Laporan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah

of 18/18
11 - 12 Nopember 2013 Dibuat Oleh Siti Daulitah Abadi Yanti
  • date post

    01-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    686
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Laporan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah

  • 11 - 12 Nopember 2013

    Dibuat Oleh

    Siti Daulitah Abadi Yanti

  • 1. Tujuan Penulisan Karya Ilmiah

    Tujuan penulisan karya ilmiah itu sendiri merupakan karya tulis yang

    menyajikan gagasan deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan

    secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta di dukung oleh

    fakta, teori dan atau bukti-bukti empirik. Menurut Brotowijoyo, yang di kutip oleh

    Zaenal Arifin sebagai berikut. Karangan ilmiah adalah karangan ilmu

    pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan

    yang baik dan benar, serta untuk menyampaikan gagasan, memenuhi tugas dalam

    studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti

    perlombaan, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan/hasil penelitian.

    2. Manfaat Penulisan Karya Ilmiah

    Manfaat yang di berikan dalam menulis karya ilmiah sebagai berikut:

    1. Mengembangkan ketrampilan membaca yang efektif karena ia harus membaca

    berbagai rujukan sebelum menulis.

    2. Penulis mendapat kesempatan berlatih mengintegrasikan hasil bacaan dengan

    gagasan sendiri, kemudian mengembangkannya menjadi pemikiran yang lebih

    matang.

    3. Mengakrabkan penulis dengan kegiatan perpustakaan, seperti menggunakan

    katalog dalam mencari buku yang diperlukan.

    4. Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta

    dan data secara jelas dan sistematis.

    5. Dengan menulis karya ilmiah, penulis ikut menyumbang bagi perluasan

    cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

    3. Ciri-Ciri Dari Sebuah Karya Ilmiah

    1. Dari segi isi, karya ilmiah menyajikan pengetahuan yang dapat berupa

    gagasan, deskripsi tentang sesuatu atau pemecahan suatu masalah.

    2. Pengetahuan yang disajikan tersebut didasarkan pada fakta atau data (kajian

    empirik) atau pada teori-teori yang telah diakui kebenarannya.

    3. Sebuah karya ilmiah mengandung kebenaran yang objektif serta kejujuran

    dalam penulisan.

  • 4. Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku dan banyak menggunakan istilah

    teknis, di samping istilah-istilah yang bersifat denotatif.

    5. Sistematika penulisan mengikuti cara tertentu.

    4. Tempat Dan Waktu Pelaksanaan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah

    Kegiatan pelaksanaan pelatihan penulisan karya ilmiah berlangsung selama 2

    hari sejak tanggal 11 Nopember 2013 s/d 12 Nopember 2013, bertempat di Ruang

    Rapat I lantai 3 Rektorat Unmul Samarinda yang dibuka secara resmi oleh

    Pembantu Rektor I Unmul, Prof. Dr. H. Afif Ruchaemi., M.Agr, Sc.

    Peserta yang hadir 50 orang yang berasal dari lingkup Unmul seperti dosen,

    mahasiswa juga guru dari beberapa sekolah menengah atas di Kalimantan Timur

    serta Perguruan Tinggi Swasta di Samarinda.

    Kegiatan ini sebagai langkah konkrit untuk meningkatkan kemampuan dalam

    menulis karya ilmiah. Menulis karya ilmiah tidak menentu hal-hal yang sulit-sulit

    saja, tetapi yang terpenting bukan menjiplak karya orang lain dan sudah tentu

    harus melengkapi kaidah-kaidah yang sudah ditentukan sebelumnya.

    Dalam pelatihan ini penyampaian materi disampaikan oleh Prof. Dr. H.

    Rahmat Soeoed., MA beliau menyampaikan materi mengenai Tips Penulisan

    Journal Articles, sedangkan untuk materi mengenai Teknik Menulis Karya Ilmiah

    Yang Efektif disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Zaenab Hanim., M.Pd.

  • Dokumentasi Pelatihan

  • 5. Hasil Pelatihan

    Pengertian Karya Ilmiah

    Karya Ilmiah adalah karya tulis yang berisi pemaparan suatu pembahasan secara

    ilmiah (saintifik) oleh seorang penulis atau peneliti dan ditulis secara logis,

    metodologis dan sistematis sesuai tata cara penulisan yang disampaikan kepada

    pembaca dan diakui di bidang ilmu pengetahuan, teknologi atau seni (Wahyu Andika,

    2013; UM, 201).

