Ulama nusantara-palembang-di-haramain

download Ulama nusantara-palembang-di-haramain

of 22

Embed Size (px)

Transcript of Ulama nusantara-palembang-di-haramain

  • Ulama Nusantara-PalembangSebagai Pusat Sanad Hadits Internasional

    di Haramayn Abad 18-20 M

    IAIN Palembang, 15 Maret 2016

  • Dalam kitab

    karangan Syaikh Muhammad ibn Ali ibn Adam ibn Musa al-Ithyubi

    disebutkan jika pengarangmengambil sanad (transmisi

    keilmuan) Kitab Shahih Muslim dari beberapa ulama Nusantara.

    Banyak di antaranya dariPalembang.

  • Hal. 190191 disebutkan ada 4 (empat) ulama Palembang yang menjadi mata

    rantai (musnid) hadits Kitab Shahih Muslim

  • Beberapa Fakta Menarik:

    Keempat ulama asal Palembang tersebutadalah:

    (1) Syaikh Muhammad ibn Kenan al-Falimbani, guru dari SyaikhNawawi al-Bantani.

    (2) Syaikh Abd al-Shamad al-Falimbani (w. 1203 H/ 1788 M).

    (3) Syaikh Aqib ibn Hasanuddin al-Falimbani.

    (4) Syaikh Hasanuddin ibn Jafar al-Falimbani (murid dari al-Imam Id ibn Ali al-Namrasi al-Mashri (w. 1140 H/ 1727 M), seorangulama besar abad ke-12 H/ 18 M.

    Ulama-ulama asal Palembang sudahberkiprah dan menjadi musnid bertarafinternasional sejak paruh pertama abad ke-12 H/ 18 M.

  • Hal di atas bisa membangun beberapa hipotesis:

    Menandakan kajian keilmuan Islam, utamanya hadits, sudah berkembang dengancukup pesat di Palembang pada masa itu, menimbang keberadaan tokoh-tokoh asalPalembang yang disebutkan di atas.

    Menandakan bahwa Palembang sudahmenjadi pusat perkembangan hadits di masa itu, setidaknya untuk kawasan Asia Tenggara(Nusantara), yang terkoneksi dan terintegrasidengan pusat-pusat keilmuan Islam di pelbagai penjuru dunia lainnya.

  • Syaikh Hasanuddin ibn Jafar al-Falimbanimerupakan murid dari

    Syaikh Id ibn Ali al-Namrasi al-Azhari al-Makki(1140-)... ( 2)

    .

    .

    .

    : .

    : .

  • 07_00677

  • Dalam riset yang bertajuk

    (Peran Perempuan dalamMelestarikan Kitab Shahih Bukhari-

    Muslim [dengan Transmisi] Sejak Abad ke-4 hingga 14 H)

    oleh Shafiyya Idris Fallata(Universitas Jordan, 2010)

  • Dari riset tersebut, didapati beberapadata penting:

    Salah satu dari sedikit ulama perempuan yang disebutkandi buku tersebut (ulama perempuan ahli hadits sepanjangabad ke-4 H sampai 14 H) adalah seorang ulamaperempuan asal Nusantara, tepatnya dari Palembang.

    Ulama perempuan tersebut adalah Syaikhah Fathimah, puteri dari Syaikh Abd al-Shamad al-Falambani.

    Syaikhah Fathimah adalah satu (1) dari tiga (3) ulamaperempuan ahli hadits di abad ke-14 H (19 M).

    Ketiga ulama perempuan ahli hadits tersebut adalah: (1) Syaikhah Ummatullah bint Abd al-Ghani al-Dahlawi (Delhi, India), (2) Syaikhah Fathimah bint Abd al-Shamad al-Falimbani (Palembang, Nusantara), dan (3) SyaikhahFathimah bint Yaqub al-Makki (Mekkah).

  • 2 Juz

    Prof. Dr. Yusuf al-MarashliProfessor Hadits, Fakultas Syariah

    Universitas Islam Beirut

    Memuat Biografi Ulama Islam Abad ke-14 H (19-20 M)

  • Terdapat lebih 60 (enam puluh) ulama asalNusantara (Jawi).

    Beberapa di antaranya berasal dari Palembang (Falimbani).

    Beberapa ulama tersebut banyak yang menjadiSyaikh, Khatib, Muallif (Pengarang Kitab), Katib(Sekretaris), Dosen, Jurnalis, Musnid (mata rantaihadits), dan lain-lain. Mereka berkiprah danberpengaruh di Timur Tengah dan di tanah air (Nusantara).

    Lebih dari 150 (seratus lima puluh) kitab karanganulama Nusantara yang ditulis dan diterbitkan di Mekkah, Kairo, Istanbul, Bombay, Singapura, Pattani, dan Nusantara.

  • Laporan Snouck Hurgronje (1889) dalam Mecca in the Latter Part of 19th Century: Daily Life, Customs and

    Learning the Moslims of The East-Indian Archepilago

  • :

    Gerakan intelektual pelajar dan ulama Nusantara (Jawi) di Mekkah pada paruh kedua abad ke-19 M.

    Potret sosio-kultural masyarakat Nusantara di Mekkah.

    Ulama-ulama Nusantara yang mengajar di Mekkah.

    Kitab-kitab karangan Ulama Nusantara yang diterbitkandi Mekkah, Kairo, Istanbul, Singapura, dan Bombai(India).

    Hubungan dan pengaruh ulama Nusantara di Mekkahdengan dan bagi gerakan intelektual dan gerakankemerdekaan di tanah air mereka

  • Lebih dari 150 karya ulama Nusantaraditerbitkan di:

    Mesir, Turki, Iran, Saudi, Lebanon,Bombay, Nusantara

  • Beberapa Koleksi LangkaKarya Ulama Nusantara di Timur Tengah

  • Ratusan lainnya masih berupamanuskrip yang tersimpan di berbagai

    perpustakaan dunia

  • Kembali ke Ulama Palembang

    Dalam disebutkan beberapanama ulama asal Palembang, diantaranya:

    * Hasyim ibn Kemas al-Falimbani* Muhammad Nur ibn Abdullah al-Falimbani* Husain ibn Abd al-Rahim al-Falimbani* Abdullah ibn Azhuri al-Falimbani* Wahyuddin ibn Abd al-Ghani al-Falimbani* Muhsin ibn Ali al-Masawa al-Falimbani* Muhammad Mukhraruddin al-Falimbani

  • 13571279