BAHAN TUGAS ASTENG

23
SUKOTHAI PERADABAN AWAL KERAJAAN THAI Kerajaan Sukothai adalah salah satu kerajaan tertua di Thailand yang berpusat di sekitar kota Sukhothai (Hall 1988:152) berdiri sejak tahun 1238 sampai 1438 . Bahkan Bekas ibukota Kerajaan Sukothai lama berada sekitar 12 km dari kota Sukhothai modern, yaitu di Tambon Muang Kao . Saat ini yang tertinggal di kota lama hanyalah puing- puing kota dan Taman Bersejarah Sukhothai. Dahulu Kerajaan Sukhothai merupakan salah satu kerajaan tertua yang ada di tanah thaiini. Kerajaan Sukothai ini sangat erat hubungannya dengan Kerajaan Thai sekarang. Kerajaan Sukothai selalu dikait-kaitkan sebagai awal dari kerajaan Thai yang sekarang. Bahkan sampai sekarang masih ada beberapa hasil peradaban dari Sukothai yang sampai sekarang masih digunakan oleh Kerajaan Thai, bahkan negara Thailand. Misalnya huruf Thai yang diciptakan oleh salah satu raja Sukothai, masih digunakan sampai sekarang oleh masyarakat umum di Thailand. Kerajaan Thai (nama resmi Thai: Ratcha Anachak Thai atau Pratet Thai ); yang lebih sering disebut Thailand dalam bahasa Inggris, atau dalam bahsa aslinya Mueang Thai (dibaca “meng Thai” sama seperti versi Inggrisnya yang artinya “negeri thai”) adalah sebuah negara yang berbatasan dengan Laos dan Kamboja. Muangthai atau Thailand disebut juga Negeri Gajah Putih. Muangthai diambil dari nama salah satu suku bangsa di sana, yaitu suku Thai. Muangthai merupakan Negara yang tidak pernah dijajah negeri mana pun. Thailand sendiri artinya Negara

description

bahan

Transcript of BAHAN TUGAS ASTENG

Page 1: BAHAN TUGAS ASTENG

SUKOTHAI PERADABAN AWAL KERAJAAN THAIKerajaan Sukothai adalah salah satu kerajaan tertua di Thailand

yang berpusat di sekitar kota Sukhothai (Hall 1988:152) berdiri sejak

tahun 1238 sampai 1438. Bahkan Bekas ibukota Kerajaan Sukothai

lama berada sekitar 12 km dari kota Sukhothai modern, yaitu

di Tambon Muang Kao. Saat ini yang tertinggal di kota lama

hanyalah puing-puing kota dan Taman Bersejarah Sukhothai. Dahulu

Kerajaan Sukhothai merupakan salah satu kerajaan tertua yang ada

di tanah thaiini. Kerajaan Sukothai ini sangat erat hubungannya

dengan Kerajaan Thai sekarang. Kerajaan Sukothai selalu dikait-

kaitkan sebagai awal dari kerajaan Thai yang sekarang. Bahkan

sampai sekarang masih ada beberapa hasil peradaban dari Sukothai

yang sampai sekarang masih digunakan oleh Kerajaan Thai, bahkan

negara Thailand. Misalnya huruf Thai yang diciptakan oleh salah

satu raja Sukothai, masih digunakan sampai sekarang oleh

masyarakat umum di Thailand.

Kerajaan Thai (nama resmi Thai: Ratcha Anachak Thai atau Pratet

Thai ); yang lebih sering disebut Thailand dalam bahasa Inggris,

atau dalam bahsa aslinya Mueang Thai (dibaca “meng Thai” sama

seperti versi Inggrisnya yang artinya “negeri thai”) adalah sebuah

negara yang berbatasan dengan Laos dan Kamboja. Muangthai atau

Thailand disebut juga Negeri Gajah Putih. Muangthai diambil dari

nama salah satu suku bangsa di sana, yaitu suku Thai. Muangthai

merupakan Negara yang tidak pernah dijajah negeri mana pun.

Thailand sendiri artinya Negara bebas atau Negara yang tidak

pernah dijajah. Dahulu orang Eropa menyebut Negara ini Siam.

Bentuk pemerintahanya adalah kerajaan berkonstitusi, tetapi

pemerintahan sehari-hari dikendalikan oleh seorang perdana

menteri. Salah satu kerajaan tertua dan menjadi awal kebangkitan

Page 2: BAHAN TUGAS ASTENG

kerajaan Thai sekarang ialah kerajaan Sukothai yang didirikan oleh

dua pemimpin besar orang Thai saat itu Pho Khun Pha Muang dan

Pho Khun Bang Klang Hao.

 

A. PERKEMBANGAN KERAJAAN SUKOTHAI

 Kerajaan Sukhothai adalah sebuah kerajaan yang didirikan oleh

orang-orang dari etnik Thai atau disebut Mieo dalam bahasa Siam,

semua orang yang termasuk etnik Thai sendiri, tahu nenek moyang

mereka berasal dari China Selatan. Karena sebenarnya orang Thai

sudah berada sejak kurun ke-7 Masehi sudah ada di utara Tanah

Besar Asia Tenggara.Buktinya yaitu ada beberapa kerajaan yang

didirikan oleh orang-orang yang berbahasa Thai yaitu di Laos yaitu

kerajaan Lan Chang yang dibangunkan oleh Tiao Fa Ngum di Luang

Prabang atau Muang Sua pada zaman dahulu, Phayao, Chiang Sen,

dan Lanna Thai atau Kerajaan Ribuan Sawah di utara Thailand, serta

salah satunya ialah kerajaan Sukothai yang didirikan oleh Pho Khun

Pha Muang dan Pho Khun Bang Klang Hao.

1. Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Sukothai

Sebelumnya, Kerajaan Sukhothai sendiri merupakan bagian dari

kerajaan Angkor yang berada di bawah naungan kerajaan Khmer.

Namun pada abad ke-18 tahun Saka, tahun Saka ke-18 lebih kurang

abad Masihi ke-12, karena banyak terjadi bencana alam dan konflik

kerajaan yang berkepanjangan, imporium Angkor Kamboja yang

menguasai daratan Thai waktu itu mulai kehilangan taringnya atau

melemah kekuasaannya. Selain itu salah satu sebab lagi yaitu

perlakuan orang Kamboja kepada kaum wanita dari orang-orang

Thai. Para wanita tersebut sering diculik dan dianiaya orang

Kemboja, bahkan dijadikan pelacur yang membuat orang thai

semakin marah.

Page 3: BAHAN TUGAS ASTENG

Situasi seperti ini memberikan peluang kepada puak-puak Thai

untuk mengikrarkan kemerdekaan dan membangunkan negara

mereka sendiri. Akhirnya pada tahun 1238 di bawah pimpinan Pho

Khun Pha Muang dan Pho Khun Bang Klang Hao bangsa Thai bangkit

dan berhasil melepaskan diri. Kemudian Pho Khun Pha Muang dan

Pho Khun Bang Klang Hao menyatakan kedaulatannya serta

mendirikan kerajaan sendiri yang mereka beri

nama Sukothai.Pho Khun Bang Klang Hao kemudian menjadi raja

pertama Sukhothai, dan menamakan dirinya Pho Khun Si Indrathit

(atau Intradit). Kejadian ini secara tradisi dianggap merupakan awal

berdirinya negara Thai modern, meskipun terdapat beberapa

kerajaan Thai yang tidak begitu terkenal, seperti Lanna, Phayao dan

Chiang Saen, yang juga didirikan sekitar waktu yang sama. Jadi

melalui Po Khun Indraditya ini rakyat thai dapat bebas dan juga

dapat jadi sebuah negara merdeka.

2. Masa Awal Sukothai Berdiri

Setelah berhasil membebaskan diri dan membentuk kerajaan

sendiri, Pho Khun Bang Klang Hao kemudian menjadi raja pertama

Sukhothai, dan menamakan dirinya Pho Khun Si Indrathit (atau

Intradit). Sukhothai memperluas empayarnya dengan membentuk

pakatan-pakatan ketenteraan dengan kerajaan-kerajaan Thai yang

lain. Sukhothai juga menjadikan agama Buddha Theravada sebagai

agama rasmi kerajaan dengan bantuan sami-sami Sinhala. Ada juga

kisah mengenai agama Buddha Theravada diperkenalkan kepada

orang Thai oleh Puteri Jamadevi dari kerajaan Haripunchai di tengah

Thailand hari ini. Kerajaan Haripunchai merupakan kerajaan kecil

yang didirikan oleh orang-orang Mon.

Kerajaan Sukhothai berkembang dengan cara membentuk aliansi

dengan kerajaan-kerajaan Thai lainnya. Sukhothai juga menjadikan

agama Buddha Theravada sebagai agama resmi kerajaan sehingga

Page 4: BAHAN TUGAS ASTENG

kerajaan-kerajaan tersebut memeluk agama Buddha

Theravada sebagai agama negara dengan bantuan dari para

biksu dari Sri Langka.. Hal ini dibuktikan dengan adanya kisah

mengenai agama Buddha Theravada diperkenalkan kepada orang

Thai oleh Puteri Jamadevi dari kerajaan Haripunchai di tengah

Thailand hari ini. Kerajaan Haripunchai merupakan kerajaan kecil

yang didirikan oleh orang-orang Mon.

3. Masa Kejayaan Sukothai

Pemerintahan Intradit dilanjutkan oleh anaknya Pho Khun Ban

Muang, yang pada tahun 1278 diikuti oleh saudaranya Pho Khun

Rankhamhaeng. Di bawah pemerintahannya, yang juga disebut

dengan nama Raja Ramkhamhaeng Agung, Sukhothai menikmati

masa keemasan sebagai puncak kemakmurannya. Ramkhamhaeng

dianggap sebagai pencipta alfabet Thai (secara tradisional

diperkirakan tahun 1283, dengan bukti kontroversial berupa batu

Ramkhamhaeng, yaitu suatu batu berinskirpsi yang dianggap

merupakan bukti tulisan Thai tertua). Aksara ini berdasarkan aksara

orang Khmer boran (purba).

Semasa pemerintahan raja Ramakhamhaeng, raja ketiga negara

Sukhothai, pengaruh negara ini mula merebak meluas sampai ke

utara sejauh Luang Phrabang di Laos dan ke selatan sejauh utara

Segenting Kera dekat Semenanjung Tanah Melayu. Di timur sana

sampai dengan sungai Mekong, dan di barat pun mereka berjaya

menawan seluruh negara orang Mon (orang asli). Pada puncaknya,

wilayah Sukhothai diperkirakan terbentang meliputi Martaban

(myanmar) sampai Luang Prabang (laos), serta ke arah selatan di

Semenanjung Malaysia sampai sejauh Nakhon Si Thammarat

(Tambralinga). Dengan demikian pengaruhnya lebih luas daripada

Page 5: BAHAN TUGAS ASTENG

Thailand modern, meskipun tingkat kekuasaan yang diterapkan

terhadap wilayah-wilayah tersebut berbeda-beda.

Penggunaan nama Siam mulanya digunakan sebagai nama empayar

pemerintahan kerajaan Sukhothai, kerajaan Ayuttaya hanya

menggunakan nama empayar Siam selepas mengambil alih kuasa

pada kurun ke-13 M. Siam berasal dari nama kawasan yang didiami

oleh nenek moyang orang Thai di China iaitu Xian atau Sai-Am

dalam dialek China Sichuan pada zaman kuno. Orang Siam dipanggil

sebagai Mieo dan suku kaum ini memang masih ada di China

sampai hari ini seperti di Yunnan dan ada setengahnya sudah

berasimilasi dengan orang Cina atau etnik Han zaman modern ini.

4. Masa Kemunduran Sukothai

Setelah kematian Ramkhamhaeng, ia digantikan oleh anaknya

Loithai. Semasa pemerintahan Loithai inilah Sukhothai melemah,

kerajaan-kerajaan kecil seperti Uttaradit di utara, kerajaan Lao di

Luang Prabang, dan Wiengchan atau Vientiane membebaskan diri

daripada naungan kerajaan Sukhothai. Banyak lagi kerajaan-

kerajaan yang bernaung di bawah Sukhothai mula membebaskan

diri daripada naungannya . Kuasa kerajaan pusat mulai merosot,

sehingga wilayah kerajaan Sukothai kembali septerti semula. Dalam

masa yang sama, Ayuttaya di bawah pimpinan Thammaratcha ll

mula mengumpulkan kekuatan dan akhirnya menggantikan

Sukhothai sebagai pemerintah pusat pada tahun 1319 (Hall

1988:156) dan Sukhothai menjadi negara bawahan Ayutthaya.

Sekitar tahun 1430, Raja Thammaracha IV memindahkan ibukota

Sukhothai ke Phitsanulok, dan setelah kematiannya tahun 1438,

status Sukhothai berubah hanya menjadi sekedar provinsi dari

Ayutthaya.

Page 6: BAHAN TUGAS ASTENG

B. KEBUDAYAAN SUKOTHAI

Asal mula Thailand secara tradisional dikaitkan dengan sebuah

kerajaan yang berumur pendek, KerajaanSukothai yang didirikan

pada tahun 1238. Situasi geografis Sukhothai membantu

menjelaskan peranannya sebagai pangkal peradaban Siam. Terletak

di garis pembelah antara daerah-daerah pengaruh Khmer dan Mon

dan Burma di pihak lain. Lagi pula mudah hubungannya dengan

Burma Pesisir, tempat dapat mempertahankan hubungan dengan

metropolisnya aliran Budha. Melalui hubungan-hubungan ini semua

menyerap unsur-unsur kebudayaan penting dan membaurkannya

dalam peradaban Siam. Mengutip Coedes yang mengatakan : “ Dari

Kamboja orang-orang Siam mengasimilasikan organisasi politiknya,

kebudayaan Materiilnya, tulisan dan sejumlah besar kata-katanya.

Seniman-seniman Siam belajar dari seniman-seniman Khmer dan

mentransformasikan kesenian Khmer sesuai dengan kepunyaan

mereka yang asli dan kesemuanya dipengaruhi oleh hubungan

mereka dengan tetangga- tetangga bagian barat mereka, Mon dan

Burma. Dari sini Siam kemudian menerima tradisi pengadilan

mereka yng berasal dari India dan di atas kesemuanya adalah

Budhisme Sinhala dan tradisi keseniannya .

