GALERI SENI RUPA SEMARANG

Click here to load reader

  • date post

    31-Oct-2014
  • Category

    Documents

  • view

    178
  • download

    3

Embed Size (px)

description

LP3A PA 5

Transcript of GALERI SENI RUPA SEMARANG

LAPORAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

Galeri Seni Lukis dan Pahat

OLEH : AHMAD FARID RIFAI MALIK AJENG ANINDYA P ANITYO MURTIAJI BUDI MULYONO DALLAN RATE PRATAMA ERDY IRFAUDIN MAHARIRAKHMAN PERDANA HAKIM RIO IRFANSYAH VARIAN DEDY HARTAWAN YASHINTA I.P. HEMATANG META KHAIRUNNISA AGUNG ADI NUGROHO PAMELLA SARAI DEVY L2B 008 002 L2B 008 004 L2B 008 009 L2B 008 024 L2B 008 027 L2B 008 037 L2B 008 059 L2B 008 080 L2B 008 090 L2B 009 001 L2B 009 002 L2B 009 004 L2B 009 006

JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012

BAB I PENDAHULUAN 1.1.LATAR BELAKANG Seni Lukis dan Pahat adalah salah satu aliran dari seni lukis yang berkonsepkan modernitas. Seni Lukis dan Pahat itu merupakan seni yang mengikuti perkembangan dunia seni, sehingga dari Seni Lukis dan Pahat banyak yang menghasilkan sejumlah karya yang unik, menarik, dan sering kali menghibur untuk dinikmati. Hal itu membuat Seni Lukis dan Pahat pada saat ini termasuk dalam salah satu aliran lukisan yang diminati oleh para pecinta seni lukis dan seniman seniman. Seniman seniman yang mencintai dan menganut aliran kontemporer umumnya adalah seniman generasi muda. Bagi masyarkat Semarang, seni adalah salah satu bidang yang sangat dibanggakan dan diminati sehingga seni budaya sangat berkembang dan terlestarikan di Semarang. Seni lukispun ikut terjaga dan ikut berkembang, hal ini dibuktikan dengan banyaknya seniman lukis yang ada di Semarang. Namun berbeda dengan Yogyakarta yang sudah mempunyai berbagai fasilitas yang mendukung untuk keperluan para seniman menunjukkan hasil karya mereka secara umum kepada masyarakat seperti paguyuban-paguyuban dan berbagai ajang pameran. Di semarang masih belum memiliki tempat dan fasilitas untuk menyalurkan hasil karya seni para seniman di kota semarang itu sendiri maupun dari luar kota. Kebutuhan akan melestarikan seni agar seni itu dapat berkelanjutan dan

kebutuhan akan pengapresiasikan karya seni membuat galeri sebagai fasilitas yang cocok dan solusi yang tepat untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut karena di galeri seniman dapat memamerkan karyanya, masyarakat yang menyukai karya dari seniman dapat

membelinya dan masyarakat yang ingin mengetahui proses pembuatan dapat melihatnya dan dapat belajar di galeri. Museum dan Art House tidak dapat seperti galeri, pameran di museum lebih terbatas dan terkesan mebosankan karena hampir tidak ada karya yang berganti dan cenderung tetap. Sedangkan art House kurang bebas karena di art House terdapat residensi. Galeri yang ada di Semarang pada umumnya adalah galeri lukis yang tidak terbatas pada satu aliran sehingga galeri tersebut tidak dapat menunjukkan kespesifikan dari setiap karya yang ada di sana. Selain itu galeri di Semarang sebagian besar hanya berupa ruang pamer yang besar, sedangkan fasilitas dan ruang ruang penunjang di setiap galeri sangatlah kurang. Bahkan Sebagian besar Galeri masih kurang memperhatikan untuk perawatan lukisan jangka panjang. Perawatan dilakukan hanya dengan peralatan seadanya. Itu nantinya yang akan membuat lukisan lukisan tidak akan bertahan lama dan akan membuat kebudayaan seni akan cepat lenyap. Dilihat dari permasalahan diatas, diperlukan sebuah wadah galeri seni lukis yang dapat menampung dan mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian seni lukis. Galeri seni juga harus spesifik dikarenakan di Semarang belum adanya suatu galeri yang berkonsentrasi pada satu aliran. Dipilihnya aliran kontemporer dikarenakan tingginya minat masyarakat pada lukisan yang menganut aliran tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan suatu wadah kegiatan transferisasi perasaan antara seniman lukis dan pahat kepada pengunjung untuk menampung tingginya minat masyarakat terhadap Seni Lukis dan Pahat di Semarang. Dan sekaligus nantinya akan menjadi Galeri Seni Lukis dan Pahat yang memiliki fasilitas lengkap yang dapat digunakan untuk memamerkan karya seni, menambah pengetahuan, dan mengasah bakat.

Secara fisik, bangunan dari Galeri seni ini harus dapat menarik sehingga akan mebuat masyarakat untuk datang ke galeri seni. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan perencanaan dan perancangan tentang Galeri Seni Lukis dan Pahat Semarang.

1.2.TUJUAN DAN SASARAN Tujuan Memperolah suatu judul Perancangan Arsitektur 5 (PA5) yang layak, dengan suatu desain arsitektur yang didasarkan pada prinsip green design, universal dan local wisdom heritage. Memfasilitasi dan mempermudah masyarakat seniman kota Semarang untuk

meningkatkan rasa ketertarikan akan seni dan mewadahi hasil karya para seniman. Sasaran Tersusunnya konsep dasar perencanaan dan perancangan Galeri Seni lukis dan Pahat sebagai fasilitas bagi seniman dan masyarakat yang memusat pada kawasan untuk meningkatkan rasa ketartarikan akan seni dan sebagai wadah bagi hasil karya para seniman..

