SC Pada HELLP Syndrome

download SC Pada HELLP Syndrome

of 42

  • date post

    31-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    31
  • download

    2

Embed Size (px)

description

laporan kasus SC padapsien dengan HELLP Syndrome

Transcript of SC Pada HELLP Syndrome

SECTIO CAESARIA EMERGENSI PADA HELLP SYNDROME DENGAN SUB-ARACHNOID BLOCK

SECTIO CAESARIA EMERGENSI PADA HELLP SYNDROME DENGAN SUB-ARACHNOID BLOCKA HANAFIEDEPARTEMEN/SMF- ANESTESIOLOGI DAN REANIMASIFK USU/RSUP H ADAM MALIK MEDANLAPORAN KASUSTIME LINESeorang perempuan, 40 tahun, BB 70 kg, G4P2A1 36-38 minggu datang ke RS Adam Malik Medan dengan keluhan sakit mau melahirkan, sakit kepala, nyeri ulu hati dan pandangan kabur, Riwayat ANC (+) ke bidan Riwayat persalinan 1 dan 2 normal, ditolong bidan, hamil ke 3 abortus (penyebab ?)RPT tidak jelasRPO tidak jelas

LAPORAN KASUSPEMERIKSAAN FISIKB1: RR 20 x/i, SP ves/ves, ST -/-B2: A: H/M/K, N 124 x/i, t/v cukup, TD 160/100 mmHg, EKG sinus takikardiB3: Sens CM, kejang (-), sakit kepala (+), pandangan kabur (+), RC +/+, pupil bulat isokor, 3/3 mmB4: urin (+), vol 100 mL/3 jam, pekat, warna kuning kecoklatanB5: perut membesar, DJJ (+), 148 x/i, MMT 6 jam yang lalu, B6: oedem (+) pre tibial,

Hb/Ht/L/T15,7 gr%/47,3%/14,3 K/uL/85 K/uLProteinuri(+3)

Ureum40 mg/dLSerum Creatinin0,63 mg/dLNa/K/Cl147/4,2/105 mEq/L

SGOT/SGPT1386 u/L/105 u/LLDH750 u/LKGD ad random103 md/dL

Bilirubin Total3,0 mg/dLPT13(C:13,5)aPTT31(C:32,6)TT13 (C:12,6)

Pemeriksaan laboratoriumTerapiNifedipine 10 mg/SL, Magnesium Sulfat 20% bolus 20 mL (4 gr)/IV.Magnesium Sulfat 40% 15 ml (6 gr) drips 14 tts/mntDexametason 4 mg/6 jam

EvaluasiSetelah 4 jam pemberian MgSO4 dan Nifedipin:denyut nadi 104 x/menittekanan darah 160/100 mmHgurin output 300 ml/4 jamDiberikan kembali :Nifedipin 10 mg/SLHasil :TD 140/90 mmHgNadi 98x/mnt

Persiapan AnestesiPersiapan Ibu/janin :O2 2L/IIVFD HES 6% 500 mLIVFD RL 14 gtt/m (MgSO4 40%)Puasa, Antasida MgTrisilikat (Gelusil) 30 mLLeft lateral tilt position (bokong kanan diganjal)Monitoring DJJ

Obat dan alat anestesi Obat emergensiObat dan alat resusitasi untuk bayiCairan infus

Rencana anestesiRegional Anestesi :

Epidural anestesi

Sub Arachnoid block Teknik anestesi sub-arachnoid blok dengan bupivacaine 15 mg Co-load : koloid HES 500 mL

Durante OperasiLama operasi 1 jamIncision delivery time 10 menit jumlah perdarahan 400 mLJumlah penguapan 8x60= 480 mLInput RL 500 mLRR spontan 20-24 x/iTD 120-160/80-100 mmHg, N 90-110 x/i,Urine out put 100 mL,Lahir bayi pr, 2400 gram, AS 1/5: 6/9 Rawat Perinatologi

Pasca operasi H0B1: RR 20 x/i, SP ves/ves, ST -/-B2: A: H/M/K, N 96 x/i, t/v cukup, TD 150/90 mmHgB3: Sens CM, kejang (-), sakit kepala (-), pandangan kabur (-), RC +/+, pupil bulat isokor, 3/3 mmB4: urin (+), vol 100 mL/jam, warna kuning kecoklatanB5: peristaltik (+) N B6: oedem (+) pre tibial,TerapiO2 2L/iIVFD RL 500 mL+ MgSO4 40% 15 mL (6 gr) 14 gtt/mIVFD RL 500 mL + Sintocynon 10 iu 10 gtt/mDiet MSSCefotaxim 1 gr/8 jam/ivDeksamethason 4 mg/6 jam/ivMorfin 1 mg/jam (syringe pump)Omeprazole 10 mg/hari/iv

Pasca operasi H1B1: RR 18 x/i, SP ves/ves, ST -/-B2: A: H/M/K, N 96 x/i, t/v cukup, TD 150/90 mmHg, CVP 14 cmH2OB3: Sens CM, kejang (-), sakit kepala (-), pandangan kabur (-), RC +/+, pupil bulat isokor, 3/3 mmB4: urin (+), vol 100 mL/jam, warna kuning kecoklatanB5: peristaltik (+) N B6: oedem (+) pre tibial,TerapiO2 2L/iIVFD RL 500 mL+ MgSO4 40% 15 mL (6 gr) 14 gtt/mIVFD RL 500 mL + Sintocynon 10 iu 10 gtt/mDiet MBCefotaxim 1 gr/8 jam/ivDeksamethason 4 mg/6 jam/ivMorfin 1 mg/jam (syringe pump)Omeprazole 10 mg/hari/iv

Pasca operasi H2B1: RR 16 x/i, SP ves/ves, ST -/-B2: A: H/M/K, N 96 x/i, t/v cukup, TD 150/90 mmHg, CVP 16 cmH2OB3: Sens CM, kejang (-), sakit kepala (-), pandangan kabur (-), RC +/+, pupil bulat isokor, 3/3 mmB4: urin (+), vol 100 mL/jam, warna kuning jernihB5: peristaltik (+) N B6: oedem (-) pre tibial,TerapiIVFD RL s/s D5 10 gtt/mDiet MBCefotaxim 1 gr/8 jam/ivDeksamethason 4 mg/6 jam/ivTramadol 100 mg/8 jam/ivFurosemide 20 mg/8 jam/ivOmeprazole 10 mg/hari/iv

Pasien pindah ke ruangan Obgin

Sebagaimana kasus preeklamsi berat, pada sindroma HELLP bayi harus segera dilahirkan

Namun demikian morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi masih cukup tinggi

Pemilihan regional anestesi pada sindroma HELLP masih kontroversi, terutama pada keadaan adanya trombositopenia

Trombosit > 100 K/uL dianggap batas yang aman untuk tindakan regional anestesiaDISKUSIMortalitas ibu pada sindroma HELLP dilaporkan berkisar antara 1,1% dan 24,2%.

Hal ini berhubungan dengan trombositopenia (< 50 K/uL), pada diagnosis terlambat sudah terjadi perdarahan di hepar atau intrakranial atau gangguan vaskular yang mengakibatkan gangguan sistem kardiopulmoner dan renal.

Komplikasi signifikan dari sindroma HELLP adalah acute renal failure (35%).

Angka mortalitas dari pasien sindroma HELLP yang mengalami acute renal failure bervariasi, karena beberapa pasien mengalami reversible acute renal failure.

Pada keadaan acute renal failure pemasangan kanulasi vena sentral harus dilakukan untuk mengatur balans cairanVigi P dkk melakukan penelitian retrospektif terhadap 75 pasien sindroma HELLP dengan jumlah trombosit 19.000-143.000/mm3

58% anastesia epidural9% anastesia umum4% anastesia spinal7% pasien menerima transfusi trombosit sebelum anastesia neuroaksial

Tidak dijumpai komplikasi neurologik maupun hematologik pada kelompok anastesi neuroaksial

Tompkins MJ dkk menemukan 5 kasus komplikasi dari 43 pasien yang mendapat anastesi umum sedangkan pada 51 pasien yang mendapat anastesi epidural hanya terdapat satu kasus komplikasiKomplikasi mayoritas pada anastesi umum: hipotensi, edema pulmonum, hipoksia ibu dan komplikasi pernafasan.

Terjadi hipotensi ibu setelah penempatan anastesi epidural ada pada 1 kasus, namun tidak dijumpai hematom, perdarahan maupun abses pada tempat penusukan.

Walaupun jumlah trombosit kurang, waktu perdarahan, waktu protrombin dan waktu tromboplastin parsial normal pada pasien ini.

Komplikasi sistem saraf pusat (eklamsi), lebih sering terjadi pada sindroma HELLP dibandingkan dengan preeklamsi berat.

Eklamsi yang terjadi bersamaan dengan sindroma HELLP mempunyai mortalitas yang tinggi.

