laporan tahunan ta. 2012 pusat data dan sistem informasi pertanian

of 102 /102
LAPORAN TAHUNAN TA. 2012 PUSAT DATA DAN SISTEM INFORMASI PERTANIAN Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian Januari 2013

Embed Size (px)

Transcript of laporan tahunan ta. 2012 pusat data dan sistem informasi pertanian

  • LAPORAN TAHUNAN TA. 2012

    PUSAT DATA DAN SISTEM

    INFORMASI PERTANIAN

    Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian

    Januari 2013

  • i

    KATA PENGANTAR

    Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas taufik dan hidayah-Nya, Penyusunan Laporan Tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) tahun 2012 ini dapat diselesaikan. Laporan tahunan ini berisi tentang kinerja Pusdatin sampai dengan tahun 2012 berikut sumber daya yang tersedia, serta secara khusus dilaporkan capaian kegiatan selama tahun anggaran 2012. sedangkan laporan secara rinci telah tercakup dalam laporan masing-masing kegiatan. Disadari sepenuhnya bahwa laporan tahunan ini masih perlu sempurna, baik dari segi materi maupun cara penyajiannya. Oleh karena itu dalam rangka penyempurnaan laporan dimasa depan, kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami harapkan. Akhirnya kepada semua pihak yang berperan serta memberikan bantuan dukungan dan kerjasamanya dalam penyusunan laporan ini kami ucapkan terima kasih. Semoga laporan tahunan Pusdatin ini bermanfaat dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan pertanian. Amien Jakarta, Januari 2013 Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian,

    Ir. M. Tassim Billah, MSc NIP. 19570725.198203.1.002

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    1

    BAB. I PENDAHULUAN

    A. LATAR BELAKANG

    Program Pembangunan Pertanian pada dasarnya merupakan rangkaian upaya untuk memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha di bidang pertanian yang mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing dan nilai tambah yang tinggi, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan masyarakat. Tujuan pembangunan pertanian adalah : (1) meningkatkan kesejahteraan petani/masyarakat; (2) meningkatnya pendapatan wilayah; (3) meningkatnya pendapatan nasional dan tercapainya keseimbangan perekonomian baik di

    pusat maupun di daerah.

    Untuk mewujudkan tujuan pembangunan pertanian tersebut, sangat diperlukan pengelolaan yang memadai, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan monitoring serta evaluasi yang hasilnya akan berguna bagi pengambilan kebijakan bagi para pimpinan di Kementerian Pertanian RI. Guna mencapai pada kondisi tersebut, maka perlu didukung oleh data dan informasi yang berkualitas.

    Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian sebagai institusi yang salah satu tugasnya memberikan layanan tentang informasi pertanian, dituntut untuk selalu menyajikan data yang tepat waktu, akurat, lengkap dan berkelanjutan serta dibutuhkan oleh para stakeholders. Oleh karena itu melalui pelaksanaan DIPA Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian tahun 2012 diharapkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian mampu memberikan layanan yang memadai bagi seluruh stakeholders serta memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan pertanian.

    Laporan tahunan ini disamping berisi tentang hasil kinerja tahun 2012, yang meliputi penyerapan anggaran yang bersifat komulatif, pencapaian sasaran fisik kegiatan selama satu tahun, termasuk kendala dan rencana tindaklanjutnya, laporan tahunan ini juga berfungsi sebagai bahan pertanggungjawaban pelaksanaan DIPA Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian TA 2012.

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    2

    B. TUGAS POKOK, VISI DAN MISI PUSAT DATA DAN SISTEM INFORMASI PERTANIAN

    1. Tugas Pokok

    Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pengembangan sistem informasi pertanian serta pelayanan informasi pertanian.

    2. Visi

    Mengingat betapa pentingnya penetapan visi suatu organisasi, maka Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian telah berkeyakinan menetapkan visinya, yaitu: Menjadi sumber data dan informasi pertanian yang lengkap, akurat dan terpercaya untuk mendukung pembangunan pertanian

    3. Misi

    Untuk tercapainya visi tersebut di atas, maka Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian telah membuat pernyataan misi, yang merupakan cita-cita dan landasan kerja yang harus diikuti dan didukung oleh keseluruhan anggota organisasi dan secara eksplisit menyatakan apa yang harus dicapai dan kegiatan spesifik apa yang harus dilaksanakan. Pernyataan misi tersebut adalah sebagai berikut: a. Mengembangkan metodologi pengumpulan, pengolahan, dan penyajian

    data dan informasi pertanian b. Melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan penyebaran data

    dan informasi pertanian c. Membangun dan mengembangkan sistem informasi pertanian d. Membina sumber daya manusia dan kelembagaan bidang statistik dan

    sistem informasi pertanian.

    C. TUJUAN PENULISAN LAPORAN TAHUNAN

    Tujuan penyusunan laporan tahunan ini adalah untuk memberikan gambaran umum mengenai kinerja Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian selama kurun waktu tahun 2012, dan secara umum dapat digunakan sebagai indikator pencapaian kinerja Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    3

    D. HASIL YANG DIHARAPKAN

    Tersedianya Data Statistik dan Informasi Pertanian yang handal mengacu pada Srategi dasar satu data satu pintu yang tepat waktu, akurat, konsisten dan menyeluruh sebagai dasar pengambilan keputusan, kebijakan, serta penyusunan rencana strategis Kementerian Pertanian dimasa yang akan datang.

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    4

    BAB. II ORGANISASI DAN CAKUPAN KEGIATAN

    A. ORGANISASI Sebagaimana tersebut pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 61/Permentan/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian RI yang ditetapkan pada tanggal 14 Oktober 2010, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian yang mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pengembangan sistem informasi pertanian dan pelayanan data dan informasi pertanian, dalam menyelenggarakan tugasnya menyelenggarakan fungsi-fungsi : 1. Penyediaan dan Pelayanan data dan informasi komoditas pertanian; 2. Penyediaan ; 3. Pembinaan, penyediaan dan pelayanan data dan informasi hortikultura

    dan perkebunan; 4. Pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga pusat. Dalam rangka mengemban tugas tersebut, maka sejak tanggal tersebut Unit kerja eselon III di Pusdatin pada saat ini terdiri dari 4 (empat) unit yaitu ; 1. Bagian Umum; 2. Bidang Pengembangan Sistem Informasi; 3. Bidang Data Komoditas; 4. Bidang Data Non Komoditas;

    Unit kerja Eselon IV terdiri dari : 1. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan 2. Subag Kepegawaian dan Rumah Tangga 3. Sub Bidang Data Tanaman Pangan dan Peternakan 4. Sub Bidang Data Hortikultura dan Perkebunan 5. Sub Bidang Data Prasarana 6. Sub Bidang Data Sosial Ekonomi Pertanian 7. Sub Bidang Aplikasi Multimedia 8. Sub Bidang Aplikasi Sistem Informasi 9. Sub Bidang Sistem Jaringan Komputer

    Koordinator Fungsional 1. Koordinator Fungsional Pranata Komputer 2. Koordinator Fungsional Statistik Sedangkan dari aspek sumberdaya manusia, Pusdatin memiliki mandat melakukan pembinaan SDM bagi para pejabat fungsional pranata komputer dan statistisi lingkup Kementerian Pertanian. Sedangkan dari sisi internal,

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    5

    pusdatin yang didukung oleh 119 orang pegawai secara terus menerus dan berjenjang dituntut untuk senantiasa meningkatkan kemampuan pegawainya, terutamanya dalam bidang statistik dan sistem informasi. Dalam rangka mendukung pembangunan pertanian selengkapnya struktur Organisasi Pusdatin adalah sebagai berikut :

    PUSAT DATA DAN SISTEM

    INFORMASI PERTANIAN

    BAGIAN

    UMUM

    SUBBAG

    PERENCANAAN

    DAN KEUANGAN

    BIDANG PENGEMBANGAN

    SISTEM INFORMASI SISTEM INFORMASI

    BIDANG DATA KOMODITAS

    SUB BIDANG

    SISTEM JARINGAN

    KOMPUTER

    SUB BIDANG

    APLIKASI SISTEM

    INFORMASI

    SUB BIDANG

    DATA

    TANAMAN PANGAN

    DAN PETERNAKAN

    SUB BIDANG

    DATA HORTIKULTURA

    DAN PERKEBUNAN

    KELOMPOK

    JABATAN FUNGSIONAL

    SUB BIDANG

    APLIKASI

    MULTIMEDIA

    SUBBAG

    KEPEGAWAIAN DAN

    RUMAH TANGGA

    BIDANG DATA

    NON KOMODITAS

    SUB BIDANG

    DATA PRASARANA

    SUB BIDANG

    DATA SOSIAL EKONOMI

    PERTANIAN

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    6

    Di tahun 2012 terjadi perubahan pejabat dalam struktur organisasi. Berikut ini : 1. Keputusan Menteri Pertanian No. 263/Kpts/KP.330/2/12 tanggal 2

    Pebruari 2012 perubahan

    No Jabatan Semula Menjadi

    1. Kepala Bagian Umum Drs. Hendrykris, MM Agus Sunarya,SE, MM

    2. Kasubbag RT & kepeg Abdul Rauf Ginting,SH Sukim Supandi, S.sos,MM

    3. Kasubbag Renkeu Suhari,SH,MM Wibisono,SE,MM

    2. Keputusan Menteri Pertanian No. 4942/Kpts/KP.330/10/12 tanggal 30

    Oktober 2012

    No Jabatan Semula Menjadi

    1. Kasubbag RT & kepeg Sukim Supandi, S.sos,MM A.Presetyo Wibowo,SH

    Dalam rangka mengemban tugas kerja Pusdatin didukung oleh 122 orang pegawai yang terdiri dari struktural dan fungsional. Di tahun 2012 pegawai Pusdatin berkurang 3 orang atas nama : 1. Noer Yudiono, BSc ( pensiun per pebruari 2012) 2. Heru Rahmoyo Erlangga, STP (mutasi ke daerah, bulan oktober 2012) 3. Hapip (pensiun per desember 2012) Total pegawai Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian sampai dengan bulan desember 119 orang. Hal ini seperti tercantum sebagai berikut :

    1. Berdasarkan tugas pokok dan fungsi

    Jika dilihat dari tugas pokok dan fungsinya, maka SDM di Pusdatin didukung oleh 119 orang PNS struktural/staf, yang terdiri dari struktural/staf 96 orang 39 orang pejabat statistisi dan calon pejabat statistisi dan 25 orang pejabat pranata komputer dan calon pejabat pranata komputer.

    2. Berdasarkan pendidikan

    Jika dilihat dari tingkat pendidikan pegawai di Pusdatin sampai dengan bulan Desember 2012 mempunyai latar belakang pendidikan sebagaimana disajikan pada tabel 1

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    7

    Tabel 1. Keadaan Pegawai Pusdatin Menurut Jenjang Pendidikan Tahun 2012

    No. Jenjang Pendidikan Jumlah

    1 S3 1 orang

    2 S2 26 orang

    3 S1 42 orang

    4 D3/Sarjana Muda 5 orang

    5 SLTA 42 orang

    6 SLTP 1 orang

    7 SD 1 orang

    Jumlah 119 orang

    3 Berdasarkan pangkat/golongan

    Jika dilihat dari golongan ruang, terdapat 24 orang golongan IV, 78 orang golongan III, dan 17 orang golongan II

    B. SARANA

    a. Perangkat Keras dan Perangkat Lunak

    Pusdatin sebagai unit kerja yang bertanggung jawab atas pengembangan sistem informasi pertanian, telah didukung oleh sarana yang cukup memadai, baik berupa perangkat keras maupun perangkat lunak.

    Dalam hal pengembangan perangkat keras, Pusdatin selalu berusaha untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi dengan tetap memperhatikan prinsip efisiensi dan efektifitas. Sedangkan dari aspek perangkat lunak, hal yang diutamakan yaitu penertiban penggunaan software yang legal.

    b. Piranti Keras (Hardware)

    Ketersediaan perangkat keras (hardware) yang ada di Pusdatin dan dalam kondisi dapat beroperasi dengan baik. Perangkat yang saat ini digunakan dan dikelola Pusdatin meliputi : - Server - Perangkat utama jaringan komputer berupa core switch, router, fire

    wall, conten engine, antivirus gateway, bandwidth management. - Backbone jaringan antar gedung berupa jaringan kabel serat optik

    yang menghubungkan gedung-gedung di kantor pusat dan kompleks Kementerian Pertanian di Pasar Minggu serta perangkat wireless yang

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    8

    menghubungkan kantor pusat dengan kompleks Kementan di Pasar Minggu.

    c. Perangkat Lunak (Software)

    Ketersediaan perangkat lunak (software) yang merupakan software original (ada lisensi) yaitu sebagai berikut :

    - windows server enterprice 2003 - exchange server enteroffice 2007 - office 2003 pro - office XP 2000 - Mc Afee antivirus 7.0 - Kaspersky antivirus - Mc Afee antivirus 8.0 - Adobe Photoshop 8.0 - Adobe Premier 7.0 - Adobe After Effect 8.0 - Macromedia MX 2004 - Macromedia Director 2005 - Visual Studio. Net 2003 - Cristal report 11.0 - Arc View 3.2 - Arc MS - Art GIS - HP Opernview

    d. Laboratorium Komputer Sarana pendukung lainnya yang dimiliki Pusdatin yaitu berupa Laboratorium Komputer yang didukung dengan komputer sejumlah 40 unit dan peralatan pendukung berupa perangkat jaringan dlink 24 port dan dlink 2000 AP. Seluruh komputer tersebut terhubung ke jaringan komputer Kementerian Pertanian, sehingga keberadaan laboratorium tersebut sangat bermanfaat dalam hal pelatihan komputer yang berbasis web.

    e. Jaringan Komputer di Kantor Pusat

    Upaya untuk meningkatkan kinerja Pusdatin khususnya dalam hal pengembangan jaringan komunikasi, sehingga alir komunikasi data dari daerah ke pusat, demikian pula sebaliknya dapat berjalan dengan lancar, maka Pusdatin telah merancang interkoneksi jaringan komputer antara instansi pusat dan daerah dengan memanfaatkan fasilitas internet.

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    9

    Saat ini unit kerja yang berlokasi di kantor pusat Kementerian Pertanian telah terhubung satu dengan yang lainnya menggunakan serat optik, sedangkan antar lantai pada setiap gedung telah terhubung dengan menggunakan kabel Un-Shield Twisted Pair. Kompleks Kantor Pertanian di Pasar Minggu juga telah terhubung ke dalam satu jaringan komputer. Antara kantor pusat dengan kompleks kantor pertanian di Pasar Minggu sudah dihubungkan ke dalam satu jaringan komputer dengan teknologi wireless menggunakan microwave. Di Kementerian Pertanian telah tersedia koneksi ke jaringan internet secara leased line yang menghungkan jaringan komputer di Kementerian Pertanian selama 24 jam dengan bandwidth 5 Mbps. Hingga saat ini sudah lebih dari 1.100 unit komputer terhubung dalam jaringan ini.

    f. Perpustakaan Pusdatin

    Untuk menyebarluaskan informasi di bidang pertanian Pusdatin telah tersedia sebuah Perpustakaan yang berisi buku-buku statistik (3.092 buku), komputer (450 buku), manajemen (160 buku), pertanian (550 buku) dan buku lainnya antara lain, ekonomi, ilmu pertanian, matematika dan kamus (210 buku).

    Para pengguna jasa data dan informasi pertanian dan pustaka bahan dalam bentuk media cetak atau elektronik (CD). Data pertanian yang direkam secara seri dari tahun 1976 hingga 2011 kedalam basisdata pertanian telah dapat diakses melalui fasilitas internet oleh para pengguna. Beberapa buku referensi dilengkapi pula CD-nya. Terdapat 122 buah CD sebagai pelengkap bahan pustaka yang dapat diakses oleh para pengguna jasa perpustakaan. Selain itu, para pengguna jasa perpustakaan dapat memanfaatkan komputer di perpustakaan untuk mengakses datadan informasi pertanian melalui internet secara gratis, melalui Etalase Data dan Informasi Pertanian (EDITAMA).

    C. ANGGARAN

    Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian didukung dengan anggaran pemerintah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), berupa anggaran rutin dan anggaran pembangunan . DIPA awal pagu Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian TA 2012 sebesar Rp. 49.162.777.000,- (Empat puluh sembilan milyard seratus enam puluh dua juta tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah)

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    10

    Terjadi revisi disebabkan pemotongan anggaran sebesar 10 persen, atau Rp. 5.208.277.000 untuk belanja barang non operasional lainnya sehingga pagu anggaran sampai dengan bulan desember 2012 sebesar Rp. 43.954.500.000,- (Empat puluh tiga milyard Sembilan ratus lima puluh empat juta lima ratus ribu rupiah) Selengkapnya keragaan anggaran Pusdatin selama kurun waktu 5 tahun terakhir seperti disajikan pada tabel 2 di bawah ini.

    Tabel 2. Perkembangan Anggaran Pusdatin tahun 2008 - 2012

    No. Tahun Jumlah Anggaran Realisasi %

    1 2008 65.416.379.000 44.190.397.385 67,55

    2 2009 90.052.402.000 67.840.939.477 75,33

    3 2010 112.678.803.000 89.862.731.273 79,75

    4 2011 39.111.210.000 35.076.990.928 89.69

    5. 2012 43.954.500.000 42.626.442.572 96.98

    Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui Kenaikan anggaran di Pusdatin dari tahun 2011 ke tahun 2012.

    D. CAKUPAN KEGIATAN

    Kegiatan Pusdatin sebagaimana tersebut pada DIPA Pusdatin Tahun Anggaran 2012 tertuang dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan tugas Teknis Lainnya Kementerian Pertanian dengan 1 (satu) kegiatan yaitu Pengembangan Perstatistikan dan Sistem Informasi.

    Adapun dalam pelaksanaannya, DIPA Pusdatin tahun 2012 dikelola oleh seorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam hal ini yang ditunjuk yaitu Kepala Bagian Umum. Untuk kegiatan tahun 2012 kegiatan di bagi dalam beberapa output. Masing-masing output memiliki beberapa sub output yang disesuaikan dengan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) yang telah disusun sebelumnya. RKP mengacu pada Renstra Kementerian Pertanian. Adapun rincian output sesuai dengan RKP dan setelah direvisi adalah sebagai berikut :

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    11

    kode Output

    Jumlah

    Sesuai dipa awal

    Setelah revisi

    001 Laporan Penyusunan,Pengkajian dan Pengembangan Data dan Informasi

    20 laporan 18 laporan

    002 Laporan Pembinaan, Pengembangan,Pemanfaatan dan Analisis Data dan Informasi

    7 laporan 7 laporan

    003. Laporan Pembuatan/Pengembangan Sistem, Data, Statistik dan Informasi

    11 Laporan 11 laporan

    004. Pelatihan dan Pengembangan SDM 1.575 orang 1.409 orang

    006. Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran

    7 dokumen 7 dokumen

    007. Laporan Penyusunan Laporan dan Monitoring Evaluasi Kegiatan

    7 laporan 7 laporan

    010. Alat Pengolah Data dan Multimedia 65 unit 82 unit

    994. Layanan Perkantoran 12 bulan 12 bulan

    Perubahan volume output disebabkan ada pemotongan anggaran sehingga mempengaruhi volume output yang di hasilkan 1. Laporan Penyusunan,Pengkajian dan Pengembangan Data dan

    Informasi a. Laporan Penyusunan Data PDB b. Laporan Survei Data Kesejahteraan petani 2012 c. Laporan Pengukuran Produktivitas Hortikultura d. Laporan Penyusunan Metodologi area frame untuk pengukuran

    produktivitas padi e. Laporan Pengumpulan, pengolahan dan penyajian data pertanian level

    kab/kota f. Laporan Publikasi Data statistik Pertanian g. Laporan Penyusunan Outlook Komoditas Tanaman Pangan dan

    Peternakan h. Laporan Penyusunan Outlook Komoditas Perkebunan dan Hortikultura i. Laporan Upaya percepatan penyediaan data dan kualitas data

    tanaman pangan berkesinambungan pada skala nasional

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    12

    2. Laporan Pembinaan,Pengembangan,Pemanfaatan dan Analisis Data dan Informasi a. Laporan Analisis Harga dan Kinerja Perdagangan Komoditas

    Pertanian b. Laporan Analisis Indikator makro sektor pertanian c. Laporan Analisis dan Penataan Data Konsumsi d. Laporan Analisis dan Penataan Data Iklim, OPT dan Bencana Alam e. Laporan Analisis dan Penataan Data Sarana Pertanian f. Laporan Analisis dan Penataan Data SDM Pertanian, penduduk,

    kemiskinan dan kelembagaan petani g. Laporan Analisis dan Penataan Data Tenaga Kerja

    3. Laporan Pembuatan/Pengembangan Sistem, Data, Statistik dan

    Informasi a. Laporan Pengembangan dan penataan sistem jaringan informasi

    pertanian b. Laporan Pengembangan Operasional Data Center c. Laporan Penyusunan dan penerapan SOP Penyelenggaraan

    Teknologi Informasi dan Komunikasi d. Laporan perancangan dan pengembangan sistem komunikasi dan

    kolaborasi e. Laporan pengawalan unit pelayanan informasi pertanian di daerah f. Laporan pengembangan sistem informasi manajemen g. Laporan pengembangan sistem informasi pertanian h. Laporan pengembangan dan pengawalan website dan multimedia i. Penyelenggaraan lomba web lingkup Pertanian

    4. Pelatihan dan Pengembangan SDM

    a. Implementasi dan Pengawalan e-form Tanaman Pangan b. Implementasi dan Pengawalan e-form Peternakan c. Sosialisasi dan Penataan Data Lahan Pertanian d. Implementasi dan pengawalan e-form hortikultura e. Implementasi dan pengawalan e-form perkebunan f. Refrsehing Metode Pengumpulan Data Perkebunan g. Sosialisasi e-Procurement (LPSE) h. Peningkatan kualitas SDM i. Pembinaan Pejabat Fungsional (Statistisi dan Pranata Komputer) j. Sosialisasi penggunaan GPS untuk pengukuran areal perkebunan

    5. Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran a. Dokumen Administrasi Kegiatan b. Dokumen Penyusunan program dan Rencana Kerja c. Dokumen Pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan satker d. Dokumen Penyusunan laporan SAI dan laporan keuangan e. Dokumen Penyusunan laporan SABMN

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    13

    f. Dokumen Pelaksanaan hibah aset

    g. Dokumen Pengelolaan dan pembinaan kepegawaian

    6. Laporan Penyusunan Laporan dan Monitoring Evaluasi Kegiatan a. Laporan Penyusunan laporan dan monitoring evaluasi kegiatan b. Laporan Forum Komunikasi statistik dan sistem informasi pertanian c. Laporan Penyusunan News Letter d. Laporan dukungan teknis pimpinan e. Laporan pelaksanaan layanan perpustkaan dan kearsipan f. Laporan penyelenggaraan pameran pusdatin

    g. Laporan kerjasaman antar instansi pemerintah dan luar negeri

    7. Alat Pengolah Data dan Multimedia 8. Layanan Perkantoran

    a. Pembayaran Gaji dan Tunjangan b. Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    14

    BAB. III

    PELAKSANAAN DAN HASIL KEGIATAN A. REALISASI KEUANGAN

    Pada tahun anggaran 2012 ini, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian didukung oleh anggaran yang bersumber dari Dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Murni dengan Nomor Satker 018.01.411925 dengan jumlah sebesar Rp. 49.162.777.000,- rupiah murni DIPA awal dengan pagu sebesar Rp. 49.162.777.000,- . Pada bulan Agustus 2012 dilakukan revisi DIPA terkait dengan pemotongan anggaran sebesar 10 persen dan revisi lainnya (perubahaan AKUN) sehingga pagu terakhir sampai dengan bulan Desember 2012 sebesar Rp. 43.954.500.000,-

    Adapun realisasi perbelanja berdasarkan laporan Keuangan SAI adalah sebagai berikut :

    No. Belanja Pagu Realisasi %

    1 Pegawai 6.760.445.000,- 6.151.699.360,- 91,00

    2 Barang 36.727.095.000,- 36.012.803.212,- 98,06

    3 Modal 466.960.000,- 461.940.000,- 98,92

    Total 43.954.500.000,- 42.626.442.572,- 96,98

    Realisasi per output adalah sebagai berikut : 1. Laporan Penyusunan,Pengkajian dan Pengembangan Data dan

    Informasi dengan pagu sebesar Rp. 23.271.700.000,- tersealisasi sebesar Rp. 23.017.961.542,- atau sebesar 98,91 persen sisa mati sebesar Rp. 253.738.458,-. Yang terdiri dari : a. Laporan Penyusunan Data PDB dengan anggaran sebesar Rp.

