Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar.pdf

of 5 /5
25/3/2014 Belajar Bersama: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar http://melihat-keindahan.blogspot.com/2013/11/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-belajar.html 1/5 Wednesday, November 6, 2013 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar Berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar yaitu berasal dari dal diri orang yang belajar dan ada pula dari luar dirinya. Dibawah ini dikemukakan faktor-faktor yang menentukan pencapaian hasil belajar : Faktor Internal (yang berasal dari dalam diri) 1. Kesehatan Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya terhadap kemampuan belajar. Bila seseorang selalu tidak sehat,s akit kepala, demam, pilek, batuk dan sebagainya,dapat mengakibatkan tidak bergairah untuk belajar. Demikian pula halnya jika kesehatan rohani (jiwa) kurang baik, misalnya mengalami gangguan pikiran, perasaan kecewa karena konflik debngan pacar, orang tua atau karena sebab lainnya, ini dapat mengganggu atau mengurangi semangat belajar. Karena itu, pemeliharaan kesehatan sangat penting bagi setiap orang fisik maupun mental, agar badan tetap kuat, pikiran selalu segar dan bersemangat dalam bersemangat dalam melaksanakan kegiatan belajar. 2. Intelegensi (kecerdasan) Seseorang yang memiliki intelegensi baik (IQ-tinggi) umumnya mudah belajar dan hasilnya pun cendrung baik sebaliknya orang yang intelegensinya rendah, cenderung mengalami kesukaran dalam belajar, lambat berpikir sehingga prestasi belajarnya rendah. Raden Cahaya Prabu, pernah mengatakan dalam mottonyan bahwa: “didiklah anak sesuai taraf umurnya. Pendidikan yang berhasil karena menyelami jiwa anak didiknya”. Yang menarik dari ungkapan ini adalah tentang umur dan menyelami jiwa anak didik. Beliau berkeyakinan bahwa perkembangan taraf intelegensi sangat pesat pada masa umur balita dan mulai menetap pada akhir masa remaja. Taraf intelegensi tidak mengalami penurunan, yang menurun hanya penerapannya saja, terutama setelah berumur 65 tahun ke atas bagi mereka yang alat inderanya mengalami kerusakan. Karena intelegensi diakui ikut menentukan keberhasilan belajar seseorang. Beliau juga mengatakan bahwa anak-anak yang taraf intelegensinya dibawah rata-rata, yaitu dull normal, debil, embicil, dan idiot sukar untuk sukses dalam sekolah. Mereka tidak akan mencapai pendidikan tinggi karena kemampuan potensinya terbatas. Sedangkan anak-anak yang taraf intelegensinya normal, diatas rata-rata seperti superior, gifted dan genius, jika saja lingkungan dan keluarga, masyarkat dan lingkungan pendidikannya juga turut menunjang, maka mereka akan dapat mencapai prestasi dan keberhasilan dalam hidupnya. 3. Bakat Bakat merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar seseorang. Bakat memang diakui sebagai kemamapuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau latihan. Misalnya belajar main piano, apabila dia memiliki bakat musik akan lebih mudah dan cepat pandai dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki bakat itu. Banyak sebenarnya bakat bawaan atau terpendam yang dapat ditumbuhkan asalkan Search Go iklan PERUT KEMPES DALAM 3 HARI..! Simpelet 3 HERBAL PELANGSING 100% AMAN dan AMPUH! Pesan Seka TURUN 6 KG Seminggu ? BISA!!! Pelangsing Ampuh 100% Aman & Alami. Dapatkan Disko WOW!!! Perkasa dan Tahan Lama, Rekomendasi Boyke Pilihan TEPAT Pria HEBAT, bikin mama Mau Lagi dan Merapatkan VAGINA yang KENDOR GARANSI UANG KEMBALI! Merapatkan dan Membersihkan KumpulBlogger.com:Menerima Bitcoin About Me SARI HANDAYANI Ikuti 4 Belajar Bersama

Embed Size (px)

Transcript of Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar.pdf

  • 25/3/2014 Belajar Bersama: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar

    http://melihat-keindahan.blogspot.com/2013/11/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-belajar.html 1/5

    Wednesday, November 6, 2013

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar

    Berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi

    pencapaian hasil belajar yaitu berasal dari dal diri orang yang belajar dan ada pula dari luar dirinya. Dibawah

    ini dikemukakan faktor-faktor yang menentukan pencapaian hasil belajar :

    A. Faktor Internal (yang berasal dari dalam diri)

    1. Kesehatan

    Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya terhadap kemampuan belajar. Bila

    seseorang selalu tidak sehat,s akit kepala, demam, pilek, batuk dan sebagainya,dapat

    mengakibatkan tidak bergairah untuk belajar.

    Demikian pula halnya jika kesehatan rohani (jiwa) kurang baik, misalnya mengalami

    gangguan pikiran, perasaan kecewa karena konflik debngan pacar, orang tua atau karena sebab

    lainnya, ini dapat mengganggu atau mengurangi semangat belajar. Karena itu, pemeliharaan

    kesehatan sangat penting bagi setiap orang fisik maupun mental, agar badan tetap kuat, pikiran

    selalu segar dan bersemangat dalam bersemangat dalam melaksanakan kegiatan belajar.

    2. Intelegensi (kecerdasan)

    Seseorang yang memiliki intelegensi baik (IQ-tinggi) umumnya mudah belajar dan hasilnya

    pun cendrung baik sebaliknya orang yang intelegensinya rendah, cenderung mengalami

    kesukaran dalam belajar, lambat berpikir sehingga prestasi belajarnya rendah.

    Raden Cahaya Prabu, pernah mengatakan dalam mottonyan bahwa: didiklah anak sesuai

    taraf umurnya. Pendidikan yang berhasil karena menyelami jiwa anak didiknya. Yang menarik

    dari ungkapan ini adalah tentang umur dan menyelami jiwa anak didik.

    Beliau berkeyakinan bahwa perkembangan taraf intelegensi sangat pesat pada masa umur

    balita dan mulai menetap pada akhir masa remaja. Taraf intelegensi tidak mengalami penurunan,

    yang menurun hanya penerapannya saja, terutama setelah berumur 65 tahun ke atas bagi mereka

    yang alat inderanya mengalami kerusakan. Karena intelegensi diakui ikut menentukan

    keberhasilan belajar seseorang.

    Beliau juga mengatakan bahwa anak-anak yang taraf intelegensinya dibawah rata-rata, yaitu

    dull normal, debil, embicil, dan idiot sukar untuk sukses dalam sekolah. Mereka tidak akan

    mencapai pendidikan tinggi karena kemampuan potensinya terbatas. Sedangkan anak-anak yang

    taraf intelegensinya normal, diatas rata-rata seperti superior, gifted dan genius, jika saja

    lingkungan dan keluarga, masyarkat dan lingkungan pendidikannya juga turut menunjang, maka

    mereka akan dapat mencapai prestasi dan keberhasilan dalam hidupnya.

    3. Bakat

    Bakat merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar

    seseorang. Bakat memang diakui sebagai kemamapuan bawaan yang merupakan potensi yang

    masih perlu dikembangkan atau latihan. Misalnya belajar main piano, apabila dia memiliki bakat

    musik akan lebih mudah dan cepat pandai dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki bakat

    itu.

    Banyak sebenarnya bakat bawaan atau terpendam yang dapat ditumbuhkan asalkan

    Search

    Go

    iklan

    PERUT KEMPES DALAM 3 HARI..!

    Simpelet 3

    HERBAL PELANGSING 100% AMAN dan

    AMPUH! Pesan Seka

    TURUN 6 KG Seminggu ? BISA!!!

    Pelangsing Ampuh 100% Aman & Alami.

    Dapatkan Disko

    WOW!!! Perkasa dan Tahan Lama,

    Rekomendasi Boyke

    Pilihan TEPAT Pria HEBAT, bikin mama

    Mau Lagi dan

    Merapatkan VAGINA yang KENDOR

    GARANSI UANG KEMBALI! Merapatkan

    dan Membersihkan

    KumpulBlogger.com:Menerima Bitcoin

    About Me

    SA RI HA NDA Y A NI

    Ikuti 4

    Belajar Bersama

  • 25/3/2014 Belajar Bersama: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar

    http://melihat-keindahan.blogspot.com/2013/11/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-belajar.html 2/5

    diberikan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Disini tentu saja diperlukan pemahaman terhadap

    bakat apa yang dimiliki oleh seseorang. Menurut Soenarto dan Hartono bakat memungkinkan

    seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu, akan tetapi diperlukan latihan,

    pengetahuan, pengalaman, dan dorongan atau motivasi agar bakat itu dapat terwujud. Misalnya,

    seseorang mempunyai bakat menggambar jika ia tidak pernah diberi kesempatan untuk

    mengembangkan, maka bakat tersebut tidak akan tampak. Jika orang tuanya menyadari bahwa ia

    mempunyai bakat menggambar dan mengusahahkan agar ia mendapatkan pengalaman yang

    sebaik-baiknya untuk mengembangkan bakatnya dan anak itu juga menunjukkan minat yang

    besar untuk mengikuti pendidikan menggambar, maka ia akan dapat mencapai prestasi yang

    timbul dan bahkan dapat menjadi pelukis terkenal. Sebaliknya, seorang anak yang mendapatkan

    pendidikan menggambar dengan baik, namun tidak memiliki bakat menggambar, maka tidak akan

    pernah mencapai prestasi untuk bidang tersebut. Dalam kehidupan di sekolah sering tampak

    bahwa seseorang yang mempunyai bakat dalam bidang olahraga, umumnya prestasi mata

    pelajaran lainnya juga baik.

    Keunggulan dalam salah satu bidang, apakah bidang sastra, matematika atau seni,

    merupakan hasil interaksi merupakan hasil dari bakat yang dibawa sejak lahir dan faktor

    lingkungan yang menunjang termasuk minat dan dorongan pribadi.

    4. Minat

    Menurut Slameto, minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal

    atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu

    hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri, semakin kuat atau dekat hubungan

    tersebut semakin beser minat. Minat dapat timbul karena daya tarik dari luar dan datang dari hati

    sanubari.

    Minat yang besar terhadap sesuatu merupakan modal yang besar artinya untuk mencapai

    atau memperoleh benda atau tujuan yang diminati itu. Timbulnya minat belajar disebabkan

    berbagai hal antara lain karena keinginan yang kuat untuk menaikan martabat atau memperoleh

    pekerjaan yang baik serta ingin hidup senang dan bahagia. Minat belajar yang besar cendrung

    menghasilkan prestasi yang tinggi, sebaliknya minat belajar kurang akan menghasilkan prestasi

    yang rendah.

    Dalam konteks itulah diyakini bahwa minat mempengaruhi proses dan hasil belajar anak

    didik. Tidak banyak yang dapat diharapkan untuk menghasilkan prestasi belajar yang baik dari

    seseorang anak yang tidak berminat untuk mempelajari sesuatu.

    Persoalannya sekarang adalah bagaimana menimbulkan minat anak didik terhadap sesuatu?

    Memahami kebutuhan anak didik dan melayani kebutuhan anak didik adalah satu upaya

    membangkitkan minat anak didik.

    Dalam penentuan jurusan harus disesuaikan dengan minat anak didik. Jangan dipaksakan

    agar anak didik tunduk pada kemauan guru untuk memilih jurusan lain yang sebenarnya anak

    didik tidak berminat. Dipaksakan juga pasti akan sangat merugikan anak didik. Anak didik

    cenderung malas belajar untuk mempelajari mata pelajaran yang disukainya. Anak didik pasrah

    pada nasib dengan nilai apa adanya.

    Cara yang efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subjek yang baru adalah dengan

    menggunakan minat-minat anak didk yang telah ada. Misalnya, beberapa orang anak didik

    menaruh minat pada olahraga balap mobil. Sebelum mengerjakan kecepatan gerak guru dapat

    menarik perhatian anak didik dengan menceritakan sedikit mengenai balap mobil yang baru saj

    berlangsung, kemudian sedikit demi sedikit diarahkan ke materi pelajaran sesungguhnya.

    5. Motivasi

    Menurut Neoehi Nasution, Motivasi adalah kondisi psikologis yang mendororng seseorang

    untuk melakukan sesuuatu. Jadi, motivasi untuk belajar adalah kondisi psikologis yang

    mendorong seseorang untuk belajar. Motivasi berbeda dengan minat. Ia adalah daya penggerak

    atau pendorong untuk melakukan suatu pekerjaan. Yang bisa berasal dari dalam diri dan juga

    dari luar. Motivasi yang berasal dari dalam diri (intrinsik), yaitu dorongan yang datang dari sanu

    bari umumnya karena kesadaraan akan penting nya sesuatu. Motivasi yang berasal dari luar

    (ekstrinsik) yaitu dorongan yang datang dari luar diri (lingkungan), misalnya dari orang tua,

    guru, teman-teman, dan anggota masyarakat. Seseorang yang belajar dengan motivasi kuat, akan

    melaksanakan semua kegiatan belajarnya dengan sungguh-sungguh, penuh gairah, atau

    semangat.

    Sebaliknya, belajar dengan motivasi yang lemah akan malas bahkan tidak mau mengerjakan

    tugas-tugas yang berhubungan dengan pelajaran.

    Kuat lemahnya motivasi belajar seseorang turut mempengaruhi keberhasilannya. Karena itu

    motivasi belajar perlu diusahakan terutama yang berasal dari dalam diri dengan cara senantiasa

    memikirkan masa depan yang penuh tantangan dan harus dihadapi untuk mencapai cita-cita.

    Senantiasa memasang tekad bulat dan selalu optimis bahwa cita-cita dapat dicapai dengan

    belajar.

    6. Cara Belajar

    Cara belajar seseorang juga mempengaruhi pencapaian hasil belajarnya. Belajar tanpa

    V I EW MY CO MPLETE

    PRO FI LE

    pengunjung

    View My Stats

    Blog Archive

    2014 (3)

    2013 (21)

    November (20)

    Tips Cara Merawat agar Kulit

    tidak Kering

    Cara Daftar Adfly

    Cara Daftar Hits4pay

    Cara Membersihkan Kulit Muka

    Penyebab Jerawat

    Kode Etik Guru

    silabus kelas 3 SD kurikulum

    2013

    silabus kelas I SD kurikulum

    2013

    BSE

    silabus kelas 4 SD kurikulum

    2013

    silabus kelas 2 SD kurikulum

    2013

    silabus kelas 6 SD kurikulum

    2013

    silabus kelas 5 SD kurikulum

    2013

    Apresiasi Seni Rupa

    Pengertian Media

    Faktor-Faktor yang

    Mempengaruhi Belajar

    cara menghilangkan jerawat

    Cara Agar IDM Tidak Trial

    RPP Integreted

    makalah PMRI

    April (1)

    Labels

    kesehatan (4)

    materi (2)

    Media & Teknologi (1)

    RPP (1)

    seni (1)

    silabus (6)

    Tips and Trik (2)

    iklan

  • 25/3/2014 Belajar Bersama: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar

    http://melihat-keindahan.blogspot.com/2013/11/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-belajar.html 3/5

    memperhatikan tekhnik dan faktor psiologis, psikologis, dan ilmu kesehatan, akan mempengaruhi

    hasil yang kurang memuaskan.

    Ada orang yang sangat rajin belajar, siang dan malam tanpa istirahat yang cukup. Cara

    belajar seperti ini tidak baik. Belajar harus ada istirahat untuk member kesempatan kepada mata,

    otak, serta organ tubuh lainnya untuk memperoleh tenaga kembali.

    Selain itu, teknik-teknik belajar perlu diperhatikan, bagaimana caranya membaca, mencatat,

    menggaris bawahi, membuat ringkasan /kesimpulan, apa yang harus dicatat dan sebagainya.

    Selain dari teknik-teknik tersebut, perlu juga diperhatikan waktu belajar, tempat, fasilitas,

    penggunaan media pengajar, dan penyesuaian bahan pelajaran.

    7. Kemampuan Kognitif (Konsep Diri)

    Konsep diri adalah pandangan seseorang tentang dirinya sendiri yang menyangkut apa

    yang ia ketahui dan rasakan tentang perilakunya, isi pikiran dan perasaannya, serta bagaimana

    perilakunya tersebut berpengaruh terhadap orang lain. Disini konsep diri yang dimaksud adalah

    bayangan seseorang tentang keadaan dirinya sendiri pada saat ini dan bukanlah bayangan ideal

    dari dirinya sendiri sebagaimana yang diharapkan atau yang disukai oleh individu bersangkutan.

    Konsep diri berkembang dari pengalaman seseorang tentang berbagai hal mengenai dirinya

    sejak ia kecil, terutama yang berkaitan dengan perlakuan orang lain terhadap dirinya.

    Dalam dunia pendidikan ada tiga tujuan pendidikan yang sangat dikenal dan diakui oleh para

    ahli pendidikan, ranah kognitif, afektif, psikomotor. Ranah kognitif merupakan kemampuan yang

    selalu dituntut kepada anak didik untuk disukai. Karena penguasaan kemampuan pada tingkat ini

    menjadi dasar bagi penguasaan ilmu pengetahuan.

    Ada tiga kemampuan yang harus dikuasai sebagai jembatan unutk sampai pada penguasaan

    kemampuan kognitif, yaitu persepsi, mengingat, dan berpikir. Persepsi adalah proses yang

    menyangkut masuknya pesan dan informasi kedalam otak manusia. Melalui persepsi manusian

    terus-menerus mengadakan hubungan dengan lingkungan. Hubungan ini dilakukan lewat

    indranya, yaitu indra penglihatan, pendengar, peraba, perasa, dan pencium. Dalam pengajaran

    guru harus menanamkan pengertian dengan cara menjelaskan materi pelajaran sejelas-jelasnya,

    bukan bertele-tele pada anak didik, sehingga tidak terjadi kesalahan persepsi anak didik.

    Kemungkinan kecilnya kesalahan persepsi anak bila penjelasan ini diberikan itu mendekati objek

    yang sebenarnya.

    Semakin dekat penjelasan guru dengan realitas kehidupan semakin mudah anak didik

    menerima dan menceran materi pelajaran yang disajikan. Seseorang anak yang telah memiliki

    kemampuan persepsi ini berarti telah mampu menggunakan bentuk-bentuk representasi yang

    mewakili objek-objek yang dihadapi, entah objek itu orang, benda, atau kejadian peristiwa.

    Obejk-objek itu direpresentasikan atau dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan,

    gagasan atau lambang, yang semuanya merupakan sesuatu yang bersifat mental.

    B. Faktor Eksternal (yang berasal dari luar diri)

    1. Keluarga

    Keluarga adalah ayah, ibu, dan anak-anak serta family yang menjadi penghuni rumah. Faktor

    orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan anak dalam belajar. Tinggi

    rendahnya pendidikan orang tua, besar kecilnya penghasilan, cukup atau kurang perhatian dan

    bimbingan orang tua, rukun atau tidaknya kedua orang tua, akrab atau tidaknya hubungan orang

    tua dengan anak-anak, tenang atau tidaknya situasi dalam rumah, semuanya itu turut

    mempengaruhi pencapaian hasil belajar anak.

    Disamping itu, faktor keadaan rumah juga turut mempengaruhi keberhasilan belajar. Besar

    kecilnya rumah tempat tinggal, ada atau tidak perlalatan / media belajar seperti, papan tulis,

    gambar, peta, ada atau tidak ada kamar atau meja belajar, dan sebagainya, semuanya itu juga

    turut menentukan keberhasilan belajar seseorang.

    2. Sekolah

    Keadaan sekolah tempat belajar turut mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar. Kualitas

    guru, metode mengajarnya, kesesuaian kurikulum dengan kemampuan anak, keadaan

    fasilitas/perlengkapan di sekolah, keadaan ruangan, jumlah murid perkelas, pelaksanaan tata-

    tertib sekolah, dan sebagainya, semua ini turut mempengaruhi keberhasilan belajar anak. Bila

    suatu sekolah kurang memperhatikan tata-tertib (disiplin), maka murid-muridnya kurang

    mematuhi perintah para guru dan akibatnya mereka tidak mau belajar sungguh-sungguh di

    sekolah maupun di rumah.

