Penanaman Kopi

of 42 /42
Morfologi Tanaman Kopi • Berdasarkan KBBI morfologi adalah ilmu pengetahuan bentuk luar dan susunan makhluk hidup.Secara alami, tanaman kopi memiliki akar tunggang sehingga tidak mudah roboh. Namun, akar tunggang tersebut hanya dimiliki oleh tanaman kopi yang berasal dari bibit semai atau bibit sambung (okulasi) yang batang bawahnya berasal dari bibit semai. Sementara tanaman kopi yang berasal dari bibit stek, cangkok, atau okulasi yang batang bawahnya berasal dari bibit setek tidak memiliki akar tunggang.

Embed Size (px)

Transcript of Penanaman Kopi

Morfologi Tanaman KopiBerdasarkan KBBI morfologi adalah ilmu pengetahuan bentuk luar dan susunan makhluk hidup.Secara alami, tanaman kopi memiliki akar tunggang sehingga tidak mudah roboh. Namun, akar tunggang tersebut hanya dimiliki oleh tanaman kopi yang berasal dari bibit semai atau bibit sambung (okulasi) yang batang bawahnya berasal dari bibit semai. Sementara tanaman kopi yang berasal dari bibit stek, cangkok, atau okulasi yang batang bawahnya berasal dari bibit setek tidak memiliki akar tunggang. Batang dan cabang kopi berkayu, tegak lurus dan beruas-ruas. Tiap ruas hampir selalu ditumbuhi kuncup. Tanaman ini mempunyai dua macam pertumbuhan cabang, yaitu cabang Orthrotrop dan Plagiotrop. Cabang Orthrotrop merupakan cabang yang tumbuh tegak seperti batang, disebut juga tunas air atau wiwilan atau cabang air. Cabang ini tidak menghasilkan bunga atau buah. Cabang Plagiotrop merupakan cabang yang tumbuh ke samping. Cabang ini menghasilkan bunga dan buah (AAK, 1994:11).

Daun kopi berbentuk bulat, ujungnya agak meruncing sampai bulat dengan bagian pinggir yang bergelombang. Daun tumbuh pada batang, cabang dan ranting. Pada cabang Orthrotrop letak daun berselang seling, sedangkan pada cabang Plagiotrop terletak pada satu bidang. Daun kopi robusta ukurannya lebih besar dari arabika (AAK, 1994:14).

Pada umumnya, tanaman kopi berbunga setelah berumur sekitar dua tahun. Bunga kopi berukuran kecil. Mahkota berwarna putih dan berbau harum. Kelopak bunga berwarna hijau. Bunga tersusun dalam kelompok, masing-masing terdiri dari 6 kuntum bunga. Tanaman kopi yang sudah cukup dewasa dan dipelihara dengan baik dapat menghasilkan ribuan bunga. Bila bunga sudah dewasa, kelopak dan mahkota akan membuka, kemudian segera terjadi penyerbukan. Setelah itu bunga akan berkembang menjadi buah.

Buah kopi terdiri dari daging buah dan biji. Daging buah terdiri dari tiga bagian yaitu lapisan kulit luar (eksokarp), lapisan daging buah (mesokarp), dan lapisan kulit tanduk (endokarp) yang tipis, tetapi keras. Buah kopi yang muda berwarna hijau, tetapi setelah tua menjadi kuning dan jika masak warnanya menjadi merah. Besar buah kira-kira 1,5 x 1 cm dan bertangkai pendek. Pada umumnya buah kopi mengandung dua butir biji, biji tersebut mempunyai dua bidang, bidang yang datar (perut) dan bidang yang cembung (punggung)

Syarat Tumbuh Tanaman KopiPersyaratan iklim kopi Arabika :Garis lintang 69 LU sampai 24 LS.Tinggi tempat 1250 s/d 1.850 m dpl.Curah hujan 1.500 s/d 2.500 mm/th.Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) 13 bulan.Suhu udara ratarata 1721 C.

