laporan puskesmas ikhlas medan johor

Click here to load reader

  • date post

    30-Oct-2014
  • Category

    Documents

  • view

    260
  • download

    17

Embed Size (px)

description

laporan tentang puskesmas, bagian-bagian dalam kegiatan puskesmas sebagai bahan laporan tugas akhir.

Transcript of laporan puskesmas ikhlas medan johor

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-empat adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, maka diselenggarakan suatu program pembangunan nasional yang berkesinambungan dalam rangka program pembangunan yang menyeluruh, terarah, terpadu secara optimal untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia termasuk dibidang kesehatan Demi terwujudnya pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010, pemerintah telah berusaha menyelenggarakan berbagai bentuk pelayanan kesehatan. Salah satu di antaranya adalah pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok ataupun masyarakat (Azwar, 1999). Pada saat ini pemerintah telah berusaha meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan adanya penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan. Salah satu bentuk upaya pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah adalah dengan membentuk suatu wadah yaitu Puskesmas yang tidak hanya melibatkan petugas pelayanan kesehatan, tetapi juga melibatkan peran serta masyarakat. Puskesmas sebagai salah satu wadah pelayanan kesehatan dimana peran serta masyarakat dilibatkan didalamnya dengan lingkup daerah yang lebih kecil. Dengan kata lain, Puskesmas merupakan unit pelaksana dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja (Rifai, 2005). Pemerintah mengembangkan Puskesmas dengan tujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang sebagian terbesar masih tinggal di pedesaan. Puskesmas dibangun untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar, menyeluruh dan terpadu bagi seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah kerjanya (Muninjaya, 2004). Hal ini meliputi pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat pribadi (privat goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perseorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Hal kedua adalah pelayanan kesehatan masyarakat yang bersifat publik (public goods) dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemeliharaan kesehatan (Rifai, 2005).

2 Dalam menjalankan tugasnya sebagai tempat pelayanan masyarakat, puskesmas memiliki tugastugas pokok dan mempunyai tujuan yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan dari puskesmas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yang meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal diwilayah kerja puskesmas. Ada beberapa upaya bentuk upaya kesehatan yang ada di Indonesia, salah satunya adalah pelayanan kesehatan melalui puskesmas dan Rumah Sakit. Puskesmas kota medan era desentralisasi memiliki upaya kesehatan wajib yang meliputi promosi kesehatan, kesehatan lingkungan kesehatan ibu anak dan KB, perbaikan gizi, upaya pencengahan dan pemberantasan penyakit menular (P2M), upaya pengobatan dasar, pencatatan dan pelaporan. Disamping itu puskesmas mempunyai program pengembangan kesehatan yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan dimasyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan puskesmas yaitu upaya kesehatan sekolah, upaya kesehatan olah raga, upaya perawatan kesehatan masyarakat, upaya kesehatan kerja, upaya kesehatan gigi dan mulut, upaya kesehatan jiwa, upaya kesehatan mata, upaya kesehatan usia lanjut dan upaya pembinaan pengobatan tradisional. Dalam rangka optimalisasi pencapaian program profesi tersebut dilakukan peran perawat komunitas dalam hal ini adalah pelayanan keperawatan komunitas secara aktif harus mampu memberikan pelayanan kesehatan meliputi aspek promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kesehatan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat sebagai kesatuan yang utuh, melalui proses keperawatan komunitas untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal, sehingga mandiri dalam pencapaian upaya kesehatan (Rakernas, 1990 dalam Effendy, 1998). Keperawatan adalah ilmu yang berkenaan dengan masalah-masalah fisik, psikologis, sosiologis, budaya dan spiritual dari individu (Doenges, 1998). Proses keperawatan merupakan suatu kerangka yang memungkinkan keperawatan untuk mengidentifikasi keunikannya terhadap masyarakat. Proses keperawatan memudahkan identifikasi respon manusia terhadap masalah kesehatan. Respon manusia memperlihatkan perubahan kesehatan, kesejahteraan, dan gaya hidup (Atlen, 1998). Proses keperawatan juga diartikan sebagai suatu metode bagi perawat untuk memberikan asuhan keperawatan kepada klien (Nurjannah, 2005). Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan menumbuhkan perkembangan keterampilan keperawatan sebagai profesi.Disamping itu juga perlu dicapai

3 pemberian laporan asuhan keperawatan komunitas Dimana perawat sebagai tenaga kesehatan di komunitas tidak terlepas dari pengaruh adanya peningkatan tuntutan dari masyarakat. Dari hal tersebut proses profesi keperawatan komunitas berkontribusi dalam pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan, perlu diupayakan pengembangannya. Pendidikan dan pengembangan keperawatan perlu diarahkan untuk dapat menghasilkan perawat yang memiliki ilmu pengetahuan/ ilmu keperawatan yang mendalam dan menguasai metode ilmiah, serta menerapkannya dalam asuhan keperawatan pada klien, baik sebagai individu, keluarga, dan kelompok masyarakat tertentu. Proses pembelajaran dalam pendidikan profesi selalu membutuhkan suatu tatanan yang dapat mendukung peserta didik/mahasiswa keperawatan untuk mencapai penguasaan keterampilan profesional, termasuk keterampilan intelektual, sikap dan psikomotor. Pembelajaran klinik perlu dilakukan dalam pendidikan profesi & merupakan pembelajaran terpenting dalam memberikan pelayanan yang berkualitas pada masyarakat (Seminar Nasional keperawatan, 2008) Pengalaman belajar klinik atau lapangan pada pendidikan tinggi keperawatan mutlak diperlukan untuk menumbuhkan dan membina kemampuan dan sikap keperawatan profesional. Rumah sakit merupakan salah satu sarana penting untuk mengembangkan pengalaman belajar klinik. Pada pendidikan keperawatan yang berorientasi kepada masyarakat, PBK/L dilaksanakan pada beberapa tempat/fasilitas pelayanan kesehatan yang membentuk satu kesatuan: jaringan tempat praktik. Proses pendidikan tahap Program Profesi di Indonesia dilaksanakan dengan Pengalaman Belajar Klinik (PBL). Praktek Profesi bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa melalui penyesuaian profesional dalam bentuk pengalaman belajar lapangan secara komprehensif yang memberi kesempatan kepada mahasiswa menjadi terampil dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh secara teori pada pembelajaran pperkuliahan (tahap akademik) untuk diterapkan menjadi tindakan (psikomotor) pada keadaan nyata di lapangan (tahap profesi). Dengan adanya praktek keperawatan komunitas yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Pendidikan Profesi FK USU di Puskesmas Medan Johor diharapkan mampu mengembangkan program pelayanan kesehatan puskesmas, sehingga pelayanan kesehatan di puskesmas dapat lebih terintegrasi sesuai dengan tujuan kesehatan nasional demi tercapainya Indonesia Sehat 2010 serta menghasilkan lulusan perawat profesional.

4 1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Setelah menyelesaikan praktek program profesi ners keperawatan komunitas di Puskesmas Medan Johor, mahasiswa mampu melaksanakan asuhan keperawatan komunitas melalui proses keperawatan tahap pengkajian, perumusan diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi dengan fokus utama pelayan individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat. 1.2.2 Tujuan Khusus Sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai dalam PBL dipuskesmas, maka mahasiswa diharapkan mampu : Melakukan identifikasi terhadap program puskesmas yang meliputi program prioritas dan program pengembangan. Melakukan pengelolaan terhadap program puskesmas di era desentralisasi kota medan yang telah diidentifikasi. Ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan program puskesmas yaitu melaksanakan tugastugas pelayanan puskesmas baik didalam ruang maupun diluar ruangan. Melaksanakan praktek keperawatan komunitas secara profesional yang berlandaskan pada etika profesi keperawatan Indonesia. 1.3 Manfaat Diharapkan praktek program profesi ners keperawatan komunitas ini akan memberikan manfaat kepada : 1.3.1 Mahasiswa 1. Mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang didapat di tahap akademik kedalam situasi nyata dilapangan dengan menggunakan prinsip keperawatan komunitas dilapangan. 2. Meningkatkan kepercayaan diri dalam melaksanakan asuhan keperawatan dikomunitas. 1.3.2 Pengunjung Puskesmas Asuhan keperawatan komunitas yang komprehensif dan komunikasi yang terapeutik akan meningkatkan kepuasan klien terhadap pelayanan puskesmas. 1.3.3 Pegawai Pukesmas Saling berbagi informasi tentang teori dan konsep puskesmas serta secara bersamasama melaksanakan program puskesmas sehingga dapat meningkatkan profesionalisme kerja.

5 BAB 2 TINJAUAN TEORITIS Definisi Puskesmas adalah kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok (Depkes RI, 1991 dalam Effendy, 1998). Defenisi lain Puskesmas adalah unit organisasi pelayanan kesehatan terdepan yang mempunyai misi sebagai pusat pengembangan pelayanan kesehatan, yang melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu untuk masyarakat yang tinggal disuatu wilayah kerja tertentu (Muninjaya, 1999). Di Indonesia puskesmas merupakan tulang punggung pelayanan kesehatan