PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN...

of 84 /84
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea L.) TERHADAP JUMLAH SEL GOBLET PADA TRAKEA MENCIT GALUR DDY YANG DIINDUKSI OVALBUMIN Laporan penelitian ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked) Oleh Shoffira Fathiya NIM. 11151030000085 PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1440 H / 2018 M

Transcript of PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN...

Page 1: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL

DAUN ZAITUN (Olea europaea L.) TERHADAP

JUMLAH SEL GOBLET PADA TRAKEA MENCIT

GALUR DDY YANG DIINDUKSI OVALBUMIN

Laporan penelitian ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk

memperoleh gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked)

Oleh

Shoffira Fathiya

NIM. 11151030000085

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA 1440 H / 2018 M

Page 2: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

ii

Page 3: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

iii

Page 4: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

\

iv

Page 5: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji dan syukur senantiasa penulis

panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas segala limpahan rahmat dan karunia-

Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul PENGARUH

PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea L.)

TERHADAP JUMLAH SEL GOBLET PADA TRAKEA MENCIT GALUR

DDY YANG DIINDUKSI OVALBUMIN. Sholawat serta salam senantiasa

tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, serta pengikutnya

yang setia hingga akhir zaman.

Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menempuh ujian

akhir guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked) Program Studi

Kedokteran Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Secara umum,

skripsi ini berisi tentang latar belakang, tujuan penelitian, tinjauan pustaka,

prosedur penelitian, serta hasil dan pembahasan dari pengujian tentang pemberian

ekstrak metanol daun zaitun (Olea europaea L.) terhadap jumlah sel goblet pada

trakea mencit galur DDY yang diinduksi ovalbumin.

Penulis menyadari bahwa dalam menyelesakan penulisan skripsi ini bukan

hanya hasil dari usaha sendiri, melainkan banyak bantuan dari segala pihak hingga

penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Semoga Allah SWT

membalas segala kebaikan dan mencurahkan rahmat-Nya kepada:

1. Dr. Hari Hendarto, Ph.D., Sp.PD-KEMD, FINASIM selaku Dekan Fakultas

Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Dr. Achmad Zaki, M.Epid., Sp.OT selaku Ketua Program Studi Kedokteran

Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Dr Nurul Hiedayati, Ph.D. selaku pembimbing I dan Ibu Nurlaely Mida

Rachmawati, S.Si., M.Biomed., DMS. selaku pembimbing II yang tidak

kenal lelah dalam membimbing penulis, mulai dari adaptasi mencit hingga

v

Page 6: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

pengamatan preparat, dan terselesaikannya penulisan skripsi ini dengan

baik. Terima kasih atas segala bimbingan, arahan, nasehat, waktu, dan

tenaga yang telah diberikan demi kesuksesan penelitian ini.

4. Dr. Devy Ariany, M.Biomed dan Dr. dr. Mukhtar Ikhsan, Sp.P(K), MARS,

FIRS selaku penguji sidang skripsi. Terima kasih atas seluruh koreksi,

saran, serta masukan yang membangun pada penulisan skripsi ini.

5. Drg. Laifa Annisa Hendarmin, Ph.D. selaku penanggung jawab (PJ) riset

Program Studi Kedokteran angkatan 2015, dr. Nurul Hiedayati, Ph.D selaku

PJ Laboratorium Farmakologi, Ibu Nurlaely Mida Rachmawati, S.Si,

M.Biomed., DMS. selaku PJ Laboratorium Biokimia, dr. Devy Ariany,

M.Biomed. selaku PJ Laboratorium Patologi Anatomi, Ibu Rr. Ayu Fitri

Hapsari, M.Biomed selaku PJ Laboratorium Histologi, dan Ibu Dr. Zeti

Harriyati, M.Biomed. selaku PJ Laboratorium Biologi yang telah

memberikan izin atas penggunaan laboratorium pada penelitian ini.

6. Kedua orang tua, H. Moehtsani Isnen, S.T. dan Hj. Suprihatin, S.E., serta

saudara saya Shoffiya Amaliya dan Ardhani Dzaky Aryasatya, atas segala

motivasi, dukungan, dan segala nasehat yang menjadi sumber semangat

penulis dalam menyelesaikan penelitian dan juga studi di Program Studi

Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

7. Sahabat yang selalu ada untuk mendukung, membantu, serta memotivasi

penulis dalam setiap masalah yang ada, Haseena Hersiwinukir, Alfa

Karomah, dan Maudy Rahmi. Terima kasih pula untuk Muhammad Fahmi

Aprijal dan Arrafie Fikri Al-Dzaky sebagai partner dalam mengerjakan

penelitian hingga penyusunan skripsi. Terima kasih untuk segala usaha,

waktu, tenaga, pikiran yang tercurahkan dalam proses penelitian ini.

8. Teman-teman sejawat AMIGDALA 2015, yang memberikan sebuah

persahabatan, kekeluargaan, dan kesejawatan. AMIGDALA 2015 bukan

sekedar angkatan, melainkan keluarga.

vi

Page 7: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

9. Teman-teman COLA (CIMSA 2017-2018), yang bersamanya, penulis

merasa memiliki nilai terhadap diri. Terima kasih untuk segala

pengembangan diri yang kita lakukan bersama.

10. Semua pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung,

yang namanya tidak tersebut oleh penulis dalam pengerjaan penelitian dan

skripsi ini.

Penulis berharap kepada Allah SWT, agar diberikan balasan yang sebesar-

besarnya untuk segala kebaikan semua pihak yang telah membantu. Penulis

menyadari dalam penelitian dan penulisan skripsi ini terdapat kekurangan dan

masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan

saran dari pembaca yang bersifat membangun.

Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kalangan akademis, khususnya

bagi mahasiswa kedokteran, masyarakat pada umumnya, dan bagi pengembangan

ilmu pengetahuan.

Ciputat, 15 Oktober 2018

vii

Page 8: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

ABSTRAK

Shoffira Fathiya. Program Studi Kedokteran. Pengaruh Pemberian Ekstrak

Metanol Daun Zaitun (Olea europaea L.) terhadap Jumlah Sel Goblet pada

Trakea Mencit Galur DDY yang Diinduksi Ovalbumin. 2018.

Latar belakang: Zaitun (Olea europaea L.) merupakan tanaman yang telah

diketahui banyak manfaatnya, salah satunya sebagai anti inflamasi. Namun masih

minim penelitian yang menggunakan daun zaitun yang tumbuh di Indonesia.

Konstituen utama daun dan olahan zaitun, yaitu oleuropein, mampu menurunkan

produksi mukus yang menjadi penyebab terjadinya manifestasi asma dengan

perubahan morfologi yang terjadi adalah peningkatan jumlah sel goblet.

Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak metanol daun zaitun (EMDZ)

terhadap jumlah sel goblet trakea mencit DDY dibandingkan kelompok OVA (K3).

Metode: Penelitian ini menggunakan mencit jantan galur DDY yang dibagi

menjadi enam kelompok (n=3); (K1) Phosphate Buffered Saline (PBS), (K2) PBS

+ Carboxymethylcellulose Sodium (NaCMC), (K3) Ovalbumin (OVA), (P1) EMDZ 100 mg/kgBB + OVA, (B) Budesonid + OVA, (E1) EMDZ 100 mg/kgBB.

Untuk menimbulkan efek asma, pada kelompok K3, B, P1 disensitisasi secara

intraperitoneal (ip) dengan 50 µg OVA dalam Alumunium hidroksida 10% pada

hari ke-0 dan ke-14. Pada hari ke-29, kelompok K3, B, P1 diberi stimulasi inhalasi

OVA 5% selama 30 menit. Pada hari ke-31, dilakukan nekropsi pada mencit untuk

diambil organ trakea. Kemudian organ trakea dibuat preparat mikroskopik dan

dilakukan pemeriksaan histopatologi dengan pewarnaan H&E menggunakan

mikroskop konfokal (Olympus BX41).

Hasil: Secara kualitatif, K3 merupakan kelompok dengan gambaran jumlah sel

goblet paling banyak. Secara kuantitatif, rerata jumlah sel goblet kelompok K1, K2,

K3, P1, B, E1 berturut-turut 17, 16, 49, 26, 25, 17. Analisis: Analisis data menggunakan uji statistik dengan SPSS versi 25.0. Kesimpulan: Pemberian EMDZ (P1) berbeda signifikan dengan kelompok OVA (K3) dan hasil tersebut sama dengan kelompok yang diberi Budesonid (B).

Kata Kunci: ekstrak metanol daun zaitun, oleuropein, anti inflamasi, peningkatan

jumlah sel goblet, ovalbumin.

viii

Page 9: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

ABSTRACT

Shoffira Fathiya. Department of Medicine. The Effects of Olive (Olea europaea

L.) Leaf Methanolic Extracts to The Number of Goblet Cells Trachea on

Ovalbumin-induced DDY Mouse. 2018.

Background: Olive (Olea europaea L.) have been known to have many benefits,

one of which is anti-inflammatory. However, there are still a few researches using

olive leaves that grow in Indonesia. The main compound of olive leaves is

oleuropein, can reduce mucus production which is the cause of asthma

manifestations with morphological changes that occur are increase in the number

of goblet cells. Aim: To know the effects of olive leaf methanolic extracts (OLME) on the number of goblet cells in the trachea of DDY mice compared to the OVA (K3) group.

Method: The model of asthma in mouse is conducted by inducing some groups of

the; (K1) Phosphate Buffered Saline (PBS), (K2) PBS + Carboxymethylcellulose

Sodium (NaCMC), (K3) Ovalbumin (OVA), (B) Budesonide + OVA, (P1) OLME 100 mg/KgBW + OVA, (E1) OLME 100 mg/KgBW. The emerging of asthma

sensation of group K3, P1, B is taken by sensitizing 50 µg OVA in Al(OH)3 10%

interperitoneally (ip) on 0d and 14d. On 29d, group K3, P1, B is given the

stimulation by inhaling OVA 5% for 30 minutes. On 31d, we sacrificed all of the

mice to take the trachea. The microscopic preparations are made by slicing the

tracheas into small pieces with H&E staining and observed with confocal

microscope (Olympus BX41).

Result: Qualitatively, K3 are groups with the most number of goblet cells. Quantitatively, the average of the number of goblet cells trachea from group K1,

K2, K3, P1, B, E1 are, in order, 17, 16, 49, 26, 25, 17. Analysis: Data analysis uses statistical tests with SPSS version 25.0. Conclusion: The given of OLME 100 mg/KgBW (P1) has significant difference from group K3 and so does the given of Budesonide.

Keyword: olive leaf methanolic extracts, oleuropein, anti-inflammatory, increase

in the number of goblet cells, ovalbumin.

ix

Page 10: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...........................................ii

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................iii

PENGESAHAN PANITIA UJIAN................................................................... iv

KATA PENGANTAR........................................................................................ v

ABSTRAK.......................................................................................................viii

DAFTAR ISI ...................................................................................................... x

DAFTAR GAMBAR........................................................................................ xii

DAFTAR TABEL ...........................................................................................xiii

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xiv

DAFTAR SINGKATAN .................................................................................. xv

BAB I .................................................................................................................. 1

1.1. Latar Belakang ..................................................................................... 1 1.2. Rumusan Masalah ................................................................................ 3 1.3. Hipotesis .............................................................................................. 3 1.4. Tujuan Penelitian.................................................................................. 3 1.5. Manfaat Penelitian................................................................................ 4

BAB II ................................................................................................................ 5 2.1. Tumbuhan Zaitun (Olea europaea L.) .................................................. 5

2.1.1. Morfologi dan Klasifikasi Tumbuhan Zaitun................................. 5 2.1.2. Tumbuhan Zaitun dalam Al Qur’an .............................................. 6 2.1.3. Kandungan Kimiawi dan Manfaat Daun Zaitun ............................ 8 2.1.4. Farmakokinetik Ekstrak Daun Zaitun............................................ 9

2.2. Ekstrak dan Ekstraksi ......................................................................... 10 2.2.1. Ekstrak ....................................................................................... 10 2.2.2. Ekstraksi..................................................................................... 11 2.2.3. Pelarut Ekstraksi ......................................................................... 11 2.2.4. Pelarut Metanol .......................................................................... 12

2.3. Efek Anti Inflamasi Ekstrak Daun Zaitun ........................................... 13 2.4. Trakea ................................................................................................ 14 2.5. Mukus Saluran Napas ......................................................................... 16

2.5.1. Komposisi dan Fungsi Mukus Saluran Napas.............................. 17 2.5.2. Sintesis dan Sekresi MUC5AC oleh Sel Goblet .......................... 17

2.6. Asma .................................................................................................. 18 2.6.1. Definisi....................................................................................... 18 2.6.2. Patogenesis ................................................................................. 18 2.6.3. Morfologi ................................................................................... 20 2.6.4. Sel Goblet pada Asma................................................................. 21

2.7. Ovalbumin ......................................................................................... 21 2.7.1. Ovalbumin sebagai Alergen Asma pada Mencit .......................... 21 2.7.2. Induksi Asma pada Hewan Coba ................................................ 22 2.7.3. Mencit Galur DDY ..................................................................... 23

2.8. Budesonid .......................................................................................... 24

x

Page 11: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

2.8.1. Budesonid Inhalasi dalam Terapi Asma ..................................... 24

2.9. Sodium Karboksimetil Selulosa (NaCMC) ......................................... 25 2.10. Alumunium Hidroksida sebagai Adjuvan........................................ 27 2.11. Kerangka Teori............................................................................... 28 2.12. Kerangka Konsep ........................................................................... 29

BAB III ............................................................................................................. 30 3.1. Desain Penelitian................................................................................ 30 3.2. Waktu dan Tempat Penelitian ............................................................. 30 3.3. Populasi dan Sampel........................................................................... 30

3.3.1 Populasi ...................................................................................... 30 3.3.2 Sampel........................................................................................ 31

3.4. Kriteria Sampel .................................................................................. 32 3.4.1. Kriteria Inklusi ........................................................................... 32 3.4.2. Kriteria Eksklusi ......................................................................... 32

3.5. Variabel Penelitian ............................................................................. 32 3.5.1. Variabel Bebas ........................................................................... 32 3.5.2. Variabel Tergantung ................................................................... 32

