PROTAP PELAKSANAAN IMUNISASI

Click here to load reader

  • date post

    06-Jul-2018
  • Category

    Documents

  • view

    215
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PROTAP PELAKSANAAN IMUNISASI

“Masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan di Kecamatan Mempawah Hulu”
Visi tersebut memuat harapan dan kondisi sebagai berikut:
1. Masyarakat mampu menjaga kesehatan sendiri
2. Masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau secara fisik 
3. Masyarakat misikin memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau secara
fisik dan finasial.
MISI
ntuk mencapai masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan di !ecamatan
Mempa"ah #ulu ditempuh melalui misi sebagai berikut:
1. Meningkatkan kemandirian dan pemberdayaan masyarakat untuk menjaga kesehatannya.
2. Meningkatkan kualitas lingkungan yang sehat.
3. Meningkatkan kesehatan ibu dan anak dan meningkatkan status gi$i.
4. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar.
%. Meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.
LANASAN H!K!M IM!NISASI
&. 'o.23 (ahun 2))2 *(entang +erlindungan &nak, -etiap anak memperoleh pelayanan
kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik mental spiritual dan sosial.
/. 'o.30 (ahun 2)) *(entang !esehatan,. munisasi merupakan salah satu upaya untuk 
mencegah terjadinya penyakit menular yang merupakan salah satu kegiatan prioritas
!ementrian !esehatan sebagai salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah untuk 
mencapai  Millenium Development Goals (MDGs)  khususnya untuk menurunkan angka
kematian pada anak.
+asal 13) +emerintah "ajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak.
+asal 132 3 -etiap anak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan yang
 berlaku untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari imunisasi.
8/17/2019 PROTAP PELAKSANAAN IMUNISASI
S"ANA# $%&#ASI$NAL %#$S&!# 'S$%( IM!NISASI
%!SK&SMAS KA#AN)AN K&*AMA"AN M&M%A+AH H!L!
&. (ujuan dan -asaran munisasi
-ecara umum tujuan imunisasi adalah menurunkan anka kesakitan kematian serta
kecacatan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi +53.
-edangkan tujuan khusus imunisasi adalah:
a. (ercapainya target Universal Child Immunization (UCI)  yaitu cakupan imunisasi
imunisasi lengkap minimal 6) 7 secara merata pada bayi di seluruh desa atau kelurahan pada tahun 2)14
 b. (er8alidasinya eliminasi tetanus maternal dan neonatal insiden di ba"ah 1 per 1.)))
kelahiran hidup dalam satu tahun.
c. 9radikasi +olio pada tahun 2)1%.
d. (ercapainya eliminasi campak pada tahun 2)1%.
e. (erselenggarannya pemberian imunisasi yang aman serta pengelolaan limbah medis
safety injection practice and "aste disposal management.
2. -asaran
-asaran pelayanan imunisasi rutin adalah bayi anak -ekolah 5asar kelas 12 dan 3 serta
anita sia -ubur "anita usia 1%;3 tahun.
-asaran
#b= #b= />? />?
+=L= +ol.1 +ol.2 +ol.3 +ol.4 +9'(&/= +ent.1 +ent.2 +ent.3 +ent.4 >&M+&!  >amp.1 >amp.2
/. -ebelum +elaksanaan
2. +eriksa label 8aksin dan pelarut.
3. +eriksa tanggal kadar luarsa.
4. +eriksa VVM.
>. +eralatan Aantai Vaksin
<ang dimaksud dengan peralatan rantai 8aksin adalah seluruh peralatan yang
digunakan dalam pengelolaan 8aksin dengan prosedur untuk menjaga 8aksin pada suhu yang
telah ditetapkan.
Sistem K,mpresi Sistem Abs,rpsi
a. Lebih 8epat dingin
aus.
d. /ila terjadi kebocoran pada system
mudah diperbaiki.
sanyo haier dll.
 bergerak sehingga tidak ada aus.
c. 5apat dengan listrik &>B5>
d. /ila terjadi kebocoran pada system
tidak dapat diperbaiki.
%)9! dll
Vaccine carrier adalah untuk mengirim atau memba"a 8aksin. /iasanya digunakan
untuk memba"a 8aksin dari kabupatenBkota ke +uskesmas dan ke tempat pelayanan.
