Laporan mikrobiologi p2 Fix

Click here to load reader

  • date post

    17-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    246
  • download

    1

Embed Size (px)

description

farmasi

Transcript of Laporan mikrobiologi p2 Fix

LAPORAN AKHIRPRAKTIKUM MIKROBIOLOGI-PARASITOLOGIIDENTIFIKASI MIKROBA DENGAN TEKNIK PENGECATAN

Disusun oleh : C-121. Ermira Zenifa126132151. Pandan Panggalih126132161. Diah Intan Pertiwi126132171. Ipnu Setiyo Widarno12613219

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI-PARASITOLOGIPROGRAM STUDI FARMASIFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS ISLAM INDONESIAYOGYAKARTA 2014BAB I

I. TUJUAN1. Mahasiswa mampu memahami teknik pengecatan gram.2. Mampu melakukan pengamatan bakteri secara mikroskopis dengan melihat warna, bentuk dan susunan bakteri.3. Mampu memahami uji biokimiawi terhadap bakteri.4. Mampu melakukan pengamatan aktivitas metabolism melalui uji biokimiawi.

II. DASAR TEORIPengenalan bentuk mikroba (morfologi), kecuali mikroalgae harus dilakukan pewarnaan terlebih dahulu agar dapat diamati dengan jelas.Pada umumnya bakteri bersifat tembus cahaya, hal ini disebabkan karena banyak bakteri yang tidak mempunyai zat warna.Tujuan dari pewarnaan adalah untuk mempermudah pengamatan bentuk sel bakteri, memperluas ukuran jazad, mengamati struktur dalam dan luar sel bakteri, dan melihat reaksi jazad terhadap pewarna yang diberikan sehingga sifat fisik atau kimia jazad dapat diketahui (Hadiutomo. 1990).Metode pengecatan pertama kali ditemukan oleh Christian Gram pada tahun 1884.Dengan metode ini.Bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua yatu, bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.Yang didasarkan dari reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut.Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya sehingga pengecatan gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp (Waluyo, 2004).Zat warna yang digunakan dalam pewarnaan bersifat basa dan asam.Pada zat warna basa bagian yang berperan dalam memberikan warna disebut kromofor dan memiliki muatan positif. Sebaliknya, pada zat warna asam bagian yang berperan memberikan zat warna mempunyai muatan negatif, zat warna basa lebih banyak digunakan karena muatan negatif banyak ditemukan di dinding sel, membran sel dan sitoplasma, sewaktu proses pewarnaan muatan positif pada zat warna basa akan berkaitan dengan muatan negatif dalam sel, sehingga mikroorganisme lebih jelas terlihat (Dwidjoseputro.1998).Pada pewarnaan sederhana hanya digunakan satu macam zat warna untuk meningkatkan kontras antara mikroorganisme dan sekelilingnya.Lazim, prosedur pewarnaan ini menggunakan zat warna basa seperti crystal violet, biru metilen, karbol fuchsin basa, safranin atau hijau malakit. Kadang kala digunakan zat warna negatif untuk pewarnaan sederhana : zat warna asam yang sering digunakan adalah nigrosin dan merah kongo. Prosedur Pewarnaan sederhana mudah dan cepat, sehingga pewarnaan ini sering digunakan untuk melihat bentuk ukuran dan penataan pada mikoorganisme bakteri pada bakteri dikenal bentu yang bulat (coccus), batang (basil), dan spiral.Dengan pewarnaan sederhana dapat juga terlihat penataan bakteri. Pada coccus dapat terlihat pewarnaan seperti rantai (stertococcus), buah anggur ( staphylococcus), pasangan (diplococcus), bentuk kubus yang terdiri dari 4 atau 8 (saranae) (Lay.1994).Uji biokimia merupakan salah satu uji yang digunakan untuk mengetahui aktivitas metabolic dari suatu bakteri. Beberapa uji biokimia yang dilakukan adalah :a. Uji oksidasi fermentasiUji oksidatif- fermantatif digunakan untuk menguji metabolisme bakterioksidatif atau fermentatif. Proses oksidasi terjadi didalam tabung oleh organismeaerob dan proses fermentasi oleh organisme anaerob. Proses fermentasi glukosa akan diubah menjadi glukosa G-Phospat yang kemudian dirombak menjadi asam piruvat dan oksidase akan merubah glukosa menjadi asam piruvat

b. Uji motilitasMotilitas bakteri adalah suatu gerakan bakteri yang disebabkan adanya gerak aktif dan pasif.Gerak aktif adalah gerakan bakteri yang disebabkan karena bakteri memiliki flagel.Gerak pasif disebabkan karena faktor dari luar (gerak brown).Gerak brown adalah suatu gerakan yang dapat menggetarkan partikel-partikel secara acak atau terarah karena terus-menerus terkena pukulan molekul-molekul kecil yang tak terlihat yang terdapat dalam cairan.Motilitas dapat diamati dengan baik pada biakan yang masih baru. Pada biakan yang sudah lama,bakteri sudah mati, sehingga sangat sukar untuk mendapatkan sel yang motil, selain itu produksi asam dan produk yang bersifat racun dapat menyebabkan hilangnya motalitas sel bakteri pada biakan (Volk, 1988).Menurut Taringan (1988) beberapa bakteri dapat melakukan gerakan meluncur yang sangat mulus yang hanya terjadi kalau persentuhan dengan benda padat.Kebanyakan bakteri yang motil dapat mendekati atau menjauhi berbagai senyawa kimia yang disebut kemotaksis.

c. Uji katalaseUji katalase digunakan untuk mengetahui aktivitas katalase pada bakteri yang diuji. Kebanyakan bakteri memproduksi enzim katalase yang dapat memecah H2O2 menjadi H2O dan O2. Enzim katalase diduga penting untuk pertumbuhan aerobik karena H2O2 yang dibentuk dengan pertolongan berbagai enzim pernafasan bersifat racun terhadap sel mikroba.

BAB II

I. ALAT DAN BAHANA. Pengecatan GramAlat :1. Bunsen2. Gelas obyek3. Mikroskop4. Ose bulat dan runcing5. Pipet tetes

Bahan :1. Cat gram A, B, C dan D2. Koloni bakteri gram negatif3. Koloni bakteri gram positif4. Koloni bakteri sampel (dari praktikum sebelumnya)5. Larutan NaCl

B. Uji BiokimiaAlat :1. Autoclaf2. Bunsen3. Gelas beaker4. Labu Erlenmeyer5. Labu ukur6. LAF7. Ose bulat dan runcing8. Oven9. Tabung reaksi

Bahan :1. Aquades2. Koloni bakteri sampel (dari praktikum sebelumnya)3. Media KIA, LIA, Simon Citrat, SIM, Mc. Conkey, Blood Agar

II. CARA KERJAA. Pengecatan GramPembuatan Preparat Untuk Pengecatan

Diambil 3 gelas obyek yang bersih dan steril.

Dipanaskan diatas Bunsen.

Disterilkan ose sampai pijar dan diambil koloni (bakteri diambil dari P1, control (+) dan control (-).(jika bakteri berbentuk slant, maka dilarutkan dengan NaCl secukupnya)

Dikeringkan preparat pada suhu ruangan.

Melakukan Pengecatan Gram

Preparat yang sudah disiapkan, ditetesi dengan cat gram A, diamkan selama 1-3 menit.Kemudian dicuci dengan aliran air.Tunggu hingga agak kering.

Ditetesi dengan cat gram B, diamkan selama 1 menit.Kemudian dicuci dengan aliran air.Tunggu hingga agak kering.

Ditetesi dengan cat gram C, diamkan selama 30 detik.Kemudian dicuci dengan aliran air.Tunggu hingga agak kering.

Ditetesi dengan cat gram D, diamkan selama 1-2 menit.Kemudian dicuci dengan aliran air.Tunggu hingga agak kering.