3.6. Alat dan Bahan Penelitian................................................................... 32 3.6.1. Alat ............................................................................................ 32 3.6.2. Bahan ......................................................................................... 33

3.7. Cara Kerja .......................................................................................... 33 3.7.1. Determinasi Daun Zaitun ............................................................ 33 3.7.2. Aklimatisasi Hewan Coba........................................................... 33 3.7.3. Sensitisasi Hewan Coba .............................................................. 34 3.7.4. Pemberian Ekstrak Daun Zaitun pada Mencit.............................. 34 3.7.5. Booster dan stimulasi Ovalbumin pada Mencit ........................... 34 3.7.6. Nekropsi dan Pengambilan Organ Trakea ................................... 34 3.7.7. Pembuatan Preparat Trakea......................................................... 35 3.7.8. Pengamatan Mikroskopik Sel Goblet Trakea............................... 35

3.8. Manajemen Data ................................................................................ 36 3.9. Definisi Operasional ........................................................................... 37 3.9. Alur Penelitian ................................................................................... 38

BAB IV ............................................................................................................. 39 4.1. Gambaran Umum Sampel Penelitian .................................................. 39 4.2. Jumlah Sel Goblet Trakea................................................................... 39 4.3. Integrasi Penelitian dengan Keislaman................................................ 45 4.4. Keterbatasan Penelitian ...................................................................... 46

BAB V............................................................................................................... 47 5.1. Kesimpulan ........................................................................................ 47 5.2. Saran .................................................................................................. 47

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 49 LAMPIRAN ..................................................................................................... 53

xi

Page 12: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Olea europaea: (a) pohon; (b) daun; (c) dalam masa perkembangan;

(d) buah yang matang; (e) kulit batang ................................................................. 5 Gambar 2.2. Interaksi polifenol daun zaitun dengan ekspresi gen dan protein secara langsung.................................................................................................. 13 Gambar 2.3. Histologi trakea manusia................................................................ 15 Gambar 2.4. Histologi trakea rodensia ............................................................... 16 Gambar 2.4. Mekanisme sintesis dan sekresi MUC5AC oleh sel goblet ............. 18 Gambar 2.5. Patogenesis asma ........................................................................... 19 Gambar 2.6. Perbedaan keadaan sel goblet pada trakea normal dan asma ........... 21 Gambar 2.7. Mencit (Mus Musculus L.) ............................................................. 23 Gambar 4.1. Histopatologi epitel trakea dengan pewarnaan H&E, perbesaran 40x40................................................................................................................. 40 Gambar 4.2. Rerata jumlah sel goblet trakea mencit DDY ................................. 41 Gambar 6.1. Daun zaitun (Olea europaea L.)..................................................... 56 Gambar 6.2. Pembuatan ekstrak metanol daun zaitun......................................... 56 Gambar 6.3. Aklimatisasi hewan coba ............................................................... 57 Gambar 6.4. Sensitisasi hewan coba................................................................... 57 Gambar 6.5. Sonde hewan coba ......................................................................... 58 Gambar 6.6. Nebulisasi hewan coba................................................................... 58 Gambar 6.7. Nekropsi dan pengambilan organ trakea......................................... 58 Gambar 6.8. Preparat trakea ............................................................................... 59

Gambar 6.9. Pengamatan mikroskopik sel goblet trakea..................................... 59

xii

Page 13: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Flavonoid dan Senyawa Fenolik dalam Ekstrak Metanol Daun Zaitun

Kering ................................................................................................................. 9 Tabel 2.2. Kegunaan NaCMC berdasarkan besar konsentrasi ............................. 26 Tabel 3.1. Kelompok Perlakuan ......................................................................... 31 Tabel 3.2. Definisi Operasional.......................................................................... 37 Tabel 6.1. Uji Normalitas................................................................................... 60 Tabel 6.2. Transformasi Data ............................................................................. 60 Tabel 6.3. Uji Kruskal-Wallis ............................................................................ 60

Tabel 6.4. Uji post hoc Mann-Whitney .............................................................. 61

xii

Page 14: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Determinasi Ekstrak Daun Zaitun .......................................... 53

Lampiran 2 Data Rendemen Ekstrak Metanol Daun Zaitun ................................ 54 Lampiran 3 Surat Keterangan Sehat Hewan ....................................................... 55 Lampiran 4 Dokumentasi Penelitian................................................................... 56 Lampiran 5 Analisis Data................................................................................... 60 Lampiran 6 Riwayat Penulis .............................................................................. 69

x

Page 15: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

DAFTAR SINGKATAN

Al(OH)3 : Alumunium hidroksida

Ca2+ : Kalsium

COX-2 : Enzim Cyclooxygenase 2

DAG : Diasilgliserol

DDY : Deutsch, Democratic, dan Yokohama

ERK1/2 : Extracellular signal-regulated protein kinases 1 and 2

GINA : Global Initiative of Asthma

HIGA : IgA nephritis

HPLC : High-Performance Liquid Chromatography

HT : Hydroxytyrosol

IL-13 : Interleukin 13

IL-6 : Interleukin 6

iNOS : Enzim Inducible Nitric Oxide Synthase

IP3 : Inositol Trifosfat

IPB : Institut Pertanian Bogor

IκBα : B-cells inhibitor alpha

JNK : C-Jun N-terminal kinases

LIPI : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

LPS : Lipopolisakarida

NaCMC : Carboxymethylcellulose Sodium

NF-κB : Nuclear Factor kappa light chain

NO : Nitric Oxide

OVA : Ovalbumin

PBS : Phosphate Buffered Saline

PLC : Fosfolipase C

Th2 : Sel T Helper tipe 2

TLR : Toll-like Receptor

VAMP : Vesicle-associated Membrane Protein

xv

Page 16: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Zaitun merupakan tanaman yang termasuk ke dalam keluarga Oleaceae

dengan genus Olea. Satu dari sekitar 20 spesies Olea ditemukan di wilayah tropis

dan subtropis. Hanya Olea europaea L. yang menghasilkan buah yang dapat

dikonsumsi. Untuk melakukan budi daya zaitun dibutuhkan daerah dengan musim

dingin ringan dan musim panas yang panjang, hangat, dan kering. Salah satu negara

yang didapati berhasil membudidayakan zaitun adalah Peru. Kebutuhan zaitun akan

area budi daya yang kering dan hangat, serta kemiripan posisi lintang dan

karakteristik temperatur seperti Peru, menjadikan budi daya zaitun dimungkinkan

untuk dilakukan di Indonesia.1 Di Indonesia, budi daya zaitun telah dikembangkan

di beberapa daerah, di antaranya di Depok.

Tanaman zaitun banyak digunakan mulai dari bagian akar, batang, daun dan

buah. Selama berabad-abad, minyak zaitun telah digunakan sebagai agen kosmetik

dan farmakologis.2 Baru-baru ini efek menguntungkan dari tanaman zaitun telah

dianggap berasal dari kandungan polifenol, yang mengandung efek antioksidan,

anti-inflamasi, anti kanker, antimikroba, antivirus, anti-aterogenik, hipoglikemik,

hati, jantung dan neuroprotektif.4,5 Keistimewaan zaitun juga tertera dalam Al-

Qur’an, buah zaitun disebutkan sebanyak tujuh kali dalam surat-surat di Al-Qur’an.

Salah satunya dalam Surat An-Nur ayat 35, zaitun disebut sebagai buah yang

diberkahi.3

Zaitun telah diketahui memiliki efek mengurangi gula darah, kolesterol, dan

asam urat. Selain itu, zaitun juga dapat menyembuhkan asma, yaitu berperan

sebagai anti inflamasi dalam efek terapi pada asma.6 Konstituen utama daun dan

olahan zaitun adalah oleuropein. Senyawa polifenol tersebut berperan dalam

pencegahan proses peradangan melalui beberapa jalur. Salah satunya, oleuropein

1

Page 17: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

2

dapat menurunkan regulasi mediator inflamasi, sehingga menurunkan produksi

sitokin yang menjadi penyebab terjadinya manifestasi asma.

Menurut Global Initiative of Asthma (GINA) 2015, asma adalah penyakit

heterogen ditandai inflamasi kronik saluran napas.8 Tanda khas penyakit ini adalah

obstruksi jalan napas intermitten dan reversibel, radang bronkus kronik disertai

eosinophil, hipertrofi dan hiperreaktivitas sel otot polos bronkus dan meningkatnya

sekresi mukus. Peningkatan sekresi mukus disebabkan karena adanya peningkatan

ukuran kelenjar submukosa dan metaplasia sel goblet pada epitel jalan napas.9

Hipersekresi mukus yang berlebihan dapat membentuk sumbatan mukus yang

dapat menyebabkan kematian pada asma yang fatal.10

Inflamasi melibatkan berbagai tipe sel dan banyak mediator inflamasi,

namun peran sel T helper tipe 2 (Th2) penting dalam pathogenesis asma. Salah satu

sitokin yang diproduksi oleh sel Th2 adalah interleukin 13 (IL-13), yang

menyebabkan penyempitan jalan napas akibat peningkatan produksi mukus,

sehingga menyebabkan manifestasi klinis suara napas bronkial dan mengi. Mukus

diproduksi oleh sel goblet yang merupakan sel tidak bersilia pada struktur epitel

jalan napas.11 Pemberian ekstrak daun zaitun, dengan kandungan utamanya yaitu

oleuropein dapat mengurangi ekspresi gen musin (MUC5AC), sehingga dapat

mengurangi peningkatan jumlah sel goblet dan produksi mukus pada jalan nafas.49

Beberapa penelitian di luar negeri telah banyak membuktikan berbagai zat

aktif daun zaitun memiliki efek anti inflamasi, namun belum banyak yang meneliti

tentang efektivitas daun zaitun asli yang tumbuh di Indonesia dan bagaimana

efeknya pada peningkatan jumlah sel goblet. Selain itu telah ada penelitian yang

meneliti pengaruh pemberian daun zaitun pada organ bronkus. Hal ini

melatarbelakangi penulis melakukan penelitian tentang “Pengaruh Pemberian

Ekstrak Metanol Daun Zaitun (Olea europaea L.) terhadap Jumlah Sel Goblet pada

Trakea Mencit Galur DDY yang Diinduksi Ovalbumin”.

Page 18: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

3

1.2. Rumusan Masalah

Bagaimana pengaruh pemberian ekstrak metanol daun zaitun (Olea

europaea L.) terhadap jumlah sel goblet pada trakea mencit galur DDY yang

diinduksi ovalbumin?

1.3. Hipotesis

Pemberian ekstrak metanol daun zaitun (Olea europaea L.) memberikan

efek jumlah sel goblet yang berbeda dengan kelompok OVA.

1.4. Tujuan Penelitian

1.4.1 Tujuan Umum

Tujuan umum penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian

ekstrak metanol daun zaitun (Olea europaea L.) pada mencit galur DDY yang

diinduksi ovalbumin, apakah memberikan efek berbeda jumlah sel goblet pada

trakea mencit dengan kelompok OVA.

1.4.2. Tujuan Khusus

• Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak metanol daun zaitun (Olea

europaea L.) sebagai anti inflamasi pada mencit galur DDY yang diinduksi

ovalbumin, apakah pada dosis yang diteliti dapat memberikan efek yang

berbeda dengan kelompok OVA.

• Mengetahui perbandingan efektivitas pemberian ekstrak metanol daun

zaitun (Olea europaea L.) dan budesonid sebagai anti inflamasi pada mencit

galur DDY yang diinduksi ovalbumin.

• Mengetahui pengaruh pemberian NaCMC pada aktivitas sel goblet.

• Mengetahui apakah pemberian ekstrak saja dapat menimbulkan respon

inflamasi, ditunjukkan dengan jumlah sel goblet trakea yang dibandingkan

dengan kelompok K2 dan kelompok OVA.

Page 19: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

4

1.5. Manfaat Penelitian

Diharapkan pada penelitian ini dapat memberikan manfaat untuk:

1. Peneliti

a. Memberikan pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan

penelitian eksperimental.

b. Mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari di Program

Studi Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

c. Mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran.

2. Institusi

a. Memberikan sumbangan dalam perkembangan ilmu pengetahuan

khususnya terkait pengaruh pemberian ekstrak metanol daun zaitun

terhadap jumlah sel goblet trakea dalam pengobatan asma sebagai

integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan sesuai dengan visi

dan misi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

b. Menjadi pemicu untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terkait

pengaruh pemberian ekstrak metanol daun zaitun dalam pengobatan

asma, terutama efek terhadap organ lainnya.

c. Sebagai bahan referensi bagi peneliti berikutnya terkait pengaruh

pemberian ekstrak metanol daun zaitun dalam pengobatan asma.

3. Masyarakat Umum

Memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait pengaruh pemberian

ekstrak metanol daun zaitun dalam pengobatan asma yang diujikan pada

hewan coba.

Page 20: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tumbuhan Zaitun (Olea europaea L.)

2.1.1. Morfologi dan Klasifikasi Tumbuhan Zaitun

Zaitun merupakan tumbuhan dengan pohon yang rindang dan tidak terlalu

tinggi, tingginya sekitar 10 meter. Batang pohon zaitun memiliki diameter yang

lebar dan relatif bengkok serta sedikit terpelintir, serta memiliki banyak cabang.

Zaitun memiliki daun yang berbentuk lanset atau oval, berukuran kecil, pendek,

sempit dan tipis dengan tekstur kasar dan warna hijau pucat pada permukaan atas

serta keabuan pada permukaan bawah. Ukuran panjang daun zaitun 4-10 cm dan

lebar sekitar 1-3 cm. Bunga zaitun berukuran kecil dan berwarna putih-krem

dengan kelopak berjumlah 4 lobus. Buah zaitun berukuran kecil, dengan kulit luar

berwarna hitam keunguan dan biji yang keras. Kulit kayu tanaman zaitun berwarna

abu pucat seperti pada gambar 2.1.6

(a)

(b)

(c)

(d)

(e)

Gambar 2.1. Olea europaea: (a) pohon; (b) daun; (c) dalam masa perkembangan; (d) buah yang matang; (e) kulit batang6

5

Page 21: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

6

Berdasarkan ilmu taksonomi, tumbuhan zaitun (Olea europaea L.) dapat

diklasifikasikan sebagai berikut:12

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionata

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Subkelas : Asteridae

Superorder : Asteranae

Order : Lamiales (Srophulariales)

Famili : Oleaceae

Genus : Olea L.

