Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

download Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

of 43

  • date post

    09-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    557
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Panduan Karya Tulis

Transcript of Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    1/43

    i

    BUKU PANDUAN PENYUSUNAN

    KARYA TULIS ILMIAH

    Edisi Pertama

    PROGRAM DIII ANALIS KESEHATAN

    AKADEMI ANALIS KESEHATAN MANGGALA

    YOGYAKARTA

    2011

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    2/43

    ii

    TIM PENYUSUN

    BUKU PANDUAN KARYA TULIS ILMIAH

    AKADEMI ANALIS KESEHATAN MANGGALA

    Edisi Pertama

    Penanggungjawab : Barinta Widaryanti, M.Biotech.

    Ketua : Drs. Ismu Djatmiko, Apt.

    Sekretaris : Nur Khikmah, M.Sc.

    Anggota : Nunung Sulistyani, M.Si.

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    3/43

    iii

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya,

    sehingga Panduan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini dapat diselesaikan.

    Panduan ini merupakan edisi pertama. Buku Panduan ini memuat tentang tata

    cara penyusunan Karya Tulis Ilmiah, yang meliputi antara lain : pengertian,

    tujuan, ruang lingkup, persyaratan, syarat pembimbing, pelaksanaan ujian,

    penilaian KTI, dan tehnik penyusunan KTI. Sebagai buku panduan diharapkan

    buku ini dapat menginformasikan dan menjelaskan terutama bagi mahasiswa

    dalam menyusun KTI untuk memperoleh gelar Ahli Madya Analis Kesehatan.Segala saran perbaikan demi kesempurnaan buku panduan ini sangat

    diharapkan. Semoga buku ini dapat bermanfaat untuk dosen dan mahasiswa

    dalam menyelesaikan KTI-nya.

    Yogyakarta, Januari 2011

    Direktur

    Barinta Widaryanti, M.Biotech.

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    4/43

    iv

    DAFTAR ISI

    Halaman

    HALAMAN JUDUL .................................................................................. i

    TIM PENYUSUN ...................................................................................... ii

    KATA PENGANTAR ............................................................................... iii

    DAFTAR ISI .............................................................................................. iv

    DAFTAR TABEL ...................................................................................... vi

    DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. vii

    BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1

    A. Pendahuluan ........................................................................................ 1

    B.

    Tujuan ................................................................................................. 1

    C. Ruang Lingkup .................................................................................... 1

    BAB II KETENTUAN UMUM ................................................................. 2

    A. Persyaratan KTI .................................................................................. 2

    B. Penetapan Pembimbing ........................................................................ 2

    C.

    Tugas dan Fungsi Pembimbing ........................................................... 2D. Hak dan Kewajiban Pembimbing ...................................................... 2

    E. Hak dan Kewajiban Mahasiswa .......................................................... 3

    F. Pelaksanaan Ujian ............................................................................... 4

    G. Penilaian Ujian .................................................................................... 4

    H. Pengumpulan KTI .............................................................................. 5

    BAB III LAPORAN KARYA TULIS ILMIAH SECARA UMUM ......... 6

    A. Bahan dan Ukuran .............................................................................. 6

    B.

    Pengetikan .......................................................................................... 6C. Aspek Bahasa dalam Karya Tulis Ilmiah ........................................... 9

    D. Penulisan Daftar Pustaka dalam Karya Tulis Ilmiah .......................... 14

    BAB IV TEHNIK PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH ............... 18

    A. Penyusunan Proposal .......................................................................... 18

    B. Penyusunan Laporan Hasil Penelitian / KTI ........................................ 23

    C. Sistematika Penyusunan Proposal Penelitian dan Laporan Penelitian 26

    1. Sistematika Penyusunan Proposal Penelitian .................................. 26

    2. Sistematika Penyusunan Laporan Penelitian/KTI .......................... 27

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    5/43

    v

    DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 29

    LAMPIRAN ............................................................................................... 30

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    6/43

    vi

    DAFTAR TABEL

    Halaman

    Tabel 1. Ruang lingkup dan cakupan bidang analis kesehatan ................. 1

    Tabel 2. Nilai mutu dan angka mutu KTI ................................................. 5

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    7/43

    vii

    DAFTAR LAMPIRAN

    Halaman

    Lampiran 1. Contoh halaman judul proposal KTI ..................................... 30

    Lampiran 2. Contoh halaman persetujuan proposal ................................... 31

    Lampiran 3. Contoh halaman judul atau sampul depan KTI ..................... 32

    Lampiran 4. Contoh halaman pengesahan KTI .......................................... 33

    Lampiran 5. Contoh halaman pernyataan .................................................. 34

    Lampiran 6. Contoh kata pengantar ........................................................... 35

    Lampiran 7. Contoh penulisan intisari ....................................................... 36

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    8/43

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Pengertian

    Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan laporan tertulis hasil penelitian

    mahasiswa sebagai salah satu persyaratan memperoleh gelar Ahli Madya

    Analis Kesehatan. KTI disusun berdasarkan hasil melalui pendekatan proses

    ilmiah, yaitu sistematis, objektif, logis, dan empiris. Sistematis adalah

    melalui langkah-langkah yang disusun secara berurutan dan

    berkesinambungan, berawal dari penetapan masalah sampai kesimpulan.

    Objektif adalah berdasarkan fakta-fakta yang sebenarnya; logis adalah masuk

    akal; dan empiris adalah berdasarkan pembuktian fakta.Sebelum melaksankan penelitian, mahasiswa wajib membuat proposal

    penelitian yang harus diseminarkan. Setelah proposal penelitian disetujui,

    mahasiswa harus menjalankan penelitian dan hasilnya disusun menjadi karya

    tulis ilmiah. Dalam rangka memberikan panduan penyusunan karya tulis

    ilmiah di Akademi analis Kesehatan Manggala, maka disusun buku panduan

    karya tulis ilmiah.

    B. Tujuan

    Tujuan penyusunan buku panduan penulisan KTI ini adalah :

    1. Sebagai pedoman bagi dosen dalam proses pembimbingan penulisan KTI

    2. Sebagai pedoman bagi mahasiswa dalam penulisan KTI

    3. Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan perkuliahan untuk mata kuliah

    metode penelitian

    C. Ruang Lingkup

    Ruang lingkup atau topik karya tulis ilmiah merupakan suatu

    permasalahan yang menyangkut bidang analis kesehatan (Tabel 1)

    Tabel 1. Ruang lingkup dan cakupan bidang analis kesehatan

    Ruang Lingkup

    atau Bidang

    Cakupan

    Analis Kesehatan Mikrobiologi (parasitologi, bakteriologi, mikologi,

    virologi ); biokimia dan kimia klinik,

    serologi/imunologi; hematologi; toksikologi;

    analisa air, makanan dan minuman;

    histoteknologi; transfusi darah; teknik

    instrumentasi; bioteknologi dan teknologi tepat

    guna; manajemen laboratorium

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    9/43

    2

    BAB II

    KETENTUAN UMUM

    A. Prosedur

    1. Persyaratan

    a. Persyaratan akademik

    Mahasiswa telah menempuh 116 SKS dan mendapatkan minimal

    nilai C untuk semua mata kuliah

    b. Persyaratan administrasi

    Membayar biaya penyelenggaraan KTI sesuai ketentuan

    2. Penelusuran minat

    Setiap mahasiswa melaksanakan KTI sesuai dengan minat dalam ruanglingkup bidang penelitian.

    B. Penetapan Pembimbing

    a. Setiap mahasiswa mendapatkan dua pembimbing yaitu pembimbing

    utama dan pembimbing pendamping

    b. Pembimbing ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Direktur

    c. Pembimbing seharusnya sesuai dengan kompetensi bidang ilmu

    d. Pembimbing utama membimbing mahasiswa dengan jumlah maksimal

    10 mahasiswa

    e. Pembimbing utama adalah dosen tetap AAK Manggala atau dosen tamu

    yang kualifikasinya tertentu.

    f. Pembimbing dua membimbing mahasiswa dengan jumlah yang

    disesuaikan dengan kondisi

    C. Tugas dan Fungsi Pembimbing

    Pembimbing utama bertanggung jawab atas substansi materi, metode

    penelitian, teknis pembuktian, dan pembahasan, sedangkan pembimbing

    pendamping bertanggung jawab dalam pelaksanaan penelitian dan teknik

    penulisan.

    Fungsi pembimbing karya tulis ilmiah (KTI) adalah sebagai penyelia

    (supervisor), fasilitator, konselor, dan memberikan arahan / masukan

    (advisor) dalam proses penyusunan KTI mulai dari pengajuan topik masalah

    sampai penyusunan laporan.

    D. Hak dan Kewajiban Pembimbing KTI

    1. Hak Pembimbing KTI

    a. Menerima atau menolak sebagai pembimbing KTI

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    10/43

    3

    b.

    Mendiskusikan topik/judul penelitian dengan mahasiswa apabila

    menerima sebagai pembimbing

    c.

