Tangisan Rasul

download Tangisan Rasul

of 8

  • date post

    28-Jan-2018
  • Category

    Spiritual

  • view

    1.344
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Tangisan Rasul

  1. 1. Majlis Ta'liim DESA PAMULIHAN KECAMATAN PAMULIHAN TANJUNG SARI SUMEDANG TELP: 022-7911943 Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad s.a.w.) (Al Maidah : 83) Ibnu Abbas menceritakan bahwa sesungguhnya ayat tersebut turun berkaitan dengan para petani yang datang bersama Ja'far bin Abi tholib dari Ethiopia. Ketiaka Rasulullah saw membacakan ayat Al Qur'an kepada mereka, mereka beriman dan mata mereka berlinang air mata, lalu Rasulullah saw bersabda, boleh jadi jika kalian pulang ke negeri kalian, kalian akan pindah kembali kepada agama kalian, kemudian mereka berkata, kami tidak akan perna pindah kembali kepada agama kami, maka Allah menurunkan ayat tersebut yang berisi sebagian ucapan mereka. Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni`mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah
  2. 2. Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.(Maryam : 58) Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi".Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu`.(Al Israa : 107-109) * 443 Diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas'ud r.a katanya: Rasulullah s.a.w pernah bersabda kepadaku: Bacakan al-Quran kepadaku. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, adakah aku harus membacakan al-Quran kepada kamu, sedangkan al-Quran itu diturunkan kepada kamu! Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya aku suka mendengarnya dari orang lain. Lantas aku membaca surah An-Nisa' sehinggalah aku sampai pada ayat: ( ) Yang bermaksud: Dan kami datangkan kamu (wahai Muhammad) untuk menjadi saksi terhadap mereka (umatmu). Kemudian aku mengangkatkan kepalaku atau secara tiba-tiba seseorang berada di sampingku, ketika itu aku mengangkatkan kepala dan aku melihat Rasulullah mengalirkan air matanya (Hr Bukhari) Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disama-ratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun.(An Nisa : 42)
  3. 3. Abdullah bin Amru bun al Ash, meriwayatkan bahwa nabi saw membaca firman Allah dalam surat ibrahim, Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Ibrahim : 36) Nabi Isa berkata : Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Al Maidah : 118) Kemudian rasulullah saw mengangkat kedua tangan dan berkata, Wahai tuhanku, bagaimanan dengan umatku ? Rasulullah saw pun menangis. Kemudian Allah Ta'ala berkata kepada Jibril, wahai jibril pergilah ke Muhammad Tuhanmu maha mengetahui lalu tanyakan kepadanya, apa yang membuatmu menangis ? kemudian JIbril mendatangi rasulullah saw dan bertanya, Rasulullah saw menceritakan apa yang sudah terjadi , kemudian Allah berkata, Wahai Jibril, pergilah dan katakana kepada Muhammad, Sesungguhnya aku akan membuatmu Ridho kepada Ummatmu dan aku tidak akan berbuat jahat kepadamu. (Hr Muslim)
  4. 4. Dari Abu Umamah ia berkata, Rasulullah saw bersabda, tidak ada tetesan air yang di cintai Allah melebihi setetes air mata karena takut kepada Allah, atau setetes darah yang tumpah di jalan Allah. (Hr Tirmidzi) ANas bin Malik berkata, Rasulullah saw bersabda, barang siapa mengingat Allah, lalu kedua air matanya mengalirkan air mata karena takut Allah sampai air matanya tertumpah ke bumi, maka dia tidak akan di siksa pada hari kiamat. (Hr Hakim). Tsauban berkata, Rasulullah saw bersabda, beruntung sekali bagi orang yang mengusai lidahnya dan lapang rumahnya baginya dan menangis karena kesalahannya. (Hr Thabrani) * Diriwayatkan daripada Aisyah r.a katanya: Matahari telah gerhana pada masa Rasulullah s.a.w lalu Rasulullah berdiri melakukan sholat dan berdiri dalam waktu yang panjang. Kemudian Rasulullah rukuk dan memanjangkan rukuk itu. Selepas itu Rasulullah mengangkat kepala lalu berdiri pula dalam waktu yang lama tetapi tidaklah lama sebagaimana berdiri yang pertama tadi. Kemudian Rasulullah rukuk pula sekali lagi dalam masa yang panjang, tetapi tidaklah sepanjang rukuk yang pertama. Setelah itu Rasulullah sujud.