Persyaratan iklim Kopi Robusta :Garis lintang 20 LS sampai 20 LU.Tinggi tempat 300 s/d 1.500 m dpl.Curah hujan 1.500 s/d 2.500 mm/th.Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) 13 bulan.Suhu udara ratarata 2124 C.Perbanyakan Tanaman KopiPembibitan dapat dilakukan:Secara generatif dengan benih/ biji, terutama untuk jenis kopi Arabika.Secara vegetatif dengan stek atau sambung, terutama untuk jenis kopi Robusta.

Cara memperoleh biji kopi :Dari kebun sendiri, biji diambil dari pohon yang telah diketahui mutunya. Pohon induk yang produksinya cukup tinggi, tahan terhadap nematoda, bubuk buah maupun bubuk batang, atau dengan kata lain yang tahan terhadap hama dan penyakit. Balai penelitian perkebunan, bersumber dari kebun percobaan yang menghasilkan biji telah teruji keunggulannya.

Cara memilih dan memelihara biji kopi:Buah yang dipungut adalah yang masak, kemudian dipilih yang baik, tidak cacat dan yang besarnya normal. Jika biji ini tidak memenuhi syarat harus disingkirkan. Semua buah/biji kopi yang memenuhi syarat kemudian dikerjakan sebagai berikut:Biji dikelupas kulitnya, dinjakinjak dengan kain, tetapi kulit tanduk tidak sampai lepas.Lendir yang melekat dibersihkan, dengan jalan dicuci atau digosok permukaannya dengan abu dapur.Setelah bersih biji dikering anginkan satu atau dua hari, tidak langsung terkena sinar matahari, melainkan kering angin.Bijibiji yang sudah kering, selanjutnya diadakan pemilihan yang kedua kalinya. Jika biji kopi itu hampa dan bentuknya jelek, harus disortasi, tidak perlu disemai.Cara menyimpan biji kopi:Bijibiji kopi yang telah dipilih dalam keadaan kering dapat terus disemaikan. Untuk menungggu musim persemaian yang tepat, biji dapat disimpan untuk sementara waktu. Dan untuk menghindari terjadinya serangan hama bubuk atau untuk memetikan bubuk yang mungkin ada, maka bijibiji kopi tersebut bisa dimasukkan dalam peti dengan jalan:Pada dasar peti diberi lapisan kain yang diberi minyak terpentin dengan dosis 1 cc / 100 cm2. Dan di atas kain pada lapisan biji setebal 5 cm, diberi kain lagi yang diberi minyak terpentin pula, demikian seterusnya sehingga peti itu penuh.Bila peti itu sudah penuh, kemudian ditutup rapatrapat dan dibiarkan selama 3 hari 3 malam agar semua hama mati karenanya.Kalau penyimpanan itu berlangsung agak lama, maka biji tersebut perlu dicampur dengan bubuk arang yang dibasahi dengan air, dengan perbandingan 1 kg bubuk arang : 150 cc air.Perbandingan antara biji dan bubuk arang yakni 3:1. Atau 3 kg biji dicampur 1 kg bubuk arang yang telah dibasahi tadi.Lamanya penyimpanan biji kopiPenyimpanan biji tidak boleh terlalu lama, sebab jika terlalu lama daya tumbuhnya akan menurun atau akan habis sama sekali. Bijibiji kopi yang baru akan tumbuh 90 100%, sedang yang disimpan sekitar 6 bulan daya tumbuhnya 60 70%. Sebaiknya penyimpanannya jangan sampai lebih dari 3 bulan, dan yang paling baik ialah bila penyimpanan itu dilakukan sekitar dua bulan. Penyimpanan dimasukkan kedalam ruangan yang gelap dan sejuk.

Penyemaian Benih Kopi

Biji ditanam sedalam 0,5 cmdengan jarak 2 x 5 cm.Setelah biji ditanam kemudiandisiram dengan menggunakangembor.Setelah disiram, biji disungkup(3a) atau ditutup dengan ilalang(3b). Kemudian biji disiram setiaphari, dan setelah mencapaistadium kepelan, bibit dipindahke polybag.

Stadium serdadu.

Stadium kepelan.

