israel yang bernama Samiri, telah

menghimpunkan emas, perak dan barang perhiasan lalu

membentuk seekor anak lembu dan membawa patung tersebut

ke hadapan Nabi Harun. Dia meminta kaumnya supaya

menyembah dan menyembelih korban kepada Tuhan baru

mereka (berhala patung Samiri). Sekembalinya Nabi Musa

bermunajat, dia membawa bersamanya kitab Taurat sebagai

ajaran dan panduan kepada Bani Israel. Namun, Nabi Musa

kecewa setelah mendapati kaumnya menyekutukan Allah

dengan menyembah patung berhala yang dibuat oleh Samiri

(BKMIP, 2008: diakses 31 Agustus 2015).

Page 24: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

44

2) Biografi Samiri

Menurut Muhammad Ibnu Ishaq (704 M-767 M) penyusun

kitab Sirat ar-Rasulullah, meriwayatkan kisah dari Ibnu Abbas,

mengatakan bahwa, Samiri adalah seorang penduduk Bajarma

dan dia berasal daripada kaum yang menyembah berhala.

Dalam dirinya telah tertanam kecintaan kepada penyembahan

terhadap patung dan berhala sapi. Samiri menampakkan dirinya

adalah pengikut Musa di hadapan Bani Israil namun hatinya

bergelojak dengan kepercayaan nenek-moyangnya. Menurut

Muhammad Ibnu Ishaq, Samiri adalah nama panggilan bagi

seorang individu kufur bernama Musa bin Zafar (wikipedia,

2015: diakses 30 Juli 2015). Pendapat lain mengatakan, Samiri

adalah penisbatan kepada salah satu kabilah bani Israil. Dahulu,

Samiri bergaul dengan orang-orang yang menyembah patung

anak sapi, sehingga cintanya kepada anak sapi benar-benar

merasuk tulang (Fadhl, 2012: diakses 11 September 2015).

Menurut sumber yang penulis peroleh dari data kuesioner,

bahwa lokasi patung anak sapi yang disebut patung Samiri

berada di kawasan bawah perbukitan Sinai di Mesir diantara

batu-batu besar yang terdapat di kawasan tersebut.

c. Wadi Arbain

Wadi Arbain adalah tempat bersejarah yang berada di bukit

Sinai. Nama Wadi Arbain (empat puluh lembah) diambil dari

firman Allah Ta’ala di dalam al-Quran surat al-Ma’idah ayat 26,

Page 25: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

45

Qa>la fa'innaha> mucharramatun ‘alaihim arba’i>na sanatan yati>hu>na fi>l-ardhi fala> ta'sa ‘alal-qaumil-fa>siqi>na

Allah berfirman: "(Jika demikian), Maka Sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang Fasik itu".

Di kawasan inilah pengikut Nabi Musa menjadi

kebingungan tidak menjumpai tempat keluar selama 40 tahun

disebabkan mereka enggan mematuhi perintah Allah untuk

memasuki kota Palestina. Keengganan mereka di sebabkan karena

keangkuhan mereka serta cerita yang menyatakan terdapat orang-

orang yang kuat di dalam negeri Palestina tersebut

(BKMIP, 2008: diakses 31 Agustus 2015). Peristiwa tersebut

terdapat dalam al-Quran surat al-Ma’idah ayat 02,

Page 26: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

46

Ya>qaumi udkhulul-ardhal-muqaddasata'l-lati> kataba'l-la>hu lakum wala> tartaddu> ‘ala> adba>rikum fatanaqalibu> kha>siri>na (21). Qa>lu> ya>mu>sa> inna fi>ha> qauman jabba>ri>na wa inna> lan-nadkhulu>ha> chatta> yakhruju> minha> fa'in yakhruju> minha> fa'inna> da>khilu>na (22). Qa>la rajula>ni mina'l-ladzi>na yakha>fu>na an’ama'l-la>hu ‘alaihima> udkhulu> ‘alaihimul-ba>ba fa'idza> dakhaltumu>hu fa'innakum gha>libu>na wa ‘ala'l-la>hi fatawakkalu> in kuntum-mu'mini>na (23). Qa>lu> ya>mu>sa> inna> lan-nadkhuluha< abadam-ma> da>mu> fi>ha> fa'dzhab anta wa rabbuka faqa>tila> inna> ha>huna> qa>’idu>na (24).

Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu[409], dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), Maka kamu menjadi orang-orang yang merugi (21). Mereka berkata: "Hai Musa, Sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, Sesungguhnya Kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. jika mereka ke luar daripadanya, pasti Kami akan memasukinya" (22). Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, Maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman" (23).Mereka berkata: "Hai Musa, Kami sekali sekali tidak akan memasuki nya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, Sesungguhnya Kami hanya duduk menanti disini saja" (24).

Wadi Arbain terletak di dekat 12 mata air yang disebut

Uyun Musa. Kawasan tersebut terdapat banyak air dan pepohonan

yang masih hijau. Lokasi Wadi Arbain adalah berupa jalan

sepanjang terdapat beberapa lembah.

Page 27: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

47

Gambar. 05 Wadi Arbain (www.discoversinai.net)

Pada gambar di atas adalah sebuah papan nama sebagai

penanda bahwa kawasan tersebut merupakan kawasan dari

Wadi Arbain.

d. Uyun Musa

Uyun Musa adalah sumur yang diyakini sebagai 12 mata air

yang berasal dari sebuah batu yang dipecahkan oleh Musa dengan

tongkatnya. Nabi Musa melakukan hal tersebut karena mukjizat

dari Allah SWT untuk memberi minum kaumnya, yaitu Bani Israel

(Marzuq, 2015: 178-179). Cerita tentang kejadian tersebut

dipaparkan oleh al-Quran dalam surat al-Baqarah: 60.

Page 28: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

48

Wa idzistasqa> mu>sa> liqaumihi fakulna>dh-rib bi’asha>kal-chajara fan-'fajarat minhutsnata> ‘asyrata ‘ainan qad ‘alima kullu unasim-masyrabahum kulu> wasyrabu> min rizqi'l-la>hi wa la> ta’tsau fil-ardhi mufsidi>na (9)

Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya,

lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan (9).

Menurut beberapa ahli tafsir , kedua belas mata air tersebut

sesuai dengan jumlah golongan atau suku yang ada adalam

tubuh Bani Israel, seperti yang dijelaskan dalam al-Quran surat

al-A’raf: 160,

Wa qatha’na>humuts-natay ‘asyrata asba>than umaman wa'auchaina< ila> mu>sa> idzi>s'-tasqa>hu anidh-ribb-biasha>kal-chajara fa>-'nbajasat minhuts-'nata> ‘asyrata ‘ainan qad ‘alima kullu una>sim-masyrabahum wazhalalna> ‘alaihimul-ghama>ma wa'nzalna> ‘alaihimul-manna> was-'salwa> kulu> minathayyiba>ti ma>

Page 29: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

49

razaqna>kum wama> zhalamu>na walakin ka>nu> anfusahum yazhlimu>na (19).

Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!". Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (kami berfirman): "Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezkikan kepadamu". mereka tidak Menganiaya Kami, tapi merekalah yang selalu Menganiaya dirinya sendiri (19).

Dua belas dari jumlah sumur yang ada, saat ini hanya tersisa

dua buah sumur, karena sebagian sumur yang lain tertutup oleh

pasir.

Gambar. 06 Uyun Musa (gambar diambil oleh Aini

Masithoh, 12 Desember 2014)

Uyun Musa berada di sebuah kawasan padang pasir yang

luas dan hanya ditumbuhi sedikit pohon kurma yang saling

berjauhan. Uyun Musa terletak 20 km dari terowongan Ahmed

Hamdi Sinai selatan, yaitu terowongan bawah laut dan dekat

dengan Saint Chaterine City. Dari beberapa peninggalan

Page 30: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

50

bersejarah, Uyun Musa berlokasi dekat dengan Wadi Arbain.

Sebagai tempat pariwisata, sebenarnya tempat tersebut tidak

begitu menarik untuk dikunjungi. Tempat tersebut menjadi

menarik untuk dikunjungi karena terkandung nilai historis

didalamnya, khususnya bagi pemeluk agama samawi.

e. Makam Nabi Harun dan Nabi Shaleh

Istilah makam dalam bahasa Arab berasal dari kata maqam

yang berarti tempat, status, atau hirarki. Tempat penyimpan

jenazah sendiri disebut qubra yang berarti kubur atau kuburan.

Makna dari keduanya tidak dapat dibedakan secara tegas. Sehingga

orang yang akan berziarah bisa menyatakan “ke makam” atau “ke

keburuan” (Nur Syam dalam Anton, 2008:17).

Penelitian ini akan membahas dua makam yang berada di

kawasan bukit Sinai, yaitu makam nabi Harun dan nabi Shaleh.

Kedua makam tersebut terlihat biasa saja dan tak terlalu istimewa.

Hanya sebuah ruangan kecil yang di dalamnya terdapat gundukan

tanah yang kurang terawat secara baik (Marzuq, 2015:181). Hanya

saja tempat tersebut menjadi tempat yang sakral dan bersejarah

karena kedua tokoh tersebut sangat berpengaruh bagi umat islam,

sehingga pada saat ini dijadikan sebagai tempat berziarah bagi

pemeluk agama Islam pada khususnya.

Page 31: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

51

1) Makam Nabi Harun

Makam Nabi Harun as merupakan peninggalan bersejarah

yang disucikan, karena nabi Harun as adalah salah satu dari

sekian banyak nabiallah yang dianggap berpengaruh dan di

hormati bagi umat Islam. Maka, peninggalan dari tokoh yang

sangat bersejarah inilah yang menambah nilai daya tarik di

sekitar kawasan bukit Sinai.

Harun bin Imran bin Qahits bin Lawi bin Yaakub bin Ishak

bin Ibrahim. Baginda ialah adik-beradik seibu Nabi Musa,

diutuskan untuk membantu Musa memimpin Bani Israel ke

jalan yang benar. Harun dilahirkan tiga tahun sebelum Musa.

Beliau yang fasih berbicara dan mempunyai pendirian tetap

sering mengikuti Musa dalam menyampaikan dakwah kepada

Firaun. Nabi Musa sendiri mengakui saudaranya fasih

berbicara dan berdebat, seperti diceritakan al-Quran,Surah Al-

Qashas ayat 34:

Wa akhi> ha>ru>na huwa afshachu minni> lisa>nan fa-arsilhu ma’iya rid'an yushaddiquni> inni> akha >fu an-yukaddibu>na (34)

Dan saudaraku Harun, Dia lebih fasih lidahnya

daripadaku, Maka utuslah Dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan) ku, Sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku.

Page 32: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

52

Nabi Harun hidup selama 120 tahun. Dia wafat

sebelum kematian Musa. Nabi Harun as dikubur di bukit Hur

yaitu di daerah al-Tiih di dataran Sinai yaitu sebelum Bani

israel memasuki Palestina. Nabi musa yang telah mengubur

jasad nabi Harun as.setelah pengeburan itu nabi Musa kembali

dan mengabarkan kematian Harun kepada Bani Israel (Fikri,

2003:143).

Gambar. 07 Papan Nama Kawasan Makam Nabi Harun as (Gambar diambil oleh Wawan B, 07 Maret

2015).

Di kawasan makam nabi Harun as terdapat papan nama

yang menuliskan nama dari nabi harun. Jarak makam dan

papan nama tersebut agak jauh, karena makam nabi Harun

berada di puncak perbukitan. Sebagian wisatawan hanya

mengambil gambar pada papan nama kawasan makam nabi

Harun tersebut, karena jarak untuk menempuh lokasi makam

Page 33: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

53

nabi Harun as sangatlah jauh dan akses jalannya yang tidak

mudah karena berada di puncak perbukitan.

2) Makam Nabi Shaleh

Baginda merupakan nabi kelima dan menjadi Rasul pada

tahun 1990 SM. Suatu ketika dahulu, Allah Taala telah

mengutus Nabi Saleh untuk menyampaikan dakwah kepada

kaum Thamud. Nabi Saleh telah berhijrah dari satu kawasan ke

kawasan yang lain. Antara kawasan yang dipercayai pernah

dijadikan tempat penginapan Nabi Saleh bersama pengikutnya

yang menerima seruan dakwah Islam terletak di kaki bukit

Thursina ini. Terdapat beberapa pohon yang menjadi simbol

kawasan tersebut. Ia dapat dilihat dengan jelas apabila melalui

kaki bukit sebelum sampai ke puncak bukit Thursina

(BKMIP, diakses 31 Agustus 2015).

Gambar. 08 Papan Nama Kawasan Makam Nabi

Shaleh as (www.kompasiana.com)

Page 34: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

54

Makam nabi shaleh terletak tidak jauh dari papan

nama yang berada di kawasan makan nabi Shaleh. Papan

nama tersebut digunakan sebagai petanda bahwa daerah

tersebut merupakan kawasan dari makam nabi Shaleh as.

f. Gereja St. Catherine

Gereja dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti rumah

atau tempat berdoa dan melakukan upacara orang Kristen. Gereja

besar biasanya juga difungsikan sebagai tempat badan organisasi

umat Kristen yang sama kepercayaannya, ajaran, dan tata cara

ibadahnya seperti dikelompokan sebagai kristen ortodoks, vatikan

dan lain sebagainya (KBBI, 2011:357)

1) Sejarah St. Catherine

Tahun 330 St. Helena yang merupakan ibunda kaisar

Konstantin, memerintahkan pembangunan gereja kecil Biara

St. Kemudian pada tahun 542 M gereja tersebut direnovasi oleh

Kaisar Justanian. Catherine dibangun oleh para prajurit dan

pelayan dari Romawi atas perintah Kaisar Justinian. Tempat ini

dahulu digunakan oleh para pendeta dan pertapa Kristen untuk

melarikan diri dari penyiksaan Romawi sekitar abad ke-3

(Mulyono, 2009:104).

Nama Catherine berasal dari nama biarawati asal

Alexandria yang ditemukan tewas mengenaskan di puncak

bukit. Bagian separuh atas badannya ditemukan di puncak

Page 35: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

55

bukit Musa atau ja>bal Mu>sa di bukit Sinai mesir (Nugraha,

2009:91-92).

2) Biografi Catherine

Chaterine dilahirkan di Alexandria, kota provinsi di barat

Mesir, pada tahun 295 M. Nama asal Chaterine adalah

Dorothea. Dorothea dibesarkan oleh keluarga bangsawan

penyembah berhala (paganis). Dorothea berkenalan dengan

seorang rahib asal Syria yang mengenalkannya dengan ajaran-

ajaran Kristus, kemudian ia masuk agama Kristen dengan nama

baptis St Catherine. Masuknya Catherine ke agama Kristen

membuat ia dibenci oleh keluarganya, sehingga dia kabur

meningalkan Alexandria dan sampai ke bukit Sinai. Selama

beberapa hari dia bersembunyi di dalam gereja, kemudian

secara resmi dia bergabung dengan jemaat yang tinggal di

gereja tersebut (Nugraha, 2009:92).

Seorang wanita bernama Elijah membantu Catherine

membuat tempat persembunyian di lereng bukit. Elijah juga

mengajak Catherine mendaki bukit hingga sampai ke puncak.

Mereka mebangun sebuah gereja kecil berukuran 5x3m sebagai

tempat persembunyian yang lebih aman untuk

Catherine.keberadaan Catherine di bukit Musa diketahui oleh

ayahnya. Ayahnya mendatanginya dengan keadaan marah,

kemudian mereka bertemu di atas bukit, dan disana Catherine

dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri. Separuh bagian atas

Page 36: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

56

mayatnya di simpan di gereja kecil tersebut, sedangkan

bawahnya disimpan di bukit Sini. Mayat Catherine ditemukan

oleh para rahib gereja 3 abad kemudian setelah persitwa

pembunuhannya. Sejak abad 11 M gereja tersebut diberi nama

St. Catherine atau Catherine Monastery (Nugraha, 2009:92-

93).

3) Deskripsi Bangunan Gereja St. Catherine

Kompleks biara atau gereja St. Catherine dikelilingi oleh

tembok yang kukuh selebar 2,5 m dan tingginya rata-rata 11 m.

Bangunannya dibuat dari blok-blok batu granit berlapis dan

berukuran besar. Sebagian temboknya dihiasi dengan berbagai

simbol bernuansa kristiani seperti salib, monogram dan

sejumlah gerbang berbentuk besar dan kecil. Bangunan utama

di dalam kompleks ini adalah gereja chruch of tranfiguration

(the katholitikon) yang merupakan karya dari seorang arsitek

Byzantium, Stephanos. Bangunan yang berbentuk basilika dari

bahan batu granit ini memiliki ruang ibadah utama yang luas

dan memiliki dua jalur menuju altar dan kolom-kolom batu

granit raksasa yang dihiasi dengan motif-motif Kristen

dibagian puncaknya, sebuah mimbar dan narthex. Masing-

masing ruang altar memiliki tiga buah kapel. Sementara di

dekat altar utama terdapat sebuah peti kubur batu yang berisi

sisa-sisa dari jenazah Saint Catherine. Bagian langit-langit

kapel yang merupakan lapis kedua dari langit-langit yang

Page 37: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

57

sebelumnya, dibuat pada abad ke- 18 bersamaan dengan lantai

marmer dan hiasan ikonostasis yang detail. Pintu-pintunya

berukir dan dibuat dari kayu pohon cedar, yang merupakan

karya prajurit perang salib abad ke- 11 (Mulyono, 2009:104-

105).

Terdapat taman biara di belakang tembok biara yang

berbentuk segi tiga, yang dibangun oleh para biarawan selama

bertahun-tahun. Mereka membawa lapisan tanah untuk

dikumpulkan di tempat ini serta membuat tangki penampungan

air untuk irigasi.

Gambar. 09 Osarium di Gereja St Catherine

(www.wikipedia.com)

Page 38: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

58

Sejumlah pohon buah-buahan yang tumbuh di tempat ini di

antaranya pohon zaitun, aprikot, prem, chery dan sayur-

sayuran. Kebun ini berada satu kompleks dengan tempat

pemakaman dan rumah penguburan. Setelah dikubur di

makam, tulang belulang para biarawan di tempat ini kemudian

diambil dan disemayamkan di rumah penguburan. Tulang

belulang dari uskup tertinggi disemayamkan dalam ceruk-

ceruk khusus, tempat tersebut dinamakan Osarium.

Hal ini dilakukan karena sulitnya menggali lubang makam

di daerah yang berbatu di sekitar biara. Makam ini memiliki

makna untuk mengingatkan akan datangnya kematian yang

tidak dapat dielakan manusia (Mulyono, 2009:105).

Gambar. 10 Gereja St. Catherine di Sinai (www.discoversinai.net)

Proyek pembangunan gereja tersebut memakan waktu

sembilan tahun. Napoleon Bonaparte juga pernh merenovasi

beberapa bagian benteng dan gereja tersebut pada tahun 1801

Page 39: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

59

M. Pada bagian depan gereja terdapat pintu yang terkunci

rapat. Gereja tersebut terbuka untuk umum setiap hari kecuali

pada hari minggu dan jumat. Pada tahun 1951, pemerintah

mesir mendirikan beberapa bangunan di dalam benteng sekitar

gereja. Bangunan-bangunan tersebut ada yang berfungsi

sebagai perpustakaan, rumah para biara, ruang galeri, dan

kantor keuskupan St Catherine (Nugaraha, 2009:90).