Spesies : Olea europaea L.

2.1.2. Tumbuhan Zaitun dalam Al Qur’an

Di dalam Al-Quran banyak menceritakan makanan yang disukai Nabi, yaitu

yang mengandung banyak gizi dan halal. Sejak 1400 tahun lalu, Nabi Muhammad

SAW telah menganjurkan penggunaan minyak zaitun, karena khasiatnya yang amat

besar, dan dikeluarkan dari pohon zaitun yang diberkahi.13

Aneka ragam buah-buahan diciptakan Allah SWT untuk umat manusia.

Diantara sekian banyak buah–buahan itu salah satunya zaitun. Allah SWT

melebihkan Zaitun dari buah-buahan yang lain sebagaimana yang disebutkan di

dalam Al-Quran. Dalam kitab Mu’jam Al-Mufahras li Al-Fazhil Quran, terdapat 7

ayat dalam 6 surat ayat yang berbicara mengenai zaitun. Terdapat 6 kata zaitun dan

1 kata Thursina yang menunjukkan makna zaitun dalam Al-Quran. Antara ayat-

ayat tersebut adalah Surat At-Tin ayat 1-2, Surat Abasa ayat 29, Surat Al-An’am

ayat 99 dan 141, Surat Al-Mu’minun ayat 20, Surat An-Nahl ayat 11, dan Surat An-

Nur ayat 35.14

Page 22: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

7

Dalam salah satu surat di Al Qur’an, Allah SWT berfirman:3

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah,

adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar.

Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya)

seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya,

(yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula

di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi,

walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah

membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat

perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala

sesuatu.” (QS. An-Nur: 35)

Dalam Sunan At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari hadits Abu Hurairah

diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda:3

“Konsumsilah minyak zaitun dan gunakanlah sebagai minyak rambut, karena

minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh dengan berkah.”

Al Qurthubi mengatakan “Buah zaitun mengandung banyak manfaat.

Dialah pohon yang pertama kali tumbuh di bumi, pertama kali tumbuh kembali

setelah peristiwa banjir Nuh, dan tumbuh di rumah-rumah para nabi dan sejumlah

tempat suci. Ia bahkan didoakan dengan keberkahan oleh 70 orang Nabi, di

antaranya adalah Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad. Nabi Muhammad SAW

berdoa, “Ya Allah, berkahilah minyak dan pohon zaitun.” Beliau mengucapkan

doanya sebanyak dua kali.”50

Page 23: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

8

2.1.3. Kandungan Kimiawi dan Manfaat Daun Zaitun

Dalam beberapa tahun terakhir, karakterisasi, biosintesis, dan

biotransformasi senyawa fenolik dan senyawa polar lainnya dalam minyak dan

daun zaitun telah menjadi topik hangat dalam penelitian tanaman alam.14 Daunnya

merupakan tempat utama metabolisme tanaman dan dapat dianggap sebagai sumber

potensial senyawa bioaktif. Sejumlah penelitian difokuskan pada komposisi daun

zaitun berdasarkan senyawa fenolik.15

Senyawa fenolik dalam daun zaitun banyak dan beragam. Mereka

dikelompokkan berkenaan dengan karakteristik molekuler utama seperti fenol dan

asam sederhana, lignans, secoiridoids dan flavonoid, termasuk flavon (luteolin-7-

glukosida, apigenin-7-glukosida, diosmetin-7-glukosida, luteolin, dan diosmetin),

flavonol (rutin), flavan-3-ols (catechin), fenol tersubstitusi (tirosol, hidroksityrosol,

vanilin, asam vanillat, dan asam caffeic), dan oleuropein.15,16

Konstituen utama daun dan olahan zaitun adalah oleuropein. Oleuropein

termasuk dalam keluarga senyawa kimia yang dikenal sebagai secoiridoids, yang

berlimpah pada famili oleaceae, gentianaceae, dan cornaleae, serta banyak tanaman

lainnya. Oleuropein adalah ester 2-(3,4-dihidroksifenil) etanol (hidroksitirosol) dan

memiliki kerangka oleosidik yang umum terjadi pada glukosida secoiridoid famili

oleaceae.17

Analisis ekstrak daun zaitun menggunakan High-Performance Liquid

Chromatography (HPLC). Konsentrasi senyawa fenolik daun zaitun yang

diekstraksi dengan 80% metanol ditunjukkan pada Tabel 2.1. Rutin, hesperetin dan

kuersetin adalah senyawa flavonoid utama, apigenin dan kampferol adalah senyawa

flavonoid minor. Oleuropein dalam ekstrak daun zaitun berkisar dari tidak

terdeteksi sampai 539 mg/kg ekstrak sesuai dengan kondisi ekstraksi.18

Penelitian tentang flavonoid dan polifenol lainnya, sifat antioksidan,

aktivitas biologis dan pengaruhnya terhadap pencegahan penyakit benar-benar

dimulai dalam dekade terakhir. Manfaat daun zaitun telah dikenal berabad-abad dan

telah secara tradisional digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit yang

berbeda.20

Page 24: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

9

Tabel 2.1. Flavonoid dan senyawa fenolik dalam ekstrak metanol daun zaitun kering19

Selama berabad-abad, minyak zaitun telah digunakan sebagai agen

kosmetik dan farmakologis. Baru-baru ini, penelitian pada hewan percobaan telah

menunjukkan efek hipoglikemik, hipotensi, efek anti-aritmia, efek anti-

aterosklerotik, dan vasodilator, serta efek stimulasi pada aktivasi tiroid. Anti-

mikroba, anti-virus, anti-tumor, dan aktivitas anti-inflamasi juga dilaporkan

terjadi.20

2.1.4. Farmakokinetik Ekstrak Daun Zaitun

Daun zaitun memiliki kandungan senyawa oleuropein yang paling banyak

dibanding bagian tanaman yang lain. Oleuropein akan mengalami serangkaian

proses farmakokinetik dalam tubuh. Sebagaimana obat yang diberikan secara oral,

oleuropein juga akan diabsorpsi utamanya di usus halus. Sebuah studi menyatakan

bahwa komponen fenolik, termasuk oleuropein memiliki daya absorpsi dan

bioavaibilitas yang baik.7,21

Page 25: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

10

Namun mekanisme absorpsi komponen fenolik melalui sel epitel usus halus

berbeda-beda. Tirosol dan hidroksitirosol yang merupakan komponen polar dapat

langsung diserap melalui difusi pasif. Oleuropein yang merupakan komponen polar

dengan ukuran yang lebih besar dengan mudah berdifusi melewati fosfolipid dari

membran epitelial. Oleuropein cepat diabsorpsi dengan pemberian oral dengan

konsentrasi tertinggi di darah pada 2 jam pasca pemberian.21

Metabolisme merupakan proses kelanjutan dari distribusi yang utamanya

terjadi di organ hepar. Metabolisme ditujukan untuk mengubah metabolit yang

nonpolar (larut lemak) menjadi polar (larut air) agar dapat diekskresikan.14 Pada

reaksi fase I, sebagian besar oleuropein akan mengalami hidrolisis dan terbentuk

senyawa hidroksitirosol yang bersifat lebih polar.21 Selanjutnya pada reaksi fase II,

akan terjadi glukoronidasi dan sulfasi yakni reaksi konjugasi dengan substrat

endogen seperti asam glukoronat dan asam sulfat. Pada fase ini, herbal menjadi

sangat polar sehingga dapat larut air dan kemudian diekskresi di ginjal. Komponen

terbanyak yang ditemukan dalam proses ekskresi adalah hidroksitirosol yang telah

mengalami proses glukoronidasi.22 Kemudian di ekskresikan dalam bentuk tirosol

dan hidroksitirosol. Pada manusia yang mendapatkan suplemetasi oleuropein-

glikosida didapatkan 15% ekskresi dalam bentuk tirosol dan hidoksitirosol pada

urin.21

2.2. Ekstrak dan Ekstraksi

2.2.1. Ekstrak

Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan cara mengekstraksi zat

aktif yang berasal dari bahan alami dan menggunakan pelarut yang sesuai. Bahan

alami tersebut dapat merupakan tumbuhan maupun hewan yang belum mengalami

pemrosesan kecuali pengeringan atau dapat disebut juga sebagai simplisia.

Kemudian, semua atau sebagian pelarutnya dilakukan proses penguapan. Massa

atau serbuk yang tersisa inilah yang disebut ekstrak.22

Page 26: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

11

2.2.2. Ekstraksi

Ekstraksi adalah proses pemisahan komponen-komponen atau bahan dari

campurannya yang terkandung dalam simplisia dengan menggunakan bantuan

pelarut yang sesuai. Proses ini dapat berupa solid menjadi liquid, liquid menjadi

liquid, dan juga ekstraksi asam basa. Pelarut yang digunakan bersifat selektif, yang

hanya dapat melarutkan komponen yang diinginkan tanpa menyebabkan material

lain dari bahan ekstraksi ikut terlarut. Beberapa pelarut yang sering digunakan

adalah etanol, metanol, n-hexana, aseton, etil asetat, kloroform dan lain-lain.23

2.2.3. Pelarut Ekstraksi

Menurut Guenther 1987, pelarut sangat mempengaruhi proses ekstraksi.

Pemilihan pelarut pada umumnya dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain:25

1. Selektivitas

Pelarut dapat melarutkan semua zat yang akan diekstrak dengan cepat dan

sempurna.

2. Titik didih pelarut

Pelarut harus mempunyai titik didih yang cukup rendah sehingga pelarut

mudah diuapkan tanpa menggunakan suhu tinggi pada proses pemurnian

dan jika diuapkan tidak tertinggal dalam minyak.

3. Pelarut tidak larut dalam air

4. Pelarut bersifat inert sehingga tidak bereaksi dengan komponen lain

5. Harga pelarut semurah mungkin.

6. Pelarut mudah terbakar.

Pelarut minyak atau lemak yang biasa digunakan dalam proses ekstraksi antara lain:

1. Etanol

Sering digunakan sebagi pelarut dalam laboratorium karena mempunyai

kelarutan yang relatif tinggi dan bersifat inert sehingga tidak bereaksi

dengan komponen lainnya. Etanol memiliki titik didih yang rendah

sehingga memudahkan pemisahan minyak dari pelarutnya dalam proses

distilasi.

Page 27: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

12

2. n-Heksana

Merupakan pelarut yang paling ringan dalam mengangkat minyak yang

terkandung dalam biji–bijian dan mudah menguap sehingga memudahkan

untuk refluk. Pelarut ini memiliki titik didih antara 65–70°C.

3. Isopropanol

Merupakan jenis pelarut polar yang memiliki massa jenis 0,789 g/ml.

Pelarut ini mirip dengan ethanol yang memiliki kelarutan yang relatif tinggi.

Isopropanol memiliki titik didih 81-82°C.

4. Etyl Asetat

Etil asetat merupakan jenis pelarut yang bersifat semi polar. Pelarut ini

memiliki titik didih yang relatif rendah yaitu 77°C sehingga memudahkan

pemisahan minyak dari pelarutnya dalam proses destilasi.

5. Aseton

Aseton larut dalam berbagai perbandingan dengan air, etanol, dietil eter,dll.

Ia sendiri juga merupakan pelarut yang penting. Aseton digunakan untuk

membuat plastik, serat, obat-obatan, dan senyawa-senyawa kimia lainnya.

6. Metanol

Pelarut metanol merupakan pelarut yang paling banyak digunakan dalam

proses isolasi senyawa organik bahan alam.

2.2.4. Pelarut Metanol

Senyawa fenolik dalam daun zaitun banyak dan beragam. Sehingga

ekstraksi dilakukan menggunakan metanol yang dapat mengikat atau memisahkan

senyawa fenol bersifat polar.26 Hal ini memungkinkan perlunya penelitian

menggunakan ekstraksi metanol. Senyawa tersebut adalah senyawa universal dan

bersifat polar yang dapat melarutkan atau mengikat senyawa yang bersifat polar

pada tumbuhan, salah satunya adalah senyawa fenol.25

Syarat ideal dalam penentuan pelarut organik salah satunya adalah memiliki

titik didih yang cukup rendah agar dapat diuapkan dengan suhu rendah. Pemilihan

metanol sebagai pelarut dalam ekstraksi karena memiliki titik didih yang lebih

rendah dari pada etanol yaitu 65°C. Sedangkan etanol sendiri titik didihnya yaitu

Page 28: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

13

78,5°C. Sehingga penelitian ini memilih metanol sebagai pelarut dalam ekstraksi

daun zaitaun.27

2.3. Efek Anti Inflamasi Ekstrak Daun Zaitun

Peradangan (inflamasi) adalah mekanisme pertahanan alami tubuh melawan

ancaman asing. Jalur pensinyalan Nuclear factor kappa light chain (NF-κB)

memainkan peran penting dalam respons inflamasi dan merupakan target untuk

mencegah peradangan. NF-κB berada di dalam sitoplasma dalam keadaan tidak

aktif karena adanya IκB kinase, enzim penghambat, oleh karena itu dapat diaktifkan

dengan sangat cepat untuk memulai produksi sitokin dan prostanoid. Ada bukti kuat

bahwa polifenol zaitun dapat berinteraksi dengan jalur ini.28,29

Gambar 2.2. Interaksi polifenol daun zaitun dengan ekspresi gen dan protein

secara langsung29

Enzim cyclooxygenase 2 (COX-2) berperan penting dalam peradangan

sebagai katalis untuk sintesis prostanoid dan karenanya terjadi respon inflamasi.

Studi seluler dengan polifenol ekstrak daun zaitun telah menemukan efek

perlindungan terhadap peradangan dengan turunnya regulasi nitric oxide (NO) dan

COX-2. Penghambatan pensinyalan seperti Toll-like receptor (TLR) yang diinduksi

Page 29: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

14

oleh lipopolisakarida (LPS) ditunjukkan tidak hanya oleh penurunan regulasi enzim

inducible nitric oxide synthase (iNOS) dan COX-2, namun juga oleh penurunan

faktor Extracellular signal-regulated protein kinases 1 and 2 (ERK1/2), c-Jun N-

terminal kinases (JNK) dan NF-κB di B-cells inhibitor alpha (IκBα) setelah

pengobatan oleuropein (Gambar 2.2).