    Memanfaatkan data mahasiswa bimbingannya guna penyusunan

    penelitian dosen dan atau dipublikasikan atas sepengetahuan

    mahasiswa penyusun KTI

    d. Menerima honor sesuai ketentuan

    e. Mendapatkan angka kredit

    2. Kewajiban Pembimbing KTI

    a. Menyediakan waktu dan tempat yang cukup untuk konsultasi dengan

    mahasiswa

    b. Memberikan pertimbangan atau saran-saran dan menandatangani

    formulir konsultasi proposal penelitian KTI dan atau KTI sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali konsultasi

    c.

    Memantau perkembangan proses pelaksanaan penelitian hingga

    penyusunan naskah lengkap

    d. Mencegah pelanggaran etika dalam penelitian dan penulisan KTI

    e. Memberikan persetujuan tentang waktu pelaksanaan sidang proposal

    penelitian dan seminar KTI

    f. Menandatangani proposal penelitian KTI dan atau KTI apabila telah

    sesuai ketentuan pada buku pedoman ini

    E. Hak dan Kewajiban Mahasiaswa

    1. Hak Mahasiswa

    a. Mendapatkan waktu dan tempat yang cukup untuk konsultasi

    dengan dosen pembimbing

    b. Mendapatkan pertimbangan dan saran-saran, serta mendapatkan

    tanda tangan pembimbing pada konsultasi proposal penelitian KTI

    dan atau KTI

    c. Menerima atau menolak saran-saran dari pembimbing berdasarkan

    argumentasi ilmiah

    d.

    Mendapatkan pemantauan perkembangan proses pelaksanaan

    penelitian hingga penyusunan laporan lengkap

    e. Memperoleh bimbingan KTI sekurang-kurangnya 3 kali dan

    menandatangani formulir konsultasi proposal penelitian KTI dan

    KTI

    2. Kewajiban Mahasiswa

    a. Mencegah pelanggaran etika dalam penulisan KTI

    b. Mengikuti saran dan pertimbanagn pembimbing berdasarkan

    argumentasi ilmiah

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    11/43

    4

    c. Menyusun proposal penelitian, melaksanakan penelitian, menulis

    laporan lengkap, dan mengikuti ujian sesuai ketentuan

    d.

    Menyerahkan hasil penelitian kepada pembimbing dan instansi

    terkait lokasi penelitian

    F. Pelaksanaan Ujian

    1. Ujian Proposal Penelitian KTI

    Ujian proposal penelitian KTI dapat dilaksanakan apabila telah

    terpenuhi persyaratan ujian proposal penelitian yang telah ditetapkan.

    Ujian proposal penelitian KTI berupa seminar yang dapat diikuti oleh

    mahasiswa lain. Ujian proposal penelitian bertujuan sebagai

    pertimbangan yang lebih cermat akan kemampuan mahasiswamelaksanakan penelitian sesuai dengan metode ilmiah serta mendapatkan

    masukan pelaksanaan pembuktiannya.

    2. Ujian KTI

    Ujian KTI dapat dilaksanakan apabila telah terpenuhi persyaratan.

    Pelaksanaan berupa siding KTI dengan melibatkan 3 penguji yaitu

    2 pembimbing yang telah menguji pada saat ujian proposal penelitian

    KTI ditambah dengan satu penguji lain. Ujian KTI tidak boleh diikuti

    mahasiswa lain.

    G. Penilaian Ujian

    Penilaian dalam ujian proposal penelitian atau ujian KTI meliputi poin-

    poin yang telah ditetapkan dalam formulir ujian proposal penelitian atau

    ujian KTI. Penilaiannya menggunakan rentang nilai absolut atau angka mutu

    dan huruf sebagaimana diatur dalam pedoman Akademi Analis Kesehatan

    Manggala.

    1. Hasil ujian proposal penelitian KTI

    a. Hasil ujian proposal penelitian KTI dapat dikategorikan sebagai

    berikut :

    1)

    Dapat dilanjutkan penelitian tanpa perbaikan

    2) Dapat dilanjutkan penelitian dengan perubahan berdasarkan

    masukan penguji

    3) Tidak dapat dilanjutkan untuk penelitian dan wajib melakukan

    ujian ulang proposal penelitian.

    b. Hasil ujian KTI dapat dikategorikan sebagai berikut :

    1) Lulus tanpa perbaikan

    2) Lulus dengan perbaikan

    3) Tidak lulus dan mengulang ujian tanpa melakukan perbaikan

    kembali

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    12/43

    5

    2.

    Huruf mutu dan angka mutu

    Penilaian KTI berpedoman nilai mutu dan angka mutu seperti pada tabel

    2 di bawah ini :

    Tabel 2. Nilai mutu dan angka mutu KTI

    No Nilai Absolut Angka Mutu Nilai Lambang

    1

    86100

    8385

    7982

    4,00

    3,753,99

    3,513,74

    A

    2

    7578

    7174

    6870

    3,253,50

    3,003,24

    2,752,99

    B

    364676063

    56 - 59

    2,502,742,252,49

    2,002,24

    C

    4 5255

    4851

    4447

    4143

    1,751,99

    1,501,74

    1,251,49

    1,001,24

    D

    5

    3140

    2130

    11200 - 10

    0,750,99

    0,500,74

    0,250,490,000,24

    E

    H. Pengumpulan KTI

    Setelah dinyatakan lulus, mahasiswa harus mengumpulkan naskah KTI

    dalam bentuk hard copy dan soft copy (CD) dalam format PDF, yang

    diserahkan ke bagian perpustakaan.

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    13/43

    6

    BAB III

    LAPORAN KARYA TULIS ILMIAH

    SECARA UMUM

    A. Bahan dan Ukuran

    Bahan dan ukuran mencakup : naskah, sampul, warna sampul, tulisan

    pada sampul, dan batasan antar naskah antar bab.

    1. Naskah diketik di atas kertas HVS 80 gram/m2 dengan ukuran kuarto (21

    x 28 cm) dan tidak bolak balik

    2. Naskah dijilid dengan kertas bufalo atau yang sejenisnya

    a. Proposal penelitian dijilid tidak hard cover

    b.

    Laporan karya tulis ilmiah dijilid hard cover3. Warna sampul adalah biru tua

    4. Warna tulisan pada sampul kuning emas

    5. Batasan naskah antar bab diberi sisipan kertas tipis dengan cetakan logo

    AAK Manggala

    B. Pengetikan

    1. Alat Pengetikan

    Naskah diketik dengan komputer

    2. Jenis Huruf

    a. Naskah diketik dengan huruf Times New Roman dengan font 12

    untuk seluruh naskah.

    1) Judul proposal penelitian/KTI : 14 bold

    2) Judul bab : 12 bold

    3) Subjudul : 12 bold

    b. Penggunaan huruf miring/Italicdigunakan pada tulisan/bahasa asing

    yang belum diadaptasi dalam perbendaharaan bahasa Indonesia,

    nama latin tumbuhan atau hewan, judul buku atau singkatan resmi

    majalah, dan alamat referensi yang diambil dari internet pada daftar

    pustaka.

    3. Bilangan dan Satuan

    a. Bilangan diketik dengan angka (misalnya 100 gram), kecuali pada

    awal kalimat ditulis Seratus gram (huruf kapital pada awal paragraf)

    b. Bilangan desimal ditandai dengan koma bukan titik, misalnya 60,5

    gram

    c. Satuan dinyatakan dengan singkatan umum tanpa diakhiri dengan

    tanda titik, misalnya 70 g, 80 kg, 15 km, 20 m

    d. Bilangan, lambang atau rumus kimia yang memulai awal kalimat

    harus dieja, misalnya Lima gram daging sapi, Kalsium dalam darah

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    14/43

    7

    4. Jarak Baris

    Jarak antar baris dibuat 2 spasi, kecuali untuk abstrak, kutipan langsung,

    judul dan isi tabel, gambar, daftar pustaka diketik 1 spasi

    5. Pengisian Ruangan

    Ruangan yang terdapat pada halaman naskah harus diisi penuh, artinya

    pengetikan harus dimulai dari batas tepi kiri sampai batas tepi kanan dan

    jangan sampai ada ruang yang terbuang, kecuali kalau akan memulai

    alinea baru, persamaan daftar, gambar, subjudul atau hal-hal yang

    khusus.