c. !otak dingin cair cool pack
&dalah "adah plastik berbentuk segi empat yang diisi dengan air yang kemudian didinginkan pada lemari es selama 24 jam. /erguna untuk menjaga suhu C2D> sBd
C6D> selama 12 jam bila dimasukan dalam 8accine carrier.
5. Mencampur Vaksin 5engan +elarut
1. /aca label pada ampul atau pelarut pastikan dikirim oleh pabrik yang sama.
2. ?oyang botol atau ampul 8aksin pastikan semua bubuk ada pada dasar ampul atau 8ial.
3. /uka 8ial atau ampul 8aksin amati pelarut pastikan tidak retak.
4. /uka ampul kaca:
a. -edot pelarut ke dalam alat suntik pencampur. ?unakan alat suntik &5 (Auto
 Disable) yang baru untuk mencampur 8aksin dengan pelarut.
 b. Mencampur 8aksin dengan pelarut. (arik pelan;pelan pelarut masuk ke dalam alat
suntik dan suntikan ke dalam 8ial atau ampul 8aksin. Lalu dikocok sehingga menjadi
8/17/2019 PROTAP PELAKSANAAN IMUNISASI
http://slidepdf.com/reader/full/protap-pelaksanaan-imunisasi 4/10
homogeny. Masukan alat suntik dan jarum pencampur ke dalam  safety box  setelah
digunakan
 Ingat:
2. ?unakan pelarut dari pabrik yang sama dengan 8aksin.
3. @angan mencampur 8aksin dengan pelarut sebelum sasaran datang.
4. &nda harus membuang 8aksin yang telah dicampur dengan pelarut setelah 3 jam untuk 
8aksin />? atau setelah 0 jam untuk 8aksin campak atau pada akhir pelayanan
imunisasi.
2. (unggu hingga kering.
3. !emudian suntikan 8aksin di lokasi dan cara yang sesuai ketentuan.
4. -etelah 8aksin masuk jarum dikeluarkan.
%. +ada tempat bekas lokasi suntikan kemudian ditekan dengan kapas baru. @angan
memijat;mijat daerah bekas suntikan.
0. @ika ada perdarahan kapas tetap ditekan pada lokasi suntikan hingga darah berhenti.
?. @enis;@enis Vaksin
*ara %emberian an ,sis-
1. -ebelum digunakan 8aksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi
homogen.
2. Vaksin disuntikan dengan dosis )% ml tau 1buah #/ +5 pemberian suntikan
secara intra muscular i.m pada anterolateral paha.
3. +emberian sebanyak 3 dosis dengan inter8al dosis pertama diberikan pada usia );F
hari dosis berikutnya dengan inter8al minimum 4 minggu 1 bulan.
8/17/2019 PROTAP PELAKSANAAN IMUNISASI
http://slidepdf.com/reader/full/protap-pelaksanaan-imunisasi 5/10
K,ntra Indikasi-
Vaksin ini tidak boleh diberikan kepada penderita infeksi berat yang disertai kejang.
&.ek Samping-
Aeaksi lokal seperti rasa sakit kemerahan dan pembengkakan disekitar tempat
 penyuntikan. Aeaksi ini terjadi bersifat ringan dan biasanya hilang setelah 2 hari.
 b. Vaksin />? (Baillus Calmette Guerine)
Indikasi -
Cara Pemberian dan Dosis:
1. -ebelum disuntikan 8aksin />? harus dilarutkan terlebih dahulu. Melarutkan dengan
menggunakan alat suntik steril.
3. 5isuntikan secara intrakutan di daerah lengan kanan atas.
4. Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan sebelum le"at 3 jam
 Kontra indikasi:
1. ndi8idu yang terinfeksi #V asimtomatis maupun simtomatis tidak boleh diberikan
8aksin />?.
 Efek Samping:
Aeaksi lokal yang timbul setelah imunisasi />? adalah "ajar pembengkakan kecil
merah lembut biasanya pada daerah bekas suntikan yang kemudian berubah menjadi
8esikel kecil dan kemudian menjadi sebuah ulkus kecil dalam "aktu 2;4 minggu. Aeaksi
ini biasanya hilang dalam 2;% bulan.
8/17/2019 PROTAP PELAKSANAAN IMUNISASI
Indikasi-
Cara Pemberian dan Dosis:
1. 5iberikan secara oral dosisnya 2 tetes sebanyak 4 kali pemberian dengan inter8al
setian dosis minimal 4 minggu.
2. -etiap membuka 8ial baru harus menggunakan penetes dropper yang baru.
 Kontra Indikasi:
+ada indi8idu yang menderita *immune deficiency, tidak ada efek yang berbahaya yang
timbul akibat pemberian polio pada anak yang sedang sakit.
 Efek Samping:
Indikasi-
/.
Cara pemberian dan dosis:
1. -ebelum digunakan 8aksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi
homogen.
2. Vaksin harus disuntikan secara intramuscular i.m pada anterolateral paha atas
dengan dosis )% ml sebanyak 3 kali pemberian.
3. 5osis pertama diberikan pada umur 2 bulan dosis selanjutnya diberikan dengan
inter8al paling cepat 4 minggu 1 bulan.
4. +enyuntikan pada bagian bokong anak dapat menyebabkan luka saraf simpatik dan
tidak dianjurkan.
8/17/2019 PROTAP PELAKSANAAN IMUNISASI
http://slidepdf.com/reader/full/protap-pelaksanaan-imunisasi 7/10
 Kontra Indikasi:
?ejala;gejala keabnormalan otak pada periode bayi baru lahir atau gejala serius
keabnormalan pada saraf merupakan kontra indikasi pertusis.
 Efek Samping:
Aeaksi local seperti rasa sakit kemerahan dan pembengkakan di sekitar tempat
 penyuntikan. Aeaksi yang terjadi bersifat ringan dan biasanya hilang setelah 2 hari.
e. Vaksin +entabio 5+(;#/;#ib
/erdasarkan: +ermenkes A 'omor 42 (ahun 2)13 tanggal 1) @uni 2)13
 Indikasi:
infeksi haemophilus influen$a tipe b secara stimulant.
Cara pemberian dan dosis:
1. -ebelum digunakan 8aksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi
homogen.
3. +enyuntikan sebaiknya dilakukan pada anterolateral paha atas.
4. +enyuntikan pada bagian bokong anak dapat menyebabkan luka saraf simpatik dan
tidak dianjurkan.
%. -untikan tidak boleh diberikan ke dalam kulit karena dapat meningkatkan reaksi
local. -atu dosis anak adalah )%ml.
8/17/2019 PROTAP PELAKSANAAN IMUNISASI
"eknis $perasi,nal "ransisi *,mb, ke %enta/alen
munisasi +enta8alen 5+(;#/;#ib diberikan pada bayi yang belum pernah
mendapatkan >ombo 5+(;#/
/ayi yg sudah imunisasi >ombo 1 atau >ombo 2 à  dilanjutkan dengan pemberian
>ombo sampai dengan >ombo 3
munisasi lanjutan diberikan pada /atita yg telah mendapat imunisasi >ampak dan
>omboB+enta8alen.3 lengkap pada masa bayi
@ika semasa bayi belum mendapat imunisasi >ampak dan atau +enta8alen.3 belum
lengkap maka harus dilengkapi sebelum pemberian imunisasi lanjutan
paya melengkapinya dapat diupayakan bersamaan dengan /ulan Vitamin & atau
kegiatan lainnya
*ara %emberian an ,sis
1. -ebelum disuntikan 8aksin campak dilarutkan terlebih dahulu harus dilarutkan
dengan pelarut steril yang telah tersedia yang berisi %ml cairan pelarut.
2. 5osis pemberian )% ml disuntikan secara subkutan pada lengan kiri atas pada usia ;
11 bulan dan ulangan booster pada usia 0;F tahun kelas 1 -5 setelah cath;up
campaign campak pada anak sekolah dasar kelas 1;0..
3. Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan sebelum le"at 0 jam.
4. +asca penyuntikan berikan obat antipiretik G tablet oral.
K,ntra Indikasi-
1. Vaksin ini sebaiknya tidak diberikan bagi orang yang alergi terhadap dosis 8aksin
campak sebelumnya "anita hamil karena efek 8aksin campak terhadap janin belum
8/17/2019 PROTAP PELAKSANAAN IMUNISASI
http://slidepdf.com/reader/full/protap-pelaksanaan-imunisasi 9/10
diketahui orang yang alergi terhadap anamisin dan eritromisn anak yang memiliki
kerentanan tinggi terhadap protein telur.
2. ndi8idu yang mengidap penyakit immune defiieny  atau indi8idu yang diduga
menderita gangguan respon imun karena leukemia dan limfoma.
&.ek Samping-
5emam ringan dan kemerahan selama 3 hari yang dapat terjadi 6;12 hari setelah
8aksinasi.
"anita usia subur.
*ara pemberian dan d,sis-
1. -ebelum digunakan 8aksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi
homogen.
2. (abel berikut menjelaskan inter8al minimal serta masa perlindungan imunisasi ((
-tatus munisasi nter8al +emberian Masa +erlindungan 5osis
((.1 ; ;
((.4 12 bulan setelah ((.3 1) tahun
((.% 12 bulan setelah ((.4 2% tahun
&.ek samping-
?ejala;gejala seperti lemas dan kemerahan pada lokasi suntikan yang bersifat sementara
dan kadang;kadang gejala demam.