Imunisasi Muchtar Final

Click here to load reader

  • date post

    05-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    305
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Imunisasi Muchtar Final

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI. DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN. 1.1 LATAR BELAKANG... 1.2 TUJUAN... BAB II KERANGKA EVALUASI.. BAB III METODE PENGUMPULAN DATA BAB IV PERUMUSAN MASALAH.. BAB V PEMBAHASAN MASALAH.....

1 2 3 3 4 5 7 11 18

BAB VI KESIMPULAN 28 LAMPIRAN 29

1

DAFTAR TABEL Tabel 1. Jenis data, sumber data, cara pangambilan data, dan variabel.. 7 Tabel 2. Perumusan masalah.. 11 Tabel 3. Hasil imunisasi bayi di poli KIA Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Utara Periode Oktober 2010 Desember 2010...11 Tabel 4. Jumlah kunjungan bayi di Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Utara Periode Oktober 2010 Desember 201012 Tabel 5. Cakupan imunisasi di Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Utara Periode Oktober 2010 Desember 201012 Tabel 6. Hasil imunisasi bayi di posyandu wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Utara Periode Oktober 2010 Desember 2010.13 Tabel 7. Jumlah kunjungan bayi di posyandu wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Utara Periode Oktober 2010 Desember 2010..13 Tabel 8. Cakupan imunisasi di posyandu wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Utara Periode Oktober 2010 Desember 2010..14 Tabel 9. Prioritas masalah..19 Tabel 10. Penyebab masalah..22 Tabel 11. Data Posyandu30 Tabel 12. Program imunisasi di puskesmas dan posyandu.31 Tabel 13. Observasi dengan check list33

2

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Imunisasi merupakan usaha preventif untuk mencegah penyakit menular melalui pemberian kekebalan tubuh secara aktif. Pada program Imunisasi terdapat program Imunisasi Dasar yang sasarannya adalah bayi di bawah usia 1 tahun Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dasar antara lain tuberkulosis, hepatitis B, difteri, tetanus, pertusis, polio, dan campak. Program ini diprioritaskan karena masih tingginya angka kesakitan dan kematian balita akibat penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), sedangkan angka kematian bayi merupakan salah satu tolak ukur tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara. Masalah kematian akibat campak di dunia pada tahun 2002 sebanyak 777.000, di antaranya 202.000 berasal dari Negara ASEAN dan 15% dari kematian campak tersebut berasal dari Indonesia. Diperkirakan 30.000 anak Indonesia meninggal setiap tahunnya disebabkan komplikasi campak, artinya 1 anak meninggal tiap 20 menit karena setiap tahunnya lebih dari 1 juta anak Indonesia belum terimunisasi campak. Campak merupakan salah satu Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dan merupakan salah satu penyebab kematian anak di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Diperkirakan 1,7 juta kematian pada anak atau 5 % pada anak balita adalah akibat PD3I. Salah satu upaya yang efektif untuk menekan angka kesakitan dan kematian bayi dan balita adalah dengan imunisasi, sedangkan upaya imunisasi akan efektif bila cakupan dan kualitasnya sudah optimal. Imunisasi merupakan suatu metode yang terbukti/terpercaya dapat mengontrol dan mengeliminasi penyakit-penyakit infeksi yang mengancam nyawa dan diperkirakan mampu mengurangi angka kematian hingga 2-3 juta kematian setiap tahunnya. Metode ini merupakan metode yang paling efektif dan murah dalam meningkatkan angka kesehatan suatu bangsa, terlebih lagi dengan strategi-strategi tertentu yang membuat metode imunisasi ini dapat juga diakses oleh populasi yang sulit dijangkau dan rentan terhadap penyakit. Selain itu, metode ini tidak mengubah pola hidup seseorang, sehingga mudah untuk diterapkan ke dalam suatu populasi. Salah satu indikator keberhasilan Indonesia Sehat 2010 adalah tercapainya Universal Child Immunization desa sebesar 100% di seluruh Indonesia. Universal Child Immunization (UCI) adalah suatu keadaan tercapainya imunisasi dasar lengkap pada3

semua bayi (usia kurang dari 1 tahun), dengan sasaran seluruh bayi di desa/kelurahan. Kementerian Kesehatan juga menargetkan pada tahun 2014 seluruh desa/kelurahan mencapai 100% UCI atau 90% dari seluruh bayi di desa/kelurahan, untuk mewujudkan pencapaian tersebut, pemberian Imunisasi Dasar dilakukan secara rutin dan terjadwal di berbagai komponen yaitu di komponen statik (puskesmas, RS, praktek swasta seperti praktek dokter, bidan praktek) dan di komponen lapangan (Posyandu) dengan ketentuan yang sudah ditetapkan.

1.2. Tujuan 1.2.1. Tujuan Umum Mengetahui pelaksanaan dan pencapaian program imunisasi dasar di Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Utara. 1.2.2. Tujuan Khusus 1. 2. 3. Mengetahui gambaran pelaksanaan dan pencapaian program imunisasi Menilai masukan, proses, keluaran, dampak, umpan balik, dan Mengetahui kendala dalam pelaksanaan program imunisasi dasar

lingkungan dari program imunisasi dasar

4

BAB II KERANGKA EVALUASIKerangka evaluasi yang digunakan puskesmas adalah pendekatan sistem yang digambarkan dalam skema di bawah ini :4) LINGKUNGAN

MASUKAN

2) PROSES

3) KELUARAN

6) DAMPAK

5) UMPAN BALIK

Keterangan:1. Masukan : Tenaga, dana, sarana, dan metode (medis dan non medis). 2. Proses : Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pencatatan dan pelaporan, serta

pengawasan.3. Keluaran : Cakupan pelayanan dan mutu pelayanan dibandingkan dengan target. 4. Lingkungan : Lingkungan fisik dan non fisik. 5. Umpan balik : Rapat meliputi pembahasan laporan dan kegiatan serta laporan dari

instansi lain ataupun masyarakat.6. Dampak : Penurunan angka morbiditas dan mortalitas.

