Laporan Praktikum Geologi

download Laporan Praktikum Geologi

of 32

  • date post

    14-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    69
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Laporan Praktikum Geologi

  • 5/24/2018 Laporan Praktikum Geologi

    1/32

    Laporan Praktikum Geologi

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 PENGERTIAN GEOLOGIGeologi (berasal dari bahasa Yunani - (geos-,bumi) dan (logos,

    pengetahuan) adalah Ilmu (sains yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat-sifat

    fisik, sejarah, dan proses yang membentuknya Seperti kita ketahui, minyak bumi, gas dan

    sumber energi pada umumnya berasal dari alam. Dan sebagian besar berada di dalam permukaan

    bumi. Bidang cakupan geologi meliputi beberapa cabang ilmu geologi :

    1.2 RUANG LINGKUP GEOLOGI

    Mineralogi, ilmu yang mempelajari sifat fisik dan kimia mineral cara terjadinya dan kegunaanya.Paleontologi, cabang ilmu geologi yang mempelajari kehidupan masa lalu yang didasarkan atas

    fosil baik tumbuhan maupun hewan.

    Petrologi, cabang ilmu geologi yang mempelajari batuan sebagai pembentuk kerak bumi.

    Stratigrafi, cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang urutan pelapisan batuan.

    Geologi struktur, cabang ilmu geologi yang mempelajari struktur geologi yang tertentu akibat

    gaya tektonik.

    Geomorfologi,cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang relief (bentuk-bentuk permukaan)

    bumi.

    BAB II

    MINERAL

    2.1 Tujuan Percobaan

    Tujuan percobaan analisa mineral adalah untuk mengetahui dari mana saja mineral tersebut

    berasal.

    2.2 Dasar Teori

    Mineral adalah zat yang homogen yang terjadi dialam, terjadi secara alamiah dengan

    suatu komposisi kimia tertentu dan memiliki susunan atom yang teratur, biasanya terbentuk

  • 5/24/2018 Laporan Praktikum Geologi

    2/32

    secara proses Anorganik. Sifat fisik mineral ditentukan oleh struktur Kristal dan kompopsisi

    kimianya.

    2.2.1 Sifat-sifat fisik mineral

    Penentuan nama mineral dapat dilakukan dengan membandingkan sifat-sifat fisik mineral

    antara mineral yang satu dengan mineral yang lainnya. Sifat-sifat fisik mineral tersebut

    meliputi: Warna, Kilap (luster), Kekerasan (hardness), Cerat (streak), Belahan (cleavage),

    Pecahan (fracture), Bentuk Kristal, Sifat dalam (tenacity).

    a. Warna

    Warna adalah kesan mineral jika terkena cahaya. Warna mineral dibedakan menjadi dua,

    yaitu:

    Idiokromatik, apabila warna mineral selalu tetap, umumnya dijumpai pada mineral-mineral yang

    tidak tembus cahaya(opak) seperti galena, magnetit, dan pirit

    Alokromatik, bila warna mineral tidak tetap, tergantung dari material pengotornya. Umumnya

    terdapat pada mineral-mineral yang tembus cahaya seperti kuarsa dan kalsit.

    b. Kilap (luster)

    Kilap adalah kesan mineral akibat pantulan cahaya yang dikenakan padanya. Kilap di bedakan

    menjadi dua yaitu kilap logam dan kilap non logam.

    1. Kilap logam

    Kilap ini memberikan kesan seperti logam bila terkena cahaya. Kilap ini biasanya

    dijumpai pada mineral-mineral yang mengandung logam atau mineral biji seperti: emas, galena,

    pirit dan kalkopirit.

    2.

    Kilap non logamKilap ini tidak memberikan kesan seperti logam jika terkena cahaya. Kilap non logam

    biasanya berwarna terang atau transparan.(kecuali bila tebal).Kilap jenis ini dapat dibedakan

    menjadi:

    kilap kaca (vitreous luster), memberikan kesan seperti kaca bila terkena cahaya. Contoh: kalsit,

    kuarsa, halit.

  • 5/24/2018 Laporan Praktikum Geologi

    3/32

    kilap intan (adamantine luster), memberikan kesan cemerlang seperti intan. Contoh: intan.

    kilap sutera (silky luster), member kesan seperti sutera. Umunya terdapat pada mineral yang

    mempunyai struktur serat. Contoh: asbes, aktinolit, gypsum.

    Kilap dammar (resinous luster),member kesan seperti dammar. Contoh: sfalerit dan resin.

    kilap mutiara (pearly luster),memberi kesan seperti mutiara atau seperti bagian dalam dari kulit

    kerang. Contoh: talk, dolomite, muskovit, dan tremolit.

    kilap lemak (greasy luster),menyerupai lemak atau sabun. Contoh:talk dan serpentin.

    kilap tanah, kenampakannya buram seperti tanah. Contoh: kaolin, limonit dan bentonit.

    3. kekerasan(hardness)

    Kekerasan adalah ketahanan mineral terhadap suatu goresan. Secara relatif sifat fisik ini

    di tentukan menggunakan skala mosh. Berikut urutan kekerasan berdasarkan skala mosh:

    1= talk

    2= gypsum

    3= kalsit

    4= fluorit

    5= apatit

    6= feldspar

    7= kuarsa

    8= topaz

    9= korundum

    10= intan

    Sedangkan alat yang digunakan sebagai sebagai alat penentu kekerasan adalah:

    Kuku jari memiliki nilai H sekitar 2,5.

    Uang logam memiliki nilai H = 3,0

    Baja pada pisau lipat memiliki nilai H =>3,0

    Kaca jendela memiliki nilai H = 5,5

    Jarum baja memiliki nilai H = 6,5

    d. Cerat(steak)

  • 5/24/2018 Laporan Praktikum Geologi

    4/32

    Cerat adalah warna mineral yang bebrbentuk bubuk halus. Meskipun warna mineral mungkin

    saja bervariasi tetapi gores umurnya tetap. Gores didapat dengan menggoreskan mineral pada

    suatu permukaan porselen( H=7)

    e. Belahan(cleavage)

    Suatu mineral dikatakan memiliki belahan apabila mineral tersebut memiliki kecendrungan

    untuk pecah melalui bidang tertentu. Belahan sangat membantu dalam mendeskripsikan mineral

    dan kualitasnya. Belahan sendiri dinyatakan dengan istilah: sempurna, baik, jelas, dan tidak jelas.

    f. Pecahan(fracture)

    Suatu mineral akan pecah bila tidak mengikuti bidang belahnya. Pecahan sendiri dibagi

    menjadi enam yaitu:

    Konkoidal, pecahannya seperti cangkang kerang atau pecahan botol. Contoh: beril, kuarsa dan

    leucite.

    Hackly, pecahannya bergerigi dan berujung runcing serta kasar, tekstur permukaan pecahannya

    sangat tidak rata. Contoh: mineral penyusun logam murni.

    Even, Pecahan ini adalah pecahan mineral dengan permukaan bidang pecah kecil-kecil dengan

    ujung pecahan masih mendekati bidang datar sehingga mempunyai penampakan agak teratur.

    Contoh: plagioclase dan mineral lempung.

    Uneven, salah satu jenis pecahan yang tekstur pecahannya mempunyai bidang pecahan yang

    kasar dan tidak teratur. Contoh: Garnet, Nepheline, Augite dan Ortoclase.

    Splintery,Jenis pecahan ini mempunyai bentuk yang hancur menjadi pecahan yang kecil-kecil

    seperti benang atau serabut. Contoh: Asbes dan Augite.

