Isu gender dan kdrt

download Isu gender dan kdrt

of 22

  • date post

    15-Jul-2015
  • Category

    Internet

  • view

    187
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Isu gender dan kdrt

Isu Gender dan KDRT

Isu Gender dan KDRTGENDERPembedaan peranan, status, pembagian kerja yang dibuat suatu masyarakat berdasarkan jenis kelamin

Perbedaan peran dan kesempatan antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sebagai hasil konstruksi sosial yang dapat berubah dan diubah sesuai perubahan zamanISU GENDERPada dasarnya isu gender bukan hanya sekadar menyangkut permasalahan hubungan laki-laki dan perempuan, tetapi juga berkaitan erat dengan masalah kependudukan.

Konferensi Kependudukan dan Pembangunan Internasional (ICPD) di Cairo pada tahun 1994 merupakan bukti penting dari komitmen masyarakat Internasional tentang isu-isu gender, kependudukan dan pembangunan dengan paradigma baru.

Tujuan dari kesepakatan yang dicapai pada ICPD ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan umat manusia, dan meningkatkan upaya pengembangan sumberdaya manusia melalui pengakuan adanya hubungan timbal balik antara kependudukan dengan kebijaksanaan dan program-program pembangunan terutama sektor ekonomi dan sosial. KONSEP GENDERGender berasal dari kata gender (bahasa Inggris) yang diartikan sebagai jenis kelamin. Namun jenis kelamin di sini bukan seks secara biologis, melainkan sosial budaya dan psikologisPeran gender adalah peran sosial yang tidak ditentukan oleh perbedaan kelamin seperti halnya peran kodrati Peran gender juga dapat berubah dari masa ke masa, karena pengaruh kemajuan : pendidikan, teknologi, ekonomi, dan lain-lainPERILAKU GENDER DALAM LINGKUNGAN KELUARGAPosisi perempuan dalam keluarga pada umumnya dan di masyarakat Indonesia pada khususnya, masihlah berada di bawah laki laki.

Seperti kasus istri yang bekerja di luar rumah harus mendapat persetujuan dari suami, namun pada umumnya meskipun istri bekerja, haruslah tidak boleh memiliki penghasilan dan posisi lebih tinggi dari suaminyaKetidaksetaraan Gender di Lingkungan KeluargaKekerasan pada rumah tangga (KDRT)

Kekerasan dalam rumah tangga(disingkatKDRT) adalah kekerasan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik olehsuamimaupun olehistri. Menurut Pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT), KDRT adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutamaperempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secarafisik,seksual,psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga

Tanda Perilaku Kekerasan dalam Rumah TanggaTerburu-buru mengambil keputusanSelalu ingin mengendalikanCemburu berlebihanKeras terhadap orang lainKekerasan fisikKekerasan emosionalKekerasan verbalHarapan tidak realistis

BENTUK-BENTUK KEKERASAN TERHADAP ISTRI

Kekerasan fisik

Kekerasan Fisik adalah suatu tindakan kekerasan sepertimemukul, menendang, mencekik dan lain-lain yangmengakibatkan rasa sakit, luka, cacat pada tubuh bahkan sampai mengakibatkan kematian.

Kekerasan psikis

Bentuk kekerasan jenis yang ini biasanya berhubungan dengan penyiksaan secara verbal seperti:menghina, berkata kasar & kotor yang mengakibatkan menurunnya rasa percaya diri,meningkatkan rasa takut, hilangnya kemampuan untuk bertindak dan tak berdaya. Kekerasan psikis apabila terjadi terus-menerus akan mengakibatkan si istri semakin tergantung kepada suami meskipun selalu menderita. Tak jarang pulamengakibatkan rasa dendam di dalam hati si istri.

Kekerasan Ekonomi

Bentuk Kekerasan Fisik maupun Psikis banyak sekali yang bermula dari masalah ekonomi dalam keluarga. Masalah ekonomi yang kerap terjadi dapat menimbulkan kekerasan ekonomi seperti:

suami membatasi istri untuk bekerja di dalam/luar rumah untuk menghasilkan uang/barangsuami mengeksploitasi istri untuk bekerja sedangkan suami tidak memenuhi kebutuhan keluargasuami tidak memberikan gajinya kepada istri karena istrinya berpenghasilansuami menyembunyikan gajinyasuami mengambil harta istrisuami tidak memberi uang belanja yg mencukupi/tidak memberi uang belanja sama sekalisuami menuntut istri untuk memperoleh penghasilan lebih banyaksuami tidak mengijinkan istri untuk meningkatkan karirnya

Gambar Korban KDRT

Gambaran Kasus KDRT pada Ibu Rumah Tangga/ Anak di Indonesia

Komnas Perempuan mencatat jumlah sejak tahun 2001 terdapat 3.169 kasus KDRT. Jumlah tersebut meningkat 61% pada tahun 2002 (5.163 kasus). Pada tahun 2003, kasus meningkat kembali 66% menjadi 7.787 kasus, lalu tahun 2004 meningkat 56% (14.020) dan tahun 2005 meningkat 69% (20.391 kasus). Pada tahun 2006 penambahan diperkirakan 70%.

