Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

download Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

of 104

  • date post

    14-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    1.186
  • download

    167

Embed Size (px)

Transcript of Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    1/104

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang MasalahDalam dunia pendidikan, suatu pendidikan dikatakan maju apabila mutu

    dari pendidikan itu meningkat sesuai dengan perkembangan jaman. Untuk

    mencapai hal tersebut salah satu bentuk usahanya adalah dengan peningkatan

    kemampuan profesional guru yang ditunjukan dengan kedalaman dan keluasan

    wawasan serta tanggung jawab.

    Hopkin mengemukakan: Berkaitan dengan isu-isu seputarprofesionslisme,

    praktik di kelas, kontrol sosial terhadap guru, serta kemanfaatan penelitian

    pendidikan. Dari segi profesionalisme, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) oleh

    guru dipandang sebagai suatu unjuk kerja seorang guru yang profesional karena

    studi sistematik yang dilakukan terhadap diri sendiri dianggap sebagai tanda

    (hallmark) dari pekerjaan guru yang profesional. (IGAK Wardhani dkk.

    2009:1.11).

    Diantara tujuan pendidikan nasional sesuai dengan pasal 1 UU Sisdiknas

    2003, adalah: mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan,

    kepribadian, dan ahlak mulia.

    Sebagai pengetahuan, matematika mempunyai ciri-ciri khusus antara lain :

    abstrak, deduktif, konsisten, hierarkis dan logis. Dengan ciri-ciri tersebut

    menyebabkan matematika tidak mudah untuk dipelajari, yang pada akhirnya

    banyak peserta didik yang kurang tertarik terhadap matematika (malah membenci

    atau alergi terhadap matematika). Ini berarti perlu ada jembatan yang dapat

    menghubungkan keilmuan matematika tetap terjaga dan matematika dapat lebih

    mudah dipahami. (Muhsetyo, dkk.2011:1.2)

    Persoalan mencari jembatan merupakan tantangan bagi seorang guru

    dalam menyajikan proses pembelajaran matematika untuk mencari dan memeilih

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    2/104

    2

    metode yang sesuai/tepat dalam menyajikan pembelajaran, sehingga pelajaran

    matematika menjadi menarik, mudah dipahami, menggugah semangat, dan

    menantang peserta didik terlibat, yang pada akhirnya menjadikan pesrta didik

    cerdas matematika.

    Berbagai usaha pembaharuan kurikulum, perbaikan sistem pengajaran,

    peningkatan kualitas kemampuan guru, dan lain sebagainya, merupakan suatu

    upaya ke arah peningkatan mutu pembelajaran. Banyak hal yang dapat ditempuh

    untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah bagaimana cara

    menciptakan suasana belajar yang baik, mengetahui kebiasaan dan kesenangan

    belajar peserta didik, agar pesrta didik bergairah dan berkembang sepenuhnya

    selama proses belajar berlangsung. Untuk itu seharusnya guru mencari informasi

    tentang kondisi mana yang dapat meningkatkan pembelajaran di sekolah dasar

    Maka dari itu penelitian semakin diperlukan untuk dilakukan oleh penulis,

    sebagai upaya pemecahan masalah dan peningkatan mutu pembelajaran

    matematika, dan penulis mengadakan penelitian tantang penerapan metode

    demonstrasi dapat memecahkan masalah peserta didik dalam meningkatkan

    kemampuan penguasaan materi operasi hitung penjumlahan pecahan yangpenyebutnya berbeda, sesuai dengan salah satu karakter anak SD yang senang

    merasakan atau melakukan/meragakan sesuatu secara langsung, dengan

    pembelajaran aktif (active learning) dan berorientasi pada siswa (student centre)

    kebermaknaan pembelajaran (meaningful learning) akan menyebabkan peserta

    didik menjadi terkesan, sehingga ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik akan

    tercapai.

    1. Identifikasi Masalah

    Berdasarkan pengalaman yang dilakukan Penulis di kelas V SDN

    Pagaden I Subang, pada hari Kamis 14 Maret 2013 setelah dilakukan proses

    pembelajaran pada mata pelajaran matematika, ditemukan masalah karena

    sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan ketika diberikan latihan dalam

    bentuk penyelesaian soal operasi hitung penjumlahan pecahan dengan penyebut

    yang berbeda. Dari 18 peserta didik yang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 9 orang

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    3/104

    3

    perempuan, hanya 10 orang peserta didik yang memperoleh nilai sesuai /lebih

    besar dari KKM (64), dan yang kurang berhasil sebanyak 8 orang peserta didik

    atau 44,44% masih di bawah KKM.

    Penulis akhirnya mencoba melakukan identifikasi masalah dari data yang

    ditemukan dalam pembelajaran dan berdiskusi bersama supervisor 2, identfikasi

    masalah berdasarkan kepada :

    a. Peserta didik masih banyak yang mendapatkan nilai di bawah KKM

    b. Respon peserta didik terhadap pembelajara sangat kurang

    c. Peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran, tidak ada yang

    bertanya,dan ketika diberikan pertanyaan pun mereka kurang berani dalam

    menjawab

    d. Kemampuan menyelesaikan soal - soal latihan yang diberikan guru rendah

    2. Analisis Masalah.

    Berdasarkan identifikasi masalah di atas, penulis bersama supervisor 2

    berusaha menganalisis penyebab kurangnya kemampuan peserta didik terhadap

    materi operasi hitung penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda pada

    pembelajaran Matematika adalah:

    a. Penjelasan guru terlalu cepat dan kurang rinci.

    b. Metode pembelajaran yang digunakan guru kurang tepat.

    c. Tidak mendemonstrasikan materi pembelajaran dengan alat peraga yang dapat

    menarik dan memotivasi belajar peserta didik.

    d. Guru tidak memotivasi peserta didik untuk bertanya.

    e. Guru kurang menggali potensi dan membangkitkan semangat atau aktuvitas

    belajar peserta didik, karena kurang memberi penguatan.

    B. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas yang menjadi pokok permasalahan

    pada penelitian ini adalah;

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    4/104

    4

    1. Apakah penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan

    peserta didik dalam penguasaan operasi hitung penjumlahan pecahan dengan

    penyebut yang berbeda ?

    2. Bagaimana penerapan metode demonstrasi untuk meningkatkan kemampuan

    peserta didik dalam penguasaan operasi hitung penjumlahan pecahan dengan

    penyebut yang berbeda pada pembelajaran Matematika ?

    C. Tujuan Penelitian Perbaikan PembelajaranTujuan Penelitian ini adalah :

    1. Penggunaan metoda demonstrasi diharapkan dapat meningkatkan

    kemampuan peserta didik dalam pembelajaran Matematika tentang operasi

    hitung penjumlahan pecahan yang penyebutnya berbeda.

    2. Penerapan metode demonstrasi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan

    peserta didik dalam pembelajaran Matematika tentang operasi hitung

    penjumlahan pecahan yang penyebutnya berbeda.

    3.

    D. Manfaat Penelitian Perbaikan PembelajaranBanyak manfaat yang dapat diraih dengan dilakukannya Penelitian

    Tindakan Kelas, terutama dalam komponen Pendidikan atau Pembelajaran di

    kelas antara lain mencakup:

    1. Bagi GuruMembantu guru memperbaiki pembelajaran, meningkatkan gaya

    mengajar,dan mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan, agar guru mampu

    menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kelasnya

    sehingga mutu pendidikan semakin meningkat.

    2. Bagi Peserta didikDapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam proses pembelajaran

    Matematika sehingga hasil belajar peserta didik diharapkan akan meningkat.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    5/104

    5

    3. Bagi SekolahPeningkatan kemampuan profesional para guru, perbaikan proses dan hasil

    belajar peserta didik, sehingga suasana pendidikan di SDN Pagaden I menjadi

    kondusif.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    6/104

    6

    BAB II

    KAJIAN PUSTAKA

    A. Metoda Pembelajaran1. Definisi Metoda

    Dalam bahasa Inggris, method berarti cara. Apabila kita kaitkan dengan

    pembelajaran, metode adalah cara yang digunakan guru dalam membelajarkan

    peserta didik agar terjadi interaksi dan proses belajar yang efektif dalam

    pembelajaran. Karena metode lebih menekankan pada peran guru, istilah metode

    sering digandengkan dengan kata mengajar, yaitu metode mengajar. Metode

    mengajar merupakan salah satu komponen yang dianggap penting dalam

    implementasi kurikulum atau dalam proses pembelajaran dan harus digunakan

    dalam kegiatan pembelajaran. Karena untuk mencapai tujuan pembelajaran

    maupun dalam upaya membentuk kemampuan pesrta didik diperlukan adanya

    suatu metode atau cara mengajar yang efektif.

    Penggunaan metode mengajar harus dapat menciptakan terjadinya

    interaksi antara peserta didik dengan peserta didik maupun peserta didik dengan

    guru sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal. Oleh

    karena itu, dalam memilih dan menerapkan metode mengajar guru harus

    mengutamakan untuk melakukan tindakan bagaimana caranya membelajarkan

    peserta didik supaya efektif dan maksimal dalam melakukan proses

    pembelajaran maupun memperoleh hasil belajar.

    2. Prinsip penggunaan metode mengajara. Harus memungkinkan dapat membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik

    lebih jauh terhadap materi pelajaran (curiosity).

    b. Harus memungkinkan peserta didik dapat memberikan peluang untuk

    berekspresi yang kreatif dalam aspek seni.

    c. Harus memungkinkan peserta didik belajar melalui pemecahan masalah.

    d. Harus memungkinkan peserta didik untuk selalu ingin menguji kebenaran

    sesuatu.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    7/104

    7

    e. Harus memungkinkan peserta didik untuk melakukan penemuan (inkuiri)

    terhadap sesuatu topik permasalahan.

    f. Harus memungkinkan peserta didik mampu menyimak.

    g. Harus memungkinkan peserta dididk untuk belajar secara mandiri

    (independent study).

    h. Harus memungkinkan peserta didik untuk belajar secara bekerja sama

    (cooperative learning).

    i. Harus memungkinkan peserta didik untuk lebih termotivasi dalam belajarnya.

    3. Tujuan Metode PembelajaranUntuk membantu memudahkan seorang guru dalam mencapai tujuan

    pembelajaran dan menyampaikan materi pelajaran supaya peserta didik tidak

    mengalami kesulitan di saat menerima pelajaran dan peserta didik tidak merasa

    bosan, sehingga proses pembelajaran efektif dan maksimal.

    4. Fungsi Metode Mengajara. Sebagai alat atau cara untuk mencapai tujuan pembelajaran.

    b. Sebagai gambaran aktivitas yang harus ditempuh oleh peserta didik dan guru

    dalam kegiatan pembelajaran.

    c. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan alat penilaian pembelajaran.

    d. Sebagai bahan pertimbangan untuk bimbingan dalam kegiatan pembelajaran.

    5. Jenis Metode PembelajaranBeberapa jenis metode mengajar yang kita kenal diantaranya yaitu:

    metode Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab, Simulasi, Pemberian Tugas, Kerja

    Kelompok, Demonstrasi (Modelling), Eksperimen, Pemecahan Masalah, Inkuiri,

    Karyawisata dan sebagainya.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    8/104

    8

    6. Metode DemonstrasiMetode demonstrasi merupakan metode mengajar yang menyajikan bahan

    pelajaran dengan mempertunjukan cara langsung pada objeknya atau cara

    melakukan sesuatu untuk mempertunjukkan sesuatu proses. Pengalaman belajar

    yang diperoleh melalui metode ini, meliputi kemampuan bekerja dan

    berfikir secara sisitimatis, dan mengamati obyek yang sebenarnya.

    Selama proses demonstrasi, guru sudah mempersiapkan alat-alat yang akan

    digunakan, menguasai bahan pelajaran, mampu mengorganisasi kelas, dan

    mampu melaksankan penilaian proses sehingga dalam pembelajaran dengan

    metoda demonstrasi peserta didik dapat terlibat secara aktif, kreatif, inovatif, dan

    menyenangkan.