    Earthy, adalah jenis pecahan yang hasil pecahannya hancur seperti tanah. Contoh: mineral

    lempung.

    g. Bentuk kristal

    Bentuk Kristal dapat dikatakan kristalin, bila mineral tersebut mempunyai bidang kristalin

    yang jelas. Bidang Kristal dikatakan amorf, bila bila tidak memiliki batas-batas Kristal yangjelas. Mineral dialam jarang di jumpai dalam bentuk amorf yang ideal, karena kondisi

    pertumbuhan yang biasanya terganggu oleh proses-proses yang lain.

    h. Sifat dalam(tenacity)

  • 5/24/2018 Laporan Praktikum Geologi

    5/32

    Sifat dalam atau yang disebut juga ketahanan adalah ketahanan mineral terhadap pemataan,

    penggerusan, pembongkaran atau pengirisan. Istilah berikut dipergunakan untuk menyatakan

    katahanan:

    Rapuh(brittle), bila mineral mudah pecah menjadi bubuk

    Dapat ditempa(malleable), bila mineral dapat ditempa atau dipukul.

    Dapat diiris(sectile), bila mineral dapat diiris tipis-tipis.

    Dapat dipintal(ductile), bila mineral dapat dibentuk seperti kawat.

    Fleksibel, bila mineral dapat di bengkokkan tapi tidak dapat kembali semula.

    Lentur(elastic), bila mineral dapat dibengkokkan dan kembali seperti semula.

    2.2.2 Mineral pembentuk batuan

    Mineral pembentuk batuan dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :

    Mineral Utama (essential minerals)

    Mineral ikutan/ tambahan (accessory minerals)

    Mineral sekunder (secondary minerals)

    Mineral utama

    Pada dasarnya sebagian besar (99%) batuan beku hanya terdiri dari unsur utama yaitu

    oksigen, silikon, alumunium, besi, kalsium, sodium, potasium, dan magnesium, unsur ini

    membentuk mineral yang tergolong mineral utama yaitu:

    Kuarsa

    plagioklas

    ortoklas

    olivin

    piroksin

    amfibol

    mikafelpatora

    Mineral ikutan / tambahan

  • 5/24/2018 Laporan Praktikum Geologi

    6/32

    Mineral tambahan merupakan mineral hasil kristalisasi magma, namun jumlahnya relatif

    kecil (kurang dari 5 %) sehingga tidak menentukan nama atau sifat batuan. Mineral ikutan atau

    tambahan antara lain zirkon, apatit, magnetit, hematit, trutil.

    Mineral sekunderMineral sekunder adalah mineral yang merupakan hasi ubahan dari mineral primer,

    terjadi sebagai akibat dari proses pelapukan, sirkulasi larutan sisa magma (hidrotermal),

    koolinisasi serpentinisasi atau karena metamorfisma.

  • 5/24/2018 Laporan Praktikum Geologi

    7/32

    BAB III

    BATUAN

    3.1 Dasar teori

    Batuan adalah kumpulan dari satu mineral atau lebih yang mengendap dan bersatu. Adapun

    yang kita kenal dengan istilah mineral. Di dalam batuan disusun oleh satu atau beberapa mineral.

    Mineral adalah unsur anorganik pembentuk batu-batuan. Ada berbagai jenis mineral,

    pembedanya berdasarkan belahan, pecahan, kekerasan, ketahanan, kilap, warna, gores/cerat.

    Sebagian besar batuan mengandung dua atau tiga mineral, tetapi beberapa hanya mengandung

    beberapa macam saja. Nama dan sifat kelompok dari batuan ditentukan oleh kandungan dan

    proposi mineralnya. Karena setiap kelompok mineral berkaitan dengan jenis khusus batuan,

    maka sifat ini sangat memudahkan ahli geologi dalam mengenali batuan.3.2 Penyebaran Batuan di Muka Bumi

    Menurut asal usulnya, batu-batuan dapat dibagi ke dalam tiga kelompok utama yaitu

    batuan beku (igneous rocks), batuan