Biara St. Catherine juga memiliki perpustakaan paling tua

dalam khasanah Kristen. Perpustakaan ini dianggap sebagai

perpustakaan kedua terbesar setelah perpustakan Vatikan, baik

dalam hal jumlah maupun nilai koleksi manuskrip kuno yang

tersimpan di dalamnya. Total manuskrip yang ada di

perpustakaan ini lebih dari 3000 eksemplar, ditambah dengan

tidak kurang dari 5000 buku religius. Biara ini juga memiliki

lebih dari 2000 koleksi lukisan suci yang dipajang dalam galeri

khusus. lukisan-lukisan di tempat ini mewakili semua jenis

aliran seni lukis era Byzantium mulai dari abad ke- 6 sampai

abad ke- 8 (Mulyono, 2009:105).

Terdapat beberapa naskah penting yang terdapat di

perpustakaan tersebut. Diantara naskah penting yang ada

adalah codex syriacus yang dibuat pada abad 5 M. Naskah

tersebut ditulis ulang pada abad ke 8. Perpustakaan ini juga

pernah menyimpan codex sanaiticus, sebuah naskah Bibel asli

yang ditulis pada abad ke 4. Pada tahun 1865, naskah tersebut

Page 40: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

60

pernah dipinjam Tischendorf seorang rohaniawan Jerman, atas

nama kaisar Rusia untuk kepentingan penelitian, akan tetapi

Tischendorf membawanya ke Petersburg dan hingga kini

belum dikembalikan. Pada tahun 1933, pihak museum inggis

membelinya dari pihak Uni Soviet dengan harga yang sngat

mahal pada masa itu, yaitu senilai 100 ribu poundsterling.

Naskah lain yang masih ada di gereja ini adalah sebuah Bibel

Yunani klasik, hadiah dari Theodosius tiga, salah seorang

Kaisar Byzantium (Nugraha, 2009:91).

Pada tahun 2002, UNESCO menetapkan gereja St Catherine

sebagai salah satu obyek wisata sejarah bernilai budaya tinggi

yang harus dilestarikan, karena banyak menyimpan naskah-

naskah penting kuno. Hal tersebut juga menambah nilai bukit

Sinai di mata agamawan di kancah dunia, karena lokasi gereja

St Catherine berada di kawasan bukit Sinai. Hubungan gereja

St Catherine dengan Islam adalah karena gereja tersebut

mendapat perlindungan dari umat Islam terkait dengan “surat

jaminan” yang ditulis oleh nabi Muhammad.

g. Masjid Fatimiah

Masjid dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti rumah

atau bangunan yang berguna sebagai tempat sembahyang orang

Islam (2011:719).

Terdapat masjid berukuran sedang yang berada di dalam

komplek gereja St. Catherine. Masjid tersebut adalah masjid

Page 41: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

61

Fatimiah. Masjid Fatimiah yang terletak di barat daya basilika

(ruang pertemuan / aula) merupakan bangunan baru yang didirikan

pada kurun waktu antara tahun 1101-1106 di bekas sebuah kapel

peringatan Perang Salib berukuran kecil. Skema dasar

bangunannya berbentuk persegi panjang, berukuran 7x11 m,

dengan tinggi bangunan 7 m dan dilengkapi dengan sebuah menara

masjid semi terpisah disudut sebelah utara, serta sebuah halaman

depan. Ruang dalam terdiri atas enam bilik dengan atap-atap

mendatar dari kayu. Sementara jendela-jendelanya dijajar searah

sumbu pada dinding bagian dalam, di atas tingkatan pintu-pintu

lengkungnya. Tiga buah mihrab berupa cerukan kecil, dibuat pada

dinding yang mengarah ke arah kiblat. Pintu masuk utama terdapat

di sebelah utara dilengkapi dengan dua buah jendela dan empat

buah jendela di pintu muka sebelah timur. Sayangnya seluruh

jendela di masjid ini telah dilapisi dengan batu bata sekitar empat

abad yang lalu.

Persediaan air di tempat ini dipasok dari sumber air yang

mengalir terus-menerus dari Uyun Musa, yang berasal dari sebuah

sumber air bawah tanah (Mulyono, 2009:105).

h. Kapel Semak Terbakar

Kapel dalam bahasa inggris disebut Chapel adalah sebuah

bangunan yang digunakan sebagai tempat persekutuan dan ibadah

bagi orang Kristen. Bangunan kapel bisa jadi dibangun melekat

pada lembaga lainnya, seperti gereja besar, perguruan tinggi,

Page 42: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

62

rumah sakit, istana, penjara, atau pemakaman. Bangunan kapel

juga bisa berdiri sendiri dan terpisah dari bangunan lainnya. Dapat

dikatakan bahwa sebuah kapel adalah lokasi tempat ibadah

sekunder.

Bagian paling disucikan di biara ini berada tepat dibagian

belakang mimbar, yakni Kapel Semak Terbakar yang dibangun

pada abad ke- 4 dan didedikasikan kepada Perawan maria. Altar ini

dibangun tepat di atas bekas semak-semak yang terbakar.

Sementara semak-semaknya dipindahkan dan ditanam beberapa

meter dari Kapel, ketika Kapel ini dibangun. Gereja ini dilengkapi

dengan sebuah menara lonceng bergaya Neo-Klasik dari tahun

1871. Menara ini karya seorang biarawan yang bernama Gregorius.

Terdapat 19 buah lonceng pemberian para Tsar Rusia. Terdapat

aula tempat makan yang cukup besar dan berbentuk pesegi empat.

Aula tersebut memiliki atap lengkung bergaya Gothic dengan

lengkung-lengkung yang dihiasi lukisan baju zirah atau simbol-

simbol prajurit perang salib yang lain. Temboknya dihiasi lukisan

dinding-dinding dari masa perang salib abad ke- 16. Keunikan aula

ini adalah keberadaan sebuah meja panjang berukir yang artistik,

meja ini dibawa dari Corfu pada abad ke- 18 (Mulyono, 2009:105).

i. Surat Jaminan Muhammad

Surat Jaminan Muhammad (bahasa Inggris: Achtiname of

Muhammad, Patent of Mohammed), juga dikenal sebagai Surat

Perjanjian (Testamentum) Muhammad, adalah sebuah dokumen

Page 43: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

63

atau ahdname merupakan suatu surat perjanjian yang

diratifikasi oleh nabi Muhammad SAW yang memberikan

jaminan perlindungan dan hak-hak lain bagi para biarawan di

Biara Santa Katarina (St Catherine), Semenanjung Sinai. Surat

ini dimeteraikan dengan gambar telapak tangan nabi

Muhammad.

Pada 628 M, utusan dari Biara St. Catherine mengunjungi

Nabi Muhammad untuk meminta perlindungan. Nabi

menyanggupi dengan memberi mereka sebuah dokumen

perjanjian (Khan, diakses 28 September 2015).

