Fantom Asuhan Persalinan Normal

Click here to load reader

  • date post

    04-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    33
  • download

    7

Embed Size (px)

description

hyyhy

Transcript of Fantom Asuhan Persalinan Normal

  • ASUHAN PERSALINAN NORMAL

    Pembimbing : Dr.dr.H.Ferry Yusrizal, SpOG K, M.Kes

    * Oleh : Khairunnissa, S.KedTasya Beby Tiara, S.KedM. Adriansyah, S.KedHustinoprianrest, S.KedTetha Deliana Putri, S.KedTri Hasnita, S.KedAgus Salim, S.KedPhantom

  • DefinisiAsuhan Persalinan Normal (APN) asuhan dalam persalinan yang mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal sehingga prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang optimal. *

  • Persalinan normal terjadinya kelahiran bayi aterm dengan proses pervaginam alami tanpa komplikasi.

    *

  • LANGKAH-LANGKAH APN Terdiri dari 10 langkah besar. Dipecah rinci menjadi 58 langkah.*

  • Persalinan adalah proses di mana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari rahim ibu

    Persalinan dimulai (inpartu) pada saat uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan pada serviks (membuka dan menipis). *

  • Identifikasi Persalinan*

    Kontraksi Persalinan SEJATIKontraksi Persalinan PALSUKontraksi terjadi dengan interval yang teraturInterval secara bertahap memendekIntensitas secara bertahap meningkatNyeri di punggung dan abdomenServiks membukaNyeri tidak hilang dengan sedasiKontraksi terjadi dengan interval yang tidak teraturInterval tetap lamaIntensitas tidak berubahNyeri terutama di perut bawahServiks belum membukaNyeri biasanya mereda dengan sedasi

  • Tanda dan gejala inpartu:Penipisan dan pembukaan serviks

    Kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan pada serviks (frekuensi minimal 2 kali dalam 10 menit)

    Keluarnya lendir bercampur darah (show) melalui vagina*

  • Anamnesis:Identitas pasienGravidaHPHTAlergi obat-obatanRiwayat kehamilan sekarangRiwayat kehamilan sebelumnyaRiwayat medis lainnyaMasalah medis saat ini*

  • Pemeriksaan fisik:Pemeriksaan abdomen:Menentukan TFUMemantau kontraksi uterusMemantau DJJMenentukan presentasiMenentukan penurunan janin

    Pemeriksaan dalam*

  • Memantau persalinan dengan partograf:DJJ stiap 30menitFrekuensi dan lamanya kontraksi setiap 30menitNadi setiap 30menitPembukaan serviks setiap 4jamPenurunan janin setiap 4jamTekanan darah dan suhu setiap 4jamProduksi urin, aseton, dan protein setiap 2-4jam*

  • Jalannya PersalinanKala 1 / Kala PembukaanDimulai dari his persalinan pertama sampai pembukaan lengkapPrimigravida 12 jamMultigravida 7 jamKala 2 / Kala PengeluaranDimulai dari pembukaan lengkap hingga lahirnya bayiPrimigravida 50 menitMultigravida 20 menit*

  • Jalannya PersalinanKala 3 / Kala Uri Dimulai dari lahirnya bayi hingga lahirnya plasentaKala Uri 8 menitLepas Plasenta 2 3 menitKala 4 / Masa Nifas Masa 1 jam atau lebih setelah lahirnya plasenta*

  • Kala IKala satu persalinan di mulai sejak terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan serviks hingga mencapai pembukaan lengkap (10 cm). Persalinan kala satu di bagi menjadi dua fase, yaitu fase laten dan fase aktif.*

  • *

  • *

  • Persiapan Kala IFase LatenNulipara < 20 jamMultigravida < 14 jamFase AktifNulipara pembukaan 1,2 cm/jamMultigravida pembukaan 1,5 cm/jam

    *

  • Fase laten persalinanDimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks secara bertahap

    Pembukaan serviks kurang dari 4 cm

    *

  • Fase aktif persalinanFrekuensi dan lama kontraksi uterus umumnya meningkat (kontraksi dianggap adekuat/memadai jika terjadi 3x dalam waktu 10 menit dan berlangsung selama 40 detik)Serviks membuka dari 4cm ke 10cm, biasanya dengan kecepatan 1cm/jam hingga pembukaan lengkapTerjadi penurunan bagian terbawah janin*

  • Kala IIDimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi*

  • I. MENGENALI GEJALA DAN TANDA KALA DUA.1. Mendengar dan melihat adanya tanda kala dua : Do - ran (dorongan untuk meneran) Tek nus (tekanan pada anus) Per jol (perineum menonjol) Vul ka (vulva membuka)*

  • *

  • II. MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN.2. Siapkan alat seperti partus set, wadah DTT, spuit dlm tempat instrumen, persiapan ibu dan bayi. Buka ampul oxytocin.3. Pakai pelindung diri lengkap.4. Mencuci tangan sesuai standart, keringkan.5. Masukkan oxytocin dlm tabung suntik, pakai kedua sarung tangan.*

  • III. PASTIKAN PEMBUKAANLENGKAP DAN KEADAAN JANIN BAIK7.Bersihkan vulva8.Lakukan periksa dalam pecah ketuban9.Dekontaminasi sarung tangan dengan larutan klorin lepaskan10.Periksa DJJ*

  • IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA11. Mempersiapkan ibu 12. Beritahu keluarga untuk membantu13. Bila his ada pimpin ibu untuk mengedan dan berikan pujian kepada ibu bahwa ibu bisa melahirkan dengan normal. 14. Jika his tidak ada anjurkan ibu untuk istirahat beri minum, dan dengarkan Djj. *

  • V. PERSIAPAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI Letakkan handuk diatas perut ibu Letakkan alas bokong Buka tutup partus set Pakai sarung tangan DTT pada kedua tangan*

  • VI. PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYILAHIRNYA KEPALASetelah kepala tampak 5-6 cm, lindungi perineum dan tahan kepala bayiKepala lahir periksa lilitan tali pusatTunggu kepala mengadakan putaran paksi luar*

  • (Lanjutan.....)LAHIRNYA BAHU22. Pegang kepala secara biparietal, arahkan kebawah untuk melahirkan bahu depan, arahkan keatas untuk melahirkan bahu belakang.LAHIRNYA BADAN DAN TUNGKAI23. Sanggah dan susur24. Lanjutkan sanggah dan susur sampai mata kaki.*

  • VII. PENANGANAN BAYI BARU LAHIR Nilai bayi Keringkan tubuh bayi kecuali tali pusat, ganti handuk dengan selimut.27. Periksa tinggi fundus uteri28. Beritahu ibu akan disuntik29. Suntikkan oxytosin30. Klem tali pusat31. Potong dan ikat tali pusat32. Letakkan bayi agar terjadi kontak kulit dg kulit33. Selimuti ibu dan bayi

    *

  • VIII. PENATALAKSANAAN AKTIF KALA III34. Pindahkan klem 5-10 cm dari vulva35. Letakkan satu tangan diatas perut ibu36. Tangan kanan menegangkan tali pusat, tangan kiri berada diatas sympisis mendorong uterus kearah dorso kranial*

  • Keuntungan manajemen aktif kala 3Kala 3 persalinan yang lebih singkatMengurangi jumlah kehilangan darahMengurangi kejadian retensio plasenta*

  • (Lanjutan....)MENGELUARKAN PLASENTA37. Bila plasenta telah lepas, minta ibu bantu meneran38. Saat lahir diintroitus vagina, lahirkan plasenta dengan kedua tanganRANGSANGAN TAKTIL39. Bila plasenta telah lahir, segera lakukan masase pada fundus uteri*

  • IX. MENILAI PERDARAHAN40. Periksa kedua sisi plasenta41. Evaluasi kemungkinan laserasi perineum*

  • X. PROSEDUR PASKA PERSALINAN42. Pastikan uterus kontraksi dg baik.43. Biarkan bayi melakukan kontak kulit dengan kulit minimal 1 jam.44. Setelah menyusu beri vit.K1 1 mg paha kiri, salep mata, timbang dan periksa.45. Setelah 1 jam pemberian vit.K1, beri imunisasi hepatitis B paha kanan.*

  • EVALUASI46. Pantau kontraksi47. Ajari ibu / keluarga melakukan masase.48. Periksa nadi ibu.49. Periksa bayi suhu dan pernafasan, pastikan dlm keadaan baik.50. Evaluasi dan estimasi jumlah perdarahan*

  • KEBERSIHAN DAN KEAMANAN51. Masukkan semua peralatan bekas pakai dalam klorin52. Buang bahan terkontaminasi53. Bersihkan ibu.54. Pastikan ibu nyaman.55. Dekontaminasi tempat persalinan.56. Celupkan sarung tangan dalam larutan klorin.57. Cuci kedua tangan.58. Lengkapi partograf, periksa tanda vital dan asuhan kala IV.*

  • 2 jam pascapersalinan:Pantau TD, nadi, TFU, kandung kemih dan perdarahan setiap 15 menit dalam 1jam pertama dan setiap 30 menit dalam satu jam kedua kala 4Pemijatan uterus untuk memastikan uterus menjadi keras setiap 15 menit dalam 1jam pertama dan setiap 30 menit dalam 1jam kedua*

  • Ukur suhu ibu setiap jam selama 2jam pertama pascapersalinanNilai perdarahan. Periksa perineum dan vagina setiap 15menit dalam 1jam pertama dan setiap 30menit pada 1jam keduaAjarkan ibu dan keluarga menilai tonus dan perdarahan uterus juga melakukan pemijatan jika uterus menjadi lembekBantu ibu membersihkan diriLengkapi dengan asuhan esensial bagi bayi baru lahir*

  • *

    **