Propinsi Jawa timur sendiri secara nasional menduduki peringkat 3 terbesar jumlah kasus KDRT setelah Jawa Barat dan Kalimantan. Selama tahun 2009 kasus KDRT di Jawa Timur mencapai 1200 kasus.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi BantenPeraturan Perundang - Undangan KDRTkekerasan baik kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual maupun penelantaran rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya (Pasal 5 UU KDRT)Kekerasan fisik yang dimaksud pasal tersebut adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat (Pasal 6 UU KDRT)Kewajiban masyarakat untuk turut serta dalam pencegahan KDRT ini diatur dalam Pasal 15 UU KDRTAncaman pidana terhadap kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga ini adalah pidana penjarapidana penjarapaling lama 5 (lima) tahunatau denda paling banyak Rp15 juta(Pasal 44 ayat [1] UU KDRT).KDRT yang dilakukan oleh suami terhadap istri yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan sehari-hari, ancaman pidananya adalahpidana penjara paling lama4 (empat) bulanatau denda paling banyak Rp5 juta(Pasal 44 ayat [4] UU KDRT).

Tanda-Tanda Potensi Pelaku KDRT Sebelum MenikahCenderung kasar pada semua orangDalam keluarganya, kita melihat kebiasaan kekerasan, kurang peduli pada orang lain, mau menang sendiri,tidak mau berbagi.Ia mungkin egois dan selalu memikirkan kepentingannya sendiri, enggan berbagi.Ia tidak terlihat kasar saat pergaulan sehari-hari, tetapi terkesan tidak dapat mengendalikandirisaat kecewa ataumarah.Ia mudah curiga pada orang lain, mudah menyalahkan, banyak berpikiran buruk, khususnya perilaku pasanganIa posesif dan tidak memberikan ruang pribadi bagi kita.Ia cenderung meyakini pembagian peran gender yang kaku, menempatkan laki-laki sebagaipenentu.Ia tidak menunjukkan penyesalah setelah berbuat salah atau menyakiti orang lain. Ia malahmempersalahkanorang lain atas kekasaran yang dilakukannya.Ia senang berjudi, minum dan mabuk, terlibat penggunaan obat-obatan bahkan hingga kecanduan.

Faktor-faktor Kekerasan pada Rumah Tangga (KDRT)

Sosial BudayaMasyarakat Indonesia pada umumnya masih mempertahankan budaya timur dengan kuat, dimana mereka akan selalu enggan untuk terbuka dengan segala sesuatu yang menurut mereka bersifat pribadi Tingkat PendidikanBerbagai bentuk kekerasan yang dilakukan oleh suami dalam rumah tangga, selain dilatarbelakangi oleh budaya buruk seperti disebutkan sebelumnya, disamping itu juga disebabkan oleh minimnya pengetahuan kedua pasangan suami istri tersebutSosial EkonomiAdanya budaya dalam masyarakat kita bahwa istri bergantung sepenuhnya kepada suami. Istri hanya bertugas untuk mengurus suami, anak-anak dan rumah.Strata SosialPerbedaan status sosial antara suami dan istri juga menjadi hal yang mendasar dari timbulnya kekerasan dalam rumah tangga

Tindak Kekerasan Terhadap Istri Terjadi Karena Beberapa Faktor1. Budaya Patriarki.Budaya yang mendudukan laki-laki sebagai makhluk superior dan perempuan sebagai makhluk inferior (lemah), selain itu pemahaman yang keliru terhadap ajaran agama sehingga menganggap laki-laki boleh menguasai perempuan

2. Interpretasi yang keliru terhadap ajaran agama.Sering kali ajaran agama yang menempatkan laki-laki sebagai pemimpin perempuan di interpretasikan sebagai pembolehan dalam mengontrol dan menguasai istrinya, secara berlebihan atau tidak sewajarnya

3. Pengaruh Role Model Laki-laki sebagai pelaku sering kali mengekspresikan kemarahan mereka dengan melakukan tindak kekerasan karena pengalaman yang diperoleh dari keluarga asalnyaContoh Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

Dari sebuah jurnal yang dibuat oleh beberapa peneliti di provinsi Riau, Pekanbaru pada tahun 2008. Terdapat korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) lebih dominan terhadap perempuan (97,5%) dengan umur rata-rata 31-40 tahun (39,2%) dan bekerja sebagai Ibu rumah tangga (83,5%). Jumlah luka yang terdapat pada penderita lebih dari satu luka (56,1%) dan jumlah lokasi luka bukan hanya di satu lokasi tetapi banyak lokasi (57%). Kekerasan fisik yang dominan yaitu kekerasan tumpul (91,6%).Contoh paling tragis seperti kasusLisayang disiram air keras oleh suaminya. Apakah anda korban KDRT atau anda adalah anggota masyarakat yang masih awam dengan KDRT? Apapun jawaban anda....sebaiknya anda tetap perlu mengetahui informasi penting ini.

Ini salah satu bukti adanya KDRTLisa....sebelum dan sesudah dioperasiKesetaraan Peran Gender Pada KDRT

Isu sentral tentang paparan kekerasan dalam rumah tangga masih berkisar pada kurang terbangunnya kesadaran akan kesetaraan peran gender .

Salah satu upaya intervensi kepada perempuan korban kekerasan adalah dengan memberikan layanan konseling krisis yang bertujuan untuk membangun perasaan aman, kepercayaan diri dan harga diri. Inti dari konseling berperspektif gender adalah hubungan yang setara (Jill E.Rader,2003;CarolynZ.E., 2004; Barbara Brown, 2006).

Kesetaraan diciptakan melalui pendekatan dasar humanistik yaitu dengan mendengar secara empatik, dorongan tak bersyarat (unconditional support), mutual respect, membantu membuka ketertutupan konseli secara tepat.

Solusi