Corak Dan Kecenderungan Penafsiran Al-qur’An

download Corak Dan Kecenderungan Penafsiran Al-qur’An

of 29

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    32
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Corak Dan Kecenderungan Penafsiran Al-qur’An

CORAK DAN KECENDERUNGAN PENAFSIRAN AL-QURAN

CORAK DAN KECENDERUNGAN PENAFSIRAN AL-QURAN

KELOMPOK 7:EDY PRAYETNOANWAR ZUHRISHINTA INDAR S.VIVI DWI A.TOYBAHTUL MARAH

Tafsir bi al-MatsurAdalah corak tafsir Al-Quran yang dalam operasional penafsirannya mengutip dari ayat-ayat Al-Quran sendiri dan apa-apa yang dikutip dari hadist nabi

Sejarah Munculnya Tafsir FiqhTafsir Fiqh ini muncul bersamaan dengan munculnya al-tafsir bi al-matsur ,karena dalam membina masyarakat Islam di Madinah,Nabi banyak ditanya oleh para sahabat tentang hal-hal yang berhubungan dengan hukum.Jawaban-jawaban Nabi tersebut kemudian disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya hingga era pengkondifikasian pada abad ke-2 H.Kemudian muncullah aliran-aliran yang berbeda dikalangan umat Islam dalam bidang Fiqh.

Perkembangan Tafsir Al-Fiqh Para Ulama pengikut aliran tertentu menafsirkan ayat-ayat hukum sesuai dengan teori yang berlaku dalam alirannya disertai fanatisme terhadap alirannya. Tidak sedikit yang memaksakan diri untuk memaksakan diri untuk menafsirkan Al-Quran mengikuti paham aliran yang dianutnya. Penafsiran mereka menjadi lebih cenderung membenarkan aliran yang dianut dan mencocok-cocokannya dengan AL-Quran. Kemudian muncul dikalangan ahli sunnah bermacam-macam tafsir fiqh yang cenderung kepada aliran fiqh mereka.

Macam-macam Kitab Tafsir Fiqh Menurut Aliran-Aliran Mutazilah = al-kasyaf karya al-ZamakhsyariyHanafiyah = Ruh al-Maaniy karya al-Alusiy Malikiyyah = al-Jamili Ahkam Al-Quran karya al-Qurtubiy Salafiyah = al-Fakhr al-Raziy

Kitab-kitab Tafsir Beraliran Fiqh Ahkam Al-Quran karya al-Jashshash (w.370 H.) Ahkam Al-Quran karya Ibn al-Arabiy (w.543 H) Al-Jamili Ahkam Al-Quran karya al-Qurtubiy (w.671 H)

2. TAFSIR TASAWUF (al-Tafsir al-Shufiy)Pengertian: adalah corak penafsiran Al-Quran beraliran Tasawuf Corak tafsir Shuffy dibagi menjadi 2 : Tafsir al-shufiy al-nazhariyTafsir al-shufiy al-amaliy/al-faidhiy/al-isyariy

A.) al-Tafsir al-Shufiy al-Nazhariy (teoritis) Pengertian : adalah tafsir yang disusun oleh ulama yang dalam penafsirannya berpegang pada teori-teori tasawuf yang dianut.

Karakteristik Al-Tafsir Al-Shufiy Al-Nazhariy Literal Al-Quran bukanlah pengertian yang dikehendaki,melainkan pengertian batin. Menggunakan takwil untuk menyesuaikan pengertian Al-Quran dengan teori yang dianut Sering memaksakan diri dalam memahami Al-Quran dengan penjelasan yang menyimpang dari makna lahir ayat.(menurut al-Farmawi)

Contoh Penafsiran Al-Tafsir Al-Shufiy Al-Nazhariy Surat al-Fajr ayat 29 dan 30:

Masuklah engkau (nafsu muthmainnah)ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,dan masuklah ke dalam surga-Ku Penafsiran:Yang dimaksud surga dalam ayat tersebut adalah diri sendiri,karna dengan memasuki diri sendiri dan mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhan.(Ibn al-Arabiy)

B.) al-Tafsir al-Shufiy al-Isyariy (Praktis)Pengertian : adalah tafsir yng berusaha menakwilkan ayat-ayat Al-Quran berdasarkan isyarat-isyarat (simbol-simbol)tersembunyi,yang menurut para sufi hanya diketahui ketika mereka melakukan suluk.