Setelah kering diamati dibawah mikroskop.

B. Uji Biokimia

Disiapkan mikroba dari praktikum sebelumnya.

Disiapkan media yang akan digunakan (LIA, KIA, SIM, Cimmon Citrat, Mc.Conkey dan Blood Agar)

Disterilkan ose dengan cara dipanaskan dengan Bunsen hingga membara.

Diambil koloni dari sampel praktikum sebelumnya.

KIA Digoreskan dan ditusukkan ose berisi mikroba ke media.LIA Digoreskan dan ditusukkan ose berisi mikroba ke media.Cimmon Citrat Digores dan ditusukkan ose berisi mikroba ke media.SIM Ditusukkan ose berisi mikroba ke media.Mc. Conkey Digoreskan ose berisi mikroba ke media (quadrant streak)Blood Agar Digoreskan ose berisi mikroba ke media (quadrant streak)

Diinkubasi 18-24 jam didalam oven.Kemudian diamati.

BAB III

I. DATA DAN HASILHasil Mikroskopik Pengecatan GramSampel

Setelah dilakukan uji mikroskopik, dapat dilihat bahwa bakteri yang terdapat pada sampel adalah bakteri gram negatif. Karena hasil menunjukkan bahwa bakteri berwarna merah ketika telah dilakukan pengecatan.

Gram Positif

Setelah dilakukan uji mikroskopik, dapat dilihat bahwa pengecatan bakteri gram positif gagal, karena seharusnya bakteri gram positif setelah dilakukan pengecatan berwarna biru/ ungu, namun ini tetap berwarna merah. Dimungkinkan karena ketika ditetesi cat gram C (berisi aseton) terlalu banyak dan didiamkan terlalu lama, sehingga menghapus fungsi pewarnaan dari Kristal violet. Ataupun karena penambahan cat gram D (berisi safranin) terlalu banyak dan didiamkan terlalu lama, sehingga menyebabkan bakteri menyerap warna merah dari safranin.

Gram Negatif

Setelah dilakukan uji mikroskopik, dapat dilihat bahwa bakteri gram negatif setelah dilakukan pengecatan akan berwarna merah, seperti hasil yang ada disamping.

Hasil Uji BiokimiaKIA

Dapat dilihat pada tabung medium berwana kuning kecoklatan dan hasil goresan berwarna kuning, sehingga dapat dikatakan bahwa bakteri tersebut dapat melakukan fermentasi dekstrosa dan laktosa.

LIA

Dapat dilihat pada tabung bahwa media slant berwarna ungu dan terjadi perubahan warna dibawah yaitu menjadi kuning. Dengan media tidak mengalami penghitaman.

Cimmon Citrat

Pada tabung dapat dilihat bahwa media tidak mengalami perubahan warna, yaitu warna tidak hijau dan bakteri yang ditusukkan juga tidak tumbuh pada media ini.

SIM

Pada tabung terlihat jelas bahwa bakteri sampel yang disuntikkan tumbuh ke atas. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri merupakan golongan aerob, yaitu bakteri yang tumbuh memerlukan oksigen sehingga koloni tersebut tumbuh ke atas untuk mencari-cari oksigen.Pada pengujian menggunakan indol belum dilakukan sehingga belum dapat diketahui apakah bakteri sampel mampu memecah indol dari triptopan atau tidak.

Mc. Conkey

Pada cawan petri dapat dilihat bahwa pada media tidak dapat menumbuhkan bakteri dan warna media berubah dari merah pekat menjadi pink jernih.

Blood Agar

Pada hasil dapat dilihat bahwa pada media tumbuh bakteri. Sehingga disimpulkan bahwa bakteri tersebut dapat menhemolisa darah.

Tabel DataNoNama SpesiesJenis UjiHasil UjiKeterangan

1SampelKIADapat memfer mentasikan dekstrosa dan laktosa.Slant dan goresan berwarna kuning

2Sampe