Formula Lipstick

Click here to load reader

  • date post

    07-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    432
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Formula Lipstick

KOSMETOLOGI KLP IVOLEH : Zulfaisah Rustam Aziza Hasnaeni Nurjayanti Susi Susantri

LIPSTIcK

PENDAHULUANLipstick yang baik harus memiliki tiksotropi maksimum dan minimum yang pasti, harus cukup lembut sehingga hasilnya halus meskipun dengan tekanan minimum. Lipstick harus dapat tahan lama karena wanita tidak menyukai memakai lipstick tiap 2 atau 3 jam. Kemampuan bertahannya paling sedikit 4 jam, dan lebih disukai 5 atau 6 jam. Lapisan yang digunakan, tidak ada bahan yang tipis, menjadi tidak dapat ditembus air, pengikisan ringan ditemui selama makan, minum, atau merokok.

Komposisi lipstick dalam pemakaiannya seharusnya hanya untuk mewarnai bagian dari bibir sehingga tidak belepotan di sekeliling bibir. Harus cepat dan mudah dipakai, wanita tidak ingin menghabiskan 20 menit untuk memakai lipsticknya; dan akhirnya pemakaian pengharum harus dipertimbangkan. Pengharum yang sesuai untuk lipstick bukanlah parfum tetapi pengaroma.

Umumnya parfum dapat menghasilkan lipstick dengan rasa yang tidak menyenangkan, dan karena produk ini dalam banyak kasus digunakan hanya pada bibir, dan karena konsumen kadang-kadang menjilat bibirnya sehingga merasakan lipstick tadi, pengaroma lebih baik digunakan daripada parfum. Pengaroma biasanya 1 atau 2 tipe, strawberry dan raspberry. Yang terakhir ditemukan paling banyak frekuensinya. Warna dalam lipstick dihasilkan dengan penggunaan lake yang tidak larut atau pewarna dari grup eosin yang larut minyak atau keduanya.

Daftar di bawah ini terdiri dari sebagian besar pewarna yang digunakan dalam pembuatan lipstick : RED : D and C Red No. 1 D and C Red No. 7 D and C Red No. 7 Ca Lake D and C Red No. 8 D and C Red No. 8 Na Lake D and C Red No. 9 D and C Red No. 9 Ba Lake D and C Red No.10 Na Lake D and C Red No.11 Ca Lake D and C Red No.12

D and C Red No. 12 D and C Red No. 13 D and C Red No. 13 D and C Red No. 17 D and C Red No. 19 D and C Red No. 19 D and C Red No. 22 D and C Red No. 31 D and C Red No. 34 D and C Red No. 35 D and C Red No. 35 D and C Red No. 36 D and C Red No. 37

Ba Lake Sr Lake

Al Lake Ca Lake Ca Lake Ba Sulfate Lake Ba Sulfate Lake

Daftar ini terdiri dari beragam warna yang membolehkan ahli kimia untuk memformulasii beberapa keinginan berbeda. Dapat ditetapkan bahwa daftar ini dapat dipakai untuk memformulasi pemerah pipi, dengan warna yang sama diinginkan dalam produk ini seperti lipstick. Asam bromo digunakan untuk memproduksi lipstick yang agak sulit dihapus pada lapisan yang digunakan. Dari 1 - 5 % dari pewarna digunakan dalam lipstick; tetapi biasanya 2 atau 3 % adalah cukup

ORANGE : D and C Orange No. 3 Ba Lake D and C Orange No. 4 Ba Lake D and C Orange No. 15 Ca Lake D and C Orange No. 17 Ba Sulfate Lake YELLOW : D and C Yellow No. 5 Ba Lake D and C Yellow N0. 11 BROMO : D and C Orange No. 5 D and C Red No. 21 D and C Red No. 24

SYARAT LIPSTICK YANG BAIKSYARAT LIPSTIK YANG BAIK MELIPUTI: MEMILIKI TIKSOTROPI MAKSIMUM DAN MINIMUM YANG PASTI HARUS CUKUP LEMBUT SEHINGGA HASILNYA HALUS MESKIPUN DENGAN TEKANAN MINIMUM HARUS DAPAT TAHAN LAMA DALAM PEMAKAIANNYA HARUS CEPAT DAN MUDAH DIPAKAI HANYA MEWARNAI BAGIAN YANG DIINGINKAN SEHINGGA BAGIAN DI SEKITAR BIBIR TIDAK BELEPOTAN MENGGUNAKAN PENGAROMA

ASAM BROMO DIGUNAKAN DALAM LIPSTIK DENGAN KONSENTRASI 1-5%, KONSENTRASI YANG PALING BAIK 2-3%. DIBAGI 2 YAITU DIBROMO FLUORESCEIN (warna merah kekuningan) DAN TETRABROMO FLUORESCEIN (warna keunguan). FORMULASI LIPSTIK DENGAN ASAM BROMO MENGHASILKAN LIPSTIK YANG BERTAHAN LAMA DALAM PEMAKAIANNYA. PRODUK TERBAIK AKAN DIHASILKAN DARI PENGGUNAAN KOMBINASI ASAM BROMO DAN PEWARNA LAKE DIBANDINGKAN ASAM BROMO TUNGGAL; ASAM BROMO DILARUTKAN DALAM PELARUT YANG COCOK SEDANGKAN PEWARNA LAKE DIDISPERSIKAN DALAM MINYAK.

HAL YANG PENTING DIKETAHUI OLEH SEORANG FORMULATOR ADALAH : MASALAH UTAMA DALAM FORMULASI LIPSTIK ADALAH MENEMUKAN PELARUT ASAM BROMO YANG SESUAI MENGETAHUI AKSI DARI TIAP BAHAN MENTAH YANG DIGUNAKAN MENGETAHUI SECARA TEPAT PENGARUH PENAMBAHAN SETIAP BAHAN PADA SEDIAAN LIPSTIK MENYUSUN FORMULA YANG TEPAT SESUAI KEINGINAN INDIVIDUAL . MINYAK JARAK ADALAH SATU DARI BAHAN YANG PALING UMUM DIGUNAKAN DALAM SEDIAAN LIPSTIK. KELEBIHANNYA MENGHASILKAN VISKOSITAS YANG BAIK UNTUK DICETAK PADA LIPSTIK BENTUK BATANG.

EMOLLIENT YANG BIASA DIGUNAKAN DALAM LIPSTIK : LANOLIN, LECITHIN, CETIL ALKOHOL, SPERMACETI, GLISERIL MONOSTEARAT, COCOA BUTTER, BERBAGAI MACAM LILIN. BAHAN PENGERAS DALAM LIPSTIK: CERESIN DAN OZOKERITE MENUNJUKKAN PENGERASAN YANG PALING BAIK. CERESIN ADALAH CAMPURAN DARI OZOKERITE DAN PARAFFIN.

PENGAROMA DALAM LIPSTIK : RASPBERRY, STRAWBERRY, VANILIN, ORANGE, BLOSSOM, MELATI, DAN MAWAR. SEDIAAN LIPSTIK SEHARUSNYA MEMILIKI TITIK LEBUR SEHINGGA 55O C, STABIL PADA SUHU KAMAR, TIDAK TERLALU KAKU PADA SUHU YANG AGAK RENDAH DAN TIDAK TERLALU LEMBUT PADA SUHU AGAK TINGGI.

METODE DALAM FORMULASI LIPSTIK :METODE DALAM FORMULASI LIPSTIK : ASAM BROMO DILARUTKAN DALAM PELARUT YANG SESUAI, PANASKAN SAMPAI 160OF DENGAN PENGADUKAN YANG TEPAT UNTUK MENCAMPUR SEPENUHNYA, UNTUK PRODUK DALAM JUMLAH BESAR DIGUNAKAN KETEL UAP TERTUTUP. PEWARNA DITIMBANG DAN DITEMPATKAN DALAM MIXER DAN DIADUK SAMPAI WARNA KONSTAN.

DITEMPATKAN PADA WADAH TERPISAH DAN DIPANASKAN DENGAN UAP SAMPAI MELEBUR SEMPURNA, PEWARNA DICAMPUR KE DALAM MASSA, DIGILING UNTUK MEMASTIKAN KESERAGAMAN WARNA. CAMPURAN INI LALU DITAMBAHKAN KE DALAM LARUTAN ASAM BROMO DALAM WADAH PERTAMA DAN DIADUK HINGGA HOMOGEN.

PENGOSONGAN UDARA YANG MUNGKIN TERPERANGKAP SELAMA PENCAMPURAN. MASSA YANG TERBENTUK DIMASUKKAN DALAM CETAKAN PADA SUHU 5O DI ATAS SUHU MEMADATNYA DAN DIDINGINKAN

BERDASARKAN FISIKNYA, LIPSTIK DIBAGI MENJADI TIGA, YAITU: 1. LIPSTIK BATANG 2. LIPSTIK CAIR TIPE 1 TERDIRI DARI LARUTAN CAIR Na-Eosin ATAU CARMIN YANG LARUT. TIPE 2 TERDIRI LARUTAN SELULOSA, PELARUT YANG COCOK DAN PEWARNA.

3. LIPSTIK PASTA

FORMUL A LIPSTICKCONTOH FORMULA LIPSTIK CAIR LIPSTIK CAIR Cellulosa Asetat 1,8 % Dioctyl adipate 1,0 % Isopropanol 40,0 % Tr. Benzoin 2,0 % Ethanol 52,2 % Raspberry 0,5 % D and C Orange No. 5 0,5 % D and C Red No. 21 2,0%

Larutkan pewarna dalam ethanol dan saring. Tambahkan sedikit cellulose asetat pada saat yang sama dengan pengadukan kontinyu. Lanjutkan pengadukan hingga semua sellulosa asetat larut, tambahkan raspberry pada larutan ini dan campur hingga rata. Campurkan dioctil adipate, tingtur benzoica dan isopropanol bersama-sama dan saring larutan ini. Ketika telah selesai campur larutan dengan larutan ethanol.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

WASSALAM