Dalam meregulasi jalur ini, enzim pro-inflamasi interleukin 6 (IL-6) dan IL-

1β dan gen AP-1 juga mengalami penurunan regulasi. Dalam monosit manusia,

hydroxytyrosol (HT) menghambat LPS yang menginduksi COX-2 dan produksi

prostanoid, yang bagaimanapun, meningkatkan TNF-α. Terakhir, luteolin

flavonoid zaitun mengatur ekspresi COX-2 yang diinduksi IL-1β melalui ERK,

JNK dan NF-κB (Gambar 2.2).30-33

Namun belum ada sumber yang menjelaskan mekanisme efek anti inflamasi

ekstrak daun zaitun terhadap proses inflamasi yang terjadi pada asma, terutama

pada peningkatan jumlah sel goblet pada trakea.

2.4. Trakea

Trakea, segmen utama pada sistem pernapasan, merupakan organ lanjutan

dari laring. Pada carina, trakea bercabang menjadi bronkus primer kanan dan kiri

memasuki hilus setiap paru. Trakea dan bronkus primer dilapisi epitel bersilia

kolumnar pseudostratifikasi yang bertumpu pada lamina basal. Histologi trakea

dapat dilihat pada Gambar 2.3. Beberapa jenis sel dapat diidentifikasi, yaitu:11

• Sel kolumnar bersilia merupakan populasi sel dominan, membentang dari

lumen hingga lamina basal.

• Sel goblet merupakan sel tidak bersilia, kontak dengan lumen dan lamina

basal. Sel goblet memproduksi polimer musin MUC5AC dan MUC5AB.

• Sel basal terletak di lamina basal namun tidak meluas ke arah lumen.

Page 30: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

15

Gambar 2.3. Histologi trakea manusia11

Lamina propria mengandung serat elastin. Pada lapisan submukosa terdapat

kelenjar mukosa dan serosa, yang bersama dengan sel goblet, menghasilkan

komponen mukus pada jalan napas. Sedangkan kerangka trakea dan bronkus

ekstrapulmoner merupakan tumpukan kartilago hialin berbentuk C, yang masing-

masing dikelilingi oleh lapisan fibroelastik yang menyatu dengan perikondrium.11

Pada trakea dan bronkus primer, bagian terbuka pada cincin kartilago

menghadap posterior ke arah esofagus. Bagian terbawah dari trakea adalah carina.

Serat melintang pada otot trakea menempel ke ujung bagian dalam kartilago. Pada

percabangan bronkus, cincin kartilago berubah menjadi potongan kartilago dengan

bentuk tidak beraturan, dikelilingi oleh otot polos dalam susunan spiral.11

Pada penelitian ini digunakan mencit sebagai sampel penelitian. Mencit

merupakan hewan dengan order rodensia.36 Trakea pada rodensia dan manusia

dilapisi oleh epitel kolumnar pseudostratifikasi. Morfologi pseudostratifikasi

disebabkan oleh variasi bentuk dan posisi inti dari berbagai tipe selnya. Pada

manusia, populasi terbesar sel-sel yang melapisi trakea adalah sel bersilia,

sedangkan trakea rodensia sebagian besar dilapisi oleh sel-sel epitel tidak bersilia.

Dalam ketiga spesies, sel tidak bersilia terdiri dari beberapa jenis sel, termasuk sel-

sel klub dan sel serosa.34

Page 31: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

16

Gambar 2.4. Histologi trakea rodensia34

Sel-sel tidak bersilia memiliki beberapa fungsi dalam saluran udara hewan

pengerat, di antaranya memproduksi sekresi (cairan, lendir, dll) dan berkontribusi

untuk pertahanan penjamu (melalui sekresi protein antimikroba). Saluran udara

rodensia biasanya memiliki jumlah sel goblet yang rendah dibandingkan dengan

manusia. Namun, jumlah ini dapat meningkat sebagai respons terhadap peradangan

dan eksposur mikrobiologis. Pada hewan pengerat, sering terjadi melalui

transformasi sel klub menjadi sel goblet (Gambar 2.4).34

2.5. Mukus Saluran Napas

Mukus (lendir) saluran napas adalah larutan encer kompleks dari lipid,

glikokonjugat, dan protein. Mukus terdiri dari garam, enzim, dan anti-enzim,

oksidan dan antioksidan, produk-produk bakteri eksogen, sekresi antibakteri

endogen, mediator dan protein yang berasal dari sel, mediator dan protein yang

berasal dari plasma, dan debris sel seperti DNA.35

Lapisan mukus terbagi lagi menjadi dua lapisan yaitu lapisan atas yang

disebut sebagai gel layer (lapisan gel) dan lapisan bawah yang disebut sol layer atau

disebut sebagai lapisan perisiliar. Fungsi lapisan perisiliar dianggap sebagai

pelumas dari silia epitel. Lapisan surfaktan dapat membantu penyebaran lapisan gel

di atas permukaan epitel.35

Lapisan gel menangkap partikel asing dan dipindahkan ke ujung silia epitel.

Partikel yang terinhalasi terperangkap di lapisan gel yang lengket dan dikeluarkan

dari saluran udara dengan pembersihan mukosiliar. Ketika mukus mencapai

Page 32: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

17

tenggorokan, antara mukus ditelan dan dikirim ke saluran pencernaan untuk

degradasi, atau jika berlebihan seperti pada penyakit pernapasan, akan dikeluarkan

dengan batuk.35

2.5.1. Komposisi dan Fungsi Mukus Saluran Napas

Mukus saluran napas menangkap patogen, partikel, dan bahan kimia

beracun dalam udara yang dihirup. Mukus terdiri dari gel ekstraseluler yang

mengandung air dan glikoprotein (musin) yang diproduksi oleh sel goblet, kelenjar

submukosa, dan sel klub (sel Clara) yang terdapat pada bronkioulus terminal.

Mukus saluran napas terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan perisiliar, dan lapisan gel

lendir. Beberapa kandungan yang terdapat di dalam mukus di antaranya adalah

mucin MUC5AC dan MUC5B, molekul antimikroba (defesin, lisozim, dan IgA),

molekul immunomodulator (secretoglobin dan sitokin), dan molekul protektif

(protein trefoil dan heregulin).11

MUC5AC dan MUC5B merupakan glikoprotein yang mengikat sejumlah

besar cairan, yang memungkinkan lendir bertindak sebagai pelumas dan

mempertahankan sifat kental dan elastisnya. Viskositas rendah dan elastisitas

menentukan efektifitas pembersihan lendir dengan kecepatan gerakan cilia dan

dengan mekanisme batuk. MUC5AC diproduksi oleh sel goblet dan MUC5B

disekresikan oleh sel goblet dan submukosa kelenjar.11

2.5.2. Sintesis dan Sekresi MUC5AC oleh Sel Goblet

Saat ligan berikatan pada permukaan sel goblet, interleukin-13 dan sinyal

reseptor-Erb meningkatkan ekspresi gen MUC5AC (Gambar 2.4). ATP, bekerja

pada membran apikal reseptor purinergik P2Y2, menstimulasi sekresi MUC5AC

polimerik. Reseptor P2Y2 berpasangan dengan Gq, mengaktifkan fosfolipase C

(PLC), yang menghasilkan diasilgliserol (DAG) dan inositol trifosfat (IP3).11

DAG mengaktivasi Munc18 dan berikatan dengan Rab, sehingga terbentuk

kompleks Munc18-Rab. Kalsium (Ca2+) yang diaktifkan oleh synaptotagmin dan

vesicle-associated membrane protein (VAMP) mendorong vesikel mendekati

membran plasma. Syntaxin mengikat kompleks Munc18-Rab, synaptogamin dan

Page 33: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

18

VAMP, sehingga memudahkan vesikel melakukan eksositosis dan mengeluarkan

musin ke arah lumen.11

Gambar 2.4. Mekanisme sintesis dan sekresi MUC5AC oleh sel goblet11

2.6. Asma

2.6.1. Definisi

Menurut GINA 2015, asma adalah penyakit heterogen ditandai inflamasi

kronik saluran napas disertai adanya riwayat gejala pernapasan seperti mengi, sesak

napas, dada terasa berat dan batuk yang berbeda intensitas dan waktunya dengan

keterbatasan aliran udara ekspirasi yang bervariasi.8 Tanda khas penyakit ini adalah

obstruksi jalan napas intermiten dan reversibel, radang bronkus kronik disertai

eosinofil, hipertrofi dan hiperreaktivitas sel otot polos bronkus dan meningkatnya

sekresi mukus.

2.6.2. Patogenesis

Faktor etiologi utama asma adalah predisposisi genetik terhadap

hipersensitivitas tipe 1 (atopi), inflamasi akut dan kronik pada jalan napas, dan

hiperresponsif bronkus terhadap berbagai rangsang. Inflamasi melibatkan berbagai

tipe sel dan banyak mediator inflamasi, namun peran sel T helper tipe 2 (Th2)

penting dalam patogenesis asma. Sitokin yang diproduksi oleh sel Th2 berperan

dalam sebagian besar gambaran klinis asma, IL-14 menstimulasi produksi IgE, IL-

Page 34: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

19

Gambar 2.5. Patogenesis asma9

5 mengaktifkan eosinofil, dan IL-13 merangsang produksi mukus dan juga

memproduksi produksi IgE oleh sel B.9

IgE melapisi sel mast sub mukosa, yang dengan pajanan alergen,

melepaskan isi granul (Gambar 2.5). Hal ini akan menginduksi dua gelombang

reaksi: fase awal (cepat) dan fase lanjut. Reaksi awal didominasi oleh

bronkokonstriksi, peningkatan produksi mukus, dan berbagai derajat vasodilatasi.

Bronkokontriksi dipicu oleh rangsangan langsung pada reseptor vagus subepitel.

Reaksi ini berlangsung selama 1-2 jam. Reaksi fase lanjut terdiri atas inflamasi

disertai pengaktifan eosinofil, neutrofil, dan sel T. Selain itu, sel epitel diaktifkan

Page 35: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

20

untuk memproduksi kemokin yang memproduksi rekrutmen sel Th2 dan eosinofil

lebih banyak (termasuk eotaksin, kemoatraktan kuat dan activator eosinophil), dan

juga leukosit lain, sehingga meningkatkan reaksi radang.9 Reaksi ini akan terjadi

pada 4-8 jam setelah reaksi pertama.

Serangan inflamasi berulang mengakibatkan perubahan struktural dinding

bronkus, yang secara kolektif disebut sebagai remodeling jalan napas. Perubahan

ini mencakup hipertrofi otot polos dan kelenjar mukus bronkus, dan peningkatan

vaskular serta deposisi kolagen subepitel, yang dapat terjadi sangat dini, hingga

beberapa tahun sebelum timbulnya gejala.9

2.6.3. Morfologi

Perubahan morfologik pada asma dapat dijelaskan dengan melihat

perubahan yang terjadi pada orang yang meninggal akibat serangan asma parah

yang memanjang (status asmatikus) dan juga pada spesimen biopsi mukosa jalan

napas orang yang dipaparkan dengan antigen. Spesimen makroskopik yang

didapatkan dari kasus-kasus fatal, menunjukkan paru mengalami distensi

berlebihan karena penggembungan berlebihan, dan terdapat area atelektasi kecil.9

Temuan makroskopik yang paling mengejutkan adalah penutupan bronkus

dan bronkiolus oleh sumbatan mukus yang tebal dan lengket. Secara histologis,

sumbatan mukus tersebut mengandung pusaran epitel yang lepas (spiral

Curschmann). Banyak eosinofil dan ditemukan pula kristal Charcot-Leyden

(kumpulan kritaloid yang dibentuk oleh protein eosinophil). Kumpulan perubahan

morfologik lain yang khas pada asma, disebut sebagai “remodeling jalan napas”

mencakup:9

• Penebalan dinding jalan napas

• Fibrosis membran sub basemen

• Peningkatan vascular pada sub mukosa

• Peningkatan ukuran kelenjar sub mukosa dan metaplasia sel goblet pada

epitel jalan napas

• Hipertrofi dan atau hiperplasia otot bronkus

Page 36: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

21

2.6.4. Sel Goblet pada Asma

Hiperplasia sel goblet jalan napas merupakan ciri khas pada asma, dan

merupakan objek penelitian yang sering digunakan pada hewan yang dimodifikasi

dengan penyakit pernapasan. Komposisi seluler epitel saluran napas dapat berubah,

baik oleh pembelahan sel dan dengan diferensiasi satu sel ke sel lain. Setidaknya

terdapat delapan tipe sel pada epitel saluran pernapasan.35

Dalam hal ini, sel basal, sel serosa, dan sel Clara dianggap sel progenitor

yang berfungsi melakukan pembelahan diikuti oleh diferensiasi menjadi sel-sel

bersilia yang matur atau dapat menjadi sel goblet. Namun, diferensiasi sel epitel

yang tidak bergranul merupakan jalur utama untuk produksi sel goblet baru. Pada

hewan percobaan, produksi sel goblet biasanya dengan mengorbankan sel-sel

progenitor, terutama sel serosa dan sel Clara, yang menurun jumlahnya selaras

peningkatan jumlah sel goblet. Perbedaan keadaan sel goblet pada trakea normal

dan trakea yang diinduksi asma, dijelaskan pada Gambar 2.6.35

Gambar 2.6. Perbedaan keadaan sel goblet pada trakea normal dan asma35

2.7. Ovalbumin

2.7.1. Ovalbumin sebagai Alergen Asma pada Mencit

Banyak peneliti telah meneliti asma, dimana hewan coba pertama kali

disensitisasi terhadap alergen dan kemudian distimulasi dengan alergen tersebut

melalui paru-paru. Protokol sensitisasi dan stimulasi sangat bervariasi, terutama

yang perlu diperhatikan apakah peneliti sedang menargetkan hewan coba

Page 37: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

22

mengalami hiperresponsif jalan napas atau remodeling jalan napas. Sensitisasi

biasanya dilakukan secara injeksi intraperitoneal berupa alergen serta adjuvan.35

Alergen yang digunakan termasuk ovalbumin (OVA), picryl chloride,

sheep erythrocytes, ekstrak ragweed, dan alergen tungau debu rumah. Meskipun

secara lingkungan tidak sangat relevan, sebagian besar peneliti menggunakan OVA

sebagai alergen. Hal tersebut mungkin karena harganya relatif murah dan

ketersediaannya mudah. Mencit biasanya dinilai 1-3 hari setelah dilakukan

beberapa kali stimulasi saluran napas dan karakteristik mencit yang dipantau adalah

hiperresponsif jalan napas, peradangan saluran napas, dan IgE serum.35

2.7.2. Induksi Asma pada Hewan Coba

Pada hewan coba yang diinduksi asma menggunakan ovalbumin sebagai

alergen, hiperresponsif jalan napas sering terjadi, meskipun tidak selalu terdapat

pada hewan yang disensitisasi dan distimulasi terhadap alergen. Terdapat beberapa

laporan perbandingan berbagai protokol dalam hal kemampuan alergen dalam

menginduksi hiperresponsif saluran napas, tetapi hasil menunjukkan bahwa

keduanya baik sensitisasi sistemik dan stimulasi pada paru diperlukan untuk

menginduksi hiperresponsif saluran napas.35

Beberapa stimulasi saluran napas tanpa sensitisasi sistemik dapat

menyebabkan eosinofilia pada paru, tetapi pada percobaan in vivo, hiperresponsif

saluran napas tidak dapat diamati pada kondisi tersebut. Jalur stimulasi saluran

napas (nasal atau aerosol intratrakeal) dapat menjadi faktor. Galur hewan coba juga

memiliki dampak penting pada alergen yang menginduksi hiperresponsif saluran

napas. Hiperresponsif saluran napas relatif mudah menginduksi mencit BALB/c

dan A/J, namun lebih sulit untuk diinduksi pada galur lain, termasuk mencit

C57BL/6, meskipun peradangan saluran napas kuat pada galur ini.35

Baru-baru ini para peneliti menggunakan stimulasi alergen berulang selama

beberapa minggu hingga berbulan-bulan untuk remodeling jalan napas yang

mencirikan asma pada manusia. Secara umum, stimulasi sering menghasilkan

toleransi pada tubuh tikus. Meskipun pada galur A/J, ketika eosinofilia dan

Page 38: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

23

hiperresponsif saluran napas dipertahankan selama beberapa bulan, didapatkan

hasil terbentuknya fibrosis subepitel dan hipertrofi otot polos saluran napas.

Bagaimana pun, modifikasi protokol percobaan dapat mengetahui perbedaan

keadaan hewan coba pada studi remodeling jalan napas.35

2.7.3. Mencit Galur DDY

Gambar 2.7. Mencit (Mus Musculus L.)36

Mencit (Mus musculus L.) termasuk mamalia pengerat (rodensia) yang

cepat berkembang biak, mudah dipelihara dalam jumlah banyak, variasi genetiknya

cukup besar serta sifat anatomisnya dan fisiologisnya terkarakteristik dengan baik.

Mencit yang sering digunakan dalam penelitian di laboratorium merupakan hasil

perkawinan tikus putih inbred maupun outbred. Dari hasil perkawinan sampai

generasi 20 akan dihasilkan galur-galur murni dari mencit. Adapun klasifikasinya

adalah sebagai berikut:36

Phylum : Chordata

Sub phylum : Vertebrata

Class : Mammalia

Ordo : Rodentia

Family : Muridae

Genus : Mus

Species : Mus musculus

Mencit (Mus musculus L.) memiliki ciri-ciri berupa bentuk tubuh kecil,

berwarna putih, memiliki siklus estrus teratur yaitu 4-5 hari. Kondisi ruang untuk

Page 39: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

24

pemeliharaan mencit (Mus musculus L.) harus senantiasa bersih, kering dan jauh

dari kebisingan. Suhu ruang pemeliharaan juga harus dijaga kisarannya antara 18-

19°C serta kelembaban udara antara 30-70%.36

Mencit betina dewasa dengan umur 35-60 hari memiliki berat badan 18-35

gram. Lama hidupnya 1-2 tahun, dapat mencapai 3 tahun. Masa reproduksi mencit

betina berlangsung 1,5 tahun. Mencit betina ataupun jantan dapat dikawinkan pada

umur 8 minggu. Lama kehamilan 19-20 hari. Jumlah anak mencit rata-rata 6-15

ekor dengan berat lahir antara 0,5-1,5 gram.36

Mencit sering digunakan dalam penelitian dengan pertimbangan hewan

tersebut memiliki beberapa keuntungan yaitu siklus estrusnya teratur dan dapat

dideteksi, periode kehamilannya relatif singkat, dan mempunyai anak yang banyak

serta terdapat keselarasan pertumbuhan dengan kondisi manusia.36

Pada penelitian ini digunakan mencit galur DDY. Nama galur DDY adalah

singkatan dari Deutsch, Democratic, dan Yokohama. Galur DDY berbeda dari galur

ddY, karena galur DDY telah ditetapkan sebagai galur inbrida dari koloni ddY di

Yoken. Beberapa model penyakit telah dikembangkan dari galur ddY, termasuk

mencit dengan HIGA (IgA nephritis), mencit dengan obesitas, maupun mencit

dengan diabetes.37 Namun belum ada penelitian menggunakan mencit galur DDY

yang diinduksi oleh asma. Sehingga pada penelitian ini dapat melihat gambaran

asma pada mencit galur DDY.

2.8. Budesonid

2.8.1. Budesonid Inhalasi dalam Terapi Asma

Budesonid adalah suatu analog prednisolon sintetik poten yang memiliki

afinitas tinggi terhadap reseptor glukokortikoid.38 Pemberian glukokortikoid

sistemik telah lama dilakukan untuk mengobati asma kronis yang parah atau asma

akut yang bertambah parah. Pengembangan formulasi aerosol memperbaiki

keamanan terapi glukokortikoid secara nyata, sehingga penggunaannya diizinkan

untuk pengobatan asma sedang.39

Page 40: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

25

Asma merupakan penyakit yang disebabkan oleh radang saluran napas,

hiperreaktivitas saluran napas, dan bronkokonstriksi akut. Glukokortikoid tidak

merelaksasi otot polos saluran napas sehingga memiliki efek yang kecil pada

bronkokonstriksi akut. Sebaliknya, senyawa ini efektif dalam menghambat radang

saluran napas jika diberikan secara tunggal. Sangat sedikit mekanisme yang

mengarah pada reaksi peradangan yang lolos dari efek inhibisi obat-obat ini.39

Mekanisme yang turut menyebabkan efek anti radang terapi glukokortikoid

pada asma meliputi modulasi produksi sitokin dan kemokin, penghambatan sintesis

eicosanoid, penghambatan akumulasi basofil, eosinofil, dan leukosit lain secara

nyata di jaringan paru-paru, serta penurunan permeabilitas pembuluh darah. Kerja

anti radang yang menonjol dan menyeluruh yang dimiliki kelompok obat ini

menjelaskan mengapa obat-obat ini merupakan obat yang paling efektif dalam

pengobatan asma saat ini.39

Salah satu penelitian menunjukkan bahwa selama pengobatan dengan

budesonid inhalasi (600 µg dua kali sehari) selama dua tahun, hiperreaktivitas

bronkus tetap membaik sepanjang penelitian. Setelah dua tahun, sebagian besar

pasien dapat mengurangi dosis budesonid mereka menjadi 200 µg dua kali sehari

tanpa kehilangan control terhadap asmanya. Setelah budesonid betul-betul

dihentikan, hiperreaktivitas bronkus terjadi kembali, dan gejala biasanya semakin

parah, walaupun sepertiga pasien dapat menghentikan sama sekali penggunaan

inhaler budesonid tanpa memperparah gejala setelah pengobatan dalam jangka

waktu lama.39

2.9. Sodium Karboksimetil Selulosa (NaCMC)

Sodium Karboksimetil selulosa (NaCMC) adalah garam natrium dari asam

selulosa glikol dan berkarakter ionik. Disebabkan oleh proses pembuatannya,

produk yang dibutuhkan dalam farmasetika mengandung jumlah natrium klorida

yang berbeda-beda, dan menyebabkan rasa asin yang lemah. Larutannya dalam air

bereaksi netral dan tidak memiliki aktivitas permukaan. NaCMC memiliki beberapa

kategori fungsi di antaranya sebagai bahan pelapis, bahan stabilisasi, bahan

Page 41: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

26

Tabel 2.2. Kegunaan NaCMC berdasarkan besar konsentrasi40

pensuspensi, bahan penghancur tablet dan kapsul, pengikat tablet, bahan yang

meningkatkan viskositas dan bahan penyerap air (Tabel 2.2).40

Sodium Karboksimetil selulosa (NaCMC) juga merupakan salah satu bahan

utama perekat pada perawatan ostomy (pembedahan dengan membuat lubang),

perawatan luka, dan bercak kulit, sebagai perekat pada mukosa dan untuk menyerap

eksudat luka atau cairan transepidermal dan keringat. Sifat perekat ini digunakan

dalam produk yang dirancang untuk mencegah perlekatan jaringan pasca bedah,

dan untuk melokalisasi dan memodifikasi kinetika pelepasan bahan aktif yang

diaplikasikan pada membran mukosa; dan untuk perbaikan tulang. Enkapsulasi

dengan NaCMC dapat mempengaruhi perlindungan dan pengeluaran obat.

Terdapat pula laporan penggunaannya sebagai cytoprotective agent (bahan

pelindung jaringan).40

NaCMC digunakan dalam bentuk oral, topikal, dan beberapa formulasi

parenteral. NaCMC juga banyak digunakan dalam kosmetik, perlengkapan mandi,

dan produk makanan, dan umumnya dianggap sebagai bahan tidak beracun dan

tidak berbahaya. Namun, konsumsi oral sejumlah besar NaCMC dapat memiliki

efek laksatif; terapi 4-10 g dalam dosis terbagi per hari dari tingkat viskositas

menengah dan tinggi dari NaCMC telah digunakan sebagai obat pencahar masal.40

WHO belum menentukan asupan harian yang dapat diterima untuk NaCMC

sebagai aditif makanan karena tingkat yang diperlukan untuk mencapai efek yang

diinginkan tidak dianggap berbahaya bagi kesehatan. Namun, dalam penelitian

pada hewan, pemberian NaCMC secara subkutan telah ditemukan menyebabkan

peradangan, dan dalam beberapa kasus injeksi berulang, ditemukan fibrosarkoma

di tempat injeksi.40

Page 42: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

27

2.10. Alumunium Hidroksida sebagai Adjuvan

Alumunium hidroksida (Al(OH)3) adalah hidrogel putih yang membentuk

endapan perlahan dan supernatan yang jernih. Al(OH)3 digunakan dalam vaksin

parenteral pada manusia dan hewan.40 Pada penelitian ini, Al(OH)3 bertindak

sebagai adjuvan, dimana sebagai substansi yang membantu substansi lainnya.41

Pada pemberian bersama dengan OVA, pemberian Al(OH)3 berperan sebagai

stimulator non spesifik pada respon imun. Pemberian Al(OH)3 dapat mengaktifkan

respon imun Th2, termasuk respon antibodi IgG dan IgE. Sitokin yang diproduksi

oleh sel Th2 berperan dalam sebagian besar gambaran klinis asma.40

Alumunium hidroksida (Al(OH)3) adjuvan stabil selama minimal 2 tahun

bila disimpan pada 4–30°C dalam wadah inert yang tertutup rapat. Al(OH)3 tidak

boleh dibekukan karena struktur koloid terhidrasi akan rusak irreversibel. Al(OH)3

digunakan dalam vaksin parenteral karena dianggap tidak beracun. Namun,

Al(OH)3 dapat menyebabkan iritasi ringan, kekeringan (dryness), dan dermatitis

pada kontak kulit. Pada kontak mata, Al(OH)3 juga dapat menyebabkan kemerahan,

konjungtivitis, dan iritasi ringan jangka pendek. Proses menelan dalam jumlah

besar dapat menyebabkan iritasi gastrointestinal dengan mual, muntah, dan

konstipasi. Menghirup produk kering dapat menyebabkan iritasi pernapasan dan

batuk. Reaksi hipersensitivitas tipe I setelah pemberian parenteral telah

dilaporkan.40

Page 43: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

28

2.11. Kerangka Teori

Page 44: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

2.12. Kerangka Konsep

Page 45: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Desain Penelitian

Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain eksperimental.

Penelitian ini menggunakan mencit galur DDY, yang akan melalui fase sensitisasi,

sonde, booster, stimulasi, nekropsi dan pembuatan preparat. Selanjutnya dilakukan

pemeriksaan dengan melihat gambaran histopatologi trakea mencit DDY pada

semua perlakuan dan menghitung jumlah sel goblet pada minimal 10 lapang

pandang setiap ekor mencit.

3.2. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari 2018 hingga September 2018.

Penelitian ini sebagian besar dilakukan di Laboratorium FK UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta. Pembuatan ekstrak metanol daun zaitun dilakukan di

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pemeliharaan dan beberapa

perlakuan pada mencit dilakukan di Laboratorium Animal House FK UIN Jakarta.

Beberapa perlakuan lainnya (nebulisasi mencit dan pengambilan jaringan)

dilakukan di Laboratorium Farmakologi FK UIN Jakarta. Sedangkan pembuatan

preparat dilakukan di Laboratorium Sitologi Depok. Lalu dokumentasi dan analisis

preparat dilakukan di Laboratorium Histologi dan Laboratorium Biologi FK UIN

Jakarta.

3.3. Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi

Populasi hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit

galur DDY umur 5 minggu dengan berat badan sekitar 25-35 gram. Mencit tersebut

didatangkan dan telah diverifikasi sebelumnya oleh Institut Pertanian Bogor (IPB).

30

Page 46: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

31

3.3.2 Sampel

Penelitian ini terdiri dari 6 kelompok percobaan (Tabel 3.1).

Tabel 3.1. Kelompok Perlakuan

Kelompok Perlakuan

K1 PBS

K2 PBS + NaCMC

K3 OVA

P1 Ekstrak metanol daun zaitun + OVA

B Budesonid + OVA

E1 Ekstrak metanol daun zaitun

Untuk menentukan jumlah total sampel yang digunakan, perhitungan menggunakan

rumus Mead: E = N – B – T.42

Keterangan:

N = Jumlah total sampel pada penelitian (dikurangi 1)

B = Blocking Component bernilai 0 jika tidak ada stratifikasi

T = Jumlah total perlakuan

E = Degree of freedom of error component, harus bernilai antara 10-20

E ³ N – B – T

10 £ N – B – T £ 20

E £ N – B – T

10 ³ (N–1) – 0 – (6–1) 20 £ (N–1) – 0 – (6–1)

10 ³ N – 1 – 5 20 £ N – 1 – 5

10 ³ N – 6 20 £ N – 6

N ³ 16 N £ 26

Page 47: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

32

Berdasarkan rumus Mead, jumlah total sampel mencit yang digunakan

berjumlah antara 16 sampai 26 ekor. Pada penelitian ini, jumlah total sampel yang

digunakan adalah 18 ekor dengan jumlah sampel masing-masing kelompok

perlakuan sebanyak 3 ekor mencit. Jumlah ini untuk antisipasi jika ada mencit yang

mati selama penelitian berlangsung, seperti yang terjadi pada studi awal yang telah

dilakukan sebelumnya. Perlakuan setiap kelompok diberi rentang 1 hari, supaya

memudahkan peneliti dalam pengambilan sampel di akhir.

3.4. Kriteria Sampel

3.4.1. Kriteria Inklusi

a. Mencit galur DDY

b. Tingkah laku dan aktivitas mencit normal

c. Tidak ada kelainan anatomi yang tampak sebelum perlakuan

d. Tidak tampak penampakan rambut kusam, rontok atau botak

e. Preparat organ trakea utuh

3.4.2. Kriteria Eksklusi

a. Mencit tampak sakit (drop out) selama riset berlangsung

b. Mencit mati selama riset berlangsung

c. Preparat organ trakea rusak

3.5. Variabel Penelitian

3.5.1. Variabel Bebas

Variabel bebas pada penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun zaitun

(Olea europaea L.) secara per oral.

3.5.2. Variabel Tergantung

Variabel tergantung pada penelitian ini adalah gambaran mikroskopik serta

rerata jumlah sel goblet trakea mencit galur DDY.

3.6. Alat dan Bahan Penelitian

3.6.1. Alat

Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain: kandang mencit,

tempat makan dan minuman mencit, kapas, tissue, sarung tangan, sekam,

Page 48: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

33

perlengkapan kebersihan kandang mencit, penanda perlakuan mencit (label, spidol,

ballpoint, gunting), neraca analitik, sonde, spuit 1 cc, gelas ukur, tabung reaksi

untuk menampung darah tikus, kandang kaca untuk inhalasi, sekrup, alat nebulisasi,

perlengkapan nebulisasi (pipa dispossible, selotip, sterofoam, plastisin), alat bedah

minor, lampu penerang untuk nekropsi, dan lemari pendingin.

3.6.2. Bahan

Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstrak daun zaitun.

Sebanyak 500 gram daun zaitun kering diekstraksi di Lembaga Ilmu Pengetahuan

Indonesia (LIPI), menghasilkan 16,3 gram serbuk ekstrak. Kemudian digunakan

metanol sebagai bahan pelarut. Dosis ekstrak daun zaitun yang digunakan adalah

100 mg/kgBB. Hewan coba yang digunakan pada penelitian ini adalah mencit galur

DDY yang diberi makan (pur 512) dan minum. Selain itu pada penelitian ini juga

menggunakan PBS (MP Biomedicals), OVA (Sigma Aldrich, A5503-10G),

Al(OH)3 (Sigma Aldrich, 239186-25G), NaCMC dan akuades untuk perlakuan

hewan coba.

3.7. Cara Kerja

3.7.1. Determinasi Daun Zaitun

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun zaitun.

Sebelum melakukan penelitian, tumbuhan terlebih dahulu dideterminasi untuk

mengidentifikasi kandungan dalam ekstrak daun zaitun. Determinasi dilakukan di

Institut Pertanian Bogor (IPB).

3.7.2. Aklimatisasi Hewan Coba

Mencit diadaptasikan di laboratorium animal house selama empat hari.

Mencit diadaptasikan dengan tempat tinggal barunya, serta diberi makan dan

minum ad libitum dengan pencahayaan 12 jam gelap dan 12 jam terang. Perlakuan

disamakan terhadap semua mencit.

Page 49: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

34

3.7.3. Sensitisasi Hewan Coba

Setelah diadaptasikan, mencit memasuki fase sensitisasi. Sensitisasi

dilakukan pada kelompok perlakuan pertama dan kedua (K1 dan K2) dengan cara

injeksi secara intraperitoneal PBS-Al(OH)3. Pada kelompok perlakuan ketiga,

keempat dan kelima (K3, P1, B) sensitisasi dilakukan dengan memberikan 50µg

ovalbumin dan 10% Al(OH)3 dalam PBS sebanyak 100 µl. Pada perlakuan ke-enam

(E1), sensitisasi dilakukan dengan cara injeksi ip 30 mg ekstrak metanol daun

zaitun dan 10% Al(OH)3 dalam PBS sebanyak 100 µl. Sensitisasi dilakukan pada

hari ke-0 dan hari ke-14.

3.7.4. Pemberian Ekstrak Daun Zaitun pada Mencit

Setelah mencit melewati fase sensitisasi, objek penelitian dilakukan

pemberian ekstrak daun zaitun selama 14 hari (hari ke-15 sampai ke-29) setiap hari

dengan dosis 100 mg/kgBB/hari (P1 dan E1), kelompok lain hanya diberi PBS.

Pemberian secara oral dengan menggunakan alat sonde untuk mencit.

3.7.5. Booster dan stimulasi Ovalbumin pada Mencit

Mencit diberi booster dengan inhalasi 5 ml OVA 2% selama 10 menit pada

hari ke-27 dan ke-28 kepada kelompok perlakuan K3, P1, B. Selanjutnya pada

kelompok yang tersebut distimulasi dengan inhalasi 1 ml OVA 5% selama 30 menit

pada hari ke-29. Pada kelompok perlakuan B sebelum distimulasi dengan inhalasi

OVA, sekitar 4 jam setelah booster, diinhalasi budesonid 0,5 mg/50 ml selama 30

menit pada hari ke-29. Pada kelompok perlakuan E1, dilakukan booster dengan

inhalasi ekstrak daun zaitun 100 mg/KgBB NaCMC pada hari ke-27 dan ke-28.

Setelah itu, pada hari ke-29, kelompok yang sama distimulasi dengan inhalasi

ekstrak daun zaitun NaCMC 100 mg/KgBB pada E1 selama 30 menit.

3.7.6. Nekropsi dan Pengambilan Organ Trakea

Pada hari ke-30, mencit dipuasakan selama 1 hari penuh sebelum dilakukan

dilakukan nekropsi pada hari selanjutnya. Hal ini bertujuan agar organ tikus dalam

keadaan bersih dan tidak terlalu banyak hasil pencernaan makanan, sehingga akan

menghasilkan potongan yang bersih dan bagus.

Page 50: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

35

Pada hari ke-31, dilakukan proses nekropsi atau pembedahan dan

pengambilan organ mencit. Sebelum memulai proses nekropsi, mencit dianastesi

yaitu dengan cara dimasukkan ke dalam toples kaca berisi kapas yang telah dibasahi

eter 95%, kemudian ditutup dengan rapat. Efek anastesi diuji dengan cara

memberikan rangsang nyeri pada telapak kaki tikus. Setelah sudah tidak ada respon,

mencit siap dilakukan nekropsi.

Selanjutnya mencit dibaringkan di atas potongan gabus yang telah

disiapkan, dengan posisi menghadap ke atas. Keempat kaki mencit ditusukkan

jarum agar memudahkan dalam pembedahan mencit. Pada pembedahan ini

dilakukan untuk mengambil organ trakea. Mula-mula, jepit tipis kulit bagian atas

leher mencit (± 0,5 cm di bawah rahang mencit). Kemudian gunting tipis kulit leher

hingga terlihat organ trakea. Pastikan organ trakea tidak ikut serta. Setelah terlihat,

gunting lurus dari trakea bagian atas hingga mencapai carina (percabangan trakea

menjadi bronkus). Organ trakea tidak perlu dibebaskan dari ligament dan otot di

sekitarnya, agar bentuk atau diameter trakea tetap dan mencegah organ trakea

rusak. Setelah itu potong trakea pada kedua sisinya.

Potongan trakea diletakkan pada kertas saring yang telah dipotong kecil

menyesuaikan ukuran trakea. Selanjutnya, trakea dimasukkan ke dalam plastik

yang berisi 3 ml formalin 10% dan telah diberi label sesuai nama kelompok

perlakuan. Lalu plastik yang berisi organ trakea tersebut dimasukkan ke dalam

lemari pendingin bersuhu 4-8°C.

3.7.7. Pembuatan Preparat Trakea

Pada penelitian ini, pembuatan preparat trakea dilakukan di Laboratorium

Sitologi, Depok. Preparat trakea setiap kelompok perlakuan dipisahkan dalam

beberapa kaca objek. Setiap kaca objek terdapat 3-5 preparat trakea setiap ekor

mencit dalam setiap kelompok.

3.7.8. Pengamatan Mikroskopik Sel Goblet Trakea

Pengamatan preparat dilakukan di laboratorium Histologi dan laboratorium

Biologi FK UIN Jakarta. Alat yang digunakan adalah mikroskop konfokal

Page 51: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

36

(Olympus BX41) dan perangkat komputer dengan software DP2-BSW. Pertama,

komputer dan mikroskop dipastikan terkoneksi baik, kemudian dinyalakan

keduanya. Preparat diletakkan di meja objek selanjutnya diamati dengan perbesaran

terkecil yaitu 4x hingga terlihat jaringan yang diamati. Kemudian tingkatkan

perbesaran pada 10x, tentukan dan tandai bagian awal pengamatan, sebagai acuan

agar tidak terjadi pengamatan berulang. Selanjutnya, perbesar pada perbesaran 40x.

Arahkan pada lapang pandang epitel dan lumen trakea. Foto seluruh bagian epitel

trakea dengan minimal 10 lapang pandang pada setiap ekor. Kemudian simpan foto

pada file hasil dokumentasi preparat.

3.8. Manajemen Data

Setelah data terkumpul dilakukan pengolahan data dengan Microsoft Excel

dan analisis statistik dengan aplikasi Statistical Product and Service Solutions

(SPSS) versi 25.0. Uji stastistik yang digunakan adalah uji Kruskall-Wallis, karena

penelitian ini termasuk analitik komparatif lebih dari dua kelompok. Untuk

melakukan uji Kruskall-Wallis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data. Jika

uji tersebut tidak terpenuhi maka dilakukan transformasi data. Ketika uji

transformasi data tidak berhasil maka dilakukan uji Kruskall-Wallis. Pada akhir uji,

dilakukan analisis pos hoc untuk uji Kruskal-Wallis, yaitu uji Mann-Whitney. Uji

tersebut bertujuan untuk mengetahui kelompok mana yang memiliki perbedaan

jumlah sel goblet trakea antara dua kelompok.

Page 52: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

37

3.9. Definisi Operasional

Untuk memudahkan peneliti agar penelitian tidak menjadi terlalu luas, maka

dibuatlah definisi operasional seperti yang tertera pada tabel berikut:

Tabel 3.2. Definisi Operasional

Variabel Definisi Pengukuran Skala

Dosis ekstrak

daun zaitun

Jumlah sel

goblet trakea

Jumlah dosis ekstrak

daun zaitun yang

diberikan secara oral

pada mencit dalam

satuan mg per berat

(BB)

Menghitung jumlah sel

goblet dengan ciri sel

yang tidak bersilia, juga

kontak dengan lumen

dan lamina basal pada

preparat trakea mencit

DDY.

Menimbang berat

mencit kemudian

hitung dosis

100/mg/kgBB

Menghitung jumlah

sel goblet pada epitel

mukosa trakea

sebanyak 10 lapang

pandang setiap ekor

mencit pada setiap

kelompok dengan

perbesaran

mikroskop 40x

Numerik

Numerik

Page 53: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

38

3.9. Alur Penelitian

Mencit tiba di Animal House

Adaptasi selama 7 hari diberi makan dan minum

Kelompok

K1

Kelompok

K2

Kelompok

K3

Kelompok

B

Kelompok

P1

Kelompok

E1

Sensitisasi PBS Al(OH)3

i.p.

(hari ke-0 dan ke-14)

Sensitisasi OVA PBS Al(OH)3 i.p.

(hari ke-0 dan ke-14)

Sensitisasi

ekstrak

Al(OH)3 ip

(hari ke-0

dan ke-14)

Sonde PBS

(hari ke-15

sampai ke-

29)

Sonde PBS

NaCMC

(hari ke-15

sampai ke-

29)

Sonde PBS NaCMC (hari ke-15 sampai hari ke-

29)

Sonde ekstrak daun zaitun 100mg/KgBB NaCMC

(hari ke-15 sampai hari ke-

29)

Booster inhalasi PBS 10%

selama 10 menit

(hari ke-27 dan ke-28)

Booster inhalasi OVA 2% selama 10 menit

(hari ke-27 dan ke-28) Booster

inhalasi

ekstrak

100mg/Kg BB selama

10 menit

(hari ke-27,

dan ke-28)

Inhalasi

budesonid

0,5mg /

50mL 30

menit (hari

ke-29)

Stimulasi inhalasi PBS 10%

selama 30 menit

(hari ke-29)

Stimulasi inhalasi OVA 5% selama 30

menit (hari ke-29) Stimulasi

inhalasi

ekstrak

100mg/

KgBB 30

menit (hari

ke-29)

Mencit puasa 1 hari penuh (hari ke-30)

Nekropsi dan pengambilan organ trakea (hari ke-31)

Pembuatan preparat

Pengamatan preparat

Analisis data

Page 54: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Sampel Penelitian

Pada akhir penelitian, didapatkan jumlah sampel per masing-masing

kelompok perlakuan adalah 3 ekor. Hal ini disebabkan banyaknya mencit yang mati

selama penelitian berlangsung. Mencit yang mati disebabkan karena adanya

kesalahan teknik saat menyonde mencit. Hal tersebut mengakibatkan mencit mati

tersedak, karena cairan masuk ke dalam trakea dan berakhir di paru-paru.

4.2. Jumlah Sel Goblet Trakea

Penelitian ini terbagi menjadi 6 kelompok seperti yang tersaji pada Tabel

3.1. Gambaran mikroskopik trakea berdasarkan kelompok perlakuan tersebut

disajikan pada Gambar 4.1.

Dari Gambar 4.1., kelompok kontrol negatif berupa pemberian PBS (K1),

dapat diidentifikasi struktur epitel trakea normal yang terdiri dari sel kolumnar

bersilia merupakan populasi sel dominan, sel goblet yang memproduksi polimer

musin MUC5AC dan MUC5AB, serta sel basal terletak di lamina basal namun

tidak meluas ke arah lumen.11 Pada kelompok ini, tampak gambaran jumlah sel

goblet minimal. Jika dibandingkan dengan kelompok K2 (PBS + NaCMC), tampak

jumlah sel goblet pada kelompok K2 hampir sama dengan kelompok K1.

Sedangkan, kelompok kontrol positif berupa pemberian OVA (K3), didapatkan

jumlah sel goblet lebih banyak dibandingkan dengan kelompok K1 (PBS) maupun

K2 (PBS + NaCMC).

Pemberian ekstrak metanol daun zaitun dan OVA (P1), jika dibandingkan

dengan kelompok pemberian OVA (K3), sel goblet tampak lebih sedikit.

Sedangkan, pada kelompok pemberian ekstrak metanol daun zaitun dan OVA (P1)

dibandingkan dengan kelompok K2 (PBS + NaCMC), tampak jumlah sel goblet

hampir sama.

39

Page 55: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

40

K1 K2

K3 P1

B E1

Gambar 4.1. Histopatologi epitel trakea dengan pewarnaan H&E, perbesaran 40x40

K1= kontrol negatif (PBS); K2= kontrol negatif (PBS+NaCMC); K3=

kontrol positif (OVA); P1= ekstrak metanol daun zaitun+OVA; B=

Budesonid+OVA; E1= ekstrak metanol daun zaitun. Tanda panah

menunjukkan sel goblet pada trakea mencit.

Pemberian budesonid (B) jika dibandingkan dengan kelompok pemberian

OVA (K3), sel goblet tampak lebih sedikit. Jika dibandingkan antara jumlah sel

goblet pada kelompok pemberian budesonid yang diinduksi asma (B) dengan K2

(PBS + NaCMC), tampak jumlah sel goblet hampir sama. Jika dibandingkan

dengan kelompok pemberian ekstrak metanol daun zaitun dan OVA (P1), tampak

Page 56: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

41

Rer

ata

Jum

lah S

el G

oble

t T

rakea

jumlah sel goblet pada kelompok pemberian budesonid (B) hampir sama dengan

kelompok P1.

Pemberian ekstrak metanol daun zaitun (E1), jika dibandingkan dengan

kelompok pemberian OVA (K3), sel goblet tampak lebih sedikit. Sedangkan, pada

kelompok pemberian ekstrak metanol daun zaitun (E1) dibandingkan dengan

kelompok K2 (PBS + NaCMC), tampak jumlah sel goblet hampir sama. Jika

dibandingkan antara jumlah sel goblet pada kelompok pemberian ekstrak metanol

daun zaitun (E1) dengan kelompok pemberian budesonid (B) maupun pemberian

ekstrak metanol daun zaitun dan OVA (P1), tampak jumlah sel goblet hampir sama.

Untuk memastikan apakah jumlah sel goblet pada masing-masing

kelompok berbeda secara statistik, dilakukan penghitungan jumlah sel goblet dari

10 lapang pandang berbeda kemudian hasilnya berupa rerata setiap kelompok,

sesuai dengan penelitian yang dilakukan Titiek Sunayarti47. Rerata jumlah sel

goblet trakea mencit DDY pada penelitian ini, disajikan pada Gambar 4.2.

* *

*

* *

70 * *

60 *

50

40

30

20

10

16 17 49 26 25 27 0

K1 K2 K3 P1 B E1

Kelompok Perlakuan

* = p<0,05

Gambar 4.2. Rerata jumlah sel goblet trakea mencit DDY

Page 57: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

42

Pada kelompok K1 didapatkan rerata jumlah sel goblet 16. Sedangkan

kelompok K2 didapatkan rerata jumlah sel goblet 17. Berdasarkan uji statistik

menggunakan pos hoc Mann-Whitney, tidak didapatkan perbedaan secara

signifikan. Hal ini dikarenakan PBS merupakan larutan fisiologis yang bersifat

isotonik dan tidak beracun terhadap sel serta bertujuan untuk menjaga kadar pH dan

mempertahankan osmolaritas sel.43 Handbook of Pharmaceutical Excipients

menjelaskan bahwa dalam penelitian pada hewan coba, pemberian NaCMC secara

subkutan telah ditemukan menyebabkan peradangan.40 Pada percobaan ini,

pemberian NaCMC dilakukan per oral untuk menambah kelarutan ekstrak metanol,

tidak terbukti menyebabkan peradangan. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang

dilakukan Tahara Dilla Santi44, Haryoto45, dan Churmatul Walidah46, yang

membuktikan penambahan PBS dengan NaCMC per oral tidak menimbulkan efek

inflamasi.

Pada kelompok K3, didapatkan rerata jumlah sel goblet 49. Berdasarkan uji

statistik menggunakan pos hoc Mann-Whitney, jika dibandingkan data kelompok

K3 dengan K2, didapatkan perbedaan secara signifikan, dimana rerata jumlah sel

goblet K3 lebih banyak. Hal ini disebabkan karena OVA merupakan alergen yang

digunakan dalam menginduksi asma pada mencit.35 Pemberian OVA secara

intraperitoneal dan inhalasi memiliki efek berupa remodeling jalan napas.9 Salah

satu perubahan morfologi yang terjadi yaitu penambahan jumlah sel goblet.9 Selain

itu, menurut Handbook of Pharmaceutical Excipients, pemberian OVA bersama

dengan pemberian Al(OH)3 sebagai adjuvan berperan sebagai stimulator non

spesifik pada respon imun. Pemberian Al(OH)3 dapat mengaktifkan respon imun

Th2, termasuk respon antibodi IgG dan IgE.40 Sitokin yang diproduksi oleh sel Th2

berperan dalam sebagian besar gambaran klinis asma, salah satunya adalah

penambahan jumlah sel goblet.9

Pada kelompok P1, didapatkan rerata jumlah sel goblet 26. Berdasarkan uji

statistik menggunakan pos hoc Mann-Whitney, jika dibandingkan data kelompok

P1 dengan K3, didapatkan perbedaan secara signifikan, dimana rerata jumlah sel

goblet kelompok P1 lebih sedikit. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang

Page 58: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

43

dilakukan oleh Matthew J Killeen yang menjelaskan bahwa terdapat berbagai

mekanisme efek anti inflamasi yang dimiliki daun zaitun.29 Selain itu, pada

penelitian ini selaras dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kim Yun Ho yang

menjelaskan bahwa pemberian ekstrak daun zaitun, dengan kandungan utamanya

yaitu oleuropein dapat mengurangi ekspresi gen musin (MUC5AC), sehingga dapat

mengurangi peningkatan jumlah sel goblet dan produksi mukus pada jalan nafas.49

Berdasarkan uji statistik menggunakan pos hoc Mann-Whitney, jika

dibandingkan data kelompok P1 dengan K2, didapatkan perbedaan secara

signifikan, dimana rerata jumlah sel goblet kelompok P1 lebih banyak. Meskipun

ekstrak daun zaitun memiliki berbagai mekanisme efek anti inflamasi, namun pada

penelitian ini pemberian ekstrak metanol daun zaitun dan OVA (P1) masih tampak

memiliki sel goblet lebih banyak. Hal ini mungkin dikarenakan dosis yang

digunakan tidak memberikan efek terapi maksimal, sehingga perlu dilakukan

penelitian selanjutnya menggunakan beberapa variasi dosis ekstrak.

Pada kelompok B, didapatkan rerata jumlah sel goblet 25. Berdasarkan uji

statistik menggunakan pos hoc Mann-Whitney, jika dibandingkan data kelompok

B dengan K3, didapatkan perbedaan secara signifikan, dimana rerata jumlah sel

goblet kelompok B lebih sedikit. Hal tersebut sesuai dengan buku farmakologi

Goodman & Gilman yang menyatakan bahwa budesonid sebagai terapi asma

memiliki mekanisme yang menyebabkan efek anti radang berupa modulasi

produksi sitokin dan kemokin.39 Dalam patogenesis asma, sitokin yang berperan

adalah IL-13 merangsang produksi mukus oleh sel goblet.9 Sehingga budesonid

dapat menurunkan aktivitas sel goblet melalui mekanisme kerjanya sebagai anti

radang.

Berdasarkan uji statistik menggunakan pos hoc Mann-Whitney, jika

dibandingkan data kelompok B dengan K2, didapatkan perbedaan secara

signifikan, dimana rerata jumlah sel goblet kelompok B lebih banyak. Penelitian

yang dilakukan oleh Laitinen48, menunjukkan bahwa penderita asma yang diterapi

dengan glukokortikoid inhalasi menunjukkan perbaikan gejala dalam waktu 1

minggu. Namun, perbaikan, dalam arti berkurangnya hiperreaktivitas saluran

Page 59: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

44

napas, dapat berlanjut hingga beberapa bulan. Hal tersebut sesuai dengan hasil

penelitian, karena pemberian budesonid hanya dilakukan satu kali di hari ke 29,

sehingga pada kelompok pemberian budesonid yang diinduksi asma (B) masih

tampak memiliki sel goblet lebih banyak. Hal ini menunjukkan, pemberian

budesonid pada penelitian ini kurang memberikan efek terapi secara signifikan pada

jumlah sel goblet, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut terkait penggunaan

variasi dosis budesonid.

Berdasarkan uji statistik menggunakan pos hoc Mann-Whitney, jika

dibandingkan data kelompok B dengan P1, tidak didapatkan perbedaan secara

signifikan. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kelompok pemberian

budesonid tidak memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan kelompok

pemberian ekstrak metanol daun zaitun yang diinduksi asma. Hal ini menunjukkan

ekstrak metanol daun zaitun memiliki efektivitas yang sama sebagai anti

inflamasi/anti asma jika dilihat dari rerata jumlah sel goblet.

Pada kelompok E1, didapatkan rerata jumlah sel goblet 17. Berdasarkan uji

statistik menggunakan pos hoc Mann-Whitney, jika dibandingkan data kelompok

E1 dengan K3, didapatkan perbedaan secara signifikan, dimana rerata jumlah sel

goblet kelompok E1 lebih sedikit. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan

oleh Matthew J Killeen yang menjelaskan bahwa terdapat berbagai mekanisme efek

anti inflamasi yang dimiliki daun zaitun.29 Ekstrak metanol daun zaitun tidak

memberikan efek inflamasi dan tidak menginduksi terjadinya asma, sehingga sel

goblet pada perlakuan tersebut tampak lebih sedikit dibanding kelompok yang

diinduksi ovalbumin.

Berdasarkan uji statistik menggunakan pos hoc Mann-Whitney, jika

dibandingkan data kelompok E1 dengan K2, tidak didapatkan perbedaan secara

signifikan. Hal ini sesuai dengan pernyataan di atas bahwa ekstrak metanol daun

zaitun tidak memberikan efek inflamasi dan tidak menginduksi terjadinya asma,

sehingga efeknya dalam menginduksi asma sama dengan kontrol negatif.

Berdasarkan uji statistik menggunakan pos hoc Mann-Whitney, jika

dibandingkan data kelompok E1 dengan B dan P1, didapatkan perbedaan secara

Page 60: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

45

signifikan. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kelompok pemberian ekstrak

metanol daun zaitun memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan kelompok

perlakuan dengan pemberian budesonid maupun ekstrak metanol daun zaitun yang

diinduksi asma. Hal ini juga menunjukkan, pemberian budesonid dan ekstrak

metanol daun zaitun pada penelitian ini kurang memberikan efek terapi secara

signifikan pada jumlah sel goblet, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut terkait

penggunaan variasi dosis budesonid dan ekstrak.

4.3. Integrasi Penelitian dengan Keislaman

Allah SWT melebihkan Zaitun dari buah-buahan yang lain sebagaimana

yang disebutkan di dalam Al-Quran. Dalam kitab Mu’jam Al-Mufahras li Al-Fazhil

Quran, terdapat 7 ayat dalam 6 surat ayat yang berbicara mengenai zaitun. Terdapat

6 kata zaitun dan 1 kata Thursina yang menunjukkan makna zaitun dalam Al-Quran.

Al Qurthubi mengatakan “Buah zaitun mengandung banyak manfaat. Ia bahkan

didoakan dengan keberkahan oleh 70 orang Nabi, di antaranya adalah Nabi Ibrahim

dan Nabi Muhammad. Nabi Muhammad SAW berdoa, “Ya Allah, berkahilah

minyak dan pohon zaitun.” Beliau mengucapkan doanya sebanyak dua kali.”50

Keberkahan daun zaitun dibuktikan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil

penelitian, didapatkan bahwa pemberian ekstrak metanol daun zaitun (Olea

europaea L.) dosis 100 mg/kgBB pada mencit DDY yang diinduksi inflamasi

memiliki gambaran serta rerata jumlah sel goblet lebih sedikit dengan perbedaan

yang signifikan dibandingkan kelompok pemberian ovalbumin. Didukung oleh

penelitian yang dilakukan oleh Kim Yun Ho yang menjelaskan bahwa mekanisme

yang terjadi adalah pemberian ekstrak daun zaitun, dengan kandungan utamanya

yaitu oleuropein dapat mengurangi ekspresi gen musin (MUC5AC), sehingga dapat

mengurangi peningkatan jumlah sel goblet dan produksi mukus pada jalan nafas.49

Hal ini mengindikasikan bahwa daun zaitun memiliki potensi sebagai terapi asma

dengan efeknya sebagai anti inflamasi.

Page 61: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

46

4.4. Keterbatasan Penelitian

Pada penelitian ini memiliki banyak keterbatasan, antara lain sebagai berikut

1. Dosis ekstrak metanol daun zaitun yang dipakai hanya 100 ml/kgBB,

sehingga tidak dapat membandingkan efektivitas antar beberapa dosis.

