Lap Akhir Ekstruksi

download Lap Akhir Ekstruksi

of 30

  • date post

    03-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    200
  • download

    26

Embed Size (px)

description

ekstruksi juga

Transcript of Lap Akhir Ekstruksi

I. PENGENALAN ALAT EKSTRUKSI (EKSTRUDER)

I.1 Tujuan1. Memperkenalkan alat yang digunakan untuk membuat produk-produk ekstrusi beserta komponen-komponen dan fungsinya.2. Mempelajari prinsip kerja, cara menggunakan, serta spesifikasi alat dalam proses ekstrusi.I.2 Tinjauan PustakaProses ekstrusi merupakan suatu proses yang mengkombinasikan beberapa unit operasi termasuk pencampuran, pengolahan, pengadonan, pemotongan, pembentukan, dan pencetakan. Teknologi ekstrusi sebelumnya telah berkembang pesat di Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Jerman, Inggris, dan Eropa lainnya. Teknologi ini menghasilkan plastic dan sejenis polimer lainnya. Pada tahun 1935 teknologi ekstrusi ini berkembang di bidang pangan, seperti menghasilkan pakan, industry minyak, dan sereal breakfast. (Estiasih & Ahmadi, 2009).Prinsipekstrusi banyak digunakan untuk keperluan-keperluan yang berkaitan dengan industri logam, polimer, plastik, dan produk makanan pasta, tetapi karena prinsipnya yang sama, ekstrusi dapat diterapkan pada proses pengolahan produk-produk makanan secara luas (Pratama, 2007).Teknologi ekstrusi berperan penting di industri pangan karena merupakan proses yang bersifat efisien. Di dalam proses ekstrusi, dilakukan kombinasi dari beberapa proses meliputi pencampuran, pemasakan, pengadonan, penghancuran, pencetakan, dan pembentukan. Saat ini, fungsi pengolahan dengan ekstrusi juga mencakup separasi, pendinginan dan pemanasan, penghilangan senyawa volatil dan penurunan kadar air, pembentukan cita rasa dan bau, enkapsulasi, serta sterilisasi (Estiasih & Ahmadi, 2009). Teknologi ekstrusi merupakan teknologi yang cukup tua. Pada tahun 1797 di Inggris, Joseph Bramah menciptakan mesin untuk membuat pipa tanpa sambungan yang diperkirakan sebagai mesin ekstrusi pertama. Tidak lama kemudian produk-produk lain seperti sabun, macaroni, dan bahan-bahan bangunan diproses menggunakan mesin yang sama. Pada mesin ini untuk menggiling dan mencampur bahan digunakan piston yang dioperasikan oleh tangan. Karena keterbatasan proses yang dilakukan ekstruder terdahulu maka ekstruder yang menggunakan ulir (screw) diciptakan untuk kebutuhan industri kabel. Konsep awal yang diketahui mengenai ekstruder ulir tunggal ditemukan di tahun 1873 pada suatu gambar rancangan milik Phoenix Gummiwerke A.G. Sementara ekstruder ulir ganda yang pertama dikembangkan pada tahun 1869 oleh Follows dan Bates di Inggris untuk keperluan industri sosis. Sejak saat itu penggunaan ekstruder bagi pengolahan semakin meningkat (Janssen, 1978). Teknik ekstrusi dapat berupa pengolahan suhu rendah seperti pada pasta, atau pengolahan suhu tinggi seperti pada makanan ringan. Tekanan yang digunakan dalam ekstruder berfungsi mengendalikan bentuk, menjaga air dalam kondisi cair yang sangat panas, dan meningkatkan pengadukan. Tekanan yang digunakan bervariasi antara 15 sampai lebih dari 200 atm. Tujuan utama ekstrusi adalah untuk meningkatkan keragaman jenis produk pangan dalam berbagai bentuk, tekstur, warna, dan cita rasa. Pemasakan ekstrusi adalah kombinasi dari sebuah pompa dan sebuah pengubah panas. Bahan baku masuk ke dalam ekstruder melalui hopper (wadah penampung) dan terdorong