Ajaran Buddha aliran Theravada dari Seri Langka mula

menggantikan tempat aliran Theravada tempatan dan aliran

Mahayana. Bahasa Sansekrit yang digunakan oleh penganut Buddha

Mahayana mula digantikan dengan bahasa Bali yang digunakan oleh

penganut Buddha aliran Theravada Langkawangsa. Pengajian

bahasa Bali mendapat tempat di seluruh tempat di daratan. Ramai

raja negara Sukhothai sendiri yang mahir bahasa Bali seperti Phraya

Lithai. Baginda ini berpengalaman dalam pengajian ajaran Buddha

dan hidup menurut ajaran Buddha aliran Theravada. Baginda juga

menjelaskan lagi pengajian ajaran Buddha dalam kitab dipanggil

Page 7: BAHAN TUGAS ASTENG

sebagai Tribhumi Phra Ruang. Kitab ini merupakan antara

manuskrip awal ajaran Buddha Theravada dalam negara orang Thai

di daratan. Indeks dan bibliografinya memberi maklumat kajian

mendalam yang telah dijalankan oleh para pengkaji ajaran Buddha

pada masa itu dan Phraya Lithai merupakan salah seorang darinya.

Ini satu contoh lah mengenai bagaimana perkembangan ajaran

Buddha berkembang dalam bentuk amalan dan kajian.    

Satu batu besurat sekitar tahun Saka 1835 dari zaman raja

Ramakhamhaeng menyatakan bahawa susunan biara Seri Langka

turut digunapakai di negara Sukhothai dan kawasan yang terkena

pengaruh mandalanya. Batu besurat tahun 1904 Saka pulak dari

zaman raja Lithai menyatakan bahawa Phra Po dari Seri Langka,

Mahaswamaa dijemput menjadi bhikkhu diraja Sukhothai bagi

jabatan Mahasangha Raja. Zaman ini juga ada mencatatkan

pembahagian bhikkhu kepada dua kumpulan iaitu

kumpulan Gamawasam yang tinggal sama-sama dalam biara di

pekan-pekan atau di kampung serta

kumpulan Arannyawasam yang tinggal seorang diri dalam hutan

bertapa. Yang di hutan tu kita panggil Chao Phanawa.

Pembahagian kumpulan bhikkhu ni adalah disebabkan oleh dua ciri

yang wujud dalam pengajian kitab Buddha. Ciri-cirinya adalah:

1. Ganthadura ertinya urusan pembelajaran atau menadah kitab.

2.Wipassanaadhuraertinya urusan pengamalan atau tapa bagi

membangunkan pemandangan dari dalam diri.

Secara resminya dua-dua kumpulan bhikkhu ni nampak tak terpisah

pun dan depa ni buleh dilihat di mana-mana sahaja sampai ke hari

ini. Dalam zaman Sukhothai ini, ajaran Buddha memainkan peranan

yang utama jugak dalam menjadi asas kepada kebudayaan, seni

bina, dan juga pembinaan rupa berhala Buddha. Setengah bukti

dapat dilihat dalam hasil kerja tangan menosia yang terpapar pada

rupa-rupa Buddha yang dipanggil sebagai Jinaraja di Biara Besar

Sukhothai di Phitsanulok dalam 400 kilo dari kotaraya Bangkok dan

Page 8: BAHAN TUGAS ASTENG

Jinaseri di Biara Pawarawinesak di Bangkok.

Bintang kerajaan Sukhothai bersinar lah selama 120 tahun lebih

kurangnya dan kemudian ia mula jatuh apabila ia ditakluki oleh

kerajaan Seri Ayuttaya atau kerajaan Siam dari wilayah tengah.

Muangthai | Awal Sampai Datangnya Bangsa Barat A.       Berdirinya Negara Muangthai

Lambang Muangthai

Sebelum tahun 1939, Negara Thailand dikenal sebagai Siam, sampai saat ini nama Siam masih

digunakan di kalangan orang Thai, terutama kaum minoritas Tionghoa. Thailand juga sering disebut

Negeri Gajah Putih, karena gajah putih merupakan binatang yang dianggap keramat oleh penduduk.

Nama lain dari Thailand adalah Muang Thai, yang berarti Negara bebas atau Negara yang tidak

pernah dijajah oleh bangsa lain. Thailand adalah negara netral, karena itu juga sering disebut butter

staat, artinya “negara penyangga” atau “negara pemisah”. Thailand memisahkan Myanmar (bekas

koloni Inggris) disebelah barat dengan Laos dan Vietnam (bekas jajahan Perancis) disebelah timur.

Kerajaan Thai (nama resmi Bahasa Thai: Ratcha Anachak Thai atau Prathet Thai), yang lebih sering disebut Thailand dalam bahasa Inggris, atau dalam bahasa aslinya Mueang Thai (dibaca: “meng-thai”, sama dengan versi Inggrisnya, berarti “Negeri Thai”), adalah sebuah negara di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Laos dan Kamboja di timur, Malaysia dan Teluk Siam di selatan, dan Myanmar dan Laut Andaman di barat, kerajaan Thai dahulu dikenal sebagai Siam sampai tanggal 11 Mei 1949. Kata “Thai” berarti “kebebasan” dalam bahasa Thai, namun juga dapat merujuk kepada Suku Thai, sehingga mengakibatkan nama Siam masih digunakan di kalangan warga negara Thai terutama kaum minoritas Tionghoa.

Page 9: BAHAN TUGAS ASTENG

Kerajaan Thai merupakan tempat terletaknya beberapa wilayah geografis yang berbeda. Di sebelah utara, keadaannya bergunung-gunung, dan titik tertingginya berada di Doi Inthanon (2.576 m). Sebelah timur laut terdiri dari Hamparan Khorat, yang dibatasi di timur oleh sungai Mekong. Wilayah tengah negara didominasi lembah sungai Chao Phraya yang hampir seluruhnya datar, dan mengalir ke Teluk Thailand. Di sebelah selatan terdapat Tanah Genting Kra yang melebar ke Semenanjung Melayu.

Thailand juga dikenal sebagai Sukothai. Pada awalnya dikenal sebagai wilayah Buddhis agama dan wilayah itu dibagi menjadi beberapa kerajaan seperti Lanna, Lan Chang, dan Sukhothai. Tidak ada keraguan bahwa Thailand modern yang muncul dari asal geografis-politik yang kompleks dengan Bangkok sebagai modal dan Raja Rama, pertama diciptakan Chakri dinasti. Selama periode ini sejarah Thailand mendapat nama Modernitas awal atau Pencerahan oleh beberapa sejarawan.

Di awal tahun 1200, bangsa Thai mendirikan kerajaan kecil di Lanna, Phayao dan Sukhotai. Pada 1238, berdirilah kerajaan Thai yang merdeka penuh di Sukhothai ('Fajar Kebahagiaan'). Di tahun 1300, Sukhothai dikuasai oleh kerajaan Ayutthaya, sampai akhirnya direbut oleh Burma di tahun 1767. Jatuhnya Ayutthaya merupakan pukulan besar bagi bangsa Thai, namun tak lama kemudian Raja Taksin berhasil mengusir Burma dan mendirikan ibukotanya di Thon Buri. Di tahun 1782 Raja pertama dari Dinasti Chakri yang berkuasa sampai hari ini mendirikan ibukota baru di Bangkok.