1.3.MANFAAT Secara subyektif Untuk memenuhi salah satu persyaratan mengikuti tugas Perancangan Arsitektur 5 (PA5) di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Secara obyektif Dapat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa yang akan mengajukan proposal Perancangan Arsitektur 5 (PA5) Diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan seniman dan masyarakat dalam bidang seni dan sebagai wadah apresiasi terhadap hasil karya para seniman sehingga karaya seni indonesia dapat lebih berkembang . . 1.4.RUANG LINGKUP Ruang Lingkup Substansial Pembahasan mencakup hal yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan Galeri Seni Lukis dan Pahat dalam katagori bangunan tunggal dengan penataan lansekap di sekitar bangunan. Ruang Lingkup Spasial Secara administrative tapak perencanaan yang akan dicapai berada di daerah Wonderia . 1.5.METODE PEMBAHASAN Metode pembahasan yang digunakan adalah dengan menggunakan metode analisa deskriptif komparatif, yaitu dengan mengadakan pengumpulan data (primer/sekunder) dan studi banding

sebagai dasar analisa untuk mendapatkan kesimpulan. Dalam pengumpulan data dapat dilakukan dengan ; Studi literature kepustakaan Survey lapangan Studi banding Observasi lapangan

1.6.ALUR PIKIR

Aktualita Bagi masyarkat Semarang, seni adalah salah satu bidang yang sangat dibanggakan dan diminati sehingga seni budaya sangat berkembang dan terlestarikan di Semarang. Seni lukis dan pahatpun ikut terjaga dan ikut berkembang, Urgensi Semakin meningkatnya jumlah seniman dan masarakat pecinta seni tidak diimbangi dengan fasilitas dan pameran yang kompeten. Keinginan para seniman dan masyarakat pecinta seni untuk lebih berkembang luas dan melakukan pameran. Di Kota Semarang belum ada wadah yang yang kompeten bagi seniman dan masyarakat untuk menampilkan dan memperkenalkan hasil karya mereka dan memberi pengetahuan akan seni secara lebih luas dan umum terhadap masyarakat. Originalitas Sebuah Galeri untuk memenuhi kebutuhan seniman dan masyarakat akan ketertarikan dengan karya seni lukis dan pahat itu sendiri dan berbagai hasil karya yang ditampilkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas dengan didasarkan konsep green design, universal dan local wisdom heritage.

TujuanMerumuskan program dasar perencanaan dan perancangan yang berhubungan dengan aspek perencanaan dan perancangan Galeri Seni Lukis dan Pahat di Semarang sebagai salah satu upaya membangun sebuah Galeri pusat pengenalan dan pameran hasil karya para seniman dan masyarakat, sehingga tersusun langkah-langkah untuk dapat melanjutkan ke dalam perancangan grafis

Studi Banding

Data Tinjauan kota Semarang Tinjauan site/lokasi

Literatur Galeri Seni Lukis dan Pahat Studi besaran ruang Studi konsep green design,universal dan local wisdom heritage

Analisa Mempelajari tinjauan pustaka dengan studi kasus maupun literature untuk mendapat ketentuan yang ideal dalam merancang Galeri Seni Lukis dan Pahat

Pendekatan dan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Pelaku dan kegiatan, kebutuhan ruang dan standart besaran ruang, site, sirkulasi, hubungan kelompok kegiatan, citra bangunan sistem struktur dan utilitas Galeri Seni Lukis dan Pahat

Konsep Dasar Program Perencanaan dan Perancangan Persyaratan perencanaan dan perancangan , konsep dasar perencanaan dan perancangan, program ruang dan site terpilih

Galeri Seni Lukis dan Pahat

BAB III DATA DAN ANALISA

Pendekatan penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Galeri Seni Lukis dan Pahat ini bertitik tolak pada fungsi utamanya sebagai media/wadah untuk menambah minat dan lebih mengenal lagi akan seni rupa itu sendiri terutama seni lukis dan pahat. Pengunjung yang datang ke Galeri ini dapat beraktivitas utama diantaranya: menikmati pameran karya seni, melihat proses pengerjaan/pembuatan, ikut serta / belajar membuat suatu karya seni berupa seni lukis dan pahat, menikmati hidangan di cafetaria yang disediakan.

Pendekatan perencanaan dan perancangan didasarkan pada 5 faktor utama dalam memenuhi kebutuhan dan tuntutan yang disesuaikan dengan fungsi utama dari Galeri Seni Lukis dan Pahat yang terdiri dari :

A. B. C. D. E.

Aspek fungsional Aspek kontekstual Aspek kinerja Aspek teknis Aspek arsitektural

3. 1. Pendekatan Perencanaan dan Perancangan 3.1.1 Aspek Fungsional Merupakan pendekatan yang dilakukan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan fungsi bangunan,keselarasan bangunan dengan tujuan dan fungsinya. Tujuan dari pendekatan fungsional ini adalah untuk menentukan jenis-jenis, jumlah, serta

kapasitas dan besaran ruang yang diperlukan. Bangunan Galeri Seni Lukis dan Pahat agar nantinya mampu berperan dan berfungsi secara optimal dalam segala kegiatannya harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut : Organisasi dan besaran ruang harus terjalin hubungan antar ruang yang saling mendukung fungsi bangunan yang terwadahi didalamnya termasuk di dalamnya mengandung efektifitas. Jadi tidak akan ada kesan ruangan terse