FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN …e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/483/1/Rahayu...

of 148 /148
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MAHASISWA PERBANKAN SYARIAH STAIN SALATIGA UNTUK MENJADI NASABAH DI PERBANKAN SYARIAH SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana S1 Oleh RAHAYU ISTIQOMAH NIM 21310017 JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARIAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA 2015

Embed Size (px)

Transcript of FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN …e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/483/1/Rahayu...

  • FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN

    MAHASISWA PERBANKAN SYARIAH STAIN SALATIGA

    UNTUK MENJADI NASABAH DI PERBANKAN SYARIAH

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memperoleh Gelar

    Sarjana S1

    Oleh

    RAHAYU ISTIQOMAH

    NIM 21310017

    JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM

    PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARIAH

    SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA

    2015

  • i

  • ii

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN

    MAHASISWA PERBANKAN SYARIAH STAIN SALATIGA

    UNTUK MENJADI NASABAH DI PERBANKAN SYARIAH

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memperoleh Gelar

    Sarjana S1

    Oleh

    RAHAYU ISTIQOMAH

    NIM 21310017

    JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM

    PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARIAH

    SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA

    2015

  • iii

    PERSETUJUAN PEMBIMBING

    Lamp : 5 (lima) eksemplar

    Hal : Pengajuan Naskah Skripsi

    Kepada

    Yth. Ketua STAIN Salatiga

    Di tempat

    Asalamu’alaikum Wr.Wb

    Setelah memperoleh berbagai pengarahan, bimbingan, koreksi dan perbaikan, maka skripsi

    dibawah ini :

    Nama : Rahayu Istiqomah

    NIM : 213 10 017

    Jurusan : Syari’ah

    Program Studi : S1 Perbankan Syari’ah

    Judul : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN

    MAHASISWA PERBANKAN SYARIAH STAIN SALATIGA

    UNTUK MENJADI NASABAH DI PERBANKAN SYARIAH

    Dapat diajukan dalam Sidang Munaqasah.

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    Salatiga, 14 Januari 2015

    Pembimbing

    Mochlasin. M.Ag

    NIP. 19710923 200604 1 002

  • iv

    KEMENTERIAN AGAMA

    SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)

    SALATIGA Jl. TentaraPelajar 02 Telp.323706 Fax. 323433 Kode Pos. 50721 Salatiga

    http//www.salatiga.ac.id e-mail:[email protected]

    SKRIPSI

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MAHASISWA

    PERBANKAN SYARIAH STAIN SALATIGA UNTUK MENJADI NASABAH DI

    PERBANKAN SYARIAH

    DISUSUN OLEH:

    RAHAYU ISTIQOMAH

    NIM : 21310017

    Telah dipertahankan di depan Panitia Dewan Penguji Skripsi Jurusan Syari’ah, Sekolah

    Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga, pada tanggal 22 Januari 2015 dan telah

    dinyatakan memenuhi syarat guna memperoleh gelar sarjana S1 Ekonomi Syari’ah

    Susunan Panitia Penguji

    Ketua Penguji : Benny Ridwan, M.Hum

    Sekretaris Penguji :Illya Muhsin,M.Si.

    Penguji I :Hikmah Endraswati, S.E, M.Si..

    Penguji II :Drs. Machfudz, M.Ag.

    Penguji III :Mochlasin Sofyan, M.Ag

    Salatiga, 22 Januari 2015

    Ketua STAIN Salatiga

    Dr.Rahmat Hariyadi, M.Pd

    NIP. 19670112 199203 1 005

  • v

    PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

    Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

    Nama : Rahayu Istiqomah

    NIM : 21310017

    Jurusan : Syariah

    Program Studi : S1 Perbankan Syariah

    Menyatakan bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya

    sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Pendapat atau temuan orang lain yang

    terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

    Salatiga, 14 Januari 2015

    Yang Menyatakan

    Rahayu Istiqomah

    NIM : 213 10 017

  • vi

    MOTTO

    Bagian tersulit dari sebuah pekerjaan adalah memulainya.

    Apa yang ada di fikiranmu, itulah yang akan terjadi di dunia

    nyata.

    ْوِحاللِهإاِلَّاْلقُْوُماْلَكاِفُرونََ ْوِحاللِهإِنَُّهالََيْيَئُسِمنرَّ َوالََتْيَئُسواِمنرَّ

    “jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada

    berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS. Yusuf:

    87)

  • vii

    PERSEMBAHAN

    Dalam segala proses hidup serta proses penyelesaian Skripsi, penyusun memperoleh

    dukungan dan doa dari berbagai pihak. Sebagai bentuk apresiasi, saya persembahkan Skripsi

    ini kepada:

    1. Kedua orangtua, Bapak Fatayaji dan Ibu Sulastri, serta adek-adekku (Masruroh dan

    Markhamah) yang telah memberikan motivasi dan dukungan penuh dalam penulisan

    skripsi ini.

    2. Agil Setyo Aji, yang selalu memberikan semangat dan dorongan dalam menyelesaikan

    skripsi ini

    3. STAIN Salatiga yang telah mengizinkan peneliti melakukan penelitian disana sampai

    selesai.

    4. Teman-teman S1 Perbankan Syariah angkatan 2010, serta teman-temankampus lainnya,

    yang kepanjangan jika disebut satu per satu. Terima kasih untuk segala dukungannya.

    5. Teman-teman PPHQ Al-MANSHUR dan teman-teman UKM JQH serta UKM KOPMA

    FATAWA STAIN Salatiga.

  • viii

    KATA PENGANTAR

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Alhamdulillah Wasyukurillah, senantiasa kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang

    telah melimpahkan rahmat dan nikmat kepada semua hamba-Nya, sehingga penulis dapat

    menyelesaikan skripsi yang berjudul : “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

    KEPUTUSAN MAHASISWA PERBANKAN SYARIAH STAIN SALATIGA UNTUK

    MENJADI NASABAH DI PERBANKAN SYARIAH”.dengan baik tanpa kendala yang

    berarti. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah pada beliau Nabi Muhammad SAW

    beserta keluarga dan sahabatnya yang senantiasa kita nanti-nanti syafa’atnya di yaumul akhir.

    Pada penyusunan skripsi ini penulis tentulah tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak,

    baik dalam ide, kritik, saran maupun dalam bentuk lainnya. Oleh karena itu penulis ingin

    ucapkan terima kasih sebagai penghargaan atau peran sertanya dalam penyusunan skripsi ini

    kepada:

    1. Bapak Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam

    Negeri (Stain Salatiga)

    2. Bapak Benny Ridwan, M.Hum selaku Ketua Jurusan Syariah Stain Salatiga

    3. Ibu Fetria Eka Yudiana, M.Si. selaku Ketua Program Studi Perbankan Syariah

    4. Bapak Mochlasin Sofyan, M.Ag.selaku dosen pembimbing yang telah membimbing

    penulis dengansabar dan ikhlas dalam menyelesaikan Skripsi ini. Semoga Allah SWT

    memberikan pahala kepada beliau.

    5. Segenap Dosen Jurusan Syariah dan Program Studi Perbankan Syariah S1

    yang telah memberikan bekal berbagai teori, ilmu pengetahuan dan

    pengalaman yang sangat bermanfaat bagi penulis.

    6. Seluruh Staf dan karyawan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga

    7. Kedua Orang tuaku tercinta, mas agil dan adek-adekku yang telah memberikan

    dorongan do’a, moril dan materil, serta yang senantiasa menjadi inspirasi bagi

    penulis.

  • ix

    8. Segenap teman-teman PS SI angkatan 2010 (indra, nur, khanif, umi dan mbak

    tukha).Terima kasih, penulis ucapkan untuk kalian yang telah setia berjuang bersama

    – sama mencari ilmu di Fakultas tercinta kita.

    9. Teman-temanku semua atas kerjasamanya dalam mencari dan memperoleh data yang

    penulis butuhkan (robikhah, mida, isni, dan atina).

    10. Abah Wafirurohman dan Umi Lathifah serta teman- teman PPHQ AL-MANSHUR

    Suruh yang penuh dengan cerita dan selalu memberikan semangat kepada penulis.

    11. Teman-teman KKN posko 55 (BERKELA55). Kebersamaan bersama kalianselalu

    diwarnai dengan senyuman.

    12. Kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulisdalam

    menyelesaikan skripsi ini. Terimakasih atas semuanya.

    Semoga Allah membalas semua amal kebaikan mereka dengan balasan yang lebih dari

    yang mereka berikan. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari

    kesempurnaan, baik dari segi bahasa, isi maupun analisisnya, sehingga kritik dan saran sangat

    penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini serta semoga skripsi ini dapat memberikan

    manfaat bagi berbagai pihak. Amiin.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Salatiga , 14 Januari 2015

    Rahayu Istiqomah

    21310017

  • x

    DAFTAR ISI

    LEMBAR BERLOGO .................................................................................................... i

    HALAMAN JUDUL ...................................................................................................... ii

    PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................................................. iii

    PENGESAHAN KELULUSAN ..................................................................................... iv

    PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ...................................................................... v

    MOTTO .......................................................................................................................... vi

    PERSEMBAHAN ........................................................................................................... vii

    KATA PENGANTAR .................................................................................................... viii

    DAFTAR ISI ................................................................................................................... x

    DAFTAR TABEL ........................................................................................................... xiii

    DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... xiv

    DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................... xv

    ABSTRAK ...................................................................................................................... xvi

    BAB I : PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah........................................................................... 1

    B. Rumusan Masalah .................................................................................... 10

    C. Tujuan Penelitian ..................................................................................... 11

    D. Kegunanan Penelitian .............................................................................. 11

    E. Sistematika Penulisan Skripsi................................................................... 12

    BAB II: KAJIAN PUSTAKA

    A.Telaah Pustaka .......................................................................................... 15

    B. Karangka Teori

    1. Bank Syariah .......................................................................................... 19

    a. Pengertian Bank Syariah ................................................................... 19

    b. Ciri-Ciri Bank Syariah ...................................................................... 20

    c. Produk-Produk Bank Syariah ............................................................ 22

    2. Kualitas Pelayanan (Service Quality) .................................................... 29

    a. PengertianQuality(Kualitas) .............................................................. 29

    b. Pengertian Service (Pelayanan)......................................................... 30

    c. Pengertian Kualitas Pelayanan (Service Quality) ............................. 31

    d. Karakteristik Service ......................................................................... 31

    e. Dimensi Service Quality ................................................................... 32

  • xi

    3. Pengambilan Keputusan ........................................................................ 36

    a. Pengertian Keputusan........................................................................ 36

    b. Pemecahan Masalah dalam Proses Pengambilan Keputusan............ 37

    c. Analisis Pengmbilan Keputusan Konsumen ..................................... 37

    C. Kerangka Penelitian ................................................................................. 39

    D. Hipotesis................................................................................................... 40

    BAB III: METODE PENELITIAN

    A. Jenis Penelitian ......................................................................................... 46

    B. Lokasi dan Waktu Penelitian.................................................................... 47

    C. Populasi dan Sampel ................................................................................ 47

    1. Populasi Penelitian .............................................................................. 47

    2. Sampel Penelitian ................................................................................ 47

    D. Teknik Pengumpulan Data ....................................................................... 49

    E. Skala Pengukuran ..................................................................................... 52

    F. Definisi Konsep dan Operasional ............................................................. 53

    G. Instrumen Penelitian ................................................................................ 57

    H. Uji Instrumen Penelitian .......................................................................... 63

    1. Uji Validitas ........................................................................................ 63

    2. Uji Reliabilitas ..................................................................................... 64

    3. Uji Asumsi Klasik ............................................................................... 64

    4. Uji Statistik .......................................................................................... 64

    I. Alat Analisis .............................................................................................. 65

    BAB IV: ANALISA PENELITIAN

    A. Gambaran Umum Obyek Penelitian ........................................................ 67

    1. Sejarah Bank Syariah di Indonesia ...................................................... 67

    2. Sejarah Berdirinya Jurusan Syariah .................................................... 69

    3. Visi dan Misi Jurusan Syariah ............................................................. 71

    4. Tujuan Jurusan Syariah ....................................................................... 71

    B. Deskripsi Data Responden ....................................................................... 72

    1. Karakteristik Jenis Kelamin ................................................................ 72

    2. Karakteristik Usia Responden ............................................................. 73

    3. Karakteristik Pendapatan responden Perbulan .................................... 75

    4. Karakteristik Apakah Nasabah Perbankan Syariah ............................. 77

    5. Karakteristik Semester ........................................................................ 78

  • xii

    C. Analisis Data ............................................................................................ 80

    1. Uji Reabilitas dan Uji Validitas .......................................................... 80

    a. Uji Reabilitas .................................................................................. 80

    b. Uji Validitas .................................................................................... 81

    2. Uji Asumsi Klasik ............................................................................... 83

    a. Uji Multikolenieritas ....................................................................... 83

    b. Uji Heteroskedastisitas ................................................................... 86

    c. Uji Autokorelasi .............................................................................. 87

    d. Uji Normalitas ................................................................................ 88

    3. Uji Statistik .......................................................................................... 89

    4. Hasil Uji Hipotesis ..............................................................................

    a. Pengujian Hipotesis Nilai Syariah (X1) .......................................... 94

    b. Pengujian Hipotesis Produk (X2) .................................................... 96

    c. Pengujian Hipotesis Promosi (X3) ................................................. 97

    d. Pengujian Hipotesis Pelayanan (X4) ............................................... 98

    BAB V : PENUTUP

    A.Kesimpulan ............................................................................................... 100

    B. Saran ......................................................................................................... 101

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN-LAMPIRAN

  • xiii

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1.1:Research Gap................................................................................ 6

    Tabel 2.1:Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional ........................ 22

    Tabel 2.2:Hipotesis Penelitian ...................................................................... 45

    Tabel 3.1:Populasi dan sampel ..................................................................... 49

    Tabel 3.2:Variabel dan Indikator Penelitian ................................................. 62

    Tabel 4.1:Gender Responden ........................................................................ 72

    Tabel 4.2:Usia Responden ............................................................................ 74

    Tabel 4.3:Pendapatan Responden Perbulan .................................................. 76

    Tabel 4.4:Apakah Responden Nasabah Perbankan Syariah ......................... 77

    Tabel 4.5:Semester ........................................................................................ 79

    Tabel 4.6:Uji Reabilitas ................................................................................ 81

    Tabel 4.7 : Uji Validitas ................................................................................ 82

    Tabel 4.8:Uji Multikolinearitas .................................................................... 84

    Tabel 4.9:Coefficient CorrelationsMultikolinearitas.................................... 85

    Tabel 4.10:Output Viewer heteroscedasticity ............................................... 86

    Tabel 4.11:Uji Autokorelasi .......................................................................... 87

    Tabel 4.12: Output Viewer Variabel Entered/Removed ............................... 90

    Tabel 4.13:Output Viewer Model Summary.................................................. 90

    Tabel 4.14:Output Viewer Anova .................................................................. 91

    Tabel 4.15:Uji Regresi Linier Berganda ....................................................... 92

    Tabel 4.16:Hasil Uji Hipotesa....................................................................... 99

  • xiv

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 2.1:Kerangka Pemikiran Penelitian................................................. 40

    Gambar 4.1:Gender Responden .................................................................... 73

    Gambar 4.2:Usia Responden ........................................................................ 75

    Gambar 4.3: Pendapatan Responden Perbulan ............................................. 77

    Gambar 4.4: Apakah Responden Nasabah Perbankan Syariah .................... 78

    Gambar 4.5: Semester Responden ................................................................ 80

    Gambar 4.6:Grafik Normal Plot ................................................................... 89

  • xv

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran 1 : Konsultasi Skripsi

    Lampiran 2 : Permohonan Izin Penelitian

    Lampiran3 : Data Registrasi Mahasiswa Semester Ganjil Tahun Akademik 2014/2015

    STAIN Salatiga

    Lampiran 4 : Kuesioner Penelitian

    Lampiran 5 : Hasil Data Kuesioner

    Lampiran 6 : Karakteristik Responden

    Lampiran 7 : Output Analisis

    Lampiran 8 : r tabel

    Lampiran 9 : X2-tabel

    Lampiran 10 : Tabel Durbin – Waston

    Lampiran 11 : Daftar Riwayat Hidup

  • xvi

    ABSTRAK

    Pengambilan keputusan konsumen untuk menggunakan jasa perusahaanmerupakan

    domain dari perilaku konsumen, dimana perilaku konsumen adalah suatuproses dan

    pengambilan keputusan hanya merupakan salah satu tahap. Terdapat banyakpengaruh yang

    mendasari konsumen untuk menggunakan jasa perusahaan. Beberapa faktor diantaranya yaitu

    nilai syariah, produk, promosi, dan pelayanan.

    Penelitian ini bersifat kuantitatif dan metode pengumpulan data dalampenelitian ini

    menggunakan teknik penyebaran angket. Subyek penelitian menggunakan sampel sebanyak

    87 responden, jumlah tersebut diambil dari jumlah populasi yaitu 674 responden. Data yang

    terkumpul dianalisis denganmenggunakan analisis regresi berganda, yang terdiri dari empat

    variabel dependen dan satuvariabel independen.

    Hasil pengolahan data primer dengan menggunakan analisis regresi menunjukkan

    bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel nilai syariah, produk,

    promosi, dan pelayanan terhadap keputusan mahasiswa perbankan syariah STAIN Salatiga

    untuk menjadi nasabah di perbankan syariah. Dari keempat variabel bebas tersebut, terlihat

    bahwa variabel pelayanan merupakan variabel utama yang meberikan kontribusi paling besar

    dalam hubungannya dengan hasil keputusan mahasiswa perbankan syariah STAIN Salatiga

    untuk menjadi nasabah di perbankan syariah.

    Kata Kunci : Bank Syariah, Kualitas Pelayanan, Pengambilan Keputusan.

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Lahirnya bank syariah telah membawa dampak positif dalam

    khazanah perbankan di indonesia. Dengan keberadaan perbankan syariah

    ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yaitu memberikan pelayanan

    jasa perbankan atau lembaga keuangan yang bersih dari riba serta menjadi

    institusi yang lebih baik. Jasa perbankan telah membantu dalam

    mempermudah pertukaran dan membantu pembentukan modal bagi

    masyarakat.

    Perbankan syariah dalam istilah internasional dikenal sebagai

    islamic banking atau perbankan tanpa bunga (interest-free banking).

    Istilah perbankan yang tidak terlepas dari asal-usul sistem perbankan

    syariah yang awalnya dikembangkan sebagai suatu respon dari kelompok

    ekonom dan praktisi perbankan muslim yang menginginkan agar kegiatan

    keuangan yang dilaksanakan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip

    syariah, khususnya berkaitan dengan larangan praktek riba, kegiatan yang

    bersifat spekulatif, pelanggaran prinsip-prinsip keadilan serta penyaluran

    pembiayaan dan investasi pada kegiatan yang tidak merusak moral dan

    halal secara syariah.

    Dewasa ini perbankan syariah di Indonesia berkembang sangat

    pesat, hal ini terbukti dengan munculnya bank syariah di setiap daerah,

  • 2

    bahkan bank konvensional juga banyak yang melakukan konversi ke bank

    syariah. Kondisi ini menimbulkan persaingan antar bank yang semakin

    ketat, sehingga harus diimbangi dengan strategi pemasaran yang kuat

    untuk menarik minat calon nasabah menabung di bank syariah.

    Sering kali kita memaknai menabung dengan menyimpan sebagian

    penghasilan secara berangsur-angsur untuk menanggulangi kebutuhan di

    masa mendatang. Di dalam agama Islam, menganjurkan kepada

    pemeluknya untuk memantapkan keseimbangan antara berbelanja dan

    menyimpan, dituntut untuk bersikap ekonomis atau seimbang dalam cara

    mengatur perbelanjaan kita. Dengan demikan, harta yang ada tidak boleh

    kita belanjakan dengan cara yang boros dan berlebihan. Di sisi lain kita

    juga tidak boleh melalaikan perbelanjaan yang pokok, penting dan

    mendesak.

    Seperti yang telah difirmankan oleh Allah SWT dalam surah Al-

    Isra’ ayat 29, sebagai berikut:

    ْحُسىًرا َوالَتَْجَعْل يََدَك َمْغلُىلَةً إِلَى ُعنُقَِل َوالَتَبُْسْطهَا ُملَّ اْلبَْسِط فَتَْقُعَد مَ لُىًما مَّ

    Yang artinya “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu

    pada lehermu dan janganlah terlalu mengulurkannya karena kamu akan

    menjadi tercela dan menyesal” (Al-Isra’:29)

    Dan Rasulullah SAW juga menganjurkan kepada kita untuk

    menabung selagi kita tidak mempunyai keperluan yang mendesak untuk

  • 3

    berbelanja. Rasulullah SAW bersabda: “Berhemat (ekonomis) adalah

    separuh dari kehidupan. Barang siapa yang berhemat akan dikayakan

    oleh Allah dan barang siapa yang boros maka Allah akan memberikan

    kemiskinan baginya”. (HR. Al- Bazzar).

    Dari pernyatan di atas menekankan pentingnya menabung bagi

    kaum muslim, terlebih lagi jika kita menimbang-nimbang manfaat dari

    menabung banyak sekali yang dapat kita rasakan, diantaranya: kita dapat

    membiasakan hidup hemat, membiasakan hidup berencana, menyiapkan

    biaya yang tidak terduga, sebagai usaha pembentukan modal, atau

    mempersiapkan biaya belajar untuk masa depan.

    Akan tetapi, nasabah yang menggunakan produk jasa bank syariah

    tentunya didasarkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain:

    yaitu faktor syariah (agama), faktor pelayanan, faktor produk bank syariah,

    faktor citra, faktor keamanan serta fasilitas yang diberikan pihak bank,

    faktor sistem manajemen yang baik, faktor promosi, faktor pendidikan

    atau pengetahuan tentang bank syariah.

    Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan

    menjadi nasabah dari penelitian terdahulu diantaranya adalah mengenai

    variabel nilai syariah. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Safi’i

    (2011), mengatakan bahwa religius merupakan faktor yang mempengaruhi

    kecenderungan atau preferensi nasabah. Begitu juga dengan penelitian

    yang dilakukan oleh Efendi (2009) dan Firmansyah (2008), yang

  • 4

    manyatakan bahwa faktor syariah sangat berpengaruh terhadap keputusan

    nasabah untuk menabung.

    Kemudian penelitian oleh Fauzi (2010) yang menyimpulkan bahwa

    secara parsial religiusitas tidak berpengaruh terhadap minat menabung

    nasabah. Dari beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat

    disimpulkan bahwa variabel nilai syariah mempunyai pengaruh signifikan

    positif terhadap keputusan menjadi nasabah, karena apabila nilai syariah

    yang dimiliki seseorang meningkat, maka akan mempengaruhi keputusan

    menjadi nasabah di perbankan syariah.

    Variabel produk, penelitian yang dilakukan oleh Ramli (2010),

    hasil penelitiannya menyatakan bahwa produk-poduk bank syariah yang

    sesuai dengan kebutuhan merupakan salah satu faktor yang

    melatarbelakangi sikap yang positif terhadap bank syariah. Sedangkan

    penelitian oleh Firmansyah (2008) menyatakan bahwa produk

    berpengaruh positif terhadap keputusan untuk menabung. Begitu juga

    dengan penelitian yang dilakukan oleh Fauzi (2010) dan Anisa Pulungan

    (2009) yang menyimpulkan bahwa produk berpengaruh positif dan

    signifikan terhadap keputusan nasabah.

    Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Muasyaroh (2013)

    mengatakan bahwa variabel produk tidak berpengaruh signifikan terhadap

    keputusan nasabah. Dari beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan,

    dapat disimpulkan bahwa variabel produk mempunyai pengaruh signifikan

    positif terhadap keputusan menjadi nasabah.

  • 5

    Variabel promosi, penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Safi’i

    (2011) mengatakan bahwa promosi merupakan faktor yang mempengaruhi

    kecenderungan atau preferensi nasabah. Bagitu juga dengan Firmansyah

    (2008) yang menyatakan bahwa promosi berpengaruh positif terhadap

    keputusan menabung. Penelitian yang dilakukan oleh Hasanah (2011) dan

    Zainab (2011) menyimpulkan bahwa periklanan berpengaruh positif

    terhadap minat menabung nasabah.

    Akan tetapi penelitian yang dilakukan oleh Anisa Pulungan (2011)

    menyimpulkan bahwa promosi tidak berpengaruh sinifikan terhadap

    keputusan nasabah. Dari beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan,

    dapat disimpulkan bahwa variabel promosi mempunyai pengaruh

    signifikan positif terhadap keputusan menjadi nasabah.

    Variabel pelayanan, penelitian terdahulu yang dilakukan oleh

    Ariani (2007) menyimpulkan bahwa variabel pelayanan merupakan

    variabel utama yang memberikan kontribusi paling besar dalam

    hubungannya dengan persepsi masyarakat umum terhadap bank syariah.

    Begitu juga dengan Ramli (2010), hasil penelitiannya menyatakan

    pelayanan yang baik merupakan salah satu faktor yang melatarbelakangi

    sikap yang positif terhadap bank syariah. Kemudian Safi’i (2011)

    mengatakan bahwa service merupakan salah satu faktor yang

    mempengaruhi kecenderungan atau preferensi nasabah.

    Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Fauzi (2010)

    dan Efendi (2010) yang menyimpulkan bahwa pelayanan berpengaruh

  • 6

    positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah. Kemudian Hasanah

    (2011) menyimpulkan bahwa pelayanan berpengaruh positif terhadap

    minat menabung nasabah.

    Akan tetapi penelitian yang dilakukan oleh Anisa Pulungan (2011)

    menyimpulkan bahwa pelayanan tidak berpengaruh sinifikan terhadap

    keputusan nasabah. Dari beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan,

    dapat disimpulkan bahwa variabel pelayanan mempunyai pengaruh

    signifikan positif terhadap keputusan menjadi nasabah.

    Tabel 1.1

    Research Gap

    Isu Penulis Hasil

    Nilai Syariah

    berpengaruh

    terhadap keputusan

    menjadi nasabah

    Lutfi Efendi (2009) Faktor syariah sangat

    berpengaruh terhadap

    keputusan nasabah

    untuk menabung.

    Muhammad Aris

    Safi’i (2011)

    Religius merupakan

    faktor yang

    mempengaruhi

    kecenderungan atau

    preferensi nasabah

    Firmansyah (2008) Faktor syariah sangat

    berpengaruh terhadap

    keputusan nasabah

    untuk menabung.

    Yayan Fauzi (2010) Secara parsial

    religiusitas tidak

    berpengaruh terhadap

    minat menabung

    nasabah.

    dilanjutkan

  • 7

    Tabel 1.1 (dilanjutkan)

    Produk

    berpengaruh

    terhadap keputusan

    menjadi nasabah

    Muhammad Rais Ramli

    (2010)

    Produk

    melatarbelakangi sikap

    yang positif terhadap

    bank syariah.

    Yayan Fauzi (2010) Produk berpengaruh

    positif dan signifikan

    terhadap keputusan

    nasabah.

    Firmansyah (2008) Produk berpengaruh

    positif terhadap

    keputusan untuk

    menabung.

    Anisa Pulungan (2009) Produk berpengaruh

    positif dan signifikan

    terhadap keputusan

    nasabah.

    Heni Husni Muasyaroh

    (2013)

    Produk tidak

    berpengaruh signifikan

    terhadap keputusan

    nasabah.

    Promosi

    berpengaruh

    terhadap keputusan

    menjadi nasabah

    Muhammad Aris Safi’i

    (2011)

    Promosi merupakan

    faktor yang

    mempengaruhi

    kecenderungan atau

    preferensi nasabah.

    Zainab (2011) Periklanan

    berpengaruh positif

    terhadap minat

    menabung nasabah.

    Shofia Maizotun

    Hasanah (2011)

    Periklanan

    berpengaruh positif

    terhadap minat

    menabung nasabah.

    Firmansyah (2008) Promosi berpengaruh

    positif terhadap

    keputusan menabung.

    Anisa Pulungan (2009)

    Promosi tidak

    berpengaruh sinifikan

    terhadap keputusan

    nasabah.

    dilanjutkan

  • 8

    Tabel 1.1 (dilanjutkan)

    Pelayanan

    berpengaruh terhadap

    keputusan menjadi

    nasabah

    Muhammad Aris

    Safi’i (2011)

    Pelayanan merupakan

    faktor yang

    mempengaruhi

    kecenderungan atau

    preferensi nasabah.

    Lutfi Efendi

    (2009)

    Pelayanan sangat

    berpengaruh terhadap

    keputusan nasabah

    untuk menabung.

    Yayan Fauzi

    (2010)

    Pelayanan berpengaruh

    positif dan signifikan

    terhadap keputusan

    nasabah.

    Muhammad Rais

    Ramli (2010)

    Pelayanan yang baik

    melatarbelakangi sikap

    yang positif terhadap

    bank syariah.

    Shofia Maizotun

    Hasanah (2011)

    Pelayanan berpengaruh

    positif terhadap minat

    menabung nasabah.

    Dian Ariani (2007) Pelayanan merupakan

    variabel utama yang

    meberikan kontribusi

    paling besar dalam

    hubungannya dengan

    persepsi masyarakat

    umum terhadap bank

    syariah.

    Anisa Pulungan

    (2009)

    Pelayanan tidak

    berpengaruh terhadap

    keputusan nasabah.

    Sumber: Safi’i (2011), Efendi (2009), Fauzi (2010), Hasanah (2011),

    Pulungan (2009), Ramli (2010), Firmansyah (2008), Muasyaroh (2013),

    Ariani (2007) dan Zainab (2011).

    Berdasarkan permasalahan yang mendasari penelitian ini karena

    ditemukan perbedaan pendapat (research gap) antara hasil penelitian

    terdahulu dan adanya research problem mengenai keputusan menjadi

  • 9

    nasabah, maka peneliti menggunakan mahasiswa perbankan syariah

    STAIN Salatiga sebagai obyek penelitian.

    Mahasiswa perbankan syariah STAIN Salatiga adalah mahasiswa

    yang mengkaji ilmu-ilmu perbankan di bangku kuliah, para mahasiswa ini

    diharapkan mampu menjadi praktisi perbankan syariah yang mampu

    memenuhi kebutuhan sumber daya manusia untuk mengimbangi

    perkembangan bank syariah, sehingga bank syariah dapat tetap hidup dan

    berkembang lebih pesat lagi. Dimana program studi ini masih relatif baru

    yaitu berdiri sejak 4 tahun yang lalu, akan tetapi jumlah mahasiswanya

    dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan, dan diharapkan bukan

    hanya jumlahnya saja yang bertambah akan tetapi kualitasnya juga

    semakin meningkat.

    Peneliti mengambil responden mahasiswa perbankan syariah

    karena mahasiswa ini mempunyai pengetahuan yang kompeten tentang

    perbankan syariah, selain itu mereka juga memiliki pengetahuan agama

    yang cukup luas sehingga hasil dari penelitian nantinya dapat

    dipertanggungjawabkan dan praktik-praktik perbankan syariah yang

    menyimpang dari prinsip-prinsip syariah dapat dihindari bahkan dapat

    dihilangkan.

    Berdasarkan uraian yang telah penulis sebutkan, maka penulis

    mengambil empat variabel untuk melakukan uji analisis data, faktor

    tesebut yaitu: nilai syariah, produk, promosi, dan pelayanan yang

  • 10

    umumnya dapat mempengaruhi minat nasabah dalam menggunakan

    produk jasa bank syariah, serta faktor mana yang paling dominan dari

    keempat faktor tersebut dalam memberikan pengaruh taerhadap keputusan

    nasabah dalam menggunakan jasa bank syariah, karena itu penulis

    menagmbil judul penelitian “FAKTOR-FAKTOR YANG

    MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MAHASISWA PERBANKAN

    SYARIAH STAIN SALATIGA UNTUK MENJADI NASABAH DI

    PERBANKAN SYARIAH”.

    B. Rumusan Masalah

    Rumusan masalah (research problem) dalam penelitian ini adalah

    adanya perbedaan hasil penelitian terkait dengan faktor-faktor yang

    mempengaruhi keputusan menjadi nasabah dan ada fenomena yang

    menarik untuk diteliti karena fenomena tersebut berbeda dengan kondisi

    biasanya. Maka perlu dianalisis faktor-faktor yang mempengaruhi

    keputusan mahasiswa perbankan syariah STAIN Salaitaga unutk menjadi

    nasabah di perbankan syariah agar jumlah nasabahnya terus meningkat.

    Dari pemaparan kesenjangan penelitian (research gap) dan research

    problem tersebut, maka penulis membuat pertanyaan penelitian (research

    question), sebagai berikut :

    1. Bagaimanakah pengaruh variabel syariah terhadap keputusan menjadi

    nasabah di perbankan syariah?

    2. Bagaimanakah pengaruh variabel produk terhadap keputusan menjadi

    nasabah di perbankan syariah?

  • 11

    3. Bagaimanakah pengaruh variabel promosi terhadap keputusan menjadi

    nasabah di perbankan syariah?

    4. Bagaimanakah pengaruh variabel pelayanan terhadap keputusan

    menjadi nasabah di perbankan syariah?

    C. Tujuan Penelitian

    Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka penelitian ini

    mempunyai tujuan yang diharapkan. Tujuan yang ingin dicapai penulis

    dari penelitian ini, dengan berdasarkan masalah-masalah yang tercantum

    dalam identifikasi masalah adalah sebagai berikut :

    1. Menganalisis pengaruh variabel syariah terhadap keputusan menjadi

    nasabah di perbankan syariah.

    2. Menganalisis pengaruh variabel produk terhadap keputusan menjadi

    nasabah di perbankan syariah.

    3. Menganalisis pengaruh variabel promosi terhadap keputusan menjadi

    nasabah di perbankan syariah.

    4. Menganalisis pengaruh variabel pelayanan terhadap keputusan menjadi

    nasabah di perbankan syariah.

    D. Kegunaan Penelitian

    Adapun kegunaan penelitian ini adalah,

    1. Untuk menambah wawasan dan pemahaman tentang faktor-faktor

    yang mempengaruhi keputusan mahasiswa Perbankan Syariah STAIN

  • 12

    Salatiga untuk menjadi nasabah di perbankan syariah, sehingga

    diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi

    pengembangan Ilmu Ekonomi Islam, khususnya bagi pengembangan

    perbankan syariah di Indonesia;

    2. Untuk memberikan kontribusi yang konstruktif tentang faktor-faktor

    yang mempengaruhi keputusan mahasiswa Perbankan Syariah STAIN

    Salatiga untuk menjadi nasabah di perbankan syariah. Apabila para

    mahasiswa tersebut mempunyai sikap negatif terhadap perbankan

    syariah, maka pihak pengelola perbankan syariah bisa mengambil

    langkah-langkah antisipatif untuk mengurangi atau bahkan

    menghilangkan image negatif terhadap perbankan syariah. Apabila

    minat para mahasiswa tersebut positif terhadap perbankan syariah,

    maka pihak pengelola bank syariah dapat meningkatkan image positif

    tersebut dengan meningkatkan sosialisasi, kegiatan pemasaran, dan

    kinerja lainnya yang dapat menambah minat para mahasiswa terhadap

    perbankan syariah;

    3. Diharapkan penelitian ini menjadi bahan acuan atau sumbangan

    pemikiran bagi peneliti lain yang melakukan penelitian pada bidang

    kajian yang sama.

    E. Sistematika Penulisan Skripsi

    Penelitian ini disusun ke dalam lima bab dengan sistematika

    pembahasan sebagai berikut:

  • 13

    Bab I : Pendahuluan

    Dalam bab ini akan diuraikan tentang latar belakang

    masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian,

    dan sistematika penulisan. Pembahasan ini ditempatkan di

    bab pendahuluan karena pembahasan ini menjadi titik tolak

    untuk melakukan penelitian atau penulisan selanjutnya.

    Bab II : Kajian Pustaka

    Dalam bab ini berisi 4 hal yaitu telaah pustaka yang

    membahas tentang ringkasan penelitian terdahulu,

    memberikan gambaran posisi yang peneliti lakukan

    terhadap penelitian yang lain. Karangka teori yang

    membahas tentang bangunan teori dan konsep yang akan

    digunakan untuk menganalisis, konsep-konsep yang terkait

    dan penting untuk dikaji sebagai landasan dalam menulis

    bab analisis dan mengambil kesimpulan. Kerangka

    Penelitian berisi telaah kritis untuk menghasilkan hipotesis

    dan model penelitian yang akan diuji disajikan dalam

    bentuk gambar dan atau persamaan. Hipotesis, Subbab ini

    berisi hipotesis yang diajukan

    Bab III : Metodologi Penelitian

  • 14

    Dalam bab ini berisi jenis penelitian, lokasi dan waktu

    penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data,

    skala pengukuran, definisi konsep dan operasional,

    instrumen penelitian, uji instrumen penelitian, dan alat

    analisis.

    Bab IV: Analisa Penelitian

    Bab ini terdiri dari deskripsi obyek penelitian dan Analisis

    data.

    Bab V: Kesimpulan dan saran-saran.

    Merupakan bab yang penting dalam skripsi ini, yang berisi

    tentang simpulan dan saran yang berkenaan dengan hasil

    pembahasan skripsi.

  • 15

    BAB II

    KAJIAN PUSTAKA

    A. Telaah Pustaka

    Penelitian terdahulu merupakan kumpulan hasil-hasil penelitian

    yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu dan mempunyai

    kaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. Hasil-hasil penelitian yang

    berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan menjadi

    nasabah telah diteliti pada berbagai penelitian terdahulu. Safi’i (2011)

    hasil penelitiannya menyebutkan bahwa trust, profit, service, religius dan

    promosi merupakan faktor yang mempengaruhi preferensi atau

    kecenderungan nasabah. Penelitian yang digunakan adalah field research

    dengan metode kualitatif, sedangkan teknik pengambilan sampel

    menggunakan metode purposive sampling. Adapun teknik analisis data

    menggunakan analisis frequencies (analisis frequensi) dengan dibantu

    program computer SPSS versi 17.0.

    Selanjutnya penelitian oleh Muhammad Rais Ramli (2010) tentang

    “Sikap Maha-Santri Kabupaten Sleman Yogyakarta terhadap Perbankan

    Syariah (Tesis UIN Jogja)”. Tujuannya yaitu untuk mengetahui sikap dan

    faktor-faktor yang melatarbelakangi sikap para mahasantri di Kabupaten

    Sleman Propinsi D.I. Yogyakarta terhadap perbankan syariah. Hasil dari

    penelitian ini adalah faktor-faktor yang melatarbelakangi sikap para

    mahasiswa-santri terhadap perbankan syariah yaitu reputasi bank yang

  • 16

    baik; keamanan dana yang terjamin; kemudahan dalam menjangkau Bank

    Syariah; produk-produk Bank Syariah yang sesuai dengan kebutuhan

    masyarakat; prinsip operasional produk-produk Bank Syariah dijalankan

    sesuai dengan prinsip syariah.

    Selanjutnya penelitian oleh Lutfi Efendi (2009) tentang “Analisis

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Nasabah pada

    Bank Muamalat Malang”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

    pengaruh antara faktor usia, tingkat pendidikan, tanggungan keluarga,

    pendapatan perbulan, pelayanan yang baik, dan faktor syariah terhadap

    pengambilan keputusan nasabah untuk menabung pada bank muamalat

    cabang Malang melalui pengujian hipotesa. Berdasarkan hasil dari analisis

    regresi linier berganda menunjukkan bahwa usia, tingkat pendidikan,

    tanggungan keluarga, pendapatan per bulan, pelayanan yang baik, faktor

    syari’ah, mempunyai pengaruh terhadap pengambilan keputusan nasabah

    menabung pada Bank Muamalat cabang Malang.

    Selanjutnya penelitian oleh Dian Ariani (2007) tentang “Persepsi

    Masyarakat Umum Terhadap Bank Syariah di Medan”. Penelitian ini

    bertujuan untuk mengetahui apakah tingkat pendidikan, usia dan

    pelayanan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap bank syariah di

    medan. Hasil dari penelitian ini adalah variabel pendidikan, usia dan

    pelayanan berpengaruh positif terhadap persepsi masyarakat umum

    terhadap bank syariah di medan, akan tetapi variabel pelayanan merupakan

  • 17

    variabel utama yang memberikan kontribusi paling besar dalam

    hubungannya dengan hasil persepsi masyarakat umum terhadap bank

    syariah di medan.

    Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Yayan Fauzi (2010)

    menyimpulkan bahwa pelayanan, nisbah bagi hasil, dan kualitas produk

    berpengaruh positif terhadap minat menabung nasabah. Sedangkan

    religiusitas tidak berpengaruh terhadap minat menabung nasabah. Metode

    analisis data yang digunakan yaitu uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi

    klasik dan uji hipotesis.

    Hasanah (2011) melakukan penelitian yang menyimpulkan bahwa

    kualitas pelayanan, pengetahuan konsumen dan periklanan program

    FAEDAH (fasilitas serba mudah) tabungan BRI Syariah berpengaruh

    positif terhadap minat menabung nasabah pada PT. Bank BRI Syariah

    kantor Cabang Yos Sudarso Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah

    kausalitas dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Non-

    probability sampling.

    Pulungan (2009) melakukan penelitian dengan hasil penelitiannya

    tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi nasabah untuk menggunakan

    produk jasa adalah produk, sedangkan promosi dan pelayanan tidak

    berpengaruh signifikan.

    Firmansyah (2008) melakukan penelitian denagn jumlah sampel 50

    orang dengan analisis korelasi rank spearman dengan taraf signifikansi

    5%. Menyimpulkan bahwa faktor syariah, produk, harga, sumber daya

  • 18

    manusia dan promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan

    menabung.

    Zainab (2011) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa citra

    merek, periklanan, dan persepsi berpengaruh terhadap minat menabung

    nasabah, dan variabel yang paling dominan adalah variabel persepsi.

    Kesimpulan ini berdasarkan uji koefisien determinasi dengan melihat nilai

    R Square.

    Muasyaroh (2013) menyimpulkan bahwa tarif, promosi dan proses

    bepengaruh signifikan terhadap minat nasabah, sedangkan produk dan

    layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah. Penelitian

    ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi berganda

    menggunakan alat bantu SPSS 16.0 for windows.

    Secara umum, faktor-faktor yang diduga mempengaruhi keputusan

    menjadi nasabah pada penelitian-penelitian terdahulu tersebut mewakili

    karakteristik personal, karakteristik jasa, dan karakteristik sikap. Karakter

    personal meliputi usia, pendapatan perbulan, tanggungan keluarga, tingkat

    pendidikan, serta kemudahan dalam menjangkau bank. Karakter jasa

    meliputi profit, service, promosi, pelayanan, serta kualitas produk.

    Sedangkan karakter sikap meliputi trust, persepsi dan preferensi. Masing-

    masing penelitian tidak menggunakan seluruh faktor, melainkan hanya

    faktor-faktor yang dianggap peneliti relevan terhadap objek penelitian.

    Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu

    adalah penelitian ini meneliti tentang keputusan menjadi nasabah bagi

  • 19

    mahasiswa, selain itu obyek penelitiannya yaitu di STAIN Salatiga yang

    obyeknya baru dan belum pernah ada yang meneliti.

    B. Kerangka Teori

    1. Bank Syariah

    a. Pengertian Bank Syariah

    Menurut Heri Sudarsono (2003 : 18) kata bank berasal dari

    kata banque dalam bahasa perancis, dan banco dalam bahasa italia,

    yang berarti peti/almari atau bangku. Pada umumnya yang

    dimaksud dengan bank syariah adalah lembaga keuangan yang

    usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu

    lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi

    disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah. Oleh karena itu, usaha

    bank akan selalu berkaitan dengan masalah uang yang merupakan

    barang dagangan utamanya.

    Sedangkan menurut Undang-Undang No. 21 tahun 2008

    pasal 1 ayat 7, yang dimaksud dengan Bank Syariah adalah Bank

    yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan Prinsip Syariah

    dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank

    Pembiayaan Rakyat Syariah. Sedangkan menurut Karnaen

    Perwataatmadja dan Muhammad Syafi’i Antonio (1992 : 1) yang

    dimaksud dengan bank islam adalah bank yang beroperasi sesuai

    dengan prinsip-prinsip syariah atau bank yang tata cara

  • 20

    beroperasinya mengacu kepada ketentuan-ketentuan Al-Qur’an dan

    Hadist.

    b. Ciri-Ciri Bank Syariah

    Bank Syariah atau Bank Islam sebagai bank yang

    beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah menurut ketentuan

    Al-Qur’an dan Al-Hadits, mempunyai beberapa ciri yang berbeda

    dengan bank konvensional.

    Ciri-ciri ini bersifat universal dan kumulatif, artinya semua

    Bank Syariah yang beroperasi di mana saja harus memenuhi

    seluruh ciri tersebut karena apabila tidak maka hilanglah identitas

    sebagai Bank Syariah atau Bank Islam. Menurut Warkum Sumitro

    dalam Sudarsono (2003 : 32) ciri-ciri itu adalah :

    1) Beban biaya yang disepakati bersama pada waktu akad

    perjanjian diwujudkan dalam bentuk jumlah nominal, yang

    besarnya tidak kaku dan dapat dilakukan dengan kebebasan

    untuk tawar menawar dalam batas wajar. Beban biaya tersebut

    hanya dikenakan sampai batas waktu sesuai dengan

    kesepakatan dalam kontrak.

    2) Penggunaan persentase dalam hal kewajiban untuk melakukan

    pembayaran selalu dihindari, karena persentase bersifat

    melekat pada sisa utang meskipun batas waktu perjanjian telah

    berakhir.

  • 21

    3) Di dalam kontrak-kontrak pembiayaan proyek, bank syariah

    tidak menerapkan perhitungan berdasarkan keuntungan yang

    pasti yang ditetapkan di muka, karena pada hakikatnya yang

    mengetahui tentang ruginya suatu proyek yang dibiayai bank

    hanyalah Allah semata.

    4) Pengerahan dana masyarakat dalam bentuk deposito tabungan

    oleh penyimpan dianggap sebagai titipan (al wadiah)

    sedangkan bagi bank dianggap sebagai titipan yang

    diamanatkan sebagai penyertaan dana pada proyek-proyek

    yang dibiayai bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip

    syariah sehingga pada penyimpan tidak dijanjikan imbalan

    yang pasti.

    5) Dewan Pengawas Syariah (DPS) bertugas untuk mengawasi

    operasionalisasi bank dari sudut syariahnya. Selain itu manajer

    dan pimpinan bank islam harus menguasai dasar-dasar

    muamalah islam.

    6) Fungsi kelembagaan bank syariah selain menjembatani antara

    pihak pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana,

    juga mempunyai fungsi khusus yaitu fungsi amanah, artinya

    berkewajiban menjaga dan bertanggungjawab atas keamanan

    dana yang disimpan dan siap sewaktu-waktu apabila dana

    diambil pemiliknya.

  • 22

    Tabel 2.1.

    Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

    No. Bank Syariah Bank Konvensional

    1 Melakukan investasi-

    investasi yang halal saja

    Investasi yang halal dan

    haram

    2 Berdasarkan prinsip

    bagi hasil, jual-beli atau

    sewa.

    Memakai perangkat bunga

    3 Profit dan falah

    oriented

    Profit oriented

    4 Hubungan dengan

    nasabah dalam bentuk

    hubungan kemitaraan.

    Hubungan dengan nasabah

    dalam bentuk hubungan

    debitor-debitor

    5 Penghimpunan dan

    penyaluran dana harus

    sesuai dengan fatwa

    Dewan Pengawas

    Syariah.

    Tidak terdapat dewan

    sejenis.

    Sumber : purwataatmaja dan syafi’i antonio, 1992.

    c. Produk-Produk Bank Syariah

    Produk perbankan syariah dapat dibagi menjadi:

    1) Penyaluran dana

    a) Prinsip jual beli

    (1) Bai’ al-Murabahah

    Menurut Ibnu Rusyd dalam Sudarsono (2003:47)

    yang dimaksud dengan bai’ al-murabahah adalah jual

    beli barang pada harga asal dengan tambahan

    keuntungan yang disepakati antara pihak bank dan

    nasabah. Dalam murabahah, penjual menyebutkan

  • 23

    harga pembelian barang kepada pembeli, kemudian ia

    mensyaratkan atas laba dalam jumlah tertentu.

    (2) Bai’ as-Salam

    Menurut Al-Imam Taqiyuddin dalam Sudarsono

    (2003 : 48) yang dimaksud dengan bai’ as-salam ialah

    akad pesanan barang yang disebutkan sifat-sifatnya, yang

    dalam majelis itu pemesan barang menyerahkan uang

    seharga barang pesanan yang barang pesanan tersebut

    menjadi tanggungan penerima pesanan. Sedangkan

    menurut Sayyid Sabiq dalam Sudarsono (2003 : 48) as

    salam dinamai juga as-salaf (pendahuluan). Yaitu

    penjualan sesuatu dengan kriteria tertentu (yang masih

    berada) dalam tanggungan dengan pembayaran

    disegerakan.

    (3) Bai’ al-Istishna

    Alur trankasksi Istishna mirip dengan Salam,

    namun dalam Istishna pembayarannya dapat dilakukan

    olah bank dalam beberapa kali (termin) pembayaran.

    b) Prinsip Sewa

    Menurut Muhammad Rawas dalam Sudarsono

    (2003:51) Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas

    barang dan jasa, melalui pembayaran upah sewa, tanpa

  • 24

    diikuti dengan pemindahan kepemilikan

    (ownership/milkiyyah) atas barang itu sendiri.

    c) Prinsip Bagi Hasil

    Produk pembiayaan bank syariah yang didasarkan

    atas prinsip bagi hasil terdiri dari al-musyarakah dan al-

    mudarabah.

    (1) Al-Musyarakah

    Istilah lain dari musyarakah adalah sharikah

    atau syirkah. Menurut Saad Al-Harran dalam Sudarsono

    (2003 : 52) Musyarakah adalah kerjasama antara kedua

    pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana

    masing-masing pihak memberikan kontribusi dana

    dengan keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama

    sesuai dengan kesepakatan.

    (2) Al-Mudharabah

    Menurut Sudarsono (2003 : 52) Mudharabah

    berasal dari kata adhdharbu fil ardhi, yaitu bepergian

    untuk urusan dagang. Secara teknis mudharabah adalah

    akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak

    pertama (shahibul maal) menyediakan seluruh modal,

    sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola.

  • 25

    Keuntungan usaha secara mudharabah dibagi menurut

    kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak, sedangkan

    apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal selama

    kerugian itu bukan akibat kelalaian si pengelola.

    Seandainya kerugian itu diakibatkan karena kecurangan

    atau kelalaian si pengelola, si pengelola harus

    bertangung jawab atas kerugian tersebut.

    d) Pembiayaan

    Untuk mempermudah pelaksanaan pembiayaan

    biasanya diperlukan juga akad pelangkap. Akad pelengkap

    ini tidak ditujukan untuk mencari keuntungan, namun

    ditujukan untuk mempermudah pelaksanaan pembiayaan.

    Meskipun tidak ditujukan untuk mencari keuntungan, dalam

    akad pelengkap ini dibolehkan untuk meminta pengganti

    biaya-biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan akad ini.

    Besarnya pengganti biaya ini sekedar untuk menutupi biaya

    yang benar-benar timbul.

    (1) Al-Hiwalah

    Menurut Sayyid Sabiq dalam Sudarsono

    (2003:56) kata hiwalah diambil dari kata tahwil yang

    berarti intiqal (perpindahan). Yang dimaksud di sini

    adalah memindahkan hutang dari tanggungan muhil

  • 26

    (orang yang berhutang) menjadi tanggungan muhal

    alaih (orang yang berkewajiban membayar hutang).

    (2) Ar-Rahn

    Menurut Syafi’i Antonio dalam Sudarsono

    (2003:57) Rahn adalah semacam jaminan utang atau

    gadai. Tujuan akan rahn adalah untuk memberi jaminan

    pembayaran kembali kepada bank dalam memberikan

    pembiayaan.

    (3) Al-Qardh

    Menurut Syafi’i Antonio dalam Sudarsono

    (2003:59) yang dimaksud dengan Al-Qardh adalah

    pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih

    atau diminta kembali atau dengan kata lain

    meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan.

    (4) Al-Wakalah

    Menurut Syafi’i Antonio dalam Sudarsono

    (2003:60) yang dimaksud dengan Al-wakalah adalah

    pelimpahan kekuasaan oleh seorang sebagai pihak

    pertama kepada orang lain sebagai pihak kedua dalam

    hal-hal yang diwakilkan.

  • 27

    (5) Al-Kafalah

    Menurut Sudarsono (2003 : 62) yang dimaksud

    dengan kafalah yaitu jaminan yang diberikan oleh

    penanggung (kafil) kepada pihak ketiga untuk memenuhi

    kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung. Dalam

    pengertian lain, kafalah juga berarti mengalihkan

    tanggung jawab seseorang yang dijamin dengan

    berpegang pada tanggung jawab orang lain sebagai

    jaminan.

    2) Penghimpunan Dana

    a) Al-Wadiah

    Menurut Sudarsono (2003 : 64) Al-Wadiah dapat

    diartikan sebagai tititpan murni dari satu pihak ke pihak

    lain, baik individu maupun badan hukum, yang harus dijaga

    dan dikembalikan kapan saja si penitip kehendaki.

    Prinsip Wadi’ah yang diterapkan dalam Perbankan

    syariah adalah Wadiah Yad Dhamanah yang diterapkan

    pada produk rekening giro. Dalam konsep Wadi’ah Yad

    Dhamanah, Bank dapat mempergunakan dana yang

    dititipkan, akan tetapi bank bertanggung jawab penuh atas

    keutuhan dari dana yang dititipkan.

  • 28

    b) Al-Mudharabah

    (1) Al- Mudarabah Mutlaqah

    Mudarabah Mutlaqah adalah Mudarabah yang

    tidak disertai dengan pembatasan penggunaan dana dari

    Sahibul Mal.

    (2) Al-Mudharabah Muqayyadah on Balance Sheet

    Jenis mudharabah ini merupakan simpanan

    khusus (restriced invesment) dimana pemilik dana

    dapat menetapkan syarat-syarat tertentu yang harus

    dipatuhi oleh bank. Misalnya disyaratkan digunakan

    untuk bisnis tertentu, atau disyaratkan digunakan

    dengan akad tertentu, atau disyaratkan digunakan untuk

    nasabah tertentu.

    (3) Al-Mudaharabah Muqayyadah of Balance Sheet

    Jenis mudhrabah ini merupakan penyaluran

    dana mudharabah langsung kepada pelaksana usahanya,

    dimana bank bertindak sebagai perantara (arranger)

    yang mempertemukan antara pemilik dana dengan

    pelaksana usaha. Pemilik dana dapat menetapkan

    syarat-syarta tertentu yang harus dipatuhi oleh bank

    dalam mencari kegiatan usaha yang akan dibiayai dan

    pelaksanaan usahanya.

  • 29

    3) Jasa perbankan

    a) Al-Sharf

    Menurut Sutan Remy Sjahdeini dalam Sudarsono

    (2003 : 68) Sharf adalah perjanjian jual beli suatu valuta

    dengan valuta lainnya. Transaksi jual beli mata uang asing

    (valuta asing) dapat dilakukan baik dengan sesama mata

    uang yang sejenis, misalnya rupiah dengan rupiah maupun

    yang tidak sejenis, misalnya rupiah dengan dolar atau

    sebaliknya. Jual beli mata uang yang tidak sejenis ini,

    penyerahannya harus dilakukan pada waktu yang sama

    (spot).

    b) Al-Ijarah

    Jenis kegiatan Ijarah antara lain penyewaan kotak

    simpanan (safe deposit box) dan jasa tata laksana

    administrasi dokumen (custodian). Bank mendapat imbalan

    sewa dari jasa tersebut.

    2. Kualitas Pelayanan (Service Quality)

    a. Pengertian Quality (Kualitas)

    Menurut Tjiptono (2005) kualitas merupakan suatu kondisi

    dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses

    dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Menurut

    Kotler (2005) kualitas adalah keseluruhan ciri serta sifat suatu

  • 30

    produk atau pelayanan yang berpengaruh pada kemampuannya

    untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat.

    Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan

    bahwa kualitas merupakan suatu kondisi dinamis atau keseluruhan

    ciri serta sifat yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia,

    proses dan lingkungan, yang berpengaruh pada kemampuannya

    untuk memenuhi atau melebihi harapan akan kebutuhan yang

    tersirat.

    b. Pengertian Service (Pelayanan)

    Menurut Chaffey (2009) service adalah seluruh aktifitas

    ataupun manfaat yang pada dasarnya tidak berwujud yang dapat

    diberikan kepada orang lain namun tidak menimbulkan

    kepemilikan apapun. Menurut Kotler dan Keller (2009) service

    adalah setiap tindakan atau kinerja yang dapat ditawarkan satu

    pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan

    tidak mengakibatkan kepemilikan sesuatu.

    Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan

    bahwa service adalah seluruh aktifitas, tindakan, kinerja ataupun

    manfaat yang pada dasarnya tidak berwujud, yang dapat diberikan

    dari satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak

    berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan akan sesuatu atau

    apapun.

  • 31

    c. Pengertian Service Quality (Kualitas Pelayanan)

    Menurut Tjiptono (2005) service quality adalah suatu

    tingkat keunggulan yang diharapkan dimana pengendalian atas

    tingkat keunggulan tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan

    pelanggan. Sedangkan Menurut Arief (2006) kualitas pelayanan

    adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas

    tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan.

    Dan menurut Usmara (2008) kualitas pelayanan adalah suatu sikap

    dari hasil perbandingan pengharapan kualitas jasa konsumen

    dengan kinerja perusahaan yang dirasakan konsumen.

    Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan

    bahwa service quality adalah suatu tingkat ukuran akan keunggulan

    yang diharapkan atas kualitas pelayanan yang dihubungkan dengan

    perkembangan harga atau tingkat perbandingan pengharapan

    kualitas jasa konsumen dengan kinerja perusahaan yang dirasakan

    konsumen untuk menjadi pengendali perkembangan harga.

    d. Karakteristik Service

    Menurut Tjiptono (2005) ada empat karakteristik pokok

    pada service yang membedakannya dengan produk barang, yaitu:

    1) Intangibility

    Jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, dicium atau

    didengar sebelum dibeli. Jasa berbeda dengan barang, jika

  • 32

    barang menggunakan objek, alat atau benda, maka jasa adalah

    suatu perbuatan, kinerja atau usaha.

    2) Inseparability

    Barang biasanya diproduksi, kemudian dijual, lalu

    dikonsumsi. Sedangkan jasa biasanya dijual terlebih dahulu

    baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan.

    3) Variability

    Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan

    nonstandarized output, artinya banyak bentuk variasi, kualitas

    dan jenis yang tergantung pada siapa, kapan dan dimana jasa

    tersebut dihasilkan.

    4) Perishability

    Jasa merupakan komoditas tidak tahan lama dan tidak

    dapat disimpan, dengan demikian bila suatu jasa tidak

    digunakan, maka jasa tersebut akan berlalu begitu saja.

    e. Dimensi Service Quality

    Menurut Kotler dan Keller (2009) terdapat lima indikator

    pokok kualitas layanan, yaitu:

    1) Tangible

    Penampilan fasilitas fisik, perlengkapan, karyawan dan

    bahan komunikasi.

  • 33

    2) Realible

    Merupakan kemampuan melaksanakan layanan yang

    dijanjikan secara meyakinkan dan akurat.

    3) Responsiveness

    Kesediaan membantu pelanggan dan memberikan jasa

    dengan cepat.

    4) Assurance

    Pengetahuan dan kesopanan karyawan serta

    kemampuan mereka dalam menumbuhkan rasa percaya dan

    keyakinan.

    5) Emphaty

    Kesediaan memberikan perhatian yang mendalam dan

    khusus kepada masing-masing pelanggan.

    Menurut Parasuraman, dkk (1998) untuk mengevaluasi

    kualitas jasa pelanggan umumnya menggunakan 5 dimensi,

    dimensi tersebut yaitu sebagai berikut:

    1) Tangibles/ Bukti Fisik

    Tangibles merupakan bukti nyata dari kepedulian dan

    perhatian yang diberikan oleh penyedia jasa kepada konsumen.

    Pentingnya dimensi tangibles ini akan menumbuhkan image

    penyedia jasa terutama bagi konsumen baru dalam

    mengevaluasi kualitas jasa. Perusahaan yang tidak

  • 34

    memperhatikan fasilitas fisiknya akan menumbuhkan

    kebingungan atau bahkan merusak image perusahaan.

    2) Reability/Keandalan

    Reliability atau keandalan merupakan kemampuan

    perusahaan untuk melaksanakan jasa sesuai dengan apa yang

    telah dijanjikan secara tepat waktu. Pentingnya dimensi ini

    adalah kepuasan konsumen akan menurun bila jasa yang

    diberikan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Jadi

    komponen atau unsur dimensi reliability ini merupakan

    kemampuan perusahaaan dalam menyampaikan jasa secara

    tepat dan pembebanan biaya secara tepat.

    3) Responsiveness/Ketanggapan

    Responsiveness atau daya tanggap merupakan

    kemampuan perusahaan yang dilakukan oleh karyawan

    langsung untuk memberikan pelayanan dengan cepat dan

    tanggap. Daya tanggap dapat menumbuhkan persepsi yang

    positif terhadap kualitas jasa yang diberikan. Termasuk

    didalamnya jika terjadi kagagalan atau keterlambatan dalam

    penyampaian jasa, pihak penyedia jasa berusaha memperbaiki

    atau meminimalkan kerugian konsumen dengan segera.

    Dimensi ini menekankan pada perhatian dan kecepatan

    karyawan yang terlibat untuk menanggapi permintaan,

    pertanyaan, dan keluhan konsumen. Jadi komponen atau unsur

  • 35

    dari dimensi ini terdiri dari kesigapan karyawan dalam

    melayani pelanggan, kecepatan karyawan dalam melayani

    pelanggan, dan penanganan keluhan pelanggan.

    4) Assurance/ Jaminan

    Assurance atau Jaminan merupakan pengetahuan dan

    perilaku employee untuk membangun kepercayaan dan

    keyakinan pada diri konsumen dalam menkonsumsi jasa yang

    ditawarkan. Dimensi ini sangat penting karena melibatkan

    persepsi konsumen terhadap resiko ketidakpastian yang tinggi

    terhadap kemampuan penyedia jasa. Perusahaan membangun

    kepercayaan dan kesetiaan konsumen melalui karyawan yang

    terlibat langsung menangani konsumen. Jadi komponen dari

    dimensi ini terdiri dari kompetensi karyawan yang meliputi

    ketrampilan, pengetahuan yang dimiliki karyawan untuk

    melakukan pelayanan dan kredibilitas perusahaan yang

    meliputi hal-hal yang berhubungan dengan kepercayaan

    konsumen kepada perusahaan seperti, reputasi perusahaan,

    prestasi dan lain-lain.

    5) Empathy / Empati

    Empathy merupakan kemampuan perusahaan yang

    dilakukan langsung oleh karyawan untuk memberikan

    perhatian kepada konsumen secara individu, termasuk juga

    kepekaan akan kebutuhan konsumen. Jadi komponen dari

  • 36

    dimensi ini merupakan gabungan dari akses (access) yaitu

    kemudahan untuk memanfaatkan jasa yang ditawarkan oleh

    perusahaan, komunikasi merupakan kemampuan melakukan

    untuk menyampaikan informasi kepada konsumen atau

    memperoleh masukan dari konsumen dan pemahaman

    merupakan usaha untuk mengetahui dan memahami kebutuhan

    dan keinginan konsumen.

    3. Pengambilan Keputusan

    a. Pengertian Keputusan

    Menurut Schiffman dan Kanuk (2004 : 485) menurut

    pemahaman yang paling umum, sebuah keputusan adalah seleksi

    terhadap dua pilihan alternatif atau lebih. Dengan perkataan lain,

    pilihan alternatif harus bersedia bagi seseorang ketika mengambil

    keputusan. Sedangakan menurut Prasetijo dan Ihalauw (2005 : 226)

    keputusan adalah suatu pemilihan tindakan dari dua atau lebih

    pilihan alternatif. Dengan kata lain, orang yang mengambil

    keputusan harus mempunyai satu pilihan dari beberapa alternatif

    yang ada.

    b. Pemecahan Masalah dalam Proses Pengambilan Keputusan

    Prasetijo dan Ihalauw (2005 : 226) Sebetulnya dalam proses

    pengambilan keputusan, konsumen harus melakukan pemecahan

  • 37

    masalah. Pemecahan masalah ini menurut beberapa penulis

    memiliki tiga tingkatan, yaitu:

    1) Pemecahan masalah yang mensyaratkan respons yang rutin.

    Keputusan yang diambil tidak disertai dengan usaha yang cukup

    untuk mencari informasi dan menentukan alternatif.

    2) Pemecahan masalah dengan proses yang tidak berbelit-belit

    (terbatas). Karena sudah ada tahap pemecahan masalah yang

    telah dikuasai. Keputusan untuk memecahkan masalah dalam

    hal ini sangat sederhana. Jalan pintas kognitif yang menjadi ciri

    khas pemecahan masalah ini menyebabkan seseorang tidak

    peduli dengan ada atau tidaknya informasi.

    3) Pemecahan masalah yang dilakukan dengan upaya yang lebih

    berhati-hati dan penuh pertimbangan (pemecahan masalah yang

    intensif). Dalam tingkatan ini konsumen memerlukan informasi

    yang relatif lengkap untuk membentuk kriteria evaluasi, karena

    dia belum mempunyai informasi yang baku. Proses pemecahan

    masalah menjadi lebih rumit dan panjang.

    c. Analisis Pengambilan Keputusan Konsumen

    Menurut Prasetijo dan Ihalauw (2005 : 228) ada empat

    sudut pandang dalam menganalisis pengambilan keputusan

    konsumen, yaitu:

    1) Sudut Pandang Ekonomis. Pandangan ini melihat konsumen

    sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional. Ini

  • 38

    berarti bahwa konsumen harus mengetahui semua alternatif

    produk yang tersedia dan harus mampu membuat peringkat dari

    setiap alternatif yang ditentukan.

    2) Sudut Pandang Pasif. Sudut pandang ini berlawanan dengan

    sudut pandang ekonomis. Pandangan ini mengatakan bahwa

    konsumen pada dasarnya pasrah pada kepentingannya sendiri

    dan menerima secara pasif usaha-usaha promosi dari para

    pemasar. Kelemahan pandangan ini adalah bahwa pandangan ini

    tidak mempertimbangkan kenyataan bahwa konsumen

    memainkan peranan penting dalam setiap pembelian yang

    mereka lakukan.

    3) Sudut Pandang Kognitif. Menurut pandangan ini, konsumen

    merupakan pengolah informasi yang senantiasa mencari dan

    mengevaluasi informasi tentang produk dan gerai. Pengolahan

    informasi selalu berujung pada pembentukan pilihan,

    selanjutnya terjadi inisiatif untuk membeli atau menolak produk.

    Jadi, cognitive man dapat diibaratkan berdiri di antara economic

    man dan passive man.

    4) Sudut Pandang Emosional. Pandangan ini menekankan emosi

    sebagai pendorong utama sehingga konsumen membeli suatu

    produk. Favoritisme merupakan salah satu bukti bahwa

    seseorang berusaha mendapatkan produk favoritnya, apapun

    yang terjadi.

  • 39

    C. Kerangka Penelitian

    Menurut Hamid (2007) dalam Zainab kerangka penelitian

    merupakan sintesa dari serangkaian teori yang tertuang dalam tinjauan

    pustaka, yang pada dasarnya merupakan gambaran sistematis dari kinerja

    teori dalam memberikan solusi atau alternatif solusi dari serangkaian

    masalah yang ditetapkan. Kerangka penelitian dapat disajikan dalam

    bentuk bagan, deskripsi kualitataif, dan atau gabungan keduanya.

    Sedangkan menurut Hariwijaya (2008) dalam Zainab, kerangka

    pemikiran merupakan pondasi tempat proyek penelitian secara

    keseluruhan didasarkan.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan tentang

    keputusan mahasiswa perbankan syariah menjadi nasabah di perbankan

    syariah. Keputusan adalah seleksi terhadap dua pilihan alternatif atau

    lebih. Dengan perkataan lain, pilihan alternatif harus bersedia bagi

    seseorang ketika mengambil keputusan. Terdapat beberapa sudut pandang

    yang mempengaruhi konsumen dalam menganalisis pengambilan

    keputusan, sudut pandang tersebut adalah ekonomis, pasif, kognitif, dan

    emosional.

    Faktor-faktor tersebut dapat diketahui bahwa permasalahan-

    permasalahan yang dimaksud adalah permasalahan yang berkaitan dengan

    variabel keputusan menjadi nasabah dengan indikator-indikator yang

    meliputi:

  • 40

    1. Nilai syariah

    2. Produk

    3. Promosi

    4. Pelayanan.

    Kerangka penelitian teoritik dituangkan dalam gambar sebagai

    berikut :

    Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Penelitian

    D.

    E.

    .

    D. Hipotesis

    Menurut Tika (2006:29) Hipotesis adalah jawaban sementara

    dari masalah penelitian. Sedangkan menurut Good dan Scates dalam

    Tika, hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan

    serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta

    ataupun kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk langkah

    Syariah

    Keputusan

    menjadi

    Nasabah

    Produk

    Promosi

    Pelayanan

  • 41

    selanjutnya. Menurut Supardi (2005 : 69), Hipotesa adalah suatu

    jawaban permasalahan sementara yang bersifat dugaan dari suatu

    penelitian.

    Berdasarkan tinjauan dan kajian terhadap penelitian dahulu yang

    relevan, maka hipotesis yang akan diujikan kebenarannya secara

    empiris adalah :

    1. Pengaruh nilai syariah terhadap keputusan menjadi nasabah di

    perbankan syariah.

    Penelitian yang dilakukan oleh Lutfi Efendi (2009) dan

    Firmansyah (2008) menunjukkan bahwa faktor syariah

    mempengaruhi secara signifikan terhadap pengambilan keputusan

    nasabah pada Bank Muamalat Malang. Muhammad Aris Safi’i

    (2011) menyatakan bahwa religius merupakan salah satu faktor yang

    mempengaruhi kecenderungan atau preferensi nasabah.

    Hal yang cukup menarik dalam penelitian mengenai minat

    menjadi nasabah ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Yayan

    Fauzi (2010) yang dilakukan disalah satu bank di Yogyakarta yang

    menyatakan bahwa secara parsial religiusitas tidak berpengaruh

    terhadap minat menabung. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka

    penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut,

    H1 = Nilai Syariah berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa

    perbankan syariah STAIN Salatiga untuk menjadi nasabah di

    perbankan syariah.

  • 42

    2. Pengaruh produk terhadap keputusan menjadi nasabah di

    perbankan syariah.

    Penelitian yang dilakukan oleh Ramli (2010) produk

    adalah salah satu faktor yang melatarbelakangi sikap para

    mahasiswa-santri terhadap perbankan syariah. Yayan Fauzi

    (2010) dan Firmansyah (2008) menyatakan bahwa secara parsial

    kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat

    menabung nasabah. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh

    Anisa Pulungan (2009) menyatakan bahwa secara parsial faktor

    produk mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap

    keputusan nasabah.

    Hal yang cukup menarik dalam penelitian mengenai

    faktor-faktor ynag mempengaruhi minat menjadi nasabah ini

    adalah penelitian yang dilakukan oleh Muasyaroh (2013) yang

    dilakukan disalah satu bank di Yogyakarta yang menyatakan

    bahwa faktor produk tidak berpengaruh signifikan terhadap minat

    menggunakan E-Banking PT. Bank BNI Syariah Yogyakarta.

    Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penulis mengajukan

    hipotesis sebagai berikut,

    H2 = Produk berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa

    perbankan syariah STAIN Salatiga untuk menjadi nasabah di

    perbankan syariah.

  • 43

    3. Pengaruh promosi terhadap keputusan menjadi nasabah di

    perbankan syariah.

    Pemeliharaan minat dan loyalitas konsumen perlu selalu

    dilakukan melalui iklan yang mempromosikan manfaat-manfaat

    tambahan dari produk yang telah diiklankan. Jika tidak ada unsur

    baru dari produk yang bersangkutan, maka perusahaan masih

    perlu mengiklankan produk tadi sekedar untuk mengingatkan

    kepada konsumen.

    Pernyataan tersebut didukung pula dengan penelitian

    mengenai preferensi nasabah oleh Muhammad Aris Safi’i (2011)

    menyatakan bahwa promosi merupakan salah satu faktor yang

    mempengaruhi kecenderungan atau preferensi. Zainab (2011) dan

    Firmansyah (2008) menyimpulkan bahwa periklanan mempunyai

    pengaruh yang kuat terhadap minat menabung nasabah pada Bank

    Muamalat. Shofia (2014) menyatakan bahwa periklanan program

    FAEDAH (Fasilitas Serba Mudah) Tabungan BRI Syariah

    mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat

    menabung nasabah.