Karakteristik al-Tafsir al-Shufiy al-Isyariy (Praktis) Corak tafsir mengacu kepada amalan praktisBerpendapat bahwa ayat-ayat Al-Quran memiliki dua pengertian: Pengertian tekstual (tersurat)=dapat ditangkap manusia ketika menafsirkan ayat. Pengertian non-tekstual (tersirat)=Rumit,hanya diketahui orang tertentu melalui latihan rohani.

Contoh Penafsiran al-Tafsir al-Shufiy al-Isyariy )Surat An-Nisa:36)Artinya:Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh , dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Yang di tafsirkan bahwa makna batin dari ayat tersebut adalah: adalah hati adalah tabiat adalah akal yang mengikuti syariat adalah anggota-anggota badan yang taat kepada Allah

Perbandingan atau perbedaan diantara kedua tafsir shufiy Perbandingan pertama:Al-Tafsir al-shufiy al-nazhariy disusun berdasar pokok pikiran tasawuf filosofis yang mereka anut,setelah itu didatangkan ayat-ayat Al-Quran yang menopang pendapat merekaAl-Tafsir al-shufiy al-isyary disusun atas dasar keruhanian yang ditetapkan oleh mufasir terhadap dirinya,sehingga ia dapat mencapai drajat tertinggi,memungkinkan menerima isyarat suci dari illahi tentang makna suatu ayat. Perbandingan kedua:Mufasir dalam tasawuf nazhariy beranggapan penafsiran batiniah suatu ayat merupakan makna segala-galanya yang mencakup suatu ayat.Mufasir dalam tasawuf isyary beranggapan penafsiran mereka bukanlah satu-satunya yang mencakup keseluruhan apa yang dimaksud oleh suatu ayat.

Tafsir ini banyak terdapat kesalahan atau penyimpangan,namun bisa diterima jika memenuhi syarat: Tidak bertentangan dengan zhahir ayatPenafsiran dikuatkan oleh dalil syara yang lainPenafsiran tidak bertentangan dengan dalil syara dan akalMufasirnya tidak menganggap bahwa penafsirannya itu merupakan satu-satunya penafsiran yang benar,tapi harus mengakui terlebih dahulu zhahir ayat.

Kitab-kitab yang bercorak shufiy: Tafsir Al-Quran al-Azhim karya Abdullah al-Tusturiy (w.283H) Haqaiq al-Tafsir karya al-Alamah al-Sulamiy (w.412H) Arais al-Bayan fi Haqaiq Al-Quran karya Imam al-Syiraizy (w.606H)

3. TAFSIR FILSAFAT (al-Tafsir al-Falsafiy)Pengertian: adalah tafsir Al-Quran yang beraliran filsafat,yang pada umumnya difokuskan pada bidang filsafat dan menyesuaikan paham filsafat melalui petunjuk yang berupa rumus-rumus.

Contoh Penafsiran Dengan Penafsiran FilsafatPenafsiranal-awaliyahdanal-Akhirahdalam surah al-Hadid: 3 Artinya:Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segalasesuatu.Penafsiran:Bahwa alam itu pertama (awwal) dari segala sesuatu yang diciptakan atau yang bersumber dari Tuhan,yakni segala yang ada selain dari-Nya.

4. TAFSIR ILMU PENGETAHUAN (al-Tafsir al-Ilmiy) Pengertian: Menafsirkan ayat-ayat Al-Quran berdasarkan pendekatan ilmiah atau menggali kandungan Al-Quran berdasarkan teori-teori ilmu pengetahuan.

Contoh Penafsiran Dengan Tafsir Ilmu PengetahuanPenafsiran yang keliru dari surat Ar-Rahman ayat 33: Yang artinya:Wahai sekalian jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (QS. 55:33) Mereka menduga bahwa ayat di atas mengisyaratkan kemungkinan para ilmuan mendarat dibulan dan planet-planet lain,sedangkan konteks ayat sebelum dan sesudahnya tidak memungkinkan ayat itu diberi pengertian demikian,sebab ayat sebelumnya(ayat ke-31) : Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu wahai manusia dan jin. (QS. 55:31) Dan ayat sesudahnya(ayat ke-35): Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya). (QS. 55:35) Kedua ayat tersebut sebenarnya berbicara masalah hari kiamat demikian pula ayat-ayat sesudahnya.Oleh karena itu,penafsiran tersebut jelas menyimpang dan terkesan dipaksakan.

5. TAFSIR AL-ADABIY AL-IJTIMAIY Pengertian : Tafsir yang berorientasi dari sastra budaya dan kemasyarakatan. Ciri khusus yang dimiliki adalah relevansi(hubungan/kaitan) antara tafsir dengan masyarakat dan pembangunan manusia.Disebut sebagai tafsir modern karena memiliki tingkat relevansi yang tinggi dengan realita perkembangan kehidupan manusia dalam berbagai aspeknya.

Prinsip Pokok Tafsir al-Adabiy al-Ijtimaiy1. Setiap surat dalam Al-Quran dianggap sebagai suatu kesatuan ayat yang serasi.Contoh:penafsiran surat al-Fajar ayat 1 dan2Demi fajar, dan malam yang sepuluhDitafsirkan secara sejalan relevansi: =fajar awal tahun hijriah =10 zulhijjahPadahal arti tersebut tidak bisa sejalan,karena tidak bisa dibarengi dengan sifat tertentu,sehingga harus dipahami secara umum,yaitu menunjuk kepada semua waktu tempat siang. =menjelma ditengah-tengah kegelapan,cahaya yang kemudian mengusik kegelapan =malam-malam berikutnya dengan kegelapan yang mengusik. Maka bisa di ambil kesimpulan bahwa arti yang sebenarnya yakni fajar mengusik kegelapan yang sudah ada.Fajar bertolak dari kegelapan,mengusik kegelapan sehingga kegelapan menjadi rata.

2. Ayat-ayat Al-Quran bersifat umumPrinsip ini didasarkan atas makna umum lafadzh tidak didasarkan atas kekhususan sebab nuzul.Seperti penafsiran ayat17 dari surat Al-Layl: 17 . Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, Terjemah yang bersifat umum:=setiap orang yang berbuat dosa dan kemudian bertaubat menyesali dosa-dosanya.(Muhammad Abduh) Terjemah sebenarnya yang didasarkan dari sebab nuzul:= Abu Bakar al-Shiddiq

3. Al-Quran sebagai sumber akidah dan hukumQuran surat an-Nisa ayat 43 ............[:43]............ jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat buang air (hadats kecil) atau kamu telah bercampur dengan istri (hadats besar) , kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik(suci).....(An-nisa ayat:43) Menurut Muhammad Abduh bagi seorang musafir dan orang yang sakit diperbolehkan tayamum meskipun ada air karena kalimat menjadi syarat bagi orang yang berhadas besar maupun berhadas kecil yang tidak menemukan air,sedangkan bagi yang sakit tidak disyaratkan ketiadaan air tersebut.

4. Penggunaan akal secara luas dalam memahami ayat-ayat Al-Quran Dan (ingatlah)tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.(Al-Baqarah :30) Penafsiran:Rencana Allah menciptakan khalifah di bumi,dii