MALARIA - epidemiologi penyakit menular

of 19/19
KELOMPOK 3 EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR
  • date post

    25-Jun-2015
  • Category

    Education

  • view

    3.573
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of MALARIA - epidemiologi penyakit menular

  • 1. EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULARKELOMPOK 3

2. Winda Zulfi (091000004) Mustafa Kamal (101000003) Sikap B Sitepu (101000011) Fadhlan Mulia A (101000059) Alfonco S. (101000216) Mabruri Pratama (101000231) Elsa Sembiring (101000248) Vinni Ardwifa (101000268) 3. Malaria adalah penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditemukannya bentuk aseksual dalam darah Malaria merupakan penyebab kematian utama penyakit tropik, diperkirakan satu juta penduduk dunia meninggal setiap tahunnya dan terjadi kasus baru 200-300 juta/tahun Secara alami ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles 4. Penyebab infeksi malaria adalah plasmodium dari kelas sporozoa dan famili plasmodidae. Ada empat jenis parasit malaria yang dapat menginfeksi manusia : P. vivax, P. malariae, P. falciparum, P. ovale. Plasmodium ini pada manusia menginfeksi eritrosit dan mengalami pembiakan aseksual di jaringan hati dan di eritrosit. 5. Menggigil Demam Anemia Nyeri persendian Sakit kepala Muntah-muntahBadan terasa dingin yang kemudian diikuti dengan demam panas yang berlangsung sekitar empat sampai enam jam 6. TRIAS MALARIAPada P. falciparum menggigil dapat berlangsung berat ataupun tidak adaPeriode dinginPeriode berkeringatTrias malaria lebih sering terjadi pada infeksi P. vivaxPeriode panasPeriode tidak panas berlangsung 12 jam pada P. falciparum, 36 jam pada P. vivax dan P. ovale 60 jam pada P. malariae 7. P. FalciparumP. VivaxP. OvaleP. malariae7 14 hari8 14 hari8 14 hari7 30 hari 8. Nyamuk dapat terinfeksi apabila dalam darah penderita yang diisap oleh nyamuk masih ada gametosit. Keadaan ini bervariasi tergantung pada spesies dari parasit serta respons seseorang terhadap pengobatan.P. FalciparumP. VivaxP. OvaleP. malariae< 1 tahun1 2 tahun1 2 tahun3 tahun 9. Nyamuk tetap infektif seumur hidup mereka Penularan melalui transfusi darah tetap dapat terjadi semasih ditemukan ada bentuk aseksual dalam darah 10. Batas dari penyebaran malaria adalah 64 LU (Rusia)dan 32 LS (Argentina). Ketinggian yang dimungkinkan adalah 400 meter di bawah permukaan laut(Laut mati dan kenye) dan 2600 meter di atas permukaan laut (Bolivia) 11. INDONESIA Papua : 261,5 Papua barat : 253,4 NTT : 117,5 Maluku utara : 103,2 Kep. Babel : 91,9 UMUR TEMPAT< 1 thn : 0,3 % 1-4 thn : 0,8 % 5-9 thn : 0,9 % 10-14 thn : 0,7 % 15 thn : 0,6 %P E N D I D I K A N Tidak sekolah : 0,7 % Tidak tamat SD : 0,8 % Tamat SD : 0,6 % Tamat SMP : 0,5 % Tamat SMA : 0,6 % Tamat PT : 0,2 % 12. Hanya manusia menjadi reservoir terpenting untuk malaria. Selama manusia (pasien) mengandung parasit malaria, ia menjadi sumber penularan penyakit malaria. 13. Melalui gigitan nyamuk anpheles betina yang infektif. Sebagian besar spesies menggigit pada senja hari dan menjelang malam. Di dalam tubuh manusia yang terkena infeksi sporosoit memasuki sel-sel hati, yang kemudian sel-sel hati pecah dan parasit aseksual memasuki aliran darah dan berkembang. Malaria juga bisa ditularkan melalui injeksi atau transfusi darah. 14. Setiap orang rentan terhadap penularan Toleransi /daya tahan terhadap gejala klinis :penduduk dewasa pada daerah endemis (gigitan anopheles berlangsung bertahun-tahun). Pada plasmodium vivax :dipengaruhi oleh antigen duffy yang merupakan reseptor parasit malaria pada eritrosit. Bayi daerah endemik malaria: perlindungan antibodi maternal yang diperoleh dari ibunya (transprasental). Mereka yang secara genetik mempunyai sicke cell trait relatif terlindungi terhadap kemungkinan menderita penyakit malaria berat apabila terinfeksi P. falciparum. 15. Masyarakatkan PHBS Gizi seimbang Edukasi malaria PRIMORDIALPRIMERTindakan terhadap manusia Edukasi terutama pelancong atau petugas yang akan bekerja di daerah endemis Sistem kewaspadaan dini, penyluhanan pencegahan malaria Proteksi pribadi Modifikasi perilaku 16. P R I M E RKemoprofilaksis ( Tindakan terhadap plasmodium sp) Obat-obat antimalaria yang saat ini digunakan Clorokuin (belum tersedia di Indonesia ), primakuin Tindakan terhadap vektor Pengendalian secara mekanis : mengeringkan genangan air, memberi kawat nyamuk Pengendalian secara biologis : Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk Melakukan radiasi terhadap nyamuk jantan sehingga steril dan tidak mampu membuahi nyamuk betina Bacillus thuringiensis merupakan salah satu bakteri yang banyak digunakan sebagai mikroorganisme yang merupakan parasit nyamuk. Heterorhabditis termasuk golongan cacing nematode yang mampu memberantas serangga. Pengendalian secara kimiawi : menggunakan insektisida 17. SEKUNDER Pencarian penderita malaria Diagnosis Gejala klinis Pemeriksaan laboratorium + penunjang Pengobatan yang tepat dan adekuatPenanganan akibat lanjut dari komplikasi malaria pemberian obat malaria yang efektif sedini mungkin penanganan kegagalan organ seperti tindakan dianalisis terhadap gangguan fungsi ginjal, pemasangan ventilator pada gagal napas Tindakan suportif berupa pemberian cairan serta pemantauan tanda vital untuk mencegah memburuknya fungsi organ vital Rehabilitasi mental/ psikologis : pemulihan kondisi penderita malaria, memberikan dukungan moril kepada penderita dan keluarga di dalam pemulihan. Melaksanakan rujukan pada penderita yang memerlukan pelayanan tingkat lanjut.TERSIER 18. P E N G A W A S A N1. Laporan kepada institusi kesehatan 2. Isolasi : Untuk pasien yang baru saja sembuh, lakukan kewaspadaan terhadap darah pasien tersebut. Pasien pada senja dan dini hari agar dijaga tidak digigit nyamuk. 3. Desinfeksi : Tidak ada 4. Karantina : Tidak ada 5. Imunisasi kontak: Tidak dianjurkan 6.Investigasi kontak dan sumber infeksi : Menentukan adanya riwayat kasus sebelum terjadinya infeksi atau kemungkinan terpajan. Jika ada pasien yang mempunyai riwayat menggunakan jarum suntik bergantian, lakukan investigasi dan semua orang tersebut diberikan pengobatan penderita yang mendapat malaria karena transfusi, terhadap semua donor dilakukan pemeriksaan darahnya apakanh mengandung positif parasit malaria atau adanya antibodi positif terhadap malaria, apabila positif malaria maka harus diberikan pengobatan. 7. Pengobatan spesifik untuk semua tipe malaria 19. KELOMPOK 3