    6. Batas Tepi

    Batas-batas pengetikan ditinjau dari tepi kertas adalah tepi atas 4 cm,

    tepi bawah 3 cm, tepi kiri 4 cm dan tepi kanan 3 cm7. Alinea Baru

    Alinea baru dimulai pada ketikan yang ke-6 dari batas tepi kiri

    8. Judul/Subjudul/ Anak subjudul

    a. Judul atau bab ditulis dengan huruf kapital semua dan diatur simetris

    di tengah (center), dengan jarak 4 cm dari tepi atas tanpa diakhiri

    dengan tanda titik

    b. Subjudul atau subbab ditulis dari tepi kiri, hanya huruf pertama dari

    tiap kata dalam kalimat yang ditulis dengan huruf kapital, kecuali

    kata penghubung, sandang, depan, dan sejenisnya (misalnya : di, ke,

    dari, untuk, yang, dan).

    c. Anak subjudul atau anak subbab ditulis mulai dari batas tepi kiri,

    tetapi hanya huruf pertama pada kata pertama yang ditulis dengan

    huruf kapital tanpa diakhiri dengan tanda titik. Kalimat pertama

    sesudah anak subjudul dimulai dengan alinea baru

    9. Rincian ke bawah atau ke samping

    Penulisan naskah yang ada rinciannya (ke bawah atau ke samping),

    misalnya pada akhir kalimat yang diikuti tanda titik dua (:), harus

    menggunakan nomor urut angka dan ditulis dalanm tanda kurung atau

    (.....), dan setiap perpindahan nomor diakhiri dengan tanda titik koma

    atau (;), sebelum nomor terakhir, dan setelah nomor terakhir diakhiri

    dengan tanda titik. Apabila referensi yang digunakan hanya berasal dari

    satu buku, maka sumber referensi ditulis setelah kalimat sebelumnya.

    Misalnya :

    Faktor-faktor yang mempengaruhi derajad kesehatan adalah ( Blum,

    1978) : (1) lingkungan; (2) perilaku; (3) pelayanan kesehatan; dan (4)

    keturunan.

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    15/43

    8

    10. Penomoran

    a. Halaman

    Penomoran bagian awal naskah (mulai dari halaman judul, ucapan

    terima kasih, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran)

    diberi nomor halaman dengan angka romawi kecil (contoh : i, ii, ...

    dst) dan ditempatkan di tengah bawah naskah. Penomoran pada

    bagian utama naskah mulai dari pendahuluan sampai dengan

    lampiran menggunakan angka Arab (contoh : 1, 2, ... dst). Nomor

    halaman ditempatkan di sebelah kanan atas, kecuali pada awal bab

    ditempatkan di tengah bawah naskah.

    b. Tabel, gambar, dan lampiran

    Penomoran tabel, gambar, dan lampiran menggunakan angka Arabdiikuti dengan tanda titik.

    11. Penulisan tabel, gambar, dan lampiran

    a. Tabel

    Penulisan tabel meliputi : judul memakai huruf kapital di awal kata

    (Title case), ditempatkan secara simetris di atas tabel, diketik satu

    spasi dan letak baris berikutnya di bawah judul tabel. Tabel tidak

    boleh dipenggal dalam dua halaman, kecuali terpaksa harus

    menuliskan kata lanjutan ...... di halaman berikutnya.

    b. Gambar

    Penulisan gambar meliputi : judul memakai huruf kapital di awal

    kata (Title case) diketik satu spasi dan letak baris berikutnya di

    bawah judul gambar. Gambar tidak boleh dipenggal dalam dua

    halaman, kecuali terpaksa harus menuliskan kata lanjutan ...... di

    halaman berikutnya.

    c. Lampiran

    Penulisan lampiran meliputi : judul memakai huruf kapital di awal

    kata (Title case), diketik satu spasi dan letak baris berikutnya di

    bawah judul lampiran. Lampiran tidak boleh dipenggal dalam dua

    halaman, kecuali terpaksa harus menuliskan kata lanjutan ..... di

    halaman berikutnya.

    12. Daftar pada bagian awal naskah/laporan

    Penulisan daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran pada bagian

    awal naskah/laporan meliputi hal-hal berikut : judul menggunakan huruf

    kapital ditempatkan simetris pada batas tepi atas halaman.

    13. Penggunaan bahasa

    Bahasa yang digunakan dalam penulisan naskah berpedoman pada

    Bahasa Indonesia baku

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    16/43

    9

    C. Aspek Bahasa dalam Karya Tulis Ilmiah

    1. Ciri-ciri bahasa ilmiah

    a.

    Bersifat formal. Oleh karena itu tingkat bahasa yang digunakan juga

    tingkat bahasa formal bukan harian (Johanes, 1979). Gagasan yang

    disampaikan didasarkan atas fakta dan tidak berpihak pada siapapun.

    b. Ragam bahasa baku. Bahasa yang digunakan mengikuti kaidah-

    kaidah bahasa Indonesia baku.

    c. Bukan suatu dialek. Oleh karena itu, dalam KTI dihindari

    ungkapan-ungkapan yang berbau dialek.

    d. Bahasa dalam KTI lebih komunikasi dengan pikiran daripada

    perasaan, bersifat tenang, sederhana, tidak emosional, tidak ekstrim,

    tidak berlebihan.e. Komunikasi gagasan daalm KTI harus dinyatakan secara lengkap,

    jelas, ringkas, meyakinkan, dan tepat.

    f. Hindari bahasa yang usang, kolot, dan basi, kata-kata yang mubazir,

    kalimat yang mendua arti/bermakan ganda.

    g. KTI lazim menggunakan diagram, gambar, tabel dan analisis ilmu

    pasti.

    h. Tanda baca, lambang ilmiah, singkatan, rujukan, jenis huruf dalam

    KTI sangat diperhatikan.

    2. Pemakaian tanda baca

    a. Tanda titik (.) dipakai pada :

    1) Akhir kalimat

    2) Singkatan nama orang

    3) Singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan jabatan

    4) Kata atau ungkapan yang sudah sangat umum

    5) Di belakang angka atau huruf

    6) Memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan

    waktu

    b. Tanda titik (.) tidak dipakai :

    1)

    Untuk memisahkan ribuan, jutaan dan seterusnya yang tidak

    menunjukkan jumlah.

    2) Dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau

    suku kata atau gabungan keduanya, atau yang terdapat di dalam

    akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.

    3) Singkatan lambang kimia, ukuran takaran, timbangan dan mata

    uang.

    4) Akhir judul yang merupakan kepala ilustrasi tabel

    c. Tanda koma (,) dipakai pada :

    1)

    Antara unsur-unsur dalam suatu pemerian

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    17/43

    10

    2) Memisahkan kalimat setara, memisahkan anak kalimat dan

    induk kalimat, mengapit keterangan tambahan.

    3)

    Di belakang kata atau ungkapan, penghubung antar kalimat yang

    terdapat pada posisi awal

    4) Di belakang kata seruan.

    5) Memisahkan petikan langsung dari bagian lain.

    6) Menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya.

    7) Di antara tempat penerbitan, nama penerbitan dan tahun

    penerbitan.

    8) Di antara nama orang dan gelar akademik.

    9) Di muka angka persepuluhan

    d.

    Tanda titik koma (;) dipakai pada :1) Memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara

    2) Memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk

    e. Tanda titik dua (:) dipakai pada :

    1) Akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian ungkapan.

    2) Sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian

    3) Di antara jilid atau nomor dan halaman, di antara bab dan ayat

    dalam kitab suci, di antara judul dan anak judul suatu karangan

    f. Tanda hubung (-) dipakai pada :

    1) Untuk menyambung suku kata yang terpisah karena pergantian

    garis

    2) Menyambung awalan dengan bagian kata di belakang

    3) Menyambung unsur-unsur kata ulang

    4) Untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan

    5) Menyambung huruf yang dieja

    6) Merangkaikan se- dengan kata yang dimulai dengan huruf

    kapital, ke- dengan angka, angka dengan akhiran an, singkatan

    huruf kapital dengan imbuhan atau kata

    g. Tanda pisah (-) dipakai pada :

    1)

    Membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi

    penjelasan.

    2) Menegaskan adanya oposisi.

    3) Di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan.

    h. Tanda elipsis (....) dipakai pada :

    1) Menggambarkan kalimat yang terputus-putus.

    2) Menunjukkan bahwa dalam suatu ketikan ada bagian yang

    dihilangkan.

    i. Tanda petik () dipakai pada :

    1)

    Mengapit petikan langsung

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    18/43

    11

    2) Mengapit judul apabila dalam suatu kalimat

    3) Mengapit suatu istilah

    4)

    Kutipan memakai spasi jika lebih dari 3 baris

    5) Sebaliknya jika kurang dari 3 baris tidak perlu memakai spasi

    6) Diawali tanda petik () dan diakhiri lagi dengan tanda petik ().

    j. Tanda tanya, tanda seru, tanda kurung dan tanda kurung siku

    pemakainnya ada dalam Pedoman Ejaan yang Disempurnakan

    (EYD).

    3. Pemakaian ejaan

    Pedoman pemakaian ejaan, pemakaiannya dalam pedoman umum

    pembentukan istilah (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa,

    Departemen Pendidikan Nasional).4. Pemakaian huruf dan penulisan huruf

    a. Huruf kapital digunakan sebagai :

    1) Huruf pertama awal kalimat

    2) Huruf pertama kutipan langsung

    3) Huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan hal-hal

    keagamaan, kitab suci, nama Tuhan termasuk kata gantinya.

    4) Huruf pertama nama Tuhan, bulan, hari, hari raya dan peristiwa

    sejarah.

    5) Huruf pertama nama khas geografi

    6) Huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintahan,

    ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi.

    7) Huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat

    kabar dan judul karangan, kecuali kata partikel (di, ke, dari, pada,

    untuk, dan, yang) yang tidak terletak pada posisi awal.

    8) Dipakai dalam singkatan, nama, dan gelar.

    b.Pemakaian huruf miring :

    1) Menuliskan judul buku, majalah dan surat kabar yang dikutip

    2) Menegaskan/mengkhususkan huruf, bagian kata atau kelompok

    kata.

    3) Menuliskan kata nama-nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali

    yang telah disesuaikan ejaannya.

    5. Singkatan dan akronim

    a. Singkatan : bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas\satu huruf atau

    lebih.

    1) Singkatan nama orang, nama gelar, jabatan atau pangkat diikuti

    dengan tanda titik.

    Contoh :

    Muh. Yusuf Muhammad Yusuf

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    19/43

    12

    SE. Sarjana Ekonomi

    Bpk. Bapak

    Kol. Kolonel

    2) Singkatan nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan,

    badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas

    huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital.

    Contoh :

    DPR Dewan Perwakilan Rakyat

    KTP Kartu Tanda Penduduk

    3) Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikutu

    satu tanda titik.

    Contoh :dll. dan lain-lain tetapi a.n atas nama

    hlm halaman u.b untuk beliau

    b.Akronim

    1) Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal ditulis

    seluruhnya dengan huruf kapital.

    Contoh :

    TNI Tentara Nasional Indonesia

    SIM Surat Ijin Mengemudi

    2) Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau

    gabungan huruf dan suku kata ditulis dengan huruf awal huruf

    kapital.

    Contoh :

    Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat

    3) Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata

    ataupun gabungan huruf dan suku kata ditulis dengan huruf kecil.

    Contoh :

    Pemilu Pemilihan Umum

    Tilang Bukti pelanggaran

    4)

    Singkatan gabungan dua kata

    Contoh :

    Bagai ini menjadi begini

    Bagai itu menjadi begitu

    Sejak dari menjadi sedari

    6. Di, ke, dari, daripada

    a. Apabila kata di berfungsi sebagai awalan yang menyatakan kata

    kerja pasif, maka penulisannya dirangkai dengan yang mengikutinya.

    Apabila berfungsi sebagai kata depan, penulisannya dipisah dari kata

    yang mengikutinya.

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    20/43

    13

    Contoh :

    Dipukul di atas

    Dikenai di mana

    Dikesampingkan di samping

    b.Kata ke sebagai awalan ditulis serangkai dengan kata yang

    mengikuti, tetapi sebagai kata depan penulisannya dipisah.

    Contoh :

    Kedua gadis itu ke Semarang

    Ketiga kali ke bawah

    c. Kata dari dalam bahasa Indonesia pada umumnya menunjukkan

    arah atau perjalanan, dan bukan kepunyaan, dalam bahasa Inggris

    frombukan of.Contoh :

    dari Sabang sampai Merauke

    dari pagi hingga petang

    d.Kata daripada dalam bahasa Indonesia menyatakan perbandingan

    bukan kepunyaan.

    Contoh :

    Louis lebih besar daripada Rahman ............. (benar)

    Persatuan dan kesatuan daripada bangsa ..... (salah)

    Akibat daripada kesenjangan kemiskinan ... (salah)

    Rerata nilai anatomi kelas A lebih baik daripada kelas B ...... (benar)

    7. Partikel Lah, Kah, Tah, Pun

    a. Partikel lah, kah, tah ditulis dengan kata yang mendahuluinya.

    Contoh :

    Bacalah soal ini dengan cermat!

    Apakah gunanya bersusah hati?

    b.Partikel pun ada dua macam :

    1) berupa klitik unsur yang melekat pada unsur yang lain,

    contoh : andaipun, adapun, meskipun, manapun, bagaimanapun,

    sekalipun, manapun, biarpun, sungguhpun, kendatipun.

    2) pun sebagai kata penuh yang bersinonimdengan kata juga.

    - Selain keluarga, sahabat dan kenalanpun diundangnya.

    (= sahabat dan kenalan juga)

    - Jangankan engkau, akupun tidak sanggup menyelesaikan

    persoalan itu (= aku juga)

    8. Angka Nol di depan Koma Desimal

    a. Dalam tabel bahasa Inggris angka nol di depan koma desimal kerap

    kali (tidak selalu) ditiadakan atau koma di tulis dengan tanda titik.

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    21/43

    14

    Dalam bahasa Indonesia angka nol di depan desimal tidak perlu

    ditiadakan.

    Contoh :

    Inggris : 0.411 Indonesia : 0,414

    0.726 0,726

    b.Tanda titik yang dalam bahasa Indonesia digunakan untuk menandai

    nilai ribuan dan jutaan, dalam bahasa Inggris ditulis dengan koma.

    Contoh :

    Inggris : 4,000,000 Indonesia : 4.000.000

    3,789,000 3.789.000

    D.

    Penulisan Daftar Pustaka dalam Karya Tulis IlmiahDaftar pustaka yang ditulis adalah semua pustaka yang diacu dalam

    proposal penelitian penelitian dan KTI, dengan ketentuan sebagai berikut :

    1. Sumber pustaka yang digunakan dapat berupa buku, jurnal, artikel, KTI,

    skripsi, tesis, disertasi dan dokumen.

    2. Daftar pustaka disusun menurut urutan abjad nama akhir penulis

    pertama.

    3. Baris pertama dari setiap sumber pustaka diketik dari batas tepi kiri,

    sedangkan letak baris ke-2 dari setiap sumber pustaka ditulis pada

    ketikan ke-6 dari batas tepi kiri.

    4. Contoh susunan daftar pustaka sebagai berikut :

    a. Buku

    Buku dengan satu orang pengarang

    Gunawan, A.W., 2000. Usaha Pembibitan Jamur. Cetakan ke-2.

    Penebar Swadaya, Jakarta.

    Buku dengan dua orang pengarang

    Fessenden, R.J. & Fessenden, J.S., 1999, Organic Chemistry. John

    Wiley & Sons, New York. 17-56.

    Buku dengan lebih dari 2 orang pengarang

    Purcell, W.P., Bass, G.E., & Clayton, J.M., 1967. Strategy of Drug

    Design : A Guide to Biological Activity. John Wiley & Sons,

    New York.

    Catatan: di dalam naskah, pengarang ditulis (Purcell et al., 1967).

    Buku dengan Editor

    Nasoetion, A.H., 2002. Berkelana di Antara Tahu dan Tidak Tahu.

    Dalam : Saefuddin, A., (Ed) Pola Induksi Seorang

    Eksperimentalis. IPB Press, Bogor. 61-67.

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    22/43

    15

    Buku terjemahan

    Pelczar, M.JJr., & Chan, E.C.S., 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi,

    diterjemahkan oleh Hadioetomo, R.S., Imas, T., Tjitrosomo,

    S.S., & Angka, S.L.. UI Press, Jakarta.

    Buku dengan lembaga atau organisasi sebagai pengarang

    [FMIPA IPB] Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,

    Institut Pertanian Bogor, 1996. Katalog Program Sarjana

    FMIPA IPB 1995-1999. FMIPA, Bogor.

    b. Jurnal

    Pengarang satu orang

    Johnson, M.W., 1987. Parasitization of Liriomyza spp. (Diptera :Agromyzidae) Infesting Commercial Watermelon Plantings in

    Hawaii. J Econ Entomol. 80 : 56-61.

    Pengarang dua orang

    Koske, R.E., & Halvorson, W.L., 1989. Scutellospora arenicola

    and Glomus trimurales : Two New Species in The

    Endogonaceae. Mycologia. 81 : 927-933.

    Pengarang 3-5 orang

    Runtunuwu, S.D., Hartana, A., Suharsono, Sinaga, M.S., 2000.

    Penanda Molekul Sifat Ketahanan Kelapa terhadap

    Phytophthora Penyebab Gugur Buah. Hayati. 7 (2) : 101-105.

    Pengarang Lebih dari 5 orang

    Wilkinson, M.J. et al., 2000. A Direct Regional Scale Estimate of

    Transgene Movement from Genetically Modified Oilseed Rape

    to Its Wild Progenitors. Mol Ecol. 9 : 983-991.

    Pengarang merupakan organisasi

    [SSCCCP] Scandinavian Society for Clinical Chemistry and Clinical

    Physiology, Committee on Enzymes., 1976. Recommended

    Method for The Determination of -Glutamyltransferase in

    Blood. Scand J Clin Lab Invest. 36 : 119-125.

    c. Artikel

    Artikel tanpa pengarang

    Anonim, 1976. Epidemiology for Primary Health Care. Int J

    Epidemiol. 5 : 224-225.

    Jenis artikel dalam jurnal

    Jenis artikel dalam jurnal dapat berupa editorial, komunikasi singkat,

    catatan penelitian, ulas balik, atau ulasan.