    Karya Tulis Ilmiah ini ditulis untuk mencari jawaban suatu permasalahan, untuk

    membuktikan suatu kebenaran, actual dan memaparkan hal-hal yang baru atau sedang

    berkembang, dengan tema yang baru. Atau tulisan tersebut boleh tema yang sudah

    ditulis orang tetapi sifatnya lebih dikembangkan dari yang terdahulu.Tugas

    pustakawan dan dosen sebagai fungsional, bahkan juga mahasiswa tidak menerima

    ilmu pengetahuan semata, tetapi juga berusaha menyumbangkan dan

    mengembangkan ilmunya dengan belajar dan rajin menulis.

    Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah

    Kode etik adalah seperangkat norma yang perlu diperhatikan dalam penulisan

    karya ilmiah, berkaitan dengan pengutipan, perujukan, perijinan terhadap bahan yang

    digunakan, dan penyebutan sumber dan informan. Penulis harus jujur dalam

    pengembangan ide, bahan dan hasil karya orang dengan meyebutkan sebagai rujukan.

    Kalau tidak mencantumkan rujukannya, maka tulisan ini dipandang dalam kode etik

    sebagai pencurian atau plagiat. Plagiasi adalah pengambilan karya orang lain yang

    diakuinya sebagai karyanya sendiri tanpa merujuk kepada pemiliknya.

  • 6. Penutup

    Teknik penulisan karya ilmiah merupakan satu pengetahuan baku yang harus

    dipelajari dan dipahami. Hal ini menunjukkan format penulisan yang formal dan

    standar, sehingga ada ketentuan menulis tulisan ilmiah yang teknikal: teratus,

    sistematis, logis, lugas, jelas dan tepat. Oleh karenanya, setiap penulis dan

    peneliti harus mendalaminya agar kualitas penulisan meningkat. Dalam

    kenyataannya, banyak penulis menulis skripsi, tesis, disertasi bahkan artikel

    ilmiah kurang memahami format gaya bahasa penulisan, sehingga ini

    mengurangi bobot penulisan. Itulah sebabnya pelatihan ini perlu diadakan untuk

    memperluas wawasan pustakawan dan penulis lainnya untuk artikel ilmiah yang

    membantu peningkatan karir dan keberhasilan studi.

    Semoga Hasil dari pelatihan ini dapat bermanfaat untuk semua dan semoga apa

    yang saya lakukan untuk sekolah ini selalu mendapat restu dan ridho Allah SWT.

    Amin.

    Samarinda, 18 November 2013

    Penyusun

    Siti Daulitah Abadi Yanti Nik. 009.06.2.062

    Tembusan Kepada :

    1. Yayasan Bunga Bangsa Islamic School

    2. Kepala Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa

    3. Kepala Sekolah SMP Islam Bunga Bangsa

    4. Wakasis SD Islam Bunga Bangsa

    5. Wakasis SMP Islam Bunga Bangsa

  • 7. Materi Pertama Pelatihan Tips Penulisan Journal Articles

    Apa Tujuan Anda Menulis Jurnal?

    Karena tuntutan administrasi yang tidak bisa ditolak

    Karena peningkatan karir yang berhubungan dengan profesi anda

    Kerena peningkatan disiplin diri dan personal Growth

    Karena ingin menciptakan gagasan baru, meningkatkan teori keilmuan

    Karena ingin mempersembahkan profesi, bidang dan ilmu pengetahuan anda

    Beberapa Tips Penulisan Jurnal

    Pilih topik yang paling tepat waktu dalam bidang keilmuan unik dan

    Current Interests

    Pilih topik yang paling sesuai dengan naskah anda

    Tentukan siapa yang menjadi pembaca jurnal anda

    Pelajari teknik atau style penulisan yang diterima oleh suatu jurnal tertentu

    Tulislah draft dahulu tanpa memperhatikan bnar dan salahnya, setelah itu

    baru ditulis balik dan diperhalus

    Lakukan kritik terhadap tulisanmu sendiri, bersikaplah seobjektif mungkin,

    namun anda harus fair

    Tips Untuk Penulisan Journal Articles

    Prof. Dr. Rahmat Soeoed, MA Prof. Dr. Zenab Hanim, M.Pd

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

    Universitas Mulawarman Samarinda

  • Beberapa Tips Penulisan Jurnal

    Carilah minimal dua orang yang dapat memberikan komentar dan Feedback

    dengan jujur agar anda dapat memperbaiki naskah anda

    Kirimkan jurnal anda yang sudah diedit dan dikemas sesempurna mungkin

    baik ditinjau dari segi style, penggunanan kata, ejaan, gramatika dan

    kejelasan

    Jangan mengirim sebuah artikel ke beberapa penerbit dalam waktu

    bersamaan

    Empat Langkah Penulisan Yang Baik

    (Hiemstra and Brier, 1994)

    1) Prewriting

    2) Text Development

    3) Revising As Appropriate

    4) Final Editing

    Empat Langkah Penulisan Yang Baik (Hiemstra and Brier,

    1994)

    Prewriting

    Temukan gagasan (Idea), Reviu Literatur yang sesuai, Brainstorming dengan

    kawan dan berpikirlah tentang problema pekerjaan anda sehari-hari

    Analisa bakal periodical dan pahami style persyaratan dan permintaannya

    Tentukan siapa yang akan menjadi sasaran jurnal anda

    Tetapkan tujuan anda dalam penulisan tersebut. Bangun Komitmen untuk

    melaksanakan rencana aktivitas anda

    Empat Langkah Penulisan Yang Baik (Hiemstra and Brier,

    1994)

    Revising As Appropriate

    Lakukan editing yang tepat

    Pastikan telah dilakukan pembetulan tulisan anda secara teknis

    Gunakan Spelling Dan Grammar Checker dengan baik

    Perhatikan konsistensi tulisan anda secara menyeluruh

  • 8. Materi Kedua Pelatihan Teknis Menulis Karya Ilmiah Yang

    Efektif

    Bagaimana Cara Menulis Karya Tulis Yang Baik Dan Efektif

    Semua mahasiswa, dosen, professor, bahkan pustakawan memerlukan dan

    dituntut harus menulis karya tulis yang baik, benar secara metodologis dan efektif

    sebagai karya tulis akademik, bahkan dapat dipublikasikan sehingga tulisan tersebut

    mengandung manfaat kepada orang lain, yaitu:

    Manfaat Secara Teoritis

    Sebagai tulisan akademik tulisan tersebut mengembangkan pengetahuan pada

    bidang ilmu yang ditulis sesuai dengan minat dan kompetensi penulisnya

    masing-masing.

    Manfaat Secara Praktis

    Tulisan tersebut bermanfaat kepada siapa saja yang terkait dan berkepentingan.

    Tulisan Karya Ilmiah Dapat Dibedakan Pada Dua Aspek:

    1. Aspek Tulisan Akademik

    Aspek tulisan akademik bagi mereka yang berstatus mahasiswa untuk menulis

    proposal dan hasil penelitian sebagai karya akhir.

    2. Aspek Tulisan Untuk Orang Awam

    Karya Ilmiah untuk tulisan orang awam tetapi berisi ide dan pengetahuan praktis

    yang bermakna untuk kehidupan masyarakat, seperti artikel di koran dan cerpen

    dengan gaya bahasa yang mudah dipahami oleh orang awam.

    Manfaat Tulisan Karya Ilmiah

    Penulis mengembangkan daya baca yang menambah wawasan keterampilan

    membaca yang efektif

    Penulis semakin terlatih berpikir logis dan kritis yang dibacanya

    Penulis semakin terlatih menggabungkan hasil bacaan dari beberapa sumber

    yang dapat disimpulkan menjadi hasil yang matang dan terkonsep

    Penulis dapat mengembangkan ide yang dituangkan dalam tulisan yang

    terkonsep

    Penulis semakin rajin menelaah bacaan di perpustakaan yang menyediakan

    berbagai sumber dan terampil dalam mencari informasi terkini

    Penulis semakin terampil untuk menyajikan informasi yang berupa fakta,

    konsep dan secara sistematis

    Penulis merasa bangga dalam pengembangan kemampuan intelektualnya dan

    hasil tulisan dapat menambah penghargaan dirinya

  • Ciri-Ciri Pokok Penulisan Karya Ilmiah Hasil Penelitian

    1. Artikel Hasil Penelitian

    Ciri pokok pertama dalam penulisan artikel hasil penelitian yang ditulis untuk

    jurnal memiliki ciri-ciri seperti berikut:

    - bagian yang memuat hal-hal penting saja (tidak menyeluruh hasil penelitian)

    - bagian yang paling penting untuk disajikan dalam jurnal adalah temuan

    penelitian, pembahasan hasil penelitian dan kesimpulan

    - bagian yang lain dipaparkan secara singkat saja

    Ciri pokok kedua, penulisan artikel hasil penelitian tidak ditulis secara teknik

    resmi, tetapi mengandung:

    - bagian (bukan bab)

    - sub bagian (bukan sub bab)

    Ciri pokok ketiga

    - prosedur penulisan artikel hasil penelitian ditulis sebelum laporan penelitian

    teknis resmi dibuat secara lengkap, tujuannya agar ada masukan dari pembaca

    untuk menyelesaikan laporan penelitiannya.

    - artikel hasil penelitian untuk jurnal ditulis setelah laporan penelitian teknis

    resmi dibuat.

    - artikel hasil penelitian yang diterbitkan untuk jurnal merupakan satu-satunya

    yang dibuat oleh peneliti sendiri karena artikel hasil penelitian yang diterbitkan

    dalam jurnal merupakan forum komunikasi yang efektif untuk

    mempublikasikan karya tulis seseorang.

    Bagaimana Mempublikasikan Tulisan Anda?

    1. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

    2. Koherensi antar paragraf, contoh: paragraf pertama terdiri dari ide pokok

    tulisan, sedangkan paragraph kedua atau berikutnya menguraikan isi

    paragraph sebelum dan saling terkait, dalam satu paragraph terdiri dari

    beberapa kalimat bukan satu kalimat

    3. Judul (aktual dan menarik pembaca)

    4. Paragraf awal (menggambarkan ide pokok dari isi artikel)

  • 2. Isi dan Sistematika Penulisan Artikel Hasil Penelitian

    Kalau kita menulis skripsi, tesis atau disertasi, maka setiap bagian diberi

    nominasi dengan angka atau abjad pada bab, bagian-bagian, dan sub bagian (lihat

    contoh lampiran 1 dan 2). Ini berbeda dengan penulisan artikel untuk jurnal.

    Adapun isi (batang tubuh) dan sistematika penulisan artikel hasil penelitian di

    antaranya memuat beberapa bagian:

    1. bagian awal artikel memuat:

    - judul artikel

    - nama penulis

    - sponsor kalau ada (ditulis pada catatan kaki)

    - abstrak dan kata kunci

    2. bagian isi (badan artikel) memuat bagian:

    - pendahuluan (bagian ini memuat latar belakang, rasional dan kajian pustaka)

    - metode (menguraikan prosedur dan tata cara penelitian dilakukan dalam

    beberapa paragraf tanpa sub bagian)

    - hasil penelitian (menguraikan bagian utama artikel yang dipaparkan dengan

    panjang yang menunjukkan temuan yang diperoleh dari kajian utama dan

    hasil analisis data)

    - pembahasan (menjawab permasalahan penelitian, menafsirkan temuan

    penelitian, mengintegrasikan hasil temuan dengan teori yang relevan bahkan

    menyusun teori baru)

    - kesimpulan dan saran (ringkasan bermakna dari hasil penelitian dan

    pembahasan dari pengembangan pokok-pokok pikiran, dan saran yang

    ditarik dari temuan dan kesimpulan)

    - daftar rujukan (daftar pustaka mengacu pada bahan pustaka yang dikutip

    dalam teks artikel secara lengkap sebagaimana yang tercantum dalam

    tulisan, mengikut pada tata cara yang benar sesuai abjad).