ke depan mengarah ke die (cetakan) oleh putaran satu atau lebih ulir. Pemasakan ekstrusi dengan proses suhu tinggi waktu pendek (HTST, high temperature short time) dapat mencegah kontaminasi mikroba dan inaktivasi enzim (Estiasih & Ahmadi, 2009). Makanan ringan ekstrudat merupakan makanan ringan yang dibuat melalui proses ekstrusi dari bahan baku tepung atau pati untuk pangan dengan penambahan bahan makanan lain serta bahan tambahan makanan lain yang diizinkan, dengan atau tanpa proses penggorengan. Ekstrusi merupakan proses dimana bahan dipaksakan oleh sisitem ulir untuk mengalir dalam suatu ruangan yang sempit sehingga akan mengalami pencampuran dan pemasakan sekaligus. Sumber panas utama dalam proses ekstrusi berasal dari konversi energy mekanik, yaitu gesekan antara bahan dengan ulir. Kerja ulir menghasilkan akumulasi tekanan dalam system barel ekstruder, bahan dipaksakan keluar dari lubang yang ukurannya kecil dan kembali ke tekanan normal secara seketika, yaitu ketika produk melalui lubang cetakan. (Estiasih & Ahmadi, 2009).Ekstruder merupakan alat yang digunakan untuk melakukan proses ekstrusi yang umumnya terdiri dari tiga komponen utama, yaitu: barel, screw, dan die. Alat ekstrusi (ekstruder) terdiri dari suatu ulir (sejenis ulir bertekanan) yang menekan bahan baku sehingga berubah menjadi bahan semipadat. Bahan tersebut ditekan keluar melalui suatu lubang terbatas (cetakan/die) pada ujung ulir. Jika bahan baku tersebut mengalami pemanasan maka proses ini disebut pemasakan ekstrusi (ekstrusi panas). Ciri utama proses ekstrusi adalah sifatnya yang kontinu. Alat ekstruder dioperasikan dalam kondisi kesetimbangan dinamis, yaitu input setara dengan output, atau bahan yang masuk setara dengan produk yang dihasilkan. Untuk mendapatkan karakteristik ekstrudat tertentu, bahan yang masuk dan kondisi pengoperasian harus diatur sedemikian rupa sehingga perubahan kimia yang terjadi dalam barrel (tabung dalam ekstruder) sesuai dengan yang diinginkan (Estiasih & Ahmadi, 2009).Namun, lebih lengkapnya ekstruder terdiri dari komponen-komponen berikut:1. Motor penggerak, berfungsi sebagai sumber tenaga mekanis.2. Ulir, berfungsi sebagi pemutar dan penghancur bahan. Secara garis besar ekstruder dibedakan berdsarkan ulirnya, yaitu ekstruder ulir tunggal dan ekstruder ulir ganda.3. Feeder, yaitu tempat untuk memasukkan bahan baku.4. Barell (truk), yaitu rongga tempat beradanya bahan saat pengolahan dengan proses ekstrusi.5. Die, yaitu lubang tempat keluarnya produk.6. Knife (pisau), yaitu untuk memotong produk dengan ukuran tertentu sesuai dengan yang diinginkan.Teknik ekstrusi dengan menggunakan ulir (screw) merupakan teknik yang paling sering digunakan secara luas. Tujuannya ialah untuk merubah polimer bahan mentah dalam bentuk tepung atau pelet melalui serangkaian kombinasi proses seperti pencampuran, penggilingan, pembentukan dan proses pencetakan menjadi bahan jadi atau bahan setengah jadi. Bentuk dan tekstur produk yang dihasilkan hanya dapat diperoleh melalui proses ekstrusi. Bentuk, ukuran, jenis dan jumlah bahan mentah yang ditambahkan ke dalam ekstruder tergantung dari 7 spesifikasi mesin ekstruder yang digunakan (Nowjee,2004). Dewasa ini telah tersedia banyak jenis ekstruder yang mampu mengolah bahan mentah dengan bentuk yang masih kasar, berukuran cukup besar (flake, irisan, potongan, cincangan, dll.)dan mengandung kadar air yang tinggi dalam jumlah yang besar.