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    23/43

    16

    Smith , K.L., 1991. New Dangers in Our Field [editorial]. Am J

    Nucl Eng. 13 : 15-16

    Sosromarsono, S., 1997. Tungau Merah Jeruk, Panonychus citri

    (McGregor) : Pendatang Baru di Indonesia [komunikasi

    singkat]. Bul HPT. 9 : 38-39.

    Artikel dengan halaman terputus

    Crews, D., & Gartska, W.R., 1981. The Ecological Physiology of

    The Garter Snake. Sci Am. 245 : 158-164, 166-168.

    Artikel cetak ulang

    Young, D.S., 1987. Implementation os SI Units for Clinical

    Laboratory Data : Style Spesification and Convertion Tables.

    Ann Intern Med . 106 : 114-129. Cetak ulang dalam J Nutr1990 ; 120 : 20-35.

    Hasil penelitian yang dipublikasikan, tetapi belum terbit

    Achmadi, S.S., 2002. Produksi Pigmen oleh Spirulina plantesis

    yang Ditumbuhkan pada Media Lateks Pekat. Hayati, in press.

    Achmadi, S.S., 2002. Produksi Pigmen oleh Spirulina plantesis

    yang Ditumbuhkan pada Media Lateks Pekat. Hayati, siap

    terbit.

    Artikel dalam Prosiding

    Widaryanti, B., E. Meiyanto, & S. Moeljopawiro., 2009.

    Antiproliverative and Apoptotic Effect of Red Fruit Extract

    (Pandanus conoideus Lamk) and Its Active Fraction on T47D

    Cells. Di dalam: Seminar Nasional Kelompok Kerja Nasional

    Tumbuhan Obat Indonesia XXXVI; Yogyakarta, 13-14 Mei

    2009. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. 113-122.

    d. Abstrak

    Widaryanti, B., E. Meiyanto, & S. Moeljopawiro., 2009. Efek

    Antiproliferasi dan Apoptosis Sari Buah Merah (Pandanus

    conoideus Lamk) dan Fraksi Aktifnya terhadap Sel T47D.

    [abstrak]. Di dalam: Seminar Nasional Kelompok Kerja

    Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XXXVI;Yogyakarta, 13-

    14 Mei 2009. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. 29.

    Abstr no 6.

    e. KTI, Skripsi, Tesis, Disertasi

    Musfirotun, Y., 2010. Perbedaan Kadar Hemoglobin pada Lansia

    Perokok dan Lansia Tidak Perokok di Desa Tambakrejo

    Tempel, Karya Tulis Ilmiah, Akademi Analis Kesehatan

    Manggala, Yogyakarta.

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    24/43

    17

    Puspitasari, A.D., 2010. Perbandingan Metode Pembuatan Ekstrak

    Terpurifikasi Bee Propolis dari Lebah Madu (Apis mellifera)

    Berdasarkan Kadar Flavonoid Total Dihitung Sebagai Rutin,

    Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada,

    Yogyakarta.

    Sulistyani, N., 2009. Koinokulasi Galur Pseudomonas sp. dan

    Bacillus sp. dengan Brandyrhizobium japonicum dalam

    Pemacuan Pertumbuhan dan Pengendalian Cendawan Patogen

    Akar Tanaman Kedelai, Tesis, Program Pascasarjana, Institut

    Pertanian Bogor, Bogor.

    Murdiyanto, E., 2003. Remitans Migran Sirkular dan Gejala

    Perubahan Struktur Sosial di Pedesaan Jawa : Kasus di DusunTrukan Yogyakarta, Disertasi, Program Pascasarjana Institut

    Pertanian Bogor, Bogor.

    f. Surat Kabar

    Budiarso, I.T., 24 Des 1995. Suami Mandul atau Menurun

    Keperkasaannya : Akibat Pencemaran Mikotoksin dan

    Pestisida?Kompas : 11 (kolom 6-8)

    g.

    Dokumen[Pusdiknakes] Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan. 2004.

    Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :

    HK.00.06.2.4.3199 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan

    Pendidikan Jenjang Pendidikan Tinggi Pendidikan Tenaga

    Kesehatan. Jakarta.

    h. Situs Website

    Adsavakulchai, S., Baimai, V., Prachyabrued, W., Gore ,P.J., &

    Lertlum, S., 1998. Morphometric Study Using Wing Image

    Analysis for Identification of Bactrocera dorsalis Complex

    (Diptera: tephritidae). WWW J Biol. 3 (5). Diaskes 19 Maret

    1999, dari

    http://epress.com/w3jbio/vol3/Adsavakulchai/index.html

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    25/43

    18

    BAB IV

    TEKNIK PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH

    Teknik penyusunan proposal penelitian dan laporan KTI bagi program D III

    bidang kesehatan di lingkungan Akademi Analis Kesehatan Manggala

    Yogyakarta, disusun dengan berpedoman pada kaidah-kaidah penulisan suatu

    proposal penelitian dan laporan KTI secara umum, dengan menyesuaikan lingkup

    kekhasan laporan penelitian untuk menyelesaikan pendidikan bidang keahlian

    analis kesehatan di AAK Manggala Yogyakarta.

    A. Penyusunan Proposal Penelitian

    Proposal penelitian penelitian untuk KTI terdiri atas: Halaman Judul,Halaman Persetujuan, Bab I Pendahuluan, Bab II Tinjauan Pustaka, Bab III

    Metode Penelitian.

    1. Halaman Judul

    Halaman Judul memuat: judul penelitian, maksud penelitian, lambang

    AAK Manggala, nama dan nomor induk mahasiswa, instansi yang dituju

    dan waktu pengajuan

    a. Judul penelitian dibuat sesingkat-singkatnya, informatif, menarik

    tidak lebih dari 20 kata, tetapi jelas dan tidak membuka peluang

    untuk penafsiran yang beraneka ragam.

    b. Maksud proposal penelitian penelitian adalah untuk menyusun KTI

    pada program D III analis kesehatan AAK Manggala Yogyakarta

    c. Lambang AAK Manggala dengan diameter pasang sekitar 5,5 cm.

    d. Nama mahasiswa ditulis dengan lengkap, tidak boleh disingkat,

    nomor induk mahasiswa dicantumkan di bawahnya

    e. Instansi yang dituju adalah Diploma III Analis Kesehatan AAK

    Manggala Yogyakarta yang sedang diikuti

    f. Waktu pengajuan ditulis dengan memasang tahun di bawah Diploma

    III Analis Kesehatan AAK Manggala

    2.

    Halaman Persetujuan

    Halaman ini berisi persetujuan pembimbing KTI dengan tanda tangan

    dan tanggal persetujuan

    a. Kata Pengantar

    Dalam kata pengantar, harus diatur point-pointnya, yaitu :

    1) Kata pengantar;

    2) Puji syukur;

    3) Judul pengantar untuk apa;

    4) Ucapan terima kasih

    5)

    Alinea penutup;

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    26/43

    19

    6) Kota, tanggal, dan penyusun

    b. Bab I Pendahuluan

    Bagian ini memuat: Latar belakang, Rumusan Masalah, Tujuan

    Penelitian, Ruang lingkup, Manfaat penelitian, Keaslian penelitian

    1) Latar belakang

    Latar belakang masalah berisi: hasil penelitian sebelumnya yang

    relevan dengan permasalahan yang akan diteliti. Apa saja

    hal/masalah/pengetahuan baru yang perlu untuk diteliti setelah

    mengetahui hasil penelitian sebelumnya. Refesensi/literatur

    pustaka yang terkait dengan masalah yang diajukan atau alas an

    mengapa perlu dilakukan penelitian dengan topik tersebut.

    2)

    Rumusan masalahRumusan masalah berisi pernyataan introgratif yang singkat,

    padat dan jelas yang dinyatakan dalam bentuk kalimat aktif

    tentang satu atau dua variabel atau konsep. Fokus rumusan

    masalah adalah uraian variabel, penelaahan hubungan antara

    variabel dan penetapan perbedaan antara 2 kelompok tentang

    variabel tertentu. Format rumusan masalah sebagai berikut:

    a) Bagaimanakah variabel X diuraikan dalam populasi

    khusus?

    b) Apakah persepsi tentang variabel X pada populasi khusus?

    c) Apakah variabel X mempunyai hubungan dengan variabel

    Y dan Z pada populasi khusus?

    d) Bagaimanakah perbedaan antara variabel X dan Y pada

    populasi khusus?

    e) Apakah ada perbedaan antara kelompok 1 dan kelompok 2

    tentang variabel X?

    3) Tujuan penelitian

    Tujuan terkait dengan masalah yang akan diteliti/dipecahkan.

    Tujuan dapat dibedakan menjadi tujuan umum dan tujuan

    khusus. Tujuan khusus merupakan rincian tujuan umum menjadi

    tujuan-tujuan yang lebih spesifik.

    Format yang dapat digunakan dalam merumuskan tujuan umum

    adalah:

    a) Mengidentifikasi karakteristik variabel X pada populasi

    khusus (identifikasi)

    b) Menguraikan keberadaan variabel X pada populasi khusus

    (uraian)

    c) Menganalisis hubungan antara variabel X dan variabel Y

    pada populasi khusus (hubungan)

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    27/43

    20

    d)

    Menentukan perbedaan antara kelompok 1 dengan

    kelompok 2 tentang variabel X pada populasi khusus

    (perbedaan)

    4) Ruang lingkup

    Ruang lingkup adalah bidang profesi analis kesehatan dengan

    cakupan jenis-jenis pekerjaan yang dewasa ini menjadi kegiatan

    suatu profesi atau yang diantisipasi akan berkembang menjadi

    kegiatan profesi (Tabel 1).

    5) Manfaat penelitian

    Manfaat penelitian disebutkan secara spesifik dengan hasil-hasil

    yang akan diperoleh dari penelitian dan cara pemanfaatan hasil

    penelitian6) Keaslian penelitian

    Mengemukakan hasil-hasil penelitian yang sejenis dengan

    menekankan perbedaannya dengan penelitian yang akan

    dilakukan

    c. Bab II Tinjauan Pustaka

    Tinjauan pustaka berisi: tinjauan teori, landasan teori atau kerangka

    teori, kerangka konsep, hipotesis/pertanyaan penelitian

    1) Tinjauan teori adalah uraian sistematis tentang teori-teori,

    acuan/standar atau hasil-hasil penelitian yang akan dilakukan.

    Dalam uraian ini, sebaiknya terlebih dahulu dikemukakan hal-

    hal yang terkait dengan konsep yang nantinya akan menjadi

    variabel terikat, diikuti dengan uraian konsep yang nantinya

    akan menjadi variabel bebas. Selain itu, perlu dikemukakan

    fakta-fakta yang sejauh mungkin diambil dari sumber aslinya,

    serta berbagai cara pengukuran masing-masing variabel, yang

    salah satunya nanti digunakan dalam metode penelitian (Bab

    III). Semua sumber yang dipakai harus disebutkan dengan

    mencantumkan nama penulis dan tahun penerbitan

    2)

    Landasan teori merupakan intisari dari tinjauan teori, disusun

    sendiri oleh peneliti dengan alinea-alinea, sekitar setengah

    hingga duapertiga halaman. Dalam uraian ini telah tersirat

    adanya hubungan sebab akibat antara satu konsep dengan

    konsep lainnya. Dengan kata lain, landasan teori merupakan

    teori baru yang akan digunakan sebagai tuntutan untuk

    memecahkan masalah peneliti dalam pelaksanaan penelitian.

    3) Kerangka Konsep / Kerangka Teori merupakan bagan yang

    sistematis, dibangun dari landasan teori, yang menggambarkan

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    28/43

    21

    hubungan sebab akibat atau pengaruh antara satu konsep dengan

    konsep lainnya, bersumber dari suatu Sumber Pustaka

    4)

    Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari

    kerangka konsep atau tinjauan teori dan merupakan jawaban

    sementara terhadap masalah yang dihadapi dan masih harus

    dibutikan kebenarannya

    d. Bab III Metode Penelitian

    Metode penelitian berisi: Jenis Penelitian, tempat dan waktu

    penelitian, Variabel Penelitian dan Definisi Operasional, Populasi

    dan Sampel, Teknik Pengumpulan Data, Pengolahan dan Analisis

    Data.

    1)

    Jenis PenelitianJenis penelitian mencakup desain penelitian yang akan dipakai,

    bagaimana taraf analisnya dan prosedur pelaksanaan

    penelitian/jalannya penelitian.

    a) Desain penelitian berisi jenis penelitian yang akan

    dilaksanakan yaitu berdasarkan ruang lingkup dibedakan

    menjadi penelitian klinis, lapangan dan laboratorium.

    Berdasarkan ada atau tidaknya analisis hubungan antar

    variabel dibedakan menjadi penelitian deskriptif dan

    analitik.

    b) Taraf analisis berupa deskriptif dan inferensial. Deskriptif

    berupa ungkapan masalah yang sedang dikaji setiap aspek

    apa adanya kemudian dilakukan tindakan perbaikan.

    Inferensial berisi menghubungkan atau mencari hubungan

    antar fakta, dikaji jenis hubungan tersebut kemudian

    digeneralisasikan.

    c) Jalannya penelitian merupakan suatu bagan/skema yang

    menggambarkan bagaimana jalannya penelitian yang

    dilengkapi dengan keterangan yang cukup rinci tentang cara

    pelaksanaan penelitian dan pengumpulan data.

    2) Tempat dan Waktu penelitian

    Tempat pelaksanaan penelitian meliputi:

    a) Penelitian di laboratorium, penelitian dilakukan di tempat

    khusus untuk mengadakan kegiatan / studi ilmiah dan kerja

    ilmiah.

    b) Penelitian lapangan: penelitian dilakukan pada situasi

    kehidupan yang sebenarnya.

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    29/43

    22

    c) Penelitian kepustakaan: penelitian yang memanfaatkan data

    informasi yang diperoleh dari bahan-bahan bacaan yang

    terdapat di perpustakaan.

    Waktu penelitian merupakan waktu yang digunakan untuk

    pengambilan sampel dan pemeriksaan laboratorium

    3) Variable Penelitian dan Definisi Operasional

    a) Variable Penelitian

    Uraikan variable yang akan dipelajari dan data yang akan

    dikumpulkan, diuraikan dengan jelas, termasuk jenis dan

    kisaran skala pengukurannya (skala nominal, ordinal,

    interval dan rasio).

    b)

    Definisi OperasionalDefinisi operasional variable kemukakan definisi / batasan /

    pengertian dari variable-variabel yang digunakan dalam

    penelitian, serta skala pengukuran dan parameter yang

    digunakan.

    4) Populasi dan Sampel

    a) Populasi

    Sebutan kumpulan/jumlah keseluruhan dari unit analisis

    dari mana sample diperoleh/dipilih. Harap dibedakan antara

    populasi, sampling dan populasi sasarannya.

    b) Sampel

    Kemukakan kerangka sampel, besar dan cara pengambilan

    sampel dengan alasan mengapa sampel sebesar itu dan

    mengapa pengambilan sampel dilakukan seperti itu.

    5) Teknik Pengumpulan Data

    Teknik pengumpulan data bisa dilakukan dengan data primer

    dan data sekunder. Data primer diambil dari

    wawancara/penyebaran kuesioner dan pemeriksaan

    laboratorium. Data sekunder diambil dari catatan medik pasien

    atau hasil pemeriksaan laboratorium. Bila pengumpulan data

    memerlukan wawancara, maka format kuesioner harus

    dilampirkan di akhir laporan. Bila pengumpulan data yang

    memerlukan analisis laboratorium perlu dijelaskan cara

    pengambilan dan penanganan mulai pengambilan, penyimpanan,

    pengangkutan specimen (misal urin, darah, tinja, cairan tubuh,

    dll.) dan metode analisis yang sudah baku yang akan digunakan.

    Bila metode analisis perlu dimodifikasi, jelaskan caranya dan

    mengapa. Selain itu, perlu dijelaskan cara kerja dari

    pemeriksaan laboratorium tersebut.

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    30/43

    23

    6) Pengolahan dan Analisis Data

    Kemukakan cara manual, komputer dimulai data editing

    formulasi, data entry, cleaning, analisis univariat, bivariat,

    ataupun multivariate. Kalau perlu diberikan contoh Dummy

    Tables.

    e. Jadwal Penelitian

    Jadwal penelitian ditujukan:

    1) Tahap-tahap penelitian

    2) Rincian kegiatan pada setiap tahap

    3) Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap tahap

    Jadwal penelitian ini dapat disajikan dalam bentuk matriks atau

    uraian. Jadwal penelitian bisa dicantumkan di lampiran.f. Daftar Pustaka

    Daftar Pustaka hanya memuat pustaka yang diacu dalam proposal

    penelitian penelitian dan disusun ke bawah menurut abjad nama

    akhir penulis pertama. Buku dan majalah tidak dibedakan, kecuali

    penyusunannya ke kanan yaitu:

    1) Buku: nama penulis, tahun terbit, judul buku, jilid, terbitan ke,

    nomor halaman yang diacu (kecuali kalau seluruh buku), nama

    penerbit dan kotanya.

    2) Majalah: nama penulis, tahun terbit, judul tulisan, nama majalah

    dengan singkatan resminya, jilid dan nomor halaman yang

    diacu.

    g. Lampiran

    Dalam lampiran (kalau ada) terdapat keterangan atau informasi yang

    diperlukan pada pelaksanaan penelitian, misalnya kuesioner dan

    sifatnya hanya melengkapi proposal penelitian penelitian.

    B. Penyusunan Laporan Hasil Penelitian/KTI

    Bagian-bagian laporan hasil penelitian:

    1.