  • Ciri-Ciri Pokok Penulisan Karya Ilmiah Non Penelitian

    1. Penulisan Artikel Nonpenelitian

    Artikel nonpenelitian mengacu kepada semua jenis artikel yang bukan hasil

    penelitian. Artikel ini merupakan:

    - hasil pengembangan suatu model, contoh: Pembelajaran Berbasis Komputer,

    Perpustakaan Berbasis Teknologi, Penggunaan Perpustakaan Yang Efektif.

    - mendiskripsikan atau menguraikan fakta atau fenomena, contoh: pengenalan

    Kurikulum 2013 Kepada Guru-Guru.

    - menilai hasil suatu produk, contoh: Keefektifan Program Senayan, Manfaat

    Penggunaan Bahan Ajar.

    2. Isi dan Sistematika Penulisan

    Artikel nonpenelitian memuat hal penting yang ditulis tanpa pemberian bagian

    dan sub bagian dengan angka atau abjad (lihat lampiran 1 dan 2).

    a. Bagian Awal memuat:

    - Judul (yang mencerminkan isi secara tepat yang terkadang dalam artikel

    dengan pemilihan kata yang cermat dan menarik pembaca, actual dan

    bermakna dalam kehidupan

    - Nama penulis (nama penulis tidak mencantumkan gelar apapun, tetapi boleh

    mencantumkan alamat atau e-mail)

    - Abstrak dan kata kunci (abstrak ditulis dalam satu paragraf sebanyak 50-

    100 kata yang menggambarkan ringkasan isi artikel, bukan komentar

    redaksi. Abstrak ditulis dalam bahasa inggris atau bahasa indonesia dengan

    satu spasi dan masuk ke dalam dari garis margin).

    b. Bagian Inti (ini tergantung kepada ragam topik yang dibahas, ia lebih

    menguraikan dan mengorganisasikan pada isi utama yang menggambarkan

    topik untuk paparan selanjutnya baik dalam bentuk bagian atau sub bagian).

    c. Penutup (pada bagian penutup artikel nonpenelitian berisi catatan akhir

    penulisan, namun ada pula yang berisi kesimpulan dari isi yang dibahas maka

    perlu menyantumkan kesimpulan.

    d. Daftar Rujukan (bahan pustaka yang ditulis mengacu pada bahan pustaka

    yang dikutip dalam teks artikel secara lengkap sebagaimana yang tercantum

    dalam tulisan).

  • Format Penulisan Karya Ilmiah

    Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tatacara atau pedoman

    penulisan ilmiah, baik dalam tulisan tugas akhir hasil penelitian, artikel dan makalah

    yaitu:

    1. Teknik Menulis Pengutipan

    Ada kutipan yang pendek (tiga baris) dan ada juga kutipan yang panjang atau

    lebih dari 40 kata (UM, 2010; Paul 2007). Apabila isi kutipan dalam teks tulisan

    berisi kurang dari 40 kata atau hanya sebanyak 3 baris, maka kutipan tersebut

    diberi tanda kutip pembuka dan penutup (...) dan menyatu dalam teks,

    sedangkan nama penulis, tahun atau halaman ditulis sebelumnya atau diakhiri

    kutipan.

    Contoh Kutipan Pendek:

    Zaenab Hanim (2004: 63) menyimpulkan hubungan antar anggota dalam

    pembelajaran kooperatif dapat melahirkan keterampilan sosila yang menjadikan

    anggota lebih interaktif dan efektif. Atau

    Salah satu ciri dampak positif pembelajaran kooperatif adalah hubungan antar

    anggota dalam pembelajaran kooperatif dapat melahirkan keterampilan sosial

    yang menjadikan anggota lebih interaktif dan efektif (Zaenab Hanim, 2004: 63).

    Apabila dalam pengutipan ada kata yang dihilangkan, kalimat yang dibuang

    tersebut diganti dengan tiga titik (...). Contoh:

    Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah ...

    diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru (Manan dalam UM, 1995: 278).

    Apabila dalam pengutipan ada kalimat yang dihilangkan, kalimat yang dibuang

    tersebut diganti dengan empat titik (....). Contoh:

    Gerakan manipulatif adalah keterampilan yang memerlukan koordinasi antara

    mata, tangan atau bagian tubuh lain .... yang termasuk gerak manipulatif antara

    lain adalah menangkap bola, menendang bola, dan menggambar (Asim dalam

    UM, 2010: 105).