  5. 5. Kemudian Rasulullah bangkit dan berdiri pula dalam waktu yang lama tetapi tidaklah selama yang pertama tadi. Kemudian Rasulullah rukuk cukup lama tetapi kurang dari yang pertama tadi. Seterusnya Rasulullah mengangkat kepala lalu berdiri lama tetapi kurang tempohnya dari berdiri yang pertama. Kemudian rukuk pula cukup lama tetapi tidaklah selama yang pertama tadi. Setelah itu Rasulullah sujud dan selepas selesai sholat Rasulullah pun beredar dan matahari mulai kelihatan. Rasulullah mula berkhutbah di hadapan kaum muslimin. Rasulullah memuji-muji Allah dan menyanjungNya. Kemudiannya Rasulullah bersabda: Sesungguhnya matahari dan bulan itu termasuk tanda- tanda kebesaran Allah. Kedua-duanya tidak menjadi gerhana disebabkan hidup atau matinya seseorang. Oleh itu seandainya kamu melihat kedua- duanya gerhana, maka bertakbir dan berdoalah kepada Allah, dirikanlah sholat dan bersedekahlah wahai umat Muhammad! Tidak seorang pun yang paling prihatin selain daripada Allah apabila hambanya samada lelaki ataupun perempuan melakukan zina. Wahai umat Muhammad! Demi Allah seandainya kamu tahu apa yang telah aku ketahui, tentu kamu lebih banyak menangis dan kurang ketawa. lngatlah, bukankah aku telah menyampaikan ?(Hr Bukhari) Diriwayatkan daripada Abdullah bin Umar r.a katanya: Saad bin Ubadah r.a telah mengalami sakit tenat dan diadukan mengenai keadaannya, lalu Rasulullah s.a.w pergi menziarahinya bersama Abdul Rahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqas dan Abdullah bin Mas'ud r.a. Ketika Rasulullah masuk menemuinya, didapati dia dalam keadaan tidak sedarkan diri. Lalu Rasulullah s.a.w bertanya: Adakah dia telah meninggal dunia Orang ramai yang hadir di situ menjawab: Belum lagi, wahai Rasulullah. Kemudiannya Rasulullah s.a.w mulai menangis. Ketika orang ramai melihat tangisan Rasulullah s.a.w mereka pun ikut menangis. Lalu Rasulullah s.a.w bersabda: Tidakkah kamu mendengar bahawa Allah tidak menyiksa hanyalah kerana air mata dan Allah tidak juga menyiksa disebabkan hati yang dukacita tetapi Dia menyiksa adalah kerana ini (Rasulullah menunjuk ke lidah Rasulullah) ataupun Dia mengasihi (Hr Bukhari)
  6. 6. * Diriwayatkan daripada Usamah bin Zaid r.a katanya: Kami sedang berada di sisi Rasulullah s.a.w ketika salah seorang dari puteri Rasulullah menyuruh seseorang untuk memanggil Rasulullah dan memberitahu bahawa anak lelaki puteri (cucu) Rasulullah itu berada dalam keadaan nazak. Lalu Rasulullah s.a.w bersabda kepada orang suruhan tersebut: Kembalilah kepadanya dan katakan bahawa yang diambil oleh Allah adalah milikNya dan apa yang diberi oleh Allah juga milikNya. Segala sesuatu di sisiNya akan berakhir, mintalah supaya beliau bersabar dan berserah kepada Allah. Orang suruhan itu kemudiannya kembali mengadap Rasulullah s.a.w dan berkata: Dia berjanji akan menunaikan pesanan itu. Kemudian Nabi s.a.w berdiri diikuti oleh Saad bin Ubadah dan Muaz bin Jabal r.a. Akupun (Usamah bin Zaid) turut berangkat bersama-sama mereka. Lalu diangkatkan kepada Rasulullah s.a.w dan diserahkan anak (dari puteri Rasulullah) yang nafasnya masih bergerak-gerak (tersekat-sekat), seolah-olah dia berada di dalam satu qirbah (bekas air) yang lusuh. Kedua-dua mata Rasulullah s.a.w mulai berlinangan. Saad bertanya: Apa artinya ini wahai Rasulullah Rasulullah s.a.w lalu bersabda: lni adalah rahmat (belas-kasihan) yang diletakkan oleh Allah di hati hamba-hambaNya. Sesungguhnya Allah mengasihi hamba-hambaNya yang mempunyai rasa belas-kasihan (Hr Bukhari)
  7. 7. Dari Ibnu Buraidah, dari Ayahnya, ia menceritakan, Kami pernah bersama Nabi saw dan kami tengah dalam suatu perjalanan, lalu beliau menghampiri kami dan kami berjumlah sekitar 1000 orang penunggang. Kemudian beliau mengerjakan dua rakaat sholat dan setelah itu beliau menghadapkan wajahnya kepada kami dengan kedua mata yang berlinan. Kemudian Umar bin Khothab mendekati beliau serta menebusnya dengan nama bapak dan Ibunya seraya berkata, Ya Rasulullah apa yang terjadi padamu ? beliau menjawaba : sesungguhnya aku telah memohon kepada Rabbku agar aku di bolehkan memohonkan ampun untuk ibuku, namun Allah tidak mengizinkanku. Maka kedua mataku berlinang dengan air mata karena merasa kasihan kepada ibuku yang berada di neraka. Dan sesungguhnya aku melarang tiga hal kepada kalian, dahulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah kalian supaya dengan ziarah itu akan mengingatkan kalian kepada kebaikan, Kemudian aku juga pernah melarang kalian memakan daging kurban setelah tiga hari, maka sekarang makanlah dan simpanlah sekehendak hati kalian. Dan dulu aku juga pernah melarang kalian minum dari bejana secara langsung, sekarang minumlah dari bejana apapun yang kalian sukai dan janganlah kalian meminum minuman yang memabukkan. (Hr Ahmad) * 572 Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi