RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah...

of 39 /39
Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 1 RINGKASAN Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo telah mendapatkan dukungan dana dari pagu yang tersedia, yaitu sebesar Rp. 9.449.188.000,- (Sembilan milyar empat ratus empat puluh Sembilan juta serratus delapan puluh delapan ribu rupiah) dan realisasi anggaran yang digunakan sebesar Rp. 9.276.208.502,- (Sembilan milyar dua ratus tujuh puluh enam juta dua ratus delapan ribu lima ratus dua rupiah). Kegiatan yang dihasilkan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo dari anggaran yang tersedia tersebut antara lain, layanan perkantoran, kegiatan operasional perkarantinaan dan kegiatan pendukung operasional perkarantinaan lainnya seperti kewasdakan dan saber pungli. Selain itu, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo juga telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan operasional perkarantinaan antara lain, pengadaan gedung dan bangunan, kendaraan bermotor roda dua, alat pengolah data/ komunikasi, alat teknis dan laboratorium, serta fasilitas perkantoran. Kegiatan kegiatan yang telah disebutkan diatas dijelaskan lebih rinci pada Laporan Tahunan ini serta disajikan pula permasalahan yang dihadapi serta solusi yang akan dan sedang dijalankan.

Embed Size (px)

Transcript of RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah...

Page 1: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 1

RINGKASAN

Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo telah mendapatkan dukungan dana dari

pagu yang tersedia, yaitu sebesar Rp. 9.449.188.000,- (Sembilan milyar empat ratus empat

puluh Sembilan juta serratus delapan puluh delapan ribu rupiah) dan realisasi anggaran

yang digunakan sebesar Rp. 9.276.208.502,- (Sembilan milyar dua ratus tujuh puluh enam

juta dua ratus delapan ribu lima ratus dua rupiah).

Kegiatan yang dihasilkan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo dari anggaran

yang tersedia tersebut antara lain, layanan perkantoran, kegiatan operasional

perkarantinaan dan kegiatan pendukung operasional perkarantinaan lainnya seperti

kewasdakan dan saber pungli. Selain itu, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo juga

telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan operasional

perkarantinaan antara lain, pengadaan gedung dan bangunan, kendaraan bermotor roda

dua, alat pengolah data/ komunikasi, alat teknis dan laboratorium, serta fasilitas

perkantoran.

Kegiatan – kegiatan yang telah disebutkan diatas dijelaskan lebih rinci pada Laporan

Tahunan ini serta disajikan pula permasalahan yang dihadapi serta solusi yang akan dan

sedang dijalankan.

Page 2: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penyusunan Laporan Tahunan (Annual Report) adalah salah satu rangkaian kegiatan

yang harus dilakukan setiap tahun dan merupakan salah satu bentuk manifestasi dari

evaluasi semua rangkaian yang telah dilakukan selama satu tahun anggaran. Kesemuanya

harus terangkum dalam Laporan Tahunan, selain sebagai bahan evalausi dari rangkaian

program yang telah dicanangkan pada awal tahun anggaran juga sebagai bahan pijakan

dalam menyusun langkah – langkah pada tahun berikutnya, serta bahan untuk menyusun

berbagai kebijaksanaan sehingga dapat ditarik satu langkah yang lebih tepat sesuai dengan

kebutuhan.

Balai Karantian Pertanian Kelas II Gorontalo merupakan Unit Pelayanan Teknis

dibawah Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian yang mempunyai tugas pokok

dan fungsinya. Kewajiban tugas tersebut dijabarkan dalam menyiapkan, menyusun dan

menyampaikan laporan kinerja secara tertulis, priodik dan melembaga. Pelaporan ini

dimaksudkan untuk mengkonsumsikan capaian dalam satu anggaran yang dikaitkan dengan

proses pencapaian tujuan dan sasaran, serta menjelaskan keberhasilan dan kegagalan

tingkat kinerja yang dicapainya.

Penyusunan Laporan Tahunan juga dibuat dalam rangka mewujudkan implementasi

prinsip good governance yaitu partisipasi, transparansi, keseteraan, daya tanggap, wawasan

kedepan, akuntabilitas, pengawasan, efisiensi dana efektifitas serta profesionalisme dalam

diri pegawai Balai Karantiana Pertanian Kelas II Gorontalo.

Penyusunan Laporan Tahunan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap

tahun, disusun dengan mengacu pada buku Pedoman Pelaporan yang dikeluarkan Badan

Karantina Pertanian Tahun 2015.

B. Tujuan

Laporan Tahunan ini disusun sebagai wujud capaian pelaksanaan layanan kegiatan

perkarantinaan serta pengawasan keamanan hayati di wilayah layanan Balai Karantina

Pertanian Kelas II Gorontalo, sedang tujuan dari penyusunan laporan tahunan ini adalah

untuk memberi informasi tertulis analisa kegiatan yang dihasilkan Balai Karantina Pertanian

Kelas II Gorontalo pada tahun anggaran 2016.

Informasi Kegiatan Balai karantina Pertanian Kelas II Gorontalo selama 2016 dapat

digunakan sebagai bahan referensi dan evaluasi dalam rangka pengambilan keputusan ke

Page 3: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 3

depan baik tingkat Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo maupun dilingkup Badan

Karantina Pertanian.

C. Keadaan Umum Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai karantina Pertanian Kelas II Gorontalo

mempunyai susunan organisasi sebagai berikut :

1. Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan

rencana kerja, evaluasi dari pelaporan serta urusan tata usaha dan rumah tangga.

2. Seksi Karantina Hewan mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan pemberian

pelayanan operasional karantina hewan, pengawasan keamanan hayati hewani, sarana

teknik, pengelolaan system informasi dan dokumentasi serta pengawasan dan

penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang karantina hewan

dan keamanan hayati hewani.

3. Seksi Karantina Tumbuhan mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan pemberian

pelayanan operasional karantina tumbuhan, pengawasan, keamanan hayati nabati serta

sarana teknik, pengelolaan system informasi dan dokumentasi, serta pengawasan dan

penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangandi bidang karantina tumbuhan

dan keamanan hayati nabati.

4. Kelompok Jabatan fungsional terdiri dari jabatan fungsional Medik dan Paramedik

Veteriner, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Ahli dan Terampil

serta jabatan fungsional yang lain yang terbagi dalam beberapa kelompok jabatan

fungsional berdasarkan bidang keahlian masing-masing sesuai dengan Peraturan

Perundang-Undangan yang berlaku.

Kelompok jabatan Fungsional Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner mempunyai tugas :

Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan, Perlakuan, Penahanan Pemusnahan dan

Pembebasan Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Melakukan Pemantauan daerah sebar HPHK

Melakukan Pengawasan Keamanan Hayati Hewani

Melakukan kegiatan fungsional lainnya sesuai peraturan perundang-Undangan yang

berlaku.

Page 4: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 4

Kelompok jabatan fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT)

Pemeriksaan, Pengasingan, pengamatan, Perlakuan dan Penahanan

Pemusnahan dan Pembebasan Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan

Karantina (OPTK)

Melakukan Pemantauan daerah sebar OPTK

Melakukan Pengawasan Keamanan Hayati Nabati

Melakukan Kegiatan fungsional lainnya sesuai peraturan perundang- Undangan yang

berlaku

Gambar 1.Struktur Organisasi Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo tahun 2016

KEPALA BALAI

drh. Indra Dewa

KEPALA SUB BAGIAN TU

Muhamad Didipu, S.Pt, M.Si

KEPALA SEKSI KH

Drh. Titin Qomariyah

KEPALA SEKSI KT

Abdul Munir Latief

KOORDINATOR

JABATAN FUNGSIONAL

Page 5: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 5

Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo memiliki lima wilayah kerja sesuai

Permentan No.22/Permentan/OT.140/4/2008 di Propinsi Gorontalo yaitu :

Tabel 1. Wilayah Kerja dan Penanggung Jawab pada Balai Kelas II Gorontalo

NO WILAYAH KERJA PENANGGUNG JAWAB

1. Pelabuhan Laut Gorontalo Muhammad Idrus, SH

2. Bandara Jalaluddin drh.Laras Istian Widodo

3. Pelabuhan Laut Kwandang Abdul Rahman Hilimi

4. Pelabuhan Laut Bualemo Titin Ohihia

5. Pelabuhan Laut Anggerek Abdul Rahman Hilimi

Gambar 2. Peta Wilayah Kerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo

BAB II

Page 6: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 6

KEGIATAN BAGIAN TATA USAHA

A. Perencanaan dan Keuangan

Pada Tahun Anggaran 2016, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo

mendapatkan anggaran belanja dalam DIPA sebesar Rp. 9.449.188.000,- (Sembilan Milyar

Empat Ratus Empat Puluh Empat Sembilan Juta Seratus Delapan Puluh Delapan Ribu

Rupiah) yang dibagi ke delam 3 jenis belanja yaitu belanja pegawai, belanja barang dan

belanja modal. Jumlah anggaran ini jauh lebih besar dibanding pada Tahun Anggaran 2015

yang hanya sebesar Rp. 6.824.896.000,- (Enam Milyar Delapan Ratus Dua Puluh Empat

Juta Delapan Ratus Sembilan Puluh Enam Ribu Rupiah). Hal ini disebabkan antara lain :

1. Kenaikan Pagu untuk masing-masing jenis belanja untuk TA 2016.

2. Kenaikan belanja pegawai karena adanya gaji ke 14.

3. Kenaikan Belanja modal mengalami karena adanya pembangunan dan renovasi

gedung kantor induk dan wilker serta penambahan pagu untuk rehab gedung

kantor induk refocusing kedua.

Perbandingan anggaran belanja antara DIPA Tahun Anggaran 2015 dan Tahun

Anggaran 2016 bisa terlilhat pada Tabel 1.

Tabel 2. Perbandingan Anggaran Belanja Antara DIPA TA. 2015 dan TA 2016

No Uraian Belanja

Pegawai

Belanja

Barang

Belanja Modal Jumlah

1 DIPA TA 2015 2.344.083.000 3.108.435.000 1.372.378.000 6.824.896.000

2 DIPA TA 2016 2.698.022.472 3.889.638.401 2.6888.547.629 9.276.208.502

Hingga akhir tahun 2016, realisasi anggaran mencapai 97,65% (Sembilan PUluh

Tujuh Koma Enam Puluh Lima Persen) dengan rincian data pada Tabel 2.

Tabel 3. Realisasi Anggaran Belanja Balai Karantian Pertanian Kelas II Gorontalo.

No Uraian Pagu Realisasi Persentase

(%)

Saldo

1 Belanja Pegawai 2.714.538.000 2.698.022.472 99,39 16.515.528

2 Belanja Barang 4.095.943.000 3.889.638.401 94.96 206.304.599

3 Belanja Modal 2.688.707.000 2.688.547.629 99,99 159.371

Total 9.499.188.000 9.276.208.502 97,65 222.979.498

Dari tabel di atas tersebut, Belanja Pegawai, antara lain adalah belanja gaji dan

tunjangan PNS, yaitu sebesar Rp. 2.470.447.489,- (Dua milyar empar ratus tujuh puluh juta

Page 7: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 7

empat ratus empat puluh tujuh ribu empar ratus delapan puluh Sembilan). Sedangkan untuk

belanja lembur sebesar Rp. 232.160.000,- (dua ratus tiga puluh dua juta seratus enam puluh

ribu rupiah).

Kemudian adalah Belanja barang, antara lain belanja barang operasional sebesar Rp.

1.090.222.130,- (Satu milyar sembilan puluh juta dua ratus dua puluh dua ribu seratus tiga

puluh rupiah), belanja barang non operasional sebesar Rp. 203.376.400,- (dua ratus tiga

juta tiga ratus tujuh puluh enam ribu empat ratus rupiah), belanja barang persediaan

sebesar Rp. 364.894.600 (Tiga ratus enma puluh empat juta delapan ratus Sembilan puluh

empat ribu enam ratus rupiah), belanja jasa sebesar Rp. 472.995.176,- (Empat ratus tujuh

puluh dua juta Sembilan ratus Sembilan puluh lima ribu seratus tujuh puluh enam rupiah),

belanja pemeliharaan sejumlah Rp. 497.293.310,- (Empat ratus Sembilan puluh tujuh juta

dua ratus Sembilan puluh tigas ribu tiga ratus sepuluh rupiah) serta belanja perjalanan daam

negeri sebesar Rp. 1.260.856.785,- (satu milyar duratus enam puluh juta delapan ratus lima

puluh enam ribu tujuh ratus delapan puluh lima rupiah).

Selanjutnya adalah belaja modal yaitu belanja modal peralatan dan mesin sebesar Rp.

839.255.230,- (Delapan ratus tiga puluh Sembilan juta dua ratus lima puluh llima ribu dua

ratus tiga puluh rupiah), belanja modal gedung dan bangunan sebesar Rp. 1.787.467.399,-

(Satu milyar tujuh ratus delapan puluh tuju juta empat ratus enam puluh tujuh ribu tiga ratus

Sembilan puluh Sembilan) serta belanja modal jalan, irigasi dan jaringan sebesar Rp.

61.825.000,- (enam puluh satu juta delapan ratus dua puluh lima ribu rupiah).

Dalam pelaksanaan pelayanan karantina tumbuhan, pengguna jasa dikenakan biaya

sesuai dengan tarif Penerimaan Negara bukan Pajak (PNBP) sesuai Peraturan Pemerintah

No. 48 tahun 2012. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diperoleh pada

Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp. 97.885.422,- (Sembilan puluh tujuh juta delapan ratus

delapan puluh lima ribu empat ratus dua puluh dua rupiah). Realisasi ini lebih besar

daripada Tahun Anggaran 2015.

Tabel 4. Target dan Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

No. Uraian Pagu Realisasi Persentase

%

1

2

TA. 2012

TA. 2013

37.150.000

60.000.000

41.505.180

191.155.675

89

114,69

3 TA. 2014 50.000.000 93.411.114 187

4 TA. 2015 130.000.000 96.903.074 74.54

5 TA. 2016 50.000.000 97.885.422 195

Kegiatan di tahun anggaran yang akan datang, yaitu TA. 2017, Balai Karantina Pertanian Kelas

II Gorontalo akan menggunakan pagu sebesar Rp. 9.187.311.000,- (Sembilan milyar seratus delapan

Page 8: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 8

puluh tujuh juta tiga ratus sebelas ribu rupiah). Pagu tersebut terbagi menjadi, Rp. 2.408.242.000,-

(dua milyar empat ratus delapan juta dua ratus empat puluh dua ribu rupiah) untuk belanja pegawai,

Rp. 5.731.069.000,- (Lima milyar tujuh ratus tigas puluh satu juta enam puluh Sembilan ribu rupiah)

untuk belanja barang dan Rp. 1.048.000.000,- (Satu milyar empat puluh delapan ratus juga rupiah)

untuk belanja modal, yaitu alat laboratorium.

B. Kepegawaian dan Tata Usaha

Keberhasilan dalam pelaksanan tugas dan fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas II

Gorontalo sangat ditentukan oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) baik jumlah

maupun kompetensi. Adapun demikian kepegawaian BKP Kelas II Gorontalo diuraikan

sebagai berikut :

Keadaan Pegawai

Jumlah Pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo sampai dengan

Desember 2016 adalah sebanyak 45 orang termasuk didalamnya 4 orang pejabat

struktural, 9 orang pejabat fungsional umum dan 32 orang pejabat fungsional

tertentu. Jumlah pejabat fungisonal tertentu tersebut terbagi menjadi tiga bagian,

yaitu 13 pejabat fungsional medik dan paramedik, 18 pejabat fungsional POPT

dan 1 pejabat PMHP.

Golongan yang dimiliki pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo

adalah sebagai berikut :

1. Pembina, IV/a berjumlah 2 orang

2. Penata Tk.I, II/d berjumlah 1 orang

3. Penata, III/c berjumlah 2 orang

4. Penata Muda Tk.I, III/b berjumlah 8 orang

5. Penata Muda, III/a berjumlah 3 orang

6. Pengatur Tk.I, II/d berjumlah 12 orang

7. Pengatur, II/c berjumlah 9 orang

8. Pengatur Muda Tk.I, II/b berjumlah 8 orang

Pendidikan yang dimiliki pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II

Gorontalo adalah sebagai berikut :

1. S2 atau setaraf S2, berjumlah 8 orang

2. S1, berjumlah 5 orang

3. D3, berjumlah 8 orang

4. D2, berjumlah 7 orang

5. SMA dan sederajat, berjumlah 17 orang

Daftar Urut Kepangkatan

Page 9: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 9

Daftar Urut Kepangkatan pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II

Gorontalo pada posisi Desember tahun 2016 diurutkan dari jenjang pangkat dan

golongan yang paling tinggi dengan rincian Nama dan Nomor Induk Pegawai,

tempat tanggal lahir, jenis kelamin, pangkat/ golongan, Tanggal Masa Tugas

(TMT), jabatan terakhir dan pendidikan terakhir. Data tersebut secara terperinci

disajikan dalam lampiran Laporan Tahunan (Lampiran 1).

Kompetensi Pegawai

Pada tahun 2016, pegawai yang telah mendapatkan pelatihan untuk

meningkatkan kompetensi berjumlah 11 orang. Pelatihan tersebut adalah

pelatihan teknik dasar, Diklat Polsus, Bimbingan Teknis dan Desiminiasi

Penanganan dan Pemeriksaan pada Produk Hewan, Diklat Bendahara

Pengeluaran, Uji Kompetensi Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner,

Desiminasi Pelaksanaan Panas, Magang Laboratorium serta Diklat PPM Tk.I IV.

Data pegawai tersebut secara detail akan disajikan pada Lampiran Laporan

Tahunan (Lampiran 2)

Kenaikan Pangkat dan Tambahan pegawai CPNS

Tahun 2016 Bagian Kepegawaian Balai Karantina Pertanian Kelas II

Gorontalo telah memproses 12 pegawai untuk naik pangkat. Periode April,

pegawai yang naik pangkat berjumlah 8 orang dan Oktober berjumlah 4 orang.

Rincian tersebut dapat dilihat pada Lampiran 3.

Untuk kenaikan gaji berkala, tahun 2016, 27 pegawai telah diproses kenaikan

gajinya per Januari, Maret, April, Mei, dan Desember. Rincian tersebut bias dilihat

pada Lampiran 4

Pada bulan Agustus, 1 pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo

yang medapatakan persetujuan mutasi/ alih tugas ke Stasin Karantina Pertanian

Pare – Pare. Rincian detailnya dapat dilihat pada Lampiran 5. Disamping itu, per

01 Juli 2016, 2 pegawai CPNS telah diangkat menjadi PNS. Tabel mengenai

pengangkatan CPNS ke PNS dapat dilihat pada table Lampiran 6.

Punish dan Reward

Tahun 2016, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo tidak memberikan

penghargaan maupun tanda jasa. Namun untuk sanksi, Balai memberikan sanksi

berupa teguran tertulis kepada 1 orang pegawai yang dikarenakan tidak masuk

kerja selama lebih dari 6 hari secara akumulasi.

Ketatausahaan

Tahun Anggaran 2016, kegiatan ketatausahaan yaitu kegiatan surat

menyurat telah dilaksanakan, Jumlah Surat Masuk secara keseluruhan berjumlah

Page 10: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 10

509 Surat. Sedangkan Surat Keluar Sejumlah 1006 Surat. Surat Keputusan yang

sifatnya dari Badan maupun dari Kementerian Pertanian yang diterima dan

diagendakan oleh pengadministrasi sejumlah 13 SK sedangkan SK yang

dikeluarkan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo sejumlah 62 SK.

Kegiatan perapihan pengarsipan dilakukan oleh pengadministrasi pada bulan

Desember karena ruangan arsip surat masuk dan surat keluar mengalami

perpindahan.

Indeks Kepuasan Masyarakat

Pada Semester I, penilaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Balai

Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo mendapatkan nilai 83.13 (Sangat Baik)

dan di Semester II, penilaian IKM mendapatkan nilai 80.84 (Baik) dan secara rata

– rata penilaian tersebut adalah 81.98. (Baik)

C. Perlengkapan (Sarana dan Prasarana)

Sarana dan prasarana (asset) yang dimiliki Balai Karantiana Pertanian Kelas II

Gorontalo adalah :

1. Barang Persediaan (Barang Konsumsi, Bahan untuk pemeliharaan, suku

cadang, bahan baku dan persediaan lainnya). Total nilai saldo dari barang

persediaan itu per akhir Desember adalah Rp. 234.281.805,- (Dua ratus tiga

puluh empat juta dua ratus delapan puluh satu ribu delapan ratus lima rupiah).

2. Tanah pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo nilai saldonya tidak

berubah sejak di awal januari yaitu sebesar Rp. 3.289.859.000,- (Tiga milyar

dua ratus delapan puluh sembilan juta delapan ratus limapuluh sembilan ribu

rupiah).

3. Peralatan dan Mesin pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo nilai

saldonya per 31 Desember 2016 sebesar Rp. 5.182.681.327,- (Lima milyar

seratus delapan puluh dua juta enam ratus delapan puluh satu ribu tiga ratus

dua puluh tujuh rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebesar

Rp.4.325.776.097(Empat milyar tiga ratus dua puluh lima juta tujuh ratus tujuh

puluh enam ribu sembilan puluh tujuh rupiah), mutasi tambah selama periode

pelaporan sebesar Rp.856.905.230(Delapan ratus lima puluh enam juta

sembilan ratus lima ribu dua ratus tiga puluh rupiah). Penjelasan mutasi

penambahan atas nilai Peralatan dan Mesin berasal dari:

a. Pengadaan Kendaraan Roda-2 sesuai dengan SPK No.

56/PL.010/L36.C/1/2016 tanggal 22 Januari 2016 dengan rincian

sebagai berikut:

- 4 (empat) unit Kendaraan Roda-2 Rp. 73.200.000

Page 11: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 11

b. Pengadaan Pengolah Data sesuai dengan SPK No.

360/PL.010/L36.C/4/2016 tanggal 18 April 2016 sesuai dengan rincian

sebagai berikut:

- 4 (empat) unit P.C unit DELL Inspiron 3250 Rp. 43.614.788

- 4 (empat) unit Lap top DELL Inspiron 14 5459 Rp. 47.114.000

- 5 (lima) unit HP Laserjet Pro P1102w Rp. 9.353.965

- 1 (satu) unit HP Laserjet Pro 200 Color Rp. 4.524.663

- 3 (tiga) unit Printer Epson LQ-590 Rp. 14.655.930

- 1 (satu) unit Scanner Brother Mobile Color DS-620 Rp. 6.254.975

- 1 (satu) unit Scanner Brother ADS-2100 Rp. 2.244.975

- 2 (dua) unit Mesin Absensi Solution X105 Rp. 3.775.164

- 5 (lima) unit UPS ICA CE 600 Rp. 8.516.270

- 2 (dua) unit Modem TP-LINK TL-WN822N Rp. 550.500

(extrakomptabel)

c. Pengadaan Alat Komunikasi sesuai dengan SPK No.

270/PL.010/L36.C/3/2016 tanggal 10 Maret 2016 sesuai dengan rincian

sebagai berikut:

- 1 (satu) unit TV 43” Panasonic Rp. 12.500.000

- 5 (lima) unit TV 32” Panasonic Rp. 20.000.000

- 4 (empat) unit Microphone Wireless Shure Rp. 3.900.000

- 8 (delapan) unit Microphone Table Stand Haymer Rp. 7.600.000

- 2 (dua) unit Microphone Toa Rp. 900.000

d. Pengadaan Meubelair sesuai dengan SPK No.257/PL.010/L36.C/2/2016

tanggal 4 Maret 2016 dengan rincian sebagai berikut:

- 9 (sembilan) unit Meja Rapat ½ Biro Rp. 55.800.000

- 36 (tiga puluh enam) unit Kursi Besi/Metal Rp. 54.000.000

- 1 (satu) unit Kursi Kayu (Sofa) Rp. 15.000.000

- 6 (enam) unit Kursi Besi/Metal (Kursi Lab) Rp.6.000.000

- 2 (dua) unit Lemari Display (Lemari Koleksi) Rp. 7.100.000

- 3 (tiga) unit Lemari Besi/Metal Rp.10.500.000

- 8 (delapan)unit Kursi Ruang Tunggu Rp.25.000.000

- 3 (tiga) unit Kursi Roda Rp.4.500.000

- 8 (delapan) unit Kursi Besi/Metal (Kursi Hadap) Rp.12.000.000

- 1 (satu) unit Meja Kayu (Meja Rapat) Rp.10.000.000

e. Pengadaan Alat Laboratorium sesuai dengan SPK No.

259/TU.010/L36.C/3/2016 tanggal 4 Maret 2016 dengan rincian sebagai

berikut:

Page 12: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 12

- 1 (satu) unit Microplate Shaker Rp. 15.500.000

- 1 (satu) unit Laboratory Centrifuge MPW 55 Rp. 44.000.000

- 1 (satu) unit Hanna pH meter Rp. 10.500.000

- 4 (empat) unit Dino-Lite Mikroskop Digital Rp.22.850.000

f. Pengadaan Peralatan Fasilitas Gedung (A.C) sesuai dengan SPK

No.73/PL.010/L36.C/1/2016 tanggal 26 Januari 2016 dengan rincian

sebagai berikut:

- 1 (satu) unit A.C 5pk Rp. 24.900.000

- 2 (dua) unit A.C 1pk Rp. 10.000.000

g. Pengadaan Peralatan dan Fasilitas Kantor Lainnya sesuai dengan SPK

No. 260/L36.C/3/2016 tanggal 4 Maret 2016 dengan rincian sebagai

berikut:

- 1 (unit) Rak-Rak Penyimpan (Kandang Donor) Rp. 4.500.000

- 110 M2 Karpet Ruang Pertemuan Rp. 104.500.000

- 1 (satu) unit Vacum Cleaner Rp. 3.500.000

- 5 (lima) unit Dispenser Rp. 8.950.000

- 5 (lima) Unit Jam Digital Rp. 4.150.000

- 1 (satu) unit Figura Presiden Rp. 500.000

- 1 (satu) unit Figura Wakil Presiden Rp. 500.000

- 1 (satu) unit Garuda Rp. 400.000

h. Penambah Daya Jaringan Listrik sesuai dengan SPK No.

- 1(satu) paket Penambah Jaringan Listrik Ged.Pertemuan Rp.

61.825.000

i. Pengadaan Meubelair Wilker Pelut sesuai dengan SPK No.

351/PL.010/L36.C/4/2016 tanggal 12 April 2016

- 18 (delapan belas) unit Meja Kerja ½ Biro Rp. 27.000.000

- 3 (unit) Meja Kerja 1 Biro Rp. 6.000.000

- 18 (delapan belas) unit Kursi Kerja Rp. 31.500.000

- 5 (lima) unit Meja Komputer Rp. 5.000.000

- 1 (satu) unit Lemari (Buffet) Rp. 1.000.000

- 3 (tiga) unit Lemari Besi Rp.10.500.000

- 4 (empat) unit Filling Cabinet 4 rak Rp. 10.000.000

- 1 (satu) unit Lemari Besi (Locker) Rp.4.500.000

- 1 (satu) unit Meja (Meja Satpam) Rp.1.100.000

- 1 (satu) unit Lemari Rak ( Lemari Cars) Rp.800.000

- 1 (satu) unit Kursi Besi/Metal (Kursi Ruang Tunggu) Rp. 2.500.000

Page 13: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 13

j. Biaya Penginstallan Pengadaan Alat Pengolah Data Rp. 1.000.000

sesuai Kwitansi No. 607/KAS/6/2016

k. Pengadaan Meubelair (PNBP) sesuai SPK No.

639/PL.010/L36.C/10/2016 tanggal 24 Oktober 2016 dengan rincian sbb:

- 5 (unit) Meja ½ Biro Rp. 7.500.000

- 2 (unit) Lemari Besi Rp. 7.000.000

- 2 (unit) Filling Cabinet Rp. 5.000.000

- 1 (Unit) Locker Rp. 4.500.000

- 1 (satu) unit Meja (Meja Satpam) Rp.1.000.000

4. Gedung dan Bangunan pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo per

31 Desember 2016 sebesar Rp 8.652.838.048 (Delapan milyar enam ratus

lima puluh dua juta delapan ratus tiga puluh delapan ribu empat puluh delapan

rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebesar Rp

6.937.678.981(Enam milyar sembilan ratus tiga puluh tujuh juta enam ratus

tujuh puluh delapan ribu sembilan ratus delapan puluh satu rupiah), mutasi

tambah selama periode pelaporan sebesar Rp1.787.467.399 (Satu milyar

tujuh ratus delapan puluh tujuh juta empat ratus enam puluh tujuh ribu tiga

ratus sembilan puluh sembilan rupiah), dan mutasi kurang selama periode

pelaporan sebesar Rp72.308.332 (Tujuh puluh dua juta tiga ratus delapan ribu

tiga ratus tiga puluh dua rupiah). Penjelasan mutasi penambahan atas nilai

Gedung dan Bangunan adalah sebagai berikut:

a. Pembangunan Gedung Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Gorontalo sesuai

dengan SPK No.12/PL.020/L36.C/3/2016 sejumlah Rp.742.577.399

b. Rehab Gedung Kantor Balai Lantai-2 sesuai dengan SPK No.

93/PL.020/L36.C/1/2016 sejumlah Rp. 56.395.000

c. Rehab Gedung Kantor.Padebuolo sesuai dengan SPK

No.79/PL.020/L36.C/1/2016 sejumlah Rp. 225.790.000

d. Rehab Gedung Kantor Wilayah Kerja Bandara dan Pelabuhan Laut

Anggrek sesuai dengan SPK No.203/PL.020/L36.C/2/2016 sejumlah

Rp. 225.790.000

e. Rehab Gedung Kantor Balai (Refocusing ke-2) sesuai dengan SPK

No.501/PL.020/L36.C/9/2016 sejumlah Rp. 255.850.000

f. Pembangunan Pagar Wilker Pelabuhan Laut Gorontalo sesuai dengan

SPK No. 97/PL.020/L36.C/1/2016 sejumlah Rp. 224.670.000

g. Pembangunan Pagar Wilker Pelabuhan Laut Boalemo sesuai dengan

SPK No. 74/PL.020/L36.C/1/2016 sejumlah Rp. 56.395.000

Page 14: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 14

5. Jalan dan Jembatan pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo per 31

Desember 2016 sebesar Rp19.788.000 (Sembilan belas juta tujuh ratus

delapan puluh delapan ribu rupiah).Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal

sebesar Rp19.788.000(Sembilan belas juta tujuh ratus delapan puluh delapan

ribu rupiah)

6. Irigasi pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo per 31 Desember

2016 sebesar Rp42.183.025 (Empat puluh dua juta seratus delapan puluh tiga

ribu dua puluh lima rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebesar

Rp42.183.025 (Empat puluh dua juta seratus delapan puluh tiga ribu dua

puluh limarupiah).

7. Jaringan pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo per 31 Desember

2016 sebesar Rp 307.994.477 (Tiga ratus tujuh juta sembilan ratus sembilan

puluh empat ribu empat ratus tujuh puluh tujuh rupiah). Jumlah tersebut terdiri

dari saldo awal sebesar Rp173.861.145 (Seratus tujuh puluh tiga juta delapan

ratus enam puluh satu ribu seratus empat puluh limarupiah), mutasi tambah

selama periode pelaporan sebesar Rp134.133.332 (Seratus tiga puluh empat

juta seratus tiga puluh tiga ribu tiga ratus tiga puluh dua rupiah).

8. Aset tetap Lainnya pada Balai Pertanian Kelas II Gorontalo per 31 Desember

2016 sebesar Rp18.850.000 (Delapan belas juta delapan ratus lima puluh ribu

rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebesar Rp18.850.000

(Delapan belas juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah)

Tahun Anggaran 2016, Balai Karantina melakukan pengadaan barang dana

jasa dengan realisasi anggaran seperti tabel 4 dibawah ini:

Tabel 5. Realisasi Pengadaan Barang dan Jasa

No Jenis Pengadaan Vol Satuan

Jumlah

A Gedung dan Bangunan

1 Rehab Lantai 2 Gedung Kantor

Balai

20 M2 49.900.000

2

3

4

Pemagaran Wilker Pelut

Gorontalo

Pembangunan Gedung kantor

Wilker Pelut Gorontalo

Rehab/Renovasi Wilker Bandara

100

170

50

M2

M2

M2

199.780.000

620.007.000

199.800.000

Page 15: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 15

5

6

7

Jalaludin + Anggrek

Rehab/Renovasi Gedung Kantor

(ex.SKT) Padebuolo

Rehab Kantor Induk

Pelaksanaan Fisik Pemagaran

Bangunan Wilker Boalemo

50

400

190

M2

M2

M2

199.800.000

200.000.000

49.900.000

B

6

Kendaraan Bermotor R2

Pengadaan Kendaraan Roda-2

4

Unit

73.200.000

C

11

12

Alat Pengolah Data/

Komunikasi

Pengadaan Alat Pengolah Data

Pengadaan Alat Komunikasi

22

12

Unit

Unit

141.607.000

44.900.000

D

13

Alat Teknis dan Laboratorium

Pengadaan Alat Teknis dan

laboratorium

7

Unit

92.850.000

E

14

15

16

17

18

Fasilitas Perkantoran

Pengadaan Meubelair

Pengadaan peralatan dn fasilitas

Gedung (A.C)

Pengadaan peralatan dan

fasilitas kantor lainnya

Penambah daya jaringan listrik

Pengadaan meubelair wilker

pelabuhan

77

3

15

1

1

Unit

Unit

Unit

PKT

PKT

19.900.000

34.900.000

127.000.000

61.825.000

99.900.000

Tahun Anggaran 2016, tidak terdapat Barang Milik Negara Hilang ataupun

yang Rusak Berat yang telah diusulkan pengahpusan kepada Pengelola Barang

pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo per 31 Desember 2016.

Page 16: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 16

BAB III

KEGIATAN OPERASIONAL

A. KARANTINA HEWAN

Tindakan karantina hewan yang dilakukan di Balai Karantina Pertanian kelas III

Gorontalo dilakukan pada Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina seperti

Hewan, Bahan Asal Hewan (BAH), Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH) dan Benda Lain.

Kegiatan Impor, ekspor, domestik masuk dan domestik keluar yang dilalulintaskan melalui

pintu pemasukan dan pengeluaran serta dilakukan oleh petugas karantina hewan melalui

tindakan 8P (Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan, Perlakuan, Penahanan, Penolakan,

Pemusnahan dan Pembebasan).

1. Impor

Selama tahun 2016 kegiatan operasional tindakan karantina hewan Impor di

Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo tidak ada.

2. Ekspor

Selama tahun 2016 kegiatan operasional tindakan karantina hewan Ekspor di

Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo juga tidak ada.

3. Tindakan Karantina Hewan Terhadap Media Pembawa HPHK yang

Diantarareakan

a. Domestik Masuk

Kegiatan operasional tindakan karantina hewan domestik masuk

selama tahun 2016 yang dilaksanakan di Balai Karantina Pertanian Kelas II

Gorontalo antara lain : DOC, Sapi Potong, Kambing Potong, Anjing, Kelinci,

Marmut, Hamster, jangkrik, DOD, Burung, kucing, ayam potong, daging

ayam, daging sapi, HBAH daging unggas. Pelaksanaan pengawasan di wilker

– wilker yang ditetapkan sudah dilakukan secara maksimal dengan minimnya

sumber daya manusia yang ada. Namun hasil pengawasan terhadap Media

Pembawa yang masuk sudah baik dengan pelaksanaan tindakan karantina

yang dilakukan. Hubungan koordinasi dengan dinas terkait dan UPT lain

sudah berjalan baik dan komunikasi lancar.

Permasalahan yang ada terhadap pengawasan lalu lintas pemasukan

Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina adalah banyaknya pintu

pemasukan dan pintu pengeluaran melalui darat (perbatasan darat antar

Propinsi). Oleh sebab itu perlu peningkatan koordinasi dengan instansi terkait

Page 17: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 17

serta sosialisasi berkelanjutan pada masyarakat terkait karantina pertanian

dan penyakit hewan menular.

Tindakan Karantina berupa penahanan, penolakan, dan pemusnahan

media pembawa yang dilalulintaskan di wilayah kerja Balai Karantina

Pertanian Kelas II Gorontalo selama tahun 2016 dilakukan pada media

pembawa dengan berbagai alasan, antara lain :

Tidak dilengkapi dokumen karantina dari daerah asal

Tidak dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina

Pada pemeriksaan fisik ada perbedaan jenis dan jumlah media

pembawa

Setelah penolakan Media pembawa tidak segera dikeluarkan

dari area tujuan

Tabel 6. Resume Tindakan Karantina Hewan (Tindakan 8P)

No Tindakan Karantina

hewan

Frekuensi dan Volume

Keterangan DM DK

F V F V

I Hewan

1. Pemeriksaan 1431 1284664 628 18614

2. Pengasingan 577 1277458 15 408

3. Pengamatan 577 1277458 15 408

4. Penahanan 9 76 - -

5. Perlakuan 738 1277905 628 18614

6. Penolakan 7 74 - -

7. Pemusnahan 3 14 - -

8. Pelepasan 1422 1284588 628 18614

II Bahan Asal Hewan

1. Pemeriksaan 46 23514 138 119489

2. Pengasingan - - - -

3. Pengamatan - - - -

4. Penahanan 3 61 - -

5. Perlakuan - - 3 101600

6. Penolakan 1 36 - -

7. Pemusnahan 2 56 - -

8. Pelepasan 43 23453 138 119489

III Hasil Bahan Asal Hewan

1. Pemeriksaan 137 3468772 15 7712

2. Pengasingan - - - -

3. Pengamatan - - - -

Page 18: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 18

b. Domestik Keluar

Kegiatan Operasional Karantina Hewan domestik keluar selama

periode tahun 2016 di Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo seperti

tertera pada Lampiran Laporan Tahunan (Lampiran 11). Pengawasan

terhadap Media Pembawa domestik keluar dilakukan secara maksimal di

tempat - tempat pemasukan maupun pengeluaran. Pengawasan yang

dilakukan bertujuan untuk mencegah masuk/keluar dan tersebarnya HPHK

serta meningkatkan kesadaran pengguna jasa dan masyarakat untuk

melaporkan Media Pembawa wajib periksa karantina yang dibawa ke Balai

Karantina Pertanian maupun wilker – wilker yang ditetapkan. Pengawasan

meliputi pemeriksaan dokumen, fisik dan laboratoris Media Pembawa.

Dokumen yang diperiksa meliputi dokumen karantina dan dokumen

persyaratan tambahan lainnya.

Permasalahan yang ada dalam melakukan tindakan karantina di Balai

Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo adalah kurangnya sumber daya

4. Penahanan 1 45 - -

5. Perlakuan - - 12 7656

6. Penolakan 1 45 - -

7. Pemusnahan 1 45 - -

8. Pelepasan 136 3468727 15 7712

IV Media Pembawa/ Benda Lain

1. Pemeriksaan 135 1821546 20 20

2. Pengasingan - - - -

3. Pengamatan - - - -

4. Penahanan - - - -

5. Perlakuan - - - -

6. Penolakan - - - -

7. Pemusnahan - - - -

8. Pelepasan 135 1821546 20 20

Untuk mengetahui hasil pelaksanaan Tindakan Pemeriksaan dan

Pembebasan Karantian Hewan di Balai Karantina Pertanian Kelas II

Gorontalo selama 5 tahun (2011 – 2015) dapat dilihat pada Lampiran

Laporan Tahunan (Lampiran 8) dan Rincian mengenai pelaksanaan

tindakan penahan, penolakan dan pemusnahan secara umum serta data

terperinci mengenai kegiatan domestic masuk akan di sajikan pada lampiran

Lampiran Laporan Tahunan (Lampiran 9 dan 10).

Page 19: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 19

manusia yang profesional terutama petugas karantina hewan baik medik

veteriner maupun paramedik veteriner dengan wilker yang banyak dan jarak

lokasinya berjauhan. Sarana prasarana pendukung seperti peralatan

laboratorium, alat kerja serta kendaraan operasional masih kurang.

4. Penggunaan Sertifikasi Dokumen Karantina Hewan

Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo dalam setiap kegiatan

operasional tindakan karantina hewan diwujudkan dengan pengisian formulir

Tindakan Karantina Hewan, hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri

Pertanian Nomor: 244/Kpts/PD.670.230/L/6/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan

Pengelolaan Dokumen dan Sertifikat Karantina Hewan. Dokumen dan sertifikat

karantina hewan yang digunakan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo

adalah sebagai berikut :

Tabel 7. Penggunaan Dokumen Karantina Hewan Tahun 2016

No Jenis Dokumen KH

Jumlah Awal Jumlah Pemakaian

Saldo

1. KH – 9 818 611 207

2. KH – 10 474 150 334

3. KH – 11 466 222 244

4. KH – 12 2040 1777 263

Keterangan :

KH-9 : Sertifikat Kesehatan Hewan/Animal Health Certificate

KH-10 : Sertifikat Sanitasi Produk Hewan/Sanitary Certificate of Animal Product

KH-11 : Surat Keterangan Untuk Benda lain/Certificate of Other Product

KH-12 : Sertifikat Pelepasan Karantina Hewan/Certificate of Animal Quarantine Release

Untuk penggunaan Dokumen Karantina Hewan diatas, termasuk didalamnya

dokumen yang batal dikarenakan salah print dan atau dokumen rusak.

Page 20: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 20

5. Kegiatan Pemantauan daerah sebar HPHK

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 22/ Permentan /OT.140

/4/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina

Pertanian, maka Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian (UPTKP) dalam hal ini

Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo menyelenggarakan fungsi

Pelaksanaan Pemantauan Daerah Sebar HPHK. Fungsi pemantauan tersebut

selanjutnya dilaksanakan dengan melakukan pengamatan status dan situasi HPHK

pada area dimana UPTKP berada.

Pengamatan status dan situasi HPHK secara tidak langsung dengan

memperoleh informasi dari instansi berwenang yaitu Balai Besar Veteriner/Balai

Veteriner, dan dinas yang membidangi fungsi kesehatan hewan di Propinsi,

Kabupaten dan/atau kota. Materi pada kegiatan pemantauan berupa kuisioner

status dan situasi HPHK dibuat berdasarkan pedoman pemantauan daerah sebar

HPHK tahun 2016 sesuai SK Kepala Badan Karantina Pertanian No.

114/Kpts/KR.110/L/01/2016. Kuisioner termasuk jenis kuisioner tertutup dengan

perpaduan antara bentuk check list dan isian untuk mengisi keterangan lokasi data

mencakup lokasi gejala klinis, lokasi asal dari sampel positif/negative uji

laboratorium pasif dan lokasi positif / negative hasil laboratorium berdasarkan

surveilans.

Adapun beberapa macam teknik pengumpulan data, diantaranya yaitu

observasi, wawancara, dokumentasi, metode tes, kuisioner dan FGD (Focus Group

Discussion). Metode FGD juga dilakukan oleh tim pemantauan untuk mengetahui

lebih detail mengenai data penyakit HPHK yang ada di daerah berdasarkan

kuisioner yang telah diisi oleh masing-masing kabupaten, kota dan provinsi yang

ada di wilayah kerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo. Diskusi ini

dilakukan pada saat pengambilan kuisioner dan workshop.

Hasil data pemantauan berupa kuesioner pemantauan yang diisi oleh dinas

yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan kab/kota provinsi

Gorontalo dan juga hasil dari surveilans yang dilakukan oleh BBV Maros. Data

informasi status dan situasi HPHK periode waktu pengamatan 2015 tersebut

kemudian disusun dalam matrik lampiran I dan II sehingga diperoleh informasi dan

situasi 22 jenis HPHK Golongan I/II. Hasil analisa secara kualitatif atau kuantitatif

terhadap 21 informasi status dan situasi HPHK tersebut berdasarkan hasil gejala

klinis, laboratorium pasif dan/atau surveilans dengan jenis HPHK yang ditemukan

yaitu Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI) , Rabies, Bovine Viral Disease,

Newcastle Disease, ORF, Scabies, Kaskado, IBD, MCF, Fowl Pox, Bovine

Page 21: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 21

Anaplasmosis, Bovine Babesiosis, Brucellosis, ILT, IBR, Marek Disease, EDS,

Dermatophilosis, Septicaemia Epizootica / SE, Theileriosis, Trypanosomiasis/ Surra

Rincian dari total 21 HPHK tersebut persebaranya secara rinci ada di 6

kabupaten/kota yang ada di Provinsi Gorontalo yang akan ditampilkan pada

lampiran Laporan Tahunan (Lampiran 12).

6. Kegiatan koleksi HPHK

UPT mempunyai fungsi melakukan Koleksi HPHK. Kegiatan koleksi HPHK

bertujuan untuk mengetahui dan mengumpulkan jenis HPHK yang ditemukan dalam

pengawasan terhadap lalulintas Media Pembawa karantina di lingkup Balai Karantina

Pertanian Kelas II Gorontalo.

Sampai dengan saat ini tidak ditemukan HPHK, sehingga kegiatan koleksi

HPHK dilakukan dengan mengumpulkan media pembawa HPHK dan membuat

kompilasi laporan HPHK yang dimungkinkan terbawa pada media pembawa yang

dilalulintaskan.

Dari kegiatan Koleksi HPHK di lingkup wilayah kerja BKP Kls II Gorontalo

dapat mengumpulkan beberapa jenis sampel media pembawa HPHK antara lain

DOC, Burung, Jangkrik, Daging Sapi, Daging Ayam, Sarang Burung Walet, Jerohan

Aayam, Jerohan Sapi, Kulit, Sosis Sapi, Sosis Ayam, Daging Sapi Olahan, Bakso,

pakan ternak dan dokumentasi media pembawa yogurt, ice cream serta ulas darah.

Ditahun 2016 tidak ada penambahan koleksi HPHK.

7. Kegiatan intersepsi HPH / HPHK

Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Gorontalo merupakan salah satu

teknis Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian (UPTKP) yang mempunyai

Tugas Pokok untuk melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan

tumbuhan, serta pengawasan keamanan hayati, hewani dan nabati guna membantu

Menteri Pertanian dalam penyelenggaraan Pemerintahan Negara dibidang pertanian.

Wilayah kerja BKP Kelas II Gorontalo sendiri meliputi Wilker Bandar Udara

Djalaluddin, Wilker Pelabuhan Laut Kota Gorontalo, Wilker Pelabuhan Kwandang,

Wilker Pelabuhan Anggrek, Wilker Pelabuhan Boalemo dan Wilker Kantor Pos Besar

Kota Gorontalo. Selama tahun 2016 BKP Kelas II Gorontalo secara rutin telah

melaksanakan kegiatan operasional Tindakan Karantina Hewan (TKH) di berbagai

wilker tersebut guna mendukung dalam menjaga keamanan sumber daya hayati dan

hewani yang berada di Provinsi Gorontalo.

Page 22: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 22

Dalam melakukan kegiatan operasional TKH tersebut BKP Kelas II Gorontalo

secara rutin pula melakukan pelaksanaan pemeriksaan, pengasingan, pengamatan,

perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan, dan pembebasan pada media

pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) yang dikenal dengan kegiatan

8P dan selama tahun 2016 dari Januari hingga desember, baik Media Pembawa

yang masuk maupun Media Pembawa yang dikeluarkan dari Provinsi Gorontalo ini

masih belum ada ditemukan yang menunjukkan gejala terkena atau terjangkit oleh

Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) baik itu dari Hewan, Bahan Asal Hewan

(BAH), dan Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH).

Tabel 8. Hasil Temuan HPHK Tahun 2016

No Nama HPHK *) Media Pembawa

(Hewan/BAH/HBAH)

Negara/Area

Asal/Tujuan

Tindak Lanjut

**)

1 2 3 5 6

Kegiatan Impor

1

NIHIL NIHIL NIHIL NIHIL 2

3

Kegiatan Ekspor

1

NIHIL NIHIL NIHIL NIHIL 2

3

Kegiatan Domestik Masuk

1

NIHIL NIHIL NIHIL NIHIL 2

3

Kegiatan Domestik Keluar

1

NIHIL NIHIL NIHIL NIHIL 2

3

Page 23: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 23

8. Kegiatan pengawasan keamanan hayati hewani

Laboratorium Karantina Hewan memiliki jumlah personil 1 (satu) Medik

Veteriner, 2 (dua) Paramedik Veteriner dan 1 (satu) Pengawas Mutu Hasil Pertanian

(PMHP). Kegiatan pengujian yang bisa dilakukan diantaranya adalah Uji HA HI AI

untuk pengujian titer antibodi Avian Infuenza pada unggas, Uji Organoleptik, Uji

Postma, dan Uji Residu formalin untuk Bahan Asal Hewan dan Hasil Bahan Asal

Hewan, serta uji RBT antigen untuk pemeriksaan Brucellosis pada Ruminansia.

Tabel 9. Pengawasan Keamanan Hayati Hewani Tahun 2016

No. Jenis Pemeriksaan Volume Frekuensi

1 ULAS DARAH 242 42

2 HA/HI AI 4019 1335

3 ORGANOLEPTIK 183 183

4 POSTMA 181 181

5 RBT 233 6

JUMLAH 4858 1747

Page 24: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 24

B. KARANTINA TUMBUHAN

Sesuai dengan Undang - Undang Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan,

Ikan dan Tumbuhan, BKP Kelas II Gorontalo mempunyai tugas pokok melakukan

pencegahan terhadap masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan

organisme penganggu tumbuhan karantina (OPTK) dari luar negeri ke dalam Wilayah

Negara Republik Indonesia dan tersebarnya dari suatu area ke area lain di dalam Wilayah

Negara Republik Indonesia, khususnya diseluruh wilayah wilayah kerja karantina pertanian

yang tersebar di Bandar Djalaluddin di Kab. Gorontalo, Pelabuhan Laut Kwandang di Kab.

Gorontalo, Kantor Pos di Kota Gorontalo, Pelabuhan Laut Gorontalodi Kota Gorontalo,

Pelabuhan Laut Anggrek di Kab. Gorontalo Utara dan Pelabuhan Laut Bualemo di Kab.

Bualemo Provinsi Gorontalo.

1. Impor

Selama tahun 2016 tidak terdapat kegiatan operasional tindakan karantina

pertanian terhadap impor, baik karantina hewan maupun karantina tumbuhan.

2. Ekspor

Kegiatan operasional Karantina Tumbuhan untuk Ekspor tahun 2016 di BKP

Kelas II Gorontalo meliputi kegiatan Ekspor diwilayah Provinsi Gorontalo. Jenis

tanaman yang diekspor adalah jenis Hasil Tanaman Mati (diolaj/ tidak diolah) berupa

Ekspor Minyak Sawit sebanyak 25.867.398 Kg (8 Kali) dengan Negara TujuanIndia,

Cina, Korea (South) dan Philipina. Kegiatan Ekposr tersebut dapat dilihat pada

Lampiran Laporan Tahunan (Lampiran 13)

3. Tindakan karantina hewan terhadap media pembawa OPTK yang diantar areakan

a. Domestik Masuk

Kegiatan operasional Karantina Tumbuhan untuk Domestik Masuk tahun

2016di BKP Kelas II Gorontalo meliputi kegiatan pemasukan antar area

diwilayah Provinsi Gorontalo.

Hasil Tanaman Hidup dan Benih

Berupa pemasukan bibit/benih tumbuhanAlpukat 2 btg (1 Kali) dari

Jawa Timur, Bibit Aglonema 80 btg (1 Kali) dari DKI Jakarta, Bibit

Anggrek/Bibit Anggrek Dendrobium 1501 btg (12 Kali) dari DKI

Jakarta;Jawa barat;Jawa Timur;Nusa Tenggara Barat; Sulawesi Selatan,

Bibit Anggur 4 btg (1 Kali) dari Jawa Timur, Bibit Anthurium 6 btg (1 Kali)

dari DKI Jakarta, Bibit Belimbing 35 btg 2 Kali dari Jawa Timur Bibit

Bougenfil 170 btg (1 Kali) dari Jawa Timur,Bibit Bromelia 75 btg (1 Kali)

dari Jawa Timur, Bibit Bunga Kamboja 50 btg (1 Kali) dari Jawa Timur,

Page 25: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 25

Bibit Cemara 975 btg (7 Kali) dari Jawa Timur, Bibit Cemara Norfolk 50

btg (1 Kali) dari Jawa Timur, Bibit Duku 1700 btg (2 Kali) dari Yogyakarta,

Bibit Durian 487 btg (4 Kali) dari Yogyakarta;DKI Jakarta;Jawa Timur,

Bibit Gaharu 1000 btg (1 Kali) dari Riau, Bibit Gandaria 10 btg (1 Kali)

dari Maluku, Bibit Jabon 4000 btg (1 Kali) dari Jawa Timur, Bibit Jambu

Air 2675 btg (5 Kali) dari Jawa Timur;Jawa Tengah;Riau;Sumatra

Utara;Yogyakarta, Bibit Jambu biji 2520 btg (1 Kali) dari Jawa Tengah,

Bibit Kaktus 30 btg (1 Kali) dari DKI Jakarta, Bibit Kelapa 10 btg (1 Kali)

dari Jawa Tengah, Bibit Kelapa Sawit 4600 btg (6 Kali) dari Sulawesi

Tengah, Bibit Kelengkeng 62 btg (5 Kali) dari Yogyakarta; DKI Jakarta,

Bibit Krisan 445 btg (4 Kali) dari Jawa Timur, Bibit Lada 1950 btg (4 Kali)

dari Yogyakarta;Sulawesi Selatan;Sulawesi Tengah;Surabaya, Bibit

Mangga 161 btg (3 Kali) dari Yogyakarta; Jawa Tengah; Jawa Timur, Bibit

Mawar 995 btg (6 Kali) dari Jawa barat;Jawa Timur, Bibit Nangka 93 btg

(3 Kali) dari Jawa Timur; Jawa Tengah; Jawa Timur, Bibit Nilam 106.000

btg (4 Kali) dari DKI Jakarta; Sulawesi Tenggara, Bibit Pala 10000 btg (1

Kali) dari Ternate, Bibit Palem 450 btg (1 Kali) dari Jawa Timur, Bibit

Philodendron 130 btg (2 Kali) dari Jawa Timur, Bibit Puring Jet 785 btg (5

Kali) dari DKI Jakarta; Jawa Timur, Bibit Salam/Bibit Sawo 4 btg (1 Kali)

dari DKI Jakarta, Bibit Soka 90 btg (1 Kali) dari Jawa Tengah;Yogyakarta,

Bibit Sukun 2610 btg (2 Kali) dari Jawa Timur, Bibit Tanaman Buah 5 btg

(1 Kali) dari Jawa Timur, Bibit Tanaman Hias 3855 btg (14 Kali) dari DKI

Jakarta; Jawa Tengah;Jawa Timur, Bibit Tanaman Obat 7 btg (1 Kali)

dari Boyolali, Bibit Walisongo 170 btg (1 Kali) dari Jawa Timur,

Bidadari/Jujube 3 btg (1 Kali) dari Yogyakarta, Bonsai Cemara Udang 1

btg (1 Kali) dari DKI Jakarta, Duku 500 btg (1 Kali) dari Yogyakarta,

Durian100 btg (1 Kali) dari Sulawesi Tengah, Markisa/Buah Naga 21 btg

(1 Kali) dari Jawa Tengah; Jawa Timur, Bunga Aster;Bunga Krisan 2490

btg (4 Kali) dari Jawa Timur, Bunga Mawar 750 btg (3 Kali) dari DKI

Jakarta; Jawa Barat; Jawa Timur, Bunga Pikok 50 btg (1 Kali) dari Jawa

Timur, Cabe Jamu 100 btg (1 Kali) dari Jawa Timur, Cengkeh 50 btg (1

Kali) dari Sulawesi selatan, Kedondong 40 btg (1 Kali) Jawa Timur,

Kelor;Ketapang biji;Lada Biji 33 btg (1 Kali) dari Yogyakarta; Jawa Timur;

Jawa Barat,Matoa 5000 btg (1 Kali) dari Jawa Timur, Pandan 200 btg (1

Kali) dari Jawa Timur, Pucuk merah 1965 btg (7 Kali) dari DKI

Jakarta;Jawa Timur, Rosemery 50 btg (1 Kali) dari Jawa Timur, Sereh

Wangi 2700 btg (1 Kali) dari Jawa DKI Jakarta, Srikaya 2500 btg (1 Kali)

Page 26: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 26

dari Jawa Jawa Timur, Tanaman hias 35 btg (1 Kali) dari Jawa Jawa

Timur.

Hasil Tanaman Hidup (bukan benih)

Berupa pemasukan Andewi 80 kg (3 Kali) dari Jawa Timur,Benih

Padi 110 kg (1 Kali) dari Jawa Timur, Buah Anggur 292 kg (1 Kali) dari

DKI Jakarta,Buah Apel 112 kg (1 Kali) dari DKI Jakarta, Buah Jambu 2 kg

(1 Kali) dari Jawa Timur, Buah Jeruk 5 kg (1 Kali) dari Kalsel, Buah Kiwi

180 kg (1 Kali) dari DKI Jakarta, Buah Merah 470 kg (2 Kali) dari Papua

Barat, Buah Salak 5 kg (1 Kali) dari Yogyakarta, Buah-buahan 15 kg (1

Kali) dari Jawa Timur, Cabe 3.329 kg (9 Kali) dari Jawa Timur, Sulsel,

Kedelai 35 kg (1 Kali) dari Jawa Timur, Ketimun 80 kg (1 Kali) dari Jawa

Barat, Paprika 383 kg (4 Kali) dari Yogyakarta, DKI Jakarta,Petai 23 kg (1

Kali) dari Sulsel, Sayuran Brokoli 390 kg (5 Kali) dari Jawa Timur, DKI

Jakarta, Sayuran Buncis, Sayuran Lobak 140 kg (2 Kali) dari Jawa Timur,

Sayuran Sawi 205 kg (4 Kali) dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Sayuran

Segar, Sayuran Wortel 85 kg (2 Kali) dari Jawa Timur, Selada 170 kg (3

Kali) dari Jawa Timur, Seledri Segar 10 kg (1 Kali) dari Jawa Timur,

Tembakau Kering 262 kg (1 Kali) dari Surabaya, Tomat 105 kg (2 Kali)

dari Jawa Timur, Tomat 41.500 kg 36 (Kali) dari Sulawesi Tengah.

Hasil Tanaman Mati (diolah/Tidak Diolah)

Buah Merah 120 kg (1 Kali) dari Manokwari, Jamur 140 kg (3 Kali)

dari DKI Jakarta, Ketimun 150 kg (1 Kali) dari DKI Jakarta / Paprika 240

kg (2 Kali) dari DKI Jakarta, Sayuran Brokoli 540 kg (4 Kali) dari DKI

Jakarta, Sayuran Buncis 25 kg (1 Kali) dari Jawa Timur, Sayuran Lobak

30 kg (1 Kali) dari Jawa Timur, Sayuran Segar 1.709 kg (17 Kali) dari DKI

Jakarta, Sayuran Wortel 45 kg (1 Kali) dari Jawa Timur Selada 50 kg (1

Kali) dari DKI Jakarta, Beras 2.286.442 kg (339 Kali) dari Sulawesi

Tengah, Cengkeh 18.500 kg (7 Kali) dari Sulawesi Tengah, Dedak 72.000

kg (9 Kali) dari Sulawesi Tengah, Jagung Biji 150.800 kg (6 Kali) dari

Sulawesi Tengah, Kemiri 4.500 kg (7 Kali) dari Sulawesi Tengah, Kopra

17.000 kg (3 Kali) dari Sulawesi Tengah,Tembakau Kering 4.000 kg (3

Kali) dari Nusa Tenggara, Barat dan Sulawesi Tengah, Buah Anggur 750

kg (1 Kali) dari Jawa Barat , Buah Apel 1.000 kg (1 Kali) dari Jawa Barat,

Buah Jeruk 1.000 kg (1 Kali) dari Jawa Barat, Buah Kelengkeng 500 kg (1

Kali) dari Jawa Barat, Buah Pir 1.000 kg (1 Kali) dari Jawa Barat, Buah

Page 27: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 27

Pisang 750 kg (1 Kali) dari Jawa Barat, Ubi Jalar 500 kg (1 Kali) dari Jawa

Barat.

Tabel 10. Resume Tindakan Karantina Tumbuhan (Tindakan 8P)

No Tindakan Karantina Tumbuhan

Ekspor DM DK

F V F V F V

I Benih/Bibit

1. Pemeriksaan Nihil Nihil 132 KALI 164.430 btg 40 KALI 73.464 btg

2. Pengasingan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

3. Pengamatan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

4. Penahanan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

5. Perlakuan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

6. Penolakan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

7. Pemusnahan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

8. Pelepasan Nihil Nihil 132 KALI 164.430 btg 40 KALI 73.464 btg

II

Hasil Tumbuhan Hidup Bukan

Benih

1. Pemeriksaan Nihil Nihil 314 KALI

1.909.186 kg

446 KALI

31.613.169 kg

2. Pengasingan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

3. Pengamatan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

4. Penahanan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

5. Perlakuan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

6. Penolakan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

7. Pemusnahan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

8. Pelepasan Nihil Nihil 314 KALI

1.909.186 kg

446 KALI

31.613.169 kg

III

Hasil Tumbuhan Mati (Diolah/tidak diolah)

1. Pemeriksaan 8

KALI 25.867.398

kg 399 KALI

3.809.211 kg

266 KALI 1.215.663 kg

2. Pengasingan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

3. Pengamatan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

4. Penahanan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

5. Perlakuan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

6. Penolakan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

7. Pemusnahan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

8. Pelepasan 8

KALI 25.867.398

kg 399 KALI

3.809.211 kg

266 KALI 1.215.663 kg

IV Media Pembawa/ Benda Lain

1. Pemeriksaan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

2. Pengasingan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

3. Pengamatan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

Page 28: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 28

4. Penahanan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

5. Perlakuan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

6. Penolakan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

7. Pemusnahan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

8. Pelepasan Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil

Kegiatan Domestik Masuk melalui wilayah kerja lingkup Balai Karantina

Pertanian Kelas II Gorontalo Tahun 2016 ada pada Lampiran Laporan Tahunan

(Lampiran 14)

b. Domestik Keluar

Kegiatan operasional Karantina Tumbuhan untuk Domestik Keluar di BKP Kelas

II Gorontalo tahun 2016 meliputi kegiatan pengeluaran antar area diwilayah Provinsi

Gorontalo.

Hasil Tanaman Hidup dan Benih

Berupa pengeluaran Bibit Anggrek 236 btg 5 (Kali) DKI Jakarta, Bibit

Jeruk 11 btg 3 (Kali) Jawa Timur, Bibit Nangka 2 btg 1 (Kali) Sulsel, Bibit

Pisang 5 btg 2 (Kali) DKI Jakarta, Bibit Puring Jet 44 btg 1 (Kali) Sulsel,

Bibit Teratai 3 btg 1 (Kali) Sumatra Utara, Bonsai 10 btg 4 (Kali) Jawa

Barat , Buah Buni 4 btg 1 (Kali) Jambi, bunga Cocor Bebek 2 btg 1 (Kali)

Sulsel, Cengkeh 40.510 btg 5 (Kali) Yogyakarta, Jawa Tengah, Jambu bol 9

btg 1 (Kali) Sumatra Utara, Bibit Durian 10 btg 1 (Kali) Sulawesi Tengah,

Bibit Jabon 26 btg 2 (Kali) Sulawesi Tengah, Bibit Kakao 2000 btg 1

(Kali) Sulawesi Tengah, Bibit Kayu Trembesi 2500 btg 1 (Kali) Sulawesi

Tengah, Cengkeh 530 btg 6 (Kali) Sulawesi Tengah , Mahoni 150 btg 1

(Kali) Sulawesi Tengah, Kelapa Bulat 1000 btg 1 (Kali) Jawa Barat.

Hasil Tanaman Hidup (bukan benih)

Berupa pengeluaran Buah Jeruk 201 kg 5 (Kali) Sulawesi Selatan,

Buah Jeruk Asam 80 kg 1 (Kali) Sulawesi Selatan, Buah Jeruk Lemon 217

kg 2 (Kali) Sulawesi Selatan, Buah Mangga 29 kg 2 (Kali) Kalimantan

Timur, Buah Pepaya 6 kg 1 (Kali) Jawa Timur, Buah Pisang 153 kg 2 (Kali)

DKI Jakarta, Cabe 91953 kg 191 (Kali) DKI Jakarta dan Jawa Timur,

Cengkeh 1 kg 1 (Kali) Sumatra Barat, Kayu Gaharu 262 kg 8 (Kali)

Bandung, DKI Jakarta, Pinang Biji 10 kg 1 (Kali) Sulawesi Tengah, Sayuran

Sawi 16 kg 1 (Kali) Kalimantan Timur, Selada 50 kg 1 (Kali) DKI Jakarta,

Vanili 240 kg 3 (Kali) Yogyakarta, Balak Kayu Kelapa 118000 kg 24 (Kali)

Jawa Timur, Buah Apel 11470 kg 11 (Kali) Sulawesi Tengah , Buah Jeruk

1800 kg 3 (Kali) Sulawesi Tengah, Buah Pepaya 250 kg 1 (Kali) Sulawesi

Page 29: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 29

Tengah, Buah Pir 100 kg 1 (Kali) Sulawesi Tengah, Buah Salak 600 kg 2

(Kali) Sulawesi Tenggra, Cabe 1725 kg 8 (Kali) Sulawesi Tengah, Jagung

11.110.290 kg 4 (Kali) Kalimantan Selatan, Banten dan Jawa Timur, Jahe

250 kg 1 (Kali) Sulawesi Tengah, Kacang Tanah 2800 kg 3 (Kali) Sulawesi

Tengah, Kakao Biji 500 kg 1 (Kali) Sulawesi Tengah, Kedelai 1000 kg 1

(Kali) Sulawesi Tengah , Kelapa Bulat 15000 kg 2 (Kali) JAWA TIMUR,

Kelapa Serabut 10000 kg 1 (Kali) DKI Jakarta, Kentang 9375 kg 10 (Kali)

Sulawesi Tengah, Sayuran Kubis 668 900 kg 135 (Kali) Sulawesi Tengah,

Sayuran Sawi 2000 kg 1 (Kali) Sulawesi Tengah, Sayuran Wortel 4260 kg 3

(Kali) Sulawesi Tengah, Tomat 1000 kg 2 (Kali) Sulawesi Tengah, Cengkeh

21000 kg 2 (Kali) Jawa Timur, Jagung 14.236.470 kg 6 (Kali) Sumatra

Utara, Kakao Biji 14000 kg 1 (Kali) DKI Jakarta, Kelapa Bulat 11200 kg 1

(Kali) Jawa Timur, Jagung Biji 5256100 kg 2 (Kali) Kalimatan Selatan, Jawa

Tengah.

Hasil Tumbuhan Mati (diolah/tidak diolah)

Berupa pengeluaran Bibit Jeruk sebanyak 295 kg 11 (Kali) Jawa

Timur, Bonsai 197 kg 6 (Kali) Bali, Cengkeh 49.210 kg 5 (Kali) Sumatra

Selatan, Kayu Gaharu 32 kg 305 (1 Kali) DKI Jakarta, Kayu Sawo 12 kg 1

(Kali) DKI Jakarta, Kelor 21 kg 1 (Kali) DKI Jakarta, Mahoni 45 kg 1 (Kali)

DKI Jakarta, Balok Kayu Kelapa 463.242 kg 66 (Kali) Jawa Timur, Bibit

Livistona 716.800 kg 133 (Kali) Sulawesi Tengah, Cengkeh 550 kg 2 (Kali)

Sulawesi Tengah, Damar 127.230 kg 8 (Kali) Jawa Timur, Kacang Coklat

1000 kg 1 (Kali) Sulawesi Tengah, Kentang 1000 kg 1 (Kali) Sulawesi

Tengah, Ketimun 450 kg 1 (Kali) Sulawesi Tengah, Sayuran Kubis 86.450

kg 18 (Kali) Sulawesi Tengah.

Kegiatan Domestik Keluar melalui wilayah kerja lingkup Balai Karantina

Pertanian Kelas II Gorontalo Tahun 2016 ada pada Lampiran Laporan Tahunan

(Lampiran 15) dan Perkembangan Hasil Pelaksanaan Tindakan Pemeriksaan

dan Pembebasan Karantina Tumbuhan di BKP Kelas II Gorontalo Selama 5

Tahun terakhir dapat dirinci pada lampiran Laporan Tahunan (Lampiran 16)

4. Penggunaan Sertifikasi Dokumen Karantina Tumbuhan

Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo dalam setiap kegiatan

operasional tindakan karantina tumbuhan diwujudkan dengan pengisian sertifikasi

dokumen Tindakan Karantina Tumbuhan, hal ini sesuai dengan Surat Keputusan

Menteri Pertanian tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Dokumen dan

Page 30: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 30

Sertifikat Karantina Tumbuhan. Dokumen dan sertifikat karantina Tumbuhan yang

digunakan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo adalah sebagai berikut :

Tabel 11. Penggunaan Dokumen Karantina Tumbuhan

No Jenis Dokumen

KT

Jumlah Awal Jumlah

Pemakaian

Saldo

1. KT - 9 4281 4044 237

2. KT – 12 3058 2828 230

3. KT – 10 632 383 249

5. Kegiatan Pemantauan Daerah Sebar OPTK

Salah satu fungsi dari Karantina Pertanian adalah melaksanakan

Pemantauan Daerah Sebar OPT/OPTK. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui

keberadaan dan/atau penyebaran Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina di

dalam wilayah Negara Republik Indonesia dan Wilayah Provinsi Gorontalo pada

khususnya.Pemantauan daerah sebar OPT/OPTK Balai Karantina Pertanian Kelas

II Gorontalo Tahun 2016 dilakukan khusus pada Komoditi unggulan daerah,

komodoti benih ex-impor, serta mengkonfirmasi temuan pemantauan OPTK tahun

sebelumnya. Pemantauan dilakukan di 5 kabupaten 1 kota di propinsi Gorontalo.

Hasil pemantaun diperoleh 6 OPTK A2 yaitu Bacterial leaf blight pada padi

Burkholderia glumae, cendawan penyebab bulai pada jagung Peronosclerospora

philipinensis, Cendawan penyebab penyakit cambuk api pada tebu Ustilago

scitaminea, Kepik hitam pada padi Paraeucosmetus pallicornis, Kutu putih

Dysmicoccus brevipes dan Cococnut Red Mite pada kelapa Raolia indica.Hasil

kegiatan Pemantauan secara detail dapat dilihat pada Lampiran 17.

6. Kegiatan koleksi OPTK

Koleksi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) adalah kegiatan untuk

mengawetkan dan menjaga suatu OPT atau bagian- bagiannya atau tanaman

yang menjadi tempat keberadaan OPT tersebut agar tetap bentuk morfologinya

dan atau sifat biologinya, serta diberi keterangan dan didatabasekan sehingga

dapat dilakukan penulusuran atau perkembangbiakan ulang.Pembuatan koleksi

specimen penyakit tumbuhan dan specimen serangga hama/ arthropoda dewasa

ini sudah menjadi kebutuhan, sekaligus merupakan kewajiban bagi setiap negara

Page 31: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 31

anggota Word Trade Organization (WTO) untuk melakukannya, sebagaimana

tertuang didalam International Standart for Phytosanitary Measure (ISPM) nomor 6

dan 17. Indonesia sebagai salah satu negara anggota WTO tidak bisa melepaskan

diri dari tuntutan tersebut, sehingga cepat atau lambat “ Koleksi specimen penyakit

tumbuhan dan serangga hama/ arthropoda” harus dibuat dan harus dimiliki.Tahun

2016 Koleksi Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo Nihil, tidak ada koleksi

specimen yang dilakukan baik OPT/OPTK jadi tidak ada penambahan koleksi dari

tahun sebelumnya. Beberapa koleksi Tahun 2016 sudah rusak dan sebagian

dilakukan pemeliharaan dengan cara mengganti label koleksi.

7. Kegiatan Intersepsi OPT/OPTK

Selama tahun 2016 kegiatan intersepsi tindakan karantina tumbuhan

ditemukan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada komoditas Jagung

Tribolium castanerum, pada komoditas Jahe Fusarium oxysporum f.sp.zingiberi,

pada komoditas CabeSpodoptera litura, dan Thrips, Aphid sp.Dari hasil Intersepsi

Lab KT Tahun 2016 tidak ditemukan OPTK berdasarkan Permentan No. 51 Tahun

2015 tentang Jenis Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina. Hasil kegiatan

intersepsi secara detail dapat dilihat pada Lampiran 18.

8. Kegiatan pengawasan keamanan hayati nabati

Laboratorium Karantina Tumbuhan memiliki jumlah personil 1 (satu) POPT

Ahli Muda, 2 (dua) POPT Ahli Pertama, dan 2 (dua) POPT Terampil Pelaksana.

Kegiatan pengujian yang bisa dilakukan diantaranya adalah dengan metode

identifikasi morfologi dengan kategori serangga dan tungau dan pemeriksaan

langsung/ Agar Test dengan kategori Cendawan.

Tabel 12. Pengawasan Keamanan Hayati Nabati Tahun 2016

No. Kategori Metode Jumlah

1. Serangga dan

Tungau

Identifikasi Morfologi 60

2. Cendawan Pemeriksaan Langsung dan Agar Test 109

Jumlah 169

Page 32: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 32

C. PENGAWASAN DAN PENINDAKAN TINDAK PIDANA KARANTINA

Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo salah satu Unit Pelaksana Teknis

Badan Karantina Pertanian yang ada di Provinsi Gorontalo. Provinsi Gorontalo terdiri

1 (satu) kota dan 5 (lima) Kabupaten (kota Gorontalo, kabupaten Gorontalo,

kabupaten Boalemo, kabupaten Pohuwato, kabupaten Bone Bulango dan kabupaten

Gorontalo Utara). Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo membawahi 5

wilayah kerja yaitu wilker Bandara Djalaludin di Gorontalo, wilker Pelabuhan laut

Gorontalo dan wilker kantor pos di kota Gorontalo, wilker Kwandang-Anggrek di

Gorontalo Utara, dan wilker Boalemo di Boalemo. Balai Karantina Pertanian Kelas II

Gorontalo senantiasa menjalin hubungan yang baik dengan instansi-instansi terkait

baik Pemerintah daerah maupun instansi terkait di seluruh wilayah kerja dan para

stake holder/ pengguna jasa agar terjalin sinergi yang baik terhadap pelaksanaan

tugas pokok dan fungsi perkarantinaan.

1. Kegiatan pemantauan dan pengawasan pelaksanaan peraturan perundang-

undangan perkarantinaan hewan/tumbuhan dan keamanan hayati

hewani/nabati.

Pengawasan dan pemantauan tempat pengeluaran / pemasukan yang belum

di tetapkan, dengan tujuan mengumpulkan bahan informasi sebagai bahan

pertimbangan pelaksanaan pengawasan dan penindakan di bidang karantina

hewan dan karantina tumbuhan dalam rangka melindungi sumber daya alam

hayati dari ancaman HPHK/OPTK dan pangan yang dapat membahayakan

kesehatan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan selama periode Agustus –

Desember 2016 dengan target pelabuhan yang dikunjungi 9 Pelabuhan yaitu :

Pelabuhan Gentuma dan Sumalata di Kabupaten Gorontalo Utara, Pelabuhan

Dulupi dan Bilato di Kab. Boalemo, Pelabuhan Tongo dan Inengo di Kab.

Bone bolango dan Pelabuhan Batudaa Pantai dan Taula’a di Kabupaten

Gorontalo.Hasil selama pengawasan ada dugaan pemasukan sapi, kerbau

dan kayu kelapa dari maluku utara melalui pelabuhan Bilato dan Batudaa

Pantai tanpa disertai dokumen karantina serta tidak dilaporkan ke petugas

karantina. Pelabuhan yang lain tidak ada laporan pemasukan media

pembawa wajib periksa karantina pertanian, hanya ada kegiatan perikanan.

Sehingga hal ini perlu ada peningkatan pengawasan, koordinasi dan

sosialisasi berkelanjutan.

Page 33: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 33

2. Kegiatan penyebaran informasi/sosalisasi peraturan perundang-undangan,

juklak/juknis/manual, surat edaran, sistem dan prosedur pelaksanaan

operasional perkarantinaan hewan/tumbuhan untuk mencegah/meminimalkan

adanya pelanggaran. Upaya yang telah dilakukan BKP Gorontalo untuk

menunjang kelancaran kegiatan operasional perkarantinaan diantaranya :

a. Koordinasi karantina hewan maupun karantina tumbuhan ditekankan

pada upaya pengenalan tugas pokok dan fungsi perkarantinaan serta

penyampaian informasi terkait dengan peraturan atau petunjuk

pelaksanaan tindakan karantina terhadap media pembawa yang wajib

periksa karantina maupun hal-hal lain yang terkait dengan

perkembangan situasi hama dan penyakit berikut antisipasinya

maupun adanya kebijakan pemerintah daerah

Koordinasi pengawasan tersebut dikemas dalam bentuk coffee

morning bertempat di Gedung Pertemuan Balai Karantina Pertanian

Kelas II Gorontalo pada hari Kamis tanggal 28 Juli 2016 pada pukul

08.00 WITA sampai selesai yang dihadiri oleh 35 Peserta, yang terdiri

dari perwakilan dari Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan

Provinsi Gorontalo, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam

Provinsi Gorontalo, Komunitas Kicau Mania Gorontalo dan pengguna

jasa Day Old Chick (DOC)

b. Kegiatan sosialisasi sebagai upaya kegiatan penyebaran informasi

kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dikemas dalam acara

Sosialisasi Peraturan Pemerintah no. 35 Tahun 2016, lingkup

Pelabuhan Laut Gorontalo dan Sosialisasi Peraturan Pemerintah no.

35 Tahun 2016

Sosialisasi Peraturan Pemerintah no. 35 Tahun 2016 bertempat di

terminal ruang tunggu bandara Djalaludin Gorontalo pada tanggal 6

oktober 2016 yang di dihadiri oleh 33 Peserta, yang terdiri dari Instansi

pemerintah yang ada dilingkup bandara Jalaluddin, perwakilan

maskapai penerbangan, pengguna jasa yaitu ekspedisi jasa

pengiriman barang di bandara dan pejabat fungsional dari wilayah kerja

bandara Jalaluddin.

Page 34: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 34

BAB IV

KEGIATAN LAIN – LAIN

A. Koordinasi/ Kerjasama dengan Instansi Terkait

Kegiatan Koordinasi dengan Instansi terkait dengan bentuk acara seperti:

1. Coffe Morning

Bertempat di Gedung Pertemuan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo

pada hari Kamis tanggal 28 Juli 2016 pada pukul 08.00 WITA sampai selesai

yang dihadiri oleh 35 Peserta, yang terdiri dari perwakilan dari Kepala Dinas

Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, Kepala Balai Konservasi Sumber

Daya Alam Provinsi Gorontalo, Komunitas Kicau Mania Gorontalo dan pengguna

jasa Day Old Chick (DOC)

2. Kunjungan pejabat struktural

Kunjungan Pejabat Struktural Kapolda Gorontalo dalam rangka penguatan

kerjasama dalam menjaga hewan dan tumbuhan yang dilalulintaskan.

3. Silaturahmi PJ Wilker

Kunjungan Penanggung Jawab Wilayah Kerja kepada instansi yang berkaitan

langsung dalam lingkup wilayah tersebut.

B. Apresiasi/ Sosialisasi/ Workshop/ Seminar

1. Sosialilsasi PP No. 35 Tahun 2016

Sosialisasi Peraturan Pemerintah no. 35 Tahun 2016 bertempat di terminal ruang

tunggu bandara Djalaludin Gorontalo pada tanggal 6 oktober 2016 yang di dihadiri

oleh 33 Peserta, yang terdiri dari Instansi pemerintah yang ada dilingkup bandara

Jalaluddin, perwakilan maskapai penerbangan, pengguna jasa yaitu ekspedisi

jasa pengiriman barang di Bandara.

2. Sosialisasi Karantina Pertanian

Sosialisasi dengan instansi terkait perihal perkarantinaan yang dilakukan di

wilayah kerja Bandara Djalaludin pada hari Kamis, 2 Juni 2016 yang disatukan

dengan acara pemusnahan komiditas hewan di wilayah tersebut.

3. Inhouse Training ISO Laboratorium 17025 : 2008

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka sosialisasi ISO 17025 untuk seluruh pegawai

BKP kelas II Gorontalo khususnya kepada mereka yang akan menajdi Tim ISO

17025 lingkup BKP kelas II Gororntalo. Acara ini berlangsung 2 hari, mulai tanggal

2 sampai dengan 3 Maret 2016

Page 35: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 35

C. Kegiatan Public Awareness

Kegiatan Public Awarness dilakukan dengan tema donor darah pada tanggal 1 Juni

2016 yang bertempat di Gedung Pertemuan BKP Kelas II Gorontalo.

D. Notification of Non – Compliance

Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo pada tahun 2016 tidak mendapatkan

catatan ketidaksesuaian di Negara tujuan saat melakukan ekspor komoditas

pertanian.

Page 36: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 36

BAB V

PERMASALAHAN DAN SOLUSI

A. Permasalahan

Dalam kurun waktu tahun 2016, selama melaksanakan kegiatan atau program Balai

Karangtina Pertanian Kelas II Gorontalo, pasti tidak luput dari permasalahan. Permasalahan

tersebut akan dijelaskan dalam point berikut ini:

1. Permasalahan yang ada dalam melakukan tindakan karantina di Balai Karantina

Pertanian Kelas II Gorontalo adalah kurangnya sumber daya manusia yang

profesional terutama petugas karantina hewan baik medik veteriner maupun

paramedik veteriner.

2. Posisi Wilker dengan Lokasi Tempat pemasukan/ pengeluaran mempunyai jarak

berjauhan.

3. Sarana prasarana pendukung seperti peralatan laboratorium, alat kerja serta

kendaraan operasional masih kurang.

4. Permasalahan-permasalahan yang perlu disampaikan terkait dengan pelaksanaan

Penatausahaan Barang Milik Negara antara lain:

a. Tanah Nup 4 dengan Luas 923 M² berlokasi di Jl. Raden Saleh (Ged.Pertemuan)

sudah satu lokasi dengan Tanah NUP 8 dengan Luas 1.659 M² dan telah

dilakukan penggabungan sertifikat an. Republik Indonesia Cq. Kementerian

Pertanian dengan total luas 2.556 M² berkurang seluas 26 M² belum dilakukan

perubahan pencatatan pada Aplikasi SIMAK-BMN dikarenakan menunggu

Rekomendasi APIP sesuai Arahan KPKNL Gorontalo

b. Tanah Nup 5 dengan total luas 1.260 M² memiliki 5 Sertipikat dan sudah

dilakukan penggabungan sertipikat an. Republik Indonesia Cq. Kementerian

Pertanian dengan Luas 1.246 M² berkurang sejumlah 14 M² belum dilakukan

perubahan pencatatan pada Aplikasi SIMAK-BMN dikarenakan menunggu

Rekomendasi APIP sesuai Arahan KPKNL Gorontalo.

c. Tanah Nup 9 dengan total luas 2.040 M² telah terbit sertipikat dengan luas 1.993

M² berkurang sejumlah 47 M² belum dilakukan perubahan pencatatan pada

Aplikasi SIMAK-BMN dikarenakan menunggu Rekomendasi APIP sesuai Arahan

KPKNL Gorontalo

d. Masih terdapat Gedung dan Bangunan yang belum dialih fungsikan (mis:

beberapa gedung kantor/gudang yang difungsikan tempat tinggal)

e. Terdapat Aset Peralatan dan Mesin dari Pengadaan Pengolah Data 2016 yang

masuk di Laporan Extrakomptabel senilai Rp. 550.500

Page 37: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 37

f. Masih terdapat barang yang dalam kondisi Rusak Berat yang belum diusulkan

Penghapusan ( direncanakan penghapusan pd tahun 2017)

B. SOLUSI

Permasalahan yang sudah disebutkan pada sub bab sebelumnya, ada yang sudah

dicarikan solusi dan ada yang sedang dilakukan penyelesaiannya. Untuk yang dalam

proses penyelasainnya adalah sebagai beikut:

1. Terkait, posisi Wilker dengan Lokasi Tempat pemasukan/ pengeluaran mempunyai

jarak berjauhan. Sudah dibuatkan jadual piket petugas ke tempat pemeriksaan yang

sesuai sehingga tidak terjadi ketumpukan di beberapa petugas saja yang sedang piket.

Selain itu akan diberikan voucher bensin untuk petugas sehingga membantu dalam

pelayanan perkarantinaan.

2. Terkait dengan Sarana prasarana pendukung seperti peralatan laboratorium, alat kerja

serta kendaraan operasional masih kurang. Tahun Anggaran 2017 Balai Karantina

Pertanian Kelas II Gorontalo melakukan pengadaan alat Laboratorium sehingga tidak

terjadi keterbatasan alat lab.

3. Terkait dengan permasalahan dalam pelaksanaan BMN, langkah-langkah strategis

yang dilakukan antara lain sebagai berikut:

a. Point 1 s/d 3 sudah dalam tahap Audit dari Tim Itjen sesuai SPT No. B-

199/PW.150/G.5/7/2016 tanggal 11 Juni 2016

b. Segera diusulkan Alih Status Penggunaan ke Es-1

c. Aset Peralatan dan Mesin dari Pengadaan Alat Pengolah Data Tahun 2016

dikarenakan nominal barang dibawah Rp.300.000

d. Segera dibuatkan SK Tim Penghapusan

Page 38: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 38

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Pelaksanaan kegiatan sampai tahun anggaran 2016 sebagaimana yang telah

diuraikan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Penyelenggaraan kegiatan sampai tahun 2016 baik penyelenggaraan administrasi

ketatausahaan maupun operasional perkarantinaan pada umumnya dapat berjalan

dengan baik. Namun dengan keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki berbagai

kendala masih dijumpai.

2. Pelaksanaan tugas pokok di Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo dan wilayah

kerjanya berjalan baik, dengan dukungan instansi terkait dan pemerintah daerah

setempat sebagai pemegang kebijakan di daerah.

3. Hasil analisa secara kualitatif atau kuantitatif pemantauan HPHK tahun 2016 terhadap 21

informasi status dan situasi HPHK tersebut berdasarkan hasil gejala klinis, laboratorium pasif

dan/atau surveilans dengan jenis HPHK yang ditemukan yaitu Low Pathogenic Avian Influenza

(LPAI) , Rabies, Bovine Viral Disease, Newcastle Disease, ORF, Scabies, Kaskado, IBD, MCF,

Fowl Pox, Bovine Anaplasmosis, Bovine Babesiosis, Brucellosis, ILT, IBR, Marek Disease, EDS,

Dermatophilosis, Septicaemia Epizootica / SE, Theileriosis, Trypanosomiasis/ Surra

4. Hasil pemantaun diperoleh 6 OPTK A2 yaitu Bacterial leaf blight pada padi Burkholderia glumae,

cendawan penyebab bulai pada jagung Peronosclerospora philipinensis, Cendawan penyebab

penyakit cambuk api pada tebu Ustilago scitaminea, Kepik hitam pada padi Paraeucosmetus

pallicornis, Kutu putih Dysmicoccus brevipes dan Cococnut Red Mite pada kelapa Raolia indica.

B. SARAN

Untuk lebih meningkatkan kinerja yang akan datang, beberapa hal yang perlu

mendapat perhatian sebagai berikut :

1. Perlu adanya dukungan teknis dan anggaraan untuk peningkatan sarana laboratorium

(alat, bahan) sebagai scientific base dalam rangka pemeriksaan uji diagnostik baik

komoditi hewan dan tumbuhan untuk menuju karantina yang tangguh dan terpercaya

dalam melindungi kelestarian sumber daya hayati, hewan dan tumbuhan, lingkungan

dan keanekaragaman hayati serta keamanan pangan.

2. Perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya pendidikan

bidang kesehatan hewan dan hama penyakit tanaman serta peningkatan

keterampilan/keahlian SDM.

3. Perlunya penyediaan sarana laboratorium yang representatif berikut SOP (Standart

Operation Procedur) yang terpercaya dengan akreditasi.

Page 39: RINGKASAN - bkpgorontalo.com · Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II ... telah melaksanakan pengadaan barang dan jasa guna mendukung kegiatan ... serta pengawasan dan

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA. 2016 39

4. Perlu adanya sosialisasi secara terus menerus kepada pengguna jasa.

5. Informasi-informasi yang diberikan oleh pusat sudah cukup baik dan lancar, oleh sebab

itu harus dipertahankan serta ditingkatkan.