  • Contoh Kutipan Panjang:

    Apabila kutipan langsung lebih dari 40 kata atau tiga baris ditulis terpisah dari

    teks masuk ke dalam (1,2 cm atau empat ketukan) dari kiri kanan garis margin

    yang mendahuluinya dan diketik satu spasi tanpa tanda kutip, cotoh:

    Zaenab Hanim (2004:68) menarik kesimpulan sebagai berikut:

    Dalam kelompok kerja pembelajaran kooperatif, guru memberi motivasi

    secara lisan (verbal) seperti perkataan guru yang mendorong siswa dalam

    bekerjasam, dan guru juga memotivasi secara nonverbal (perbuatan) seperti

    pemberian umpan balik terhadap tugas kelompok dan individu, serta

    pemberian penguatan terhadap siswa setelah aktivitas kerja kelompok yang

    kooperatif selesai.

    2. Teknik Menulis Rujukan

    Tata cara penulisan ditulis secara urut, seperti berikut:

    - nama penulis (dibalik dari belakang)

    - tahun terbitan

    - judul buku/bahan bacaan (diketik miring)

    - tempat penerbit (di belakangnya titik dua)

    - nama penerbit

    Contoh Rujukan dari Buku:

    Glasser, W. 1986. Control Theory in Classroom. New York: Harver and Row.

    Contoh Rujukan dari Tesis atau Disertasi:

    Hanim, Zaenab. 2004. Penggunaan Pembelajaran Kooperatif Dalam Matematik:

    Penyelidikan Tindakan di Sekolah Rendah Kalimantan Timur, Indonesia.

    Disertasi tidak diterbitkan. Malaysia: Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).

    Contoh Rujukan dari Jurnal:

    Gillies, R, M. 2003. The Behaviors, Interactions, and Perceptions of Junior High

    School Students during small-group learning. Journal Of Educational

    Psychology 95 (1): 137-147.

    Contoh Rujukan dari Internet secara Individu:

    Noor, I.H. M. 2006. Model Pelatihan Guru dalam Menerapkan Kurikulum

    Bahasa Inggris (Online). (Depdikbud. Go. Id/jurnal. Html), diakses 14 Mei 2006.

  • Contoh Rujukan dari Seminar:

    Hanim, Zaenab. 2013. Pengaruh Pendidikan Islam Dalam Perbuatan Halal.

    Makalah disajikan dalam Seminar Internasional Konferensi Antar Bangsa Islam

    Borneo VI (KAIB IV), Serawak, Malaysia, 17-18 September.

    3. Teknik Menulis Tabel

    Penggunaan tabel dapat dipandang sebagai salah satu cara yang sistematis

    untuk menyaikan data statistic dalam kolom-kolom dan lajur, sesuai dengan

    klasifikasi masalah (UM, 2010: 113).

    Tabel 4. Hasil Pengamatan Kemampuan Guru Menggunakan Pembelajaran

    Kooperatif Dalam Pengajaran Matematik Melalui Tindakan Kelas

    Kemampuan Guru: Frekwensi/rerata pada siklus I (9 sesi)

    Frekwensi/rerata Pada siklus I (10 sesi)

    Frekwemsi/rerata Pada siklus I dan III (5 sesi)

    Memotivasi pelajar 169 (18.77) 371 (37.10) 239 (47.80)

    Menstruktur PK 168 (18.66) 411 (41.10) 246 (49.20)

    Menilai Proses PK 157 (17.44) 377 (37.70) 221 (44.20)

    Jumlah 494 (4.87) 1159 (115.90) 706 (141.20)

    Penulisan tabel harus diberi judul untuk memberi identitasi tabel tersebut dan

    memudahkan mencari dengan penulisan yang sistematis, yaitu diberi:

    - nomor urut dari tabel yang ada

    - judul tabel bersangkut

    Judul tabel ditulis di atas agar pembaca mudah mencari dan merujuk isi tabel

    yang bersangkutan. Jika tabel lebih dari satu halaman, maka tabel berikutnya

    harus diberi kepala tabel. Judul ditulis di pinggir kiri dan huruf besar beserta

    nomor judul tabel. Apabila judul tabel lebih dari dua baris, maka judul baris

    kedua diketik sejajar dengan huruf awal judul dan diketik satu spasi. Sedangkan

    jarak tabel ditulis 3 spasi antara teks sebelum dan sesudah tabel.

  • 00,5

    1

    1,5

    2

    2,5

    3

    3,5

    4

    4,5

    5

    Category 1 Category 2 Category 3 Category 4

    Series 1

    Series 2

    Series 3 Aktiviti PK

    4. Teknik Menulis Grafik dan Gambar

    Gambar dapat berupa diagram, foto, grafik dan lainnya yang berisi data dan

    bertujuan untuk memperjelasisi dan makna untuk mempermudah pemahaman

    pembaca. Tata cara menampilkan gambar adalah sama dengan tabel harus diberi

    judul dan nomor, tetapi judul gambar ditulis di bawahnya, contoh:

    Grafik 4. 2 Keterampilan Kolaborasi Siswa Dalam Penggunaan Pembelajaran

    Kooperatif Melalui Tindakan Kelas

    Ada beberapa pedoman yang perlu diperhatikan dalam penulisan gambar

    (UM, 2010), yaitu:

    1. judul gambar diletakkan di bawah gambar dan cara penulisannya sama

    dengan judul tabel

    2. gambar harus sederhana untuk menyampaikan ide dan data yang disuguhkan

    3. gambar harus ditampilkan dengan sederhana dan hemat agar tidak

    mengurangi nilai penyajian data

    4. gambar yang banyak memakan tempat harus diletakkan pada halaman

    tersendiri

    5. penyebutan (penjelasan) adanya gambar seharusnya mendahului gambar

  • 6. gambar diacu dengan menggunakan angka, bukan dengan menggunakan kata

    di atas atau di bawah gambar

    7. gambar dinomori dengan menggunakan angka Arab seperti pada penomoran

    tabel.

    5. Teknik Menulis Bahasa dan Tanda Baca

    Penulisan karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, artikel dan makalah) harus

    menggunakan EYD dan bahasa yang standar agar diakui keilmiahannya.

    Kelugesan dan keformalan gaya bahasa diwujudkan dengan menggunakan

    kalimat pasif, kata-kata tidak emotif dan pribadi, dan tidak berbunga-bunga (UM,

    2010: 116). Hindari istilah yang digunakan dengan kata saya, kita,dan kami,

    tetapi kata subjek yang digunakan adalah: peneliti atau penulis, contoh:

    menurut penulis pendidikan karakter perlu diintegrasikan dalam setiap mata

    pelajaran yang menjadi tanggung jawab semua guru, sehingga kurikulum

    memerlukan perubahan.

    Penulisan tanda baca (.), koma (,), tanda seru (!), tanda kutif (), tanda

    persen(%), titik koma (;), dan titik dua (:) harus rapat dengan kata sebelumnya.

    Beberapa contoh penulisan tanda baca dapt dilihat sebagai berikut:

    Tidak Baku: Baku

    - Data dianalisis dengan teknik korelasi . - Data dianalisis dengan teknik

    korelasi

    - Kerjakan tugas ini sesuai jadwal ! - Kerjakan tugas ini sesuai

    jadwal!

    - Aspek ini meliputi tiga hal, yaitu : - Aspek ini meliputi tiga hal,

    yaitu:

  • Lampiran 1: Contoh dengan angka Untuk Penelitian

    BAB I: PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    1.2 Rumusan Masalah

    1.3 Tujuan Penelitian

    1.4 Manfaat Penelitian

    BAB II: KAJIAN TEORI

    1.1 Pengertian Motivasi

    1. 1.1 Motivasi Interinsik

    1. 1.2 Motivasi Ekstrinsik

    a. Teori Motivasi

    1.1 Teori Motivasi Maslow

    1.2 .....................................

    1.3 .....................................

    Lampiran 2: Contoh dengan abjad Untuk Penelitian

    BAB I: PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    B. Rumusan Masalah

    C. Tujuan Penelitian

    D. Manfaat Penelitian

    BAB II: KAJIAN TEORI

    A. Pengertian Motivasi

    1. Motivasi Intrinsik

    2. Motivasi Ekstrinsik

    B. Teori Motivasi

    1. ...............................

    2. ...............................

    3. ...............................