Dokumen tersebut menyatakan bahwa Nabi Muhammad

secara pribadi melalui perjanjian ini memberikan hak-hak dan

kemudahan bagi semua orang Kristen "jauh dan dekat".

Memuat sejumlah point topik perlindungan orang-orang

Kristen yang hidup dalam kekuasaan Islam sebagaimana para

peziarah dalam perjalanan ke biara-biara, kebebasan beragama,

kebebasan bepergian dan kebebasan menentukan para hakim

dan memelihara hak milik mereka, bebas dari wajib militer dan

pajak serta hak untuk dilindungi dalam peperangan.

Naskah perjanjian yang asli sudah tidak ada lagi, tetapi

beberapa salinan masih ada di Biara Santa Katarina

(St Catherine), di antaranya ada yang disaksikan oleh para

hakim Islam untuk menguatkan keotentikan sejarahnya.

Penjelasan tradisional mengenai hilangnya naskah asli adalah

Page 44: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

64

pada waktu Kekaisaran Ottoman menyerang Mesir pada tahun

1517 atas perintah sultan Selim I, naskah asli diambil dari

biara tersebut oleh tentara Ottoman dan dibawa ke istana Selim

di Istanbul (Wikipedia, 2015). Salinannya kemudian dibuat

untuk mengganti kehilangannya di biara tersebut. Di sisi lain,

mungkin pula perjanjian itu diperbarui di bawah penguasa

baru, sebagaimana disebutkan dalam dokumen lain di arsip

tersebut (Atiya, 1955:578). Tradisi mengenai toleransi yang

ditunjukkan terhadap biara ini telah dilaporkan dalam

dokumen-dokumen pemerintah yang diterbitkan di Kairo, dan

selama periode kekuasaan Ottoman (1517-1798), Pasha Mesir

setiap tahun menegaskan kembali perlindungannya (Ratliif,

2008:177).

Pada tahun 1630, Gabriel Sionita menerbitkan edisi

pertama naskah bahasa Arab, dengan terjemahan bahasa Latin,

berjudul Testamentum et pactiones inter Mohammedem et

Christianae fidei cultores atau judul bahasa Arab "Al-'ahd wa-

l-surut allati sarrataha Muhammad rasul-Allah li ahl al-millah

al-nasraniyyah.". Asal mula dokumen ini telah menjadi topik

berbagai tradisi berbeda, yang paling terkenal melalui kisah-

kisah petualang Eropa yang mengunjungi biara tersebut. Para

pengarang ini termasuk perwira Perancis Greffin Affagart

(mati tahun 1557), pengunjung Perancis Jean de Thévenot

(mati tahun 1667) dan uskup (prelate) Inggris Richard

Page 45: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

65

Peacocke, yang menyertakan terjemahan bahasa Inggris

naskah tersebut (Ratliif, 2008).

Sejak abad ke-19, beberapa bagian Achtiname ini mulai

diteliti lebih mendalam, terutama daftar para saksi. Terdapat

kemiripan dengan dokumen-dokumen lain yang diberikan

kepada komunitas agama lain di Timur Dekat. Salah satu

contoh adalah surat Muhammad bagi orang-orang Kristen di

Najrān, yang ditemukan pertama kali pada tahun 878 pada

sebuah biara di Irak dan naskahnya diawetkan di Chronicle of

Séert.

C. Pengaruh Peninggalan Bangunan Bersejarah di Bukit Sinai terhadap

Realita Sosial Masyarakat

1. Realita Sosial Masyarakat

a. Definisi Realita Sosial

Realita sosial disebut juga degan fenomena sosial. Realita

sosial merupakan suatu peristiwa yang memang benar terjadi di

tengah-tengah masyarakat. Paradigma realita sosial, artinya melihat

gambaran yang mendasar mengenai realita sosial (masyarakat).

(Soelaeman, 2009: 122).

b. Tingkatan Realitas Sosial

Terdapat empat tingkatan realitas sosial, yaitu tiingkat individu,

tingkat antar pribadi (interpersonal), tingkat struktur sosial, dan

tingkat budaya (soelaeman, 2009: 47-67).

Page 46: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

66

1) Tingkat Individu

Tingkat ini menempatkan individu sebagai pusat perhatian

untuk analisa. Tingkat individual tersebut analisanya dapat

dibagai menjadi dua bagian, yaitu tingkat perilaku (behavioral)

dan tingkat subjektif .

2) Tingkat Antarpribadi (Interpersonal)

Tingkat ini meliputi interaksi antarindividu dengan semua

arti yang berhubungan dengan kerjasama, konflik, adaptasi,

negosiasi, komunikasi simbolis dan hal lain yang mempunyai

arti hubungan.

3) Tingkat Struktur Sosial

Tingkat struktur sosial bersifat abstrak, perhatiannya atau

analisanya ditunjukan pada pola-pola tindakan, jaringan-

jaringan interaksi yang teratur dan seragam dalam waktu dan

ruang, posisi sosial dan peranan sosial. Tingkat ini dapat pula

menyangkut institusi-institusi sosial dan masyarakat secara

keseluruhan.

4) Tingkat Budaya

Tingkat budaya dalam hal realita sosial maksudnya

meliputi arti nilai, simbol, norma, dan pandangan hidup

umumnya yang dimiliki oleh anggota suatu masyarakat.

Tingkat budaya artinya meihat realitas sosial menurut

perspektif budaya. Istilah kebudayaan dalam arti yang luas

adalah terdiri dari produk-produk tindakan dan interaksi

Page 47: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

67

manusia, termasuk karya cipta manusia berupa materi dan

nonmateri. Kebudayaan nonmateri adalah keseluruhan komplek

yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum,

kebiasaan, kemampuan dan tatacara lainnya yang diperoleh

manusia sebagai anggota masyarakat.

Beberapa tingkatan diatas, tingkatan yang diambil dalam

penelitian ini adalah tingkat strukur sosial dan tingkat budaya.

Penelitian ini akan membahas realitas sosial ditingkat masyarakat

Mesir secara umum dan keseluruhan.

c. Masyarakat

Masyarakat disebut society dalam bahasa inggris, berasal

dari kata socius yang berarti kawan. Masyarakat adalah

sekelompok oramg yang membentuk sebuah sistem semi tertutup

atau semi terbuka, dimana sebagian besar interaksi adalah antara

individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

Masyarakat adalah sebuah komunitas yang saling tergantung satu

sama lain. Terdapat sifat dasar masyarakat, diantaranya

(Soelaeman, 2009:42-43) :

1) Masyarakat sebagai kenyataan sosial yang ditegaskan

berdasarkan kesadaran, pembagian ide dan makna dari

anggotanya.