    Hal ini mengakibatkan prestasi belajar anak menjadi rendah. Demikian pula jika jumlah murid

    perkelas terlalu banyak (50-60 orang), dapat mengakibatkan kelas kurang tenang, hubungan guru

    dengan murid kurang akrab, control guru menjadi lemah, murid menjadi kurang acuh terhadap

    gurunya, sehingga motivasi belajar menjadi lemah.

    3. Masyarakat

    Ads Pow ered

    by:KumpulBlogger.com

    Menerima BitCoin

  • 25/3/2014 Belajar Bersama: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar

    http://melihat-keindahan.blogspot.com/2013/11/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-belajar.html 4/5

    Newer Post Older Post

    Keadaan masyarakat juga menentukan prestasi belajar. Bila di sekitar tempat tinggal

    keadaan masyarakatnya terdiri dari orang-orang yang berpendidikan terutama anak-anaknya

    rata-rata bersekolah tinggi dan moralnya baik, hal ini akan mendorong anak lebih giat belajar.

    Tetapi sebaliknya, apabila tinggal dilingkungan banyak anak-anak yang nakal, tidak bersekolah

    dan pengangguran, hal ini akan mengurangi semangfat belajar atau dapat dikatakan tidak

    menunjang sehingga motivasi belajar menjadi berkurang.

    4. Lingkungan Sekitar

    Keadaan lingkungan tempat tinggal, juga sangat penting mempengaruhi prestasi belajar.

    Keadaan lingkungan, bangunan rumah, suasana sekitar, keadaan lalu-lintas, iklim dan

    sebagainya. Misalnya, bila bangunan penduduk sangat rapat, akan mengganggu belajar.

    Keadaan lalu-lintas yang membisingkan, suara hiruk-pikuk orang disekitar, suara pabrik, polusi

    udara, iklim yang terlalu panas, semuanya ini akan mempengaruhi kegairahan belajar. Sebaliknya,

    tempat yang sepi dengan iklim yang sejuk, ini akan menunjang proses belajar.

    Lingkungan sekolah yang baik adalah lingkungan sekolah yang didalamnya dihiasi dengan

    tanaman atau pepohonan yang dipelihara dengan baik. Abotik hidup mengelompokkan dengan

    baik dan rapi sebagai laboratium alam bagi anak didik. Sejumlah kurisi dan meja belajar tertau

    rapid an ditempatkan dibawah pohon-pohon tertentu agar anak didik dapat belajar mandiri diluar

    kelas dan berinteraksi dengan lingkungan. Kesejukan lingkunga membuat anak didik betah

    berlama-lama di dalamnya. Begitulah lingkungan sekolah yang dikehendaki. Bukan lingkungan

    sekolah yang gersang, pengap, tandus, dan panas yang berkepanjangan. Oleh karena itu,

    pembangunan sekolah sebaiknya berwawasan lingkungan, bukan memusuhi lingkungan.

    Po s te d b y S ari h andaY ani at 4:3 7 AM

    2 comments:

    Post a Comment

    Enter your comment...

    Comment as: Google Account

    Publish

    Preview

    Home

    (c ) 2009. Belajar Bersama. Pow ered by Blogger

    Blogger Templates c reated by Deluxe Templates

    Wordpress des igned by Roam 2 Rome.

    Maria said...

    ini sumbernya darimana ya?

    November 24, 2013 at 9:14 AM

    Sari handaYani said...

    aku simpulkan dari berbagai sumber termasuk dari pengalaman aku belajar sampai

    sekarang,,, knp ya??

    maaf ya kalau postingan aku kurang jelas

    November 25, 2013 at 2:50 AM

  • 25/3/2014 Belajar Bersama: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar

    http://melihat-keindahan.blogspot.com/2013/11/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-belajar.html 5/5