2. Dosis budesonid inhalasi yang dipakai hanya 0,5 mg/50 ml, sehingga tidak

dapat membandingkan efektivitas antar beberapa dosis.

Page 62: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

BAB V KESIMPULAN DAN

SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan, peneliti menyimpulkan bahwa:

1. Kelompok pemberian ekstrak metanol daun zaitun (Olea europaea

L.) dosis 100 mg/kgBB pada mencit DDY yang diinduksi OVA

memiliki gambaran serta rerata jumlah sel goblet lebih sedikit

dengan perbedaan yang signifikan dibandingkan kelompok

pemberian OVA.

2. Kelompok pemberian budesonid tidak memiliki perbedaan

gambaran serta rerata jumlah sel goblet yang signifikan

dibandingkan kelompok pemberian ekstrak metanol daun zaitun

(Olea europaea L.) pada dosis 100 mg/kgBB yang diinduksi OVA.

3. Kelompok pemberian PBS dengan NaCMC tidak memiliki

perbedaan gambaran serta rerata jumlah sel goblet yang signifikan

dibandingkan kelompok pemberian PBS tanpa NaCMC.

4. Kelompok pemberian ekstrak metanol daun zaitun (Olea europaea

L.) dosis 100 mg/kgBB tidak memiliki perbedaan gambaran serta

rerata jumlah sel goblet yang signifikan dibandingkan kelompok

pemberian PBS dengan NaCMC (K2), namun memiliki gambaran

serta rerata jumlah sel goblet lebih sedikit dengan perbedaan yang

signifikan dibandingkan kelompok pemberian OVA (K3).

5.2. Saran

Untuk penelitian yang serupa selanjutnya diharapkan:

1. Memperbanyak jumlah sampel penelitian pada setiap kelompok

perlakuan sebagai bahan data penelitian.

2. Memperbanyak variasi dosis penelitian, sehingga dapat mengetahui

efektivitas dari masing-masing dosis.

47

Page 63: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

48

3. Menggunakan pewarnaan khusus sel goblet, yaitu pewarnaan

Periodic Acid Schiff (PAC).

4. Menggunakan hewan coba yang lebih sensitif terhadap reaksi alergi

seperti mencit galur BALB/c.

Page 64: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

DAFTAR PUSTAKA

1. Cokrowatianto A, Wiratmo J. Kajian Potensi Budi Daya Zaitun Ditinjau dari

Kondisi Temperatur dan Curah Hujan (Studi Kasus: Provinsi NTB dan NTT)

[skripsi]. Bandung: Program Studi Meteorologi ITB. 2016: 1-2.

2. Ghanbari R, Anwar F, Alkharfy KM, Gilani A. Valuable nutrients and

functional bioactives in different parts of olive (Olea europaea L.). Int J Mol

Sci. 2012; 13: 3291–340.

3. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Metode Pengobatan Nabi. ed 17. Jakarta: Griya

Ilmu; 2014. 386.

4. Cicerale S, Conlan XA, Sinclair AJ. Chemistry and health of olive oil

phenolics. Crit Rev Food Sci Nutr. 2009; 49: 218–236.

5. Cicerale S, Lucas L, Keast R. Biological activities of phenolic compounds

present in virgin olive oil. Int J Mol Sci. 2010; 11: 458–479.

6. Hashmi MA, Khan A, Hanif M. Traditional uses, phytochemistry, and

pharmacology of Olea europaea (olive). eCAM. 2015: 1–29.

7. Barbaro B, Toietta G, Maggio R, Arciello M, Tarocchi M, Galli A, et al. Effects

of the olive-derived polyphenol oleuropein on human health. Int J Mol Sci.

2014; 15(10): 18508–24.

8. Global Initiative of Asthma (GINA). Global Strategy for Asthma Management

and Prevention (2015 update). ed 4. GINA; 2015. 14.

9. Vinay K. Buku Ajar Patologi Robbins. ed 9. Jakarta: Elsevier 2015. 461-4.

10. Toshiharu H. Molecular Mechanisms of Metaplasia, Differentiation and

Hyperplasia of Goblet Cellin Allergic Asthma. J Aller Ther. 2012; 3: 1-10.

11. Abraham L Kierszenbaum. Histology and Cell Biology: An Introduction to

Pathology. ed 4. New York: Elsevier; 2016. 413, 415, 422.

12. Bartolini G, Petrucelli R. Classification, Origin, Diffusion and History of the

Olive. FAO. 2002.

49

Page 65: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

50

13. Najamuddin Muhammad. Mukjizat Makanan & Minuman Kesukaan

Rasulullah. Jakarta: Diva Press; 2012. 100.

14. Visioli F, Poli A, Gall C. Antioxidant and other biological activities of phenols

from olives and olive oil. Med Res Rev. 2002; 22: 65–75.

15. De La Torre-Carbot K, Jauregui O, Gimeno E. Characterization and

quantification of phenolic compounds in olive oils by solid-phase extraction,

HPLC-DAD, and HPLC-MS/MS. Agric Food Chem. 2005; 53: 4331–40.

16. Sandvoss M, Glaser T, Albert K. LC-NMR for natural products: In On-line

LC-NMR and Related Techniques. New York: Wiley; 2004. 109–128.

17. Soler RC, Espin JC, Wichers HJJ. Oleuropein and related compounds. Sci

Food Agric. 2000; 80: 1013–23.

18. Lalas S, Athanasiadis V, Gortzi O. Enrichment of table olives with polyphenols

extracted from olive leaves. Food Chem. 2011; 127: 1521-5.

19. Nashwa FS, et al. Efficiency of olive (Olea europaea L.) leaf extract as

antioxidant and anticancer agents. J Agric Proc Tech. 2014; 20: 46-53.

20. Dragana D, et al. Phytochemical analysis and gastroprotective activity of an

olive leaf extract. J Serb Chem Soc. 2009; 74(4): 367-77.

21. Omar SH. Oleuropein in olive and its pharmacological effects. Sci Pharm.

2010; 78(2): 133–54.

22. Handa SS, Khanuja SPS, Longo G. Extraction Technologies for Medicinal and

Aromatic Plants. Italy: ICS-UNIDO. 8.

23. Saifudin A. Senyawa Alam Metabolik Sekunder. ed 1. Yogyakarta: Penerbit

Deepublish; 2014: 10-35.

24. Setyaningsih D, Pandji C, Permatasari DD. Kajian Aktivitas Antioksidan dan

Antimikroba Fraksi dan Ekstrak Dari Daun dan Ranting Jarak Pagar (Jatropha

Curcas L.) Serta Pemanfaatannya Pada Produk Personal Hygiene [skripsi].

Bogor: Institut Pertanian Bogor. 2014.

25. Ernest G. Minyak Atsiri jilid I (Terjemahan). Jakarta: UI Press; 1987. 484.

26. Anastasia MH. Isolasi, identifikasi dan uji aktivitas antioksidan senyawa

flavonoid pada kulit batang gayam [skripsi]. Bali: Universitas Udayana. 2015.

Page 66: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

51

27. Fessenden RJ, Fessenden JS. Dasar-dasar kimia organik. Jakarta: Binarupa

Aksara; 1997.

28. Psaltopoulou T, Kosti RI, Haidopoulos D. Olive oil intake is inversely related

to cancer prevalence: A systematic review and a meta-analysis of 13,800

patients and 23,340 controls in 19 observational studies. Lipids Health Dis.

2011; 10: 127.

29. Killeen MJ, Linder M, Pontoniere P. NF-κβ signaling and chronic

inflammatory diseases: Exploring the potential of natural products to drive new

therapeutic opportunities. Drug Discov Today. 2014; 19: 373–8.

30. Scoditti E, Nestola A, Massaro M. Hydroxytyrosol suppresses MMP-9 and

COX-2 activity and expression in activated human monocytes via PKCα and

PKCβ1 inhibition. Atherosclerosis. 2014; 232: 17–24.

31. Liu B, Qu L, Yan S. Cyclooxygenase-2 promotes tumor growth and suppresses

tumor immunity. Cancer Cell Int. 2015; 15: 106.

32. Fuccelli R, Fabiani R, Sepporta MV. Thehydroxytyrosol-dependent increase

of TNF-α in LPS-activated human monocytes is mediated by PGE2 and

adenylate cyclase activation. Toxicol Vitro. 2015; 29: 933–7.

33. Lamy S, Moldovan PL, Ben Saad A. Biphasic effects of luteolin on interleukin-

1β-induced cyclooxygenase-2 expression in glioblastoma cells. Biochim

Biophys Acta. 2015; 1853: 126–35.

34. Piper MT, Suzanne MD, Kathleen SM. Comparative Anatomy and Histology:

A Mouse, Rat, and Human Atlas. ed 2. London: Elsevier; 2018. 147-8, 150.

35. Peter JB, Jeffrey MD, Stephen IR. Asthma and COPD: Basic Mechanisms and

Clinical Management. ed 2. USA: Elsevier; 2009. 99-100, 213, 217-9.

36. Budi A. Tumbuhan dengan Kandungan Senyawa Aktif yang Berpotensi

sebagai Bahan Anti Fertilitas. Jakarta: Adabia Press; 2010. 6-7.

37. Tomomi Y, Kyoko K, Osamu E. The ddY Mouse: a Model of Postprandial

Hypertriglyceridemia in Response to Dietary Fat. American Society for

Biochemistry and Molecular Biology. 2012; 53: 2025.

38. Bertram GK, Susan BM, Anthony JT. Farmakologi Dasar & Klinik Volume 2.

ed 12. Jakarta: EGC; 2013. 125.

Page 67: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

52

39. Alfred GG. Goodman & Gilman Dasar Farmakologi Terapi Volume 2. ed 10.

Jakarta: EGC; 2015. 716-7.

40. Raymond CR, Paul JS, Marian EQ. Handbook of Pharmaceutical Excipients.

ed 6. USA: Pharmaceutical Press; 2009. 34, 118-21.

41. Newman D. Kamus Saku Kedokteran Dorland. ed 28. Jakarta: EGC; 2012. 14.

42. Singh AS, Masuku MB. Sampling Technique & Determination of sample size

in applied statistics research: an overview. Ijecm. 2014; 2(11): 1-22.

43. Medicago AB. Smartbuffers Phosphate Buffered Saline (PBS) pH 7,4 and 7,2.

2011.

44. Tahara DS. Uji Toksisitas Akut dan Efek Antiinflamasi Ekstrak Metanol dan

Ekstrak n-Heksana Daun Pepaya (Carica papaya L.). Pharm Sci Res. 2015;

2(2): 112.

45. Haryoto, Kendri SY, Nurcahyanti W. Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Kulit

Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar

yang Diinduksi Karagenin. Pharmacon. 2010; 11(1): 11.

46. Churmatul Walidah. Uji Efek Antiinflamasi Ekstrak Etil Asetat Lumut Hati

(Mastigophora diclados) secara In Vivo [skripsi]. Tangerang Selatan: Fakultas

Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; 2014. 43.

47. Titiek Sunayarti. Pengaruh Ekstrak Bawang Putih terhadap Jumlah Sel yang

Memproduksi Interferon g pada Tikus Putih Balb/C Jantan. Jurnal Medika

Planta. 2011; 1(3): 17.

48. Laitinen LA, Laitinen A, Haahtela T. A comparative study of the effects of an

inhaled corticosteroid, budesonide, and a beta 2-agonist, terbutaline, on airway

inflammation in newly diagnosed asthma: a randomized, double-blind,

parallel-group controlled trial. J Allergy Clin Immunol. 1992; 90(1): 32-42

49. Kim Yun Ho, Choi Yean Jung, Kang Min Kyung. Oleuropein Curtails

Pulmonary Inflammation and Tissue Destruction in Models of Experimental

Asthma and Emphysema. J Agric Food Chem. 2018; 1: 11-2.

50. Syaikh Imam Al Qurthubi. Al Jami’ li Ahkaam Al Qur’an. ed 12. Jakarta:

Pustaka Azzam; 2015. 292-3.

Page 68: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

LAMPIRAN

Lampiran 1

Surat Determinasi Ekstrak Daun Zaitun

53

Page 69: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

54

Lampiran 2

Data Rendemen Ekstrak Metanol Daun Zaitun

Page 70: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

55

Lampiran 3

Surat Keterangan Sehat Hewan

Page 71: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

56

Gambar 6.1. Daun zaitun (Olea europaea L.)

ambar 6.2. Pembuatan ekstrak metanol daun zaitu

Lampiran 4

Dokumentasi Penelitian

G n

Page 72: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

57

Gambar 6.3. Aklimatisasi hewan coba

Gambar 6.4. Sensitisasi hewan coba

Page 73: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

58

an coba

ilan organ trakea

Gambar 6.5. Sonde hewan coba

Gambar 6.6. Nebulisasi hew

Gambar 6.7. Nekropsi dan pengamb

Page 74: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

59

Gambar 6.8. Preparat trakea

Gambar 6.9. Pengamatan mikroskopik sel goblet trakea

Page 75: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

60

Lampiran 5 Analisis Data

Tabel 6.1. Uji Normalitas

Tabel 6.2. Transformasi Data

Tabel 6.3. Uji Kruskal-Wallis

Page 76: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

61

Tabel 6.4. Uji post hoc Mann-Whitney

Page 77: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

62

Page 78: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

63

Page 79: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

64

Page 80: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

65

Page 81: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

66

Page 82: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

67

Page 83: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

68

Page 84: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48375/1/SHOFFIRA... · PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN ZAITUN (Olea europaea

69

Lampiran 6

Riwayat Penulis

Nama : Shoffira Fathiya

NIM : 11151030000085

Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 28 Januari 1998

Agama : Islam

Alamat : Jalan Rusa 5 I/89 Jababeka Residence, Cikarang, Kab.

Bekasi, Jawa Barat

Email : [email protected]

Riwayat Pendidikan :

2002 – 2003 : TK Islam Soraya Salsabill II

2003 – 2009 : SD Islam Terpadu An-Nur

2009 : SMP Negeri 1 Cikarang Utara

2009 – 2012 : SMP Islam Terpadu An-Nur

2012 – 2014 : Program Akselerasi SMA Negeri 1 Cikarang Utara

2014 – 2015 : Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan UIN

Syarif Hidayatullah Jakarta

2015 – sekarang : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran UIN

Syarif Hidayatullah Jakarta