PERENCANAAN KELUARGA RESPONSIF GENDER (Studi pendekatan Gender digunakan sebagai alat menganalisis...

download PERENCANAAN KELUARGA RESPONSIF GENDER (Studi pendekatan Gender digunakan sebagai alat menganalisis hasil

If you can't read please download the document

  • date post

    25-Oct-2020
  • Category

    Documents

  • view

    1
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PERENCANAAN KELUARGA RESPONSIF GENDER (Studi pendekatan Gender digunakan sebagai alat menganalisis...

  • PERENCANAAN KELUARGA RESPONSIF GENDER

    (Studi Pandangan Dosen Perempuan Universitas Islam Negeri Maulana

    Malik Ibrahim Malang)

    SKRIPSI

    Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan

    Mencapai Gelar Sarjana Hukum

    Oleh:

    Hanifa Mufrida

    NIM 13210071

    AL AHWAL AL SYAHSIYYAH

    FAKULTAS SYARIAH

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM

    MALANG

    2017

  • i

    PERENCANAAN KELUARGA RESPONSIF GENDER

    (Studi Pandangan Dosen Perempuan Universitas Islam Negeri Maulana

    Malik Ibrahim Malang)

    SKRIPSI

    Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan

    Mencapai Gelar Sarjana Hukum

    Oleh:

    Hanifa Mufrida

    NIM 13210071

    AL AHWAL AL SYAHSIYYAH

    FAKULTAS SYARIAH

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM

    MALANG

    2017

  • ii

  • iii

  • iv

  • v

    MOTTO

    ۚ

    “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut

    cara yang ma‟ruf…”¹

    _______________________

    ¹ Al-Quran Al-Karim (Qs. Al-Baqarah : 228)

  • vi

    KATA PENGANTAR

    Pertama dan yang paling utama, tidak lupa saya mengucapkan puja dan puji

    syukur atas kehadirat Allah SWT. yang senantiasa melimpahkan kepada kita

    nikmat kesehatan yang tiada tandingannya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan

    Skripsi yang berjudul “PERENCANAAN KELUARGA RESPONSIF

    GENDER (Studi Pandangan Dosen Perempuan Universitas Islam Negeri

    Maulana Malik Ibrahim Malang)” dengan baik. Shalawat serta salam tetap

    tercurahkan kepada penerang kita, suri tauladan kita yang patut untuk diikuti

    yakni Nabi Muhammad SAW. yang senantiasa kita nantikan syafaatnya dihari

    akhir nanti. Beliau yang telah membimbing kita dari zaman yang gelap menuju

    zaman yang terang benderang, dari zaman peperangan hingga zaman yang penuh

    dengan cinta dan kasih sayang.

    Penyusunan Skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas akhir dari

    perkuliahan sebagai wujud partisipasi penulis dalam mengembangkannya, serta

    mengaktualisasikan ilmu yang telah diperoleh selama menimba ilmu dibangku

    perkuliahan, sehingga dapat bermanfaat bagi penulis sendiri, bagi fakultas dan

    bagi masyarakat pada umumnya.

    Penulis juga mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada

    semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini, baik

    secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penulis akan

    menyampaikan ucapan terimakasih, khususnya kepada yang terhormat:

    1. Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag selaku rektor Universitas Islam Negeri

    (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

    2. Dr. H. Saifullah, S.H., M. Hum selaku Dekan Fakultas Syariah

    Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

  • vii

    3. Dr. Sudirman, MA, selaku Ketua Jurusan Al Ahwal Al Syakshiyyah

    Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

    Malang.

    4. Dr. Hj. Mufidah Ch, M. Ag selaku dosen wali penulis sekaligus

    narasumber penelitian ini. Terima kasih penulis haturkan kepada beliau

    yang telah membimbing, memberikan saran dan juga motivasi selama

    menempuh perkuliahan.

    5. Hj. Erfaniah Zuhriah, M. H selaku dosen pembimbing yang tiada lelah

    memberi masukan, kritik, saran, dan arahan dalam penulisan Skripsi ini.

    6. Segenap Dosen Fakultas Syariah yang telah menyampaikan pengajaran,

    membimbing, mendidik, serta mengamalkan ilmunya dengan ikhlas.

    Semoga Allah SWT memberikan pahala-Nya kepada beliau semua.

    7. Staf serta Karyawan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana

    Malik Ibrahim Malang, penulis ucapkan terima kasih atas partisipasinya

    dalam penyelesaian skripsi ini.

    8. Terimakasih kepada Abah dan Umi serta Keluarga dirumah yang selalu

    mendukung dan mendoakan sehingga penulis bisa menyelesaikan Skripsi

    ini.

    9. Terimakasih kepada ke 15 dosen perempuan Universitas Islam Negeri

    Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai narasumber dalam penelitian ini,

    terimakasih sudah berbagi kisah dan sudah berkenan untuk membantu

    terselesaikannya skripsi ini.

    10. Terimakasih kepada sahabat sahabat saya Fadmatul Fitria, Maria Ulfa,

    Nike Kristanti, Ria Resita, Shinta Nurmala, Husni Muzzakiyati, Zahra

    Zahadina, Yuna Ristin Perdana, Risqi Dwipandayani, El- Murtafiatul,

    Yuni Amaliah Ulfah yang senantiasa mendukung dan mendoakan

    terselesaikannya skripsi ini.