Prognosis ibu dengan eklamsi dan sindroma HELLP lebih buruk dibandingkan dengan ibu yang hanya dengan eklamsi.

Komplikasi hepatic pada sindroma HELLP termasuk subkapsular hematom, massive liver necrosis dan liver rupture.Weinstein L. Syndrome of haemolysis, elevated liver enzyme, low platelet count: a severe consequences of hypertension in pregnancy. Am J Obstect Gynecol 1982; 142 : 159-167.Sibai BM, The HELLP Syndrome (Haemolysis, Elevated Liver Enzyme, Low Platelet): much a do about nothing? Am J Obstect Gynecol 1990; 162 : 311-6.Poldre PA. Haptoglobin helps diagnose the HELLP syndrome. Am J Obstect Gynecol 1987; 157: 1267.Crosby, Edward T. Obstetrical anaesthesia for a parturient with preeclampsia, HELLP syndrome and acute cortical blindness. Can J Anaesth 1998; 45 : 452-459.P. C. A. Kam et al. Thrombocytopenia in the parturient. Anaesthesia 2004; 59 : 255264.RUJUKAN

TERIMA KASIHKriteria penegakan diagnosis HELLP SyndromeHemolysisAbnormal peripherical blood smear Elevated Bilirubin >1.2 mg/dl

Elevated liver enzymesSGOT >72 UI / LLDH >600 UI / L

Low PlateletsPlatelet Count < 100 103 /mm3 Manajemen HELLP Syndrome1.ANTISIPASI PADA KASUS PREEKLAMSI2.EVALUASI KONDISI IBU3.EVALUASI KONDISI JANIN 4.KONTROL HIPERTENSI5.PROFILAKSIS KEJANG DENGAN MgSO46.KESEIMBANGAN AIR DAN ELEKTROLIT 7.HEMOTERAPI8.MANAJEMEN PERSALINAN9.PERAWATAN PERINATAL YANG OPTIMAL10. PERAWATAN INTENSIF PASIEN POSTPARTUM 11. WASPADAI KEGAGALAN ORGAN MULTIPEL12. SARAN UNTUK KEHAMILAN SELANJUTNYA

WEINSTEIN(1982)H HEMOLYSISEL ELEVATED LIVER ENZYMESLP LOW PLATELETSHELLPHELLP syndrome : kelainan pada ibu hamil yang merupakan komplikasi dari Preeklampsi berat.

Insiden diantara kasus preeklamsi: 4-12%.

Nyeri abdominal dan gejala gastrointestinal atas seperti mual dan muntah sering dijumpai dan oleh karena itu diagnosis sering terlambat.PENDAHULUANMorbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal meningkat dengan adanya HELLP syndrome.

Sectio caesarea dilakukan emergensi untuk menghalangi proses HELLP syndrome-nya berlanjut.

Ibu dengan HELLP syndrome mempunyai resiko acute renal failure, gangguan paru, abruption plasenta dan rupture hepar sehingga memperberat keadaan ibu.Istilah sindroma HELLP diperkenalkan pertama kali oleh Weinstein pada tahun 1982 untuk menggambarkan suatu sindrom yang terdiri dari hemolisis, peningkatan fungsi hati dan trombositopenia

Menurut Sibai angka kejadian sindroma HELLP berkisar antara 4-14% dari seluruh penderita PE berat.TINJAUAN PUSTAKAKeluhan : sakit kepala, nyeri ulu hati, mual disertai dengan muntah, malaise, gangguan penglihatan dan perdarahan

Tanda klinis : hipertensi, proteinuria, edema, ikterus

Pemeriksaan laboratorium pada sindroma HELLP mutlak diperlukan sebab diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil laboratoriumHemolisis pada gambaran darah tepi: terlihat spherocytes, schistocytes, triangular dan Burr cell.

Kerusakan eritrosit menyebabkan hemoglobin terlepas dan kemudian terikat dengan haptoglobin kompleks hemoglobin-haptoglobin akan dimetabolisme di hepar dengan cepat.Konsentrasi haptoglobin serum menurun (< 0,7 mg/mL).

Hemolisis peningkatan kadar bilirubin darah(> 1,2 mg/dL)

Hemolisis intravascular sumsum tulang merespon dengan mengaktifkan proses eritropoesis, beredarnya sel darah merah yang imatur.

Sel darah merah imatur mudah mengalami destruksi dan mengeluarkan isoenzim eritrosit

Isoenzim akan terikat dengan plasma Lactic Dehydrogenase (LDH)