    B. Penjumlahan Pecahan dengan Penyebut yang Berbeda1. Matematika dengan teori-teori Pembelajarannya

    Istilah matematika berasal dari bahasa Yunani mathein atau

    manthenein artinya mempelajari namun diduga kata atau ada hubungannya

    dengan kata sansekerta medha atau widya yang artinya kepandaian,

    ketahuan, atau intelegensi . ( Muhsetyo, dkk.2011:1.39)

    Matematika adalah ilmu deduktif, aksiomatik, formal, hierarkis, abstrak,

    bahasa simbol yang padat anti dan semacamnya sehingga para ahli matematika

    dapat mengembangkan sebuah sistem matematika.

    Dari paparan di atas dapat digambarkan bahwa kegiatan belajar

    matematika adalah sebagai berikut:

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    9/104

    9

    Gambar 4.1

    Strategi Pembelajaran Deduktif Matematika (Anitah W, dkk.2008:1.47)

    Dengan memperhatikan gambar tersebut, pembelajaran yang dapat

    dirancang adalah sebagai berikut:

    Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat menjelaskan macam-macam

    pecahan.

    Bahan Pelajaran : Konsep Pecahan

    Rumusan Konsep : Pecahan terdiri dari: Pecahan biasa, pecahan campuran,

    desimal dan persen.

    Dalam proses belajar matematika, Bruner (1982) menyatakan pentingnya

    tekanan pada kemampuan peserta didik dalam berfikir intuitif dan analilitik akan

    mencerdaskan peserta didik membuat prediksi dan terampil dalam menemukan

    pola (patern) dan hubungan/keterkaitan (relations). (Muhsetyo, dkk.2011:1.6)

    Diperlukan guru yang profesional dan kompeten untuk mendukung usaha

    pembelajaran yang mampu menumbuhkan kekuatan matematikal, karena guru

    yang profesional dan kompeten adalah guru yang menguasai materi pembelajaran

    matematika, memahami bagaimana anak-anak belajar, menguasai pembelajaran

    yang mampu mencerdaskan peserta didik, dan mempunyai kepribadian yang

    dinamis dan mempunyai wawasan , landasan yang dipakai dalam membuat

    keputusan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika berupa dasar-

    dasar teori belajar yang dapat diterapkan untuk pengembangan dan/atau perbaikan

    pembelajaran matematika.

    Konsep:

    Pecahan

    Atribut 1:

    Pecahan biasaAtribut 4:

    Persen

    Atribut 2:

    Pecahan Campuran

    Atribut 3:

    Pecahan Desimal

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    10/104

    10

    a. Teori Belajar Matematika Jean PiagetTeori perkembangan intelektual dari Jean Piaget menyatakan

    bahwa kemampuan intelektual anak berkembang secara bertingkat atau

    bertahap yaitu:

    1) Sensori motor ( 0-2 tahun )

    2) Pra-operasional ( 2-7 tahun )3) Operasional kongkrit ( 7-11 tahun )

    4) Operasional ( 12 tahun- Dewasa ). ( Karso, dkk,2008:1.12 )

    b. Teori Belajar Jerome BrunerAda tiga tahapan penampilan mental yaitu Enaktik, Ikonik, dan

    Simbolik.

    1) Enaktif adalah penampilan dimana anak pada dasarnya

    mengembangkan keterampilan motorik dan kesadaran dirinya dengan

    lingkungan.

    2) Ikonik adalah penampilan mental anak sangat dipengaruhi oleh

    presepsinya dimana presepsi tersebut bersifat egosentris dan tidak

    stabil.

    3) Simbolik adalah pengembangan keterampilan berbahasa dan

    kemampuan untuk mengartikan dunia luar dengan kata-kata dan

    pemahamannya sendiri.

    c. Teori Belajar DienesMatematika sebagai pelajaran struktur, dan mengklasifikasikan

    relasi-relasi antara struktur.

    d. Teori Belajar Van HieleMenurut Van Hiele ada tiga unsur utama dalam pengajaran

    geometri, yaitu waktu, materi pengajaran, dan metode pengajaran yang

    ditetapkan.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    11/104

    11

    e. Teori Belajar BrownellMenurut William Brownell (1935) belajar itu pada hakikatnya

    merupakan suatu proses yang bermakna Meaning Theory (Teori Makna)

    sebagai alternatif dari Drill Theory (Teori Latihan hafal/Ulangan).

    f. Teori belajar Robert M. Gagne1) Objek belajar matematika

    Objek langsung meliputi fakta, operasi, konsep, dan prinsip.

    Objek tidak langsung mencakup kemampuan menyelidiki,

    memecahkan masalah, disiplin diri, bersikap positif, dan tahu

    bagaimana mestinya belajar.

    2) Tipe-tipe belajar

    Belajar isyarat, stimulus respons, rangkaian gerak, rangkaian

    verbal, belajar membedakan , konsep, aturan, dan pemecahan masalah.

    Berdasarkan teori-teori belajar di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa

    kemampuan intelektual peserta didik berkembang secara bertahap dari semenjak

    lahir hingga dewasa, sehingga peserta didik dalam menerima pengetahuan tidak

    hanya dari ide orang lain atau guru saja mereka mengembangkan sendiri

    pengetahuan, sikap, dan keterampilannya, sebelum mendapat pengetahuan dari

    apa yang disampaikan oleh guru/orang lain.

    2. Tujuan Belajar Matematikaa. Memenuhi kebutuhan jangka panjang (long-term functionalneed) bagi peserta

    didik dan masyarakat. (Dreeben,

    http://adtyaemby.blogspot.com/2012/06/pengaruh-pembelajaran-matematika-

    dengan.html)

    b. Menyiapkan peserta didik menjadi pemikir dan penemu. (Sujono,http://yantominmlg1.blogspot.com/2008/12/matematika-realistik.html)

    c. Menyiapkan peserta didik menjadi warga negara yahg hemat, cermat, danefisien, dan membantu peserta didik untuk mengembangkan karakternya.

    (Sujono,

    http://bambangriyantomath.files.wordpress.com/2009/05/konstruksivisme.doc

    )

    d. Meningkatkan kemampuan berfikir peserta didik, sikap kreatifitas dan kritis,juga dapat dilatih melalui pembelajaran matematika yang sistimatis, dan

    sesuai dengan pola-pola pembelajarannya. (Stanic,

    http://rustamaji.net/node/20)

    http://adtyaemby.blogspot.com/2012/06/pengaruh-pembelajaran-matematika-dengan.htmlhttp://adtyaemby.blogspot.com/2012/06/pengaruh-pembelajaran-matematika-dengan.htmlhttp://adtyaemby.blogspot.com/2012/06/pengaruh-pembelajaran-matematika-dengan.htmlhttp://yantominmlg1.blogspot.com/2008/12/matematika-realistik.htmlhttp://yantominmlg1.blogspot.com/2008/12/matematika-realistik.htmlhttp://bambangriyantomath.files.wordpress.com/2009/05/konstruksivisme.dochttp://bambangriyantomath.files.wordpress.com/2009/05/konstruksivisme.dochttp://rustamaji.net/node/20http://rustamaji.net/node/20http://rustamaji.net/node/20http://bambangriyantomath.files.wordpress.com/2009/05/konstruksivisme.dochttp://yantominmlg1.blogspot.com/2008/12/matematika-realistik.htmlhttp://adtyaemby.blogspot.com/2012/06/pengaruh-pembelajaran-matematika-dengan.htmlhttp://adtyaemby.blogspot.com/2012/06/pengaruh-pembelajaran-matematika-dengan.html
  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    12/104

    12

    3. Dampak/Pengaruh Belajar MatematikaMelalui pembelajaran matematika dapat menyiapkan peserta dididk menjadi

    pemikir dan penemu, menjadi warga negara yang hemat, cermat, efisien, dan

    membantu meningkatkan kemampuan berfikir peserta didik, sikap, kreativitas,

    kritis, dan mengembangkan karakternya.

    4. Pembelajaran Matematika dengan Metode DemonstrasiMatematika adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada peserta

    didik melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga peserta didik

    memperoleh kompetensi tentang bahan matematika yang dipelajari.

    Model pembelajaran Matematika yang dikembangkan berdasarkan

    pandangan Kontruktivisme adalah dalam proses pembelajaran matematika

    seyogianya disediakan serangkaian pengalaman berupa kegiatan nyata yang

    rasional atau dapat dimengerti peserta didik dan memungkinkan terjadi interaksi

    sosial. Dengan kata lain, saat proses belajar berlangsung peserta didik harus

    terlibat secara langsung dalam kegiatan nyata.

    Metode demonstrasi adalah metode mengajar yang penulis gunakan dalam

    kegiatan pembelajaran matematika di kelas V SDN Pagaden I Pagaden-Subang,

    penyajian bahan pelajaran dengan mempertunjukan secara langsung

    /mendemontrasikan cara melakukan penjumlahan pecahan dengan penyebut yang

    berbeda. Demonstrasi penjumlahan dilakukan dengan kartu bilangan pecahan.

    Kartu bilangan yang penulis gunakan dalam demonstrasi penjumlahan seperti

    gambar di bawah ini:

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    13/104

    13

    Gambar 4.2

    Kartu bilangansebagai media yang di gunakan dalam penjumlahan pecahan

    dengan metode demonstrasi.

    Penulis menggunakan metode demonstrasi dengan alasan:1. Peserta didik dapat memahami bahan pelajaran sesuai dengan objek

    sebenarnya.

    2. Dapat mengembangkan rasa ingin tahu peserta didik.

    3. Dapat melakukan pekerjaan berdasarkan proses yang sistematis.

    4. Dapat mengetahui hubungan yang struktural atau urutan objek.

    5. Dapat melakukan perbandingan antara teori dengan kenyataan.

    Sehingga dengan metode demonstrasi dapat menarik minat belajar

    peserta didik karena mempelajarinya dengan proses yang sistematis dan nyata,

    sehingga materi dapat diserap dengan baik.

    Walaupun memiliki kelebihan, namun metode demonstrasi juga

    mempunyai kelemahan antara lain:

    1. Hanya dapat menimbulkan cara berpikir yang kongkrit saja.

    2. Jika jumlah peserta didik banyak dan posisi peserta didik tidak diatur makademonstrasi tidak efektif.

    3. Bergantung pada alat bantu yang sebenarnya.

    4. Sering terjadi peserta didik kurang berani dalam mencoba atau melakukan

    praktik yang didemonstrasikan.

    1

    4

    1

    6

    3

    12

    2

    12

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    14/104

    14

    BAB III

    PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

    A. Subyek PenelitianSubyek penelitian yang penulis gunakan sebagai penelitian tindakan

    kelas adalah kelas V SDN Pagaden I Kecamatan Pagaden-Subang, hal ini

    dilakukan karena penulis merupakan staf pengajar di sekolah tersebut. Sehingga

    memudahkan penulis dalam pelaksanaan, dan tidak mengganggu pembelajaran

    karena jadwal yang penulis gunakan dalam perbaikan pembelajaran disesuaikan

    dengan jadwal yang ada di sekolah tempat penulis sebagai staf pengajar tersebut.

    1. Lokasi PenelitianLokasi penelitian adalah SDN Pagaden I yang beralamat di JL. Ahmad

    Yani No. 14, Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang dan berada di pinggir jalan

    raya. Dengan obyek penelitian peserta didik kelas V yang berjumlah 18 orang,

    terdiri dari 9 orang laki-laki, dan 9 orang perempuan. Sedangkan jumlah guru 9

    orang, 8 orang perempuan dan 1 orang laki-laki, penulis melakukan penelitiandengan sasaran penggunaan metode demonstrasi tentang penjumlahan pecahan

    dengan penyebut yang berbeda pada pembelajaran matematika.

    Dasar-dasar yang menjadi pertimbangan memilih subyek penelitian

    adalah:

    a. Penulis merupakan staf pengajar di SDN Pagaden I Kecamatan Pagaden-

    Subang, sehingga memudahkan penulis untuk mengadakan penelitian.

    b. Sekolah memberikan keleluasaan kepada guru untuk mengembangkan

    pembelajaran, walaupun dengan sarana dan prasarana yang apa adanya

    sehingga terjadinya inovasi dalam dunia pendidikan.

    c. Adanya dukungan dari pengawas TK/SD, dan rekan-rekan guru di SDN

    Pagaden I dalam memahami dan mendalami penelitian tindakan kelas, demi

    tercapainya perbaikan dalam pembelajaran, dan meningkatnya kualitas

    pendidikan.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    15/104

    15

    2. Waktu PenelitianPelaksanaan penelitian dibantu oleh pembimbing 1(supervisor 1) dan

    pembimbing 2 (supervisor 2) dalam waktu dua bulan, yakni : mulai dari 14 Maret

    2013 sampai dengan 28 April 2013. Untuk perbaikan pembelajaran

    pelaksanaannya sebanyak dua siklus perbaikan. Di bawah ini penulis sajikan

    jadwal pelaksanaan kegiatan perbaikan.

    Tabel 2.1

    Jadwal Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran

    No Waktu Siklus Fokus Penelitian

    1. 21 Maret 2013 1

    Penggunaan metode demonstrasi pada

    penjumlahan pecahan dengan penyebut

    yang berbeda dengan media kartu

    bilangan.

    Metode demonstrasi yang dilakukan

    dengan kartu bilangan dapat menarik

    dan memotivasi belajar peserta didik.

    2. 28 Maret 2013 2

    Penggunaan metode demonstrasi pada

    penjumlahan pecahan dengan penyebut

    yang berbeda dengan media kartu

    bilangan dapat meningkatkan

    kemampuan peserta didik.

    Metode demonstrasi yang disajikan

    dengan kartu bilangan dapat

    merangsang peserta didik dalam

    memahami penjumlahan pecahan

    dengan penyebut yang berbeda.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    16/104

    16

    Tabel 2.2

    Jadwal Bimbingan Pelaksanaan Penelitian

    Pembelajaran Matematika dengan Pembimbing 1 (Supervisor 1)

    No. Hari/Tanggal Hasil /Komentar

    1. Senin, 11 Maret 2013

    1. Orientasi

    o Hakikat PKP

    o Tugas-tugas pihak terlibat

    o Ketentuan dalam PKP

    2. Refleksi pembelajaran

    2. Senin, 18 Maret 2013

    1. Pembahasan hasil Refleksi prasiklus.

    2. Penjelasan :

    o Cara menyusun RPP perbaikan.o Lembar pengamatan.

    o Instrumen pengumpulan data.

    3. Senin, 25 Maret 2013

    1. Reviu RPP perbaikan dan Lembar

    Pengamatan.

    2. Persiapan pelaksanaan perbaikan

    pembelajaran.

    3. Mrnjelaskan RPP siklus 2 yang masih draf

    4. Contoh penggunaan hasil refleksi untuk

    memperbaiki draf RPP

    4. Senin, 1 April 2013

    1. Diskusi hasil perbaikan siklus 1.

    2. Refleksi hasil perbaikan pembelajaran.

    3. Reviu RPP perbaikan siklus 2.

    *5. Minggu, 7 April 2013

    1. Refleksi dan diskusi hasil perbaikan.

    2. Menjelaskan sistimatika laporan.

    3. Memberi contoh :

    o Cara mengutif dan mencari literatur.

    o Menyusun laporan PKP.

    *6. Minggu, 14 April 2013 Membuat draf laporan PKP.

    7. Minggu, 21 April 2013 Konsultasi pembuatan laporan PKP.

    8. Minggu, 28 April 2013 Penyerahan Laporan.

    *Tidak dilakukan pembahasan dalam laporan ini dikarenakan sesuai acuan dari UT

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    17/104

    17

    Jadwal Bimbingan Pelaksanaan Penelitan

    Pembelajan Matematika dengan Pembimbing 2 (Supervisor 2)

    a. Kamis, 14 Maret 2013

    Membantu merumuskan masalah yang dihadapi penulis untuk

    merencanakan perbaikan pembelajaran tentang penjumlahan pecahan dengan

    penyebut yang berbeda, yaitu :

    1)Dalam apersepsi tidak ada pertanyaan sebagai pengaitan pelajaran yang lalu

    dengan pelajaran yang akan dipelajari.

    2)Media yang digunakan dalam pembelajaran kurang menarik minat belajar

    peserta didik, sehingga peserta didik pasif dalam pembelajaran.

    3)Metode yang digunakan kurang melibatkan peserta didik untuk aktif dalam

    proses pembelajaran.

    4)Dalam menjelaskan materi pelajaran terlalu cepat dan kurang banyak

    memberikan contoh.

    b. Kamis, 21 Maret 2013

    Observasidi kelas untuk pembimbingan perbaikan pembelajaran siklus 1 dan

    merencanakan perbaikan pembelajaran siklus 2.

    1)Kurang memberi penguatan kepada peserta didik, sehingga peserta didik

    kurang berani dalam bertanya dan menjawab pertanyaan .

    2)Media pembelajaran berupa kartu yang di demonstrasikan masih kurang

    menarik sehingga membuat peserta didik kurang terlibat dalam

    pembelajaran.

    3)Kurang memotivasi peserta didik untuk aktif dalam kerja kelompok.

    c. Kamis, 28 Maret 2013

    Observasi di kelas untuk pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus 2

    1)Penggunaan metode demontrasi dengan media kartu , pada penjumlahan

    pecahan dengan penyebut yang berbeda menjadikan proses pembelajaran

    optimal dan efektif, terbukti dengan meningkatnya hasil evaluasi belajar

    pesertadidik.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    18/104

    18

    2)Penggunaan media kartu dengan metode demonstrasi memotivasi peserta

    didik untuk terlibat aktif dalam proses bembelajaran, sehingga peserta

    didik mengerjakan, menerapkan, menyelesaikan soal, melakukan

    eksperimen, penemuan, pengamatan, simulasi dan sejenisnya, sesuai

    dengan salah satu pilar pendidikan yaitu belajar untuk berbuat

    ( learning to do). ( Anitah, dkk. 2008:2.6)

    3. Mata PelajaranSebagai bahan penelitian penulis mengambil mata pelajaran matematika,

    dengan alasan :

    a. Banyak peserta didik yang memperoleh nilai di bawah Kriteria KetuntasanMinimal (KKM) matematika yang ditetapkan (64).

    b. Peserta didik kurang tertarik, membenci, bahkan alergi terhadap matematika,

    karena dengan ciri keabstrakan matematika beserta ciri lainnya yang tidak

    sederhana, menyebabkan matematika tidak mudah untuk dipelajari.

    c. Taraf berfikir peserta didik masih belum formal dan relatif masih konkret,

    sehingga pembelajaran matematika kurang optimal, maka tanggung jawab

    guru untuk menjembatani sehingga matematika menjadi sesuatu yang

    dipahami dan menarik untuk dipelajari peserta didik.

    4. KelasKelas V merupakan obyek penelitian yang penulis ambil, karena penulis

    merupakan wali kelas/guru di kelas V. Berikut penulis sajikan daftar kelas V

    SDN Pagaden I tahun pelajaran 2012-2013.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    19/104

    19

    Tabel 2.3

    Data Peserta didik Kelas V SDN Pagaden I

    No Nama JenisKelamin

    L/P

    Ket

    1. DIMAS L

    2. ARTI SUMIATI P

    3. AINUN MUSADI L

    4. AGUS NAZAR SONJAYA L

    5. AHMAD SOFIAN L

    6. DANDI NUGRAHA L

    7 DELIA FEBY FEBIANA P

    8. FIRMAN NUGRAHA L

    9. FADILLAH CHOERUNISSA P

    10. LENA MEILINA P

    11. NOVAL WAHYUDI L

    12. RISMA DELVIA P

    13. SEKAR ARUM CAHYA P

    14. VINI NOVIANI P

    15. YULIA RAHMAYANTI P

    16. AKBAR ARDIANSYAH L

    17. ADNAN KAMALUDIN L

    18. NURUL ATSYIFA UTAMI P

    5. Karakteristik Peserta DidikKeadaan ekonomi peserta didik mayoritas berasal dari ekonomi lemah, hal ini

    dibuktikan dengan pekerjaan orang tua peserta didik yang mayoritas sebagai

    buruh dan sebagian sebagai pedagang kecil, sehingga sangat berpengaruh

    terhadap pembelajaran dan prestasi peserta didik di sekolah, karena pola pikir

    yang rendah serta wawasan yang kurang menyebabkan kurangnya perhatian dari

    orang tua terhadap proses dan hasil belajar.

    Ada kejadian yang unik dan menarik untuk di paparkan, ada seorang

    peserta didik yang sering tidak masuk sekolah ketika penulis selidiki ternyata

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    20/104

    20

    peserta didik tersebut tidak sekolah karena menjaga adiknya yang masih kecil

    (usia 3 th), sementara Ibunya berjualan di Pasar dari tengah malam sampai siang

    hari, akhirnya penulis mengusulkan terhadap peserta didik tersebut untuk

    membawa serta adiknya ke sekolah dengan pertimbangan agar pesesrta didik

    tidak bolos Sekolah dan adiknya ada yang mengasuh.

    Jarak tempat tinggal peserta didik ke sekolah 200-300 m. Bahasa sehari-

    hari yang digunakan adalah Bahasa Sunda sehingga dalam menyampaikan

    bahan ajar, guru menggunakan Bahasa Indonesia yang di campur dengan Bahasa

    Sunda.

    B. Deskripsi Per Siklus1. Perencanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

    a. Meminta ijin dari Kepala Sekolah SD Pagaden I Kecamatan Pagaden-

    Subang, dan meminta dukungan guru-guru dalam pelaksanaan penelitian

    tersebut.

    b. Meminta kesediaan salah satu pengawas TK/SD di UPTD Pendidikan

    Kecamatan Pagaden untuk menjadi Supervisor 2.

    c. Pengamatan, Observasi, dan Wawancara.

    Kegiatan pengamatan, observasi, dan wawancara dilakukan untuk

    mendapatkan acuan awal mengenai kondisi dan situasi sekolah SDN

    Pagaden I secara keseluruhan, terutama siswa kelas V yang dijadikan

    subyek penelitian.

    d. Pengkajian Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) serta mengidentifikasi

    buku sumber yang digunakan.

    e. Menentukan metode, strategi, dan media pembelajaran yang relevandengan kebutuhan dari bahan ajar dan proses belajar mengajar yang akan

    dilaksanakan.

    f. Merumuskan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

    g. Menyusun instrumen penelitian pada setiap tahapnya.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    21/104

    21

    2. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dengan cara

    berkesinambungan selama dua siklus, dan pada siklus kedua penulis telah

    dapat merumuskan masalah yang dihadapi.

    Tindakan penelitian yang dilakukan tiap siklus adalah: dari

    mengadakan apersepsi sampai evaluasi. Jika hasil evaluasi belum mencapai

    target yang diharapkan, maka penulis dibantu dengan Supervisor 2

    mengadakan refleksi dengan melihat hasil observasi, untuk melakukan

    perbaikan pada siklus berikutnya, sampai target yang diharapkan terlampaui.

    Berikut uraian tindakan kelas yang dilakukan secara rinci :

    a. Siklus 1

    1)Perencanaan Perbaikan Pembelajaran.

    a)Pengamatan, observasi, dan Wawancara.

    b)Pengkajian Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) serta

    mengidentifikasi buku sumber yang digunakan.

    c)Menentukan metode, strategi, dan media pembelajaran yang relevan

    dengan kebutuhan dari bahan ajar dan proses belajar mengajar yang

    akan dilaksanakan.

    d)Merumuskan Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP).

    e)Menyusun instrumen penelitian pada setiap tahapnya.

    2)Pelaksanaan Tindakan Kelas.

    a) Berdoa, Mengabsen kehadiran peserta didik, menyiapkan sarana

    dan prasarana yang menunjang lancarnya pembelajaran.

    b) Mengajukan pertanyaan untuk mengaitkan materi yang telahdipelajari sebelumnya dengan materi yang akan diajarkan.

    c) Menginformasikan materi pembelajaran yang akan dipelajari, dan

    tujuan perbaikan pembelajaran.

    d) Peserta didik menyimak demonstrasi penjumlahan pecahan dengan

    penyebut yang berbeda yang dilkuakan guru dengan menggunakan

    kartu bilangan, seperti pada gambar di bawah ini :

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    22/104

    22

    Gambar 4.3Kartu bilangan sebagai media yang di gunakan dalam penjumlahan pecahan

    dengan metode demonstrasi

    e) Peserta didik mendemonstrasikan penjumlahan pecahan dengan

    penyebut yang berbeda di depan kelas untuk mengecek

    pemahaman, seperti yang terlihat pada foto di bawah ini :

    Foto 5.1

    Peserta didik sedang mendemonstrasikan penjumlahan pecahandengan kartu bilangan.

    Dengan melakukan/meragakan sesuatu secara langsung,

    melalui pembelajaran aktif, dan berorientasi pada peserta didik

    sehingga pembelajaran semakin bermakna.

    f) Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya.

    g) Peserta didik berdiskusi mengerjakan LKS dengan kelompoknya

    Seperti pada foto di bawah ini :

    1

    4

    1

    6

    3

    12

    2

    12

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    23/104

    23

    Foto 5.2

    Peserta didik mengadakan diskusi kelompok

    pada perbaikan pembelajaran peserta didik melakukan

    diskusi kelompak, karena dengan bekerja kelompok dapat memupuk

    kebersamaan (cooperrative learning) antar peserta didik dalam

    memecahkan masalah dalam pembelajaran.

    h) Peserta didik melaporkan hasil diskusi.

    i) Peserta didik dibimbing oleh guru menyimpulkan hasil

    pembelajaran.

    Berikut rincian singkat kegiatan siklus 1:

    Materi : Penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda.

    Media : Kartu bilangan.

    Metode : Ceramah, demonstrasi, tanya jawab, diskusi (kelompok

    kecil), penugasan.Evalusi : Tes tertulis.

    3)Instrumen Penelitian

    Ada beberapa instrumen yang dapat membantu dalam penelitian ini

    yaitu :

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    24/104

    24

    (a)Tes Tertulis

    Tes ini digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai

    keterserapan dan tingkat pemahaman peserta didik.

    (b)Lembar Observasi

    Observasi dilakukan secara langsung oleh penulis bersama

    supervisor 2 untuk mengumpulkan data tentang proses kegiatan

    secara kualitatif.

    4)Refleksi

    Kolabolarasi dengan supervisor 2 dalam perolehan data akhirnya

    mengadakan refleksi sebagai berikut :

    a)Apakah Rencana Perbaikan Pembelajaran yang saya rancang dapat

    berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya?

    Jawaban : Rencana Perbaikan Pembelajaran yang saya rancang

    terlaksana dengan lancar namun masih terdapat kekurangan.

    b)Apa kelemahan dalam rancangan dan Pelaksanaan Perbaikan

    Pembelajaran yang saya lakukan?

    Jawaban : Peserta didik kurang terlibat aktif dalam pembelajaran,

    dan kurang termotivasi untuk bertanya dan menjawab pertanyaan.

    c)Apa yang menjadi penyebab kelemahan dan bagaimana

    memperbaikinya?

    Jawaban : Saya akan memperbaikinya dengan metode demonstrasi,

    karena dengan metode demonstrasi peserta didik akan melakukan

    pekerjaan berdasarkan proses yang sistematis dengan obyek yang

    sebenarnya.d)Apa kekuatan dan kelebihan saya dalam merancang dan

    melaksanakan perbaikan penbelajaran?

    Jawaban : peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya dan

    mendapatkan perhatian secara menyeluruh, sehingga pembelajaran

    sesuai dengan alokasi waktu yang ditentukan secara kondusif dan

    hasil evaluasi ada peningkatan .

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    25/104

    25

    e)Apayang menjadi kelebiha dan kekuatan saya dalam merancang dan

    melaksanakan perbaikan pembelajaran?

    Jawaban : Penguasaan materi yang baik menjadikan penjelasan

    yang dilakukan dapat mengaitkan materi pelajaran yang lalu

    dengan materi yang akan dipelajari berikutnya.

    b.Siklus 21) Perencanaan Perbaikan Pembelajaran

    a)Pengamatan, Observasi dan Wawancara.

    b)Pengkajian Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) serta

    mengidentifikasi buku sumber yang digunakan.

    c)Menentukan metode, strategi, dan media pembelajaran yang

    relevan dengan kebutuhan dari bahan ajar dan proses belajar

    mengajar yang akan dilaksanakan.

    d)Merumuskan Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP).

    2) Pelaksanaan Tindakan Kelas

    a)Berdoa, Mengabsen kehadiran peserta didik, menyiapkan sarana

    dan prasarana yang menunjang lancarnya pembelajaran.

    b)Mengajukan pertanyaan untuk mengaitkan materi yang telah

    dipelajari sebelumnya dengan materi yang akan diajarkan.

    c)Menginformasikan materi pembelajaran yang akan dipelajari, dan

    tujuan perbaikan pembelajaran.

    d)Dua orang siswa disuruh mengambil kartu bilangan pecahan

    dengan penyebut berbeda yang disediakan, lalu menempelkannyadi papan tulis.

    e)Dengan metode demonstrasi guru menjelaskan penjumlahan

    pecahan dengan penyebut yang berbeda menggunakan kartu

    bilangan.

    Kartu bilangan yang penulis gunakan dapat dilihat pada foto di

    bawah ini :

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    26/104

    26

    Foto 5.3Kartu bilangan sebagai media pembelajaran yang digunakan dalam perbaikan

    pembelajaran siklus 2

    Kartu bilangan yang diguanakan pada siklus 2 dibuat lebih

    bervariasi lagi , penulis berusaha membuat tampilan alat peraga yang

    lebih menarik hasil karya dari penulis untuk menciptakan

    pembelajaran yang lebih bermakna (meaningful learning) sehungga

    dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta sisik.

    f) Untuk mengecek pemahaman, satu atau dua orang siswa diminta

    untuk mendemonstrasikan penjumlahan pecahan dengan penyebut

    yang berbeda di papan tulis, siswa yang lainnya memperhatikan

    dan menganalisa, seperti terlihat pada foto di bawah ini :

    Foto 5.4

    Peserta didik sedang mendomonstrasikan penjumlahan pecahan

    denganan kartu bilangan

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    27/104

    27

    Foto 5.5Peserta didik sedang menganalisa penjumlahan pecahan

    g)Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan

    hal-hal yang kurang jelas.

    h)Siswa dibagi kedalam kelompok dengan ketentuan 6 orang dalam

    setiap kelompok, nama kelompok diambil dari nama pecahan yaitu,

    kelompok pecahan biasa, kelompok pecahan campuran, kelompok

    pecahan persen.

    i) Siswa mengerjakan tugas kelompok pada LKS yang dibagikan

    guru.

    j) Guru membimbing dan mengamati kegiatan siswa, sambil terus

    memberikan motivasi untuk aktif dalam kegiatan kelompok.

    k)Siswa melaporkan hasil diskusi.

    l) Dengan bimbingan guru siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.

    Berikut rincian singkat kegiatan siklus 2:

    Materi : Penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda.

    Media : Kartu bilangan.

    Metode : Ceramah, demonstrasi, tanya jawab, diskusi (kelompok

    kecil), penugasan.

    Evalusi : Tes tertulis.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    28/104

    28

    3)Instrumen Penelitian

    Ada beberapa instrumen yang dapat membantu dalam penelitian ini

    yaitu :

    (a)Tes Tertulis

    Tes ini digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai

    keterserapan dan tingkat pemahaman peserta didik.

    (b)Lembar Observasi

    Observasi dilakukan secara langsung oleh penulis bersama

    supervisor 2 untuk mengumpulkan data tentang proses kegiatan

    secara kualitatif.

    4)Refleksi

    Kolabolarasi dengan supervisor 2 dalam perolehan data akhirnya

    mengadakan refleksi sebagai berikut :

    a) Apakah Rencana Perbaikan Pembelajaran yang saya rancang dapat

    berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya?

    Jawaban : Rencana Perbaikan Pembelajaran yang saya rancang

    terlaksana dengan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan.

    b) Apa kelemahan dalam rancangan dan Pelaksanaan Perbaikan

    Pembelajaran yang saya lakukan?

    Jawaban :Peserta didik masih kurangberani untuk bertanya dan

    menjawab pertanyaan, pemberian kesempatan untuk melakukan

    demonstrasi penjumlahan di depan kelas masih kurang.

    c) Apa yang menjadi penyebab kelemahan dan bagaimana

    memperbaikinya?Jawaban : Peserta didik kurang percaya diri untuk spontan

    bertanya dan menjawab pertanyaan, guru harus jeli untuk

    menunjuk peserta didik, Demonstrasi tidak mungkin dilakukan oleh

    semua peserta didik karena keterbatasan waktu .

    d) Apa kekuatan dan kelebihan saya dalam merancang dan

    melaksanakan perbaikan pembelajaran?

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    29/104

    29

    Jawab : Pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang

    ditentukan secara kondusif dengan hasil yang memuaskan, terbukti

    dengan perolehan nilai yang meningkat.

    e) Apa yang menjadi kelebihan dan kekuatan saya dalam merancang

    dan melaksanakan perbaikan pembelajaran?

    Jawab : Penggunaan metode demonstrasi dengan media kartu

    pada penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda, membuat

    peserta didik memahami bahan ajar, karena peserta didik dapat

    melakukan pembelajaran dengan obyek yang sebenarnya.

    c. Metode PenelitianPenelitian Tindakan Kelas yang dilakukan penulis melalui dua siklus,

    yang terdiri dari siklus 1 dan siklus 2, setiap siklus terdiri dari empat tahap

    dimulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Karena

    tindakan yang dilakukan pada siklus 1 belum berhasil memecahkan masalah

    maka tindakan dilanjutkan pada siklus ke 2, dengan melakukan empat

    tahapan seperti pada siklus 1 dimulai dengan perencanaan. Alur penelitian

    seperti pada gambar di bawah ini :

    PERENCANAAN

    PENGAMATAN .

    Gambar 4.4

    Alur Pelaksanaan Tindakan Kelas (IGAK Wardhani, 2008:2.4)

    Deskripsi pelaksanaan penelitian yang penulis lakukan adalah tahap

    perencanaan, merupakan langkah pertama yang penulis lakukan dalam

    penelitian setelah menemukan masalah di dalam pembelajaran yang penulis

    laksanakan di kelas, kemudian dengan bantuan teman sejawat penulis

    menyusun perencanaan tindakan kelas yang akan dilakukan. Langkah kedua,

    setelah rencana tersusun untuk merealisasikannya penulis melaksanakan

    suatu tindakan berupa perbaikan pembelajaran yang disusun sesuai skenario

    REFLEKSI TINDAKAN

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    30/104

    30

    yang di buat. Bersamaan dengan pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang

    dilakukan dengan bantuan supervisor 2 penulis melakukan pengamatan yang

    merupakan langkah ke tiga, dengan acuan lembar observasi yang telah

    disusun. Dari hasil observasi dan pengamatan, penulis mengadakan refleksi

    sebagai langkah ke empat dari pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran .

    Penulis akhirnya mengetahui kualitas dan keberhasilan pelaksanaan

    penelitian melalui data yang diperoleh dari lembar observasi, refleksi, dan

    evaluasi, yang ternyata masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan,

    maka perbaikan dilanjutkan pada siklus 2 dengan melakukan alur yang sama

    seperti pada siklus 1, akhirnya pada siklus 2 tujuan perbaikan pembelajaran

    tercapai.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    31/104

    31

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    A.Hasil Penelitian1. Data tentang Rencana

    Perencanaan perbaikan yang telah disusun sedemikian rupa, mungkin

    tidak akan terlaksana persis seperti apa yang diharapkan tetapi pasti akan terjadi

    hal-hal di luar rencana yang telah dirancang. Hal seperti ini dapat terjadi mungkin

    disebabkan karena penelitian yang dilakukan belum sepenuhnya teridentifikasi,

    karena manusia mempunyai keterbatasan hanya mampu membuat rencana yang

    pada akhirnya Tuhanlah yang menentukan.

    Berdasarkan hasil perbaikan pembelajaran yang penulis lakukan dari

    dua siklus (siklus1 dan siklus 2) yang menekankan pada penerapan metode

    demonstrasi untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam penguasaan

    operasi hitung penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda pada

    pembelajaran matematika di kelas V SDN Pagaden I Subang, peserta didik tidak

    mengetahui dan tidak menyadarinya, karena proses penelitian dilakukan sesuai

    dengan jadwal pelajaran yang ada, dan pelaksanaan perbaikan pembelajaran

    dilaksanakan seperti pembelajaran pada umumnya, dengan harapan pelaksanaan

    Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berjalan sesuai rencana dengan hasil yang

    memuaskan.

    2. PengamatanPenulis melakukan pengamatan melalui dua cara yaitu :

    a. Secara KualitatifPengamatan yang dilakukan dari hasil perolehan nilai evaluasi peserta didik

    pada akhir pembelajaran.

    b. Secara Kuantitatif

    Pengamatan dengan menggunakan lembar observasi oleh supervisor 2 yang

    dilakukan sebelum, dan selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    32/104

    32

    3. RefleksiRefleksi dilakukan bersama supervisor 2 dengan menggunakan

    lembar refleksi khusus, yang dilakukan setelah perbaikan pembelajaran

    berlangsung. Langkah ini untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang

    terjadi dalam proses pembelajaran.

    4. Keberhasilan dan Kegagalan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)Berdasarkan data-data yang diperoleh dalam melaksanakan tindakan

    kelas akan dijadikan acuan keberhasilan penelitian., Karena perolehan hasil

    evaluasi dari siklus 1 sampai siklus 2 yang terus meningkat menandakan

    ketercapaian perbaikan pembelajaran yang dilakukan. Kategori penilaian

    dibagi menjadi tiga kategori yakni: kategori rendah dengan rentang nilai 0-60

    kategori sedang 61-70, kategori tinggi 71-100 dengan patokan nilai

    berdasarkan KKM yakni 64. Di bawah ini tabel dan grafik tentang keberhasilan

    Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

    Tabel 2.4

    Prosentase Perolehan Nilai Peserta Didik dari Tiap Siklus

    No Kategori Proesentase Perolehan Nilai

    Siklus 1 Siklus 2

    1. Rendah 27,78% 16,67%

    2. Sedang 33,33% 27,78%

    3. Tinggi 38,89% 55,56%

    Dari hasil data di atas dapat kita peroleh grafik sebagai berikut

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    33/104

    33

    70,00%

    60,00%

    50,00%

    40,00%

    Siklus 1

    30,00%

    20,00%

    10,00%

    0,00%

    Rendah Sedang Tinggi Siklus 2

    Siklus 1 27,78% 33,33% 38,89%

    siklus 2 16,67% 27,78% 55,56%

    Garafik 3.1

    Prosentase Perolehan Nilai Peserta Didik dari Tiap Siklus

    Keberhasilan Penelitian Tindakan Kelas dapat dilihat dari grafik di atas,

    dengan semakin meningkatnya perolehan nilai dengan kategori tinggi yang

    dicapai oleh peserta didik (dari 38,89% menjadi 55,56%) dan semakin

    menurunnya perolehan nilai dengan kategori rendah (dari 27,78% menjadi

    16,67%).

    Peserta didik yang perolehan nilainya masih di bawah KKM, ada 3 orang

    dengan prosentase sebesar 16,67% . Hal ini penulis rasakan bukan suatu

    kegagalan yang mutlak, karena melihat dari latar belakang peserta didik tersebut

    bisadikatakan wajar, karena mereka memang memilki daya fikir atau kecerdasan

    yang kurang.

    B. Pembahasan dari Tiap Siklus1. Siklus 1 (Tindakan 1)

    Pada pelaksanaan pembelajaran matematika tentang penjumlahan

    pecahan dengan penyebut yang berbeda, penulis mendapatkan perolehan nilai

    peserta didik di bawah KKM (64) yang ditentukan sebesar 44,44% dari

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    34/104

    34

    keseluruhan peserta didik yang berjumlah 18 orang. Melihat data tersebut penulis

    merasakan perlu adanya tindakan, maka penulis berdiskusi dengan teman sejawat

    yang merupakan Kepala Sekolah tempat penulis mengajar, selanjutnya dilakukan

    Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penulis meminta kesediaan dari Pengawas

    TK/SD untuk jadi supervisor 2.

    Dari perolehan nilai, jumlah dan perilaku peserta didik penulis diskusikan

    bersama supervisor 2 dijadikan data awal untuk identifikasi masalah, dengan

    wawancara pada guru dan sebagian peserta didik.

    a. Pelaksanaan Tindakan Kelas 1 (siklus 1)Berdasarkan hasil dari identifikasi masalah yang penulis diskusikan

    bersama supervisor 2, akhirnya disusunlah perencanaan perbaikan

    pembelajaran siklus 1, penekanan kepada penerapan metode demonstrasi

    untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam penguasaan operasi

    hitung penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda pada

    pembelajaran matematika. Tindakan ini dilakukan pada hari Kamis, 21

    Maret 2013. Dengan langkah-langkah sebagai berikut :

    Penulis mengawali pembelajaran dengan berdoa, mengabsen

    kehadiran peserta didik, mempersiapkan alat peraga, apersepsi,

    menginformasikan materi ajar dan tujuan perbaikan pembelajaran.

    Dalam kegiatan inti tindakan kelas, peserta didik memperhatikan

    demonstrasi penjumlahan dengan menggunakan kartu bilangan,,

    selanjutnya untuk mengecek pemahaman satu atau dua orang peserta didik

    diminta untuk mendemonstrasikan penjumlahan pecahan denga

    menggunakan kartu bilangan di depan kelas.Pada awalnya peserta didik merasa enggan ketika di minta untuk

    memperagakan penjumlahan di depan kelas, tapi ketika seorang peserta

    didik ada yang maju akhirnya mereka ingin membantu dan melakukan

    juga.

    Setelah itu peserta didik berdiskusi bersama kelompoknya dengan

    panduan LKS untuk menyelesaikan penjumlahan pecahan, penulis

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    35/104

    35

    membimbing dan mengamatinya dengan menggunakan lembar

    pengamatan sambil terus memotivasi untuk aktif bekerja kelompok.

    Kemudian masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya,

    peserta didik bersama penulis menyimpulkan hasil pembelajaran, dan

    langkah terakhir peserta didik dievaluasi secara perorangan, hasil dari

    evaluasi dinilai dan dianalisa, peserta didik yang nilainya KKM diberi

    tugas sebagai pengayaan dan yang nilainya KKM diberi tugas sebagai

    remedial. Berikut hasil evaluasi peserta didik pada siklus 1:

    Tabel 2.5

    RekapitulasI Nilai Tes Akhir Siklus I

    No Nama Peserta Didik Nilai Tuntas TidakTuntas

    1. (*)DIMAS 40

    2. ARTI SUMIATI 50

    3. AINUN MUSADI 50

    4. AGUS NAZAR SONJAYA 80

    5. AHMAD SOFIAN 100

    6. DANDI NUGRAHA 50

    7. DELIA FEBY FEBIANA 80

    8. FIRMAN NUGRAHA 70

    9. FADILLAH CHOIRUNNISA 70

    10. LENA MEILINA 80

    11. NOVAL WAHYUDI 70

    12. RISMA DELVIA 70

    13. SEKAR ARUM CAHYA 70

    14. VINI NOVIANI 100

    15. YULIA RAHMAYANTI 80

    16. AKBAR ARDIANSYAH 80

    17. (*)ADNAN KAMALUDIN 40

    18. NURUL ATSYIFA UTAMI 70

    JUMLAH 1160 13 5

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    36/104

    36

    Rata-rata (mean) 64,44

    Nilai Tengah (median) 75

    Nilai terbanyak (Modus) 70

    KKM 64

    Nilai Tertinggi 100

    Nilai Terendah 40

    Catatan (*) Peserta Didik yang memperoleh Nilai Terendah

    Tabel 2.6

    Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Evaluasi Siklus 1

    No Interval Nilai Kategori Frekuensi Persentase

    1. 060 Rendah 5 27,78%

    2. 6170 Sedang 6 33,33%

    3. 71 - 100 Tinggi 7 38,89%

    Jumlah 18 100%

    Berdasarkan tabel di atas hasil nilai akhir siswa pada perbaikan

    pembelajaran siklus I belum sesuai dengan apa yang diharapkan karena

    pemahaman siswa dari mulai prasiklus sampai dengan siklus I belum ada

    peningkatan yang signifikan. nilai rata-rata (mean) pada siklus I adalah 64,44.

    Pada siklus 1 anak yang belum tuntas 5 orang (27,78%), yang tuntas hanya 13

    orang (72,22%), yang mendapat nilai tertinggi 100 hanya 2 orang dan yang

    mendapat nilai terendah 1 orang dengan nilai 40. Nilai dengan kategori rendah

    (27,78), kategori sedang (33,33%), kategori tinggi (38,89), dengan nilai tengah

    (median) 75, nilai terbanyak (modus) 70. Prosentase keberhasilan mencapai

    standar minimal belum memuaskan penulis.

    Atas dasar identifikasi masalah tersebut di atas maka penulis bersama

    supervisor 2 sepakat perbaikan pembelajaran harus dilanjutkan ke siklus 2.

    2. Siklus 2 (Tindakan 2)Dari hasil refleksi yang penulis lakukan bersama dengan supervisor 2 dan

    kepala sekolah diperoleh kesimpulan bahwa pemahaman siswa tentang

    penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda pada pembelajaran

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    37/104

    37

    matematika masih kurang. Temuan ini dijadikan acuan untuk menyusun tindak

    lanjut dalam perbaikan pembelajaran Matematika pada siklus 2.

    Selanjutnya pada hari Kamis, 28 Maret 2013 penulis melakukanpembelajaran siklus 2 (tindakan 2).

    a. Pelaksanaan Tindakan Kelas 2 (Siklus 2)Berdasarkan data perolehan nilai pada perbaikan pembelajaran siklus

    1, lalu penulis merencanakan perbaikan pembelajaran Matematika siklus 2

    dengan penerapan metode demonstrasi secara maksimal dengan alat peraga

    kartu bilangan yang lebih bervariasi. Kegiatan yang dilakukan adalah:

    Mengembangkan dan mengorganisasikan materi pembelajaran.,

    Mengoptimalkan penggunaan metode pembelajaran (metode demonstrasi)

    Merencanakan skenario perbaikan pembelajaran, Menentukan cara-cara

    menggali kemampuan peserta didik dengan menampilkan demonstrasi

    penjumlahan yang dilakukan peserta didik didepan kelas menggunakan kartu

    bilangan, seperti nampak pada foto di bawah ini :

    Foto 5.6

    Peserta didik sedang mendemonstrasikan penjumlahan pecahan dengan media kartu.

    Menurut Heinich, dkk. (1993) .media merupakan alat saluran

    komunikasi, dan mempunyai hubungan antara media dengan pesan dan

    metode (Methods) dalam proses pembelajaran (Anitah, dkk. 2008:6.3-

    6.4).

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    38/104

    38

    Setelah diberi kesempatan untuk bertanya, peserta didik dibagi

    kedalam kelompok kecil untuk mengerjakan LKS, sambil terus diamati dan

    diberi motivasi untuk lebih aktif dalam kerja kelompok, seperti terlihat pada

    foto di bawah ini :

    Foto 5.7Peserta didik antusias bekerja kelompok dengan motivasi dan bimbingan penulis pada perbaikan

    pembelajaran siklus 2

    Peserta didik melaporkan hasil kerja tiap kelompoknya, hasil dari

    pembelajaran peserta didik dengan bimbingan penulis menyimpulkan hasil

    pembelajaran , sebagai kegiatan penutup untuk mengukur keterserapan materi

    peserta didik dievaluasi secara perorangan, dan hasil evaluasi dinilai dan

    dianalisa.

    Di bawah ini tabel perolehan nilai peserta didik pada siklus 2 :

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    39/104

    39

    Tabel 2.7

    RekapitulasI Nilai Tes Akhir Siklus 2

    No Nama Peserta Didik Nilai Tuntas TidakTuntas

    1. DIMAS 50

    2. ARTI SUMIATI 70

    3. AINUN MUSADI 70

    4. AGUS NAZAR SONJAYA 80

    5. AHMAD SOFIAN 100

    6. DANDI NUGRAHA 60

    7. DELIA FEBY FFBIANA

    8. FIRMAN NUGRAHA 80

    9. FADILLAH CHOIRUNNISA 70

    10. LENA MEILINA 100

    11. NOVAL WAHYUDI 80

    12. RISMA DELVIA 80

    13. SEKAR ARUM CAHYA 80

    14. VINI NOVIANI 100

    15. YULIA RAHMAYANTI 100

    16. AKBAR ARDIANSYAH 80

    17. (*)ADNAN KAMALUDIN 40

    18. NURUL ATSYIFA UTAMI 70

    JUMLAH 1330 15 3

    Rata-rata (mean) 73,89

    Nilai Tengah (median) 80

    Nilai terbanyak (Modus) 80

    KKM 64

    Nilai Tertinggi 100

    Nilai Terendah 40

    Catatan (*) peserta didik yang mendapatkan nilai Terendah

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    40/104

    40

    Tabel 2.8

    Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Evaluasi Siklus 2

    No Interval Nilai Kategori Frekuensi Persentase

    1. 060 Rendah 3 16,66%

    2. 6170 Sedang 4 22,22%

    3. 71 - 100 Tinggi 11 61,11%

    Jumlah 18 100%

    b. AnalisisHasil data di atas menunjukkan tingkat pemahaman pada perbaikan

    pembelajaran matematika siklus 2 tentang penjumlahan pecahan dengan

    penyebut yang bebeda dikatakan sudah berhasil. Dengan perolehan nilai

    kategori rendah 3 orang (16,66%), kategori sedang 4 orang (22,22%),

    kategori tinggi 11 orang (61,11%). Sedangkan nilai rata-rata (mean) 73,89, ini

    menunjukkan nilai di atas KKM (64), Nilai tengah (median) 80, nilai

    terbanyak (modus) 80, nilai tertinggi ada 4 orang (100), dan nilai terendah

    ada1orang ( 40),50. Dengan catatan (*) peserta didik yang mendapat nilai

    terendah dan di bawah KKM (64) pada siklus 2 adalah peserta didik yang

    mendapat nilai yang rendah pada siklus 1.

    Peserta didik yang mendapat nilai rendah diberikan remedial dan

    bimbingan khusus tidak secara klasikal, karena jika siklus dilanjutkan selain

    akan menimbulkan kebosanan bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai

    KKM, juga tidak akan tercapainya terget kurikulum yang sudah ditentukan.

    Data di atas jika sajikan dalam bentuk grafik adalah :

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    41/104

    41

    70,00%

    60,00%

    50,00%

    40,00%

    30,00%

    20,00%

    10,00%

    0,00%

    Rendah Sedang Tinggi

    Interval Nilai 0 - 60 61 -70 71 - 100

    siklus 2 16,67% 27,78% 55,56%

    grafik 3.2

    Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Evaluasi Siklus 2

    3. PembahasanDari hasil perolehan nilai peserta didik antara siklus 1 dan siklus 2 dapat

    dilihat peningkatan yang cukup signifikan, pada tabel di bawah ini :

    Tabel 2.9

    Hasil Evaluasi Tertulis Peserta Didik Pada Siklus 1 dan Siklus 2

    No Nama Peserta Didik Nilai Keterangan

    Siklus 1 Siklus 2

    1. *DIMAS 40 50 Meningkat

    2. ARTI SUMIATI 50 70 Meningkat

    3. AINUN MUSADI 50 70 Meningkat

    4. AGUS NAZAR SONJAYA 80 80 Tetap

    5. AHMAD SOFIAN 100 100 Tertinggi

    6. * DANDI NUGRAHA 50 60 Meningkat

    7. DELIA FEBY FEBIANA 80 100 Meningkat

    8. FIRMAN NUGRAHA 70 80 Meningkat

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    42/104

    42

    Catatan (*) Peserta Didik yang memperoleh nilai di bawah KKM pada tiap siklus

    (siklus1dan siklus 2)

    No Nama Peserta Didik Nilai Keterangan

    Siklus 1 Siklus 2

    9. FADILLAH CHOIRUNNISA 70 70 Tetap di atas

    KKM

    10. LENA MEILINA 80 100 Meningkat

    11. NOVAL WAHYUDI 70 80 Meningkat

    12. RISMA DELVIA 70 80 Meningkat

    13. SEKAR ARUM CAHYA 70 80 Meningkat

    14. VINI NOVIANI 100 100 Tertinggi

    15. YULIA RAHMAYANTI 80 100 Meningkat

    16. AKBAR ARDIANSYAH 80 80 Tetap di atas

    KKM

    17. *ADNAN KAMALUDIN 40 40 Tetap di

    bawah KKM

    18. NURUL ATSYIFA UTAMI 70 70 Tetap di tas

    KKM

    JUMLAH 1160 1160

    Rata-rata (mean) 64,44 73,89

    Nilai Tengah (median) 75 80

    Nilai terbanyak (Modus) 70 80

    KKM 64 64

    Nilai Tertinggi 100 100

    Nilai TerendahTerendaT 40 40

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    43/104

    43

    Tabel 2.10

    Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Evaluasi Siklus 1dan Siklus 2

    No Interval Nilai Kategori Frekuensi Persentase

    Suklus 1 Siklus 2 Siklus 1 Siklus 2

    1 0 - 60 Rendah 5 3* 27,78% 16,66%

    2 6170 Sedang 6 4 33,33% 22,22%

    3 71100 Tinggi 7 11 38,89% 61,11%

    Jumlah 18 18 100%Catan (*) Peserta Didik yang memperoleh nilai terendah mendapat bimbingan dan

    remedial khusus

    Tabel di atas dapat di sajikan dalam bentuk grafik seperti di bawah ini :

    70,00%

    60,00%

    50,00%

    40,00%

    30,00%

    20,00%

    10,00%

    0,00%

    Rendah Sedang Tinggi

    Siklus 1 27,78% 44,44% 38,89%

    siklus 2 16,67% 27,78% 55,56%

    Grafik 3.3

    Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Evaluasi Siklus 1 dan Siklus 2

    Perolehan nilai berdasarkan Mean,Median, dan Modus dapat dilihat pada

    tabel di bawah ini :

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    44/104

    44

    Tabel 2.11

    PerbandinganMean, Median, dan Modus

    No Aspek Penilaian Perolehan Nilai

    Siklus1 Siklus 2

    1 Rata-rata (mean) 64,44 73,89

    2 Nilai Tengah (median) 75 80

    3 Nilai Terbanyak (modus) 70 80

    Dalam bentuk grafik dapat disajikan seperti di bawah ini :

    90,00%

    80,00%

    70,00%

    Siklus 1

    Siklus 2

    60,00%

    50,00%

    40,00%

    30,00%

    20,00%

    10,00%

    0,00%

    Rata-rata(mean)

    Nilai Tengah(median)

    Nilai Terbanyak(modus)

    Siklus 1 64,44 75 70

    Siklus 2 73,89 80 80

    Grafik 3.4

    PerbandinganMean, Median, danModus Siklus 1 dan Siklus 2

    Melihat dan memperhatikan data serta perolehan nilai dari pesrta didik

    pada siklus 1 dan 2 yang menunjukkan peningkatan yang signifikan, kategori

    rendah siklus 1 (27,78%) pada sikklus 2 menjadi (16,67%), kategori sedang

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    45/104

    45

    ( 44,44%) menjadi (27,78%), kategori tinggi (38,89) menjadi (55, 56), nilai rata-

    rata pada silkus 1 (64,44) pada siklus 2 (73,89), nilai tengah (75) menjadi (80),

    nilai terbanyak (70) menjadi (80). Hal ini membuktikan bahwa metode

    demonstrasi dapat dijadikan salah satu solusi dalam menyampaikan pembelajaran

    kepada peserta didik tentang materi penjumlahan pecahan dengan penyebut yang

    berbeda pada pelajaran matematika, sehingga pelajaran matematika tidk lagi

    menjadi momok/pelajaran yng menyeramkan bagi peserta didik.

    Dalam melaksanakan kegiatan perbaikan pembelajaran yang penulis

    lakukan alhamdulillah sudah sesuai dengan harapan, walaupun dalam proses

    perbaikan pembelajaran penulis banyak menemukan kendala baik yang berkaitan

    dengan teknis maupun non teknis, dengan bantuan dari suvervisor 2 penulis

    berusaha untuk berusaha seoptimal mungkin dengan mengadakan observasi,

    refleksi, perencanaan yang matang agar perbaikan pembelajaran berjalan sesuai

    harapan dan rencana yang telah ditetapkan, sehingga peserta didik dapat

    memahami, menyerap, memanfaatkan hasil pembelajaran juga bagi penulis

    maupun bagi teman sejawat, amien.

    .

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    46/104

    46

    BAB V

    KESIMPULAN DAN SARAN

    A.KesimpulanBerdasarkan pada perolehan data dan pelaksanaan tindakan yang penulis

    lakukan di kelas V SDN Pagaden ISubang, dari siklus 1sampai siklus 2 sebagai

    mana telah penulis paparkan pada bab IV, dapat penulis rumuskan kesimpulan

    sebagai berikut :

    1. Setelah melakukan pembelajaran matematika di kelas V SDN Pagaden I-

    Subang, dengan menggunakan metoda demonstrasi kemampuan peserta

    didik dalam penggunaan operasi hitung penjumlahan pecahan denganpenyebut yang berbeda meningkat, dapat dilihat dari kategori rendah siklus 1

    (27,78%) pada sikklus 2 menjadi (16,67%), kategori sedang ( 44,44%)

    menjadi (27,78%), kategori tinggi (38,89) menjadi (55, 56), nilai rata-rata

    pada silkus 1 (64,44) pada siklus 2 (73,89), nilai tengah (75) menjadi (80),

    nilai terbanyak (70) menjadi (80). Hal ini terjadi karena dengan metode

    demonstrasi peserta didik melakukan pembelajaran matematika melalui

    objek sebenarnya secara sistimatis, sehungga mengembangkan rasa ingin tahu

    peserta didik antara hubungan yang struktural atau urutan obyek dengan

    melakukan perbandingan dari beberapa obyek.

    2. Pemahaman dan kemampuan peserta didik dalam penguasaan operasi hitung

    penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda pada pelajaran

    matematika dengan menggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan

    hasil belajar peserta didik, hal ini dapat dilihat dari perolehan data pada tiap

    tindakan (siklus), baik secara kualitatif (perolehan nilai peserta didik),

    maupun kuantitatif ( proses berlangsungnya pembelajaran).

    B.SaranDari pengalaman penulis setelah melaksanakan tindakan kelas, agar

    terciptanya kualitas pembelajaran bagi guru maka sebaiknya :

    1. Dalam proses pembelajaran untuk menghasilkan kompetensi peserta didik

    perlu mendapatkan penanganan dari guru yang secara sadar bersedia

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    47/104

    47

    bekerja secara interaktif, kreatif, dan responsif dengan membuat Rencana

    Persiapan Pembelajaran (RPP) yang relatif berbeda dengan sebelumnya

    (tidak monoton), diantaranya dengan variasi pendekatan, strategi, dan

    metode pembelajaran.

    2. Keabstrakan matematika pada objeknya yang berupa fakta, konsep, operasi

    dan prinsip, diperlukan adanya jembatan yang dapat menghubungkan

    keilmuan matematika tetap terjaga dan lebih mudah dipahami peserta didik,

    salah satunya dengan menggunakan metode demonstrasi.

    3. Karena metode demonstrasi adalah metode/cara mengajar yang menyajikan

    bahan pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung objek atau cara

    melakukan sesuatu, sehingga metode demonstrasi merupakan salah satu

    metode yang harus digunakan dalam setiap pembelajaran terutama pada

    pelajaran matematika yang bersipat abstrak, sehingga dengan belajar

    langsung melalui objek akan tercipta kebermaknaan dalam belajar

    (meaningfull learning).

    4. Untuk memperbaiki pembelajaran khususnya pelajaran matematika, maka

    seorang guru yang profesional seyogianya melakukan Penelitian Tindakan

    Kelas (PTK), karena dengan PTK seorang guru mampu menilai dan

    memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya, sehingga dalam belajar

    matematika mampu menyerap materi pelajaran dalam suasana yang

    menyenangkan (joyfull learning).

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    48/104

    48

    DAFTAR PUSTAKA

    A. BukuAnitah, W, Sri, dkk. (2008). Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta:

    Universitas Terbuka.

    Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) (2008). Kurikulum Tingkat

    Satuan Pendidikan Sekolah Dasar, Model Silabus Kelas V.

    Jakarta: Depdiknas.

    Sumanto, YD, Heny Kusumawati, Nur Aksin. ((2008). Gemar Matematika.

    5 Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

    Wardani, IGAK dan Kuswaya Wihardit (2009). Penelitian Tindakan Kelas.

    Jakarta: Universitas Terbuka.

    Muhsetyo, Gatot, dkk. (2011). Pembelajaran Matematika SD. Jakarta:

    Universitas Terbuka.

    Muhsetyo, Gatot, dkk. (2011). Pembelajaran Matematika SD. Jakarta:Universitas Terbuka.

    Dkk, Karso (2008). Pendidikan Matematika 1. Jakarta: Universits Terbuka.

    Wardani, IGAK, dan Kuswaya Wihardit. (2009). Penelitian Tindakan

    Kelas. Jakarta: Universita Terbuka.

    c. InternetDreeben, online Tersedia Http

    Sujono, online Tersedia Http

    Sujono, online Tersedia Http

    Stanic, online Tersedia Http

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    49/104

    49

    LAMPIRAN

    1. Surat Kesediaan supervisor 2 sebagai pembimbing.

    2. Surat Pernyataan mahasiswa.

    3. Perencanaan PTK (Identifikasi masalah, analisis masalah, alternatif

    pemecahan masalah, rumusan masalah).

    4. Berkas RPP Siklus 1, Siklus 2,dan Lembar observasi/

    5. Copy Jurnal Supervisor 1 dan 2.

    6. Hasil pekerjaan peserta didik.

    7. Copy APKG 1 dan APKG 2.

    8. Rekap Nilai.

    9. Copy registrasi.

    10. Copy Kartu Mahasiswa.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    50/104

    50

    KESEDIAAN SEBAGAI SUPERVISOR 2 DALAM PENYELENGGARAAN PKP

    Kepada

    Kepala UPBJJ-UT Bandung

    Di

    Bandung

    Yang bertanda tangan di bawah ini, menerangkan bahwa :

    Nama : H. TASMO, S.Pd.

    NIP : 19661221 198803 1 002

    Tempat Tugas : UPTD Pendidikan Kec. Pagaden

    Alamat Kantor : Jln Raya Kamarung No. 208 Pagaden

    Telepon : 085 220 346 227

    Menyatakan bersedia sebagai supervisor 2 untuk membimbing dalam pelaksanaan

    PKP atas :

    Nama : ROHAYATI IMAWATI

    NIM : 816 087 619

    Program Studi : S I PGSD

    Tempat Mengajar : SDN Pagaden I

    Alamat Sekolah : Jln Ahmad Yani No. 14 Pagaden

    Telepon : 085 220 367 462

    Demikian agar surat pernyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.

    Mengetahui, Pagaden, 13 Maret 2013

    Kepala Sekolah

    TUTI GUMIARSIH, S.Pd.SD.NIP: 19630708 198305 2 006

    No. Tlp/HP : 081 322 402 829

    Supervisor 2,

    H. TASMO,S.Pd.

    NIP: 19661221 198803 1 002

    No.Tlp/HP: 085 220 346 227

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    51/104

    51

    SURAT PERNYATAAN

    Yang bertanda tangan di bawah ini, menerangkan bahwa:

    Nama : ROHAYATI IMAWATI

    NIM : 816 087 619

    UPBJJ- UT : BANDUNG

    Menyatakan bahwa :

    Nama : H. TASMO, S.Pd.

    Jabatan : Pengawas TK/SD

    Unit Kerja : UPTD Pendidikan Kec. Pagaden

    Alamt Kantor : Jln. Raya Kamarung No.208 Pagaden

    Adalah supervisor 2 yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan

    pembelajaran yang merupakan tugas mata kuliah PDGK 4501 Pemantapan

    Kemampuan Profesional (PKP)

    Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

    Pagaden, 13 Maret 2013

    Supervisor 2,

    H. TASMO,S.Pd.

    NIP: 19661221 198803 1 002

    No. Tlp/HP: 085 220 346 227

    Mahasiswa

    ROHAYATI IMAWATINIM: 816 087 619

    No. Tlp/HP: 085 220 367 462

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    52/104

    52

    PERECANAAN PTK

    FORMAT PERENCANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

    Fakta/data

    pembelajaran yang

    terjadi di kelas

    Hasil belajar peserta didik rendah, 5 dari 18 peserta

    didik (27,78%) nilainya di bawah KKM (64).

    Pemahaman peserta didik terhadap materi kurang.

    Respon peserta didik terhadap pembelajaran kurang..

    Peserta didik pasif dalam pembelajaran.

    Identifikasi

    Masalah

    Hasil belajar peserta didk tidak sesuai harapan.

    Peserta didik kurang memahami materi penjumlahanpecahan dengan penyebut yang berbeda.

    Peserta didik tidak mampu menyelesaikan operasi

    hitung penjumlahan pecahan dengan penyebut yang

    berbeda.

    Peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran.

    Analisis Masalah Gaya mengajar kurang menarik bagi peserta didik.

    Media/alat peraga kurang bervariasi. Guru kurang menggali keaktifan peserta didik.

    Guru kurang memberikan penguatan.

    Alternatif dan

    Prioritas

    Pemecahan

    Masalah

    Menggunakan metode demonstrasi.

    Meningkatkan kemampuan peserta didik tentang

    penjumlahan pecahan dengan penyebut yang

    berbeda.

    Meningkatkan hasil belajar peserta didik.

    Rumusan Masalah Bagaimana penerapan metode demonstrasi untuk

    meningkatkan kemampuan peserta didik dalam

    penguasaan operasi hitung penjumlahan pecahan

    dengan penyebut yang berbeda dalam

    pembelajaran Matematika.

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    53/104

    53

    RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN ( RPP )

    SIKLUS 1

    Nama Sekolah : SD Negeri Pagaden I

    Mata Pelajaran : Matematika

    Kelas/Semester : V/ II (Dua)

    Alokasi Waktu : 1 x 35 Menit

    Hari/Tanggal : Kamis 21 Maret 2013

    A. STANDAR KOMPETENSI5. Menggunakan Pecahan dalam pemecahan masalah

    B. KOMPETENSI DASAR5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan

    C. INDIKATOR1. Menjumlahkan pecahan berpenyebut tidak sama

    D. TUJUAN PEMBELAJARANPeserta didik dapat :

    1. Menentukan KPK dari penyebut pecahan yang berbeda

    2. Menjumlahkan pecahan penyebut yang berbeda

    3. Menyederhanakan pecahan

    E. TUJUAN PERBAIKAN1. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam penguasaan operasi

    hitung penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda melalui

    penerapan metoda demonstrasi.

    F. MATERI AJAROperasi Hitung Pecahan

    1. Menjumlahkan pecahan yang penyebutnya berbeda

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    54/104

    54

    2. Pada penjumlahan dua pecahan atau lebih berpenyebut tidak sama,

    pengerjaannya dilakukan dengan cara menyamakan penyebutnya

    terlebih dahulu, dengan mentukan KPK dari penyebutnya. Setelah itu

    pembilangnya dijumlahkan.

    3. Comtoh: 1 + 1 = 3 + 2 = 3 + 2 = 5

    4 6 12 12 12 12

    1 = 1 x 3 = 3

    4 x 3 = 12

    KPK dari 4 dan 6

    G. METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN1. Metode Pembelajaran

    a. Ceramah

    b. Tanya Jawab

    c. Demonstrasi

    d. Diskusi

    2. Model Pembelajaran

    a. Model Pembelajaran PAIKEM

    H. ALAT/BAHAN DAN SUMBER BELAJAR1. Sumber Belajar

    a. KTSP 2006 Dediknas Jakarta

    b. Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5. Y.D.

    Sumanto, Heny Kusumawati, Nur Aksin. PUSAT PERBUKUAN

    Departeman Pendidikan Nasional Halaman 102-103

    2. Alat Peragaa. Kartu bilangan

    b. Lingkungan sekitar

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    55/104

    55

    I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN1. Kegiatan awal ( 5 menit )

    Apresepsi/ Motivasi

    a. Mengingatkan kembali cara menjumlahkan pecahan yang telah dipelajari

    di kelas sebelumnya.

    b. Menginformasikan materi pembelajaran yang akan dipelajari

    c. Menginformasikan tujuan pembelajaran

    2. Kegiatan Inti ( 20 menit)a. Guru menyiapkan alat bantu yang akan digunakan dalam

    pembelajaran

    b. Peserta didik memperhatikan penjelasan materi pelajaran yang

    akan didemonstrasikan

    c. Peserta didik menyimak dan memperhatikan demonstrasi

    penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda yang dilakukan

    guru dengan menggunakan kartu bilangan

    d. Untuk mengecek pemahaman, satu atau dua orang speserta didik

    diminta untuk mendemonstrasikan penjumlahan pecahan dengan

    penyebut yang berbeda di depan kelas

    e. Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang

    kurang jelas

    f. Peserta didik dibagi kedalam kelompok dengan ketentuan 6 orang

    dalam setiap kelompok

    g. Peserta didik mengerjakan tugas kelompok pada LKS yang

    dibagikan guru

    h. kegiatan peserta didik dibimbing dan diamati

    i. Peserta didik melaporkan hasil diskusi

    j. Dengan bimbimbingan guru Peserta didik menyimpulkan hasil

    pembelajaran

    3. Kegiatan Penutup ( 10 menit)a. Guru memberikan pertanyaan penjajakan kepada Peserta didik

    b. Peserta didik dievaluasi secara perorangan

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    56/104

    56

    c. Guru memeriksa hasil tes akhir pembelajaran, menganalisis dan

    menginformasikannya kepada Peserta didik.

    d. Peserta didik yang memeperoleh nilai < dari KKM diberikan PR

    sebagai tugas perbaikan, dan Peserta didik yang memperoleh nilai

    KKM diberikan PR sebagai tugas pengayaan.

    J. PENILAIAN1. Prosedur penilaian

    a. Tes awal (Pree test)

    b. Tes proses

    c. Tes akhir (Post test)

    2. Jenis Tesa. Tes Lisan

    b. Tes Perbuatan

    c. Tes Tertulis

    3. Alat Tesa. Soal Tes

    Kerjakan soal-soal berikut!