    242.100.000,- terealisasi sebesar Rp. 241.247.750,- atau sebesar 99,65 persen sisa mati sebesar Rp. 852.250,-

    b. Laporan Survei Data Kesejahteraan petani 2012 dengan anggaran sebesar Rp. 515.150.000,- terealisasi sebesar Rp. 513.492.650,- atau sebesar 99,68 persen sisa mati sebesar Rp. 1.657.350,-

    c. Laporan Pengukuran Produktivitas Hortikultura dengan anggaran sebesar Rp. 343.400.000,- terealisasi sebesar Rp. 328.619.900,- atau sebesar 95,70 persen sisa mati sebesar Rp. 14.780.100,-

    d. Laporan Penyusunan Metodologi area frame untuk pengukuran produktivitas padi dengan anggaran sebesar Rp. 420.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 372.403.563,- atau sebesar 88,67 persen sisa mati sebesar Rp. 47.596.437,-

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    15

    e. Laporan Pengumpulan, pengolahan dan penyajian data pertanian level kab/kota dengan anggaran sebesar Rp. 175.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 169.612.300,- atau sebesar 96,54 persen sisa mati sebesar Rp. 6.087.700,-

    f. Laporan Publikasi Data statistik Pertanian dengan anggaran sebesar Rp. 262.850.000,- terealisasi sebesar Rp. 256.242.625,- atau sebesar 97,49 persen sisa mati sebesar Rp. 6.607.375,-

    g. Laporan Penyusunan Outlook Komoditas Tanaman Pangan dan Peternakan dengan anggaran sebesar Rp. 266.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 265.616.892,- atau sebesar 99,86 persen sisa mati sebesar Rp. 383.108,-

    h. Laporan Penyusunan Outlook Komoditas Perkebunan dan Hortikultura dengan anggaran sebesar Rp. 235.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 219.497.000,- atau sebesar 93,40 persen sisa mati sebesar Rp. 15.503.000,-

    i. Laporan Upaya percepatan penyediaan data dan kualitas data tanaman pangan berkesinambungan pada skala nasional dengan anggaran sebesar Rp. 20.811.500.000,- terealisasi sebesar Rp. 20.651.228.862,- atau sebesar 99,23 persen sisa mati sebesar Rp. 160.271.138,-

    2. Laporan Pembinaan,Pengembangan,Pemanfaatan dan Analisis Data

    dan Informasi dengan pagu sebesar Rp. 2.071.250.000,- tersealisasi sebesar Rp. 2.051.891.918,- atau sebesar 99,07 persen sisa mati sebesar Rp. 19.358.082,-. Yang terdiri dari : a. Laporan Analisis Harga dan Kinerja Perdagangan Komoditas

    Pertanian dengan anggaran sebesar Rp. 315.750.000,- terealisasi sebesar Rp. 313.360.900,- atau sebesar 99,24 persen sisa mati sebesar Rp. 2.389.100,-

    b. Laporan Analisis Indikator makro sektor pertanian dengan anggaran sebesar Rp. 426.100.000,- terealisasi sebesar Rp. 423.724.600,- atau sebesar 99,44 persen sisa mati sebesar Rp. 2.375.400,-

    c. Laporan Analisis dan Penataan Data Konsumsi dengan anggaran sebesar Rp. 356.450.000,- terealisasi sebesar Rp. 354.231.318,- atau sebesar 99,38 persen sisa mati sebesar Rp. 2.218.682,-

    d. Laporan Analisis dan Penataan Data Iklim, OPT dan Bencana Alam dengan anggaran sebesar Rp. 277.700.000,- terealisasi sebesar Rp. 274.236.000,- atau sebesar 98,75 persen sisa mati sebesar Rp. 3.464.000,-

    e. Laporan Analisis dan Penataan Data Sarana Pertanian dengan anggaran sebesar Rp. 236.400.000,- terealisasi sebesar Rp. 233.890.050,- atau sebesar 98,94 persen sisa mati sebesar Rp. 2.509.950,-

    f. Laporan Analisis dan Penataan Data SDM Pertanian, penduduk, kemiskinan dan kelembagaan petani dengan anggaran sebesar Rp.

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    16

    230.200.000,- terealisasi sebesar Rp. 226.091.750,- atau sebesar 98,22 persen sisa mati sebesar Rp. 4.108.250,-

    g. Laporan Analisis dan Penataan Data Tenaga Kerja dengan anggaran sebesar Rp. 228.650.000,- terealisasi sebesar Rp. 226.357.300,- atau sebesar 99,00 persen sisa mati sebesar Rp. 2.292.700,-

    3. Laporan Pembuatan/Pengembangan Sistem, Data, Statistik dan Informasi dengan pagu sebesar Rp. 2.325.723.000,- tersealisasi sebesar Rp. 2.253.924.125,- atau sebesar 96,91 persen sisa mati sebesar Rp. 71.798.875,-. Yang terdiri dari :

    a. Laporan Pengembangan dan penataan sistem jaringan informasi

    pertanian dengan anggaran sebesar Rp. 242.969.000,- terealisasi sebesar Rp. 234.852.800,- atau sebesar 96,66 persen sisa mati sebesar Rp. 8.116.200,-

    b. Laporan Pengembangan Operasional Data Center dengan anggaran sebesar Rp. 219.954.000,- terealisasi sebesar Rp. 217.165.050,- atau sebesar 98,73 persen sisa mati sebesar Rp. 2.788.950,-

    c. Laporan Penyusunan dan penerapan SOP Penyelenggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan anggaran sebesar Rp. 146.570.000,- terealisasi sebesar Rp. 143.077.475,- atau sebesar 97,62 persen sisa mati sebesar Rp. 3.492.525,-

    d. Laporan perancangan dan pengembangan sistem komunikasi dan kolaborasi dengan anggaran sebesar Rp. 101.570.000,- terealisasi sebesar Rp. 98.991.500,- atau sebesar 97,46 persen sisa mati sebesar Rp. 2.578.500,-

    e. Laporan pengawalan unit pelayanan informasi pertanian di daerah dengan anggaran sebesar Rp. 274.395.000,- terealisasi sebesar Rp. 270.590.200,- atau sebesar 98,61 persen sisa mati sebesar Rp. 3.804.800,-

    f. Laporan pengembangan sistem informasi manajemen dengan anggaran sebesar Rp. 262.755.000,- terealisasi sebesar Rp. 254.246.900,- atau sebesar 96,76 persen sisa mati sebesar Rp. 8.508.100,-

    g. Laporan pengembangan dan perawatan sistem informasi pertanian dengan anggaran sebesar Rp. 424.955.000,- terealisasi sebesar Rp. 405.921.200,- atau sebesar 95,52 persen sisa mati sebesar Rp. 19.033.800,-

    h. Laporan pengembangan dan pengawalan website dan multimedia dengan anggaran sebesar Rp. 422.208.000,- terealisasi sebesar Rp. 404.610.500,- atau sebesar 95,83 persen sisa mati sebesar Rp. 17.597.500,-

    i. Penyelenggaraan lomba web lingkup Pertanian dengan anggaran sebesar Rp. 230.347.000,- terealisasi sebesar Rp. 224.468.500,- atau sebesar 97,45 persen sisa mati sebesar Rp. 5.878.500,-

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    17

    4. Pelatihan dan Pengembangan SDM dengan pagu sebesar Rp.

    3.522.994.000,- tersealisasi sebesar Rp. 3.312.019.870,- atau sebesar 94,01 persen sisa mati sebesar Rp. 210.974.130,-. Yang terdiri dari :

    a. Implementasi dan Pengawalan e-form Tanaman Pangan dengan

    anggaran sebesar Rp. 476.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 472.158.356,- atau sebesar 99,19 persen sisa mati sebesar Rp. 3.841.644,-

    b. Implementasi dan Pengawalan e-form Peternakan dengan anggaran sebesar Rp. 477.973.000,- terealisasi sebesar Rp. 472.669.384,- atau sebesar 98,89 persen sisa mati sebesar Rp. 5.303.616,-

    c. Sosialisasi dan Penataan Data Lahan Pertanian dengan anggaran sebesar Rp. 128.890.000,- terealisasi sebesar Rp. 128.452.650,- atau sebesar 99,66 persen sisa mati sebesar Rp. 437.350,-

    d. Implementasi dan pengawalan e-form hortikultura dengan anggaran sebesar Rp. 592.800.000,- terealisasi sebesar Rp. 542.580.880,- atau sebesar 91,53 persen sisa mati sebesar Rp. 50.219.120,-

    e. Implementasi dan pengawalan e-form perkebunan dengan anggaran sebesar Rp. 592.800.000,- terealisasi sebesar Rp. 499.985.450,- atau sebesar 84,34 persen sisa mati sebesar Rp. 92.814.550,-

    f. Refrsehing Metode Pengumpulan Data Perkebunan dengan anggaran sebesar Rp. 112.054.000,- terealisasi sebesar Rp. 109.662.000.,- atau sebesar 97,87 persen sisa mati sebesar Rp. 2.392.000,-

    g. Sosialisasi e-Procurement (LPSE) dengan anggaran sebesar Rp. 147.907.000,- terealisasi sebesar Rp. 126.288.000,- atau sebesar 85,38 persen sisa mati sebesar Rp. 21.619.000,-

    h. Peningkatan kualitas SDM dengan anggaran sebesar Rp. 175.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 171.850.000,- atau sebesar 97,70 persen sisa mati sebesar Rp. 4.050.000,-

    i. Pembinaan Pejabat Fungsional (Statistisi dan Pranata Komputer) dengan anggaran sebesar Rp. 170.230.000,- terealisasi sebesar Rp. 163.650.000,- atau sebesar 96,13 persen sisa mati sebesar Rp. 6.580.000,-

    j. Sosialisasi penggunaan GPS untuk pengukuran areal perkebunan dengan anggaran sebesar Rp. 648.440.000,- terealisasi sebesar Rp. 624.723.150,- atau sebesar 96,34 persen sisa mati sebesar Rp. 23.716.850,-

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    18

    5. Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran dengan pagu sebesar Rp. 1.649.185.000,- tersealisasi sebesar Rp. 1.609.198.300,- atau sebesar 97,58 persen sisa mati sebesar Rp. 39.986.700,-. Yang terdiri dari :

    a. Dokumen Administrasi Kegiatan dengan anggaran sebesar Rp.