Raja Mongkut (Rama IV) dan putranya, Raja Chulalongkorn (Rama V), sangat dihormati karena berhasil menyelamatkan Thailand dari penjajahan barat. Saat ini, Thailand merupakan negara monarki konstitusional, dan kini dipimpin oleh YM Raja Bhumibol Adulyadej.

B.       Perkembangan Suku-Suku Bangsa di Negara MuangthaiKebudayaan Masa Perunggu diduga dimulai sejak 5600 tahun yang lalu di Thailand (Siam).

Kemudian, datang berbagai imigran antara lain suku bangsa Mon, Khmer dan Thai. Salah satu kerajaan besar yang berpusat di Palembang, Sriwijaya, pernah berkuasa sampai ke negeri ini, dan banyak peninggalannya yang masih ada di Thailand. Bahkan, seni kerajinan di Palembang dengan Thailand banyak yang mirip.

a)        Suku Akha

Suku Akha adalah masyarakat adat suku bukit yang hidup di desa-desa kecil di dataran tinggi di pegunungan Thailand. Mereka terdapat juga di Burma, Laos, dan provinsi Yunnan di Cina. Diperkirakan mereka berasal dari Cina bermigrasi ke Asia Tenggara pada tahun 1900-an. Perang sipil di Burma dan Laos mengakibatkan peningkatan imigran Akha di provinsi utara Thailand Chiang Rai dan Chiang Mai, di mana mereka merupakan salah satu yang terbesar dari suku bukit.

Bahasa Akha adalah sebuah cabang bahasa Lolo / Yi, dari keluarga rumpun bahasa Tibeto-Burman. Bahasa Akha berkaitan erat dengan bahasa Lisu dan Lahu. Diduga bahwa suku Akha dulu berkaitan erat dengan suku pemburu Lolo, suku yang pernah menguasai dataran Paoshan dan Teinchung sebelum invasi Dinasti Ming (AD 1644) di Yunnan, Cina.

Page 10: BAHAN TUGAS ASTENG

Para peneliti setuju bahwa Akha berasal dari daratan China, dan menolak tentang apakah tanah air asli adalah perbatasan Tibet, sebagai yang diklaim oleh orang Akha, atau lebih jauh ke selatan dan timur di Propinsi Yunnan, kediaman utara kini Akha. Keberadaan hubungan historis di dokumentasikan dengan pangeran Shan Kengtung, yang menunjukkan bahwa Akha berada di Burma Timur pada awal tahun 1860-an. Memasuki Thailand dari Burma pada pergantian abad ini, mereka menghindar dari perang sipil selama beberapa dekade di Burma.

Orang Akha tinggal di desa-desa di Pegunungan Thailand Utara, barat daya Cina, Burma timur, Laos barat dan barat laut Vietnam. Di semua negara ini mereka adalah etnis minoritas. Populasi saat ini Akha kira-kira 400.000 jiwa. Penurunan ukuran desa di Thailand sejak tahun 1930 telah dicatat dan dihubungkan dengan situasi ekologi dan ekonomi yang memburuk di pegunungan.

Agama asli orang Akha (zahv), sering digambarkan sebagai campuran ibadah animisme dan leluhur, yang menekankan hubungan mereka dengan tanah dan tempat mereka di dunia alam dan siklus. Suku Akha menekankan ritual dalam kehidupan sehari-hari dan menekankan ikatan keluarga yang kuat.

b)        Suku IshanIshan adalah suku-suku yang terbesar di Provinsi Mukdahan (มุ�กดาหาร), Ishan sudah ada sejak

beberapa puluh ribu tahun yang lalu dari Zaman Krung-Brom-Ptom-Wong (กร�งบรมุปฐมุวงศ์�) sejak Kerajaan Nanchao (น่�าน่เจ้�า), Kerajaan Xang. Raya (ล้�าน่ช้�าง) sampai periode Ayutthaya. Pada akhirnya Suku Ishan bermigrasi menyusuri Sungai Mekong (แมุ�โขง) dari tahun 1694 priode Narai Agong (สมุ�ยสมุเด�จ้พระน่ารายณ์�มุหาราช้). Ketika itu Provost Phon Samed Xang membawa murid-muridnya dari Kerajaan Xang Raya menyusuri Sungai Mekong untuk menyebar di Sungai Moon (แมุ�น่ !า มุ" ล้ ) dan Sungai Lam-Nam-Shi (แมุ�น่ !า ช้#) dan Sungai lainnya, untuk mengatur kofunya sendiri sejak 1776 pada priode Thonburi (กร�งธน่บ�ร#).

Kebudayaan dan Pakaian, Thai Laosatau suku Ishan menggunakan Kartoon sebagai pakaian populer pada awalnya. Dan daerah ini sangat baik untuk budaya kapas karena tekstur tanahnya cocok. Kabupaten Nakhon terkenal dengan kain tenun berpewarna alaminya terutama pewarna alami dari kulit kayu dan dedauan.

Suku Thai Laos/Ishan mempunyai pola yang berbeda dari suku-suku lainnya. Baju mereka dihiasi dengan tenunan, satin lipit, mareka juga memakai kalung mutiara. Baju mareka dimasukan dalam rok dan ikat pinggangnya dari perak. Pakain mareka terbuat dari kain kwamga yang indah dan berwarna merah, kuning, hijau dan bergelombang.

c)         Suku MelayuThailand mempunyai jumlah suku Melayu ketiga terbesar setelah Malaysia dan Indonesia,

dengan populasi lebih dari 3,3 juta jiwa (Perkiraan 2010). Kebanyakan dari mereka berdomisili di kawasan Selatan Thailand serta di kawasan sekitar Bangkok(terkait dengan perpindahan Suku Melayu dari selatan Thailand serta utara semenanjung Malaya ke Bangkok sejak abad ke-13).

Kehadiran Suku Melayu di kawasan selatan Thailand telah ada sebelum perpindahan Suku Thai ke Semenanjung Malaya melalui penaklukan Kerajaan Sukhothai, yang diikuti oleh Kerajaan

Page 11: BAHAN TUGAS ASTENG

Ayutthaya, pada awal abad ke-16. Hal ini dapat dilihat pada nama-nama daerah di kawasan selatan Thailand yang berasal dari Bahasa Melayu atau nama lain dalam logat Melayu, misalnya "Phuket/ภู"เก�ต" dalam bahasa Melayu "Bukit/بوكيت", "Trang" ("Terang/تراڠ"), Narathiwat/น่ราธ'วาส ("Menara"),

"Pattani/ป(ตตาน่#" ("Patani/ ڤتني"), "Krabi/กระบ#)" ("Gerabi"), "Songkla/สงขล้า" ("Singgora/سيڠڬورا"),

"Surat Thani/ส� ร า ษ ฎ ร� ธ า น่# " ("Lingga"), "Satun/สต" ล้ " ("Mukim Setul/ ستول ,("مقيم ""Nakhon Si

Thammarat/น่ครศ์ร#ธรรมุราช้" ("Ligor"), "Chaiya/ไช้ยา " (Cahaya), , "Yala/ยะล้า" ("Jala/جال") dan

sebagainya.

Kawasan selatan Thailand juga pernah melihat kebangkitan dan kejatuhan kerajaan Melayu antaranya Negara Sri Dhamaraja (100an–1500an), Langkasuka (200an − 1400an), Kesultanan Pattani (1516–1771), Kesultanan Reman (1785–1909) serta Kesultanan Singgora (1603–1689).

Kebanyakan suku Melayu Siam fasih berbicara bahasa Thai serta bahasa Melayu setempat saja. Contohnya, suku Melayu di kawasan pesisir tenggara Thailand yakni Pattani, Songkhla, serta Hat Yai, lebih cenderung menggunakan logat Melayu Pattani, sedangkan suku Melayu di pesisir barat seperti Satun, Phuket, dan Ranong, menuturkan logat Melayu Kedah. Suku Melayu di Bangkok juga mempunyai logat Melayu Bangkok sendiri.

Kebudayaan Melayu dan perubahan identitas Melayu di Thailand Selatan. Mayoritas maryarakat Melayu di selatan Thailand mempunyai dua kawasan, pertama kawasan bekas Nageri Melayu Pattani lama yang sekarang menjadi provinsi, Pattani, Yala, Narathiwat dan beberapa daerah di provinsi senggora. Kedua kawasan bekas jajah Nageri Kedah uang sekarang menjadi provinsi Satul, Sadao, Songkla. Masyarakat melayu memang menjadi mayoritas di kedua kawasan tersebut, namun mareka tetap merupa penduduk minoritas di Thailand.

Masyakat Melayu di selatan Thailand menuturkan dua jenis dialek bahasa Melayu, yaitu dialek Kedah – Perlis dan Pattani. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu Pattani menganut budaya Melayu, yang paling banyak diminat adalah sastra Melayu, yaitu puisi, syair dan sebagainya serta memiliki peran penting dalam mempersatukan puak-puak Melayu serupun baik sesama Melayu, Indonesia, Malasia, Brunai Darusalam dan Singapura.

Sejak Nageri Melayu Pattani dibawah pengaruh pemerintah Thailand maka terjadi Siamisasi atau Asimilasi budaya terhadap masyakat Melayu. Siamisasi bertujuan untuk memupus perbedaan buadaya antara kedua pihak, Siamisasi berbagai bidang antara lain politik, sosial budaya, media massa dan pendidik.

C.      Kerajaan-Kerajaan di Muangthai

a)        Kerajaan Sukhothai

(Bahasa Thailand: อาณ์าจ้�กรส�โขทั�ย) adalah salah satu kerajaan tertua di Thailand yang berpusat di

sekitar kota Sukhothai, berdiri sejak tahun 1238 sampai 1438. Bekas ibukota Kerajaan Sukhothai

lama berada sekitar 12 km dari kota Sukhothai modern, yaitu di Tambon Muang Kao. Saat ini yang

tertinggal di kota lama hanyalah puing-puing kota dan Taman Bersejarah Sukhothai.Kota Sukhothai sebelumnya merupakan bagian dari Kerajaan Khmer sampai dengan tahun

1238, yaitu pada saat dua pemimpin bangsa Thai, Pho Khun Pha Muang dan Pho Khun Bang Klang

Page 12: BAHAN TUGAS ASTENG

Hao, menyatakan kedaulatannya dan mendirikan kerajaan untuk bangsa Thai. Pho Khun Bang Klang Hao kemudian menjadi raja pertama Sukhothai, dan menamakan dirinya Pho Khun Si Indrathit (atau Intradit). Kejadian ini secara tradisi dianggap merupakan awal berdirinya negara Thai modern, meskipun terdapat beberapa kerajaan Thai yang tidak begitu terkenal, seperti Lanna, Phayao dan Chiang Saen, yang juga didirikan sekitar waktu yang sama.

Sukhothai berkembang dengan cara membentuk aliansi dengan kerajaan-kerajaan Thai lainnya, dimana kerajaan-kerajaan tersebut memeluk agama Buddha Theravadasebagai agama negara dengan bantuan dari para biksu dari Sri Lanka. Pemerintahan Intradit dilanjutkan oleh anaknya Pho Khun Ban Muang, yang pada tahun 1278 diikuti oleh saudaranya Pho Khun Ramkhamhaeng. Di bawah pemerintahannya, yang juga disebut dengan nama Raja Ramkhamhaeng Agung, Sukhothai menikmati masa keemasan sebagai puncak kemakmurannya. Ramkhamhaeng dianggap sebagai pencipta alfabet Thai (secara tradisional diperkirakan tahun 1283, dengan bukti kontroversial berupa batu Ramkhamhaeng, yaitu suatu batu berinskirpsi yang dianggap merupakan bukti tulisan Thai tertua).

Pada puncaknya kejayaan, Sukhothai diperkirakan terbentang meliputi Martaban (sekarang di Myanmar) sampai Luang Prabang (sekarang Laos), serta ke arah selatan di Semenanjung Malaysia sampai sejauh Nakhon Si Thammarat (Tambralinga). Dengan demikian pengaruhnya lebih luas daripada Thailand modern, meskipun tingkat kekuasaan yang diterapkan terhadap wilayah-wilayah tersebut berbeda-beda.

Setelah kematian Ramkhamhaeng, Sukhothai melemah dan berbagai kerajaan bawahannya mulai melepaskan diri. Sementara itu Kerajaan Ayutthaya yang merupakan saingannya semakin meningkat kekuasaannya. Pada akhirnya Raja Thammaracha II dari Sukhothai tahun 1378 terpaksa menyerahkan kekuasaannya, dan Sukhothai menjadi negara bawahan Ayutthaya. Sekitar tahun 1430, Raja Thammaracha IV memindahkan ibukota Sukhothai ke Phitsanulok, dan setelah kematiannya tahun 1438, status Sukhothai berubah hanya menjadi sekedar provinsi dari Ayutthaya.

Daftar Raja-Raja Sukhothai:1) Raja Pho Khun Sri Indraditya (1249- 1257);

2) Raja Pho Khun Ban Muang (1257 - 1277);

3) Raja Pho Khun Ramkhamhaeng (Ramkhamhaeng Agung) (1277 - 1298/1317) (disebut dengan nama Rammaraj pada catatan Kerajaan Ayutthaya);

4) Raja Pu Phraya Si Songklam: setelah meninggalnya Ramkhamheang, ia memerintah sementara atas nama Loethai yang sedang berada di China. Ia tidak bergelar Pho Khun (tidak dianggap raja);

5) Raja Pho Khun Loethai (1298 - 1347);

6) Raja Pho Khun Nguanamthom (1347);

7) Raja Phya Lithai, atau Thammaracha I (1347 - 1368/1374);

8) Raja Thammaracha II, atau Phya Leuthai (1368/1374 - 1399);

Page 13: BAHAN TUGAS ASTENG

9) Raja Thammaracha III, atau Phya Saileuthai (1399 - 1419); dan

10) Raja Thammaracha IV (1419 - 1438).

b) Kerajaan AyutthayaAbad ke-14 menjadi saksi pergeseran kekuatan yang signifikan di negeri Thai dengan

munculnya kerajaan-kerajaan baru yaitu Ayutthaya (Ayudha) di lembah Sungai Chao Phraya sebelah selatan Sukhothai dan Lan Sang yang sekarang dikenal sebagai Laos. Keduanya adalah proses konsolidasi yang menyatukan Muang yang telah lama ada. Lan Sang berkembang lebih dari 3 abad hingga terpecah belah sekitar 1700, sementara Ayutthaya akan berkembang menjadi kerajaan yang besar, kuat dan makmur yang dikenal sebagai Siam.