    11. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada teman-teman AS angkatan

    2013 serta semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan

    penelitian ini yang tidak mungkin kami sebutkan satu persatu.

  • viii

  • ix

    FORMAT TRANSLITERASI

    A. Konsonan

    dl = ض tidak dilambangkan = ا

    th = ط b = ب

    dh = ظ t = ت

    (koma menghadap keatas) „ = ع tsa = ث

    gh = غ j = ج

    f = ف h = ح

    q = ق kh = خ

    k = ك d = د

    l = ل dz = ذ

    m = م r = ر

    z = ز

    n = ن

    s = س

    w = و

    sy = ش

    h = ه

    y = ي sh =ص

    Hamzah (ء) yang sering dilambangkan dengan alif, apabila terletak di

    awal kata, maka dalam transliterasinya mengikuti vokalnya, tidak dilambangkan,

    namun apabila terletak di tengah atau akhir kata, maka dilambangkan dengan

    tanda koma di atas (‟), berbalik dengan koma („) untuk pengganti lambang “ع”.

  • x

    B. Vokal, Panjang dan Diftong

    Setiap penulisan Bahasa Arab dalam bentuk tulisan latin vokal fathah

    ditulis dengan “a”, kasrah dengan “i”, dlommah dengan “u”, sedangkan bacaan

    panjang masing-masing ditulis dengan cara berikut :

    Vokal (a) panjang = â misalnya قال menjadi qala

    Vokal (i) panjang = i misalnya قيل menjadi qila

    Vokal (u) panjang = u misalnya دون menjadi duna

    Khusus untuk bacaan ya’ nisbat, maka tidak boleh digantikan dengan

    “î”,melainkan tetap ditulis dengan “iy” agar dapat menggambarkan ya’ nisbat

    diakhirnya. Begitu juga untuk suara diftong, wawu dan ya’ setelah fathah ditulis

    dengan “aw” dan “ay”. Perhatikan contoh berikut :

    Diftong (aw) = و misalnya قىل menjadi qoulun

    Diftong (ay) = ي misalnya خير menjadi khayrun

    C. Ta’ marbûthah (ة)

    Ta‟ marbûthah (ة) ditransliterasikan dengan “t” jika berada di tengah

    kalimat, tetapi apabila ta‟ marbûthah tersebut berada di akhir kalimat, maka

    menjadi “h” misalnya الرسالة للمدرسة menjadi menggunakan dengan

    ditransliterasikan al risalat li al-mudarrisah, atau apabila berada di tengah-tengah

    kalimat yang terdiri dari susunan mudlaf dan mudlafilayh, maka ditransliterasikan

    dengan menggunakan t yang disambungkan dengan kalimat berikut, misalnya فى

    .menjadi fi rahmatillah رحمة اهلل

  • xi

    D. Kata Sandang dan Lafadh al-Jalâlah

    Kata sandang berupa “al” (ال) ditulis dengan huruf kecil, kecuali terletak

    di awal kalimat, sedangkan “al” dalam lafadh jalalâh yang berada di tengah-

    tengah kalimat yang disandarkan (idhafah) maka dihalangkan. Perhatikan contoh-

    contoh berikut ini:

    1. Al-Imâm al-Bukhâriy mengatakan …

    2. Al-Bukhâriy dalam muqaddimah kitabnya menjelaskan ...

    3. Masyâ‟ Allah kânâ wa mâlam yasyâ lam yakun

    4. Billâh „azza wa jalla

    E. Nama dan Kata Arab Ter-indonesiakan

    Pada prinsipnya setiap kata yang berasal dari bahasa Arab harus ditulis

    dengan menggunakan sistem transliterasi .apabila kata tersebut merupakan nama

    Arab dari orang Indonesia atau bahasa Arab yang sudah terindonesiakan, tidak

    perlu ditulis dengan menggunakan sistem transliterasi. Perhatikan contoh berikut:

    "... Abdurrahman Wahid, mantan Presiden RI keempat, dan Amin Rais, mantan

    Ketua MPR pada masa yang sama, telah melakukan kesepakatan untuk

    menghapuskan nepotisme, kolusi dan korupsi dari muka bumi Indonesia, dengan

    salah satu caranya melalui pengintensifan salat di berbagai pemerintahan, namun

    … "

  • xii

    Penulisan nama “Abdurrahman Wahid", “Amin Rais” dan kata “salat” ditulis

    dengan menggunakan tata cara penulisan bahasa Indonesia yang disesuaikan.

    dengan penulisan namanya. Kata-kata tersebut sekalipun berasal dari bahasa Arab,

    namun ia berupa nama dari orang Indonesia dan terindonesiakan, untuk itu tidak

    ditulis dengan cara “Abd al-Rahmân Wahid, “ “Amîn Raîs” dan bukan ditulis

    dengan “shalât”.

  • xiii

    DAFTAR ISI

    HALAMAN SAMPUL

    HALAMAN JUDUL ........................................................................................................... i

    PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ...