lap geohidrologi

download lap geohidrologi

of 63

  • date post

    19-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    18
  • download

    6

Embed Size (px)

description

lap geohidrologi

Transcript of lap geohidrologi

BAB IPEMBORAN AIR TANAH DAN ANALISIS INTI BOR (CORING)

1.1 Pendahuluan1.1.1 Latar belakangBanyak orang secara umum menganggap airtanah itu sebagai suatu danau atau sungai yang mengalir di bawah tanah. Padahal, hanya dalam kasus dimana suatu daerah yang memiliki gua dibawah tanahlah kondisi ini adalah benar. Secara umum airtanah akan mengalir sangat perlahan melalui suatu celah yang sangat kecil dan atau melalui butiran antar batuan.Batuan yang mampu menyimpan dan mengalirkan airtanah ini kita sebut dengan akuifer. Airtanahpun akan bergerak dari tekanan tinggi menuju tekanan yang rendah. Perbedaan tekanan ini secara umum diakibatkan oleh gaya gravitasi (perbedaan ketinggian antara daerah pegunungan dengan permukaan laut), adanya lapisan penutup yang impermeabel diatas lapisan akuifer, gaya lainnya yang diakibatkan oleh pola struktur batuan atau fenomena lainnya yang ada dibawah permukaan tanah. Pergerakan ini secara umum disebut gradien aliran airtanah (potentiometrik). Secara alamiah pada gradien ini dapat ditentukan dengan menarik kesamaan muka airtanah yang berada dalam satu sistem aliran airtanah yang sama.

1.1.2 Maksud dan tujuanMaksud dari praktikum ini adalah agar praktikan mengetahui pola kedalaman keterdapatan air tanah dan jenis akuifer.Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui geologi bawah permukaan, untuk mengetahui geohidrologi, serta mengetahui air bawah tanah dengan cara menganalisa warna, porositas, permeabilitas, tingkat pelapukan, kekompakan, komposisi, dan kekerasan.

1.1.3 Lokasi dan waktu pengamatanAdapun lokasi dan waktu pengamatan sebagai berikut:Hari/ Tanggal: Rabu, 1 Oktober 2014Waktu: 08.00 - SelesaiLokasi : Laboratorium Pusat Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Jln.I Dewa Nyoman Oka No.32, Kotabaru, D.I.Yogyakarta

1.2 Landasan TeoriPemboran adalah pembuatan lubang silindris dalam tanah atau batuan dengan menggunakan pahat bor. Cara pemboran dengan penumbukan dan pemutaran pahat disertai tekanan, atau dengan memadukan kedua gerakan tersebut. Pemboran yang menguntungkan yaitu dengan kecepatan tinggi,waktu pendek, biaya murah, dan dapat mencapai kedalaman yang besar.

1.2.1 Macam pemboranJenis metoda pemboran dibedakan berdasarkan:1. Berdasarkan mekanisme pemboran, metode pemboran dapat dibagi lagi, yaitu:a. Pemboran Tumbuk (Percussive Drilling)Dioperasikan dengan cara mengangkat dan menjatuhkan alat bor berat secara berulang-ulang kedalam lubang bor sehingga lubang bor terbentuk akibat mekanisme tumbukan dan beban rangkaian bor.

Gambar.1 Bor Tumbuk (Australia Drilling Industry, 1996)

b. Pemboran Putar (Rotary Drilling)Lubang bor dibentuk dari pemboran dengan mekanisme putar dan disertai pembebanan.

Gambar.2 Bor Putar (Australia Drilling Industry, 1996)c. Bor Putar Hidraulik (Hidraulic Rotar)Dimana lubang bor dibentuk dari kombinasi antara mekanisme putar, kombinasi antara mekanisme putar, tekanan hidraulik, dan beban setang bor.

Gambar.3 Bor Hidraulik (Australia Drilling Industry, 1996)

Kelebihan mesin bor tumbuk dibandingkan mesin bor putar antara laina. Ekonomis (murah, biaya operasi rendah biaya transportasi murah, persiapan rig cepat).b. Menghasilkan contoh pemboran yang lebih baikc. Lebih mempermudah pengenalan lokasid. Tanpa sistem sirkulasie. Kemungkinan kontaminasi karena pemboran relatif kecilKekurangan mesin bor tumbuk dibandingkan mesin bor putar antara lain:a. Kecepatan laju pemboran rendahb. Sering terjadi putusnya sling

35

61

2. Berdasarkan sirkulasi fluida, metode pemboran dapat dibagi lagi, yaitu:a. Sirkulasi Langsung (Direct Circulation)Fluida bor dipompakan dari mudpit ke mata bor melalui bagian dalam stang bor kemudian kembali melalui bagian dalam stang bor kemudian kembali lagi ke permukaan akibat tekanan pompa melalui rongga anulus.b. Sirkulasi Terbalik (Reverse Circulation) Fluida bor dari mudpit bergerak melalui rongga anulus, kemudian kembali lagi ke permukaan akibat gaya hisap pompa melalui bagian dalam stang bor.3. Berdasarkan jenis fluida yang digunakan, metode pemboran dapat dibagi lagi, yaitu:a. Pemboran menggunakan cairan / lumpur (Mud Flush).b. Pemboran menggunakan udara Jika menggunakan udara sebagai fluida bor (Air Flush)Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan suatu sumur bor1. Diameter Sumura. Besaran diameter casing pipa yang digunakan sesuai dengan keperluanb. Jenis casing yang digunakan biasanya PVC atau Low Carbon yang disesuaikan dengan kualitas airtanah.2. Kedalaman Sumura. Tergantung pada berapa lapisan akifer yang akan digunakan dan jenis akifernyab. Penentuan Jenis Akifer (Tertekan atau tidak) borberdasarkan data log borHal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan suatu sumur bor1. PompaAlat untuk menghisap air dari lubang bor ke atas permukaan tanah. Pada pemboran airtanah dalam pompa yang lazim digunakan adalah pompa selam (submersible pump).2. PiezometerAdalah sebuah alat pengukur muka airtanah yang ditempatkandi dalam sumur pantau. Sumur pantau ditempatkan disekitar sumur pemompaan.3. GroutingSuatu lapisan buatan (berupa lapisan semen) yang berfungsi untuk menahan konstruksi lubang bor.

1.2.2 Pencatatan dan pengamatan inti borDalam pemboran perlu diadakan pengamatan dan pencatatan selama pelaksanaan pemboran untuk menentukan dan penilaian lubang bor.Diantaranya: 1. Laporan pemboranPencatatan kegiatan pemboran dari awal sampai akhir, yaitu :a. Tanggalb. Kedalaman pemboran c. Pemakaian mata bord. Jenis dan diameter mata bore. Kecepatan pemboran rata-rataf. Tinggi kenaikan air sebelum dan sesudah pemborang. Permasalhan casing, persiapan pemompaan dan kegiatan uji pompa.2. Log pemboranMerupakan catatan pemboran yang terdiri dari :a. Tanggal b. Nomerc. Panjang dan jumlah pipa bord. Kedalaman yang diamati dan diambil contoh serbuk bor.e. Jam mulai dan jam selesaif. Kecepatan pemboran.g. Debit air yang keluarh. Keterangan mengenai muka airtanah sebelum dan sudah pemboran.i. Warna air pemboran dan perubahannyaj. Pemakaian mata bor.k. Pemasangan pipa pelindung/casing dan semua perubahan selama waktu pemboran3. Log litologiMerupakan catatan litologi berdasarkan serbuk bor, terdiri dari :a. Kedalamanb. Ketebalan lapisan c. Jenis batuand. Warnae. Kekompakan f. Kekerasang. Sortasih. Porositasi. Tekstur dan keadaan litologi untuk penilain air yang dikandungnya.4. Laporan pompa ujiUntuk mendapatkan data zona pembawa air dari lapisan pembawa air atau akuifer. 5. Pengamatan lubang bor (logging)Pada pemboran putar sering terjadi pengotoran atau pencampuran serbuk bor, sehingga dalam log litologi sering terjadi kekeliruan. Biasanya untuk meyakinkan log litologi dilakukan bore hole geophysical logging dengan alat-alat log listrik atau dikenal sebagai log SP (spontaneous potential) dan log resistivity. Kadang-kadang juga dilakukan metode seismik, yang digunakan untuk mendapatkan gambaran yang berpengaruh dari data log tersebut.6. Pengamatan lapanganYang diselidiki dilapangan adalah :a. Singkapanb. Jenis litologic. Kemiringan dan jurus perlapisan d. Struktur geologi.

1.2.3 Langkah-langkah perencanaan pemboranAdapun langkah-langkah yang dilakukan pada pemboran, yaitu:1. Dari log sumur yang lama didapatkan penampang geologi pada daerah yang bersangkutan, dengan demikian perlu diperhatikan keadaan lapangan yang berada pada zona bertekanan tinggi atau rendah dan kekerasan batuan.2. Pipa pelindung/casing perlu disiapkan untuk menahan tekanan maupun runtuhnya tekanan lubang bor.3. Grafik pemboran lama maka dapat diadakan persiapan mengenai jenis dan berat dari pahat yang diperlukan hidrolika dan penyimpangannya, diaman hal ini menyangkut biaya dan waktu.4. Persiapan lain yang diperlukan mengenai mesin bor, mesin pencampur lumpur bor, mesin pompa serta perlengkapan lain yang diperlukan.5. Operator dan regu bor perlu diberi penjelasan mengenai pemboran tersebut sesuai data yang ada, sehingga tidak meninggalkan sikap hati-hati dalam pekerjaan pemboran tersebut.Berikut ini diberi catatan mengenai standar kekerasan, kekompakan dan tingkat pelapukan.A. Standar kekerasan1. Sangat lunak2. Lunak (bisa digores dengan kuku)3. Agak keras (digores dengan pisau)4. Keras (tidak dapat digores dengan pisau)5. Sangat keras.B. Standar kekompakan1. Lepas (bisa dipegang, fragmen/butiran terurai)2. Agak lepas (ditekan dengan tangan, fragmen terurai)3. Agak kompak (bila dipukul dengan palu fragmen terurai)4. Kompak (dipukul dengan palu fragmen sukar terurai) C. Tingkat pelapukan1. Segar (bila tidak ada tanda-tanda pelapukan)2. Lapuk sedikit (bila memperlihatkan sedikit tanda pelapukan, pelunturan warna)3. Lapuk menengah (tanda-tanda pelapukan cukup terlihat)yaitu perubahan warna dan pengurangan kekuatan batuan cukup berarti4. Lapuk tinggi (memperlihatkan tanda pelapukan cukup tinggi hingga batuan menjadi lemah dan tidak mudah terurai bila kemasukan air)5. Lapuk sangat tinggi, bila seluruh batuan telah lapuk tapi tekstur batuan masih terlihat dan akan terurai bila direndam dalam air dan digoyang sedikit.

I.3. Analisis Data(Terlampir)

1.4 KesimpulanPada praktikum ini dapat diketahui data bor, mulai dari sampel hingga analisis data, sehingga didapat kesimpulan pada data sumur bor jenis akuifer yaitu Akuifer Tidak Tertekan tau disebut Akuifer Bebas pada litologi Batupasir.Dilihat dari analisis data bor (coreing) yang ada, selanjutnya dilakukan deskripsi dari batuan yang dianalisa dari perlapisan bawah permukaan yang kami lakukan. Maka disimpulkan pada kedalaman kurang lebih 321-500 cm airtanah lebih berpotensi untuk didapatkan. Karena jenis batuanya memiliki porusitas yang tinggi dan juga permeable.

BAB IIPENGUKURAN DEBIT

2.1. Pendahuluan2.1.1. Latar Belakang MasalahGeohidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masalah sumber air bawah tanah yang berhubungan dengan cara terdapat, penyebaran, pengaliran, sifat kimia, dan potensi sumber air bawah tanah dalam hubungannya dengan lingkung