I.3 Kesimpulan1. Ekstrusi merupakan proses dimana bahan dipaksakan oleh sisitem ulir untuk mengalir dalam suatu ruangan yang sempit sehingga akan mengalami pencampuran dan pemasakan sekaligus. Sumber panas utama dalam proses ekstrusi berasal dari konversi energy mekanik, yaitu gesekan antara bahan dengan ulir.2. Ekstruder merupakan alat yang digunakan untuk melakukan proses ekstrusi yang umumnya terdiri dari tiga komponen utama, yaitu: barel, screw, dan die.3. Alat ekstruder dioperasikan dalam kondisi kesetimbangan dinamis, yaitu input setara dengan output, atau bahan yang masuk setara dengan produk yang dihasilkan. Untuk mendapatkan karakteristik ekstrudat tertentu, bahan yang masuk dan kondisi pengoperasian harus diatur sedemikian rupa sehingga perubahan kimia yang terjadi dalam barrel (tabung dalam ekstruder) sesuai dengan yang diinginkan.

I.4 Jawaban Pertanyaan1. Jenis-jenis ekstruder: Berdasarkan metoda operasinya terbagi atas 2 macam, yaitu:a. Cold ekstruder, yaitu ekstruder yang dalam pengoperasiannya membutuhkan suhu 100C. Berdasarkan metoda konstruksinya terbagi atas 2 maca, yaitu:a. Single screw ekstruder (ekstruder ulir tunggal)b. Twin screw ekstruder (ekstruder ulir ganda).2. Produk yang dapat dihasilkan dari proses ekstrusi adalah:a. Produk pangan, berupa: macaroni, ciki-cikian, permen, sereal breakfast, bubur bayi, pasta, roti, makanan hewan, dan kue basah.b. Produk nonpangan, berupa: plastic, polimer lainnya, dan kertas.

II. PENGUJIAN KARAKTERISTIK PRODUK EKSTRUKSI

II.1 Waktu dan TempatWaktu : 30-31 OktoberTempat : Laboratorium Total Quality ControlII.2 TujuanMenguji karakteristik produk-produk yang dibuat dengan teknologi ekstruksi.

II.3 Tinjauan PustakaTeknologi ekstrusi berperan penting di industri pangan karena merupakan proses yang bersifat efisien. Di dalam proses ekstrusi, dilakukan kombinasi dari beberapa proses meliputi pencampuran, pemasakan, pengadonan, penghancuran, pencetakan, dan pembentukan. Saat ini, fungsi pengolahan dengan ekstrusi juga mencakup separasi, pendinginan dan pemanasan, penghilangan senyawa volatil dan penurunan kadar air, pembentukan cita rasa dan bau, enkapsulasi, serta sterilisasi (Estiasih & Ahmadi, 2009). Ekstrusi adalah suatu proses dimana bahan dipaksakan oleh sistem ulir untuk mengalir dalam suatu ruangan yang sempit sehingga akan mengalami pencampuran dan pemasakan sekaligus. Sumber panas utama dalam proses ekstrusi berasal dari konversi energi mekanik (gesekan) yaitu akibat gesekan antar bahan dan gesekan antar bahan dengan ulir. Kerja ulir tersebut juga menghasilkan akumulasi tekanan dalam sistem barrel ekstruder, bahan dipaksakan keluar melalui cetakan (die) yang kecil ukurannya dan kembali ke tekanan normal (atmosfer) secara seketika yaitu ketika produk melewati die (Oktavia, 2007).Teknik ekstrusi dapat berupa pengolahan suhu rendah seperti pada pasta, atau pengolahan suhu tinggi seperti pada makanan ringan. Tekanan yang digunakan dalam ekstruder berfungsi mengendalikan bentuk, menjaga air dalam kondisi cair yang sangat panas, dan meningkatkan pengadukan. Tekanan yang digunakan bervariasi antara 15 sampai lebih dari 200 atm. Tujuan utama ekstrusi adalah untuk meningkatkan keragaman jenis produk pangan dalam berbagai bentuk, tekstur, warna, dan cita rasa. Pemasakan ekstrusi adalah kombinasi dari sebuah pompa dan sebu