    1. 3 + 2 =

    6 9

    2. 6 + 3 =

    18 36

    3. 3 + 5 + 4 =

    5 20 10

    4. 9 + 12 + 15 =28 14 7

    5. 18 + 22 + 25 =32 16 8

    b. Kunci jawaban

    1. 9 + 2 = 1118 18

    2. 12 + 3 = 15 = 5

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    57/104

    57

    36 36 12

    3. 12 + 5 + 8 = 25 = 1 5 = 1 120 20 20 4

    4. 9 + 24 + 60 = 93 = 3 1128 28 28

    5. 18 + 44 + 100 = 162 = 5 2

    32 32 32

    4. Kriteria Penilaiana. Setiap Jawaban benar, diberi scor 2

    b. Setiap jawaban salah diberi scor 0

    c. Nilai = Jumlah jawaban benar x 2

    Mengetahui Pagaden, 21 Maret 2013

    Kepala Sekolah Mahasiswa

    TUTI GUMIARSIH, S.Pd.SD. ROHAYATI IMAWATI

    NIP.19630708 19830 NIM. 816087 619

    Super visor 2

    H. TASMO, S.Pd

    NIP.19661221 198803 1 002

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    58/104

    58

    LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

    SIKLUS 1

    Mata Pelajaran : MatematikaKelas/smester : V/2

    Hari/Tanggal : 21 Maret 2013

    Materi pokok : Menjumlahkan pecahan dengan penyebut berbeda

    Alokasi waktu : 1 x 10 menit

    Petunjuk Kegiatan

    1. Selesaikanlah lembar kerja ini secara berkelompok

    2. Diskusikanlah setiap masalah dengan benar

    3. Tanyakan pada guru bila ada kesulitan

    4. Bekerjalah dengan tertib

    Petunjuk khusus

    Diskusikan dengan kelompokmu tugas di bawah ini!

    1. 3 + 4 = ..................................................................................

    11 22

    2. 8 + = .....................................................................................9 27

    3. 12 + 8 + 13 = ......................................................................6 24 8

    4. 10 + 9 + 14 = ........................................................................9 27 3

    5. 15 + 11 + 20 = .......................................................................12 9 36

    Nama Kelompok : .......................................

    Ketua : ......................................

    Anggota : 1. ................................... 4. ...........................................

    2. .................................. 5. ..........................................

    3. ...................................

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    59/104

    59

    INSTRUMEN PENILAIAN PESERTA DIDIK

    SIKLUS 1

    Nama sekolah : SDN PAGADEN I

    Mata Pelajaran : Matemmatika

    Kelas /semester : V/ 2

    Hari/Tanggal ; Kamis, 21 Maret 2013

    Materi pokok : Penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda

    Soal Tes

    Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar!

    1. 3 + 2 =

    6 9

    2. 6 + 3 =

    18 36

    3. 3 + 5 + 4 =5 20 10

    4. 9 + 12 + 15 =

    28 14 7

    5. 18 + 22 + 25 =33 16 8

    Jawaban

    1. ..............................................................................................................

    2. ..............................................................................................................

    3. ...............................................................................................................

    4. ..............................................................................................................

    5. .............................................................................................................

    Nama : ............................................ Nilai : .............................

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    60/104

    60

    LEMBAR PENGAMATAN KERJA KELOMPOK

    SIKLUS 1

    Mata Pelajaran : Matemmatika

    Kelas /semester : V/ 2

    Hari/Tanggal ; Kamis, 21 Maret 2013

    Materi pokok : Penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda

    ========================================================

    N

    O

    ASPEK

    PENGAMATAN

    NAMA KELOMPOK KET

    A B C

    1 Kerja sama 8 8 8

    2 Tanggung jawab 8 9 7

    3 Keaktifan 7 8 7

    4 Disiplin 8 8 7

    6 Curah pendapat 7 8 7

    7 Kerapihan 8 7 8

    8 Kebersihan 8 7 7

    JUMLAH 54 55 51

    NILAI AKHIR 6,75 6,88 6,38

    Kriteria penilaian

    10 : Baik Sekali

    89 : Baik

    67 : Cukup Baik

    < 5 : Kurang Baik

    Pagaden, 21 Maret 2013

    Mahasiawa

    ROHAYATI IMAWATI

    NIM. 816 087 619

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    61/104

    61

    DAFTAR NILAI PESERTA DIDIK

    SIKLUS 1

    Nama sekolah : SDN PAGADEN I

    Mata Pelajaran : Matematika

    Kelas / Semester : V / 2

    Materi Pokok : Menjumlahkan pecahan dengan penyebut berbeda

    NO NAMA SISWA NILAI TUNTAS TIDAK

    TUNTAS

    1. DIMAS 40

    2. ARTI SUMIATI 50

    3. AINUN MUSADI 50

    4. AGUS NAZAR SONJAYA 80

    5. AHMAD SOFIAN 100

    6. DANDI NUGRAHA 50

    7. DELIA FEBY FEBIANA 80

    8. FIRMAN NUGRAHA 70

    9. FADILLAH CHOIRUNNISA 70

    10. LENA MEILINA 80

    11. NOVAL WAHYUDI 70

    12. RISMA DELVIA 70

    13. SEKAR ARUM CAHYA 70

    14. VINI NOVIANI 100

    15. YULIA RAHMAYANTI 80

    16. AKBAR ARDIANSYAH 80

    17. ADNAN KAMALUDIN 40

    18. NURUL ATSYIFA UTAMI 70

    Jumlah 1160 13 5

    KKM 64

    Rata-rata (Mean) 64,44

    Nilai Tengah (Median) 75

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    62/104

    62

    Nilai Terbanyak (Modus) 70

    Nilai Tertinggi 100

    Nilai Terendah 40

    Pagaden, 21 Maret 2013

    Mahasiswa

    ROHAYATI IMAWATI

    NIM. 816087619

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    63/104

    63

    LEMBAR OBSERVASI UNTUK GURU

    SIKLUS 1

    Nama sekolah : SDN PAGADEN IMata Pelajaran : Matematika

    Kelas / Semester : V / 2

    Materi Pokok : Menjumlahkan pecahan dengan penyebut

    yang berbeda

    No Perilaku guru yang diamati

    kemunculan

    Komentarada Tidak

    Ada1. Mengkondisikan siswa

    pada situasi belajar

    Sudah baik, dan kondusif

    2. Guru memberikan

    apersepsi

    Pertanyaan mengaitkan

    dan mengukur kemampuan

    siswa

    3. Guru menggunakan contoh Upayakan ditambah

    4. Guru mengunakan alat

    peraga yang relevan

    Sudah cukup relevan, tapi

    kembangkan lagi

    5. Guru menggunakan

    metode bervariasi

    Penggunaan metoda

    demonstrasi lebih optimal

    lagi, agar siswa aktif.

    7. Guru memberikan contoh

    dalam materi pembelajaran

    Sudah cukup

    8. Guru memberikan

    penguatan kepada siswa

    Sudah cukup, tapi terus

    ditingkatkan

    9. Guru memberikan

    kesempatan bertanya

    kepada siswa

    Siswa kurang merespon

    10. Guru memberikan

    penilaian

    Pelaksanaan sudah sesuai

    11. Memberikan tindak lanjut Cukup

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    64/104

    64

    Pagaden, 21 Maret 2013

    Supervisor 2 Mahasiswa

    H.TASMO, S.Pd. ROHAYATI IMAWATI

    NIP. 19661221 198803 1 002 NIM. 816087619

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    65/104

    65

    LEMBAR OBSERVASI UNTUK PESERTA DIDIK

    SIKLUS 1

    Nama sekolah : SDN PAGADEN IMata Pelajaran : Matematika

    Kelas / Semester : V / 2

    Materi Pokok : Menjumlahkan pecahan dengan penyebut

    yang berbeda

    No

    Aktivitas peserta didik

    yang diamati

    kemunculan Komentar

    Ya Tidak

    Ada1. Aktif dalam proses

    apersepsi

    Sudah baik, dan kondusif

    2. Peserta didik merespon

    selama mengikuti

    pembelajaran

    Tapi, hanya sebagian kecil

    3. Peserta didik menjawab

    pertanyaan yang diajukan

    guru

    Tapi, ragu-ragu dengan

    suara pelan

    4. Peserta didk aktif

    memberikan pertanyaan

    tentang materi yang

    belum dipahami

    Hanya beberapa peserta

    didik

    5. Peserta didik

    menanggapi komentar

    peserta didik lain dengan

    bimbingan guru

    Tapi, harus ditunjuk dulu

    oleh guru

    6. Peserta didik aktif dalam

    kerja kelompok

    Cukup aktif

    8. Peserta didik membuat

    simpulan dari materi

    yang telah dipelajari

    Cukup

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    66/104

    66

    Pagaden, 21 Maret 2013

    Supervisor 2 Mahasiswa

    H.TASMO, S.Pd. ROHAYATI IMAWATI

    NIP. 19661221 198803 1 002 NIM. 816 087 619

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    67/104

    67

    RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN ( RPP )

    SIKLUS 2

    Nama Sekolah : SD Negeri Pagaden I

    Mata Pelajaran : Matematika

    Kelas/Semester : V/ II (Dua)

    Alokasi Waktu : 1 x 35 Menit

    Hari/Tanggal : Kamis 28 Maret 2013

    A. STANDAR KOMPETENSI5. Menggunakan Pecahan dalam pemecahan masalah

    B. KOMPETENSI DASAR5.3 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan

    C. INDIKATOR1. Menjumlahkan pecahan berpenyebut tidak sama

    D. TUJUAN PEMBELAJARANMelalui ceramah, tanya jawab, dan diskusi diharapkan siswa dapat :

    1. Menentukan KPK dari pecahan dengan penyebut yang berbeda

    dengan benar

    2. Menjumlahkan pecahan dengan penyebut yang berbeda dengan benar

    E. TUJUAN PERBAIKAN1. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam penguasaan operasi

    hitung penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda melalui

    penerapan metoda demonstrasi.

    F. MATERI AJAROperasi Hitung Pecahan

    1. Menjumlahkan pecahan yang penyebutnya berbeda

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    68/104

    68

    2. Pada penjumlahan dua pecahan atau lebih berpenyebut tidak sama,

    pengerjaannya dilakukan dengan cara menyamakan penyebutnya

    terlebih dahulu, dengan mentukan KPK dari penyebutnya. Setelah itu

    pembilangnya dijumlahkan.

    3. Comtoh: 1 + 1 = 3 + 2 = 3 + 2 = 5

    4 6 12 12 12 12

    1 = 1 x 3 = 3

    4 x 3 = 12

    KPK dari 4 dan 6

    G. METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN1. Metode Pembelajaran

    a. Ceramah

    b. Tanya Jawab

    c. Demonstrasi

    d. Diskusi

    2. Model Pembelajarana. Model Pembelajaran PAIKEM

    b. Model Pembelajaran Demonstrasi

    H. Alat/Bahan dan Sumber Belajar1. Sumber Belajar

    a. KTSP 2006 Depdiknas Jakarta

    b. Silabus Pembelajaran

    c. Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 5. Y.D.

    Sumanto, Heny Kusumawati, Nur Aksin. PUSAT PERBUKUAN

    Departeman Pendidikan Nasional. Halaman 102-103

    d. Lingkungan sekitar

  • 7/30/2019 Draf Laporan Pkp Di Ut Baru2

    69/104

    69

    2. Alat Peraga Kartu bilangan pecahan

    KIT matematika

    I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN1. Kegiatan awal ( 5 menit )

    a. Mengondisikan siswa ke dalam situasi pembelajaran dengan

    mengabsen kehadiran siswa

    Melakukan apersepsi dengan melakukan tanya-jawab

    1 , 2 apa nama dari bilangan ini?

    2 3

    Samakah penyebutnya?

    Bagaimanakah cara menjumlahkannya?

    b. Menginformasikan materi pembelajaran yang akan dipelajari

    c. Menginformasikan tujuan pembelajaran

    2. Kegiatan Inti ( 20 menit)a. Guru menyiapkan alat bantu yang akan digunakan dalam

    pembelajaran

    b. Siswa mendengarkan penjelasan materi pelajaran yang akan

    didemonstrasikan

    c. Dua orang siswa disuruh mengambil kartu bilangan pecahan

    dengan penyebut berbeda yang disediakan, lalu menempelkannya

    di papan tulis

    d. Siswa menyimak dan memperhatikan demonstrasi penjumlahan

    pecahan dengan penyebut berbeda yang dilakukan guru dengan