    503.970.000 terealisasi sebesar Rp. 496.830.550,- atau sebesar 98,58 persen sisa mati sebesar Rp. 7.139.450,-

    b. Dokumen Penyusunan program dan Rencana Kerja dengan anggaran sebesar Rp. 311.944.000,- terealisasi sebesar Rp. 303.270.100,- atau sebesar 97,22 persen sisa mati sebesar Rp. 8.673.900,-

    c. Dokumen Pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan satker dengan anggaran sebesar Rp. 252.300.000,- terealisasi sebesar Rp. 243.599.000,- atau sebesar 96,55 persen sisa mati sebesar Rp. 8.701.000,-

    d. Dokumen Penyusunan laporan SAI dan laporan keuangan dengan anggaran sebesar Rp. 200.356.000,- terealisasi sebesar Rp. 197.195.450,- atau sebesar 98,42 persen sisa mati sebesar Rp. 3.160.550,-

    e. Dokumen Penyusunan laporan SABMN dengan anggaran sebesar Rp. 113.610.000,- terealisasi sebesar Rp. 106.379.600,- atau sebesar 93,64 persen sisa mati sebesar Rp. 7.230.400,-

    f. Dokumen Pelaksanaan hibah aset dengan anggaran sebesar Rp. 179.500.000,- terealisasi sebesar Rp. 174.994.000,- atau sebesar 97,49 persen sisa mati sebesar Rp. 4.506.000,-

    g. Dokumen Pengelolaan dan pembinaan kepegawaian dengan anggaran sebesar Rp. 87.505.000,- terealisasi sebesar Rp. 86.929.600,- atau sebesar 99,34 persen sisa mati sebesar Rp. 575.400,-

    6. Laporan Kegiatan dan Pembinaan dengan pagu sebesar Rp.

    1.431.956.000,- tersealisasi sebesar Rp. 1.347.221.180,- atau sebesar 94,08 persen sisa mati sebesar Rp. 84.734.820,-. Yang terdiri dari :

    a. Laporan penyusunan laporan dan monitoring evaluasi kegiatan

    dengan anggaran sebesar Rp. 474.094.000,- terealisasi sebesar Rp. 452.435.000,- atau sebesar 95,43 persen sisa mati sebesar Rp. 21.659.000,-

    b. Laporan forum komunikasi statistik dan sistem informasi pertanian dengan anggaran sebesar Rp. 411.574.000,- terealisasi sebesar Rp. 401.124.196,- atau sebesar 97,46 persen sisa mati sebesar Rp. 10.449.804,-

    c. Penyusunan News Letter dengan anggaran sebesar Rp. 158.810.000,- terealisasi sebesar Rp. 148.940.000,- atau sebesar 93,79 persen sisa mati sebesar Rp. 9.870.000,-

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    19

    d. Laporan dukungan teknis rapat pimpinan dengan anggaran sebesar Rp. 112.276.000,- terealisasi sebesar Rp. 107.206.000,- atau sebesar 95,48 persen sisa mati sebesar Rp. 5.070.000,-

    e. Laporan pelaksanaan layanan perpustakaan dan kearsipan dengan anggaran sebesar Rp.123.202.000,- terealisasi sebesar Rp. 122.177.300,- atau sebesar 99,17 persen sisa mati sebesar Rp. 1.024.700,-

    f. Laporan Penyelenggaraan Pameran Pusdatin dengan anggaran sebesar Rp. 57.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 37.626.200,- atau sebesar 66,01 persen sisa mati sebesar Rp. 19.373.800,-

    g. Laporan Kerjasama Antar Instansi Pemerintah dan Luar Negeri dengan anggaran sebesar Rp. 95.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 77.712.484,- atau sebesar 81,80 persen sisa mati sebesar Rp. 17.287.516,-

    7. Alat Pengolah Data dan Multimedia dengan anggaran sebesar Rp. 466.960.000,- terealisasi sebesar Rp. 461.940.000,- atau sebesar 98,92 persen sisa mati sebesar Rp. 5.020.000,-

    8. Layanan Perkantoran

    a. Pembayaran Gaji dan Tunjangan dengan anggaran sebesar Rp. 5.851.285.000,- terealisasi sebesar Rp. 5.514.489.754,- atau sebesar 94,24 persen sisa mati sebesar Rp. 336.795.246,-

    b. Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran dengan anggaran sebesar Rp. 2.669.590.000,- terealisasi sebesar Rp. 2.284.191.945,- atau sebesar 85,56 persen sisa mati sebesar Rp. 385.398.055,-

    Realisasi anggaran Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian sampai dengan 31 Desember 2011 dengan pagu sebesar Rp. 39.111.210.000,- terealisasi sebesar Rp.35.076.990.928,- (89.69%) sehingga terdapat sisa mati sebesar Rp.4.034.219.072,- (10.31%)

    Realisasi anggaran dan realisasi fisik berdasarkan DIPA Murni T.A. 2011 sebagaimana dijelaskan pada tabel 3 di bawah ini ;

    Tabel 1. Realisasi Anggaran dan Realisasi Fisik Kumulatif

    Parameter Pagu Realisasi Sisa

    Keuangan (Rp.) 39.111.210.000,- 35.076.990.928,- 4.034.219.072,-

    Keuangan (%) 100 % 89.69 % 10.31 %

    Fisik (%) 100 % 100 % 0 %

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    20

    B. PENCAPAIAN SASARAN DAN FISIK KEGIATAN

    PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKASANAAN TUGAS

    TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PERTANIAN

    1. Laporan Penyusunan,Pengkajian dan Pengembangan Data dan

    Informasi Tujuan a. Laporan Penyusunan Data PDB Sektor Pertanian

    Produk Domestik Bruto (PDB) pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam wilayah suatu negara tertentu, sehingga sering digunakan sebagai ukuran kinerja yang dicapai oleh sektor atau sub sektor ekonomi. PDB telah di publikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) secara rutin, disajikan sampai sub sektor saja tidak dirinci per komoditas/kelompok komoditas, bahkan untuk sub sektor hortikultura datanya tergabung dalam tanaman bahan makanan (Tabama). Sementara Off farm dari pertanian masuk ke sektor industri dan sektor perdagangan. Oleh karena itu perlu disusun PDB sektor pertanian secara menyeluruh (on farm s/d off farm) untuk dapat melihat kinerja sektor pertanian. Dalam rangka mendukung pencapaian misi tersebut, maka dilakukan penyusunan data PDB per sub sektor pertanian dan PDB Industri berbasis pertanian dan perdagangan berbasis pertanian, serta melakukan analisis terhadap PDB sektor pertanian. Tujuan:

    Melakukan penyusunan data PDB per sub sektor dan komoditas/kelompok komoditas, PDB industri berbasis pertanian dan perdagangan pertanian tahun 2010 s/d 2012.

    Melakukan analisis PDB sektor pertanian. Sasaran:

    Tersedianya data dan informasi informasi tentang kinerja sektor pertanian secara menyeluruh berdasarkan PDB sektor pertanian dalam kegiatan on farm maupun off farm.

    Tersusunnya publikasi data dan analisis PDB Sektor Pertanian Output:

    Buletin Triwulan I, Triwulan II, Triwulan III, Triwulan IV

    Data Base PDB Sektor Pertanian

    Proses Pengolahan TITO

    Buku Analisis PDB Sektor Pertanian

    file:///C:\Users\murtasih.DEPTAN.000\AppData\Roaming\anggaran2012\des2012\laporan%20akhir%20pusdatin%202012\Buletin%20PDB-1.exefile:///C:\Users\murtasih.DEPTAN.000\AppData\Roaming\anggaran2012\des2012\laporan%20akhir%20pusdatin%202012\Buletin%20PDB-1.exefile:///C:\Users\murtasih.DEPTAN.000\AppData\Roaming\anggaran2012\des2012\laporan%20akhir%20pusdatin%202012\Buletin%20PDB-1.exefile:///C:\Users\murtasih.DEPTAN.000\AppData\Roaming\anggaran2012\des2012\laporan%20akhir%20pusdatin%202012\Buletin%20PDB%20Tw%20II-2012%20(Isi%20Tw1-2012).docfile:///C:\Users\murtasih.DEPTAN.000\AppData\Roaming\anggaran2012\des2012\laporan%20akhir%20pusdatin%202012\Buletin%20PDB%20Tw%20II-2012%20(Isi%20Tw1-2012).docfile:///C:\Users\murtasih.DEPTAN.000\AppData\Roaming\anggaran2012\des2012\laporan%20akhir%20pusdatin%202012\Buletin%20PDB%20Tw%20II-2012%20(Isi%20Tw1-2012).docfile:///C:\Users\murtasih.DEPTAN.000\AppData\Roaming\anggaran2012\des2012\laporan%20akhir%20pusdatin%202012\Buletin%204-PDB.exefile:///C:\Users\murtasih.DEPTAN.000\AppData\Roaming\anggaran2012\des2012\laporan%20akhir%20pusdatin%202012\database%20PDB\1.jpgfile:///C:\Users\murtasih.DEPTAN.000\AppData\Roaming\anggaran2012\des2012\laporan%20akhir%20pusdatin%202012\database%20PDB\1.jpgfile:///C:\Users\murtasih.DEPTAN.000\AppData\Roaming\anggaran2012\des2012\laporan%20akhir%20pusdatin%202012\ANALISIS%20PDB%20Sektor%20Pertanian%20Tahun%202009%20-%202011%20versi%20%20(B5)%20tgl%20%2019%20Des%20'12.pdf

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    21

    Laporan Akhir

    b. Laporan Survei Data Kesejahteraan Petani

    Kehidupan para petani Indonesia sebagai penyangga sektor pertanian ternyata masih belum menggembirakan dan tingkat kesejahteraan petani masih rawan. Hasil Sensus Pertanian 2003 (ST-2003) menunjukkan bahwa jumlah petani bertambah dari 20,8 juta rumah tangga dari ST-1993 menjadi 25,4 juta rumahtangga atau meningkat 2,2% per tahun. Dari pertambahan jumlah tersebut menyebabkan bertambahnya petani gurem dengan luas lahan < 0,5 ha, dari sekitar 10,8 juta rumah tangga atau sekitar 52,7% dari total rumah tangga petani (ST-1993) menjadi 13,7 juta rumah tangga atau sekitar 56,5% (ST-2003). Pertambahan petani gurem ini mencapai 2,6% per tahun atau lebih besar dari pertambahan jumlah petani. Hal ini seiring pula dengan berkurangnya lahan pertanian sehingga pertambahan jumlah petani berdampak pada semakin berkurangnya rata-rata luas kepemilikan lahan oleh petani yang akan menyebabkan menurunnya kinerja pelaku usaha di sektor pertanian, khususnya petani. Berdasar pertimbangkan tersebut di atas, sudah seharusnya pembangunan sektor pertanian saat ini dan di masa mendatang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan terutama petani di perdesaan. Hal ini juga merupakan salah satu target utama kementerian pertanian. Untuk mendukung target peningkatan kesejahteraan petani tersebut, maka perlu informasi tentang tingkat kesejahteraan petani berdasarkan data dan informasi secara panel yang diperoleh langsung dari petani melalui suatu survei. Pusdatin pada tahun 2013 melakukan Survei Data Kesejahteraan Petani di lokasi sampel dengan tipe agroekosistem tertentu untuk mengetahui kondisi kesejahteraan petani ditinjau dari aspek pendapatan dan aspek pengeluaran rumah tangga pertanian.

    Tujuan:

    1. Menyempurnakan buku pedoman dan kuesioner survei kesejahteraan petani

    2. Melakukan survei untuk mengumpulkan informasi tentang kesejahteraan petani ditinjau dari aspek pendapatan dan aspek pengeluaran rumah tangga pertanian dengan tipe agroekosistem yang berbeda di wilayah sampel

    3. Melakukan analisis hasil survey kesejahteraan petani

    file:///C:\Users\murtasih.DEPTAN.000\AppData\Roaming\anggaran2012\des2012\laporan%20akhir%20pusdatin%202012\LAPORAN%20%20AKHIR%20%20PDB%20%202012.pdf

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    22

    Sasaran:

    1. Tersedianya buku pedoman dan kuesioner survei kesejahteraan petani yang telah disempurnakan

    2. Tersedianya informasi dan analisis tentang kesejahteraan petani di wilayah sampel dengan tipe agroekosistem yang berbeda

    Output:

    1. Buku Pedoman dan Kuesioner Survei Data Kesejahteraan Petani 2013

    2. Analisis Hasil Survei Data Kesejahteraan Petani 2013 3. Laporan Akhir Kegiatan

    c. Laporan Pengukuran Produktivitas Hortikultura

    Sejak tahun 2010 telah dilakukan pengukuran produktivitas hortikultura

    dengan menggunakan metode baku khusus untuk komoditas cabe dan

    bawang merah. Dalam metode baku tersebut pengukuran produktivitas

    hanya dilakukan satu kali. Dari hasil evaluasi pelaksanaan pengukuran

    produktivitas di lapang, dijumpai kesulitan untuk pengukuran

    produktivitas komoditas cabe yang dipanen berulang kali, karena

    dengan satu kali pengukuran harus dilakukan estimasi untuk total

    produksi yang dihasilkan pada satu musim panen. Sementara itu

    petugas pengumpul data juga mengalami kesulitan jika harus

    melakukan pengamatan secara terus-menerus di lapangan mengingat

    waktu panen yang cukup lama dan lokasi pertanaman cabe yang sulit

    dijangkau oleh petugas. Hal ini mengakibatkan data produktivitas yang

    dihasilkan diduga menjadi kurang akurat.

    Menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut, pada tahun 2012 Pusat Data

    dan Sistem Informasi Pertanian melakukan pengukuran produktivitas

    hortikultura dengan fokus pada komoditas cabe dalam rangka

    membangun model produksi untuk mengurangi frekuensi pengamatan

    produksi cabe. Untuk mendukung model produksi yang dihasilkan,

    maka pada tahun 2013 dilakukan kegiatan lanjutan pada lokasi yang

    berbeda, sehingga diharapkan model produksi cabe yang dibangun

    dapat diterapkan pada wilayah sentra produksi cabe di Indonesia.

    Model produksi tersebut selanjutnya merupakan bahan pendukung

    dalam penyempurnaan metodologi pengukuran produktivitas

    hortikultura.

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    23

    Tujuan:

    a. Melakukan pengukuran produktivitas cabe.

    b. Membangun model produksi untuk mengurangi frekuensi

    pengamatan produksi cabe.

    c. Memperoleh rata-rata hasil per satuan luas (produktivitas) melalui

    pengukuran langsung untuk komoditas cabe.

    Sasaran: a. Terlaksananya pengukuran produktivitas cabe.

    b. Tersedianya model produksi untuk mengurangi frekuensi

    pengamatan produksi cabe.

    c. Tersedianya data produktivitas cabe

    Output: a. Buku Pedoman Pengukuran Produktivitas Cabe (70 eksp) b. TOT Petugas Pusat 17-18 Feb 2012 (11 org), tim Pusdatin &

    Narsumber IPB. Praktek Lapang di Lembang (20-21 Feb 2012) c. Pelatihan 37 org Petugas daerah, di Lembang 22-23 Feb 2012 d. Listing: 30 Blok Survei di Jabar (300 plot) e. Pengukuran, pengolahan, analisis 293 plot (Garut 102 plot,

    Tasikmalaya 43 plot (7 plot puso), Cianjur 24 plot, Sukabumi 65 plot, Majalengka 59 plot)

    f. Workshop tgl 12 Desember 2012 (30 org hadir BPS, Ditjen Horti, IPB), Hasil: frekuensi pemetikan 3x (pemetikan ke 4, 9, 17) lebih mendekati hasil pencatatan selama 1 siklus tanam

    d. Laporan Penyusunan Metodologi area frame untuk pengukuran

    produktivitas

    Pengumpulan data produktivitas padi dengan pendekatan rumah

    tangga yang dilakukan selama ini, sering dianggap kurang representatif

    oleh petugas kecamatan dan petugas kabupaten. Sampel yang terpilih

    untuk ubinan, sering jatuh pada petak petak yang kurang subur dan

    banyak jatuh pada dataran tinggi. Hal ini diduga karena tahap pertama

    pemilihan sampel yaitu memilih sejumlah blok sensus, kurang

    mempertimbangkan letak geografis sawah seperti dataran tinggi dan

    dataran rendah. Proporsi blok sensus terpilih di dataran tinggi dan

    dataran rendah, harus dipertimbangkan sebelum menjatuhkan sejumlah

    sampel blok sensus. Faktor lain yang dianggap kurang representatif,

    pada saat pendaftaran rumah tangga (listing), rumah tangga dicatat

    jumlah bidang dan petak sawahnya. Petani yang memiliki jumlah petak

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    24

    lebih banyak akan memiliki peluang yang lebih besar untuk terpilih

    sebagai sampel dibandingkan dengan petani yang memiliki jumlah

    petak yang lebih sedikit. Jadi rumah tangga yang memiliki lahan sawah

    yang lebih luas akan tetapi sedikit petak, mempunyai peluang yang

    lebih kecil untuk terpilih sebagai sampel dibandingkan dengan rumah

    tangga petani yang memiliki lahan sawah lebih sempit tetapi memiliki

    petak yang lebih banyak.

    Pusdatin pada tahun 2012 ini akan mengembangkan dan melakukan

    uji coba metodologi area frame untuk pengukuran produktivitas padi

    bekerjasama dengan BPS dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

    Ada 2 (dua) tahap penting dalam mengembangkan metode ubinan

    padi. Tahap pertama memilih sejumlah blok wilayah, dengan

    memperhatikan kontur geografis sawah atau ketinggian rata-rata sawah

    terhadap permukaan laut. Blok wilayah yang terpilih proporsional antara

    dataran tinggi dan dataran rendah. Tahap yang kedua adalah

    melakukan pendaftaran rumah tangga pada blok wilayah terpilih. Pada

    tahap kedua ini sebelum dilakukan pemilihan sampel luas lahan rumah

    tangga petani akan diberi bobot yang berbeda, semakin luas lahan

    sawahnya bobot akan semakin besar. Petani yang memiliki lahan

    sawah yang lebih luas, akan memiliki peluang yang lebih besar untuk

    terpilih sebagai sampel dibandingkan dengan petani yang berlahan

    sempit.

    Tujuan:

    a. Menyusun metodologi area frame untuk pengukuran produktivitas padi.

    b. Melakukan uji coba pengukuran produktivitas padi. c. Menghitung rata-rata hasil (produktivitas) padi dan membandingkan

    dengan hasil pengukuran produktivitas padi melalui survei ubinan reguler.

    Sasaran: a. Tersedianya Buku Panduan Metodologi Area Frame untuk

    Pengukuran Produktivitas Padi. b. Terlaksananya uji coba pengukuran produktivitas padi. c. Tersedianya data rata-rata produktivitas padi hasil uji coba

    pengukuran.

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    25

    Output:

    a. Menyusun buku pedoman, kerangka survei, kuesioner, cetak peta b. 23-27 April 2012 pelatihan kepada KCD, PPL, KSK (80 org dari 32

    Kec); Listing tg 28 April-7 Mei 2012 pada 80 mesh di 32 Kecamatan wilayah Cianjur; 8-9 Mei 2012 pemilihan sampel rumah tangga & pemilihan petak;

    c. Pelaksanaan ubinan Mei-Ags 2012 d. Pengolahan & analis data ubinan 400 plot (100%) e. Workshop, 28 November 2012 (hadir BPS, BPPT, Ditjen Tan

    Pangan, Dinas Jabar)

    e. Laporan Pengumpulan,pengolahan dan penyiapan data pertanian

    level kabupatem/kota

    Penentuan kebijakan di sektor pertanian saat ini mulai berpijak tidak hanya dari data/informasi yang ada di provinsi dan nasional, namun sudah melangkah lebih terfokus lagi ke tingkat kabupaten/kota. Langkah ini dipandang lebih tepat, karena sebagian besar pelaksanaan program pemerintah berada di wilayah kabupaten/kota.

    Berdasarkan latar belakang tersebut, Pusat Data dan Informasi Pertanian akan melakukan pembenahan data sektor pertanian tingkat kabupaten/kota di tahun 2012. Bekerjasama dengan Dinas Pertanian ( Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura), Dinas Peternakan dan Dinas Perkebunan atau Dinas yang membawahi sektor pertanian di 33 provinsi. Diharapkan dengan terbangunnya database sub sektor pertanian ini, akan memudahkan pengguna data untuk mengakses.

    Tujuan

    a. Menyediakan data sektor pertanian tingkat kabupaten/kota. b. Melakukan penataan database sektor pertanian tingkat

    kabupaten/kota.

    Sasaran

    a. Tersedianya data sektor pertanian level kabupaten/kota. b. Tertatanya database pertanian tingkat kabupaten/kota.

    Output a. Pengumpulan data 4 subsektor level kabupaten/kota dari 10 dari 33

    Prov

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    26

    b. Entry, verifikasi, validasi data statistik produksi Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan melalui BDSP (termasuk data Nak kab 2005-2009); EIS; IP

    c. Buku Statistik 4 subsektor level kabupaten/kota

    d. CD dalam proses penyelesaian

    f. Laporan Publikasi Data Statistik Pertanian

    Bukanlah suatu hal yang berlebihan bila dikatakan bahwa dukungan data yang akurat dan tepat waktu, senantiasa diperlukan pada setiap tahap perencanaan pembangunan pertanian dalam berbagai periode. Untuk itu, sebagai kelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) Pertanian telah membangun data statistik pertanian yang dipublikasikan dalam media cetak dan elektronik. Berbagai data dan informasi tersebut di atas yang amat diperlukan oleh pimpinan adalah data dan informasi tentang perkembangan dan prospek komoditi strategis sektor pertanian, sehingga data dan informasi di atas dapat dipergunakan oleh para pimpinan Kementerian Pertanian khususnya sebagai bahan untuk menentukan arah kebijaksanaan pembangunan pertanian, pengguna data dan informasi lainya adalah masyarakat para pelaku agribisnis, pengusaha, investor, dan lain-lain untuk berbagai keperluan, maka agar data dan informasi di atas dapat dengan mudah disebarluaskan perlu disusun dalam bentuk buku publikasi baik yang berisi data kuantitatif sub sektor pertanian, maupun yang berisi informasi hasil analisis dan kajian sub sektor pertanian yang sangat berguna (diperlukan) bagi para pimpinan Kementerian Pertanian, serta informasi mengenai kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan usaha di bidang pertanian. Selain instansi pemerintah pengguna data dan informasi pertanian terdiri dari masyarakat para pelaku agribisnis, pengusaha, investor, dan lain-lain untuk berbagai keperluan, agar data dan informasi di atas dapat dengan mudah disebarluaskan maka disusun dalam bentuk buku dan media elektronik (CD).

    Tujuan

    a) Menyusun Publikasi Buku Statistik Pertanian b) Menyusun Buku Saku edisi Bahasa Inggris c) Menyusun CD Statistik Pertanian

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    27

    Sasaran

    Tersedianya buku statistik pertanian, tersedianya buku saku statistik pertanian, dan tersedianya CD statistik pertanian.

    Output a. Buku Statistik Pertanian 2012 (seri data 5 tahunan) b. Format .pdf Buku Statistik Pertanian c. Buku Saku (seri data 3 thn) & format pdf d. CD (interaktif) Buku Statistik Pertanian e. Laporan Akhir

    g. Laporan Penyusunan Outlook Komoditas Tanaman Pangan dan

    Peternakan

    Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian sebagai unsur penunjang Kementerian Pertanian mempunyai kewajiban untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan membuat kajian berbagai komoditas pertanian khususnya data sub sektor tanaman pangan dan peternakan. Hal ini sangat berguna untuk perumusan kebijakan, perencanaan, evaluasi dan monitoring pembangunan peternakan. Output kegiatan ini adalah buku outlook komoditas tanaman pangan dan peternakan yang merupakan hasil analisis data tanaman pangan dan peternakan yang lebih yang lebih ditekankan pada pemodelan ekonometrik data tanaman pangan dan peternakan dengan bantuan software statistik. Selain buku outlook kegiatan ini juga menghasilkan buletin tanaman pangan subround I dan II.

    Tujuan

    a. Melakukan analisis data peternakan dengan menggunakan model ekonometrik dan rekomendasi hasil kajian bagi pengembangan usaha beberapa komoditas tanaman pangan.

    b. Melakukan analisis data peternakan dengan menggunakan model ekonometrik dan rekomendasi hasil kajian bagi pengembangan usaha beberapa komoditas peternakan.

    Sasaran

    a. Tersedianya Informasi dan kajian model ekonometrika serta hasil peramalan data tanaman pangan.

    b. Tersedianya Informasi dan kajian model ekonometrika serta hasil peramalan data peternakan.

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    28

    Output a. Buku Outlook komoditas: 1.Padi, 2.Jagung, 3.Kedelai, 4.Kacang

    Tanah, 5. Ubikayu 6. Daging Sapi, 7. Daging Ayam, 8. Telur, 9.Susu (proyeksi 2013-2014), (menggunakan model analisis simultan)

    b. Cetak dalam format .pdf c. Laporan Akhir

    h. Laporan Penyusunan Outlook Komoditas Perkebunan dan Hortikultura

    Peranan sektor perkebunan dan hortikultura di Indonesia sangat berarti dalam menunjang kehidupan sebagian besar masyarakat. Pengembangan semua potensi sumber daya pertanian, terutama komoditas strategis menjadi hal yang diharapkan. Dalam rangka mendukung perencanaan pembangunan pertanian yang berkaitan dengan hal tersebut di atas, dukungan data dan informasi komoditas pertanian strategis beserta perkembangannya disertai analisis dan proyeksi ke depan sangat diperlukan, agar kebijakan yang diambil tepat dan terarah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

    Kajian ini berguna untuk perumusan kebijaksanaan, perencanaan, evaluasi dan monitoring pembangunan sub sektor perkebunan dan hortikultura. Di samping itu outlook komoditas perkebunan dan hortikultura juga dapat mendukung penyediaan informasi bagi lembaga-lembaga keuangan pemberi kredit petani dan pengusaha sektor pertanian serta pelaku agribisnis lainnya.

    Tujuan

    a. Menyusun outlook komoditas perkebunan dan hortikultura yang berisi gambaran atau situasi beberapa komoditas unggulan sub sektor perkebunan dan hortikultura baik di dalam negeri maupun luar negeri.

    b. Melakukan proyeksi terhadap prospek beberapa komoditas perkebunan dan hortikultura unggulan Indonesia di masa mendatang

    Sasaran a. Tersedianya outlook komoditas perkebunan dan hortikultura yang

    berisi gambaran atau situasi beberapa komoditas unggulan sub sektor perkebunan dan hortikultura baik di dalam negeri maupun luar negeri

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    29

    b. Tersedianya hasil proyeksi beberapa komoditas perkebunan dan hortikultura unggulan Indonesia di masa mendatang.

    Output a. Buku Outlook Komoditas Perkebunan: 1.Kelapa Sawit, 2.Kelapa,

    3.Kakao, 4.Cengkeh, 5.Tembakau, 6.Tebu b. Buku Oulook Komoditas Hortikultura: 1.Cabe, 2.Bawang Merah,

    3.Bawang Putih, 4.Pisang, 5.Jahe,6. Anggrek c. Workshop mengundang instansi terkait d. Penggandaan Buku Outlook Komoditas Perkebunan dan

    Hortikultura sesuai target

    i. Laporan Upaya percepatan penyediaan data dan kualitas data

    tanaman pangan berkesinambungan pada skala nasional

    Sektor pertanian mempunyai peranan yang penting dalam menunjang kehidupan sebagian besar penduduk Indonesia. Salah satu komoditas penting yang menjadi tumpuan oleh sebagian besar petani Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya adalah komoditas padi. Selain itu komoditas tersebut menjadi faktor penting dalam pemenuhan pangan penduduk. Kurangnya suplai beras seringkali akan mengguncang stabilitas politik secara nasional. Dengan melihat betapa pentingnya peranan komoditas padi/beras tersebut, maka pemerintah selalu berusaha menjaga kecukupan suplai beras bagi kebutuhan pangan penduduk Indonesia.

    Selama ini, kecukupan beras dipenuhi dari produksi dalam negeri dan jika dirasa kurang, maka pemerintah akan mendatangkan beras secara impor dari luar negeri. Oleh karena itu untuk selalu mencukupi suplai beras tersebut, pemerintah selalu membuat perencanaan setiap tahunnya. Dalam rangka mendukung perencanaan pembangunan pertanian yang berkaitan dengan hal tersebut di atas, dukungan data dan informasi komoditas pertanian strategis tersebut beserta analisis dan proyeksi ke depan sangat diperlukan, agar kebijakan yang diambil tepat dan terarah, yang pada akhirnya dapat memenuhi kebutuhan pangan penduduk pada satu sisi dan kesejahkteraan petani pada sisi lainnya.

    Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian sebagai salah satu unit instansi di Kementerian Pertanian mempunyai kewajiban untuk mengumpulkan data, mengolah, menganalisis dan membuat kajian komoditas tanaman pangan khususnya padi/beras, yang berguna

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    30

    untuk membantu dalam perumusan kebijakan, perencanaan, evaluasi dan monitoring oleh para pengambil kebijakan.

    Data padi yang dihasilkan dari produksi dalam negeri, didapatkan dari sumber data terendah yakni mulai dari level kecamatan yang secara berjenjang dilaporkan pada level di atasnya yaitu kabupaten/kota, provinsi dan pusat. Selanjutnya data tersebut diolah bersama antara Kementerian Pertanian dengan BPS menjadi data resmi yang dipublikasikan sebanyak tiga kali dalam setahun atau secara subround. Namun pada saat ini dengan semakin intensifnya perencanaan yang memerlukan data setiap bulan, maka dengan mengandalkan data yang dipublikasikan setiap subround (4 bulan) dirasa tidak cukup. Para pengambil kebijakan memerlukan informasi terkini setiap bulannya. Pemenuhan data setiap bulan secara real time sangat memungkinkan untuk didapatkan, karena formulir pengumpulan data padi biasa dilaporkan bulanan.

    Pada era otonomi yang berjalan pada saat ini, aliran data secara berjenjang dari mulai tingkat terendah di kecamatan sampai dengan tingkat pusat tidak berjalan dengan lancar. Walaupun petunjuk operasional sudah dengan jelas mengharuskan petugas daerah melaporkan secara berjenjang hasil pengumpulan data padi/beras tersebut, namun kenyataannya hanya sekitar 60% data yang terkirim ke pusat. Adanya kendala aliran data ini, menyebabkan para pengambil kebijakan di pusat mengalami kesulitan dalam merencanakan kebutuhan beras bagi penduduk Indonesia setiap tahunnya.

    Berdasarkan hal tersebut, maka perlu terobosan baru untuk mengalirkan data dari daerah ke pusat. Dengan terobasan baru ini, diharapkan data akan tersedia secara tepat setiap bulannya. Melalui kegiatan Upaya Percepatan Penyediaan data dan Kualitas Data Berkesinambungan Pada Skala Nasional diharapkan ketersediaan data akan dapat diperoleh secara berkesinambungan, sehingga informasi perkembangan kondisi tanaman padi di lapang dapat dipantau dengan baik.

    Pelaksanaan kegiatan tersebut telah didukung melalui penentuan kebijakan oleh pimpinan Kementerian Pertanian, diantaranya:

    a. Keputusan Rapat Pimpinan Kementerian Pertanian tanggal 8 September 2011 tentang Percepatan Penyediaan dan Peningkatan Kualitas Data Tanaman Pangan

    b. Rapat Koordinasi Pangan pada tanggal 19 September 2011 di kantor Kementerian Pertanian kembali melakukan retreat target surplus beras sebesar 10 juta ton pada tahun 2014.

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    31

    Usulan pemerintah tentang tambahan dana siaga (kontingensi) untuk mengamankan stok pangan nasional tahun 2012 sebanyak Rp 3 trilliun

    Tujuan

    a. Menyempurnakan dan mempercepat aliran data tanaman pangan mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi sampai dengan pusat setiap bulan. Dilakukan melalui kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan BPS serta Dinas-dinas Pertanian di daerah.

    b. Mengolah dan menganalisis data tanaman pangan pada semua tingkatan untuk disajikan dalam Buletin terbatas bagi kepentingan pimpinan di seluruh jajaran Kementerian Pertanian.

    c. Menyediakan rekapitulasi data Tanaman Pangan pada tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional secara periodik setiap bulan.

    Sasaran

    a. Pelaksana kegiatan dilakukan melalui mekanisme kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Badan Pusat Statisti (BPS), serta Dinas-dinas jajaran Pertanian provinsi dan kabupaten/kota.

    b. Terkoordinasinya pengelolaan data padi, palawija di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten antara Pelaksana dengan Kementerian Pertanian, sehingga aliran data secara bulanan dapat berjalan dengan lancar.

    c. Tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mudah dimengerti dan menjadi pedoman bagi Pelaksana baik pada tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota kecamatan dalam mengirimkan data dari daerah ke pusat.

    d. Tersosialisasinya SOP bagi petugas Pelaksana pengelola data padi dan palawija di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan sehingga para petugas dapat menjalankan kewajiban mengirimkan data secara periodik bulanan.

    e. Tersedianya data padi dan palawija secara nasional secara periodik bulanan di Kementerian Pertanian yang diterima dari Pelaksana, sehingga dapat dianalisis dan bermanfaat bagi pengambil kebijakan dalam menentukan perencanaan kebutuhan pangan nasional.

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    32

    Target Output : 1. Sosialisasi Pedoman & SOP Percepatan ke BPS & Diperta Prov,

    Kab/Kota, Mantritani/KCD & KSK di kecamatan 2. Database (raw-data) SP-Padi, SP-Palawija (LTanam, Lpuso,

    LPanen) setiap tgl 25, level Kab/Kota secara nasional, Januari-Desember 2012 & SP-Lahan-2011 siap diakses oleh Kementerian Pertanian (Pusdatin)

    3. Data Luas Tanam, Ls Puso, Ls Panen dari SP-Padi, SP-Palawija per bulan (Jan-Des 2012) serta data SP-Lahan-2011 secara Nasional

    4. Buletin bulanan untuk bahan Rapat Pimpinan Kementerian Pertanian, berisi keragaan Ls Tanam, Ls Panen Padi per bulan , Analisis dan Peta distribusi di 17 Prov sentra padi, Prediksi Ls Panen & Produksi Padi beberapa periode bulan ke depan.

    5. Laporan akhir (1 eksp) 6. Sosialisasi supervisi, evaluasi program percepatan kepada BPS

    dan Dinas Pertanian di 308 Kab/kota, 4350 kecamatan (Mantritani/KCD & KSK).

    7. Menghadirkan Data SP-Padi, SP-Palawija level Kab/Kota, Bulanan (Januari Desember 2012) serta Data SP-Lahan 2011

    8. Data Luas Tanam, Ls Puso, Ls Panen dari SP-Padi, SP-Palawija per bulan (Jan-Des 2012) serta data SP-Lahan-2011 secara Nasional

    9. Buletin bulanan untuk bahan Rapat Pimpinan Kementerian Pertanian, berisi keragaan Ls Tanam, Ls Panen Padi per bulan , Analisis dan Peta distribusi di 17 Prov sentra padi, Prediksi Ls Panen & Produksi Padi beberapa periode bulan ke depan.

    Realisasi Output 1. Pelaksanaan Kordinasi, Sosialisasi dan Supervisi ke Kab/Kota dan

    Kecamatan oleh Dinas & BPS di 17 Provinsi 2. Raw data SP-Padi, SP-Palawija level kab/kota (by kecamatan),

    bulan Januari s/d November 2012 (diterima tg 25 Desember 2012) 3. Raw data SP-Lahan 2011 (diterima Juni-Juli 2012) 4. Koordinasi pusat dan daerah dalam rangka Sosialisasi Kegiatan,

    Supervisi untuk pelaksanaan di daerah

    5. Penyusunan pedoman SOP percepatan Data Tanaman Pangan & Penggandaan buku pedoman administrasi.

    6. Penyusunan aplikasi sistem SP-Padi dan SP-Palawija level kabupaten/kota (by kecamatan) setiap bulan

    7. Kompilasi, validasi data, Penyerahan raw-data SP-Padi, SP-Palawija, Januari s/d Agustus 2012 kepada Pusdatin

    8. Penyusunan tabulasi & metode analisis

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    33

    9. Pengiriman data tabular (via email subdit) kepada Direktorat Serealia dan Aneka Kacang dan Umbi (setiap tgl 26)

    10. Analisis dan interpretasi data Padi, Jagung, Kedelai, Kc Tanah, Kc Hijau, Ubikayu, Ubijalar bulan Jan November 2012 (Bahan Rapim Kementan)

    11. Penyusunan & Penggandaan Buletin analisis Padi, Jagung, Kedelai bulan Jan-Okt 2012

    12. Diseminasi, penyebaran hasil analisis (ppt, buletin) kepada pimpinan (Sekjen, Dirjen TP, SAM), instansi terkait (lingkup Ditjen TP) maupun Dinas Prov by email

    13. Buku petunjuk administrasi teknis

    14. Laporan akhir yang didalamnya terdapat lampiran berupa : a. Lampiran 1. Database SP-TP berupa raw data SP-PADI dan

    SP-PALAWIJA Bulan Januari Desember 2012 (sofcopy-CD) b. Lampiran 2. Buletin Situasi Pertanaman Padi, Jagung dan

    Kedelai Bulan Januari-November 2012 (softcopy (dalam bentuk pdf -CD) dan hardcopy (616 hal) dicetak 17 eksp

    c. Lampiran 3. Bahan Tayangan Rapat Pimpinan Kementerian Pertanian Bulan Mei Desember 2012 (softcopy (CD) dan hardcopy (396 hal) dicetak 17 eksp

    d. Lampiran 4. Rekap Data SP-TP (luas tanam, luas panen dan luas puso) untuk bahan diseminasi ke Instansi terkait (Direktorat teknis linkup Ditjen Tanaman Pangan dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi (Softfile dikirim by email)

    2. Laporan Pembinaan,Pengembangan,Pemanfaatan dan Analisis Data dan Informasi a. Laporan Analisis Harga dan Kinerja Perdagangan Komoditas

    Pertanian Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian mempunyai visi menjadi pusat bagi penyediaan data dan informasi sektor pertanian, khususnya bagi para pengambil kebijakan sektor pertanian dan masyarakat umum, termasuk di dalamnya data dan informasi harga komoditas pertanian. Dalam kegiatan ini akan dilakukan pengumpulan, penyusunan dan publikasi data dan analisis harga komoditas pertanian yang bersumber dari Kemeterian Perdagangan, BPS dan Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kemeterian Pertanian. Publikasi dalam bentuk buletin harga komoditas beserta ulasan dan peramalannya beberapa periode ke depan secara rutin setiap bulan, serta harga beberapa komoditas pertanian yang diperdagangkan secara internasional. Peramalan harga komoditas pertanian sangat berguna bagi sistem peringatan

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    34

    dini, khususnya pada saat-saat tertentu terjadinya gejolak harga, dengan mengetahui gejolak harga yang diramalkan terjadi di masa datang, maka kebijakan yang akan diambil akan lebih terarah.

    Sektor pertanian mempunyai peranan yang cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang cukup besar yaitu sekitar 14,46 persen pada tahun 2008 atau merupakan urutan kedua setelah sektor industri pengolahan. Sementara itu perdagangan dalam negeri (domestik) dan perdagangan luar negeri (internasional) untuk komoditas pertanian yang meliputi sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan masih cukup luas untuk terus dikembangkan, mengingat sektor pertanian masih mampu bertahan meskipun terjadi krisis ekonomi di Indonesia tahun 1997, dan krisis global beberapa tahun terakhir ini sehingga dapat diandalkan dalam pemulihan perekonomian nasional. Disisi lain pengembangan globalisasi perdagangan antar negara telah berjalan dengan penerapan berbagai kebijakan dan kesepakatan dari sidang WTO, dan pembentukan kerjasama antar negara dalam suatu kawasan seperti APEC, NAFTA dan AFTA. Pada kawasan yang lebih kecil terjalin kerjasama ekonomi sub regional Indonesia dengan pembentukan kawasan segitiga pertumbuhan khususnya dengan Singapura-Johor dan Riau (SIJORI) dan kerjasama Indonesia-Malaysia dan Thailand (IMT-GT), termasuk forum kerjasama antar Negara Brunei, Indonesia, Malaysia dan Philippina (BIMP-EAGA) (Ditjen P2HP, 2007). Berdasarkan hal tersebut, Pusat data dan Informasi Pertanian (Pusdatin) pada tahun 2011 akan dilakukan analisis terhadap kinerja perdagangan komoditas pertanian yang dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana kinerja perdagangan beberapa komoditas unggulan pertanian serta posisi Indonesia di pasar internasional akan produk pertaniannya. Analisis kinerja perdagangan komoditas pertanian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pengguna data dan informasi serta bagi pengambil kebijakan sektor pertanian.

    Tujuan 1. Melakukan pengumpulan dan analisis data harga komoditas

    pertanian 2. Menyusun publikasi data dan analisis harga komoditas pertanian

    sebagai sarana penyampaian informasi sektor pertanian. 3. Melakukan analisis terhadap kinerja perdagangan komoditas

    pertanian tahun 2012. 4. Menyusun buku analisis kinerja perdagangan komoditas pertanian

    volume 4 no. 1 dan no. 2 tahun 2012 sebagai serana penyampai

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    35

    informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana kinerja perdagangan beberapa komoditas unggulan pertanian serta posisi Indonesia di pasar internasional akan produk pertaniannya.

    Sasaran 1. Tersedianya data dan hasil analisis harga komoditas pertanian 2. Tersusunnya buku analisis kinerja perdagangan komoditas

    pertanian volume 4 no. 1 dan no. 2 tahun 2012. 3. Terlaksananya analisis kinerja perdagangan beberapa komoditas

    pertanian 4. Terdistribusinya data dan hasil analisis sebagai informasi

    pendukung kebijakan sektor pertanian

    Output 1. Buletin Analisis Perkembangan Harga Komoditas Pertanian (12

    Edisi) berisi ulasan perkembangan harga komoditas pertanian dan proyeksi 2 bulan kedepan per mingguan 13 komoditas yaitu beras, jagung, kedele, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, bawang merah, cabe, minyak goreng, gula pasir, daging sapi, daging ayam dan telur di 13 ibu kota provinsi serta harga gabah per provinsi, didistribusikan ke lingkup Kementerian Pertanian dan user yang memerlukan data harga komoditas pertanian, salah satunya dari kedutaan Thailand

    2. Buletin Analisis Harga Internasional Sektor Pertanian (4 Edisi) ulasan perkembangan harga internasional beberapa komoditas pertanian yaitu beras, jagung, kedele, gandum, pisang, jeruk, kakao, kopi, teh, minyak sawit, karet dan daging sapi. Distribusi ke lingkup Kementrian Pertanian

    3. Buku Statistik Harga Komoditas Pertanian 2012 (1 Edisi) Harga produsen, Harga Konsumen dari BPS dengan jenis data : Harga eceran dari Kementerian Perdagangan; Harga sayuran di Kramat Jati; Harga Internasional; Database Harga Komoditas Pertanian, periode tahun 2008 s.d 2012

    b. Laporan Analisis Indikator Makro Sektor Pertanian

    Salah satu misi dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian adalah melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan penyebaran data dan informasi pertanian. Dalam rangka mendukung pencapaian misi tersebut, maka dilakukan pengadaan data sekunder indikator makro dan penyusunan publikasi dengan output sebagai berikut: a. Data Ekspor Impor. b. Data Agregat, meliputi data Produk Domestik Bruto (PDB), Indeks

    Harga Konsumen, Inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), Investasi, Kredit dan tingkat suku bunga, Nilai Tukar Rupiah dan Upah buruh.

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    36

    c. Buletin Indikator Makro Sektor Pertanian bulan Januari s.d. Desember 2012

    d. Buletin Ekspor Impor Komoditas Pertanian triwulan I s.d. triwulan IV 2012.

    e. Buku Saku Statistik Makro Sektor Pertanian triwulan I s.d. triwulan IV 2012

    f. Buku Statistik Makro Sektor Pertanian tahun 2011. Dengan tersedianya data dan informasi tentang indikator makro sektor pertanian, diharapkan dapat mendukung pengambil kebijakan dalam rangka meningkatkan peranan sektor pertanian dalam pembangunan nasional

    Tujuan dari kegiatan ini adalah:

    Melakukan pengumpulan data sekunder ekspor impor pertanian, Produk Domestik Bruto (PDB) Sektor Pertanian, investasi, Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), tingkat suku bunga, serta kredit investasi, IHK negara Asean, dan upah buruh sektor pertanian.

    Melakukan penataan database Ekspor-Impor sektor pertanian.

    Melakukan analisis indikator makro sektor pertanian periode tahun 2012

    Menyusun buletin bulanan dan triwulanan indikator makro, Buku Saku Indikator Makro sektor pertanian 2012 dan Buku Statistik Makro sektor pertanian 2011 sebagai sarana penyampai informasi perkembangan sektor pertanian secara makro.

    Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah:

    Tersedianya data ekspor impor pertanian, Produk Domestik Bruto (PDB) Sektor Pertanian, investasi, Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), tingkat suku bunga, serta kredit investasi, IHK negara Asean, upah buruh.

    Tersediaan database ekspor-impor yang tertata dengan baik.

    Tersusunnya buku saku indikator makro sektor pertanian dan buku statistik makro sektor pertanian.

    Terlaksananya analisis data indikator makro sektor pertanian serta terbitnya buletin indikator makro secara kontinyu, meliputi : - Buletin ringkas bulanan - Buletin triwulanan - Terdistribusinya data dan hasil analisis makro sebagai informasi

    pendukung kebijakan sektor pertanian.

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    37

    Output : 1. Buletin Bulanan (12 Edisi) berisi data Ekspor Impor per sub

    sektor dan komoditas; IHK/Inflasi Menurut Kelompok dan Sub Kelompok Pengeluaran; NTP per sub sektor dan provinsi serta NTP pertanian sempit (Bulanan)

    2. Buletin Triwulanan Ekspor Impor (4 Edisi) berisi data per sub sektor, per komoditas, per negara tujuan ekspor, per negara asal impor

    3. Buku Saku Triwulanan (4 Edisi) berisi data PDB, Investasi, Ekspor-Impor, IHK/Inflasi, NTP, Perkreditan, Suku Bunga

    4. Buku Statistik Makro Tahunan (1 Edisi) berisi Tabulasi dan analisis deskriptif 5 tahun terakhir sbb: PDB, Investasi, Ekspor-Impor, IHK/Inflasi, NTP, Perkreditan, Suku Bunga, APBN Pertanian, Konsumsi, Nilai Tukar Rupiah, Upah Buruh.

    5. Database Ekspor Impor Pertanian Dapat diakses melalui web Kementan sbb : Direct link website eselon 1 : http://database.deptan.go.id/eksim, Link untuk umum : http://www.deptan.go.id/

    c. Laporan Analisis dan Penataan data Konsumsi

    Dalam rangka mendukung target pembangunan pertanian diantaranya swasembada berkelanjutan dan peningkatan diversifikasi pangan maka diperlukan ketersediaan data dan informasi konsumsi yang lengkap. Data konsumsi yang selama ini tersedia bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), BPS yang dilaksanakan setiap tahun dan dapat memberi gambaran pola konsumsi pangan penduduk di suatu wilayah yang didasarkan pada besarnya pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi. Selain itu juga data ketersediaan pangan yang bersumber dari Neraca Bahan Makanan (NBM) yang diterbitkan oleg Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian yang dapat memberi gambaran penyediaan, penggunaan dan ketersediaan bahan pangan per kapita di suatu wilayah. Data NBM diperoleh dari perhitungan dengan komponen penyusunnya diantaranya data produksi, ekspor, impor, stok, tercecer, untuk bibit, pakan, diolah untuk industri dan bahan makanan. Oleh karen itu data NBM untuk beberapa komoditas terdapat perbedaan yang cukup jauh dengan data konsumsi dari Susenas, untuk itu perlu dilakukan kajian terhadap metode perhitungan NBM untuk beberapa komoditas yang cukup jauh dari data konsumsi-Susenas. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) mempunyai misi diantarnya melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyebaran data dan informasi pertanian didalamnya termasuk data konsumsi pangan. Oleh karena itu Pusdatin pada tahun 2012 akan

    http://database.deptan.go.id/eksimhttp://www.deptan.go.id/

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    38

    melakukan kegiatan penataan databse dan kajian data konsumsi yang dapat digunakan untuk melengkapi ketersediaan data konsumsi secara series dan terupdate serta melakukan kajian sejauh mana keragaan dan prediksi konsumsi pangan serta penyediaan, penggunaan pangan serta ketersedian per kapita pangan di Indonesia. Kajian konsumsi ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi pengambil kebijakan sector pertanian dan pengguna data dan informasi lainnya.

    Tujuan dari kegiatan ini adalah :

    Melakukan pengumpulan data konsumsi dan penyediaan database konsumsi pangan

    Melakukan kajian dan analisis data konsumsi

    Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah:

    Tersedianya datanase konsumsi pangan secara series dan lengkap

    Tersajinya hasil kajian dan analisis konsumsi pangan.

    Output :

    1. Buletin Konsumsi Pangan (4 Edisi), Vol 3 No. 1 Beras, tomat, durian, kakao dan telur itik; Vol 3 No.2 Ubi kayu, Nenas, Cabe merah, Gula pasir, daging sapi; Vol 3 No. 3 Kedele, kacang hijau,bawang merah,teh, telur ayam;Vol 3 No.4 jagung, bawang putih, pepaya, susu, kopi

    2. Buku Statistik Konsumsi Pangan Tahun 2012

    d. Laporan Analisis dan Penataan Data Iklim, OPT, dan Bencana Alam

    Sektor pertanian di Indonesia mempunyai peranan yang penting dalam menunjang kehidupan sebagian besar masyarakat. Semua potensi sumber daya pertanian, terutama komoditas strategis perlu dikembangkan. Dalam rangka mendukung perencanaan pembangunan pertanian yang berkaitan dengan hal tersebut di atas, dukungan data & informasi terkait sektor pertanian sangat diperlukan, agar kebijakan yang diambil tepat dan terarah dan pada akhirnya dapat meningkatkan produksi pertanian serta kesejahteraan petani. Salah satu dukungan data & informasi yang sangat diperlukan adalah data iklim. Hal tersebut karena kondisi iklim sangat mempengaruhi kegiatan usaha tani yang berlangsung. Perubahan iklim akan menyebabkan terjadinya perubahan pola curah hujan, kelembaban udara, kenaikan suhu serta peningkatan kejadian ekstrim seperti

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    39

    kekeringan, kebanjiran dan serangan OPT yang pada akhirnya akan berdampak serius terhadap sektor pertanian. Faktor iklim ini akan berpengaruh terhadap produktivitas berbagai komoditas pertanian. Sehubungan dengan uraian di atas, data terkait iklim, OPT dan bencana alam sangat diperlukan untuk mendukung analisis dan prediksi terhadap produktivitas komoditas pertanian. Tesedianya data dan informasi yang relevan akan sangat mendukung penyusunan kebijakan pembangunan sektor pertanian secara umum. Data dan analisis yang disusun diharapkan juga dapat menjadi acuan bagi para pengguna data dan informasi lainnya seperti instansi terkait, akademisi, pihak swasta, dan lain-lain.

    Tujuan : 1. Melakukan pengumpulan dan penataan basis data iklim, OPT dan

    bencana alam. 2. Melakukan analisis dan prediksi terhadap data iklim, OPT dan

    bencana alam. 3. Menyusun buku statistik dan buku analisis data iklim, OPT dan

    bencana alam sebagai sarana penyampai informasi.

    Sasaran : 1. Tersusunnya basis data iklim, OPT dan bencana alam sebagai hasil

    dari pengumpulan data yang dilakukan. 2. Terlaksananya analisis dan prediksi data iklim, OPT dan bencana

    alam. 3. Terdistribusinya buku statistik dan hasil analisis sebagai informasi

    pendukung kebijakan sektor pertanian.

    Output: 1. Buletin Analisis (4 buletin) 2. Buku Statistik Iklim, OPT & BA 3. Laporan Akhir Kegiatan

    e. Laporan Analisis dan Penataan Data Sarana Pertanian

    Selama ini, data sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian) yang tersedia masih belum memadai, baik dari segi akurasi data maupun dari segi penyajian dan penyebaran informasinya. Data yang tersaji dari sumber yang berbeda masih sering berbeda sehingga menimbulkan keraguan bagi para pengguna data dan informasi untuk pengambilan keputusan.

    Berbagai data dan informasi sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian) amat diperlukan oleh para pimpinan

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    40

    Kementerian Pertanian khususnya sebagai bahan pendukung untuk menentukan arah kebijakan pembangunan pertanian. Selain itu masyarakat pelaku agribisnis, pengusaha, investor, mahasiswa dan lain-lain untuk berbagai keperluan. Agar data dan informasi di atas dapat dengan mudah disebarluaskan, maka perlu disusun dalam bentuk format yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk lebih memudahkan pengguna data tersebut perlu disebarluaskan dalam bentuk CD yang berisi data kuantitatif sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian), maupun yang berisi informasi hasil analisis dan kajian sub sektor pertanian yang sangat berguna bagi para pimpinan Kementerian Pertanian, serta informasi mengenai kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan usaha di bidang pertanian.

    Selain itu kegiatan penataan data sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian), akan ditambahkan muatan berupa analisis data. Hal ini dimaksudkan agar data sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian) yang telah tersusun dapat pula dimanfaatkan informasi lebih lanjut oleh para pengambil kebijakan.

    Tujuan :

    Melakukan analisis data sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian) sehingga lebih bermanfaat bagi para pengambil kebijakan.

    Menyusun informasi data sarana pertanian ke dalam media elektronik (CD) dan buku.

    Menyebarluaskan data dan informasi sarana pertanian (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian) dalam bentuk buku dan media elektronik (Compack Disk).

    Sasaran : Tertatanya data dan informasi sarana pertanian (pupuk, benih,

    pestisida dan alat mesin pertanian) dalam media komputer. Terlaksananya analisis data sarana pertanian (pupuk, benih,

    pestisida dan alat mesin pertanian). Tersedianya data dan informasi sarana pertanian (pupuk, benih,

    pestisida dan alat mesin pertanian) dalam media CD dan buku. Terlaksanaya penyebaran data dan informasi sarana pertanian

    (pupuk, benih, pestisida dan alat mesin pertanian) dalam media CD dan buku.

    Output :

    Buku Statistik Sarana Pertanian Workshop Buku analisis data sarana pertanian Laporan Akhir

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    41

    f. Laporan Analisis dan Penataan Data SDM Pertanian, Penduduk,

    Kemiskinan dan Kelembagaan Petani

    Selama ini, data dan informasi SDM pertanian, penduduk, kemiskinan, dan kelembagaan petani yang tersedia masih belum memadai, baik dari segi akurasi data maupun dari segi penyajian dan penyebaran informasinya. Data yang tersaji dari sumber yang berbeda masih sering berbeda sehingga menimbulkan keraguan bagi para pengguna data dan informasi untuk pengambilan keputusan.

    Berbagai data dan informasi sub sistem hulu di antaranya adalah data SDM Pertanian, Penduduk, Kemiskinan dan Kelembagaan Petani sangat diperlukan oleh para pimpinan Departemen Pertanian khususnya sebagai bahan pendukung untuk menentukan arah kebijakan pembangunan pertanian, sehingga kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat pertanian dapat ditingkatkan. Agar data dan informasi di atas dapat dengan mudah disebarluaskan, maka perlu disusun dalam bentuk format yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk lebih memudahkan pengguna data tersebut perlu disebarluaskan dalam bentuk CD yang berisi data kuantitatif sub subsistem hulu pertanian, maupun yang berisi informasi hasil analisis dan kajian sub sektor pertanian yang sangat berguna (diperlukan) bagi para pimpinan Departemen Pertanian, serta informasi mengenai kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di bidang pertanian.

    Tujuan :

    Mengelola dan menata data dan informasi melalui program komputerisasi.

    Melakukan analisis data SDM Pertanian, Penduduk, Kemiskinan dan Kelembagaan Petani sehingga lebih bermanfaat bagi para pengambil kebijakan.

    Menyusun informasi dalam media elektronik (CD) dan media cetak. Menyebarluaskan data dan informasi SDM Pertanian, Penduduk,

    Kemiskinan dan Kelembagaan Petani dalam bentuk buku dan media elektronik (Compack Disk).

    Sasaran :

    Tertatanya data dan informasi SDM Pertanian, Penduduk, Kemiskinan dan Kelembagaan Petani dalam media komputer.

    Terlaksananya analisis SDM Pertanian, Penduduk, Kemiskinan dan Kelembagaan Petani.

    Tersedianya data dan informasi SDM Pertanian, Penduduk, Kemiskinan dan Kelembagaan Petani dalam media CD dan cetak.

  • Laporan tahunan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 2012

    42

    Terlaksanaya penyebaran data dan informasi SDM Pertanian, Penduduk, Kemiskinan dan Kelembagaan Petani dalam media CD dan cetak

    Output : Tersedianya Buku Daftar Alamat Kementan,Badan Ketahanan

    Pangan,Dinas Lingkup Pertanian, Kelembagaan Petani(Bakorluh) Tersedianya Buku Statistik Siap Cetak Tersedianya Buku Analisis Laporan Akhir

    g. Laporan Analisis dan Penataan Data Tenaga Kerja Pertanian

    Pembangunan pertanian secara umum menghendaki dukungan analisis data dan informasi yang lengkap. Bagi pengambil keputusan hasil analisis data dan informasi yang lengkap sangat penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran, dan bagi pelaku bisnis bidang pertanian informasi tersebut sangat berguna bagi pengembangan bisnisnya. Karena itu perlu dikembangkan analisis data semua potensi di sektor pertanian termasuk simberdaya manusianya. Khususnya dalam hal ini adalah data ketengakerjaan, yang berguna untuk perumusan kebijaksanaan, perencanaan, evaluasi dan monitoring pembangunan pertanian.

    Sektor pertanian memiliki keterkaitan dengan industri hulu dan hilir yang kuat dan beragam, maka sektor inipun dapat menciptakan efek pengganda (multiplier effects) yang menjadi tulang punggung dari pembangunan suatu wilayah. Oleh karena se