Alur pemikiran dalam evaluasi adalah sebagai berikut :1. Mencari data primer dan sekunder mengenai indikator kegiatan program (keluaran)

yang ditemukan di Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Utara, kemudian dibandingkan dengan standar target yang digunakan untuk mendapatkan masalah.2. Mencari data primer dan sekunder mengenai masukan, proses, umpan balik, dan

lingkungan yang dilaksanakan di Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Utara, kemudian dibandingkan dengan standar target yang digunakan untuk mendapatkan penyebab masalah.5

3. Membandingkan data masukan, proses, dan keluaran di Puskesmas Kelurahan Rawa

Badak Utara mengenai Program Imunisasi dengan standar pelayanan kesehatan di Jakarta untuk mendapatkan penyebab masalah. 4. 5. 6. Mengurutkan prioritas masalah dengan sistem skoring. Menyimpulkan penyebab masalah utama yang mengakibatkan tidak terpenuhinya target keluaran/dampak dari segi kinerja puskesmas. Memberikan saran yang mampu laksana.

BAB III METODE PENGUMPULAN DATA6

Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 01 Februari 2011 04 Februari 2011 di Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Utara.Tabel 1. Jenis data, sumber data, cara pangambilan data, dan variabel

No.

Jenis Data dan Sumber Data

Cara Pengambilan Data

Variabel 1. Penjelasan mengenai teknis pelaksanaan yang

A. Data Primer 1. a. Bidan Sri Suharti Wawancara Penanggung Jawab KIA (Imunisasi) di Puskesmas Kelurahan Utara b. Bidan Lily Muzdalifah Penanggung Jawab KIA (anggota Imunisasi) di Puskesmas Kelurahan rawa Badak Utara Wawancara (01 Februari 2011) rawa Badak (01 Februari 2011)

program imunisasi dasar dan pihak-pihak di terlibat dalam pelaksanaan imunisasi Kelurahan Utara2. Penjelasan

Puskesmas Badak teknis cara vaksin

Rawa

mengenai pendistribusian

melalui sistem cold chain di Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Utara. 3. Penjelasan pelaksanaan mengenai program

imunisasi dasar di posyandu dan mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan imunisasi di posyandu. 4. Penjelasan fasilitas tersedia di mengenai pendukung yang Puskesmas7

program imunisasi

Kelurahan 2. Buku registrasi harian KIA Observasi Puskesmas Kelurahan Rawa registrasi 3. Badak Utara Buku registrasi Badak Utara Buku registrasi KIA harian Observasi Utara buku Jumlah pasien

Rawa balita

Badak yang

harian datang ke Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Utara buku Jumlah pasien balita Rawa Badak Utara buku Jumlah pasien balita kerja Puskesmas yang

Puskesmas Kelurahan Rawa registrasi harian 4. harian Observasi

datang ke Puskesmas Kelurahan yang

Posyandu di wilayah kerja registrasi harian Puskesmas Kelurahan Rawa 5. Badak Utara Status pasien balita Puskesmas Observasi Kelurahan Rawa Badak Utara pasien

datang ke posyandu di wilayah Kelurahan

Rawa Badak Utara status Kelengkapan status imunisasi balita yang datang ke Rawa Puskesmas Kelurahan

6.

Observasi lapangan

Observasi

Badak Utara 1. Ketersediaan alat Semprit (0,05 ml, Vaksin imunisasi (Polio, Lemari BCG, 0,5 ml, 5 ml) dasar

Combo, Campak) pendingin dengan tutup dibuka ke atas dengan indikator suhu berupa termometer Cool Kapas box dan dan cool pack alkohol 2. Poster, plamfet, brosur 3. Tenaga 4. Metode medis5. Pencatatan

dan8

pelaporan 6. Lingkungan B. Data Sekunder 1. Laporan tahunan Puskesmas Didapat Kelurahan Rawa Badak Utara Puskesmas tahun 2010 Kelurahan Badak Utara 2. Laporan Badak Utara 3. Data kesehatan tahun 2010 sasaran kependudukan Didapat Kelurahan Badak Utara program Didapat masyarakat Puskesmas dari Rawa dari Rawa dari Keadaan kelurahan : Batas wilayah Luas wilayah Jumlah RT dan RW Data sosial ekonomi di Kelurahan Utara Jumlah penduduk yang terdapat di Kelurahan Rawa Badak Utara Jumlah bayi dan balita di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan 4. Laporan Rawa 2010 Badak pelaksanaan Didapat Utara bulan Posyandu Rawa Badak Utara dari dan Rawa Badak alat program program Utara Ketersediaan pendukung imunisasi dasar Pelaksanaan imunisasi dasar di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Utara Jumlah

geografis

wilayah

Puskesmas Kelurahan Rawa Puskesmas

Rawa

Badak

Puskesmas Kecamatan Koja Kecamatan Koja

imunisasi dasar di Kelurahan Puskesmas Oktober 2010 Desember Kelurahan

bayi

yang

mendapatkan dasar

imunisasi