    Bagian Awal

    Bagian awal mencakup Halaman Sampul Depan, Halaman Judul,

    Halaman Pengesahan, Halaman Pernyataan, Kata Pengantar, Daftar Isi,

    Daftar Tabel, Daftar Gambar , Daftar Lampiran, Arti dan Singkatan,

    Intisari.

    a. Halaman Sampul Depan

    1) Judul KTI, dibuat singkat seperti uraian dalam proposal

    penelitian.

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    31/43

    24

    2) Maksud KTI, untuk memenuhi sebagian persyarat memperoleh

    gelar Ahli Madya D-III Kesehatan jurusan sesuai dengan bidang

    pendidikan yang ditempuh.

    3) Lambang AAKM Yogyakarta, dengan diameter 5,5cm.

    4) Nama mahasiswa, ditulis lengkap tidak boleh memakai

    singkatan, nomor mahasiswa dicantumkan dibawah nama.

    5) Instansi yang dituju ialah Akademi Analis Kesehatan

    Yogyakarta.

    6) Tahun penyelesaian KTI ialah tahun ujian KTI terakhir dan

    ditempatkan di bawah tulisan Yogyakarta.

    b. Halaman Judul

    Halaman judul berisi tulisan yang sama dengan halaman sampuldepan, tetapi diketik di atas kertas putih.

    c. Halaman Pengesahan

    Memuat tanda tangan pembimbing dan para penguji, tanggal ujian.

    d. Halaman Pernyataan

    Memuat pernyataan tentang KTI hasil karya sendiri dan sumber

    informasi yang diperoleh dicantumkan dalam daftar pustaka

    e. Kata Pengantar

    Mengandung uraian singkat tentang maksud KTI, penjelasan-

    penjelasan dan ucapan terima kasih.

    f. Daftar Isi

    Memberi gambaran secara menyeluruh tentang isi KTI sebagai

    petunjuk pembaca yang ingin langsung melihat suatu bab anak sub

    judul. Dalam daftar isi tertera urutan judul, sub judul, anak sub judul

    dan nomor halaman.

    g. Daftar Tabel

    Memuat urutan judul tabel serta nomor halaman.

    h. Daftar Gambar

    Berisi urutan judul gambar dan nomor halaman.

    i.

    Daftar Lampiran

    Berisi urutan lampiran dan nomor halaman.

    j. Daftar Arti Lambang dan Singkatan

    Bila digunakan banyak lambang dan singkatan, dibuat daftar dengan

    arti dan satuannya.

    k. Intisari

    Ditulis dalam bahasa Indonesia dan merupakan uraian singkat tetapi

    lengkap tentang tujuan penelitian, cara dan hasil penelitian. Tujuan

    penelitian disarikan pada latar belakang, jalannya penelitian, hasil

    penelitian dan kesimpulan. Intisari tidak kurang dari 3 alinea dan

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    32/43

    25

    panjang tidak lebih dari 1 halaman. Kata kunci ditulis di bagian

    bawah dari intisari.

    2. Bagian Isi

    Mengandung bab-bab pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian,

    hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan dan saran.

    a. Bab I Pendahuluan

    Berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian,

    ruang lingkup, keaslian penelitian dan manfaat penelitian.

    Dalam bab ini, latar belakang masalah hamper sama dengan yang

    terdapat pada proposal penelitian, ada kemungkinan diperluas, sebab

    didalamnya terdapat rumusan masalah, luasnya penelitian danmanfaat penelitian. Tujuan penelitian umum dan khusus sama pada

    proposal penelitian.

    b. Bab II Tinjauan Pustaka

    Tinjauan pustaka mungkin telah diperluas dengan keterangan

    tambahan yang dikumpulkan selama pelaksanaan penelitian.

    c. Bab III Metode Penelitian

    Berisi jenis peelitian, langkah-langkah yang akan diambil untuk

    membuktikan kebenaran hipotesis. Desain penelitian, variable yang

    dipelajari dan perlakuan kisaran nilainya diuraikan dengan jelas.

    Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian, cara mengambil

    dan berapa besar sampel, cara pengumpulan sampel, cara

    pengumpulan data, pengolahan dan analisis data secara rinci. Tes

    statistik yang sesuai kebutuhan dan tujuan penelitian.

    Kelemahan dan keterbatasan cara yang digunakan, sumber dan besar

    kesalahan dalam pelaksanaan dan rekomendasi untuk meminimalkan

    terjadinya kesalahan.

    d. Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

    Bagian ini memberikan uraian semua temuan dan data, disajikan

    rapi, sistematis, sederhana sehingga mudah pembahasan antar

    interpretasi dan pengambilan kesimpulan. Penyajian dalam bentuk

    tabel, gambar, foto, grafik, sesuai dengan keperluan dengan judul

    sesuai isi. Pada alinea pertama dikemukakan bahwa hasil penelitian

    dijumpai pada daftar dan gambar yang nomornya disebutkan.

    Pembahasan tentang hasil yang diperoleh berupa penjelasan secara

    statistik (tampilan hubungan antara berbagai variable), penjelasan

    teoritik (antara masalah dan kenyataannya). Penjelasan data (data

    secara kuantitatif maupun kualitatif), dalam hal perbedaan atau

    persamaan sebaliknya hasil penelitian juga dibandingkan dengan

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    33/43

    26

    hasil penelitian terdahulu yang sejenis, lalu dibahas dengan hasil

    penelitian yang sama dengan penelitian sekarang.

    Kutipan harus menyebut nama peneliti diantara tanda kurung.

    Pembahasan sistematik dari yang paling sederhana sampai yang

    paling rumit.

    e. Bab V Kesimpulan dan Saran

    Kesimpulan dan saran dinyatakan secara terpisah. Kesimpulan

    merupakan pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil

    penelitian dan pembahasan untuk membuktikan kebenaran hipotesis.

    Kesimpulan juga dapat berupa ungkapan yang dapat dilihat dari

    tujuan dan implikasi yang mungkin timbul berdasarkan hasil

    penelitian. Dapat juga dikemukakan bahwa kegiatan penelitian tidakselesai dilaksanakan dan penemuan yang menonjol. Ingat

    kesimpulan yang keliru dapat menyesatkan peneliti yang lain.

    Saran dibuat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penelitian,

    diajukan pada peneliti lain dalam bidang sejenis, yang ingin

    melanjutkan atau mengembangkan penelitian yang sudah

    diselesaikan. Saran tidak merupakan keharusan.

    3. Bagian Akhir

    Terdiri dari Daftar Pustaka dan Lampiran.

    Daftar Pustaka sama seperti pada proposal penelitian atau boleh lebih.

    Lampiran dipakai untuk menempatkan data atau keterangan yang

    berfungsi melengkapi uraian yang telah disajikan dalam isi, namun bukan

    merupakan data mentah atau yang tidak terlalu penting.

    C. Sistematika Penyusunan Proposal Penelitian dan Laporan Penelitian /

    KTI

    Menurut urut-urutan tentang penulisan proposal penelitian, laporan penelitian

    seperti tersebut dibawah ini:1. Sistematika Penyusunan Proposal Penelitian

    a. Bagian Awal meliputi:

    Halaman Judul

    Halaman Persetujuan

    Halaman Kata Pengantar

    Daftar Isi

    Daftar Tabel (kalau ada)

    Daftar Gambar (kalau ada)

    Daftar Lampiran (kalau ada)

    Daftar Singkatan dan Lambang (Kalau ada)

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    34/43

    27

    b. Bagian Isi meliputi:

    BAB I PENDAHULUAN

    A.

    Latar Belakang

    B. Rumusan Masalah

    C. Tujuan Penelitian

    D. Ruang Lingkup

    E. Manfaat Penelitian

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    A. Landasan Teori

    B. Kerangka Teori / Kerangka Konsep

    C. Pertanyaan Penelitian

    D.

    HipotesisBAB III METODE PENELITIAN

    A.

    Jenis dan Desain Penelitian

    B.

    Waktu dan Tempat Penelitian

    C. Variable Penelitian

    D. Definisi Operasional Variabel

    E. Populasi dan Sampel

    F. Teknik Pengumpulan Data

    G. Pengolahan dan Analisis Data

    c.

    Bagian Akhir meliputi :DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN

    Jadwal Penelitian

    Instrumen / kuesioner

    2. Sistematika Penyusunan Laporan Penelitian/KTI

    a. Bagian Awal meliputi :

    Halaman Sampul Depan

    Halaman Judul

    Halaman PengesahanHalaman Pernyataan

    Kata Pengantar

    Daftar Isi

    Daftar Tabel (kalau ada)

    Daftar Gambar (kalau ada)

    Daftar Lampiran (kalau ada)

    Daftar Arti dan Singkatan (Kalau ada)

    Intisari

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    35/43

    28

    b. Bagian Isi meliputi:

    BAB I PENDAHULUAN

    A.

    Latar Belakang Masalah

    B. Rumusan Masalah

    C. Tujuan Penelitian

    D. Ruang Lingkup

    E. Manfaat Penelitian

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    A. Landasan Teori

    B. Kerangka Teori/ Kerangka Konsep

    C. Pertanyaan Penelitian

    D.