2) Dasar masyarakat adalah resiprositas. Masing-masing anggota

kelompok mempunyai basis pada apa yang mereka lakukan dan

Page 48: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

68

apa yang mereka pikirkan, yang ada dalam hubungan

resiprokal.

3) Pemaknaan dari hubungannya yang bersifat resiprokal, simbol-

simbol dan konsep-konsep diri yang harus dipahami sebagai

bagian dari gambaran keseluruhan.

4) Pola pelembagaan masyarakat seperti negara agama,

pendidikan, ekonomi dan keluarga, dikonsepsikan sebagai

peran-peran dari organisasi.

5) Pandangan pluralis masyarakat adalah suatu yang suatu yang

heterogen yang ditunjukan oleh banyaknya budaya-budaya dan

kelompok-kelompok minat.

6) Visi masyarakat yang ambivalens menuju adanya aturan yang

konsisten dengan visi yang pluralis.

2. Bidang-bidang Sosial

Terdapat empat bidang sosial yang akan dibahas dalam penelitian ini,

yaitu:

a. Bidang Sosial Agama

Kaitan agama dan masyarakat banyak dibuktikan oleh

pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur nabi

dalam mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang

arti dan hakikat kehidupan, tentang Tuhan dan kesadaran akan

maut yang menimbulkan religi (Soelaeman, 2011:277). Seperti

halnya konstruksi sejarah bukit Sinai yang mempengaruhi ralitas

Page 49: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

69

sosial masyarakat di bidang agama, yang menjadikan masyarakat

menjadi religi.

b. Bidang Sosial Ekonomi

Ekonomi merupakan suatu usaha dalam pembuatan

keputusan dan pelaksanaannya yang berhubungan dengan

pengalokasian sumberdaya masyarakat yang terbatas diantara

berbagai anggotanya, dengan mempertimbangkan kemampuan,

usaha, dan keinginan. Sosial ekonomi dapat didefinisikan sebagai

sebuah kajian yang mempelajari hubungan antara masyarakat, yang

di dalamnya terjadi interaksi sosial dengan ekonomi. Dapat dilihat

bagaimana ekonomi mempengarhui masyarakat dalam hubungan

tersebut. Hubungan dilihat dari sisi saling mempengarhi. Interaksi

sosial dengan ekonomi yang dimaksud adalah kesadaran

masyarakat maupun individu untuk melakukan kegiatan ekonomi

demi menyambung hidup (Damsar dan Indrayani, 2009:11).

Seperti kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat

sekitar Sinai yang memanfaatkan situs bersejarah tersebut sebagai

lapangan kerja salah satunya pemanfaatan situs bersejarah sebagai

kegiatan pariwisata.

c. Bidang Sosial Ilmu Pengetahuan

Terdapat keseragaman pendapat diantara para ilmuwan,

bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur,

yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan

sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum, dan akumulatif.

Page 50: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

70

Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan objek yang merupakan

bahan dalam penelitian, meliputi objek material sebagai bahan

yang menjadi tujuan penelitian utuh, serta objek formal, yaitu

sudut pandangan yang mengarah kepada persoalan yang menjadi

pusat perhatian (Soelaeman, 2009:213).

Mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan objektif

diperlakukan sikap yang bersifat ilmiah. Sifat yang ilmiah tersebut

meliputi (Soelaeman, 2009:214):

1) Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai

pengetahuan ilmiah yang objektif.

2) Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema

yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan

mengadakan pemilikan terhadap hipotesis yang ada.

3) Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tidak dapat

diubah.

4) Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori, maupun aksioma

terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka

untuk dibuktikan kembali.

Ilmu pengetahuan ilmu pengetahuan alam dan ilmu

pengetahuan sosial dan kemanusiaan, dan sebagai apa yang disebut

generic eliputi segala usaha penelitian dasar dan terapan serta

peengmbangannya.

Page 51: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

71

Ilmu pengetahuan yang diperoleh dari pemnfaatan situs

bersejarah bukit Sinai adalah berupa ilmu pengetahuan ilmiah yang

meniliti nilai seni bangunan arsitektural dan artefak.

d. Bidang Sosial Masyarakat

Sosiologi sebagai perspektif dalam menganalisis

masyarakat adalah sangat tepat karena merupakan undangan bagi

sosiologi (Invitation to Sociology). Melalui sosiologi dapat

memahami struktur sosial masyarakakat. Ketahanan masyarakat

dalam kehidupan manusia, serta apa yang terjadi dalam perubahan,

juga tipe orang hidup dalam masyarakat.

Masyarakat sebagai cita-cita dalam mewujudkan manusia

bebas dan merdeka dari dominasi dan eksploisitas penguasa di

bahas oleh para sosiologi paradigma konflik yaitu dengan

menggunakan konsep masyarakat komunal. Penggunaan dasar

materialisme historis sebagai tumpuan maka ide-ide atau gagasan

serta kesadaran manusia itu merupakan refleksi dari kondisi

material, dimana kenyataan adalah ada pada benda-benda.

Kemudian pola-pola perubahan sejarah ini adalah perubahan dari

cara atau teknik produksi, sebagai sumber utama perubahan sosial

budaya (Soelaeman, 2009:97).

Definisi sosial masyarakat diatas mempunyai pengertian

yang relavan dengan penelitian pengaruh situs bersejarah di bukit

Sinai terhadap masyarakat terkait dengan perubahan sosial yang

dipengaruhi oleh material historis berupa surat jaminan

Page 52: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

72

Muhammad yang mengajarkan tentang toleransi dan kerukunan

antar masyarakat.

3. Pengaruh Peninggalan Bangunan Bersejarah di Bukit Sinai dalam

Bidang-bidang Sosial

Peninggalan bersejarah yang berada di kawasan bukit Sinai

mempunyai pengaruh terhadap realitas sosial masyarakat di dalam

berbagai bidang, diantaranya yaitu :

a. Bidang Sosial Agama sebagai Sumber-sumber Ritual

Keagamaan

Pengaruh peninggalan bersejarah di bukit Sinai sebagai

sumber-sumber ritual keagamaan yang dimaksud adalah sebagai

sarana napak tilas tentang kisah nabi Musa yang bermunajat di atas

puncak bukit sinai selama 40 hari untuk mendapatkan wahyu dari

Allah SWT berupa kitab taurat dan berbicara langsung kepada

Allah seperti yang dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 51.

Kegiatan religi tersebut dilakukan oleh tiga umat beragama, yaitu

islam, kristen dan yahudi. Ritual keagamaan yang terdapat di

kawasan bukit Sinai juga menjadi sarana untuk berziarah ke

makam nabi, yaitu makam nabi Harun as dan makam nabi Shaleh

as bagi umat islam. Dalam perspektif kristen terdapat gereja tua

yang dianggap suci dan menyimpan sejarah bagi umat kristen.

Tidak jauh beda dengan Islam, penganut agama Yahudi juga

mempercayai puncak bukit Sinai sebagai sarana napak tilas dan

Page 53: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

73

beribadah kepada Moses (Musa) yang diyakini sebagai orang suci

bagi penganut agama Yahudi tersebut. Bangunan-bangunan ritual

yang biasa dipakai sebagai tempat berziarah adalah sebagai

berikut:

No. Islam Kristen Yahudi

1.

Puncak Bukit Sinai (tempat Nabi Musa menerima kitab suci Taurat)

Biara atau gereja St. Catherine (gereja tertua kristen ortodok, dengan perpustakaan ke-2 paling besar setelah gereja vatikan)

Puncak Bukit Sinai ( tempat moses menerima the ten

commandements/10 perintah Tuhan)

2.

Makam Nabi Harun as (salah satu nabi yang membantu nabi Musa dalam menghadapi musuh dan menjaga kaumnya)

Kapel Semak

Terbakar (tempat moses menerima loh batu yang berisi 10

perintah dari Tuhan)

-

3.

Makam Nabi Shaleh as (nabi ke-5 yang menyeru kaum tsamud pada kebenaran Allah)

- -

4.

Wadi Arbain (tempat nabi Musa dan kaumnya berada dalam keadaan kebingungan selama 40 tahun)

- -

Page 54: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

74

5.

Uyun Musa (sumur yang diyakini sebagai 12 mata air yang berasal dari sebuah batu yang dipecahkan oleh Nabi Musa as dengan tongkatnya)

- -

6.

Patung Samiri (bukti kesesatan Bani Israel)

- -

Pada masing-masing agama mempunyai tempat yang

dipercayai sebagai tempat suci dan sakral. Sebagian dari beberapa

tempat yang dianggap suci mempunyai lokasi yang sama, akan

tetapi pada masing-masing agama tersebut mempunyai

latarbelakang historis yang berbeda, sesuai dengan kitab suci yang

dipercayai.

b. Bidang Sosial Ekonomi sebagai Tempat kawasan Wisata

Peninggalan bukit Sinai dapat mempengaruhi realitas sosial

masyarakat dalam bidang ekonomi melalui pemanfaatan situs yang

terdapat di kawasan bukit Sinai menjadi tempat atau lokasi

pariwisata. Pariwisata merupakan salah satu jalan dalam

melestarikan bangunan bersejarah di Sinai sehingga memiliki nilai

ekonomi untuk membantu pelestariannya. Seperti yang dinyatakan

MacDonald (2004, dalam Pitana dan Diarta, 2009:32), Pada

Page 55: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

75

kenyataannya pariwisata telah berkembang menjadi sebuah mega

bisnis. Beberapa orang rela mengeluarkan sejumlah uang,

meninggalkan rumah dan pekerjaan untuk memuaskan atau

membahagiakan diri (pleasure) dan untuk menghabiskan waktu

luang (leisure).

Manurut peneliti Pemanfaatan situs peninggalan bersejarah

di bukit Sinai Mesir sebagai tempat wisata mempunyai dampak

realitas sosial masyarakat dibidang ekonomi. Pemanfaatn sebagai

tempat pariwisata dapat menambah atau memperluas lapangan

kerja serta meningkatkan pendapatan penduduk sekitar Sinai pada

khususnya.

Menurut E. Guyer Freuler, pariwisata adalah proses yang

ditimbulkan oleh arus lalu lintas orang-orang asing yang datang

dan pergi ke- dan dari suatu tempat, daerah atau negara dan segala

sesuatunya ada sangkut pautnya dengan proses tersebut (Pendit,

1986:32).

Keberadaan bangunan sejarah, situs atau monumen

merupakan potensi terhadap pengembangan heritage tourism atau

wisata warisan budaya sebagai alternatif pengembangan pariwisata

(Hayati, 2014:26). Menurut Pederson (2002, dalam Southall dan

Robinson, 2011:177) Heritage tourism as embracing both eco

tourism and cultural tourism, with an emphasis on conservation

and cultural heritage. Melalui definisi tersebut dijelaskan bahwa

wisata warisan budaya dapat merangkul ekowisata dan wisata

Page 56: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

76

budaya pada saat bersamaan dan menitikberatkan kepada

konservasi dan warisan budaya itu sendiri.

Menurut peneliti, situs yang terdapat di kawasan bukit Sinai

berupa 8 peninggalan bersejarah yang telah dibahas sebelumnya

merupakan kawasan wisata budaya yang bernilai religi

dikarenakan latarbelakang sejarah bukit Sinai itu sendiri.

Berdasarkan data kusioner, Sinai sebagai kawasan wisata

religi juga berpengaruh terhadap sosial ekonomi penduduk sekitar

Sinai yang merupakan keturunan suku baduy. Suku baduy adalah

penduduk dari suku khas pegunungan Mesir. Mereka hidup dari

bertanam zaitun, tin, dan kurma. Di sisi lain, mereka berternak

kuda dan unta untuk alat transportasi. Pemanfaatan sinai sebagai

kawasan wisata dapat dimanfaatkan oleh penduduk sekitar Sinai

sebagai mata pencaharian karena banyak turis dari penjuru dunia

yang datang dan berkunjung ke gunung Sinai untuk beribadah,

ziarah, tur, bahkan untuk penelitian sehingga penduduk sekitar

Sinai dapat menjadi pemandu wisata dan berdagang souvenir di

sekitar kawasan bukit Sinai. Di sisi lain, karena Mesir hanya

mengakui dua agama samawi (Islam dan Nasrani), maka mereka-

pun menjadikan bukit ini tempat peribadatannya juga.

c. Bidang Ilmu Pengetahuan sebagai Pusat Penelitian dan

Pengembangan Keilmuan

Oxford English Dictionary mendifinisikan ilmu ke dalam

tiga arti. Pertama, ilmu merupakan informasi dan kecakapan yang

Page 57: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

77

diperoleh melalui pengalaman atau pendidikan. Kedua, ilmu adalah

keseluruhan dari apa yang diketahui. Ketiga, ilmu merupakan

kesadaran atau kebiasaan yang didapat melalui pengalaman akan

suatu fakta atau keadaan (Husaini, 2013:72).

Konstrksi sejarah bukit Sinai mempunyai kontribusi dalam

bidang ilmu pengetahuan. Menurut definisi ilmu yang penulis

uraikan di atas, latarbelakang bukit Sinai yang mempelajari tentang

sejarah merupakan bagian dari ilmu karena kisah sejarah tersebut

didukung dengan fakta-fakta sejarah yang terkandung dalam kitab

suci al-quran. Selain mempelajari tentang sejarahnya, peninggalan

bersejarah yang berada di tempat tersebut juga mempunyai

kontribusi dalam bidang penelitian terkait dengan situs purbakala

yang berada di sana.

Peninggalan bersejarah di bukit Sinai juga memilki dampak

realitas sosial masyarakat dalam bidang ilmu pengetahuan.

Terdapat beberapa situs yang berada di bukit Sinai yang dapat

dijadikan sebagai sumber penelitian. Sebagai situs purbakala maka

peninggalan yang berada di bukit Sinai dapat dikaji oleh para

peneliti ahli arkeolog.

Penelitian mengenai peninggalan bangunan-bangunan yang

bersejarah juga dapat dikaji oleh para ahli arsitektur. Para ahli

arsitektur dapat mengkaji seni arsitek yang terdapat pada gereja St.

Catherine, karena di dalam gereja St. Catherine mempunya nilai

seni yang sangat indah yang terdapat pada ornamen-ornamen pada

Page 58: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

78

gereja tersebut. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan dengan

meneliti perkembangan seni aristektur gereja St Catherine.

Penelitian mengenai teks-teks kuno juga dapat diteletiti di dalam

gereja St Chaterine, karena gereja tersebut mempunyai

perpustakaan yang menyimpan berbagai macam teks kuno.

d. Bidang Sosial Masyarakat sebagai Ajaran tentang Toleransi

dan Kerukunan antar Umat Beragama Terkait dengan Surat

Jaminan Muhammad

Agama bagi setiap pemeluknya merupakan wahyu atau

petunjuk Tuhan (revelation). Namun kehidupan beragama tetaplah

menjadi fenomena budaya. Artinya, manifestasi keberagamaan

seseorang mengambil tempat dalam pelataran budaya. Semua

agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian,

penekanan harmonitas kehidupan menjadi bersifat lintas agama

(Harahap, 2011:03-16).

Satu di antara kesulitan kemanusiaan sepanjang sejarah

adalah perumusan strategi yang tepat untuk menciptakan nuansa

hidup rukun dan kreatif dalam suatu masyarakat majemuk tanpa

masing-masing pihak merasa diperlakukan secara tidak adil, atau

merasa dibatasi kebebasannya, yaitu suatu kebebasan yang inheren

dalam struktur martabat manusia itu sendiri.

Pada masa 628 M, masyarakat Kristen berada dalam

kekuasan Islam, utusan dari Biara St Catherine mengunjungi Nabi

Muhammad untuk meminta perlindungan. Nabi menyanggupi

Page 59: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

79

dengan memberi mereka sebuah dokumen perjanjian. Sehingga

akhirnya biara St Chaterine di Sinai serta umat Kristen

mendapatkan hak dan perlindungan dari nabi Muhammad SAW

melalui surat jaminan tersebut. Isi dari surat jaminan tersebut

kurang lebih adalah sebagai berikut:

Ini adalah pesan dari Muhammad bin Abdullah, yang

berfungsi sebagai perjanjian dengan mereka yang memeluk

agama Kristen, di sini dan di mana pun mereka berada, kami

bersama mereka. Bahwasanya aku, para pembantuku, dan

para pengikutku sungguh membela mereka, karena orang

Kristen juga rakyatku; dan demi Allah, aku akan menentang

apa pun yang tidak menyenangkan mereka. Tidak boleh ada

paksaan atas mereka. Tidak boleh ada hakim Kristen yang

dicopot dari jabatannya demikian juga pendeta dari biaranya.

Tak boleh ada seorang pun yang menghancurkan rumah

ibadah mereka, merusaknya, atau memindahkan apa pun

darinya ke rumah kaum Muslim. Bila ada yang melakukan hal-

hal tersebut, maka ia melanggar perintah Allah dan Rasul-

Nya. Bahwasanya mereka sesungguhnya adalah sekutuku dan

mereka aku jamin untuk tidak mengalami yang tidak mereka

sukai. Tidak boleh ada yang memaksa mereka pergi atau

mewajibkan mereka berperang. Muslimlah yang harus

berperang untuk mereka. Bila seorang perempuan Kristen

menikahi lelaki Muslim, pernikahan itu harus dilakukan atas

persetujuannya. Ia tak boleh dilarang untuk mengunjungi

gereja untuk berdoa. Gereja mereka harus dihormati. Mereka

tidak boleh dilarang untuk memperbaiki gereja mereka dan

tidak boleh pula ditolak haknya atas perjanjian ini. Tak boleh

ada umat Muslim yang melanggar perjanjian ini hingga hari

penghabisan (kiamat).

Isi surat perjanjian di atas dikutip dari Dr. Muqtedar Khan,

merupakan Direktur Program Studi Islam di University of

Delaware dan peneliti di Insitute for Social Policy and

Understanding. Artikel ini disebarluaskan oleh Kantor Berita

Common Ground seizin Altmuslim.com.(Khan, diakses 28

September 2015)

Page 60: BAB II PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bukit …Kisah tentang kelahiran nabi Musa as merupakan salah satu unsur dari latarbelakang yang membangun nilai sejarah bukit Sinai di Mesir. Hal

80

Aspek utama yang ada dalam surat jaminan ini adalah umat

Kristen menikmati hak-hak tersebut tanpa syarat. Cukup bagi

perjanjian ini status mereka sebagai orang Kristen. Mereka tidak

diminta untuk mengubah agama mereka, mereka tidak diharuskan

membayar pajak, dan mereka tidak mempunyai kewajiban apa pun.

Ini adalah piagam hak tanpa kewajiban.

Dokumen ini memang bukan piagam modern hak-hak asasi

manusia. Tetapi meski ditulis pada tahun 628 M, dokumen ini

jelas-jelas melindungi hak atas properti, kebebasan beragama,

kebebasan untuk bekerja, dan perlindungan terhadap keamanan

individu.

Menurut peneliti, meskipun surat jaminan tersebut ada pada

masa nabi Muhammad yaitu masa setelah nabi Musa. Namun,

kehadiran surat jaminan tersebut juga menambah nilai historis dari

situs peninggalan bersejarah yang berada di kawasan bukit Sinai.

Karena surat jaminan dari nabi Muhammad tersebut menjadi

koleksi naskah kuno yang masih tersimpan di gereja ortodoks

timur yaitu gereja St catherine.