(Bahasa Thai: อาณ์าจ้�กรอย� ธยา ) merupakan kerajaan Bangsa Thai yang berdiri pada kurun

waktu 1351 sampai 1767 M. Nama kerajaan yang dipimpin oleh Sri Rama, tokoh dalam Ramayana. Pada tahun 1350 Raja Ramathibodi I (Uthong) mendirikan Ayyuthaya sebagai ibu kota kerajaannya dan mengalahkan dinasti Kerajaan Sukhothai, yaitu 640 km ke arah utara, pada tahun 1376.

Kerajaan Ayutthaya berkuasa selama lebih dari empat abad. Sejarahnya dapat dibagi menjadi beberapa fase atau subperiode. Periode dalam rentang waktu pendiriannya hingga abad ke-15 adalah konsolidasi dan ekspansi. Titik kulminasinya terletak pada pemerintahan Raja Trailok (bertahta 1448-1488), yang dianggap sukses menjalankan struktur pemerintahan dan masyarakat jangka panjang melalui kodifikasi sistem sakdina, sebuah hierarki peringkat baku terperinci yang secara teoritis mencakup setiap individu dalam kerajaan.

Periode ke dua yang berlangsung hingga pertengahan abad ke-16 ditandai dengan majunya perdagangan termasuk perdagangan yang mengusung kepentingan komersial barat setelah 1500 serta peperangan yang sering terjadi dengan negeri-negeri tetangga Ayutthaya. Fase ke tiga dimulai dari pendirian kembali kerajaan dibawah dinasti baru melewati masa perdagangan asing besar-besaran yang berpuncak pada pemerintahan Raja Narai (bertahta 1656-1688). Ketika Narai wafat, keluarganya dikudeta dan akhirnya muncul keluarga Kerajaan Ayutthaya yang mempertahankan tahta hingga serangan kedua Burma pada 1767. Serangan yang mengakhiri sejarah Thai pada fase ini.

Dalam perkembangannya, Ayyuthaya sangat aktif melakukan perdagangan dengan berbagai negara asing seperti Tiongkok, India, Jepang, Persia dan beberapa negara Eropa. Penguasa Ayyuthaya bahkan mengizinkan pedagang Portugis, Spanyol, Belanda, dan Perancis untuk mendirikan pemukiman di luar tembok kota Ayyuthaya. Raja Narai (1656-1688) bahkan memiliki hubungan yang sangat baik dengan Raja Louis XIV dari Perancis dan tercatat pernah mengirimkan dutanya ke Perancis.

Setelah melalui pertumpahan darah perebutan kekuasaan antar dinasti, Ayutthaya memasuki abad keemasannya pada perempat kedua abad ke-18. Di masa yang relatif damai tersebut, kesenian, kesusastraan dan pembelajaran berkembang. Perang yang terjadi kemudian ialah melawan bangsa luar. Ayyuthaya mulai berperang melawandinasti Nguyen (penguasa Vietnam Selatan) pada tahun 1715 untuk memperebutkan kekuasaan atas Kamboja.

Page 14: BAHAN TUGAS ASTENG

Meskipun demikian ancaman terbesar datang dari Birma dengan pemimpin Raja Alaungpaya yang baru berkuasa setelah menaklukkan wilayah-wilayah Suku Shan. Pada tahun 1765 wilayah Thai diserang oleh dua buah pasukan besar Birma, yang kemudian bersatu di Ayutthaya. Menghadapi kedua pasukan besar tersebut, satu-satunya perlawanan yang cukup berarti dilakukan oleh sebuah desa bernama Bang Rajan. Ayutthaya akhirnya menyerah dan dibumihanguskan pada tahun 1767 setelah pengepungan yang berlarut-larut. Berbagai kekayaan seni, perpustakaan-perpustakaan berisi kesusastraan, dan tempat-tempat penyimpanan dokumen sejarah Ayutthaya nyaris musnah; dan kota tersebut ditinggalkan dalam keadaan hancur.

Dalam keadaan negara yang tidak menentu, provinsi-provinsi melepaskan diri dan menjadi negara-negara independen di bawah pimpinan penguasa militer, biksu pemberontak, atau sisa-sisa keluarga kerajaan. Bangsa Thai dapat terselamatkan dari penaklukan Birma karena terjadinya serangan Tiongkok terhadap Birma serta adanya perlawanan dari seorang pemimpin militer bangsa Thai bernama Phraya Taksin, yang akhirnya mengembalikan kesatuan negara.

Daftar Raja-Raja Ayutthaya:

1) Rama Thibodi I (berkuasa 1351-1369);

2) Naresuan (berkuasa 1590-1605);

3) Narai (berkuasa 1656-1688); dan

4) Boromaracha V (berkuasa 1758-1767).

D.   Perkembangan Negara Muangthai Menjelang Kedatangan Bangsa Barat

a)        Faktor-Faktor Siam Tidak Dijajah Bangsa Barat

Siam atau Muangthai merupakan Negara di Asia Tenggara yang tidak dijajah Bangsa Barat dikarenakan negeri ini cenderung menjauhkan diri dari beberapa arus perubahan yang mengubah Siam. Alasan atau pendapat dari para ahli yang menyatakan Siam tidak dijajah bangsa barat karena beberapa faktor antara lain:

1) Faktor Geografis

Siam diabaikan Bangsa barat dikarenakan posisi yang terletak Siam terlampau jauh dari rute – rute perdagangan sebagaimana berkembang pada paruh ke dua abad 19.

Selain posisi atau letak, Siam sangat jauh dari jalur perdagangan yang menghubungkan India dengan Cina. Siam juga terletak di luar rute – rute maritim yang berpotongan di Singapura. Sementara itu bangkok terletak hampir 700 mil diluar pelayaran antara Singapura dan Hongkong. Hal ini berakibat kapal – kapal yang akan singgah didalam pelayaran kuno tidak meungkin singgah di Bangkok disebabkan letaknya yang sangat menjorok kedalam yang melintasi Teluk Siam. (Sudarmono, hlm 79).

2) Faktor Ekonomi

Page 15: BAHAN TUGAS ASTENG

Siam diabaikan Bangsa Barat sebagian disebabkan karena sumber-sumbernya yang terkenal hanya sedikit artinya bagi kekuasaan – kekuasaan Eropa sedang disibukkan ditempat lain maksudnya sumber daya alam sangat sedikit, hal ini yang mempengaruhi Bangsa Barat tidak ingin menjajah Siam, negeri ini sangat jauh dari jalur transportasi terutamanya di darat. Lalu Siam dilintasi oleh Silk Road ( jalur sutra ) yang hanya melintasi daerah pinggiran Siam. Sementara daerah-daerah yang terpencil dengan daerah inti dari lembah Sungai Menam bagian Selatan sangat tidak strategis dikarenakan wilayah itu berbentuk pegunungan. { Sudarmono, hlm 79}.