    HipotesisBAB III METODE PENELITIAN

    A.

    Jenis Penelitian / Desain Penelitian

    B.

    Tempat dan Waktu Penelitian

    C.Variable Penelitian

    D.Definisi Operasional Variabel

    E.Populasi dan Sampel

    F.Teknik Pengumpulan Data

    G.Pengolahan dan Analisis Data

    BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

    c. Bagian Akhir meliputi:

    BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

    A. Kesimpulan

    B. Saran

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN

    Instrumen/kuesioner

    Jadwal penelitian

    Dokumen, dll

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    36/43

    29

    DAFTAR PUSTAKA

    [APA] American Psychological Association, 2001. Publication Manual of theAmerican Psychological Association. Diakses 10 November 2010 dari

    www.wisc.edu/writing.

    [Depdikbud] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1972. Pedoman Umum

    Ejaan yang Disempurnakan. Balai Pustaka, Jakarta.

    Gunawan, A.W., Suminar, S.A., & Laksmi, A., 2007. Pedoman Penyajian Karya

    Ilmiah. Edisi ke-2. IPB Press, Bogor.

    Musfirotun, Y., 2010. Perbedaan Kadar Hemoglobin pada Lansia Perokok danLansia Tidak Perokok di Desa Tambakrejo Tempel, Karya Tulis Ilmiah,

    Akademi Analis Kesehatan Manggala, Yogyakarta.

    [Panitia Skripsi Fakultas Farmasi UGM], 2006. Buku Petunjuk Skripsi Fakultas

    Farmasi Universitas Gadjah Mada. Fakultas Farmasi, Yogyakarta.

    [Poltekes Depkes RI] Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan Republik

    Indonesia, 2009. Panduan Karya Tulis Ilmiah D-III dan Skripsi D IV

    Kesehatan. Poltekes Depkes RI, Yogyakarta.

    Priantoro, A.T. et al, 2009. Penggunaan Obat Tradisional pada Terapi BerbasisIlmiah : Buah Merah (Pandanus conoideusLam.) dan Poko (Mentha sp.).

    Di dalam : Prosiding Ilmiah Kelompok Kerja Nasional Tumbuhan Obat

    Indonesia XXXVI. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

    Puspitasari, A.D., 2010. Perbandingan Metode Pembuatan Ekstrak Terpurifikasi

    Bee Propolis dari Lebah Madu (Apis mellifera) Berdasarkan Kadar

    Flavonoid Total Dihitung Sebagai Rutin, Skripsi, Fakultas Farmasi,

    Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

    Sulistyani, N., 2009. Koinokulasi Galur Pseudomonas sp. dan Bacillus sp.

    dengan Brandyrhizobium japonicum dalam Pemacuan Pertumbuhan danPengendalian Cendawan Patogen Akar Tanaman Kedelai, Tesis, Program

    Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

    http://www.wisc.edu/writinghttp://www.wisc.edu/writing
  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    37/43

    30

    Lampiran 1. Contoh Halaman Judul Proposal KTI

    PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN

    PADA LANSIA PEROKOK DAN LANSIA TIDAK PEROKOK

    DI DESA TAMBAKREJO TEMPEL

    3 spasi

    Proposal Karya Tulis Ilmiah

    Untuk memenuhi ketentuan melakukan kegiatan

    penyusunan Karya Tulis Ilmiah

    3 spasi

    Diajukan oleh :

    Yuliana Musfirotun

    07375

    3 spasi

    AKADEMI ANALIS KESEHATAN MANGGALA

    YOGYAKARTA

    2010

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    38/43

    31

    Lampiran 2. Contoh Halaman Persetujuan Proposal Penelitian KTI

    Proposal Karya Tulis Ilmiah

    PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN

    PADA LANSIA PEROKOK DAN LANSIA TIDAK PEROKOK

    DI DESA TAMBAKREJO TEMPEL

    Diajukan oleh :

    Yuliana Musfirotun

    07375

    Telah disetujui oleh

    Pembimbing I

    Suryanto, S.Si Tanggal ..................................

    Pembimbing II

    Barinta Widaryanti, M.Biotech Tanggal ...................................

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    39/43

    32

    Lampiran 3. Contoh Halaman Judul atau Sampul Depan KTI

    KARYA TULIS ILMIAH

    3 spasi

    PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN

    PADA LANSIA PEROKOK DAN LANSIA TIDAK PEROKOK

    DI DESA TAMBAKREJO TEMPEL

    3 spasi

    Untuk memenuhi salah satu syarat

    memperoleh gelar Ahli Madya Analis Kesehatan

    Disusun Oleh :

    Yuliana Musfirotun

    07375

    3 spasi

    AKADEMI ANALIS KESEHATAN MANGGALA

    YOGYAKARTA

    2010

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    40/43

    33

    Lampiran 4. Contoh halaman Pengesahan KTI

    KARYA TULIS ILMIAH

    PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN

    PADA LANSIA PEROKOK DAN LANSIA TIDAK PEROKOK

    DI DESA TAMBAKREJO TEMPEL

    Disusun oleh :

    Yuliana Musfirotun

    07375

    Telah dipertahankan di depan dewan penguji

    Pada tanggal : ........................

    SUSUNAN DEWAN PENGUJI

    Penguji I Penguji II

    Dr. Harundriyo, MPH Suryanto, S.Si

    Penguji III

    Barinta Widaryanti, M. Biotech.

    Mengetahui :

    Direktur Akademi Analis Kesehatan Manggala

    Barinta Widaryanti, M. Biotech.

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    41/43

    34

    Lampiran 5. Contoh Halaman Pernyataan

    PERNYATAAN

    Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Karya Tulis Ilmiah ini tidak

    terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar Ahli Madya Analis

    Kesehatan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak

    terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain,

    kecuali yang secara tertulis diacu naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

    Yogyakarta, September 2010

    Yuliana Musfirotun

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    42/43

    35

    Lampiran 6. Contoh Kata Pengantar

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahuwataala yang

    telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penyusunan Karya Tulus Ilmiah yang

    berjudul Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Lansia Perokok dan Lansia Tidak

    Perokok Di Desa Tambakrejo Tempel dapat diselesaikan.

    Karya Tulis Ilmiah ini untuk memenuhi salah satu syarat untuk

    memperoleh gelar Ahli Madya Analis Kesehatan di Akademi Analis KesehatanManggala. Karya tulis Ilmiah ini dapat diselesaikan atas bimbingan, pengarahan,

    dan bantuan banyak pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis

    menyampaikan ucapan terima kasih kepada ;

    1. Direktur AAK Manggala

    2. Pembimbing KTI

    3. Pimpinan Institusi tempat penelitian

    4. Sejawat (laboratorium, teman kuliah)

    Penulis menyadari bahwa penulisan Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari

    sempurna, oleh karena itu saran dan kritik dari pembaca sangat diharapkan.Semoga Karya Tulis ilmiah ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

    Yogyakarta, September 2010

    Penulis

  • 5/19/2018 Panduan Karya Tulis Ilmiah Edisi 1

    43/43

    36

    Lampiran 7. Contoh Penulisan Intisari

    Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Lansia Perokok

    dan Lansia Tidak Perokok di Desa Tambakrejo Tempel

    Oleh :

    Yuliana Musfirotun

    07375

    INTISARI

    Merokok adalah kegiatan menghisap asap rokok secara langsung.

    Merokok merupakan salah satu penyebab kekurangan oksigen di dalam darah.

    Kadar hemoglobin berhubungan dengan jumlah oksigen yang diangkut dan

    diedarkan oleh darah. Oksigen yang diangkut oleh darah akan semakin banyak

    jika hemoglobin dalam keadaan normal. Jika kadar hemoglobin seseorang rendah

    maka akan terjadi anemia. Anemia adalah kondisi medis dimana jumlah sel darah

    merah atau hemoglobin kurang dari normal, sehingga darah tidak dapat

    mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh. Tujuan

    penelitian ini untuk mengetahui kadar hemoglobin pada laki-laki lansia perokok

    dan laki-laki lansia tidak perokok di Desa tambakrejo Tempel.Metode penelitian dengan pendekatan crossectional yaitu mencuplik

    sebuah sampel dari populasi dalam satu waktu, dan memeriksa status paparan dan

    status penyakit pada titik waktu yang sama dari masing-masing individu dalam

    sampel tersebut. Metode yang digunakan untuk pemeriksaan hemoglobin adalah

    metode Sahli. Objek penelitian adalah laki-laki lansia perokok dan laki-laki lansia

    tidak perokok di Desa Tambakrejo. Data yang diperoleh diolah dengan statistk

    Independent SampelT test.

    Hasil data statistik uji T-test diperoleh nilai t hitung 3,399; nilai sig 0,026

    kurang dari 0,05 yang berarti ada perbedaan kadar hemoglobin lansia perokok dan

    lansia tidak perokok di desa Tambakrejo Tempel.

    Kata Kunci : lansia, merokok, kadar hemoglobin