    Hal yang cukup menarik dalam penelitian mengenai

    faktor-faktor ynag mempengaruhi minat menjadi nasabah ini

    adalah penelitian yang dilakukan oleh Anisa Pulungan (2009)

    yang dilakukan disalah satu bank di Medan yang menyatakan

    bahwa faktor promosi tidak berpengaruh terhadap keputusan

  • 44

    nasabah. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penulis

    mengajukan hipotesis sebagai berikut,

    H3 = Promosi berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa

    perbankan syariah STAIN Salatiga untuk menjadi nasabah di

    perbankan syariah.

    4. Pengaruh pelayanan terhadap keputusan menjadi nasabah di

    perbankan syariah.

    Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Aris Safi’i

    (2011) menyatakan bahwa service merupakan salah satu faktor

    yang mempengaruhi kecenderungan atau preferensi nasabah.

    Dain Ariani (2007) menyimpulkan bahwa variabel pelayanan

    merupakan variabel utama yang memberikan kontribusi paling

    besar dalam hubungannya dengan hasil persepsi masyarakat

    umum terhadap bank syariah di medan.

    Penelitian yang sejalan dengan penelitian tersebut adalah

    penelitian yang dilakukan oleh Lutfi Efendi (2009) yang juga

    menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara pelayanan

    yang baik terhadap keputusan menjadi nasabah di perbankan

    syariah. Begitu juga dengan Yayan Fauzi (2010) secara parsial

    pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat

    menabung nasabah. Shofia (2014) menyatakan bahwa pelayanan

    program FAEDAH (Fasilitas Serba Mudah) Tabungan BRI

  • 45

    Syariah mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan

    terhadap minat menabung nasabah.

    Hal yang cukup menarik dalam penelitian mengenai faktor-

    faktor ynag mempengaruhi minat menjadi nasabah ini adalah

    penelitian yang dilakukan oleh Anisa Pulungan (2009) yang

    dilakukan disalah satu bank di Medan yang menyatakan bahwa

    faktor pelayanan tidak berpengaruh terhadap keputusan nasabah.

    Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penulis mengajukan

    hipotesis sebagai berikut,

    H4 = Pelayanan berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa

    perbankan syariah STAIN Salatiga untuk menjadi nasabah di

    perbankan syariah.

    Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian

    ini adalah sebagai berikut:

    Tabel 2.2

    Hipotesis Penelitian

    H1 Nilai Syariah berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa perbankan

    syariah STAIN Salatiga untuk menjadi nasabah di perbankan syariah.

    H2 Produk berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa perbankan

    syariah STAIN Salatiga untuk menjadi nasabah di perbankan syariah.

    H3 Promosi berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa perbankan

    syariah STAIN Salatiga untuk menjadi nasabah di perbankan syariah.

    H4 Pelayanan berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa perbankan

    syariah STAIN Salatiga untuk menjadi nasabah di perbankan syariah.

  • 46

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    A. Jenis Penelitian

    Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah

    penelitian lapangan (field research). Penelitian lapangan atau dapat pula

    disebut sebagai penelitian empiris, yaitu penelitian yang data dan

    informasinya diperoleh dari kegiatan di kancah (lapangan) kerja penelitian

    (Supardi, 2005: 34).

    Desain penelitian lapangan ini adalah desain kausal, yang

    bertujuan untuk menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel

    dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi

    variabel lainnya (Tika, 2006: 22).

    Penelitian ini diorientasikan untuk mengetahui faktor-faktor yang

    mempengaruhi keputusan mahasiswa perbankan syariah STAIN Salatiga

    untuk menjadi nasabah di perbankan syariah. Mahasiswa perbankan

    syariah di anggap mempunyai pengetahuan yang lebih banyak mengenai

    perbankan syariah dan diharapkan responnya terhadap perbankan syariah

    positif.

    Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif,

    yaitu suatu pendekatan ilmiah terhadap pengambilan keputusan manajerial

    dan ekonomi. Pendekatan ini berangkat dari data yang bersifat angka. Data

    ini bisa berupa angka seperti 1,2,3,4, dan seterusnya dan dapat pula berasal

  • 47

    dari kualitatif yang ditransformasikan menjadi angka-angka atau dengan

    kata lain memberikan kode (skor) data kualitatif tersebut sesuai dengan

    jenjangnya kemudian diproses dan dimanipulasi menjadi informasi yang

    berharga bagi pengambilan keputusan (Tika, 2006: 57).

    B. Lokasi dan Waktu Penelitian

    Lokasi penelitian adalah STAIN Salatiga, dengan objek penelitian

    sendiri adalah mahasiswa perbankan syariah STAIN Salatiga. Penelitian

    ini mulai dilaksanakan pada bulan April 2014 hingga Desember 2014.

    C. Populasi dan Sampel

    1. Populasi

    Menurut Pabundu Tika (2006 : 33) Populasi adalah himpunan

    individu atau objek yang banyaknya terbatas dan tidak terbatas.

    Populasi terbatas adalah populasi yang dapat dihitung jumlahnya

    seperti mahasiswa STAIN Salatiga. Adapun populasi tidak terbatas,

    adalah populasi yang sulit dihitung jumlahnya seperti jumlah pohon

    dalam hutan, jumlah bintang di langit dan sebagainya.

    Menurut Supardi (2005 : 101) dalam bukunya Metodologi

    Penelitian Ekonomi dan Bisnis, Populasi adalah suatu kesatuan

    individu atau subyek pada wilayah dan waktu serta dengan kualitas

    tertentu yang akan diamati/diteliti. Sedangkan menurut Bawono

    (2006:28) diberi definisi sebagai keseluruhan wilayah objek dan subjek

    penelitian yang ditetapkan untuk dianalisis dan ditarik kesimpulan oleh

    peneliti.

  • 48

    Dalam penelitian ini, populasinya adalah seluruh mahasiswa

    STAIN Salatiga yang mangambil program studi SI Perbankan Syariah

    yaitu sebanyak 674 mahasiswa.

    2. Sampel

    Sampel adalah bagian suatu subjek atau objek yang mewakili

    populasi (Tika, 2006: 33). Sampel adalah bagian dari populasi yang

    dijadikan subyek penelitian sebagai “wakil” dari para anggota populasi

    (Supardi, 2005: 103). Sedangkan Sampel menurut Bawono (2006 : 28)

    diberi definisi sebagai objek atau subjek penelitian yang dipilih guna

    mewakili keseluruhan dari populasi.

    Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah

    stratified random sampling yaitu cara pengambilan sampel dengan

    terlebih dahulu membuat penggolongan atau pengelompokan populasi

    menurut karakteristik tertentu (Tika, 2006: 42). Penelitian ini

    mengambil sampel sebanyak 87 mahasiswa perbankan syariah yang

    diambil dari beberapa kelas dan semester. Adapun penghitungan tadi di

    dapat dari rumus sebagai berikut :

    Dimana : S = Jumlah sampel

    P = Jumlah populasi

    e = Tingkat kesalahan yang masih bisa ditolerir (10%)

    Untuk lebih jelasnya di bawah ini disajikan tabel perolehan

    jumlah populasi dan sampel.

  • 49

    Tabel 3.1

    Populasi dan Sampel

    No Semester Populasi Sampel

    1 1 313 40

    2 3 165 21

    3 5 106 14

    4 7 54 7

    5 9 36 5

    Jumlah 674 87

    Sumber : data primer yang diolah, 2014

    D. Teknik Pengumpulan Data

    1. Pengertian Data

    Data adalah segala informasi yang dijadikan dan diolah untuk

    suatu kegiatan penelitian sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dalam

    pengambilan keputusan (Muhamad, 2008: 97). Menurut Tika

    (2006:57) data adalah sekumpulan bukti atau fakta yang dikumpulkan

    dan disajikan untuk tujuan tertentu.

    2. Sumber dan Jenis Data

    Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer

    dan sekunder.

    a. Data Primer

    Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari

    responden atau objek yang diteliti atau yang ada hubungannya

  • 50

    dengan objek yang diteliti (Tika, 2006: 57). Dalam penelitian ini

    data diperoleh langsung dari hasil penyebaran kuesioner kepada

    responden tentang beberapa variabel yang diteliti dengan nasabah

    bank syariah.

    b. Data Sekunder

    Yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung atau

    penelitian arsip yang memuat peristiwa masa lalu. Data sekunder

    dapat diperoleh dari jurnal, majalah, buku, data statisitik maupun

    dari internet (Anton, 2006: 30).

    3. Teknik Pengumpulan Data

    a. Metode Angket (Kuesioner)

    Angket adalah sejumlah pertanyaan secara tertulis yang

    akan dijawab oleh responden penelitian, agar peneliti

    memperoleh data lapangan/empiris untuk memecahkan

    masalah penelitian dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan

    (Supardi, 2005: 127)

    Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah

    kuesioner tertutup karena alternatif jawaban telah disediakan.

    b. Observasi

    Observasi adalah cara dan teknik pengumpulan data

    dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara

    sistematis terhadap gejala atau fenomena yang ada pada objek

    penelitian (Tika, 2006: 58).

  • 51

    Sedangkan menurut Supardi observasi adalah

    mengumpulkan data atau menjaring data dengan melakukan

    pengamatan terhadap subjek dan atau objek penelitian secara

    seksama (cermat dan teliti) dan sistematis (2005 : 136).

    c. Wawancara (interview)

    Wawancara merupakan metode pengumpulan data

    dengan cara tanya jawab yang dikerjakan dengan sistematik

    dan berlandaskan pada masalah, tujuan, dan hipotesis penelitian

    (Tika, 2006: 62).

    Pada umumnya terdapat dua jenis metode wawancara,

    yaitu wawancara yang tidak terstruktur (bebas) dan wawancara

    yang terstruktur (terpimpin= tidak bebas). Atau wawancara

    dapat terbagi menjadi wawancara bebas (unguide interview)

    dan wawancara tidak bebas atau terpimpin (guiden interview).

    d. Dokumentasi

    Menurut Suharsimi Arikunto (2010 : 274) yang

    dimaksud dengan metode dokumentasi adalah metode yang

    bertujuan untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel

    yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah,

    prasasti, notulen rapat, agenda, dan lain sebagainya.

    Penggunaan metode dokumentasi pada penelitian ini

    adalah dicari berbagai informasi tentang mahasiswa perbankan

  • 52

    syariah STAIN Salatiga, berapa jumlahnya, dan bagaimana

    karakteristik dari mahasiswa tersebut.

    E. Skala Pengukuran

    Skala Pengukuran adalah penentuan atau penetapan skala atas

    suatu variabel berdasarkan jenis data yang melekat dalam variabel

    penelitian (Muhamad, 2008: 120). Skala pengukuran dalam penelitian ini

    meng