Lumpur Lapindo X IIS 1 SMA 3 Cilacap

download Lumpur Lapindo X IIS 1 SMA 3 Cilacap

If you can't read please download the document

Embed Size (px)

description

Power Point Kelompok 1 Tentang Lumpur Lapindo

Transcript of Lumpur Lapindo X IIS 1 SMA 3 Cilacap

  • 1. Anggota Kelompok Abi Nandita Arga Apria Kusuma ( 01 ) Agustina Prasetya Ningrum ( 02 ) Chairul Rizal ( 05 ) Deyana Luthfy Erianti ( 08 ) Fikri Subani ( 13 ) Gilang Wahyu Pambudi ( 14 )

2. Faktor Penyebab Lumpur LapindoMateri PembahasanKondisi /Keadaan Ketika Terjadi Lumpur LapindoUpaya Pemerintah Untuk Menanggulangi LumpurLapindoLumpurLapindoPengertian lumpur dan lapindo 3. Pengertian lumpurLumpur adalah campuran cair atau semicair antara air dantanah. "Lumpur" terjadi saat tanah basah. Secara geologis,lumpur ialah campuran air dan partikel endapan lumpur dantanah liat. Endapan lumpur masa lalu mengeras selama beberapalama menjadi batu endapan. Saat endapan geologis lumpurterbentuk di estuaria lapisan yang dihasilkan disebut lumpurteluk.Lumpur, dalam industri konstruksi, ialah gips, plesteran semen,semen basah, mapun zat lain yang mirip. Lumpur berhubungandekat dengan sedimen. 4. Lapindo BrantasLapindo Brantas Inc. adalah salah satu perusahaan KontraktorKontrak Kerja Sama(KKKS) ditunjuk BPMIGAS untuk melakukan prosespengeboran minyak dan gas bumi.Lapindo Brantas Inc., pertama didirikan pada tahun 1996 setelahproses kepemilikan sahamnya diambil alih dari perusahaan yang berbasis diAmerika Serikat, Huffington Corporation, yang saat itu telah menandatanganiperjanjian Production Sharing Contract (PSC) dengan Blok Brantas di JawaTimur untuk jangka waktu 30 tahun.Dari tahun 1991 hingga 1996, LBI melakukan survei seismik dan kegiatanpemboran eksplorasi yang fokus pada pengembangan Lapangan Gas Wunut,yang kemudian mulai berproduksi pada 25 Januari 1999. LBI merupakanperusahaan swasta pertama di Indonesia yang memproduksi gas di LapanganWunut, kemudian bergabung dengan PT Energi Mega Persada (EMP) di tahun2004 sebelum diambil alih oleh Minarak Labuan Co. Ltd. (MLC). 5. Underground Blowout berupa asap putih tanggal 27 Mei 2006 Darirekahan tanah 10 m. Termasuk Mud volcano Di Porong, Kab Sidoarjo, 12 km kota Sidoarjo ke selatan Terletak 100-500 m Dari sumur Banjar Panji -1 milik LapindoBrantas,Ltd. BOP ( Blow Out Preventer) alat pengontrol tekanan gas pecahsebelum terjadi semburan Rovicky Dwi Putrohari, seorang geolog independen, menulis bahwa dilokasi sumur Porong-1, tujuh kilometer sebelah timur Banjar Panji-1,terlihat tanda-tanda geologi yang menunjukkan luapan lumpur padazaman dulu, demikian analisanya. Rovicky mencatat sebuah hal yangmencemaskan: semburan lumpur di Porong baru berhenti dalamrentang waktu puluhan hingga ratusan tahun Lumpur sudah masuk ke siklus hidrologi seperti sungai dan sumurgalian 6. Sejak pertama kali meluap, 29 Mei 2006, banjir Lapindo telah menimbulkan kerusakanyang sangat parah. Menurut berbagai sumber data di lapangan, sampai saat ini jumlahbangunan yang terendam meliputi 10.426 tempat tinggal, 33 sekolah, dan 31 pabrik. Lahansawah yang diperuntukkan tebu yang terendam mencapai 64,02 ha dan sawah untuk tanamanpadi yang terendam mencapai 482,65 ha. Banjir lumpur ini telah mengakibatkan ratusan ribuwarga kehilangan mata pencahariannya dan ketidakjelasan nasibnya. Anehnya, penanganan terhadap hal tersebut, baik dari Pemerintah maupun DPR, cenderungmengabaikan kepentingan korban. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kebijakan berikut:Pertama, penanganan Pemerintah terhadap korban lumpur Lapindo diatur melalui PeraturanPresiden (Perpres) No. 14 tahun 2007 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS).Perpres ini lebih berpihak kepada Lapindo. Misalnya, Perpres ini telah membatasi kewajibanLapindo hanya mencakup Peta Terdampak sesuai dengan kondisi pada tahun 2007. Padahal arealyang terendam banjir lumpur tersebut terus meluas hingga saat ini. Akibatnya, berdasarkanPerpres ini, Lapindo hanya bertanggung jawab terhadap sekitar 22.301 jiwa dari 4desa/kelurahan yang termasuk dalam Peta Terdampak. Adapun lebih dari 40 ribu jiwa yanglahan dan tempat tinggalnya terendam lumpur dianggap di luar tanggung jawab Lapindo karenaberada di luar areal Peta Terdampak. 7. KARAKTERISTIK LUMPUR Kandungan kimia berbahaya Salinitas tinggi 38 40% Partikel sangat halus 8. KANDUNGAN LUMPUR Mangan Natrium Besi ( terlarut dalam 0,1 N) Chlor Alumunium Boron Barium Timbal Raksa ( 2,565 mg/liter Hgbaku mutunya: 0,002 mg/l Hg ) Sianida Bebas Arsen HCL > 700 ppm Triklorofenol zat B3(bahan beracun dan berbahaya efek :langsung (iritasi kulit) dan efek sistemik: ( hemolisis, kardiakaritmia, ginjal) Triklorodane, Triklorobenzen,Kloroform Minyak dan lemak ( ITS) 9. Ada beberapa macam Faktor Penyebab Lumpur Lapindoberikut ini :Faktor Penyebab Lumpur LapindoPenyebab Karena PengeboranFaktor Penyebab Lumpur LapindoPenyebab Karena GempaFaktor Penyebab Lumpur LapindoPenyebab Karena Dekat dengan pengeboran Sumur Banjar Panji-1 10. Penyebab Karena PengeboranAhli Geologi RP Koesoemadinata mengatakan, bencana semburan lumpur panas diSidoarjo mutlak karena kesalahan operasional pengeboran PT Lapindo Brantas. Menurut dia,sulit menjelaskan lumpur Lapindo merupakan bencana alam. Karena pada dasarnya terjadikesalahan dalam melakukan pengeboran. "Dinding sumur tidak dipasang hingga dasar.Padahal, dalam rencana dinding dipasang hingga dasar tempat melakukan pengeboran," kataKoesoemadinata. Dari ilustrasi, kata Koesoemadinata, operator hanya memasang dindingseperempat dari kedalaman pengeboran. Hal yang sama dikatakan oleh anggota DrillingEngineers Club Kersam Sumanta. Dia menjelaskan, semburan lumpur Lapindo bukan bencanaalam, tetapi bencana akibat ulah manusia. Dalam program tertulis dinding harus dipasanghingga kedalaman 8.500 kaki, namun pada kenyataannya hal itu tidak dipenuh. "Bahkanpengeboran terus dilakukan hingga kedalaman 9,297 kaki," papar Kersam.Karena dinding tidak dipasang hingga kedalaman 8.500 kaki, maka tekanan air dari dalam terusnaik ke atas dan mencari celah yang akhirnya menyembur tidak jauh dari sumur pengeboran. 11. Penyebab Karena GempaSejumlah ahli menyimpulkan letusan lumpur Lapindo bukan karenakecelakaan manusia. Juga tidak pada prosedur eksplorasi tak layak. Penyebabnya,begitu due dilligence dua penelitian, karena faktor alam yakni : gempaTeori RichardDavies, geolog asal Universitas Durham, Inggris, tentang lumpur Lapindo,terbantahkan. Davies sebelumnya berpendapat lumpur disebabkan prosedutkegiatan eksplorasi yang tak layak. Dia menilai pengeboran gas Banjar Panji-1 takmemenuhi syarat kelayakan.Bencana letusan lumpur Sidoarjo berawal pada tanggal 29 Mei 2006.Peristiwa itu terjadi setelah gempa bumi yang berkekuatan 6,3 skala richtermenyerang Yogyakarta dan sekitarnya. Lumpur panas mulai meletus dari retakanpanjang pada jarak 200 km dari pusat terjadinya gempa.Sejak itu, 150.000 m3 lumpur terus keluar tiap hari, menggenangi desa-desa sekitardan menyebabkan kerusakan pada infrastruktur lokal. Menurut para ahli, aliranlumpur sepertinya dapat berkelanjutan hingga waktu lama. 12. Penyebab Karena Dekat dengan pengeboran SumurBanjar Panji-1Ada yang mengatakan bahwa lumpur Lapindo meluap karena kegiatan PT Lapindo didekat lokasi itu. Pada awalnya sumur tersebut direncanakan hingga kedalaman 8500 kaki (2590meter) untuk mencapai formasi Kujung (batu gamping). Sumur tersebut akan dipasang selubungbor (casing ) yang ukurannya bervariasi sesuai dengan kedalaman untuk mengantisipasi potensicirculation loss (hilangnya lumpur dalam formasi) dan kick (masuknya fluida formasi tersebut kedalam sumur) sebelum pengeboran menembus formasi Kujung. Diperkirakan bahwa Lapindo,sejak awal merencanakan kegiatan pemboran ini dengan membuat prognosis pengeboran yangsalah. Mereka membuat prognosis dengan mengasumsikan zona pemboran mereka di zonaRembang dengan target pemborannya adalah formasi Kujung. Padahal mereka membor di zonaKendeng yang tidak ada formasi Kujung-nya. Alhasil, mereka merencanakan memasang casingsetelah menyentuh target yaitu batu gamping formasi Kujung yang sebenarnya tidak ada.Selama mengebor mereka tidak meng-casing lubang karena kegiatan pemboran masihberlangsung. Selama pemboran, lumpur overpressure (bertekanan tinggi) dari formasi Pucangansudah berusaha menerobos (blow out) tetapi dapat diatasi dengan pompa lumpurnya Lapindo(Medici). 13. Kondisi LingkunganLumpur Lapindo adalah suatu peristiwa bocornya pengeboran gas bumi yang terjadi diKabupaten Sidoarjo, salah satu Kabupaten di Jawa Timur. Kebocoran pengeboran gas bumitersebut dilakukan atas kelalaian PT. Lapindo Brantas. Dengan adanya kebocoran gas tersebut,maka mengakibatkan dampak bagi masyarakat terhadap kehidupan sosial ekonomi. Dampaklumpur Lapindo ini sangat dirasakan oleh masyarakat di 3 (tiga) Kecamatan yakni KecamatanPorong, Kecamatan Jabon, dan Kecamatan Tanggulangin. Hal ini terbukti sebagian wilayah yangdekat dengan semburan lumpur Lapindo seperti: Rumah, pabrik, sawah, tempat ibadah, sekolahdan lainnya yang tergolong bagian dari kehidupan sosial ekonomi menjadi lautan lumpurLapindo. Lapindo terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Renokenongo dari segikondisi tempat tinggal selama di penampungan pasar baru porong yang kurang nyaman,masalah pendidikan anak-anak korban lumpur mengakibatkan sebagian besar prestasi merekamenjadi menurun, terpisahnya sistem kekerabatan antara saudara serta tetangga yangberpencar karena mencari tempat tinggal yang berbeda-beda, adat-istiadat yang bertahun-tahunterbina kini hanya tinggal kenangan seperti terkuburnya makam para leluhur, matapencaharian masyarakat yang menjadikan masyarakat banyak sebagai penggangguran, sehinggamengakibatkan pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari menjadi menurun. 14. Kondisi SosialPeristiwa semburan lumpur panas di Sidoarjo telah menimbulkan kerusakan aset diareal sekitar pusat semburan, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.Aset yang rusak terdiri dari :1) Tanah dan bangunan hunian penduduk;2) Tanaman produktif seperti tanaman padi, tebu, dan palawija;3) Bangunan dan peralatan pabrik;4) Infrastruktur seperti jalan tol, jaringan listrik, jaringan irigasi, jaringan airbersih, jaringan telekomunikasi, jaringan pipa gas; Semburan lumpur tersebutse