3) Faktor Politik

Siam bertindak sebagai penyanggah antara kepentingan – kepentingan yang berkonflik, terutama antara Inggris dan Prancis mengenai perebutan pengaruh di Asia Tenggara Daratan. Jadi sebagai suatu unit Politik Siam sebagian besar ditentukan oleh ekspansionisme Prancis dan Inggris yang bersaing. ( Sudarmono: 78). Selain itu Siam dijadikan “Buffer State” atau negara pemisah antara kolonialisme Inggris di Myanmar dan Malaya sedangkan Prancis di wilayah Indo China.

Meskipun Siam wilayahnya selalu dipotong oleh Inggris di Myanmar dan Malaya dan oleh prancis di Kampuchea, Laos dan Vietnam. Sementara itu faktor lainnya karena adanya kebijakan yang diterapkan oleh Rama 4 ( Mongkut dan Chula Langkorn } yang menerapkan sistem politik isolatif atau menutup diri dari bangsa asing yang berkisar antara tahun 1851- 1910, selain itu peran diplomasi sangat manjur dengan cara melakukan perjanjian dengan Bangsa Inggris dan Perancis yang bersengketa melalui Perjanjian Bowring antara Pemerintah Siam dengan Bangsa-Bangsa Asing dengan pemberian hak konsesi perdagangan dan hak ekstrateritorial. Dengan demikian Siam tidak terjajah oleh Bangsa Barat.

b)        Era Kedatangan Bangsa Barat di SiamPada sekitar awal abad 16 bangsa-bangsa Eropa banyak yang datang ke kawasan Asia

tenggara, ini disebabkan adanya beberapa hal yang memaksa mereka untuk keluar dari wilayahnya demi memenuhi kebutuhan negara. Di bawah ini adalah alasan yang memyebabkan Bangsa Eropa datang ke Asia Tenggara:

1) Portugis

Sebab-sebab kedatangan bangsa Portugis :

- Berlangsungnya Renaissance (tahun 1500-an) menimbulkan perubahan besar di Eropa. Renaissance dapat diartikan sebagai “ Lahir Kembali Kebudayaan Romawi dan Yunani “. Tetapi di dalam arti luas Renaissance dapat diartikan sebagai “lahirnya kembali jiwa dan semangat Eropa yang bebas”. Kebebasan mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Ada perubahan mental yang besar pengaruhnya bagi bangsa Eropa, yang menumbuhkan semangat kepeloporan, penjajahan, termasuk penjelajahan mencari daerah-daerah baru diluar Eropa.

- Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada waktu itu menghasilkan penemuan-penemuan baru yang mendorong mereka untuk melakukan semangat penjajahan diantaranya: menggunakan mesiu, peta bumi, kompas dan sarana pelayaran yang lebih baik sehingga mampu melakukan pelayaran keseluruh dunia.

Page 16: BAHAN TUGAS ASTENG

Pada masa Francisco De Almeida sebagai pemimpin kekuasaan Portugis, berhasil menguasai perdangangan perdagangan di Pantai Malabar. Tetapi ia menolak meluaskan ekspansinya ke Malaka. Setelah menguasai Selat Malaka De Almeida mengutus Duarte Fernandez pergi ke istana Ayutthaya dan diterima raja Jai-Jett’a untuk menjalin kerja sama perdagangan karena Selat Malaka telah dikuasai.

2) Inggris

Perhatian Inggris atas Asia Tenggara dimulai ketika pada tahun 1579 penjelajahan F. Drake singgah di Ternate. Maluku dalam perjalanan keliling dunianya. Ekspedisi lainnya dikirimkan pada akhir abad ke 16 tepatnya tahun 1612 yang mempunyai tujuan berdagang dan meluaskan wilayah ke Ayutthaya. Sementara itu Ayutthaya merupakan kerajaan yang kuat yang berambisi menguasai wilayah ke Semenanjung Malaya, tindakan seperti itu menimbulkan rasa tidak senang dari Bangsa Barat terutama Inggris. Sehingga mengakibatkan terjadi sengketa wilayah Ayutthaya dengan Inggris di semenanjung Malaya (Tanah Genting Kera).

3) Perancis

Bersamaan dengan tertanamnya pengaruh Belanda di kepulauan Nusantara saudagar Perancis mencoba membuka perdagangan dengan Asia Tenggara. Pada tahun 1603 maskapai dagang Hindia Timur didirikan di Paris. Namun Hindia Timur kemudian terhenti kegiatannya karena mendapat hadangan dari Belanda untuk berdagang di Asia Tenggara. Perdagangan Perancis kemudian diselenggarakan terbatas kepada perdagangan individual. Pada tahun 1662 sejumlan biarawan Perancis dikirim dan tiba di Ayutt’ia dengan niat masuk Vietnam, tetapi kemudian mereka tinggal di sana. Salah satu dari beberapa biarawan itu adalah Alexandre de Rhodes, dan laporannya mengenai kondisi Asia Tenggara juga membangkitkan harapan bagi pedagang Perancis dan perluasan kekuasaan politik Perancis, dan dalam tahun 1664 maskapai dagang Hindia Timur perancis dihidupkan kembali.

Pada waktu itu bangsa Belanda yang sudah memiliki penngaruh besar dalam perdagangan luar negeri dan posisi yang kuat, mereka mendapatkan kesiap siagaan mengunakan kekerasan jika mereka tidak memperoleh kesempatan berdagang, hal ini memaksa Raja Narai (1657-1688) untuk bekerja sama. Maskapai Hindia Timur milik Inggris, tidak mau campur tangan dengan masalah disana, berbeda dengan Perancis yang ingin membantu kalangan Minoritas membangkitkan minat pemerintah perancis dalam masalah Ayutt’ia, dan sebuah surat dikirimkan kepada raja Narai, untuk membina persahabatan dengan Ayuthia pengaruh Perancis tertanam berkat sikap persahabatan dari seorang yunani bernama Constan Phaulkon, yang menjadi penasihat perdagangan luar negeri Ayutt’ia. Pada tahun 1680 sebuah putusan dikirimkan dari Ayutt’ia ke Perancis. Pada tahun 1683 perwakilan perancis dibuka di Ayutt’ia (untuk perdagangan). Hubungan dagang Perancis dibuka di Ayutt’ia pada tahun 1685. akibatnya maskapai perdagangan hindia Timur milik Perancis memperoleh konsensi perdagangan yang besar dan diberi hak-hak untuk membentuk pasukan tetap, berkedudukan di pelabuhan Songkhla sebagai perisai untuk mempertahankan diri dari ancaman Belanda.