Pengisian dan penataan polybag.Bibit stadium kepelan ditanamdalam polybag.Bibit kopi Arabika 4 pasangdaun (35 bulan) siap ditanam.PEMBIBITAN KOPI DENGAN STEK BERAKAR

Menyiapkan larutan zat pengaturtumbuh akar (rootone).Pangkal stek dicelup zat pengaturtumbuh selama 1015 detik.Penanaman stek dengan jarak5 x 10 cm.PEMBIBITAN KOPI DENGAN SAMBUNG STEK

Siapkan entres batang bawah robusta BP 308 dan entres batangatas yang diinginkan.Entres batang atas (2 ruas)diruncingkan di bagian bawah,sisipkan ke entres batangbawah, kemudian diikat tali rafia.

Siapkan media sungkup untuk penyetekan langsungdi tanah, disungkup rapat dan hanya dibukasedikit saat menyiram.Siapkan media sungkup untuk penyetekandalam polybag, disungkup rapat dan hanya dibukasedikit saat menyiram.

Pengakaran bibit sambung stek,dilakukan oleh 3 orang, yaitu:2 orang perempuan yang menanamstek dan 1 orang lelakiyang menutup sungkupnya

Setiap hari disiram sampai basah, dengan disemprot secara tidak langsung mengenai stek, disemprotkan ke plastik penutup. Seminggu sekali disemprot pestisida, dan sebulan sekali dipupuk.

Sambungan dinyatakan berhasil jika setelah 2 minggu warna batang atas tetap hijau.Setelah akar kuat dilakukan penyesuaian dengan membuka sungkup setiap hari 2 jam, meningkat 4 jam, sampai akar dan tunas yang tumbuh sudah cukup besar, kemudian sungkup dibuka penuh, dan bibit segera dipindah ke polybag.

PERSIAPAN LAHAN

Persiapan lahan: jika lahan datar, dibuat terasindividu.Persiapan lahan: jika lahan miring, dibuat terasmengikuti kontur (sabuk gunung).PENAUNGANPenanaman penaung tanaman kopi ditanami minimal satu tahun sebelum penanaman tanaman kopi. Syaratsyarat Pohon Penaung:Memiliki perakaran yang dalam.Memiliki percabangan yang mudah diatur.Ukuran daun relatif kecil tidak mudah rontok dan memberikan cahaya diffus.Termasuk leguminosa dan berumur panjang dan berumur panjang.Menghasilkan banyak bahan organik.Tidak menjadi inang hamapenyakit kopi.

Jangan mencampur kopi dengan:Kelapa (akarnya berkompetisi dengan akar kopi).Pisang (sumber nematoda).Eucalyptus dan cemara, jika akan ditanam tentukan jarak tanam lebih dari 10 m antara Eucalyptus/cemara dengan kopi.

Jeruk siam dan sayuran sebagai tanaman campurankopiPenaung tetap:Lamtoro (Leucaena), ambas/gamal (Gliricidia), kane/dadap.Pohon kayu-kayuan (hanya di tepi batas kebun): sengon, suren, mahoni, jati.Penaung tanaman campur:Pohon buah-buahan: mangga, nangka, jeruk, cengkeh, terong belanda.Sayuran: cabe, tomat, kacang buncis, dan jagung hanya ditanam sampai kopi berumur 2 tahun.Penanaman penaung sementara maupun penaung tetap dilakukan 1 tahun sebelum tanam, dengan arah tanam utaraselatan.

Penaung tetap, dengan jumlah pohon kurang lebih 400800 pohon per hektar.

PENANAMANLubang tanam dibuat 6 bulan sebelum penanaman dengan ukuran panjang x lebar x dalam = 60 x 60 x 60 cm. Jarak tanam: 2 x 2,5 m (tipe katai); 2,5 x 2,5 m (tipe tinggi); 5 x 2,5 m (sistem tanam campur).Masukkan pupuk kandang/kompos ke dalam lubang tanam.Tutup lubang tanam 1 bulan sebelum penanaman kopi.

Penanaman: plastik polybag harus dibuka dan dibuang karena akan menghambat pertumbuhanbibit.PEMANGKASAN TANAMAN KOPITujuan pemangkasan tanaman kopi:Untuk membentuk tanaman yang sehat dan mengatur tinggi tanaman sehingga memudahkan perawatan dan pemanenan.Pada Robusta: membentuk cabang-cabang produksi yang baru secara rutin dalam jumlah yang pas.Pada Arabika: menghilangkan cabang tua, cabang liar, cabang balik, cabang cacing, dan cabang yang tidak dikehendaki.Memudahkan masuknya cahaya dan memperlancar aliran udara dalam tajuk.Memudahkan pengendalian hama penyakit.Mengurangi terjadinya perubahan hasil yang naik turun serta dampak dari pembuahan yang berlebih.Pemangkasan tanaman kopi terbagi menjadi 4 tahap, yaitu:1. Pemangkasan BentukPemangkasan bentuk bertujuan untuk membentuk kerangka pohon di inginkan, di mana percabangan yang di tinggalkan letaknya sudah teratur arahnya menyebar dan produktif, sehingga pertumbuhan batang dan cabang lebih kekar dan kuat. Pemangkasan bentuk terbagi lagi menjadi 2 tahap:Pada usia 8-12 bulan.Pada usia 1-2 tahun.

Keterangan gambar:A. Pemangkasan bentuk dengan sistemcabang di selang-seling.B. Pemangkasan bentuk dengan sistemcabang di kelang-kelang

2. Pemangkasan PemeliharaanPangkas pemeliharaan maksudnya adalah pohon yang sudah ada dilakukan pemangkasan bentuk, harus dipelihara dan dipertahankan, kecuali akibat serangan hama dan penyakit, atau faktor alam dan yang lainnya, pangkas pemeliharaan dilakukan pada tanaman kopi yang sudah berusia kurang lebih 2-3 tahun yang harus di pangkas adalah:Percabangan yang di bawah 40 cmPohon yang melebihi ketinggian dari 2 meterTunas air, agar tidak mengganggu pertumbuhan pohon.Tunas baru (wiwilan) agar tidak mengganggu pertumbuhan produksi yang sudah dipelihara dan dipertahankan.

3. Pemangkasan produksiPangkas produksi maksudnya, pohon kopi sudah dalam keadaan siap berproduksi tinggi, seperti yang sudah diharapkan, atau usia yang sudah dewasa dengan usia pohon di atas 3 tahun. Pemangkasan yang dilakukan pada saat ini adalah:Cabang balik, cabang yang tumbuhnya mangarah ke pohon.Cabang saling tindih.Cabang yang tumbuh sebelah bawah cabang utama.Cabang yang tumbuh sebelah atas cabang utama, tetapi apabila cabang utama tidak produktif lagi atau terserang hama penyakit, maka cabang tersebut dipelihara untuk menggantikan percabangan utama.Cabang cacing, cabang yang tumbuhnya tetap kerdil atau tidak mau panjang.Cabang terserang hama dan penyakit.Cabang kipas, cabang tersebut terletak pada ujung cabang utama yang mirip seperti kipas.Tunas baru (wiwilan) yang menggangu pertumbuhan cabang produksi.Tunas air, tunas yang tumbuh pada bagian pohon yang dapat dapat menggantikan pohon utama .4. Pangkas Rehabilitasipangkas rehahabilitasi adalah pemangkasan yang dilakukan dengan cara merehab pada bagian pohon dan percabangan yang tidak produktif lagi, akibat pohon sudah meranggas dan produksinya juga sedikit. Dengan tujuan agar pohon bisa kembali produktif maka harus dilakukan pemangkasan rehabilitasi atau peremajaan pada pohon tersebut. Pangkas rehabilitasi pada tanaman kopi bisa dilakukan sebagai berikut:Pemotongan secara langsung pada pohon.Pengurangan Percabangan.Memiringkan Pohon.

Pemangkasan Penaung. Tujuan pemangkasan pohon penaung:Melindungi tanaman kopi dari kondisi terlalu lembap dan meningkatnya serangan hama penyakit.Mengurangi kehilangan humus.Mengurangi kejadian mati pucuk akibat kelebihan produksi.

Hasil pangkasan bisa dijadikan sebagai sumber bahan organik (untuk kompos) dan juga sumber kayu bakar. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemangkasan penaung:Dilakukan pada awal musim hujan.Untuk umur 34 tahun, pengurangan kelebatan tajuk penaung sekitar 50%.Kelebatan tajuk penaung dipelihara sebanyak 50% setiap tahunnya.Rempesan atau pembuangan daun penaung dilakukan pada awal kemarau.

Pemupukan Tanaman Kopi

Pupuk diberikan setahun 2 kali, pada awal dan akhir musim hujan. Penaung sebaiknya dipangkas sebelum dilakukan pemupukan. Pupuk diletakkan/ditaburkan di sekeliling batang kopi, pada jarak 3050 cm dari batang. Sebelum pemupukan, rumput di sekeliling batang dibersihkan dulu. Setelah ditabur, pupuk ditutup dengan tanah. Pemupukan bibit bisa dilakukan secara massal dengan mencairkan pupuk, sehingga pemupukan digabung dengan penyiraman.Hama pada tanaman kopi:1. Nematoda ParasitPratylenchus coffeae dan Radopholus similis merupakan nematoda endoparasit yang berpindahpindah. Daur hidup P.coffeae sekitar 45 hari dan R.similis sekitar 1 bulan.Gejala: Tanaman kopi yang terserang kelihatan kerdil, daun menguning dan gugur. Pertumbuhan cabangcabang primer terhambat sehingga hanya menghasilkan sedikit bunga, bunga premature dan banyak yang kosong. Bagian akar akar serabut membusuk, berwarna coklat atau hitam. Pada serangan berat tanaman akhirnya mati.Pengendalian di pembibitan: Disarankan menggunakan cara kimiawi yaitu dengan fumigasi media bibit menggunakan fumigan pra tanam, misalnya Basamid G dan Vapam L. Untuk nematisida sistemik dan kontak a.l.: Curaterr 3G, Vydate 100 AS, Rhocap 10G dan Rugby 10G.Vydate diaplikasikan dengan cara disiramkan pada bibit dengan konsentrasi 1,0% dan dengan dosis 250 ml/bibit.

Lanjutan..Pengendalian di pertanaman: Penggunaan jenis kopi tahan nematoda parasit. Digunakan sebagai batang bawah misalnya kopi ekselsa (Coffeae exelsa), klon Bgn 121.09 dan kopi robusta klon BP 961. Cara kultur teknis: pembukaan lubang tanam, rotasi tanaman dan pembuatan parit barier.Pengendalian hayati: Untuk menekan populasi nematoda menggunakan musuh alami berupa bakteri, jamur dan nematoda predator.Pengendalian kimiawi: Beberapa nematisida sistemik maupun kontak yang disarankan a.l. karbofuran (Curaterr 3G35 g / tanaman), oksamil (Vydate 100 AS 1,0% 1 2.5 l / tanaman) dan etoprofos (Rhocap 10G 25 g / tanaman). Aplikasi diulang tiap tiga bulan.

Hama Penggerek Buah KopiSerangga dewasa penggerek buah kopi atau bubuk buah kopi (BBK), Hypothenemus hampei (Coleoptera, Scolytidae) berwarna hitam kecoklatan, panjang yang betina sekitar 2 mm dan yang jantan 1,3 mm. Telur diletakkan dalam buah kopi yang bijinya mulai mengeras, umur stadium telur 5 9 hari. Lama stadium larva 10 26 hari, prapupa 2 hari dan stadium pupa 4 9 hari. Masa perkembangan dari telur sampai dewasa 25 35 hari. Lama hidup serangga betina ratarata 156 hari dan serangga jantan maksimum 103 hari.Gejala: Serangga BBK masuk ke dalam buah kopi dengan cara membuat lubang di sekitar diskus. Serangan pada buah muda menyebabkan gugur buah, serangan pada buah yang cukup tua menyebabkan biji kopi cacat berlubanglubang dan bermutu rendah.

Pengendalian: Pengendalian secara kultur teknis: Memutus daur hidup BBK, meliputi tindakan : Petik bubuk, yaitu mengawali panen dengan memetik semua buak masak yang terserang bubuk 15 30 hari menjelang panen besar. Lelesan, yaitu pemungutan buah kopi yang jatuh di tanah baik terhadap buah terserang maupun buah tidak terserang, selanjutnya buah juga direndam dalam air panas. Racutan / rampasan, yaitu memetik seluruh buah yang ada di pohon pada akhir panen. Semua buah hasil petik bubuk, lelesan dan racutan direndam air panas 5 menit. Pengaturan naungan untuk menghindari kondisi pertanaman terlalu gelap yang sesuai bagi perkembangan BBK.Pengendalian secara biologi: Menggunakan parasitoid Cephalonomia stephanoderis dan jamur patogen (Beauveria bassiana). Aplikasi B.bassiana dianjurkan dengan dosis 2,5 kg biakan padat per hektar selama tiga kali aplikasi per musim panen. Penggunaan tanaman yang masak serentak : Varietas USDA 230731 dan USDA 230762.Penyakit pada tanaman kopi:Penyakit Karat Daun pada Tanaman KopiPenyakit karat daun yang disebabkan oleh patogen Hemileia vastatrix B. et. Br. merupakan penyakit utama pada tanaman kopi arabika.Gejala: Tanaman sakit ditandai oleh adanya bercakbercak berwarna kuning muda pada sisi bawah daunnya, kemudian berubah menjadi kuning tua. Di bagian ini terbentuk tepung berwarna jingga cerah (oranye) dan tepung dan ini adalah uredospora jamur H. vastatrix Bercak yang sudah tua berwarna coklat tua sampai hitam, dan kering. Daundaun yang terserang parah kemudian gugur dan tanaman menjadi gundul. Tanaman yang demikian menjadi kehabisan cadangan pati dalam akarakar dan rantingrantingnya, akhirnya tanaman mati.

Pada kopi robusta, penyakit ini tidak menjadi masalah, sedangkan pada kopi arabika penyakit ini menjadi masalah utama. Cara pengendalian penyakit sementara ini dilakukan dengan dua cara, yaitu menanam jenisjenis kopi arabika yang tahan sepertio S 333, S 288 dan S 795, dan pengendalian dengan Fungisida Dithane M45 dengan dosis 2 gr/liter air.Penyakit Bercak Daun CercosporaPenyebab penyakit ini adalah jamur Cercospora coffeicola B.et Cke. C.coffeicola mempunyai konidium berbentuk gada, ukurannya ada yang pendek dan ada juga yang panjang. Konidia dibentuk pad permukaan bercak, berbentuk seperti tepung berwarna abuabu.Gejala: Serangan dapat terjadi pada daun maupun pada buah. Pada daun yang sakit timbul bercak, mulamula berwarna kuning tapi bercak dikelilingi halo berwarna kuning. Pada buah yang terserang timbul bercak berwarna coklat, biasanya pada sisi yang lebih banyak menerima cahaya matahari. Pembusukan pada bagian yang berbecak dapat sampai ke biji sehingga dapat menurunkan kualitas.Pengendalian: Secara kultur teknis, dengan memberi naungan yang cukup, pemupukan berimbang dan pengurangan kelembaban kebun melalui pemangkasan dan pengendalian gulma. Secara kimiawi, melalui penyemprotan dengan Bavistin 50 WP 0,2%, Cupravit OB 21 0,35%, Dithane M 45 80 WP 0,2%, Delsene MX 200 0,2% formulasi.

Penyakit Jamur UpasPenyakit jamur upas disebabkan oleh jamur Corticium salmonicolor B.et Br. C.salmonicolor mempunyai basidium yang tersusun parallel pada stadium kortisium. Basidium berbentuk gada pada ujungnya terbentuk empat sterigmata yang mendukung basidiospora.Gejala: Cabang atau ranting yang terserang layu mendadak. Serangan dapat terjadi pada cabang yang di bawah, tengah maupun di ujung pohon, bahkan dapat terjadi pada batang. Stadium sarang labalaba, berupa lapisan hifa tipis, berbentuk seperti jala berwarna putih perak. Stadium bongkol berupa gambaran hifa berwarna putih biasanya dibentuk pada lentisel atau pada celahcelah. Pengendalian: Batang atau cabang sakit yang ukurannya masih kecil (diameter < 1 cm) dipotong 10 cm di bawah pangkal di bagian yang sakit. Potonganpotongan batang dan cabang yang sakit dikumpulkan kemudian dibakar.