Selain itu juga Perancis ingin menyebarkan Agama Khatolik. Kekuatan Perancis inilah yang menimbulkan amarah dan kekhawatiran keluarga Bangsa Thai yang berakibat pengusiran paksa

Page 17: BAHAN TUGAS ASTENG

orang barat dari Ayutt’ia pada tahun 1688, sejak saat itu pula Ayutt’ia menutup diri terhadap kedatangan orang-orang barat, karena dipandang merendahkan martabat Bangsa Ayutt’ia dan baru orang-orang eropa diterima baik di Ayutt’ia yang dipimpin oleh Rama IV atau Mongkut pada tahun 1851.

c)         Datangnya  Pengaruh  Inggris  dan  Perancis di Asia Tenggara Daratan Mengenai Masalah 

Siam

Masa awal datangnya pengaruh barat di Siam terjadi pada kekuasaan Nang Klao yang bergelar Rama

III dengan intervensi Inggris yang mengirim utusannya ke Bangkok ketika Perang Inggris-Myanmar

sedang berkobar , Kapten Burney pergi ke Bangkok dengan kekuasaan untuk menyerahkan

Tenasserim jika Siam memberi dukungan kepada Inggris. Siam bereaksi cepat dengan membuka

diskusi dengan Burney akhirnya kedua belah pihak mencapai persetujuan sebagai balasan terhadap

pengakuan Inggris akan posisi Siam di Negeri-negeri Melayu Siam mengizinkan para pedagang

Inggris mengadakan pertukaran dalam perdagangan. Dalam hal inilah latar belakang masuknya

pengaruh Barat terutama Inggris. Penggabungan provinsi-provinsi Tenasserim oleh pihak Inggris

menutup jalan utama yang sebelumnya digunakan oleh tentara myanmar untuk menyerang ibu kota

siam, dan memperkecil resiko keamanan siam di perbatasan barat. Kesimpulan dari perjanjian

mendorong Chao Anou penguasa lao dari Vientiane untuk percaya bahwa penguasa di Bangkok

adalah lemah dan terancam oleh Inggris dan pada akhir 1826 ia melancarkan serangan besar-

besaran terhadap Siam.

Pengaruh barat terasa tenang dan selektif di Bangkok dalam periode itu tahun 1850 jarang terdapat beberapa orang pedagang asing, kelangsungan hidup siam dalam periode itu merupakan hasil persaingan Inggris dan Prancis. Masing-masing pihak tidak menginginkan adanya perbatasan yang berdekatan satu dengan lainnya atau membiarkan pihak lain untuk memperoleh keuntungan. Siam sebagai titik penyangga untuk membuat keseimbangan antara kedua kekuatan itu, hal ini membuat tidak pastinya pemerintah siam di semenanjung malaya di vasal-vasal yang berbatasan dengan kampucea.

Campur tangan Perancis menganggap usaha-usaha siam untuk meningkatkan kekuasaan atas daerah vasal yang jauh letaknya yang ditimbulkan oleh orang Ho di Laos sebagai suatu imperialisme baru. Perancis mengirim dan menempatkan wakil-wakilnya sehingga merangsang insiden yang disebut sebegai casus belli. Mongkut yang merupakan pewaris tahta ketika Rama III meninggal dunia. Pemerintahan selanjutnya dipegang oleh Mongkut, lalu kebijakan Mongkut yaitu membuka politik isolatif yang dilakukan pendahulunya yaitu Rama III. Mongkut waktu tahun 1855 membuat perjanjian persahabatan dengan Bangsa Eropa terutama Inggris melalui “Perundingan Bowring” yang ditandatangani pada 18 April 1885 yang ditandatangani oleh Pemerintah Siam dan Bangsa-bangsa asing. Di bawah syarat-syarat perjanjian tersebut Siam bersedia memberikan hak ekstrateritorial, menyetujui penghapusan komoditas perusahaan maupun yang diborongkan atau

Page 18: BAHAN TUGAS ASTENG

monopoli perdagangan dan cukai-cukai transit dan penetapan menurut nilai tarif tiga persen terhadap barang-barang impor dan lima persen terhadap barang-barang ekspor.

Sementara itu konsesi utama yang lain adalah penegakan sistem ekstrateritorial bagi warga Inggris. Perjanjian ini menetapkan bahwa seorang konsul Inggris akan bertempat tinggal di Bangkok dan melaksanakan jurisdiksi kriminil dan sipil atas semua warga Inggris di Muangthai. Pentingnya perjanjian ini adalah pemasukan komoditi baru ke Muangthai yang memberikan modernisasi sedikit modernisasi yang memperkerjakan orang-orang Eropa untuk mengatur pelayanan pemerintahan.

Sepeninggal Mongkut yang bergelar Rama IV lalu diangkatlah Chulalangkorn yang baru berusia 16 tahun menjadi Rama V. Karena ia masih kecil pemerintahannya berada dibawah perwalian sampai tahun 1873 dan mendapat kesempatan mempelajari cara-cara pemerintahan setempat di Jawa dan India , perjalanan keliling ini memberikan kesan mendalam pada pikirannya. Ia menyadari dengan kuat bahwa bila negerinya mau merdeka harus mau tak mau menjadikan negeri teratur sesuai dengan keberhasilan bangsa-bangsa Eropa. Beberapa kebijakan Chulalangkorn mengirimkan anak- anaknya kesekolah yang ia bangun di istana dengan mata pelajaran Eropa dan melahirkan orang-orang yang berkepandaian penting seperti Pangeran Devawongse,Menlu Muangthai pertama dan Pangeran Damrong, Menteri Dalam Negeri yang memperkenalkan efisiensi Barat ke dalam kantornya dan merubah seluruh sistem pemerintahan.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Sudharmono bahwa pada tahun 1885 Chulalangkorn mengadakan reorganisasi pada pemerintahannya di kementerian-kementerian yang disusun berdasarkan macam-macam fungsinya. Diantara perubahan-perubahan yang paling penting dalam reorganisasi ialah perluasan kekuasaan pusat atas provinsi-provinsi dan daerah vasal yang jauh letaknya, Siam mengelompokkan provinsi-provinsinya ke dalam Monthon (lingkaran) yang diperintah oleh saudara-saudara Raja (Sudharmono:95).

Raja Chulalangkorn memerintah tahun 1868-1910 yang menggantikan posisi ayahnya yaitu Mongkut dengan dibantu Chaophraya Sri Suriyawong (Chuang Bunnag) sebagai walinya. Tahun 1873 Chulalangkorn melakukan perubahan yang mendasar yaitu mengumumkan penghapusan perbudakan, mengubah sistem pengadilan dan keuangan dan membentuk dewan negara dan dewan pribadi untuk menasehatinya.

Dalam rangka untuk mengimbangi kemajuan bangsa Barat maupun Jepang, Thailand melancarkan modernisasi di segala bidang, terutama politik dan militer. Tindakan yang pertama yaitu menghapus nama Siam (1939) yang biasa digunakan banyak negara untuk menyebut Thailand atau Muangthai. Adapun alasan penggantian nama tersebut karena Siam diartikan sebagai bangsa budak, sedangkan Muangthai berarti negerinya orang-orang bebas. Proses modernisasi Thailand dimulai oleh raja Mongkut dan sekaligus sebagai perintis pelaksanaan pendidikan Barat. Mongkut inilah yang dikenal sebagai peletak dasar atau perintis modernisasi Muangthai. Upaya modernisasi pemerintahan (politik), keuangan dan pendidikan mengandung unsur strategis yang lebih luas bertujuan melestarikan kemerdekaan dan persatuan Thailand dengan memperkuat kemampuan negeri itu untuk menanggulangi segala kemungkinan yang dapat terjadi dari perkembangan baru di wilayah yang berdekatan.

Page 19: BAHAN TUGAS ASTENG